Anda di halaman 1dari 8

Pengertian dan Hakikat Akhlak Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting, sebagai individu

maupun masyarakat dan bangsa, sebab jatuh bangunnya suatu masyarakat tergantung bagaimana akhlaknya. Apabila akhlaknya baik, maka sejahteralah lahir dan batinnya, apabila akhlaknya rusak, maka rusaklah lahir dan batinnya. Akhlak menurut bahasa (etimologi) perkataan akhlak ialah bentuk jamak dari khuluk (khuluqun) yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Akhlak disamakan kesusilaan, sopan santun. Khuluk merupakan gambaran sifat batin manusia, gambaran bentuk lahiriah manusia, seperti raut wajah, gerak anggota badan dan seluruh tubuh. Sedangkan dalam bahasa Yunani khuluq ini disamakan dengan kata ethicos atau ethos, artinya adab kebiasaan, perasaan batin, kecendrungan hati untuk melakukan perbuatan. Ethhicos kemudian berubah menjadi etika. Khuluq atau akhlaq berarti suatu perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat didalam jiwa seseorang dan merupakan sumber timbulnya perbuatan-perbuatan tertentu dari dirinya, secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan atau direncanakan sebelumnya. Maka apabila dari perangai tersebut timbul perbuatanperbuatan yang baik dan trpuji menurut akal sehat dan syariat, dapatlah ia disebut perangai atau khuluq yang baik dan. Sebaliknya, apabila yang timbul darinya adalah perbuatan-perbuatan yang buruk, maka disebut khuluq yang buruk pula. Akhlak menurut pengertian Islam adalah salah satu dari iman dan ibadat, karena iman dan ibadat manusia tidak sempurna kecuali dari situ sendiri muncul akhlak yang mulia. Maka akhlak dalm Islam bersumber pada iman dan taqwa dan mempunyai tujuan langsung, yang dekat yaitu harga diri dan tujuan jauh, yaitu ridho Allah SWT. Menurut agama sendiri, akhlak dalam islam mempunyai porsi yang cukup besar. Bahkan, ada sebuah perkataan dari Nabi Muhammad SAW yang menyatakan dirinya diutus untuk menyebarkan ajaran islam di permukaan bumi salah satunya adalah untuk menjadikan akhlak manusia yang lebih sempurna.

Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (HR. Bukhori) (Al-Jazairi, 2007 : 218).

Begitu penting akhlak bagi manusia sehingga banyak hadist-hadist yang membicarakan tentang akhlak ini. Termasuk dari kesempurnaan iman seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Seorang muslim yang baik akhlaknya akan dicintai oleh nabi dan paling dekat tempat duduknya dengan beliau pada hari kiamat.

Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian, dan orang yang paling dekat duduknya denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling baik akhlaknya diantara kalian (HR. Bukhori). (Al-Jazairi, 2007 : 219). Nilai akhlak dalam kehidupan Akhlak merupakan dasar yang utama dalam pembentukan kepribadian yang seutuhnya Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya kepribadian berakhlak merupakan hal yang pertama yang harus dilakukan, sebab akan melandasi kestabilan kepribadian secara ke seluruhan. Tentang pendidikan akhlak ini lebih jelas diterangkan oleh Muhammad Athiyah Al- Abrasyi, mengatakan bahwa Pendidikan budi pekerti dan akhlak merupakan jiwa dari pendidikan Islam dan mencapai suatu akhlak yang sempurna merupakan tujuan yang sebenarnya dari pendidikan islam. Dengan demikian jelas bahwa gambaran manusia yang ideal adalah manusia yang sempurna akhlaknya. Menurut ajaran Islam berdasarkan praktek Rasulullah, pendidikan akhlakul karimah (akhlak mulia) adalah faktor penting dalam membina suatu umat atau membangun sebuah bangsa. Sebuah pembangunan tidak ditentukan semata dengan faktor kredit dan investasi material. Betapapun melimpah ruahnya kredit dan besarnya investasi, kalau manusia pelaksananya tidak mempunyai akhlak yang baik, niscaya segalanya akan berantakan akibat penyelewengan dan korupsi. Dengan demikian itu, program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha ialah pembinaan akhlak mulia. Ia harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai ke lapisan bawah. Akhlak dari suatu bangsa itulah yang menentukan sikap hidup dan laku perbuatannya. Karena sesungguhnya kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, musnah pulalah bangsa itu. Apabila suatu umat/ bangsa itu telah rusak, maka hal ini juga akan mempengaruhi akhlak generasi- generasi mendatang. Terlebih

