IR.

SOEKARNO
Presiden Pertama Republik Indonesia

Amanda Isabella XI/2

I.R Soekarno
Ir. Soekarno (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi Gerakan 30 September. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto. Biodata Panggilan: Bung Karno Kelamin: Laki-laki Agama: Islam Indonesia • Guntur • Megawati • Rachmawati Anak: • Sukmawati

Riwayat Hidup

Guruh

Latar belakang dan pendidikan
Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Sukemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya berasal dari Bali. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).

Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Masa pergerakan nasional
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Masa penjajahan Jepang
Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer. Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hookokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya. Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri. Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat. pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri. Masa Perang Revolusi Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok . Pada bulan Agustus 1945. Vietnam.antara lain dalam kasus romusha. karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. ia diundang oleh Marsekal Terauchi. Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang. Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI. karena di Indonesia terjadi . Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut.Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi). Wikana. Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut.Pada tahun 1943. Singgih serta Chairul Saleh. Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI.

Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan. Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Namun Soekarno. Pada tanggal 18 Agustus 1945.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya. hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa IndonesiaBelanda. Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara. terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X. Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting. Meski sistem pemerintahan berubah. Selama revolusi kemerdekaan. bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. . (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A. Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu. dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik.kevakuman kekuasaan. Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno.W.S Mallaby. tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya. Sir Phillip Christison.sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. pada saat revolusi kemerdekaan. Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba.

Gamal Abdel Nasser (Mesir). bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian".Masa kemerdekaan Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan). Hatta. Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpinpemimpin negara. Mao Tse Tung (RRT). tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya. banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia. masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah. yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. yang masih dikuasai negaranegara kuat atau adikuasa. John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat). banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Fidel Castro (Kuba). Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Berkat jasanya itu. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan. ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban. maka pada tanggal 17 Agustus 1950. belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional. Mohammad Ali Jinnah (Pakistan). U Nu. Soekarno. RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. menyebabkan presiden Soekarno. masih belum merdeka. mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. pada tahun 1956. Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia "bercerai" dengan Wakil Presiden Moh. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet). Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika. Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara. Namun sayangnya. Berkat jasa ini pula. pada tahun 1955. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet semumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai. akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan . Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia). Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Tak jarang. Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional.

nama Soekarno kadang-kadang ditulis Ahmad Soekarno. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno. seseorang lalu menambahkan nama Ahmad di depan nama Soekarno. dan puncaknya. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia. ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia. 9. 5.Indonesia. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar. setelah mengalami pengucilan oleh suksesornya yang "durhaka" Jenderal Suharto. Mereka adalah: 1. 4. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R. Jawa Timur.I. Tentang nama Soekarno Nama lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo. Entah bagaimana. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat.. 6. sejumlah wartawan bertanya-tanya. karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. menurut kebiasaan orang Jawa. 7. 8. dan kini menjadi ikon kota tersebut. Jakarta. Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Siapa Ahmad Soekarno? Di beberapa negara Barat. Oetari Inggit Garnasih Fatmawati Hartini Ratna Sari Dewi (nama asli: Naoko Nemoto) Haryati Yurike Sanger Kartini Manoppo Heldy Djafar . Sebutan akrab untuk Ir. 2. Istri Soekarno Soekarno pernah mempunyai hubungan dengan beberapa wanita. Soekarno adalah Bung Karno. oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno. membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat "memenuhi" cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. "Siapa nama kecil Soekarno?" karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. pemberontakan G 30 S. 3. Ketika masih kecil. karena sering sakit-sakitan.

“Lho. manakala kondektur memungut ongkos. . apalagi Paduka Yang Mulia sebagai sebutan formal. adalah putri sulungnya. Bersama Marilyn Monroe Pengalaman Pertama Bung Karno Naik Kuda Tahun 1946. dan menggelikan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka ada yang mengartikan. merdeka adalah bebas naik kereta api. rakyat belum mengerti benar arti merdeka. unik. masih banyak hal-hal aneh. Megawati Soekarnoputri. Jad. Contoh. “kan kita sudah merdeka?” Terhadap Bung Karno? Tak seorang pun memanggil Tuan Presiden. Lain-lain Presiden Indonesia masa jabatan 2001-2004. Begitu Bung Karno menceritakan situasi awal-awal kemerdekaan kepada penulis biografinya.Beberapa di antaranya kemudian dinikahinya. lucu. setahun setelah proklamasi. gabungan dari jabatan resmi dan panggilan akrab sehari-hari.” teriak rakyat. Cindy Adams. mereka tersinggung. Mereka tetap saja menyebut “Presiden Bung Karno”.

