Anda di halaman 1dari 8

Apa Itu Inisiasi Menyusui Dini (IMD)?

INISIASI Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.

Mengapa bayi harus sesegera mungkin menyusu ibunya? Karena ASI adalah makanan yang paling cocok untuk bayi. Dengan melakukan menyusu sendiri segera setelah lahir, atau kontak kulit setidaknya 1 jam setelah lahir, 22% kematian bayi dapat diselamatkan. Berdasarkan penelitian, bayi lahir normal yang diletakkan di perut ibu segera setelah lahir dengan kulit ibu melekat pada kulit bayi selama setidaknya 1jam, maka dalam usia 20 menit bayi akan merangkak kearah payudara, dan usia 50 menit bayi akan mulai menyusu. Bayi lahir normal yang dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir, 50% tidak akan bisa menyusu sendiri. Sedangkan bayi lahir dengan tindakan/obat-obatan dan dipisahkan dari ibu, 100% tidak akan bisa menyusu sendiri.

TATALAKSANA INISIASI MENYUSU DINI menurut WABA & UNICEF : 1. Pendampingan ibu saat melahirkan oleh suami atau keluarga 2. Dalam menolong ibu saat melahirkan, disarankan untuk tidak atau mengurangi mempergunakan obat kimiawi 3. Bayi dikeringkan secepatnya terutama kepalanya, kecuali tangannya , tanpa menghilangkan lemak putih (vernix). Mulut dan hidung dibersihkan,tali pusat diikat. 4. Bila tak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi. 5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri 6. Ibu didukung dan bilaperlu dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. 7. Biarkan kulit Bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak selama 1 jamatau lebih sampai proses menyusu awal selesai 8. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, dekatkan puting ke bayi tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi

9. Setelah kontak kulit ibu-bayi sekitar 1 jam, atau lebih, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, diberi vit K dan dicap/tanda. 10. Rawat gabung Bayi: Ibu bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

Bisakah Ibu dengan Operasi Sesar melakukan IMD? Bisa Caranya:

1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar operasi atau dikamar pemulihan.(
ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).

2. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk DINILAI, dikeringkan secepatnya terutama kepala 3. 4. 5. 6.
tanpa menghilangkan vernix ; kecuali tangannya. Dibersihkan mulut dan hidung bayi, talipusat diikat. Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibawa ke ibu. Diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu. Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti. Bayi diberi topi. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri. Biarkan KULIT Bayi bersentuhan dengan kulit ibu PALING TIDAK selama SATU JAM, bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam; tetap kontak kulit ibu-bayi selama setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, Klaus and Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003). Bila bayi menunjukan kesiapan untuk minum, bantu ibu dg MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu, beri tambahan WAKTU melekat padadada ibu, 30 menit atau 1 jam lagi. Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu.Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, diusulkan untuk mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih. RAWAT GABUNG: Ibu bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

7. 8. 9. 10.

Lima tahapan perilaku (pre-feeding behaviour) sebelum bayi berhasil menyusu Bayi baru lahir yang mendapat kontak kulit ke kulit segera setelah lahir, akan melalui lima tahapan perilaku sebelum ia berhasil menyusu.

1.

Dalam 3045 menit pertama: Bayi akan diam dalam

keadaan siaga. Sesekali matanya membuka lebar dan melihat ke ibunya. Masa ini merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke luar kandungan dan merupakan dasar pertumbuhan rasa aman bayi terhadap lingkungannya. Hal ini juga akan meningkatkan rasa percaya diri ibu akan kemampuannya menyusui dan mendidik anaknya. Demikian pula halnya dengan ayah, dengan melihat bayi dan istrinya dalam suasana menyenangkan ini, akan tertanam rasa percaya diri ayah untuk ikut membantu keberhasilan ibu menyusui dan mendidik anaknya

2.

Antara 4560 menit pertama: Bayi akan

menggerakkan mulutnya seperti mau minum, mencium, kadang mengeluarkan suara, dan menjilat tangannya. Bayi akan mencium dan merasakan cairan ketuban yang ada di tangannya. Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu dan bau serta rasa ini yang akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan puting susu ibu. Itulah sebabnya tidak dianjurkan mengeringkan ke-2 tangan bayi pada saat bayi baru lahir.

3. 4.

