Anda di halaman 1dari 9

III.

GENERATOR ARUS SEARAH BERPENGUAT TERPISAH


Generator arus searah umumnya diklasifikasikan menjadi 4 jenis menurut cara pasokan fluks medannya (cara memberikan penguatan pada kumparan medannya): 1. Generator berpenguatan terpisah (separately excited generator). Pada jenis ini fluks medannya dipasok dari sumber daya yang terpisah dari generator itu sendiri. 2. Generator pararel (shunt generator ). Pada generator jenis ini fluks medannya diperoleh dari rangkaian medan yang dihubungkan paralel dengan kumparan jangkar generator tersebut. 3. Generator seri (series generator). Pada generator jenis ini fluks medannya diperoleh dari rangkaian medan yang dihubungkan seri dengan kumparan jangkar generator tersebut. 4. Generator kompon: Generator kompon kumulatif / kompon bantu (cumulatively compounded generator). Generator jenis ini memiliki fluks medan seri dan paralel sekaligus yang saling menguatkan. Generator kompon diferensial / kompon lawan (differentially compounded generator). Generator jenis ini memiliki fluks medan seri dan paralel sekaligus yang saling melemahkan. Masing-masing jenis generator arus searah tersebut memiliki karakteristik yang berlainan, sehingga untuk aplikasi tertentu perlu memperhatikan karakteristik yang dimiliki. Parameter-parameter yang digunakan untuk suatu generator arus searah di antaranya adalah tegangan, rating daya, efesiensi, dan pengaturan tegangan (voltage regulation, VR)

VR =

V NL V FL V FL

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

Kurva Magnetisasi Generator Arus Searah Tegangan yang dibangkitkan di dalam jangkar suatu generator arus searah, Ea, dinyatakan dengan persamaan : Ea = k Dengan demikian Ea berbanding lurus dengan fluks dan kecepatan putar rotor. Lalu bagaimana hubungan antara tegangan dalam Ea dengan arus medan? Arus medan If yang mengalir di dalam belitan medan akan menghasilkan gaya gerak magnet GGM berdasarkan suatu persamaan : F = NfIf GGM F ini akan membangkitkan suatu fluks magnetik yang besarnya tergantung dari sifat kemagnetan bahan yang dipergunakan sebagai kutub medan dari generator. Sifat kemagnetan bahan ini dinyatakan dengan kurva magnetisasinya seperti gambar di bawah ini.

, Wb

F, A.turn
Gambar 1 : Kurva magnetisasi Karena Ea berbanding lurus dengan , biasanya kurva magnetisasi juga digambarkan sebagai plot Ea terhadap If

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

Ea [= k]

= 0 n = n0

If [=Vf/Rf]
Gambar 2 : Kurva magnetisasi yang menghubungkan tegangan dalam E a dengan arus medan If GENERATOR ARUS SEARAH BERPENGUATAN TERPISAH Generator jenis ini memiliki rangkaian medan yang terpisah sama sekali dengan rangkaian jangkarnya RANGKAIAN EKIVALEN

If Rf Vf Lf
Ea

Ia

Ra

IL

VT

Gambar 3 : Rangkaian Ekivalen GAS berpenguat terpisah Di mana : Ea = gaya gerak listrik generator arus searah. Ra = tahanan jangkar arus searah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

Vf = tegangan terminal kumparan medan. VT = tegangan terminal generator arus searah. Ia = arus jangkar generator arus searah. Ib = arus beban generator arus searah. If = arus kumparan medan. Persamaan tegangan dan arus untuk suatu generator arus searah berpenguatan terpisah dapat diturunkan dari rangkaian ekivalennya. Dari gambar rangkaian ekivalennya dapat dilhat bahwa pada suatu generator arus searah berpenguat terpisah rangkaian medannya mendapatkan tegangan dari suatu sumber tegangan DC eksternal. Ia = Ib VT = EA IA.RA
If = Vf Rf

KARAKTERISTIK Karakteristik generator arus searah jenis ini dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Karakteristik kejenuhan tanpa beban Ea = k.. Dimana k = suatu konstanta. Dari hubungan diatas dapat dijelaskan karakteristiknya lewat kurva pada gambar 4 berikut. EA b c d