Bung Karno menjawab. Fatmawati. “Pertama.” . Angkatan Perang kita (sekarang TNI) hendak merayakan ulang tahun yang pertama. “Ya. aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang yang pelagak… Aku akan belajar naik kuda!” Fatma belum hilang rasa cemasnya. “Jadi. Pergaulan Bung Karno dengan seekor kuda pada masa-masa sebelumnya. bagaimana caranya.” tanya Fatma. aku akan belajar dalam satu hari. Dalam salah satu tata cara upacara militer yang sudah direncanakan semegah-megahnya untuk ukuran negara berusia satu tahun. ikut cemas. Demi mengetahui hal itu. “Kan pawainya besok?” Lalu Bung Karno menjawab.Kejadian menarik juga menimpa Bung Karno ketika tanggal 5 Oktober 1946. istrinya. Presiden Republik Indonesia Sukarno. tak lebih dari sekadar menepuk-nepuk kuduknya. harus melakukan inspeksi pasukan… naik kuda! Persoalannya adalah… Bung Karno tidak pernah naik kuda.

hingga. begini penuturan Bung Karno. aku harus mengorbankan kesukuan Jawa-ku. dan kuda yang terbaik dari seluruh kelompok. Hanya bagi pejabat tinggi negara. tibalah saat-saat yang dinanti. paling tua. paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….Akhirnya. Selama aku jadi Presiden. “Tidak Pak. aku ini tetap Presiden Indonesia. Bung Karno mengendalikan langkah kuda dengan begitu gagah.” Terhadap pakaian daerah.” Tak bisa dimungkiri. siang maupun malam. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang. Baik resmi atau tidak resmi. yang amat aku dambakan adalah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Suasana itu membuat Bung Karno tenang dan sadar… hilang rasa cemas. yang aku harapkan menjadi ciri atau identitas bangsa Indonesia. Dan… kuda yang bagus itu tidak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri. sehingga kuda berjalan dengan langkah tenang dan teratur seperti yang dikehendaki. Apa jadinya kalau dalam pawai inspeksi pasukan besok si kuda menjadi beringas dan tak terkendali? Bagaimana kalau ia kemudian terpental dari punggung kuda? Apa kata dunia? Dan… perwira kavaleri itu menjawab. tak berkutik dengan jawaban perwira kavaleri. bahkan sebaliknya aku pengagum atau penganjur dilestarikannya pakaian adat itu. sebaiknya ada batas- . dan… Presiden menaiki kudanya. pasukan berdiri tegap. seorang perwira kavaleri tekun memberikan pelajaran berkuda kepada presidennya. Dan di akhir sesi latihan. Bung Karno sedikit ciut. Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala. Tidak pantas untuk Bapak. dan muncul teori-teori berkuda yang telah diajarkan si perwira kavaleri kemarin. dengan sigap Bung Karno segera memainkan pegelangan. berilah saya kuda yang paling lunak. seluruh mata bangsa Indonesia akan melihat dan memperhatikanku. “Aku sama sekali tidak anti pakaian adat daerah. Itu sebabnya aku selalu berpakaian rapi dan memakai peci hitam. Bung Karno sebenarnya memendam rasa cemas dan khawatir. menguasai tunggangannya dengan baik. termasuk pakaian yang aku pakai. Terompet telah berbunyi. Binatang itu berjalan mengikuti irama musik… dan… menjadi liar. kepada si perwira kavaleri itu. Maka. genderang berderam-deram. (roso daras) Cara Pandang Bung Karno tentang Pakaian “Sejak dulu sampai sekarang dan untuk seterusnya. Karena aku ditakdirkan menjadi pemimpin. dan sekarang menjadi Presiden Indonesia. Bung Karno menyampaikan pesan dengan suara pelan… “Untuk pawai besok. tapi ketika ia melihat pasukan yang berbaris rapi yang sedang ia inspeksi… muncullah sifat pelagaknya… Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejaljejal di lapangan pawai menghidupkan semangat. bukan presidennya orang Jawa saja.” Bung Karno yang pelagak. untuk membuktikan kesungguhan keindonesiaanku itu. Rasa cemas ia pendam dalam hati….

