Anda di halaman 1dari 11

Akar Akar Persamaan Non-Linear (Metode Numerik)

1. Metode Bagi Dua (Bisection Method) ............................................................................................. 2


2. Metode Posisi Salah ......................................................................................................................... 6
3. Metode Newton Raphson ............................................................................................................. 8
4. Metode Secant ............................................................................................................................... 10

AKAR AKAR PERSAMAAN POLINOMIAL

Kita sering menyelesaikan mencari akar persamaan kuadrat dari persamaan ax 2 bx c 0 ,


maka dengan mudah akan kita tentukan akarnya x1,2

b b 2 4ac
. Namun ada kalanya kita
2a

disuruh mencari akar akar persamaan lainnya yang akar-akarnya tidak mudah ditemukan.
Untuk hal ini metode numerik menyediakan cara yang efisien agar memperoleh jawaban.
Metode metode untuk mencari akar polinomial tersebut diantaranya :
1. Metode Bagi Dua (bisection method).
2. Metode Posisi Salah (false position method).
3. Metode Newton Raphson.
4. Metode Secant.

1. Metode Bagi Dua (Bisection Method)


Metode adalah suatu jenis pencarian inkrimental dimana interval senantiasa dibagi
separuhnya. Kalau suatu fungsi berubah tanda sepanjang suatu interval , harga fungsi di
tengahnya dievaluasi. Letak akarnya kemudian ditentukan berada di tengah-tengah subinterval
dimana perubahan tanda terjadi. Proses tersebut diulangi untuk memperoleh taksiran yang
diperhalus (Chapra dan Canale, 2009)
Algoritma Metode Bagi Dua (Chapra dan Canale, 2009) :
Langkah 1:

Pilih Taksiran terendah xl dan tertinggi xu untuk akar fungsi berubah tanda
sepanjang

interval.

Ini

dapat

f ( xl ) f ( xu ) 0

Langkah 2 :

Taksiran pertama ditentukan :


xr

xl xu
2

diperiksa

dengan

meyakinkan

bahwa

Langkah 3 :

Buat evaluasi yang berikut :


Jika f ( xl ) f ( xr ) 0 , maka akar = xr hentikan komputasi
Jika f ( xl ) f ( xr ) 0 ; maka xl = xr lanjutkan langkah 4
Jika f ( xl ) f ( xr ) 0 ; maka xu = xr lanjutkan langkah 4

Langkah 4 :

Hitung taksiran baru akar dengan


xr

Langkah 5 :

xl xu
2

Putuskan apakah taksiran baru cukup akurat sesuai kebutuhan. Jika Ya


hentikan komputasi, jika tidak kembali ke langkah 3.

Gambar 1. Metode Bagi Dua (Chapra dan Canale, 2009)


Contoh soal :
Gunakan metode bagi dua untuk menentukan akar dari f ( x) e x x
Penyelesaian :
Harga awal xl 0 dan xu 1
f (0). f (1) 0.632 karena f ( xl ) f ( xu ) 0 , taksiran xl 0 dan xu 1 dapat diterima

Iterasi 1

xr

0 1
0.5
2

Cek f (0). f (0.5) 0.1065 karena f ( xl ) f ( xr ) 0 , taksiran xl xr dan xu 1


Iterasi 2
xr

0.75 0.5
0.5 1
0.333
0.75 dan error aproksimasi a
0.75
2

Cek f (0.5). f (0.75) 0.02958 karena f ( xl ) f ( xr ) 0 , taksiran xl 0.5 dan xu 0.75


Iterasi 3
xr

0.625 0.75
0.5 0.75
0.2
0.625 dan error aproksimasi a
0.625
2

Cek f (0.5). f (0.625) 0.00956 karena f ( xl )( xr ) 0 , taksiran xl 0.5 dan xu 0.625


Iterasi 4
xr

0.5625 0.625
0.5 0.625
0.111111
0.5625 dan error aproksimasi a
0.5625
2

Dst.
|a|

xl

xu

xr

f(xr).f(xu)

0.5

0.10653066

0.5

0.75

-0.0295765 0.333333

0.5

0.75

0.625

-0.0095599

0.5

0.625

0.5625

0.00077584 0.111111

0.5625

0.625

0.59375

-0.0003022 0.052632

0.2

0.5625

0.59375

0.578125

-0.0001251 0.027027

0.5625

0.578125

0.5703125

-3.615E-05

0.5625

0.5703125

0.56640625

8.4131E-06 0.006897

0.566406

0.5703125

0.568359375

-2.201E-06

0.568359

0.5703125

0.569335938

6.5446E-06 0.001715

0.569336

0.5703125

0.569824219

1.4424E-05 0.000857

0.569824

0.5703125

0.570068359

1.924E-05

0.570068

0.5703125

0.57019043

2.1866E-05 0.000214

0.57019

0.5703125

0.570251465

2.3234E-05 0.000107

0.013699

0.003436

0.000428

2. Metode Posisi Salah

Gambar 2. Metode posisi Salah (Chapra dan Canale, 2009)


