Anda di halaman 1dari 31

RESHUFFLE KABINET 2011

Diperuntukkan Dalam Rangka Memenuhi Tuntutan Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun oleh: Rahmi Hidayatunajah 21030111130057

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang ..................................................................................3 Tujuan ...............................................................................................3 Manfaat .............................................................................................3

BAB II PERMASALAHAN 2.1 Rumusan Masalah .............................................................................4

BAB III PEMBAHASAN 3.1 3.2 3.3 3.4 Pengertian Reshuffle ........................................................................5 Alasan Dilakukannya Reshuffle .......................................................6 Proses Reshuffle ...............................................................................8 Hasil Reshuffle Kabinet 2011 ..........................................................9

BAB IV PENUTUP 4.1 4.2 Kesimpulan .......................................................................................13 Saran .................................................................................................14

BAB V REFFERENSI 5.1 Refferensi .........................................................................................15

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Reshuffle merupakan suatu proses perombakan suatu kabinet pemerintahan yang dilakukan oleh kepala negara atau dalam konteks ini adalah presiden untuk memperbaiki atau untuk lebih meningkatkan kinerja kabinet dalam pemerintahan. Reshuffle merupakan hak dari presiden yang dalam keadaan politik Indonesia presiden dibantu oleh partai dalam koalisinya. Reshuffle kabinet bukanlah sesuatu yang dianggap sepele, namun reshuffle merupakan upaya strategis untuk memberikan amunisi baru bagi profesionalisme kinerja kabinet dan melakukan efektifitas serta efisien terhadap anggaran negara. Reshufle kabinet adalah untuk efisiensi dan kelincahan kabinet dalam bekerja, efektifitas anggaran dan lainlain. 1.2 Tujuan Reshuffle kabinet yang dilakukan oleh presiden memiliki tujuan untuk : 1. Meningkatkan kinerja kabinet dalam pemerintahan 2. Memberikan amunisi baru bagi profesionalisme kinerja kabinet 3. Melakukan efektifitas dan efisiensi terhadap anggaran negara 1.3 Manfaat Manfaat dengan dilakukannya reshuffle kabinet adalah untuk mencapai kinerja pemerintahan yang lebih baik guna membangun iklim kerja kabinet yang kondusif, efisien, dan efektif demi meningkatkan kemakmuran rakyat.

BAB II PERMASALAHAN 2.1 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan reshuffle ? 2. Mengapa reshuffle perlu dilakukan ? 3. Bagaimana reshuffle itu dilaksanakan ? 4. Bagaimana hasil dari reshuffle yang baru saja dilaksanakan oleh presiden ?

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Reshuffle Dalam jurnal nasional disebutkan bahwa reshuffle mengandung beberapa arti. Pertama adalah pemerintah tampak menyadari dan sekaligus mengakui bahwa tim nya sudah tidak bekerja sesuai dengan rencana. Harus dilakukan suatu tindakan agar kendaraan yang ditumpangi rakyat tersebut tidak terjeblos ke dalam jurang. Yang kedua, pemerintah peduli pada keresahan rakyat yang tidak sabar lagi menunggu akan adanya suatu perubahan. Lalu dengan demikian pemerintah mencoba memperbaiki penampilannya. Karena tidak hanya membawa kendaraan ke tujuan namun, juga memelihara perasaan penumpangnya atau dalam konteks ini adalah rakyat agar tetap nyaman. Ketiga, pemerintah membuktikan memiliki cita-cita sama dengan rakyat. Yakni mencapai keadaan yang lebih baik bukan hanya sekadar berkuasa. Sebenarnya reshuffle adalah saat yang indah dimana harusnya terjadi dialog yang intensif antara rakyat dengan pemerintah. Dialog yang tidak lagi menggunakan kata kata melainkan menggunakan tindakan, saat yang menunjukkan bahwa rakyat dan pemerintah masih terkait dalam satu cita cita untuk mengrjar kepentingan bangsa dan negara. Wajah wajah baru yang ditampilkan pada reshuffle memang memberikan sedikit harapan bagi rakyat. Tetapi juga menambah suatu perasaan runyam. Suatu perasaan mengenai hasil dari perubahan tersebut nantinya. Pemerintah sebagai kendaraan memiliki tugas untuk mewujudkan harapan itu, saling berpegang tangan. Reshuffle bukan hanya sebuah pergantian atau pergeseran saja melainkan sebuah perubahan pencapaian. Menurut sumber Solopos yang membahas mengenai pendapat Sekjen Gerindra ,Ahmad Muzani, mengenai reshuffle yamg dilakukan Presiden beliau menilai bahwa rencana reshuffle yang dilakukan oleh presiden tak jelas juntrungannya. Beliau menilai bahwa Presiden SBY seperti tidak mampu melawan tekanan parpol koalisi, hingga memilih menambah wakil menteri ketimbang mengganti menteri. Saya melihat janji reshuffle yang disampaikan presiden terhadap masyarakat sekarang ini masih belum jelas juntrungannya. Karena yang terjadi belakangan ini adalah masukknya nama nama yang pantas menjadi menteri ternyata menjadi wakil menteri. Ada kesan bahwa Presiden SBY tak berani melakukan reshuffle kabinet karena tertekan partai koaliasinya, ujar Muzani, Senin (17/10/2011)
5