Nanti bila ia tidak menjabat lagi. rapat intensif di kediaman Laksamana Maeda. Soeharto. ia baru masuk kamar menjelang shubuh. Cinta rakyat yang tulus… sebagai balasan atas ketulusan Sukarno yang rela melepas segala atribut kedaerahan.batasnya. ketika dr Soeharto meraba badan Bung Karno. dan diusapnya tangan Bung Karno… mata pun terbuka. Di antaranya. dan atas . R. dipadati para patriot dengan raut antusias. dia langsung melakukan pemeriksaan. Ia memandang Putra Sang Fajar masih pulas. Maklum. dari Sabang sampai Merauke. Jl Pegangsaan Tmur 56. itu baik sekali. Soeharto adalah. Suasana di kediaman Bung Karno.” Apalagi. pagi hari Jumat. Jam dinding menunjuk angka 8 ketika dr R. kalau Bung Karno begitu dicintai seluruh rakyat Indonesia. menyelinap masuk ke kamar Bung Karno. kepartaian. Jakarta Pusat sudah ramai. setelah semalam padat aktivitas menjelang proklamasi kemerdekaan. Bung Karno sendiri masih lelap. seyogianya tidak berpakaian daerah. Contoh. Ungkapan dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai “kondisi badan yang pegal-linu karena gelaja demam. tokoh militer Jepang yang disebut-sebut menjanjikan bantuan bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalimat pertama di pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 yang keluar dari mulut Bung Karno kepada dr. tanggal 17 Agustus 1945.” Itulah pendapat Bung Karno tentang pakaian adat.” kata Bung Karno di Pagi 17 Agustus 1945 Tidak seperti hari-hari sebelumnya. (roso daras) “Pating Greges. Sebagai dokter pribadinya. sementara itu. di ruang pendapa. Didekatinya tempat tidur Bung Karno. mereka itu memang kepala dari daerah yang dipimpinnya. dokter pribadi Bung Karno. barulah bebas dan boleh berpakaian apa saja yang ia senangi. dan kepentingan pribadinya untuk bangsa dan negara yang begitu dicintainya: INDONESIA. Di halaman depan. menyongsong detik-detik yang menentukan nasib bangsa ke depan. Tidak heran. Gubernur Aceh berpakaian adat Aceh atau Gubernur Bali berpakaian adat Bali. “Pating greges”. Menteng. karena mereka adalah pemimpin seluruh Indonesia. panas. hingga di halaman belakang. Sedangkan untuk presiden atau menteri. Sorot kelelahan memancar dari kedua bola mata Bung Karno. langit di atas kota Jakarta biru cerah.

penuh percaya diri. Juga di dalam zaman Jepang. Bu Fat sempat berujar. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya. Bung Karno memberi kata pengantar dengan intonasi yang begitu gamblang. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan Tanah Air kita. Bung Karno mempersiapkan diri demi momentum paling bersejarah bagi bangsa kita. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib Tanah Air di dalam tangan kita sendiri. Setelah disuntik dan minum obat. tetap kita menyusun tenaga kita sendiri.” Detik demi detik bergulir…. tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka.persetujuan Bung Karno. Lengannya panjang. Kepada Bu Fat. dan berpapasan dengan Fatmawati. Setelah itu. “Saya sendiri sebetulnya juga capek sekali setelah kembali dari Rengasdengklok dan menyelesaikan pembuatan bendera yang akan dikibarkan hari ini. Ia berpakaian rapi. Bung Karno berkata. dr Soeharto memberinya suntikan chinine-urethan intramusculair. tak lama kemudian Bung Karno tertidur lagi. dijelaskan ihwal sakitnya Bung Karno. tetapi pada hakikatnya. dan suara yang tenang: Saudara-saudara sekalian Saya telah minta Saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. “sudah jam setengah sepuluh mas…”. dengan band pinggang di belakang.30 ketika dr Soeharto melihat Bung Karno terbangun dengan kondisi badan yang lebih sehat. waktu menunjuk pukul 09. tetap kita percaya kepada kekuatan sendir. tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Ia begitu gagah. Dr Soeharto keluar kamar. mengenakan busana serba putih: celana lena putih dan kemeja putih dengan potongan yang populer disebut “kemeja pimpinan”. “Minta Hatta segera datang. Ia segera beranjak dari tempat tidur demi mendengar kata-kata Soeharto. dan meminta Bung Karno meminum broom chinine. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan . Panasnya sudah reda.” Selagi dr Soeharto meneruskan perintah Bung Karno kepada Latief Hendraningrat. bersaku empat. Di dalam zaman Jepang ini. Sebelum membacakan teks proklamasi. Bahkan telah beratus-ratus tahun.

tak lain karena Bung Karno begitu perhatian kepada hal-hal kecil. beberapa saat sebelum detik-detik bersejarah. Dengarlah proklamasi kami: Dan… Bung Karno pun membacakan teks proklamasi dengah khidmat. akan dapat berdiri dengan kuatnya. Bung Karno memiliki sopir khusus seorang warga Roma. berlangsungnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ihwal kedekatan Bung Karno dengan para sopir atau bawahan lain pada umumnya. Begitulah sekelumit kisah. Maka kami. begitu pula sebaliknya. bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita. Cinta Carlos kepada Bung Karno Tahukah Anda. Saudara-saudara! Dengan ini kami nyatakan kebupatan tekad itu.sendiri. Italia bernama Carlos. Permusyawaratanitu seia sekata berpendapat. Bung Karno begitu menyayangi dia. dari seluruh Indonesia. Seperti misalnya setiap kunjungan ke . tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia.