Mengeluarkan liur: Saat bayi siap dan menyadari

adanya makanan di sekitarnya, bayi mulai mengeluarkan liur. Bayi mulai bergerak ke arah payudara : Areola

payudara akan menjadi sasarannya dengan kaki bergerak menekan perut ibu. Bayi akan menjilat kulit ibu, menghentakkan kepala ke dada ibu, menoleh ke kanan dan kiri, serta menyentuh dan meremas daerah puting susu dan sekitarnya dengan tangannya.

5.

Menyusu: Akhirnya bayi

menemukan, menjilat, mengulum puting, membuka mulut lebar-lebar, dan melekat dengan baik serta mulai menyusu.

MENGAPA KONTAK KULIT IBU-BAYI SEGERA SETELAH LAHIR BEGITU PENTING ?

1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko kematian karena hypothermia (kedinginan). 2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi. 3. Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan. 4. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan. 5. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi. 6. Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi. 7. Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah 6 bulan. 8. Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya oksitosin yang penting karena:

Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta dan mengurangi perdarahan ibu. Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/bahagia. Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.

Mitos-mitos Inisiasi Menyusu Dini (IMD)


Berikut adalah berbagai mitos seputar menyusui, yang seringkali menyesatkan dan membuat masyarakat enggan atau tidak mendapat kesempatan menyusui bayinya yang baru lahir sesegera mungkin. Mitos
Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat meneteki.

Fakta
Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu meneteki bayinya segera. Memeluk dan meneteki bayi dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah ibu setelah melahirkan.

Mitos
Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri.

Fakta
Kalau belum melihat sendiri, tentu Anda tidak akan percaya bahwa bayi mampu melakukannya! Bayi memiliki naluri kuat mencari puting ibunya selama satu jam setelah lahir. Jika tidak segera menyusu, naluri ini akan terganggu sehingga akan muncul masalah dalam menyusu. Naluri bayi ini baru akan muncul kembali kurang lebih setelah 40 jam kemudian.

Mitos
ASI belum keluar pada hari-hari pertama setelah melahirkan.

Fakta
Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia, posisi perlekatan bayi harus sempurna sehingga bayi dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Ketika perlekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI pertama yang dihasilkan oleh ibunya.

Mitos
Tidak ada gunanya meneteki bayi sejak kelahirannya.

Fakta
Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Dengan menetek segera setelah lahir, bayi akan mendapat manfaat kolostrum. Selain itu bayi yang menetek langsung akan merangsang ASI cepat keluar.

Mitos
Kolostrum/ASI pertama adalah susu basi/kotor.

Fakta
Warna kuning kolostrum adalah tanda-tanda kandungan protein dalam ASI, bukan berarti kotor atau basi. Selain protein, kolostrum/ASI pertama juga kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi baru lahir.

Mitos
ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih.

Fakta
Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih, kaya akan lemak, sangat penting untuk kebutuhan pertumbuhan bayi sampai berusia 6 bulan.

Mitos
ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis.

Fakta
ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh. Bayi yang menangis belum tentu berarti lapar, karena masih banyak penyebab lain yang menyebabkan bayi menangis.

Mitos
Bayi perlu diberi suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir.

Fakta
Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.

Mitos
Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir.

Fakta
Bidan akan membersihkan seperlunya. Memandikan bayi sebaiknya ditunda hingga 6 jam agar tidak membuat bayi kedinginan.

Mitos
Bayi harus ditimbang dan diukur setelah lahir.

Fakta
Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.

Apa yang harus dilakukan dan dihindari pada IMD? Untuk Bayi : Bayi yang menangis kuat tidak memerlukan isap lendir Keringkan segera bayi, kecuali tangannya Jangan melakukan isap lendir Bayi dan ibu harus diselimuti untuk mempertahankan kehangatan disamping kontak kulit ke kulit Tunda pemberian injeksi vit. K, Hepatitis B, menimbang dan pengukuran bayi, membungkus bayi setelah IMD Untuk Ibu : Gunakan obat analgesik atas indikasi saja

Jangan membasuh payudara sebelum bayi menyusu Angkat kepala ibu dengan bantal untuk memfasilitasi kontak mata antara ibu dan bayi Jangan memindahkan ibu dari ruang persalinan sebelum selesai menyusu dini.

Daftar Pustaka Tj - Nur Tjahjo, Winkinson R. Paket Modul kegiatan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Asi Eksklusif 6 Bulan. Jakarta : Departemen Kesehatan, 2008.
UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, American College of OBGYN 2007