Selain itu Presiden yang melakukan penambahan wakil mentri diduga menjadi hal yang sia-sia. Karena dinilai oleh beberapa pihak bahwa penambahan wakil menteri tidak memberikan banyak perubahan karena wakil menteri bukannlah jabatan yang perlu ditambah mengingat sudah ada pejabat eselon yang bertugas untuk membantu tugas menteri yang sudah ada di masing masing kementrian. Sehingga ada kesan kesan bahwa yang dimaksud reshuffle 2011 adalah menteri tetap diposisi semula, tapi dilakukan penambahan pada posisi wakil menteri. Jadi yang dilakukan Presiden adalah memasang orang orang yang profesional. Orang orang inilah yang diharapkan dapat mampu mamicu kerja lebih cepat dari kementrian tersebut. Namun , kembali lagi ke tujuan semula bahwa reshuffle bertujuan untuk maningkatkan kinerja di tubuh kabinet. Sehingga kelak, reshuffle tidak lagi dipandang sebagai indikasi kerja kabinet yang buruk. Tapi kobaran semangat untuk mencapai hasil yang terbaik hingga berkhirnya masa jabatan. Selain itu juga rakyat mengharapkan bahwa reshuffle bukan lagi menjadi suatu saat pembersihan atau pembuangan bagi anggota kabinet yang rapornya merah. Saat itu hanya merupakan penukaran ujung panah pada setiap kementrian, untuk lebih mengoptimalkan lagi pencapaian yang sudah cukup optimal.

3.2 Alasan Dilakukannya Reshuffle Berdasarkan jurnal nasional dapat diketahui beberapa alasan dilakukannya reshuffle dalam tubuh kabinet Indonesia Bersatu jilid 2. Menurutnya reshuffle kabinet adalah sesuatu hal yang sudah pasti untuk dilakukan Presiden SBY untuk menetralisir jika ada polemik, setidaknya begitulah politik Citra dari Presiden SBY. Seperti yang telah kencang diberitakan sebelum sebelumya bahwa Presiden diperkirakan akan melakukan reshuffle kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 untuk menambah kinerja pemerintahan SBY untuk tahun tahun selanjutnya. Dalam jurnal nasional ini juga dimuat mengenai 3 alasan reshuffle kabinet yang dilakukan oleh SBY, yaitu yang pertama dan merupakan alasan yang paling aman yaitu untuk menarik menteri partai tertentu dan manggantinya dengan calon dari partai yang sama sehingga tidak mengganggu proporsi kursi anggota koalisi di kabinet. Yang kedua adalah merampingkan koalisi tambun yang terbukti tak efektif dalam mengurangi jatah kursi parpol tertentu atau sekaligus mengeluarkannya dari koalisi. Namun, alasan yang kedua ini sedikit terbantahkan dengan menggenmuknya kabinet baru yang dibentuk oleh Presiden itu sendiri.
6

Alasan yang ketiga yaitu, reshuffle kabinet berdasarkan penilaian kompetensi yang diukur secara internal melalui Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan san Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan eksternal yaitu survei, lalu membentuk zakken (kabinet para ahli) tanpa memperdulikan proporsi bagi bagi kursi. Lagi lagi alasan yang ketiga ini terbantahkan dengan keluarnya pengumuman mengenai reshuffle yang dimana para profesional ahli ditempatkan pada posisi wakil menteri. Menurut kebanyakan orang hal itu menunjukkan bahwa Presiden SBY tetap memperhitungkan bagi bagi proporsi kursi namun tetap memikirkan tujuan reshuffle untuk maningkatkan hasil kerja kabinet baru dari kabinet yang sebelumnya. Dimuat dalam Kompas bahwa selasa malam (18/10), bertempat di ruang Kredensial, Istana Negara, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan hasil reshuffle kabinet yang selama beberapa pekan terakhir cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Dengan alasan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas kabinet, SBY mematangkan formasi kabinet barunya. Dalam penjelasannya, SBY mengatakan ,Saya ingin menyampaikan sekali lagi bahwa tujuan dari penataan kembali kabinet Indonesia Bersatu II ini tak lain adalah untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas kabinet, sekaligus untuk menyukseskan pencapaian sasaran sasaran pembangunan tiga tahun mendatang, di tengah tantangan dan permasalahan yang makin kompleks dan berat. Terdapat lima hal yang menjadi pertimbangan dan dasar bagi SBY dalam melaksanakan reshuffle, yaitu hasil evaluasi kinerja dan integritas, faktor the right man in the right place, kebutuhan organisasi, masukan dan aspirasi masyarakat luas, dan faktor persatuan dalam kemajemukan.proses reshuffle ini berjalan sistemik dan akuntabel, dalam arti kami rencanakan dengan baik dan kami pun mempertimbangkan berbagai faktor,ujar Presiden. Namun, dari berbagai pihak masih menganggap bahwa reshuffle yang dilakukan Presiden bukanlah untuk kepentingan rakyat. Seperti dimuat dalam Kompas bahwa Rudi HB Daman ,Ketua Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), mengaku kecewa dan menganggap bahwa proses reshuffle hanyalah sandiwara politik yang dilakukan oleh SBYditengah penderitaan rakyat akibat krisis ekonomi yang semakin larut. Sekali lagi Rudi membantah apa yang telah dijelaskan oleh SBY dalam melaksanakan reshuffle, Rudi mengatakan bahwa susunan kabinet hasil reshuffle bukanlah hasil masukan
7

dari masyarakat luas dan aspirasi masyarakat. Karena mereka sebagai buruh pun tidak pernah dimintai pendapat mengenai reshuffle tersebut. Dan menurutnya reshuffle ini bukan untuk mencapai pembangunan tiga tahun kedepan melainkan untuk mengamankan kekuasaan SBY agar bertahan hingga 2014 mendatang. Apapun yang menjadi pertimbangan dan alasan sesungguhnya hanyalah SBY sendiri yang mengetahui. Namun bagaimana hasil reshuffle itu dapat kita lihat perkembangan kinerja dan keefektifannya selama 3 tahun yang akan datang ini.