adalah langganan Kedutaan RI setempat setiap kali Bung Karno berkunjung ke sana. Saya dipaksa cuti ke Swiss beserta keluarga. “Your excellency.” ujar Bung Karno suatu hari kepada ajudan Bambang Widjanarko. Carlos sudah muncul di hotel. Dan ketika pada suatu hari Bung Karno berkunjung ke Roma. si sopir itu. dan kesokan paginya. Memang senang bepergian ke luar negeri. Perhatian khusus itu pula yang merebut hati bawahan. apalagi dibiayai perusahaan. memberi hormat ala militer dan berkata. Maka.daerah-daerah. menghadap Bung Karno.” Bung Karno menyambut gembira. serta-merta Bung Karno bertanya kepada Dubes. “Panggil dia pulang. Harus tenang hatinya. kami menjadi lebih gembira lagi. Tapi kemarin sore waktu kami mendapat berita dari perusahaan agar kami segera pulang karena saya harus melayani Paduka Yang Mulia.” . where have you been? I missed you. “Keselamatan kita di tangannya. I am at your service. Bung Karno pun segera bertitah. Carlos. inilah saya… siap melayani Paduka Yang Mulia. dan si sopir bukanlah Carlos. Harus cukup istirahatnya. Bahkan istri saya mendesak agar kami cepat-cepat kembali ke Roma. sehingga mereka benar-benar mencintai Bung Karno. Carlos pun bercerita: “Mungkin Paduka Yang Mulia sudah mendengar ceritanya. Dan. “Well Carlos. diketahui Carlos sedang berlibur ke Swiss atas tanggungan perusahaan. saya mau Carlos!” Perintah pun segara dilaksanakan. Tak terkecuali seorang sopir berkebangsaan Italia. Bung Karno akan selalu dan berkali-kali menanyakan “status kesejahteraan” sopir. dari satu tempat ke tempat lain. Bagaimana kabar istri dan anakanakmu?” Disapa begitu. Harus cukup makannya. “Mengapa sopirnya lain? Ke mana Carlos?” Ketika dicek ke perusahaan tempat Carlos bekerja.

temanteman sekantor Carlos. lantas menyalami semua pengemudi satu per satu. Bung Karno mengucap terima kasih. Demi menjaga peraaan para sopir.” Bung Karno tersenyum menahan haru. maka Bung Karno mengundang mereka makan bersama. dan mereka sangat menyenangi lagu tersebut. mulanya karena usulan teman-temannya yang “iri”.Bung Karno bukanlah pribadi yang egois. para sopir itu sudah belajar dari salah seorang staf kedutaan Indonesia. dan ingin juga melayani Bung Karno. ketika terbetik berita Bung Karno hendak berkunjung ke Roma. para sopir sudah berada di hotel. kembali ke jamuan makan malam terakhir. Maka. . Belakangan diketahui. Nah. terdengar aba-aba: One – two – three ! dan terdengarlah suara para pengemudi itu bernyanyi: “Bung Karno siapa yang punya” “Bung Karno siapa yang punya” “Bung Karno siapa yang punya” “Yang punya kita semua…. Lalu. bahwa kepergian Carlos berlibur ke luar negeri. Pagi yang cerah. sehingga sopir lain berkesempatan melayani Bung Karno. sebelum Bung Karno dan rombongan kembali ke Tanah Air. dalam bahasa Indonesia yang baik. Dari event itu diketahui. keesokan harinya. bersiap dengan mobil masingmasing hendak mengantar rombongan Bung Karno ke bandara. Usai makan spaghetti dan minum anggur dalam suasana pesta kecil. Para pengemudi berkebangsaan Itali menyanyikan lagi yang amat populer ketika itu. Carlos datang bersama 10 temannya. ketika Bung Karno keluar dari hotel hendak menuju mobil. diaturlah agar Carlos pergi. dilihatnya para sopir berjejer di samping pintu sambil memegangi topi.

Soeharto. ayam bakar. Tapi yang paling dia gemari adalah sayur bening (bayam.” ujar Dr. Bung Karno menyukai banyak jenis makanan. Seperti disebut di atas. Jika dikalkulasi. Tuduhan kepadanya umumnya subversi terhadap pemerintah Hindia Belanda. Bung Karno mendekam di balik jeruji besi selama 12 tahun. ia masuk-keluar penjara. kebiasaan makan cepat ternyata dimulai sejak dia “langganan” masukkeluar penjara. sejak zaman pra kemerdekaan. Tentu saja tidak terus menerus. (roso daras) Gaya Makan Bung Karno Tahukah Anda… Bung Karno punya style makan yang unik dan menarik…. Lauknya. jagung) ala Jawa yang terasa agak manis. “Beliau kalau makan cepat sekali selesai. Di kalangan para sahabatnya. telah merebut hati semua pengemudi di Roma…. Nasinya harus pulen.Bung Karno. Pada dasarnya. Bung Karno dikenal sebagai ‘fast eater”…. . dokter pribadi Bung Karno. Usut punya usut. R.