e
0

IT a

Gambar 4 : Kurva kejenuhan tanpa beban

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

Ketika arus medan dinaikkan, fluks magnet akan meningkat, begitu pula dengan EA yang berbanding lurus dengan arus medan tersebut pada saat kutub medannya belum jenuh. Hal ini direpresentasikan sebagai garis lurus oc. Namun ketika kerapatan fluks meningkat terus, kutub generator menjadi jenuh, maka diperlukan peningkatan arus medan yang lebih tinggi untuk menaikan tegangan yang sama (Ea) dibandingkan ketika kutubnya belum jenuh, daerah kejenuhan ini diwakili oleh garis melengkung cd. Untuk generator arus searah dengan penguatan sendiri (generator arus searah seri, pararel, maupun kompon ), karakteristik beban nolnya akan meningkat sama seperti generator berpenguatan terpisah, tetapi setelah generator sempat dioperasikan, walaupun arus medannya disetel menjadi nol Ampere, ggl generator tetap dibangkitkan walau nilainya kecil (oe), hal ini disebabkan oleh adanya magnet sisa (residual magnetism). 2. Karakteristik kejenuhan berbeban. Karakteristik ini digambarkan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan antara tegangan terminal VT dan arus medan If, ketika generator dibebani, dan kurva disebut sebagai kurva kejenuhan beban. Kurva ini sebenarnya diturunkan dari kurva kejenuhan tanpa beban yang dilengkapi dengan nilai reaksi jangkar dan resistansi jangkarnya, karena kurva ini memperhitungkan efek demagnetasi dari reaksi jangkar dan jatuh tegangan pada jangkar yang secara praktis tidak terdapat pada kondisi tanpa beban. Kurva kejenuhan tanpa beban pada gambar 4 digambarkan kembali sebagai kurva pada gambar 5 dengan dasar Ampere-lilitan (bukan sebagai arus listrik). Dimana terlihat pada gambar tersebut pada keadaan tanpa beban, Ampere-lilitan medan diperlukan untuk tegangan nominal tanpa beban yang digambar sebagai berabagai garis oa Pada keadaan berbeban, tegangan akan berkurang akibat efek demagnetasi dari reakis jangkar. Pengurangan ini dapat diatasi dengan peningkatan Ampere-lilitan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

medan yang sesuai. Garis ac mewakili demagnetasi ampere-lilitan per kutub yang ekivalen. Kemudian berarti untuk membangkitkan ggl yang sama pada keadaan berbeban pada saat tidak berbeban, Ampere-lilitan medan per kutub arus dinaikan sebesar ac=bd. Titik d terletak pada kurva LS yang menunjukkan hubungan antara ggl E yang dibangkitkan pada keadaan berbeban dan Ampere-lilitan medan. Kurva Ls secara praktis pararel terhadap kurva ob. Tegangan terminal VT akan lebih kecil dari pada ggl E yang dibangkitakn sebesar IA.RA, dimana RA adalah resistansi rangkaian jangkar. Dari titik d, sebuah garis vertikal de = IA.RA digambar. Titik e terletak pada kurva kejenuhan beban penuh untuk generator. Dengan cara yang sama, titik-titik lainnya dilengkapi dan kurva kejenuhan beban penuh MP di gambar. Sudut kanan segitiga bde dikenal dsebagai segi tiga jatuh tegangan (drop reaction triangle). Kurva kejenuhan beban untuk setengah badan penuh dapat dilengkapi dengan menghubungkan titik tengah garis-garis mn, bd dan lain sebagainya.

E Eo Tegangan b d e S P Vt

GGM

Gambar 5 : Kurva kejenuhan berbeban 3. Karakteristik internal dan eksternal

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

Adapun karakteristik internal dan eksternal dijelaskan lewat gambar berikut :

VT Ea IaRa

VT Ea IaRa
Reaksi Jangkar

Ib
(a) belitan kompensasi, (b) tanpa belitan kompensasi (b)

Ib

Gambar 6 : Kurva karakteristik keluaran GAS berpenguat terpisah, (a) dengan

PENGATURAN TEGANGAN TERMINAL Untuk mengatur tegangan terminal generator, VT, dapat dilakukan 2 cara : 1. Dengan mengubah kecepatan putar generator. bila , maka EA, maka VT = Ea IaRa naik pula. 2. Dengan mengubah arus medan penguat If. Jika Rf, maka If (If = Vf/Rf). Hal tersebut menyebabkan , maka EA, sehingga VT. Dalam banyak pemakaian kecepatan penggerak mula generator sangat terbatas sehingga cara yang lebih umum dilakukan untuk mengatur tegangan terminal GAS berpenguatan terpisah adalah dengan mengatur arus medan penguat (cara kedua).

ANALISA GENERATOR ARUS SEARAH BERPENGUAT TERPISAH

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

Mesin-mesin listrik didisain untuk beroperasi pada daerah lutut (knee area) pada kurva magnetisasinya, yaitu bagian yang sudah mulai melengkung anara daerah linier dengan daerah jenuh. Oleh karena itulah untuk mendapatkan analisa yang akaurat harus menggunakan kurva magnetisasi ini, karena di luar daerah linier maka hubungan antara tegangan (Ea) dan arus (If) tidak lagi linier. Analisa ini disebut Analisa Grafis generaor arus searah.

Ea

Knee area

If
Gambar 7 : kurva magnetisasi generator berpenguat terpisah Kurva magnetisasi sebuah generator arus searah dibuat dengan memplot nilai tegangan tanpa bebannya untuk arus medan yang berbeda-beda, sedangkan prime mocver diputar pada kecepatan nominalnya. Kurva ini memberikan kepada kita berapa nilai tegangan GGL yang diinduksikan pada jangkar untuk setiap arus medan yang diberikan dan sebaliknya pada kecepatan nominal. Kurva ini tetap dapat digunakan untuk menganalisa generator yang diputar pada kecepatan berbeda dengan kecepatan nominalnya. Tegangan GGL yang dibangkitkan pada kecepatan berbeda dengan kecepatan nominalnya dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR

E a1 n 1 = E a2 n 2
Maka

E a 2 = E a1

n2 n1

Gambar di bawah ini adalah contoh kurva magnetisasi generator arus searah berpenguat terpisah yang memiliki kecepatan nominal 1800 RPM.

Gambar 8 : Kurva magnetisasi generator dengan kecepatan nominal 1800 RPM

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Budi Yanto Husodo, MSc

MESIN ARUS SEARAH & TRANSFORMATOR