Anda di halaman 1dari 35

Konsep Perawatan Anak

Oleh Ni Ketut Mendri.

Pendahuluan
Perubahan pola penyakit Gaya hidup masyarakat. Perkembangan iptek Perkembangan sosial demografi. Tuntutan masyarakat akan kes bermutu.

Perubahan Pelayanan Kesmas/ terhadap Keperawatan anak.

Pola penyakit Anak


Era -1950 s.d 1970
Kematian akibat infeksi. Kematian akibat kecacatan Kematian akibat belum ada PD3I

Era 1970 s.d 1990


Kematian Kematian Kematian Kematian masih akibat PD31 akibat kecelakaan. akibat infeksi akibat HIV/AIDS

lanjut

Tahun > l990


Penyakit infeksi. Penyakit kongenital( cacat sejak lahir ) Penyakit akibat gaya hidup : Alkohol.Napza. HIV/AIDS. Penyakit akibat pencemaran lingkungan. Kanker Penyakit akibat pola asuh (Child abused ): fisik,Psikis,seksual dll.

lanjut

Menurut WHO,angka kematian anak pada


tahun 2000 mencapai 10,6 juta jiwa/tahun. Diare menjadi penyebab kematian terbesar kedua pada anak setelah ISPA dan pneomonia.

Lanjut

Riset Kesehatan dasar (Riskesdas ) tahun


2007-2011,diare menjadi penyebab kematian 31,4 % bayi berusia 29 hari hingga 11 bulan. Intra uterine fetal death (IUFD) atau kematian janin dalam rahim (31,3 % ) Asphyxia atau gangguan pernafasan (20,4 % ). Premature (18.7 % )

Lanjut

Pola penyakit Gaya hidup. Pola Asuh Lingkungan. Pelayanan Kesehatan.

Kesejahteraan Anak

Kualitas hidup anak

Tujuan Keperawatan Anak


Pelayanan Keperawatan/kesehatan
optimal (pencegahan,promosi, pengobatan rehabilitasi Kesejahtraan Anak Kualitas hidup Anak

Kualitas Hidup Anak


Tercermin dalam Hak Anak .
Dihormati dan dihargai. Mendapat perawatan yang mendukung anak dan keluarga. Informasi yang dipahami anak. Asuhan keperawatan yang berkualitas. Dukungan emosional. Perawatan ynag mendukung tum-bang , bermain dan belajar. Memilih dan memutuskan.

Falsafah Keperawatan Anak.


Tujuan utama ;
Mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak serta tingkat kesehatan yang dapat di capai oleh setiap anak dalam sistem keluarga.

Filosofi Keperawatan Anak


Berfokus pada keluarga. Atrumatik care. Managenent kasus.

Konsep keperawatan anak


Stimulasi :tumbuh-kembang. Berfokus pada keluarga. Bermain. Bimbingan Antisipasi. Perawatan atrumatik . Case management.

Stimulasi tumbuh kembang


Anak 1 hari sampai 18 tahun. % tahapan Tumbang : Bayi , balita,

prasekolah,sekolah,remaja. Anak bukan orang dewasa kecil. Setiap anak UNIk. Tumbuh anak tidak lengkap mengganggu tahap selanjutnya.

Berfokus pada keluarga.


Keluarga adalah lingkungan yang menetap
pada daur kehidupan anak. Perawat perlu :dukungan,menghargai, anjuran ,tingkat kualitas kompetensi dalam keluarga. Melalui pemberdayaan dan bantuan efektif Kerja sama dengan tim kesehatan. Fokus empowerment,kemitraan,anak,ortu, dan tim kesehatan.

Bermain
Bermain adalah sebagian dari stimulasi
tumbang. Jenis permainan berbeda pada setiap perkembangan anak. Permainan menetukan area mana yang akan di stimulasi. Anak sehar dan sakit tetap butuh permainan. Pernainan yang membantu proses terapi.

Bimbingan Antisipasi.
Bimbingan antisipasi berfokus pada usaha
promotif dan preventif. Bentuk pendidikan kesehatan Kebutuhan individu anak berbeda. Dilakukan pada anak sehat maupun sakit. Tujuan : memperkecil masalah yang dapat diantisipasi keluarga.

Perawatan a-taumatik Care


Hospitalisasi : Traumatik. A-taumatik : Asuhan yang tidak

menimbulkan trauma fisik dan psikis pada anak dan keluarga( Setting,personal dll ) Distres psikis : cemas,takut,marah, kecewa,sedih,malu,rasa bersalah. Distres fisik :imobilisasi,kurang tidur karena nyeri,bising,silau dll.

Tujuan perawatan a-traumatik


Mencegah atau mengurangi perpisahan
orang tua/keluarga dengn anak. Meningkatkan kepekaan kontrol. Mencegah dan mengurangi adanya rasa nyeri dan cedera fisik dan psikis.