Guntur. Rachma. anak-anak Bung Karno juga sangat dekat dengan budenya. sekaligus menggambarkan kepribadian Sukarno.Nah. Sekalipun begitu. sangatlah dekat. Tak heran. dan Guruh senang jika . meski ia sudah berstatus Presiden Republik Indonesia. atau sering dipanggil Ibu Wardoyo. hubungan persaudaraan Bung Karno dan kakaknya. Panglima Besar Angkatan Perang. Bahkan untuk penjaga yang ketat. (roso daras) Bung Karno Marah kepada Ibu Wardoyo Sedikitnya ada dua kejadian yang menggambarkan kemarahan Bung Karno kepada kakak kandungnya. frekuensi kunjungan Ibu Wardoyo ke Istana menjadi semakin intens. dan merasakan sesuatu yang mengusik nuraninya. jika makannya harus dengan teor mengunyah 33 kali…. kemarahan Bung Karno bersifat spontan. Kemarahan yang pada waktu itu. di dalam penjara. Sukma. terlebih jika mendengar. Pemimpin Besar Revolusi. tiga menit harus selesai. cukup beralasan. Rata-rata jatah makan tiga menit. Karenanya. Mega. jatah waktu untuk makan (dan minum) tidak pernah lebih dari lima menit. bahwa pada galibnya. Sekalipun begitu. Sukarmini Wardoyo. Bahkan. Ibu Wardoyo. manakala Fatmawati meninggalkan Istana. melihat. Kebiasaan makan cepat itulah yang kemudian terbawa oleh Bung Karno. harus dikemukakan terlebih dahulu di sini. untuk minum 1 menit. Sebaliknya. sesuai karakternya yang memang meledak-ledak. waktu habis baru dapat beberapa suap.

Menjawab pertanyaan. apa yang membuat Bung Karno marah kepada kakaknya?” Kemarahan pertama ditunjukkan Bung Karno ketika ia mengetahui Ibu Wardoyo berlatih main tenis lapangan. Baiklah. sangatlah kuat. Kiranya cukup penggambaran mengenai hubungan Bung Karno dan Ibu Wardoyo. dalam rangka . Permainan tenis lapangan. oleh Bung Karno disebut sebagai permainan mewah dan jauh dari suasana batin rakyat Indonesia. Kemarahan itu dipicu dari upaya seorang pengusaha Belanda untuk memasukkan proposal proyek kepada pemerintah Republik Indonesia.kedatangan budenya. “Lantas. bahwa jalinan tali persaudaraan Bung Karno dengan kakaknya. Kemudian. Maklumlah. olahraga tenis lapangan memang hanya dimainkan kalangan orang-orang kaya. pada waktu itu. kemarahan besar. Itu artinya. Kiranya. Lantas. Lagi-lagi. sekali lagi harus dikemukakan di sini. harus pula dipahami sebagai sebuah ekspresi kasih. kemarahan apa lagi? Kali ini. Ibu Wardoyo-lah alamat amarah Bung Karno. dan kemudian menggemari tenis lapangan sebagai olahraga rutin. sekitar tahun 50-an. jika Bung Karno sampai marah kepada “mbakyu”-nya. gambaran di atas cukup bagi kita untuk meyakini. Bung Karno tidak mau salah satu anggota keluarganya memainkan olahraga orang kaya itu.

itu tugas berat dan rumit. Bambang bercerita. sedangkan yang lain –istri. Bung Karno Melamar Rahmi Tengah Malam . Nah. serta kedekatan Ibu Wardoyo dengan putraputri Bung Karno. Bambang mendapatkan cerita seperti terpapar di atas. Bambang Widjanarko terkait peristiwa di atas. saya sedang marah kepadanya. Ibu Wardoyo lupa. Kepala Rumah Tangga Istana. Dari Pak Hardjo pula. Bung Karno meremas proposal itu dan membantingnya ke lantai. Celakanya. anak. Bung Karno selalu menanamkan kepada istri-istri. yang tampak pada diri Sukarno.mengegolkan proposal tersebut. dan keluarga. bukan presiden untuk saudaranya. untuk diteruskan kepada Sukarno.” Bambang yang tidak tahu duduk persoalan sebenarnya. Dengan geram. secara umum. baik semasa hidup maupun setelah jazadnya menyatu dengan bumi. bahwa suatu hari ia dipanggil Bung Karno masuk kamarnya di Istana Merdeka. Sukarno dalam kapasitas sebagai Presiden Republik Indonesia. versi Pak Hardjo adalah. saudara– adalah rakyat biasa. adiknya. Pak. Kemudian. Ibu Wardoyo menyanggupi permintaan pengusaha Belanda itu. Karenanya. bersambung ke penuturan ajudan Bung Karno. anak-anak dan anggota keluarga. dan sang ajudan mengatakan bahwa proposal itu merupakan titipan Ibu Wardoyo. anak-anak. diserahkanlah proposal itu kepada ajudan. sekaligus membenarkan bahwa peristiwa itu bukan isapan jempol. Satu hal. bahwa Bung Karno tahu ada pengusaha Belanda “memakai” Ibu Wardoyo untuk mengegolkan proyek ke Presiden Sukarno. kakaknya. toh Bambang harus menjawab. saya tidak mau bertemu Mbakyu Wardoyo dalam satu bulan. Para istri. Karenanya. “Siap. “Bambang. justru dari sebuah suratkabar Belanda. bahwa yang menjadi Presiden adalah Sukarno. ia sangat marah ketika menerima proposal itu dari ajudan. Sedikit yang membedakan. Tapi.” Bambang tahu. Dalam banyak kesempatan. Sebab di sisi lain. adalah Presiden bagi bangsa dan negaranya. membawa proposal tadi kepada Sukarno. menyadari dan memahami sepenuhnya. Lebih baik kamu usahakan agar Mbakyu tidak datang ke Istana ini. baik lisan maupun melalui sikap yang tegas. pengusaha Belanda itu melakukan pendekatan khusus kepada Ibu Wardoyo. adalah sosok seorang Presiden yang begitu kuat dan mandiri. segera menghubungi Pak Hardjowardoyo. Penuturan tadi. ia mengetahui betul kedekatan Bung Karno dengan Ibu Wardoyo.