lagi kalau rusaknya akhlak tersebeut tidak segera mendapat perhatian atau usaha untuk mengendalikan dan memperbaikinya. Bagaimanapun akhlak dan perilaku suatu generasi itu akan sangat menentukan terhadap akhlak dan perilaku umat- umat sesudahnya. Oleh karena itu, tidak salah apa yang telah disampaikan oleh para ahli pendidikan bahwa perkembangan pribadi itu akan sangat ditentukan oleh faktorfaktor lingkungan, terutama berupa pendidikan. Kalau kita perhatikan dan amati dalam kehidupan sehari- hari, berkaitan daengan moral dan budi pekerti yang menimbulkan kemerosotan dan norma susila dan normanorma agama dikalanganan masyarakat terutama di kalangan generasi pemuda yang bisa membawa yang bisa membawa kegoncangan hidup manusia. Dengan adanya aqidah yang tidak tetap dan kokoh itu, tentu akan menyebabkan orang tersebut mudah terombang- ambingkan oleh arus kehidupan duniawi. Dari keadaan sembcam ini apabila tidak dapat dikendalikan oleh norma- norma yang menyetirnya (agama), maka yang akan terjadi adalah kekacuan dalam kehidupannya. Kita sebagai generasi muda penerus, harus menyadari hal tersebut, karena pada pundak generasi mudalah akan ditumpahkan harapan masa depan bangsa ini, guna menyambung usaha- usaha memperbaiki akhlak yang sementara ini terbengkalai, cita- cita bangsa yang belum terlaksana sepenuhnya dan selanjutnya untuk memelihara apa- apa yang telah ada dan mengusahakan yang baru ( lebih baik) agar dapat berkembang lebih maju dan semakin sempurna. Oleh karena itu, pendidikan tentang akhlak dalam kehidupan umat manusia menempati kedudukan yang sangat penting. Ruang lingkup akhlak Sebenarnya ruang lingkup akhlak dalam Islam cukup luas merangkumi segenap perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia dengan sesamanya serta hubungan manusia dengan Allah,serta hubungan manusia dengan makhluk lainnya. Selain harus berperilaku baik dalam kehidupan manusia, akhlak juga melingkupi cara bersikap terhadap alam, binatang, tumbuhan, kepada yang ghaib, dan semesta alam. Adapun ruang lingkup akhlaq terbagi dalam beberapa bagian : 1. Akhlaq terhadap sang khaliq Allah menciptakan manusia hanya untuk menghiasi dan meramaikan dunia. Tidak hanya sebagai kelengkapan, tetapi berfungsi sebagai makhluk. Allah SWT adalah AlKhaliq (Maha pencipta) dan manusia adalah makhluk (yang diciptakan). Manusia

wajib tunduk kepada peraturan Allah. Hal ini menunjukkan kepada sifat manusia sebagai hamba. Kewajiban manusia terhadap Allah SWT Di antaranya : Akhlak manusia terhadap Allah : dimana ciri-ciri penting akhlak manusia terhadap Allah swt ialah: -Beriman kepada Allah : yaitu mengakui, mempercayai dan meyakini bahwa Allah itu wujud serta beriman dengan rukun-rukunnya dan melaksanakan tuntutan-tuntutan di samping meninggalkan larangan larangannya serta sifat dan bentuk syirik terhadapnya.


Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain) (QS Yusuf:106) -Beribadah atau mengabdikan diri, tunduk, taat dan patuh kepada Allah -Senantiasa bertaubat dengan tuhan -Melaksanakan perkara-perkara yang wajib, fardhu dan nawafil. -Ridho menerima Qadha dan Qadar Allah : Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : Apabila mendapat kesenangan dia bersyukur dan apabila dia ditimpa kesusahan dia bersabar maka menjadilahbaikbaginya. 2.Akhlak dengan Rasulullah : yaitu beriman dengan penuh keyakinan bahawa nabi Muhammad saw adalah benarbenar nabi dan Rasul Allah yang menyampaikan risalah kepada seluruh manusia dan mengamalkan sunnah yang baik yang berbentuk suruhan ataupun larangan. 3. Akhlaq terhadap Ibu & Bapak Seorang muslim wajib memberi penghormatan yang secukupnya terhadap ayah dan ibunya. Memelihara mereka dihari tuanya, mencintai mereka dengan kasih sayang yang tulus serta mendoakan setelah mereka tiada.yaitu berbuat baik (berbakti) ke pada ibu bapak. Contohnya berkata dengan sopan dan hormat, merendahkan diri, berdoa untuk keduanya dan menjaga keperluan hidupnya apabila mereka telah uzur dan sebagainya.

:
Dari sahabat Jabir bin Abdillah semoga Allah meridhoinya, ia bercerita: "Suatu hari ada seseorang datang kepada Rasulullah dan bertanya: Sesungguhnya aku memiliki

harta, akan tetapi bapakku ingin mengambil harta itu dariku? Rasulullah menjawab: "Kamu dan hartamu milik bapakmu 4. akhlak terhadap keluarga dan kerabat Akhlak terhadap kaum kerabat : Firman Allah yang bermaksud : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat. 5 akhlak terhadap tetangga dan sesama masyarakat Prinsip hidup dalam Islam termasuk kewajiban memperhatikan kehidupan antara sesama orang-orang beriman. Kedudukan seorang muslim dengan muslim lainnya adalah ibarat satu jasad, dimana satu anggaota badan dengan anggota badan lainnya mempunyai hubungan yang erat. 6.Akhlak terhadap makhluk selain makluk ciptaan allah yang lain , hewan dan tumbuhan Hewan yang digunakan untuk bekerja, maka tidak boleh dibebani di luar kesanggupannya apalagi dianiaya atau disakiti. Malah ketika hendak menyembelih untuk dimakan sekalipun,hendaklah penyembelihan dilakukan dengan cara yang paling baik yaitu dengan menggunakan pisau yang tajam, tidak mengasah pisau di hadapan hewan tersebut atau menyembelih hewan di samping hewan yang lain. Alam sekitar : Manusia diperintahkan untuk melestarikan sumber-sumber alam demi kebaikan bersama Jenis jenis akhlak Manusia dalam hidup di dunia ini mempunyai dua macam akhlak/perilaku/tingkah laku, ada akhlak terpuji dan ada juga yang tercela. Akhlak yang terpuji akan berdampak positif pada pelakunya begitu juga akhlak tercela yang akan membawa dampak negatif Akhlak terpuji adalah akhlak yang baik, diwujudkan dalam bentuk sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran islam. Akhlak terpuji disebut juga Al Akhlaaqul Mahmudah. Akhlak tercela (Akhlakul mazmumah), yaitu segala tingkah laku yang tercela atau akhlak yang jahat, dan hal tersebut sangat di benci oleh Allah SWT karena bertentangan dengan ajaran Islam. Kunci akhlak yang baik adalah dari hati yang bersih. Dan hati yang bersih adalah hati yang selalu mendapatkan cahaya dan sinar dari Allah SWT. Dengan sinar itu, hati akan dapat melihat dengan jelas mana akhlak yang baik dan mana akhlak

