Anda di halaman 1dari 3

RUU Keperawatan: Sebuah Keinginan atau Kemauan?

Atika Widyanti

Para perawat di Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang begitu pelik. RUU keperawatan yang menjadi tonggak bagi profesi mereka dan sudah dirancang draftnya sejak tahun 1998 belum juga disetujui oleh komisi IX DPR. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan ada sesuatu yang belum beres dalam perjuangan pengesahan RUU keperawatan itu sendiri. Tentu kita sudah sering melihat atau mendengar perjuangan teman-teman perawat dan mahasiswa keperawatan dalam usaha untuk merealisasikan RUU keperawatan tersebut. Dilihat dari usahanya mereka tentu tidak main-main. Tetapi pernahkah kita berpikir apakah seluruh perawat di Indonesia mempunyai kemauan yang sama seperti teman-teman mereka yang sudah melakukan tindakan nyata dalam merealisasikan RUU keperawatan tersebut atau hanya menjadi sebuah keinginan semata yang hanya menjadi angan-angan semata? Perbedaan Kemauan dan Keinginan Dilansir dari sebuah artikel di Kompas pada tanggal 17 Desember 2011 tentang perbedaan kemauan dan keinginan bahwa kemauan adalah sebuah janji pada diri sendiri untuk menggapai sesuatu yang diinginkan dan memberikan sebuah dorongan dan kekuatan yang sangat besar untuk menggapai keinginan tersebut. Kekuatan tersebut berasal dari dalam diri sendiri dan mampu mengalahkan ego serta membuat seseorang menjadi seorang pemenang dalam mewujudkan impiannya. Jika seseorang sudah berkemauan akan sesuatu, otomatis seseorang tersebut akan melakukan sebuah tindakan nyata untuk menggapai impiannya tersebut. Selanjutnya, menurut Ainy Fauziah, pengarang buku Dahsyatnya Kemauan, kemauan mempunyai makna yang mendalam dari arti sederhanya, yaitu apa yang dimaui. Kemauan, menurutnya, dapat bermakna sebagai sebuah kesungguhan dalam mewujudkan impian melalui tindakan secara konsisten.

Berbeda dengan kemauan, keinginan adalah ketertarikan terhadap sesuatu tanpa diiringi dengan tindakan nyata. Mungkin sekilas terlihat sama saja, namun apabila kita renungkan kedua kata tersebut memiliki makna yang begitu berbeda. Berikut perbedaan yang diungkapkan oleh Ainy dalam bukunya tentang kemauan dan keinginan: 1. Ada kesungguhan hati dalam kemauan, sebaliknya hal tersebut tidak didapat dalam keinginan. 2. Ada tindakan nyata dalam kemauan, sedangkan dalam keinginan hanya da angan-angan semata. 3. Kemauan menghasilkan pencapaian, sementara keinginan tidak menghasilkan apa-apa karena tidak ada tindakan nyata untuk mencapai sebuah pencapaian tersebut. 4. Ada semangat optimal dalam kemauan, sedangkan dalam keinginan hanya ada sedikit semangat yang berasal dari ketertarikan semata tanpa sebuah tindakan. Kemauan dan Keinginan dalam RUU Keperawatan Berdasarkan penjelasan tentang perbedaan kemauan dan keinginan sudah tentu seharusnya pengesahan RUU keperawatan merupakan sebuah kemauan seluruh perawat di Indonesia. Tetapi pada faktanya hal tersebut hanya menjadi kemauan bagi sebagian kelompok dan sebagian kelompok lainnya hanya menganggap RUU keperawatan ini sebagai sebuah keinginan. Hal ini terjadi karena perbedaan motivasi dan tujuan terhadap RUU keperawatan itu sendiri. Bagi sebagian perawat yang menempatkan RUU keperawatan sebagai sebuah kemauan menganggap bahwa RUU keperawatan merupakan pelindung dan tonggak perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. RUU keperawatan layak diperjuangkan karena menyangkut identitas perawat sebagai sebuah profesi yang profesional dan berperan penting dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Indonesia. Sebaliknya, sebagian lain yang menempatkan RUU keperawatan dalam prioritas keinginan menganggap apabila perealisasian RUU keperawatan berhasil maka akan memberikan dampak yang sangat bagus

bagi mereka dan apabila tidak berhasil tidak memberika pengaruh apa-apa bagi mereka. Perawat dalam kelompok ini masih terbelenggu paradigma bahwa perawat merupakan sebuah profesi minor dalam pelayanan kesehatan sehingga berpengaruh pada motivasi mereka terhadap RUU keperawatan itu sendiri. Hal ini menyebabkan RUU keperawatan hanya sebagai angan-angan semata bagi sehingga mereka tidak berani bermimpi yang dapat mendorong mereka kepada sebuah kesungguhan dan tindakan dalam perealisasian RUU keperawatan. Hal utama yang dibutuhkan perawat Indonesia dalam perealisasian RUU keperawatan hanyalah persamaan kemauan dan kesungguhan. Karena sebetulnya masih banyak perawat-perawat diluar sana yang menganggap lemah profesi mereka sendiri sehingga RUU keperawatan hanyalah menjadi sebuah anganangan yang sangat muluk bagi mereka. Hal ini lah yang pertama-tama harus dihapuskan agar perawat Indonesia mencapai sebuah kemauan dan kesungguhan yang sama dalam meraih UU keperawatan. Semoga semangat berjuang para perawat yang sudah mempunyai kemauan dapat menular ke perawat-perawat lain yang membutuhkannya.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/12/17/15073246/4.Perbedaan.Kemauan.dan. Keinginan