Di Palestina ada Yasser Arafat. dalam suatu kesempatan yang rileks pasca kemerdekaan. tapi saya belum tahu namanya. tapi Bung Karno tetap keukeuh bertamu malam itu juga. foto: Meutia Hatta dan Halida Hatta Meski sempat diingatkan ihwal jam yang menunjuk tengah malam. Keduanya sama-sama ber-"Nazar” atau berikrar tidak akan menikah sebelum negaranya merdeka. atau yang sekarang dikenal sebagai Jl. “Seorang gadis yang kita jumpai waktu kita berkunjung ke Institut Pasteur Bandung. 11. Indonesia sudah merdeka. Dia begini.” Usut punya usut. Maka. Terlebih. Ketika Bung Karno bertanya kepada Hatta ihwal gadis mana yang memikat hatinya. selidik punya selidik. Hatta tidak menampik topik melepas masa lajang. Karenanya. Hatta menjawab. Bung Karno pun menyatakan siap menjadi mak comblang. menanyakan tentang calon pasangan hidup. Ia berdalih. karena ia kenal baik dengan keluarga Rahim. tidak menjadi soal. Setidaknya karena dua alasan. Bung Karno. jam 23. Pertama. bahkan melamarkan gadis yang ditaksirnya. Bung Karno bertamu hampir tengah malam. ia sempatkan mampir ke rumah keluarga Rahim di Burgermeester Koops Weg.00. Pajajaran No. ketika kira-kira sebulan setelah proklamasi Bung Karno berunjung ke Bandung. Persahabatan lama yang telah terjalin sejak Bung Karno kuliah . Kedua. di Indonesia ada Mohamad Hatta. gadis Parahyangan yang ditaksir Hatta adalah putri keluarga Rahim (Haji Abdul Rahim). 43 tahun. begitu…. usia Hatta tidak muda lagi.

“Saya datang untuk melamar. Apa lacur. adik Rahmi. “Melamar siapa? Untuk siapa?” Bung Karno langsung menjawab. Alkisah. keluarga besar Bung Karno dan Fatmawati. yang bernama Titi. Gemala. Dari pernikahan itu. Nama Meutia datang dari neneknya yang asli Aceh. Hatta dan Rahmi resmi menikah di Megamendung pada tanggal 18 November 1945. Rahim bertanya serempak. dengan alasan. disusul kelahiran putri keduanya. (roso daras) Cicak dan Siul Perkutut di Penjara Banceuy . mengingat Bung Karno datang bertamu tidak kenal waktu. dan putri ketiga Halida Nuriah.” Tuan dan Ny. setiba di rumah keluarga Rahim. lahirlah putri pertama mereka.di THS (sekarang ITB) Bandung. Meutia Farida yang lahir di Yogyakarta 21 Maret 1947. Sebuah dampratan antarteman. tetapi toh mereka bahagia. Rahim dan diutarakanlah niatnya. sempat mempengaruhi Rahmi supaya menolak lamaran Bung Karno. Untuk mereda dampratan tadi. Hatta jauh lebih tua dari Rahmi. Bung Karno meminta Rahmi melihat Fatmawati yang juga berbeda usia cukup jauh dengan Bung Karno. Berkat “rayuan” Bung Karno pula akhirnya Rahmi menerima pinangan tadi. Sedangkan Farida diambil dari nama permaisuri Raja Farouk dari Mesir yang cantik jelita. Rahim. Setelah itu. “Melamar Rahmi untuk Hatta. hanya disaksikan keluarga besar Rahim. ia disambut dampratan dari Ny.” Dalam kisah lain diceritakan. dipeluklah Ny.

