Anda di halaman 1dari 28

CHAPTER 5 GROWTH AND CULTIVATION MIKROBIAL

Anggota : Hamman Dwi M.Zulhilmi Ahmed Rendra Elly Yonara Dwi Ayu P

2311 030 055 2311 030 059 2311 030 061 2311 030 067 2311 030 071

Growth and Cultivation Mikrobial


Mikroorganisme tidak hanya amat

bervariasi dalam persyaratan nutrisinya,


tetapi juga menunjukkan respons yang berbeda-beda terhadap kondisi fisik di dalam lingkungannya. Untuk keberhasilan kultivasi berbagai tipe bakteri, disesuaikan dengan mediumnya.

Proses pembelahan biner pada sel.


Ada dua pola umum bagi pembelahan sel

pada mikroorganisme. Eukariotik


protozoa, jamur, dan ganggang mengalami

pembelahan sel oleh proses mitosis , seperti


digambarkan pada Gambar di halaman berikut.

Gambar Tahapan mitosis dalam sel eukariotik


Profasee

Metafase Dan Anafase

Telofase

Fase populasi mikroorganisme


Dalam

bakteri prokariotik, proses pembelahan sel terjadi melalui pembelahan biner, Kromosom bakteri tersebut diduplikasi sesaat sebelum pembelahan biner dimulai. Duplikasi biasanya terjadi oleh mekanisme lingkaran bergulir berlangsung di membran sel. Kromosom duplikat melampirkan sel membran, yang tumbuh dan memisahkan kromosom.

Gambar fisi biner, proses reproduksi berlangsung dalam mikroorganisme prokariotik seperti bakteri.

Kurva pertumbuhan untuk populasi bakteri menunjukkan empat fase dari populasinya

Koloni dari berbagai jenis mikroorganisme


Ketika

mikroorganisme

seperti

bakteri

membelah dalam suatu populasi, hasil


akhirnya banyak divisi yang tampak jelas

massa sel yang disebut sebuah koloni. Para


anggota koloni, seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut

Gambar di atas Sepiring nutrien agar yang

mengandung koloni bakteri. Piring ini telah


disiapkan dengan Metode streak plate. Setiap titik mewakili massa pertumbuhan yang tampak berasal dari bakteri tunggal, yang telah diendapkan pada permukaan agar-agar. Setiap koloni merupakan biakan murni.

LINGKUNGAN PERTUMBUHAN MIKROORGANISME


1. Suhu 2. Kebutuhan Oksigen 3. Tingkat pH 4. Kelembaban

1. Suhu
Bakteri memiliki 3 kondisi suhu, yaitu :
Optimal

: Suhu di mana kuman

dapat hidup dengan baik


Maksimal : Bila suhu tercapai, kuman

akan mati
Minimal

: Bila suhu ini tercapai

Bakteri dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan suhu aktivitasnya, di mana bakteri dapat tumbuh terbaik. Yakni ;
1. Bakteri Psychrophilic atau

Psychrophiles
2. Bakteri Mesofilik atau

Mesophiles
3. Bakteri Termofilik atau

Thermophiles

2. Kebutuhan Oksigen
BANYAK BAKTERI YANG AEROBIK, YAITU

BAKTERI YANG MEMBUTUHKAN OKSIGEN


UNTUK TUMBUH DAN MELAKUKAN

REAKSI BIOKIMIA METABOLISME. NAMUN


DEMIKIAN, BAKTERI BAKTERI SEBAGIAN MERUPAKAN ANAEROB INI BESAR SPESIES DAN

ANAEROB HIDUP

TANPA

OKSIGEN, DAN MAYORITAS DITEMUKAN

Metabolisme berdasarkan kebutuhan oksigen :


Aerob obligat : Hidup tanpa oksigen, oksigen toksis terhadap golongan ini
Anaerob aerotoleran : Tidak mati dengan

adanya oksigen Anerob fakultatif : Mampu tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen Aerob obligat : Tumbuh subur bila ada oksigen dalam jumlah besar Mikroaerofilik : Hanya tumbuh baik dalam tekanan oksigen rendah

3. Tingkat pH
Jamur tumbuh terbaik di bawah

kondisi yang agak asam, biasanya lebih memilih tingkat pH 5,0. Protozoa cenderung tumbuh terbaik di mana pH dekat netral, yakni pH mendekati 7,0. Spesies bakteri tumbuh dari berbagai tingkat pH. Mikroorganisme memiliki pH

Pertumbuhan Mikroba dan Budidaya Spesies bakteri yang berbeda dapat tumbuh lebih dari berbagai tingkat pH.
Bakteri Acidophiles

Bakteri tertentu yang dapat hidup pada tingkat pH 0 sampai dengan 5.0
Bakteri Neutrophiles

Bakteri yang bisa eksis dari pH 5 sampai pH 8,5


Bakteri Alkalinophiles

Bakteri ini hidup pada tingkat pH dari sekitar 7,0 sampai sekitar 11,5

4. Kelembaban Lingkungan
Dalam rangka untuk tumbuh, reaksi

metabolisme seperti glikolisis, chemiosmosis, dan sintesis protein harus berlangsung dalam sitoplasma mikroorganisme, dan reaksi berlangsung dalam air. Oleh karena itu, lingkungan air diperlukan untuk terjadinya proses pertumbuhan. Hal itulah yang disebut dengan Kelembaban.

Budidaya Mikroorganisme
Kultur Murni Mikroorganisme

1. Metode streak plate 2. Metode pour plate atau (Hitung Cawan) Media Budidaya Mikroorganisme 1. Berdasarkan bentuknya 2. Berdasarkan komposisinya

Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengisolasi biakan murni mikroorganisme yaitu:dengan teknik gores

Media untuk pertumbuhan mikroorganisme berdasarkan bentuknya ;

Media cair Media semi solid yaitu media yang

mengandung bahan pemadat setengah dari media padat. Media padat

Media untuk pertumbuhan mikroorganisme berdasarkan komposisinya ;

Media

alami yaitu media yang komposisi dan takaran komponennya tidak diketahui secara pasti Media semisintetik yaitu media yang komponen dan takarannya sebagian diketahui dan sebagian lagi tidak diketahui secara pasti. Media sintetik atau buatan yaitu

Media untuk pertumbuhan mikroorganisme berdasarkan fungsinya ;

Media

umum yaitu media yang dapat ditumbuhi berbagai jenis mikroorganisme Media selektif yaitu media yang hanya ditumbuhi oleh jenis mikroba tertentu Media diperkaya yaitu media yang ditambah zat kimia tertentu, suatu mikroba membentuk pertumbuhan tertentu,, dapat untuk membedakan

Jenis-jenis media sebagai berikut :


NA (Nutrient Agar)
NB (Nutrient Broth) PCA (Plate Count Agar)

PDA (Potato Dextrose Agar)

Jenis-jenis media sebagai berikut :


NA (Nutrient Agar)
NB (Nutrient Broth) PCA (Plate Count Agar)

PDA (Potato Dextrose Agar)

Thanks for your atttention