3.3 Proses Reshuffle Presiden SBY didesak untuk segera melakukan reshuffle selambat lambatnya pada minggu ini. Penundaan reshuffle menjadi fokus sejumlah pihak terutama investor, maka dari itu pekan ini harus sudah ada kepastian reshuffle yang akan dilakukan oleh SBY. Jika tidak dilakukan dalam pekan ini, lebih baik reshuffle di batalkan saja, selain menyebabkan ketidakpastian pada investor, momentum reshuffle pun telah kehilangan arah. Banyak spekulasi politik yang telah muncul dan bahkan mengganggu kinerja partai partai politik di Senayan. Selain itu karena spekulasi tersebut ada pula yang berfikir bahwa reshuffle kabinet itu memang tidak ada. Sebab, kinerja kementrian yang sekarang ini melorot mangingat menteri menterinya yang mau diganti tidak lagi didengar oleh para eselon di bawahnya. Jadi, harus segera dilakukan reshuffle. Dengan berbagai desakan tersebut, Presiden mulai mempertimbangkan dan memikirkan secara matang formasi kabinet yang baru. Namun, berdasarkan KabarIndonesia salah satu partai dari koalisi Demokrat yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam hajatan reshuffle kabinet kali ini terancam konflik internal yang bermuara dari pertarungan kader progresif versus kader konservatif dalam menyikapi rencana reshuffle kabinet. Anggota kabinet PKS selama ini belum terkena gelombang perombakan kabinet oleh Presiden SBY. Dari empat menteri PKS, yakni Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Sosial Salim Segaf al-Jufri, hanya Menristek Suharna Supranata yang dikabarkan bakal dicopot kursinya dalam reshuffle kali ini. Proses reshuffle yang menyangkut menteri dari kader PKS bermula dari pertemuan Presiden SBY dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatu Sembiring yang juga
8

anggota Majelis Syura PKS pada Minggu (9/10/2011). Dalam pertemuan tersebut presiden meminta agar PKS menegur secara terbuka kepada kedua kadernya yang kerap melancarkan kritik terhadap Presiden SBY dan proses reshuffle yakni Sekjen DPP PKS Anis Matta dan Ketua DPP PKS Fahri Hamzah. Permintaan tersebut akhirnya dibahas dalam rapat rutin PKS yang digelar Rabu (12/10/2011). Selain membahs reshuffle rapat itu juga membahas mengenai permintaan khusus Presiden terhadap dua kadernya. Serta membahas mengenai persoalan terkini. Waktu terus bergulir, istana tetap menunngu keputusan atau sikap PKS terkait dengan permintaan SBY agar menegur secara terbuka. Namun, proses reshuffle terus bergulir. Karena awal pekan ini, Presiden SBY mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada para calon menteri. Akhirnya minggu (16/10/2011), elit PKS mencari jalan tengah atas permintaan Presiden SBY. Komprominya Fahri Hamzah dipindahkan ke Komisi XI. Akhirnya pada Selasa malam (18/10/2011), bertempat di Ruang Kredensial, Istana Negara, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mangumumkan hasil reshuffle kabinet yang selama beberapa pekan terkhir cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Dengan alasan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas kabinet, SBY sampai harus berkantor di kediamannya, Cikeas, Bogor hanya untuk mematangkan formasi kabinet barunya.

3.3 Hasil Reshuffle Kabinet 2011 Teka teki hasil reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II akhirnya terjawab sudah setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan nama nama menteri baru yang menjabat di Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara , Selasa (18/10). Perombakan kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pemerintahan Presiden SBY. Kepala Negara mengeluarkan atau menggeser sekitar sepertiga dari jumlah anggota kabinet. Terdapat tujuh nama baru dalam kabinet hasil reshuffle ini, yaitu Amir Syamsuddin yang menempati posisi Menteri Hukum dan HAM, Syarif Cicip Sutardjo sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan, dan Azwar Abubakar yang ditunjuk menjadi Menteri Pendaya gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kemudian, Djan Faridz sebagai Menteri
9

Perumahan Rakyat, Dahlan Iskan yang diangkat menjadi Menteri BUMN, Balthazar Kambuaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Letjen TNI Marciano Norman ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sementara beberapa menteri hanya bergeser tempat untuk menduduki jabatan kementrian baru. Berikut susunan lengkap Kabinet Indonesia Bersatu II setelah di-reshuffle. 1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto (tetap) 2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa (tetap) 3. Menko Kesra: Agung Laksono (tetap) 4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi (tetap) 5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi (tetap) 6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (tetap) 7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro (tetap) 8. Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin (baru) 9. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo (tetap) 10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (baru) 11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat (tetap) 12. Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (baru) 13. Menteri Pertanian: Suswono (tetap) 14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan (tetap) 15. Menteri Perhubungan: E.E. Mangindaan (baru) 16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sharif Cicip Sutardjo (baru) 17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar (tetap) 18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto (tetap) 19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih (tetap)
10

20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M. Nuh (tetap) 21. Menteri Sosial: Salim Segaf Al Jufrie (tetap) 22. Menteri Agama: Suryadharma Ali (tetap) 23. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (baru) 24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring (tetap) 25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Gusti Muhammad Hatta (baru) 26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan (tetap) 27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Berth Kambuaya (baru) 28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar (tetap) 29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (baru) 30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini (tetap) 31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana (tetap) 32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Dahlan Iskan (baru) 33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Djan Faridz (baru) 34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng (tetap) Wakil-Wakil Menteri baru: 1. Wakil Menteri Pertanian : Rusman Heriawan 2. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan : Wiendu Nurianti 3. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan : Musliar Kasim 4. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi : Eko Prasodjo 5. Wakil Menteri Keuangan : Mahendra Siregar
11

6. Wakil Menteri Perdagangan : Bayu Krisnamurthi 7. Wakil Menteri BUMN : Mahmuddin Yasin 8. Wakil Menteri Kesehatan : Ali Gufron Mukti 9. Wakil Menteri Luar Negeri : Wardana 10. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : Sapta Nirwandar 11. Wakil Menteri ESDM : Widjajono Partowidagdo 12. Wakil Menteri Agama : Nasaruddin Umar 13. Wakil Menteri Hukum dan HAM : Denny Indrayana Wakil Menteri lama: 1. Wakil Menteri Pertahanan : Sjafrie Sjamsoeddin 2. Wakil Menteri Perindustrian : Alex Retraubun 3. Wakil Menteri Perhubungan : Bambang Susantono 4. wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Lukita Dinarsyah Tuwo 5. Wakil Menteri Keuangan : Anny Ratnawati 6. Wakil Menteri Pekerjaan Umum : Hermanto Dardak Kepala Badan Intelijen Negara 1. Letjen TNI Marciano Norman