metode alternatif yang menggali suatu grafik dengan menggabungkan titik titik oleh
sebuah garis lurus. Perpotongan dari garis ini dengan sumbu x menyatakan sebuah taksiran
perbaikan dari akar (Chapra dan Canale, 2009). Dengan memakai segitiga yang sebangun
(Gambar 2), perpotongan garis lurus dengan sumbu x dapat ditaksir sebagai berikut :

f ( xl )
f ( xu )

xr xl xr xu
Penyelesaiannya,

xr xu

f ( xu )( xl xu )
f ( xl ) f ( xu )

Contoh soal :
Gunakan metode posisi salah untuk menentukan akar dari f ( x) e x x
Penyelesaian :
Harga awal xl 0 dan xu 1

Iterasi pertama

xl 0 f ( xl ) 1
xu 1 f ( xu ) 0.6321
xr 1

0.6321(0 1)
0.6127
1 (0.6321)

Iterasi kedua
Cek f ( xl ) f ( xr ) 0.0708 0 , taksiran xl 0 dan xu 0.6127

xl 0 f ( xl ) 1
xu 0.6127 f ( xu ) 0.0708
xr 0.6127

0.0708(0 0.6127)
0.57219
1 (0.0708)

Dst.
|a|

Iterasi

xl

f(xl)

xu

f(xu)

xr

f(xr)

f(xl).f(xr)

-0.6321

0.6127

-0.0708

-0.0708

0.6127

-0.0708 0.57218 -0.0079

-0.0079

0.07081

0.57218 -0.0079

6
7

0.5677

-0.0009

-0.0009

0.00789

0.5677

-0.0009 0.56721

-1E-04

-1E-04

0.00088

0.56721

-1E-04

0.56715

-1E-05

-1E-05

9.8E-05

0.56715

-1E-05

0.56714

-1E-06

-1E-06

1.1E-05

0.56714

-1E-06

0.56714

-1E-07

-1E-07

1.2E-06

3. Metode Newton Raphson

Gambar 3. Penjelasan Grafik Metode Newton-Raphson (Chapra dan Canale, 2009)


Metode Newton-Raphson dapat diturunkan berdasarkan interpretasi geometrik. Seperti
pada Gambar 3 turunan pertama pada xl adalah ekuivalen terhadap kemiringan :

f '( xi )

f ( xi ) 0
xi xi 1

Sehingga,

xi 1 xi

f ( xi )
f '( xi )

Contoh soal :
Gunakan metode Newton-Raphson untuk menentukan akar dari f ( x) e x x
Penyelesaian :

Turunan pertama dari fungsi yaitu :


f '( x) e x 1

Sehingga,

e x x
xi 1 xi x
e 1
Kita mulai dengan taksiran awal x0 = 0, kemudian diiterasi
|a|

iterasi

xi

0.5

0.56631

0.11709

0.56714

0.00147

0.56714

2.2E-07

0.56714

5.1E-15

0.56714

2E-16

4. Metode Secant
Masalah potensial dalam melaksanakan metode Newton-Raphson adalah evaluasi
turunan. Walaupun ini bukan tidak menyenangkan untuk polinomial dan banyak fungsi lainnya,
ada beberapa fungsi yang turunannya terlalu sukar dievaluasikan. Untuk kasus kasus ini,
turunan tersebut dapat didekati oleh suatu diferensial terbagi hingga seperti dalam gambar 4.

Gambar 3. Penjelasan Grafik Metode Secant (Chapra dan Canale, 2009)


Contoh soal :
Gunakan metode Newton-Raphson untuk menentukan akar dari f ( x) e x x
Penyelesaian :
Mulai dengan taksiran awal x1 0 dan x0 1
Iterasi Pertama

x1 0 f ( x1 ) 1
x0 1 f ( x0 ) 0.63212
x1 1

0.63212(0 1)
0.6127
1 (0.63212)

Iterasi Kedua

x0 1 f ( x0 ) 0.63212
x1 0.61270 f ( x1 ) 0.07081
x2 0.61270

0.07081(1 0.61270)
0.56384
0.63212 (0.07081)

Iterasi ketiga

x1 0.61270 f ( x1 ) 0.07081
x2 0.56384 f ( x2 ) 0.00518
x3 0.56384

0.00518(0.61270 0.56384)
0.56717
0.07081 (0.00518)

Dst
xi
0
1
0.6127
0.563838
0.56717
0.567143
0.567143
0.567143
0.567143

f(xi)
1
-0.63212
-0.07081
0.005182
-4.2E-05
-2.5E-08
1.24E-13
0
0

|a|
1
0.632121
0.086659
0.005875
4.77E-05
2.86E-08
1.4E-13
0