memejamkan mata. Gatot di sel 7. dengan lubang kecil yang hanya bisa dipakai mengintip lurus ke depan.Masuk-keluar penjara bagi Sukarno adalah konsekuensi perjuangan. Sukarno merasakan betapa lembab. berpintu besi. ia akan berbagi nasi dengan cicak-cicak itu. “Teman” yang lain? Adalah bayangan-bayangan ghaib yang hingga ajalnya. Ketika makanan diantar. Teman seperjuangan. Aktivitas politiknya bersama wadah PNI telah menyeretnya ke jerat hukum. Maskun di sel nomor 9. bobrok. Teman Sukarno selama di Banceuy hanya cicak-cicak di dinding. menempati Blok F kamar nomor 5. Kemudian secara perlayan berangsur mengecil hingga ke ukuran normal. Sel itu tak berjendela. Entahlah. dan melemaskan suasana “kuburan” Banceuy. Dalih itu pula yang dijadikan pembenar bagi Belanda untuk menyergap. Penjara Banceuy adalah satu kisah tersendiri dalam perjalanan hidup pahlawan proklamator kita. pekat. Bangunan penjara yang didirikan abad ke-19 itu. menggerebek. Sukarno sendiri tak pernah bisa memecahkannya. Lebar sel yang ditempati Sukarno hanyalah 1. Membesarnya tangan kanan. . Yang pertama adalah bayangan ketika ia merebahkan diri.5 meter persegi. dan membekuk Sukarno dan kawan-kawan seperjuangan. dan tangan kanannya membesar… besar… besar… bahkan serasa lebih besar dari ruang sel itu sendiri. dan tahanan pepetek. Sukarno sebagai tahanan politik. dan tua. dan Supriadinata 11. Di dalamnya terdapat dua bagian sel. Awal tahun 1930 ia diringkus dan dijebloskan ke Penjara Banceuy. yang separuhnya sudah terpakai untuk tidur. hukum Hindia Belanda tentunya! Ia dituding –atau tepatnya diskenariokan– sebagai provokator yang sedia melakukan pemberontakan. hanya bisa diduga sebagai satu perlambang akan besarnya kekuasaan yang ada pada tangan Sukarno di kelak kemudian hari. Sebuah sebutan untuk rakyat jelata. pengap. masing-masing untuk tahanan politik. kondisinya kotor.

menyanyi. meski persidangan tahun 1930 itu. mengingat penjara Banceuy terletak di pusat kota Bandung. adalah sahabat Sukarno melewati hari-hari yang berat di Penjara Banceuy. ia dibebaskan. Sebelum ia menghirup udara bebas. begitu jelas hingga seolah ia rasakan ada di pangkuannya.Bayangan yang lain adalah suara burung perkutut. Ini tentu ganjil. Alhasil. suasana sunyi senyap. bersiul. 31 Desember 1931. Berkat pembelaannya yang dikenal sebagai “Indonesia Menggugat”. dapatkah tuan menerima kebenaran kata-kata ini? Apakah tuan betul-betul akan memulai kehidupan baru?” BK segera memegang tiang pintu kebebasan dengan tangan kanannya. Sukarno mendengar suara burung perkutut. Anehnya. telah tersebar sebuah tulisan dengan judul “Saya Memulai Kehidupan Baru”. dan menjawab. Gemblengan Sukamiskin Dua tahun lamanya BK mendekam di Penjara Sukamiskin. tak seorang pun pernah mendengarnya. majelis hakim mengganjarnya dengan hukuman 4 tahun penjara. Banyak ahli hukum negeri Kincir Angin itu memprotes dan mengkritik hukuman atas BK. tidak ada burung hidup di sekitar penjara. “Ir. Sipir penjara yang melepas BK hingga ke pintu gerbang Penjara Sukamiskin pun bertanya. kecuali Sukarno. Sukarno. Namun ketika malam telah larut. Cicak-cicak di dinding serta suara burung perkutut di ujung malam. Semua tuduhan tak pernah bisa dibuktikan dalam persidangan. kasus yang menikam BK tersebar hingga ke Belanda. Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengubah masa hukuman BK menjadi dua tahun. Atas berbagai protes itulah. “Seorang pemimpin tidak berubah karena . yang notabene tidak berdasar.

ia segera menuju pelataran dan berbaring telentang di atas tanah. Menurutnya. Berjemur ala Sukarno. Kisah heroik selama dalam penjara. Jika dua titik lubang jarum. setelah sekian lama dibenamkan dalam sel yang dingin. Sampai-sampai. (roso daras) Amerika. Kata dirangkai menjadi kalimat. “Go To Hell With Your Aid” Puncak kekesalan Bung Karno kepada Amerika Serikat. yang terutama adalah pengasingan dirinya di sebuah sel yang begitu lembab. Inggit Garnasih.” Begitulah. akan ia rangkai menjadi kata. artinya ada pejuang yang tertangkap. seorang Sukarno memegang teguh prinsipnya. Inggit mengirimkan kitab Alquran. Kalimat yang . terus terpupuk. Sandi juga dikirim lewat berbagai cara. “Amerika… go to hell with your aid“.hukuman. senantiasa terjalin. artinya keadaan lancar. Sandi-sandi komunikasi antara dirinya dengan elemen pejuang di luar penjara. BK segera mengingat tanggal Quran itu dikirim. tangannya akan meraba di bagian bawah halaman yang dimaksud. Nah. kemudian membuka pada surah di halaman yang sesuai tanggal dikirimnya Alquran tadi. dan saya meninggalkan penjara dengan pikiran yang sama. ia telah melewati siksaan dahsyat. sehingga tersusunlah informasi. Jika tiga titik. pekat dan lembab. jika ia diberi waktu untuk keluar sel di siang hari. artinya terjadi penyergapan besarbesaran. Maka pada abjad yang dititik menggunakan jarum jahit. selalu diraba BK sebelum dikupas untuk dimakan. Setiap butir telor yang dikirim istrinya. Suatu ketika. sekalipun selama dua tahun. Begitulah sekelumit kisah Sukarno di balik penjara Sukamiskin. itulah satu-satunya cara untuk mengeringkan tubuh dan tulang-tulangnya yang paling dalam. Jika ia mendapati satu lubang jarum. diteriakkan dalam kalimat yang sangat terkenal hingga hari ini. Saya masuk penjara untuk memperjuangkan kemerdekan.