12

BAB IV PENUTUP 4. 1 Kesimpulan 1. Reshuffle mengandung beberapa arti. Yang pertama adalah pemerintah tampak menyadari dan sekaligus mengakui bahwa timnya sudah tidak bekerja sesuai dengan rencana. Yang kedua bahwa pemerintah peduli pada keserahan rakyat yang tidak sabar lagi menunggu adanya perubahan. Lalu mencoba memperbaiki penampilannya. Ketiga, pemerintah membuktikan mamiliki cita cita sama dengan rakyat. Mencapai keadaan yang lebih baik. Bukan hanya sekedar berkuasa. 2. Reshuffle perlu diadakan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas kabinet sekaligus untuk menyukseskan pencapaian sasaran sasaran pembangunan tiga tahun mendatang, di tengah tantangan dan permasalahan yang makin kompleks dan berat. Selain itu reshuffle merupakan upaya strategis untuk memberikan amunisi baru bagi profesionalisme kinerja kabinet dan melakukan efektifitas sera efisien terhadap anggaran negara. 3. Reshuffle perlu dilakukan dengan berbagai proses yang panjang. Dimulai dengan desakan desakan publik dan kemudian pemilihan calon yang akan menggantikan menteri yang lama kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada para calon menteri. Kemudian barulah diumumkan pada Selasa malam (18/10) bertempat di Ruang Kredensial, Istana Negara, Jakarta. 4. Hasil dari reshuffle menunjukkan bahwa terdapat tujuh nama baru dalam kabinet hasil reshuffle tersebut. Yaitu Amir Syamsuddin yang menempati posisi Menteri Hukum dan HAM, Syarif Cicip Sutardjo sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan, dan Azwar Abubakar yang ditunjuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kemudian, Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat, Dahlan Iskan yang diangkat menjadi Menteri BUMN, Balthzar Kambuaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Ltjen Marciano Norman yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sementara beberapa menteri hanya bergeser tempat untuk menduduki jabatan kementrian baru.

13

4.2 Saran 1. Reshuffle merupakan hak yang dimiliki oleh Presiden sebagai Kepala Negara. Untuk itu kita sebagai rakyat hendaklah mendukung keputusan yang di ambil oleh Presiden selagi keputusan tersebut tidak melanggar jauh dari tujuan utama yaitu menyejahterakan rakyat. 2. Dalam pengambilan keputusan dalam hal ini adalah reshuffle hendaklah Presiden mendengarkan dan memperhatikan pendapat dan aspirasi masyarakat banyak selain itu rakyat juga harus ikut berperan aktif. 3. Pemerintah sebaiknya terbuka kepada rakyat mengenai pemerintahan yang tengah dijalankan. Hal ini bertujuan supaya masyarakat bisa ikut aktif bertindak, bersuara dan mengeluarkan pendapat serta ide ide mereka.

14

BAB V REFFERENSI

5.1 Refferensi http://www.solopos.com/2011/channel/nasional/gerindra-reshuffle-kabinet-tak-jelasjuntrungannya-119883 Jakarta (Solopos.com)- Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai rencana reshuffle kabinet tak jelas juntrungannya. Presiden SBY seperti tak mampu melawan tekanan parpol koalisi, hingga memilih menambah wakil menteri ketimbang mengganti menteri. Saya melihat janji reshuffle yang disampaikan Presiden terhadap masyarakat sekarang ini masih belum jelas juntrungannya. Karena yang terjadi belakangan ini adalah masuknya nama-nama yang pantas menjadi menteri ternyata menjadi wakil menteri. Ada kesan kuat Presiden SBY tak berani melakukan reshuffle kabinet karena tertekan partai koalisi, ujar Muzani, Senin (17/10/2011). Muzani malah menduga SBY tak akan mereshuffle kabinet. SBY ingin menjawab rasa penasaran masyarakat terhadap rencana reshuffle kabinet dengan melantik para wakil menteri baru. Ada kesan jangan-jangan ini yang dimaksud reshuffle dalam arti menterinya tetap, tapi dilakukan penambahan wakil menteri. Jadi yang dilakukan presiden memasang orang yang profesional. Orang inilah yang diharapkan dapat memicu kerja lebih cepat dari kementerian tersebut, duganya. Namun bagi Muzani penambahan wakil menteri tidak terlalu membawa perubahan. Karena wakil menteri bukanlah jabatan yang perlu ditambah saat ini, mengingat sudah ada pejabat eselon satu di masing-masing kementerian yang bertugas membantu menteri. Sebenarnya penunjukan ini tidak menambah apa-apa. Karena ada atau tidak ada wakil menteri, sebenarnya jabatan ini tidak banyak berguna. Di dalam kementerian ada Sekjen ada Dirjen yang selama ini menjadi tanggung jawab pelaksanaan kementerian itu. Penambahan wakil menteri malah menimbulkan masalah birokrasi baru, tuturnya.

