Anda di halaman 1dari 3

George Simon Ohm (16 Maret 1789 6 Juli 1854) adalah seorang fisikawan Jerman yang banyak mengemukakan

n teori di bidang elektrisitas. Pada tahun 1827, Ohm mengemukakan sebuah teori tentang adanya hubungan antara arus listrik pada suatu penghantar dengan besarnya tegangan yang ada pada penghantar tersebut. Teori tersebut kemudian dikenal dengan Hukum Ohm, yang menyatakan kurang lebih seperti ini: Kuat arus listrik yang melintasi suatu bahan penghantar adalah sebanding dengan besarnya tegangan yang melintasi penghantar tersebut. Secara matematis dapat dinyatakan = Hingga sekarang teori tersebut menjadi acuan utama untuk menyelesaikan

permasalahan mengenai listrik terutama dalam menyelesaikan beberapa problema tentang rangkaian listrik. Penentuan Hambatan Total (Rtot) Pada Rangkaian Listrik. 1. Rangkaian Listrik Seri Resistor

Pada rangkaian seri, jumlah arus total yang mengalir pada rangkaian sama besar dengan arus yang mengalir pada setiap hambatannya;

= 1 = 2 = 3 Sedangkan nilai tegangan total yang masuk pada rangkaian adalah jumlah tegangan yang melintasi hambatan R 1, hambatan R2, dan hambatan R3. Secara matematis dapat dituliskan:

= 1 + 2 + 3 Sehingga dapat diasumsikan bahwa rangkaian seri merupakan rangkaian pembagi tegangan. Untuk menentukan hambatan total (Rtot) dari rangkaian seri, maka tinjau persamaan hukum OHM. = Pada rangkaian seri, = 1 = 2 = 3 dan = 1 + 2 + 3 , sehingga; = 1 1 + 2 2 + 3 3 = (1 + 2 + 3 ) Karena jumlah arus pada setiap hambatan rangkaian seri adalah sama besar, maka hambatan total Rangkaian seri adalah: = 1 + 2 + 3 2. Rangkaian Listrik Paralel Resistor Rangkaian mengalir parallel pada merupakan akan rangkaian terbagi. listrik Sehingga yang dapat memiliki dikatakan titik bahwa percabangan. Dimana pada titik percabangan tersebut, arus listrik yang rangkaian rangkaian parallel merupakan rangkaian pembagi arus.

Pada rangkaian parallel, jumlah tegangan total rangkaian sama besar dengan jumlah tegangan pada setiap hambatannya:

= 1 = 2 = 3 Sedangkan jumlah arus total yang mengalir pada rangkaian merupakan jumlah arus yang mengalir pada hambatan R 1, hambatan R2, dan hambatan R3. = 1 + 2 + 3 Menurut hukum OHM, = atau Sehingga; =

= 1 + 2 + 3 1 2 3 = + + 1 2 3 1 1 1 = + + 1 2 3 Karena besarnya tegangan total pada rangkaian parallel adalah sama besar dengan tegangan pada setiap hambatannya, maka hambatan total (hambatan pengganti) pada rangkaian parallel adalah: 1 1 1 1 = + + 1 2 3 Keterangan: V I R Rtot : Tegangan Listrik (Volt) : Kuat arus listrik (Ampere) : Hambatan (Ohm) : Hambatan pengganti (Ohm)