yang buruk. Mana perbuatan terpuji dan mana perbuatan yang tercela. Maka dari itu kita harus selalu berdoa kepada Allah SWT agar hati kita selalu mendapatkan cahaya dari-Nya Implementasi akhlak dalam kehidupan Akhlaq yang bersumber dari Al-Quran mengarahkan dan mengajarkan kita untuk berprilaku kearah yang positif sehingga akan bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain. Aklaq yang baik tersebut diantaranya sebagai berikut : Akhlak terhadap Allah SWT Dengan beribadah kepada-Nya, menuruti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangann-Nya merupakan salah satu contoh bentuk akhlak yang ditujukan kepada Allah. Selain itu, kita sepatutnya selalu berzikir, berdoa, tawakkal, tawaddu, mencintai, serta memohon ampun hanya kepada Allah. Akhlak terhadap Makhluk 1. Terhadap Rasulullah, Nabi Muhammad SAW Kita sepatutnya mencintai Rasul setelah cintra kita kepada Allah, selain itu kita juga seharusnya menjadikan Rasul sebagai idola atau suri tauladan yang baik bagi kita. 2. Terhadap Keluarga Berbuat baik kepada kedua orang tua kita, serta memperat tali silaturahmi antar anggota keluarga melalu komunikasi yang baik. 3. Terhadap Diri Sendiri Selalu sabar, bersyukur, dan tawaduk. Selain itu, kita juga seharusnya menutup aurat, jujur dalam setiap perkataan, menjauhi dengki ataupun dendam, serta menjauhi perbuatan yang sia-sia 4. Akhlak terhadap Tetangga dan Masyarakat

Saling tolong-menolong, saling bersilaturahmi, serta menghindari adanya percecokan atau masyarakat. Akhlak terhadap Bukan Manusia Selalu sadar untuk memelihara dan menjaga keastrian lingkungan sekitar kita serta saling menyayangi antar sesame makhluk. permusuhan antar tetangga ataupun

Berperilaku baik tersebut memang terkadang sulit. Terkadang kita mengetahui secara teori saja bahwa apa yang kita lakukan tersebut tersebut termasuk akhlaq yang baik atau tidak, tetapi berat bagi kita untuk mengaplikasikan akhlaq yang baik ataupun menghindari akhlak yang buruk kedalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, pada saat kita mempraktikkan akhlaq yang baik perasaan serta hati nurani kita akan tenang, sehingga kita akan terdorong untuk melakukan akhlaq yang baik itu lagi, dan apabila kita sudah sering melakukannya maka tidak berat bagi kita untuk melakukan akhlaq yang baik itu secara terus menerus dan akhirnya menjadi kebiasaan didalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, praktik kita dalam mengaplikasikan akhlak yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita agar kita tidak melakukan hal yang sia-sia melainkan mendapatkan manfaat baik untuk diri kita maupun orang lain.

Sumber-sumber akhlak Persoalan akhlak di dalam Islam banyak dijelaskan melalui Al-Quran dan Alhadits. Sumber tersebut merupakan landasan dalam setiap aktifitas manusia seharihari. Di dalamnya juga menjelaskan arti baik dan buruk. Memberi informasi kepada umat apa yang semestinya harus diperbuat dan dilaksanakan sehingga dengan mudah dapat diketahui apakah perbuatan itu terpuji atau tercela, benar atau salah. Kita telah mengetahui bahwa akhlak Islam merupakan sistem moral atau akhlak yang berdasarkan Islam, yakni bertolak pada aqidah yang diwahyukan Allah s.w.t. pada Rasul-Nya yang kemudian disampaikan kepada umatnya. Akhlak Islam karena merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepercayaan kepada Rabb Yang

Maha Esa, maka tentunya sesuai dengan dasar agama itu sendiri. Oleh karena itu sumber pokok Akhlak Islam adalah Al-Quran dan hadits yang merupakan sumber utama di dalam agama Islam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: Artinya : Dari Anas bin Malik berkata: Bersabda Nabi s.a.w.: Telah kutinggalkan atas kamu sekalian dua perkara, yang apabila kamu berpegang kepada keduanya, maka tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan sunah Rasul-Nya.