15

Bagi Gerindra, SBY seharusnya segera keluar dari tekanan dan mengambil sikap tegas. Problemnya di kementerian, jadi solusinya diganti menterinya, bukan menambah wakil menteri, tandasnya. Dtc

16

Reshuffle Jurnal Nasional | Rabu, 28 Sep 2011 Arie MP Tamba Jendela, Putu Wijaya Reshuffle kabinet mengandung beberapa arti. Pertama, pemerintah tampak menyadari dan sekaligus mengakui bahwa timnya sudah tidak bekerja sesuai dengan rencana. Harus ada tindakan, agar kendaraan yang ditumpangi rakyat tidak kejeblos ke jurang. Kedua, pemerintah peduli pada keresahan rakyat yang tidak sabar lagi menunggu adanya perubahan. Lalu mencoba memperbaiki penampilannya. Karena tidak cukup hanya membawa kendaraan ke tujuan, tetapi juga memelihara perasaan penumpangnya (rakyat) agar tetap nyaman. Ketiga, pemerintah membuktikan memiliki cita-cita sama dengan rakyat. Mencapai keadaan yang lebih baik. Bukan hanya sekadar berkuasa. Wajah baru, secara psikologis memang memberikan harapan. Tetapi bisa juga sebaliknya, menambah perasaan runyam. Dalam sepak bola, bila ketika pelatih memasukkan pemain cadangan, ia memakai perhitungan. Bukan hanya sekadar penyegaran komposisi, tetapi terapi terakhir yang memungkinkan timnya menang. Pilihan pelatih kadang kala bertentangan dengan harapan suporter. Tetapi pelatih tidak perlu mendengarkan suara suporter. Dia yang paling tahu bagaimana caranya untuk menang. Kinerja nalurinya jadi andalan. Celakanya, di kepala rakyat, reshuffle berbunyi lain. Bukan hanya sekadar pergantian pemain, tapi perubahan hasil. Di awal reshuffle rakyat bisa terhibur sementara, kalau komposisi kabinet sesuai dengan seleranya. Tapi pada akhirnya mereka akan tetap menuntut perubahan pencapaian. Bahkan yang awalnya mencak-mencak protes akan bersorak mendukung, kalau kinerja tim baru ternyata afdol. Reshuffle sebenarnya adalah saat yang indah. Saat terjadi dialog yang intensif antara rakyat dan pemerintah. Dialog yang tidak lagi mempergunakan kata-kata, tetapi tindakan. Saat yang menunjukkan bahwa rakyat dan pemerintah masih terkait satu cita-cita, mengejar kepentingan bangsa dan negara.
17

Banyak sarat diperlukan agar sebuah dialog produktif. Pertama, mesti jujur. Kedua, berani jujur. Ketiga, tetap jujur. Bahwa ada kepentingan, tidak bisa dilenyapkan. Tetapi kejujujuran, akan mengawal tidak boleh ada kepentingan lain selain kepentingan rakyat dan negara di forum nasional. Sebuah tim tidak mungkin bekerja maksimal tanpa mengibarkan satu bendera yang sama. Karenanya, memang kerja tim akan memerlukan beberapa pengorbanan. Tetapi pengorbanan yang sama sekali tidak ada artinya, kalau tujuan yang dikejar kelak bisa tercapai. Bahkan semua pengorbanan itu akan menjadi sebuah kebanggaan. Baik rakyat yang penuh dengan harapan, maupun pemerintah yang bertugas untuk mewujudkan harapan itu, saling berpegangan tangan. Reshuffle bukan hanya pergantian atau pergeseran tetapi sekaligus perubahan pencapaian. Kelak, reshuffle tidak lagi akan merupakan indikasi dari kerja kabinet yang buruk. Tapi kobaran semangat untuk mencapai yang terbaik. Negeri ini, tidak cukup hanya bebas dari utang, korupsi dan berbagai penyimpangan, tapi sepantasnya menjadi negeri yang "kerta raharja, gemah-ripah loh jinawi". Di suatu masa kelak, reshuffle bukan lagi saat pembersihan atau pembuangan bagi anggota kabinet yang rapornya merah. Saat itu hanya merupakan penukaran ujung panah pada setiap kementerian, untuk lebih mengoptimalkan lagi pencapaian yang sudah cukup optimal. Seperti pelatih yang menarik pemain andalannya dari lapangan, agar bisa istirahat, sebab kemenangan sudah tidak akan berubah lagi. Atau seperti sepak bola ala Amerika yang tim bertahan dan tim menyerangnya berganti-ganti sesuai kebutuhan lapangan.

18

Jakarta, 25 September 2011 http://www.jurnas.com/halaman/1/2011-09-28/183570 Alasan Reshuffle Kabinet - Reshuffle Kabinet adalah sesuatu hal yang sudah pasti untuk dilakukan Presiden SBY itung-itung untuk menetralisir jika ada polemik, setidaknya begitulah politik Citra dari Presiden kita SBY. Seperti yang telah kencang diberitakan bahwa SBY diperkirakan akan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II untuk menambah Kinerja Pemerintahan SBY untuk tahun-tahun selanjutnya, dan Artikel berikut akan membahas tentang 3 Alasan Reshuffle Kabinet pemerintahan SBY ini. Meskipun demikian, seperti yang disampaikan salah satu orang terdekat Presiden SBY yaitu Sudi Silalahi dalam rapat kabinet di Istana Bogor kemarin, Presiden meminta para menteri tetap bekerja tanpa terpengaruh isu reshuffle yang gencar akhir-akhir ini. Disisi lain, analis politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan bahwa dirinya yakin jika nantinya Presiden SBY akan tetap melakukan reshuffle Kabinet. Ini sudah ditegaskan SBY sejak tahun 2009 lalu bahwa dalam setahun akan ada evaluasi sampai tahapan reshuffle abinet. Dia menambahkan, pernyataan SBY sebagaimana disampaikan Sudi kemarin adalah hal biasa sesuai dengan gaya kepemimpinannya, yaitu muncul sebagai penetralisir jika ada polemik. Menurut Yunarto, ada 3 Alasan reshuffle Kabinet yang mungkin dilakukan SBY, yaitu: Pertama dan yang paling aman adalah menarik menteri partai tertentu dan menggantinya dengan calon dari partai yang sama sehingga tidak mengganggu proporsi kursi anggota koalisi di kabinet. Kedua, merampingkan koalisi tambun yang terbukti tak efektif dengan mengurangi jatah kursi parpol tertentu atau sekaligus mengeluarkannya dari koalisi. Ketiga, reshuffle kabinet berdasarkan penilaian kompetensi yang diukur secara internal melalui Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan eksternal yaitu survei, lalu membentuk zakken (kabinet para ahli) tanpa mempedulikan proporsi bagi-bagi kursi, Yunarto memperkirakan, SBY hanya akan memilih alasan pertama dan kedua. Pasalnya pilihan ketiga terlalu ekstrem, karena tidak sesuai dengan gaya kepemimpinan SBY selama
19

