Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS OBAT TRADISIONAL DAUN KETELA POHON (MANIHOT UTILISSIMA)

Kelompok 3 Hindun Budiasih 09023182 Afrilia Dwiharini 09023214

PEMERIAN SIMPLISIA DAUN KETELA POHON :

Daun berwarna hijau tua, tangkainya kecil dan berwarna merah Bentuk pertulangan daun menjari Termasuk dalam jenis daun tunggal Ujung daun meruncing Tepi daun berbagi menjari Letak daun tersebar pada batang Panjang daunnya mencapai 27 cm dan lebarnya mencapai 20 cm. Zat aktifnya disebut rutin (5,7,3,4 tetrahidroksi flavonol 3-0glikosil rhamnosida) larut dalam pelarut polar seperti air.

PERHITUNGAN SLD HASIL OPTIMASI CAMPURAN PELARUT :


Kurva Baku :
Konsentrasi (mg/ml)
0,01 0,1 0,25 1 2

AUC
16578,1 19372,2 23287,0 24435,0 35557,7

Regresi Linear Konsentrasi vs AUC : r= 0,9590 a= 18270,71 b= 8296,71

Pelarut Aquadest 100%

AUC 779,8 710,3 1074,2 5758,7 9879,5 12133,5

Kadar
-2,1081mg/ml -2,1165mg/ml -2,0726mg/ml -1,580mg/ml -1,0114mg/ml -0,7397mg/ml

Rerata -2,0990

SD 0,0233

Etanol:air (50%:50%)

-1,0864

0,3896

Etanol 96%

4917,5 5361,5 11179,5

-1,6094mg/ml -1,5560mg/ml -0,8546mg/ml

-1,34

0,4212

Etanol 30% Etanol 70% Etanol 90 %

707,3 9007,3 13611,4

-2,1170mg/ml -1,1165mg/ml -0,5616mg/ml

PERSAMAAN SLD :
Y=a(A) + b(B) + c(A)(B) Aquades 100% -2,0990 = a(1) + b(0) + c(1)(0) a = -2,0990 Etanol 96% -1,3400 = a(0) + b(1) + c(1)(0) b = -1,34 Etanol : Aquades (50 : 50) -1,0864 = -2,0990(0,5) -1,3400(0,5) + c(0,5)(0,5) c = 2,5324
Y= -2,0990(A) 1,3400(B) + 2,5324(C)

PEMBUKTIAN PERSAMAAN SLD

Etanol : Aquades(30 : 70) Y= -2,0990(0,7) 1,3400(0,3) + 2,5324(0,7)(0,3) = -1,3428 Etanol : Aquades(70 : 30) Y= -2,0990(0,3) 1,3400(0,7) + 2,5324(0,3)(0,7) = -1,0388 Etanol : Aquades(90 : 10) Y= -2,0990(0,1) 1,3400(0,9) + 2,5324(0,1)(0,9) = -1,188
Perlarut optimal = Etanol : Aquades(70 : 30)

PROSES EKSTRAKSI :
250 g serbuk daun ketela kering

Direndam etanol 70% sebanyak 1L


Maserasi selama 3 hari

Maserat disaring, dengan bantuan vakum


Maserat diuapkan, hingga didapat ekstrak kental dan pekat Menghitung rendemen
13,27 x 100% = 5,308 % 250

PERHITUNGAN DOSIS :
Dosis ekstrak rutin sebagai antinefrotoksik=100mg/kgBB tikus (A. Alsaif, 2009)

Tikus 200 gram = 100mg/kg x 200 g


1000 g

20 mg

Dosis manusia 70 kg = 20 mg x 56 = 1120 mg (faktor konversi tikus 200 gram ke manusia 70 kg = 56) Dosis manusia 50 kg = 50 x 1120 mg = 800 mg 70 Bobot ekstrak (5 g) + laktosa = 10.000 mg serbuk 5.000mg = 6,25 kali pemakaian 800 mg Bobot serbuk untuk sekali pemakaian =

10.000 mg serbuk = 1600mg terbagi dalam 8 kapsul


6,25 dosis sekali minum utk pasien 50 kg = 1 x sehari 8 kapsul

FORMULASI PRODUK JADI :


5 gram ekstrak daun ketela pohon + pengering (Laktosa) q.s

Timbang serbuk yang didapat, Lalu bagi serbuk untuk 1 x pakai Masukkan dalam cangkang kapsul
Masukkan wadah dan beri etiket

PEMERIKSAAN MUTU PRODUK (IDENTIFIKASI SENYAWA & PENETAPAN KADAR :


Uji Pendahuluan Alkaloid Antrakinon Flavonoid Polifenol Tanin Kardenolida Saponin simplisia + + + ekstrak + + + + Produk + + + -

PENETAPAN KADAR :

Kurva Baku :
Konsentrasi (mg/ml) 0,01 0,1 0,25 AUC 16578,1 19372,2 23287,0

1
2

24435,0
35557,0

Regresi Linear C vs AUC R = 0,9590 a= 8296,71 b=18270,61

AUC Simplisia Ekstrak Produk

Kelompok 1 20341,7 21967,2 18765,2


Kelompok 1

Kelompok 2 17756,1 19082,5 16691,3


Kelompok 2 0,5177 0,5903 0,4594

Kelompok 3 20814,2 18721,7 17438,4


Kelompok 3 0,6851 0,5706 0,5003

Simplisia Ekstrak Produk

0,659 0,7482 0,5729

Kadar Simplisia

0,3295

0,25885

0,34255

Kadar Ekstrak (%)

9,976

0,543

0,5206

Kadar Produk (%)

2,0344

0,8414

0,9129

PEMERIKSAAN MUTU PRODUK (MIKROBIOLOGI) :


Media / pengenceran Jumlah koloni

1 : 10 1 : 100
1 : 1000 1 : 10000 Media TBX

Tidak terhitung 5
1 0 0

ALT= jumlah koloni x faktor pengenceran volume penanaman ALT = 5 x 100 = 5000 CFU/ ml 0,1

SORUTIN KAPSUL
Tiap kapsul mengandung 100 mg rutin dari daun ketela pohon (manihot utilissima) Khasiat : antinefrotoksik Aturan pakai : 1 x sehari 8 kapsul Kontraindikasi : pasien hipersensitif komponen obat