Tindakan a-traumatik care


Mengurangi ketakutan pada anak. Memberanikan anak untuk membuka

mulut saat diperiksa, Memicu anak untuk bernafas dalam. Menngurangi rasa nyeri. Kateterisasi kandung kemih. Mempersiapkan anak kesekolah tanpa truma. dll

Case management
Dikembangkan di unit rawan inap dewasa
di adopsi untuk rawat anak. Keuntungan : kepuasan klien ( anak dan keluarga ) perawatan tidak frakmentasi : dapat mengukur luaran pada kelompok sejenis. Cese management bertanggung jawab pada kelompok klienbaik yang sakit maupu sehat.

Tantangan Keperawatan

Up-data pengetahuan. Evidence based-practice. Metode penugasan. Ketrampilan komunikasi. Ketrmpilan pendidikan kesehatan. Ketrampilan pengkajian fisik. Ketrampilan prosedur keperawatan. Ketrampilan manajemen nyeri. Ketrampilan membuat jaringan (networking)

Up-data pengetahuan

Self directed learning. Long life education. Mengikuti perkembangan ilmu. Sumber : jurnal,internet,TV,Koran dll Bisa individu atau kelompok. Bentuk forum komunikasi di RS pertemuan rutin. Bentuk Ruang klinik untuk tempat diskusi.

Evidence based practice


Praktek profesional: berdasarkan ilmu
pengetahuan ,sbg hasil riset untuk meningkatkan hasilnasuhan yang efektif dan evisien. Evidence based practice : praktik berdasarkan bukti. Tujuan : akontabilitas tinggi Sbg dasar kembangkan standar Askep

Lanjut..

Perawat tidak hanya merawat pada waktu

sakit tapi anak sehat secara komprehensif. Perawat anak dapat memberikan asuhan keperawatan secara efektif serta selalu melibatkan orang tua. Perawat anak dapat meningkatkan kematangan anak secara sehat.

Metode penugasan

Cese management. Perawat primer (primary nurse ). Keuntungan : Hubungan saling percaya terbina sejak dini. Perawat primer mengetahui masalah dan
kebutuhan anak dan membuat care plan . Tres fisik dan psikis berkurang.

Ketrampilan komunikasi.
Tujuan : agar pesan sampai pada anak. berkomunikasi dengan anak BEDA pada
tiap tahap perkembangan. Tenik komunikasi dipakai untuk mendapatkan data,menenangkan kecemasan dan ketakutan,menghibur, mendukung,meyakinkan,dll. Perlu latihan tentang tehnik komunikasi. Komunikasi tertulis juga penting

Ketrampilan pendidikan kesehatan

Penkes bagian dari bimbingan antisipasi. Perlu latihan untuk :


Identifikasi kebutuhan ,unik. Menbuat program pendidikan kes. Mengembangkan materi penkes . Alat ukur untuk keberhasilan penkes.

Ketrampilan pengkajian fisik secara holostik.


Data fisik anak BERBEDA dengan orang
dewasa. Perlu di latih cara mengkaji fisik dan menginterpretasikannya : dasar perumusan masalah keperawatan. Pengkajian holistik untuk anak dan keluarga : GORDON (11 pola fungsional )

Ketrampilan prosedur keperawatan

Hindari coba-coba kerena tidak yakin bisa


melakukannya. Selalu berpedoman paa SOP. Selalu berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.

Ketrampilan menagement nyeri


Salah satu upaya meningkatkan rasa
nyaman. Tingkatan nyeri seseorang tidak sama Subjektif: Neonatus. Management nyeri : farmakologi dan non farmakologi. Non farmakologi tepat untuk nyeri ringan dan sedang.

Ketrampilan mengembangkan networking


Agar bantuan optimal,perawat perlu orang
lain,sumber lain. Netwoking (jaringan ) dapat menjadi menyelesaikan masalahklien sevcara holistik. Contoh : Sekolah,pueskesmas,komunitas, posyandu,LSM,Ormas dll. Peluang : sumber-sumber dari luar negeri.

Ketrampilan lainnya.
Penelitian. Sistem informasi/ komputerisasi. Tehnik-tehnik peningkatan kualitas

pelayanan keperawatan dan kesehatan. Transcultural nursing (keperawatan lintas budaya.

Kesimpulan Terjadi pergeseran pola penyakit pada

anak. Perkembngan teknologi dan sosisal ekonomi: tuntutan tinggi pada pel kep ber kualitas. Terjadi pergeseran fokos perawatan anak dari hospitalbased ke comunyty based. Keperawatan bertanggung jawab untuk memberikan perawat anak yang berkualitas : kualitas hidup anak.

Anak belajar dari kehidupannya.


Jika anak dibesarkan dengan :
Celaan,dia belajar memaki. Permusuhan ,dia belajar berkelahi. Cemoohan,dia belajar rendah diri. Penghinaan,dia belajar menyesali. Pujian dia belajar menghargai. Dorongan dia belajar percaya riri. Rasa aman dia belajar menaruh kepercayaan. Dukungan dia belajar menyenangi diri. Kasih sayang dia belajar menemukan cinta dan kasih sayang. Sebaik-baiknya perlakukan dia belajar keadilan.

Akhirnya

Terima Kasih