ini. Ditanya mengenai menteri yang layak diganti, Yunarto menunjuk Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dan Menkominfo Tifatul Sembiring. Dia menilai kinerja Patrialis dan Tifatul banyak memicu kontroversi yang merugikan citra Presiden.

20

http://www.seputarindonesia.com/2011/10/3-alasan-reshuffle-kabinet.html Berikut susunan lengkap Kabinet Indonesia Bersatu II setelah di-reshuffle. 1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto (tetap) 2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa (tetap) 3. Menko Kesra: Agung Laksono (tetap) 4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi (tetap) 5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi (tetap) 6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (tetap) 7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro (tetap) 8. Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin (baru) 9. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo (tetap) 10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (baru) 11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat (tetap) 12. Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (baru) 13. Menteri Pertanian: Suswono (tetap) 14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan (tetap) 15. Menteri Perhubungan: E.E. Mangindaan (baru) 16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sharif Cicip Sutardjo (baru) 17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar (tetap) 18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto (tetap) 19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih (tetap) 20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M. Nuh (tetap) 21. Menteri Sosial: Salim Segaf Al Jufrie (tetap)
21

22. Menteri Agama: Suryadharma Ali (tetap) 23. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (baru) 24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring (tetap) 25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Gusti Muhammad Hatta (baru) 26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan (tetap) 27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Berth Kambuaya (baru) 28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar (tetap) 29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (baru) 30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini (tetap) 31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana (tetap) 32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Dahlan Iskan (baru) 33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Djan Faridz (baru) 34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng (tetap) Wakil-Wakil Menteri baru: 1. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan 2. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nurianti 3. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan Musliar Kasim 4. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo 5. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar 6. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi 7. Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin
22

8. Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti 9. Wakil Menteri Luar Negeri Wardana 10. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar 11. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo 12. Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar 13. Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indrayana Wakil Menteri lama: 1. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 2. Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun 3. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono 4. wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo 5. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati 6. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak Kepala Badan Intelijen Negara 1. Letjen TNI Marciano Norman

23

http://politik.kompasiana.com/2011/10/19/reshuffle-kabinet-sandiwara-di-tengahpenderitaan-rakyat/ Jakarta rabu 19 Oktober 2011. Selasa malam (18/10), bertempat di Ruang Kredensial, Istana Negara, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan hasil reshuffle kabinet yang selama beberapa pekan terakhir cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Dengan alasan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas kabinet, SBY sampai harus berkantor di kediamannya, Cikeas, Bogor hanya untuk mematangkan formasi kabinet barunya. Dalam penjelasannya, SBY mengatakan, Saya ingin menyampaikan sekali lagi bahwa tujuan dari penataan kembali Kabinet Indonesia Bersatu II ini tak lain adalah untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas kabinet, sekaligus untuk menyukseskan pencapaian sasaran-sasaran pembangunan tiga tahun mendatang, di tengah tantangan dan permasalahan yang makin kompleks dan berat. Dihubungi secara terpisah, Rudi HB Daman, Ketua Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) mengaku kecewa dan menganggap proses reshuffle kabinet hanyalah sandiwara politik yang dilakukan SBY ditengah penderitaan rakyat akibat krisis ekonomi yang semakin akut. Sungguh sangat disayangkan, ditengah semakin sulitnya kehidupan yang dialami ol eh rakyat, presiden justru sibuk menata ulang formasi kabinet. Bahkan, SBY tidak mengambil sikap apapun ketika terjadi unjuk rasa yang menewaskan buruh PT Freeport Indonesia, sebuah perusahaan emas dan tembaga milik imperialisme Amerika Serikat yang beroperasi di Papua. Ini adalah bukti nyata bahwa kepentingan rakyat bukanlah hal utama bagi pemerintahan SBY, ucap Rudi. Terdapat tujuh nama baru dalam kabinet hasil reshuffle ini, yaitu Amir Syamsuddin yang menempati posisi Menteri Hukum dan HAM, Syarif Cicip Sutardjo sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan, dan Azwar Abubakar yang ditunjuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kemudian, Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat, Dahlan Iskan yang diangkat menjadi Menteri BUMN, Balthazar Kambuaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Letjen TNI Marciano Norman ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sementara beberapa menteri hanya bergeser tempat untuk menduduki jabatan kementerian baru.

24

Terdapat lima hal yang menjadi dasar dan pertimbangan SBY dalam melaksanakan reshuffle, yaitu hasil evaluasi kinerja dan integritas, faktor the right man in the right place, kebutuhan organisasi, masukan dan aspirasi masyarakat luas, dan faktor persatuan dalam kemajemukan. Proses reshuffle ini berjalan sistemik dan akuntabel, dalam arti kami rencanakan dengan baik dan kami pun mempertimbangkan berbagai faktor. Jadi bukan RBT atau rencana bangun tidur, ujar Presiden Sekali lagi Rudi membantah apa yang telah dijelaskan oleh SBY diatas. Omong kosong jika SBY mengatakan susunan kabinet hasil reshuffle ini adalah masukan dan aspirasi masyarakat luas. Kami organisasi serikat buruh tidak pernah merasa diminta untuk memberikan masukan apapun oleh pemerintah selama ini. Penjelasan SBY tersebut tidak lebih hanya sekedar lip service semata. Reshuffle ini bukan langkah untuk menyukseskan capaian pembangunan tiga tahun mendatang, tapi ini adalah upaya mengamankan kekuasaan SBY agar bertahan hingga 2014 mendatang, tegas Rudi. Rakyat butuh jaminan atas kesejahteraan hidup mereka, buruh membutuhkan jaminan atas upah, kaum tani membutuhkan tanah sebagai sumber penghidupan mereka, pendidikan dan lapangan kerja yang luas bagi anak dan pemuda Indonesia, dan secara umum rakyat Indonesia membutuhkan perlindungan, jaminan rasa aman dan terhindar dari berbagai macam tindakan kekerasan, pungkas Rudi.

25

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&jd=Reshuffle+Kabinet+SBY&dn=20 111018122230 Reshuffle Kabinet SBY Oleh : Muhamad Sanusi,s.pd | 18-Okt-2011, 23:35:31 WIB KabarIndonesia - Jakarta, Harga mahal harus dibayar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam hajatan reshuffle kabinet kali ini. Partai ini terancam konflik internal yang bermuara dari pertarungan kader progresif versus kader konservatif dalam menyikapi rencana reshuffle kabinet. Anggota kabinet dari PKS selama ini masih belum terkena gelombang perombakan kabinet oleh Presiden SBY. Dari empat menteri PKS, yakni Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, hanya Menristek Suharna Surapranata yang dikabarkan bakal dicopot kursinya dalam reshuffle kali ini. Banyak yang menduga, gertakan PKS kepada Presiden SBY dalam rencana reshuffle ini cukup berhasil. Namun, dugaan itu sama sekali tidak tepat. Faktanya, permintaan Presiden SBY yang dipenuhi oleh PKS. Indikasi pergolakan di internal PKS terlihat dari pergeseran Fahri Hamzah dari Komisi III DPR RI ke Komisi XI DPR RI. Ini bermula dari pertemuan Presiden SBY dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang juga anggota Majelis Syura PKS pada Minggu (9/10/2011). Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY dikabarkan meminta agar elit PKS dapat menertibkan kadernya dalam pernyataan terkait dengan koalisi. "Kita ke dalam saling jaga suasana kalau gaduh heboh terus terganggu juga kerja presiden. Kami semalam berjanji untuk sama-sama kontrol ke dalam," kata Tifatul Sembiring awal pekan lalu yang menginformasikan pertemuam dirinya dengan Presiden. Sumber INILAH.COM di internal PKS menginformasikan lebih detil tentang pertemuan Tifatul Sembiring dengan Presiden SBY. Dalam pertemuan tersebut Presiden SBY meminta secara khusus agar PKS menegur secara terbuka kepada dua kadernya yang kerap melancarkan kritik terhadap Presiden SBY dan proses reshuflle yakni Sekjen DPP PKS Anis Matta dan Ketua DPP PKS Fahri Hamzah.

26

"Presiden meminta agar PKS mengumumkan ke publik dengan menegur Anis Matta dan Fahri Hamzah," ujar sumber tersebut. Dua nama tersebut memang terkenal dengan kritik kerasnya terhadap proses reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden SBY. Seperti Anis Matta yang secara lugas pernah mengritik proses reshuffle kabinet hanya sebagai upaya untuk perburuan logistik dalam Pemilu 2014. Demikian dengan Fahri Hamzah yang sering bersuara keras terkait kasus Century. Termasuk kritik terhadap Presiden SBY dan Wapres Boediono. Permintaan Presiden SBY itu pada akhirnya dibahas dalam rapat rutin PKS yang digelar pada Rabu (12/10/2011) malam hingga Kamis (13/10/2011) dini hari. Dalam rapat yang dihadiri seluruh pimpinan PKS, menteri dari PKS, serta Anis Matta dan Fahri Hamzah itu tidak menemukan titik temu. Selain membahas soal reshuffle kabinet, rapat itu juga membahas permintaan khusus Presiden SBY terhadap dua kader PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah. Rapat juga membahas persoalan terkini salah satunya tentang pernyataan Fahri Hamzah ihwal pembubaran KPK. "Fahri Hamzah dengan nada kesal akhirnya berseloroh, "Ya sudah saya pindah di Komisi XI saja," ucap sumber yang turut serta dalam rapat tersebut. Dalam kenyataannya, pertemuan tersebut tidak hanya sekadar membahas permintaan khusus dari Presiden SBY. Namun juga membahas pernyataan Fahri Hamzah yang belakangan menimbulkan polemik di tengah publik yakni terkait ide pembubaran KPK. Rapat dini hari itu tidak menghasilkan keputusan bulat. Rapat justru memutuskan membawa persoalan ke Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Jumat-Sabtu (14-15 Oktober 2011). "Tawaran Presiden SBY juga dibahas saat Rapimnas. Namun tetap tidak ada kata bulat. Makanya, sikap PKS menunggu reshuffle," tambah sumber tersebut merujuk keputusan Rapimnas PKS. Waktu terus bergulir. Istana tetap menunggu sikap PKS terkait permintaan Presiden SBY agar menegur secara terbuka. Namun, proses reshuffle terus bergulir. Karena pada awal pekan ini, Presiden SBY mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada para calon menteri. Akhirnya Minggu (16/10/2011), elit PKS mencari jalan tengah atas permintaan Presiden SBY. "Komprominya, Fahri Hamzah dipindah ke Komisi XI," ucap sumber tersebut.

27

Keputusan ini akhirnya disampaikan ke Istana. Gayung bersambut, pihak Istana akhirnya memahami keputusan PKS. Konsekuensinya, menteri PKS tak diutak-atik Presiden SBY alias aman. "Jadi kehormatan partai masih terjaga. Pos menteri juga masih aman," tegas sumber tersebut. Namun selesai di Istana, tidak selesai di intenal PKS. Wakil Ketua Fraksi PKS Agus Poernomo mengatakan perpindahan Fahri Hamzah ke Komisi XI belum final. Dia beralasan keputusan itu perlu dikoordinasikan dengan formasi seluruh komisi di DPR. "Belum, karena berpengaruh terhadap formasi keseluruhan di komisi," ujarnya kepada wartawan. Hal senada juga ditegaskan Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq yang menyebutkan keputusan perpindahan Fahri Hamzah belum final. Namun informasi berbeda muncul dari Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim yang mengatakan keputusan Fahri pindah ke Komisi XI telah final. Rencananya pascareses pertengahan November mendatang Fahri Hamzah telah resmi berada di Komisi XI DPR RI. Perbedaan pandangan antarkader PKS dalam menyikapi Fahri Hamzah ini menjadi kata kunci atas sikapnya terhadap reshuffle kabinet. Meski menteri PKS sementara masih aman, partai ini harus membayar cukup mahal, yakni soliditas kader partai yang selama ini menjadi ciri khas partai ini. (*)

28

http://lintas.berita.com/2011/03/sby-didesak-melakukan-reshuffle-kabinet.html SBY Didesak Melakukan Resuffle Kabinet Pekan Ini-Penundaan Reshuffle kini menjadi fokus sejumlah pihak terutama investor, maka dari itu pekan ini harus sudah ada kepastian reshuffle yang akan dilakukan oleh SBY. Jika tidak dilakukan dalam pekan ini, lebih baik reshuffle di batalkan saja, selain menyebabkan ketidakpastian pada investor, momentum reshuffle pun telah kehilangan arah. Hal itu diungkapkan secara terpisah oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hipi) Ismed Hasan Putero dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada Kompas di Jakarta, Senin (7/3). Pekan ini, kalau memang perlu jam ini juga jika akan dilakukan reshuffle kabinet. Kami minta supaya spekulasi politik sekarang ini segera diakhiri agar para menteri di kabinet itu dapat bekerja dengan baik kembali dan partai-partai politik di Senayan dapat berkosentrasi lagi membahas masalah rakyat, tandas Ahmad Muzani. Menurut Ahmad Muzani, sejak awal partainya tidak pernah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan koalisi yang dipimpin Partai Demokrat. Sudah berkali-kali saya sampaikan penolakan hak angket di voting paripurna DPR kemarin itu, bukan untuk bergabung masuk dengan koalisi pemerintah. Kalau mau mengajak bergabung, kami ada syarat-syaratnya. Memang kami diajak bergabung pekan lalu, tamba hnya. Tidak Ada Reshuffle Dikatakan Muzani, sampai Senin malam ini, partai Gerindra belum mengetahui sama sekali apakah syarat-syaratnya untuk seluruhnya, sebagian atau telah dimodifikasi lagi sudah dipenuhi atau belum oleh Presiden Yudhoyono. Jangan-jangan, kami berfikir, reshuffle kabinet itu memang tidak ada. Sebab, jika memang ada, ya, jangan diulur-ulur lagi. Mungkin saja karena belum ada kepastian PDI-Perjuangan dan belum diterimanya syarat Partai Gerindra, lanjutnya seraya menyebutkan pidato Presiden Yudhoyono baru-baru ini hanya untuk menguji loyalitas partai-partai koalisi, katanya. Adapun Ismed Hasan Putero menegaskan, jika Presiden Yudhoyono tidak mau kehilangan momentum, sebaiknya reshuffle kabinet dilakukan pada pekan ini juga.

29

Jangan sampai lewat minggu ini untuk membentuk zaken cabinet (kabinet ahli). Sebab, kinerja kementerian sekarang ini melorot mengingat menteri-menterinya yang mau diganti tidak lagi didengar oleh para eselon di bawahnya. Jadi, harus segera di-reshuffle, ujarnya. Sementara, menurut Sofyan Wanandi, Presiden Yudhoyono jangan ragu-ragu untuk segera melakukan pergantian kabinet secepatnya hari-hari ini sesuai dengan prinsip the right man of the right place. Kalau Presiden Yudhoyono memiliki sense of urgent, maka Presiden harus segera melakukan reshuffle kabinet, kata Sofyan.

30

http://forum.kompas.com/nasional/44398-sby-dan-kabinet-barunya-tetap-tak-bisadiharapkan.html Jakarta, PelitaOnline - RESHUFFLE Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II makin tak bisa diharapkan. Selain bagi-bagi jatah untuk mempertahankan Pemerintahan SBY-Boediono, SBY juga menganggap beban di Kementerian terlalu berat, sehingga harus ada Wakil Menteri, bahkan sampai dua Wakil Menteri. Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella mengungkapkan bahwa ketidakjelasan alasan SBY melakukan Reshuffle Kabinet membuat tidak adanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. hanya SBY yang tahu (alasan reshuffle, red). Sekali lagi rakyat tidak bisa berharap banyak dengan SBY dan kabinetnya," ujar Rio, Minggu (16/10). Dia menjelaskan, reshuffle kabinet bukanlah sesuatu yang dianggap sepele, namun reshuffle merupakan upaya strategis untuk memberikan amunisi baru bagi profesionalisme kinerja kabinet dan melakukan efektifitas serta efisien terhadap anggaran negara. "Alasan reshufle kabinet adalah untuk efisiensi dan kelincahan kabinet dalam bekerja, efektifitas anggaran dan lain-lain," jelasnya. namun Rio kecewa dengan prosesi reshuffle yang dilakukan SBY, hanya lebih memilih sosok figur untuk kepentingan tertentu daripada kompetensi dan profesionalismenya, bahkan melakukan penggemukan kabinetnya yang dapat memboroskan uang negara. "Tetapi reshuffle kali ini kita agak kabur, karena pendekatan apa yang dilakukan oleh SBY tidak jelas," tandasnya.

31