Indonesia yang ingin berdiri di atas kaki sendiri.diucapkan dengan menggelegar karena meregang amarah. kemudian mereka berkata. “(Jika ingin mencabut bantuan) Mengapa tidak mencabutnya diam-diam? Mengapa harus berteriak-teriak mengumumkan kepada dunia? Janganlah perlakukan Sukarno di muka umum. pada hakikatnya. Bung Karno menyesalkan. pada hakikatnya adalah utang yang harus dibayar kembali berikut segala bunganya. Amerika Serikat tidak memberikan hadiah cuma-cuma kepada Indonesia. manakala para senator berpidato di muka umum tentang pencabutan bantuan kepada Indonesia. Kedua. Amerika menaruh perhatian kepada negara terbelakang seperti Indonesia ketika itu. Karenanya. Sementara. Quezon pernah mengatakan. Manakala negara yang dibantu tidak “berkelakuan baik” sesuai kehendak mereka. Bahkan. tetapi juga merendahkan Indonesia sebagai bangsa. Oleh .” Dan. seperti seorang anak yang tak berguna dengan menolak memberinya gula-gula lagi. “Ambillah… ambillah saudara kami yang malang dan melarat… ambillah uang ini. Mereka tidak saja menampar muka Sukarno di muka umum. lebih dari itu. dalam biografi yang dituturkan melalui Cindy Adams. Pemerintah Amerika mengumumkan di koran-koran di seluruh dunia tentang pencabutan bantuan kepada Indonesia… ketika itu pula Bung Karno merasa Amerika Serikat bukanlah sahabat. “Lebih baik pergi ke neraka tanpa Amerika. kecuali jika engkau berkelakuan baik!” Tentang ini. karena Indonesia merupakan pasar yang baik untuk barangbarang mereka. mereka takut Indonesia menjadi komunis. dengan semena-mena lantas mengancam. bukan hadiah dari seorang paman yang kaya raya kepada keponakanya yang melarat. dan kami takkan melakukannya lagi. Kami sudah mengemisngemis selama hidup. sejatinya tidak menginginkan bantuan cuma-cuma. “Bantuan” itu adalah suatu pinjaman dan harus dibayar kembali. Sementara Amerika mengira seolah-olah Indonesia adalah ibarat orang melarat. Karenanya. Bantuan mereka. sebagai negara baru. sampai dia menjadi anak yang manis. Ia ingatkan sekali lagi. Bukan saja karena Amerika adalah negeri super power dan Indonesia adalah negeri yang baru merdeka. “Kami sama sekali tidak meminta Amerika supaya memberi uang secara cuma-cuma. daripada pergi ke surga bersama-sama dengan dia. ia memerlukan sedikitnya empat paragraf untuk menjelaskan sikap kerasnya kepada Amerika Serikat. yang dimaksud bantuan adalah bukan cuma-cuma.” Bung Karno menegaskan. karena dua alasan. Ada pertolongan lain yang dapat mereka berikan. tentu saja mengagetkan banyak pihak. Indonesia sangat berterima kasih atas semua bantuan yang telah Amerika ulurkan kepada bangsa Indonesia. sikap Presiden Filipina Manuel Quezon sama dengan Bung Karno. “Kami tidak akan berikan lagi.” Sungguh suatu anggapan yang tidak betul. Indonesia sejatinya masih membutuhkan bantuan negara lain. yakni persahabatan. “Anggapan yang munafik!” pekik Bung Karno. Pertama. Pertama-tama ia jelaskan arti kata “bantuan”.

Dalam berbagai lawatan ke luar negeri. Karena itu pula. Ilyushin L. Nah. atau sedang berkembang. saat usia kemerdekaan kita masih berbilang belasan tahun. Sikap Bung Karno? Sangat jelas. Rusia terang-terangan keberatan bila Bung Karno datang menggunakan PanAm dan mendarat di Moskow. Ini sempat jadi masalah diplomatik. utamanya penguasa Blok Kapitalis (Amerika Serikat) dan Blok Komunis (Rusia atau Uni Sovyet). lengkap beserta kru untuk rombongan Presiden Sukarno. Kedua negara adidaya yang terlibat perang dingin karena beda ideologi tadi. pemerintah Indonesia menyewa pesawat komersil Pan America (PanAm). bukan berarti Indonesia adalah negara yang istilah Bung Karno hanya “duduk thenguk-thenguk” tanpa berbuat apa-apa bagi peradaban dunia. sebuah kekuatan baru. akan menjemput Bung Karno di Jakarta menggunakan pesawat Rusia yang lebih besar. pihak pemerintah Rusia mengajukan usul. Bung Karno berhasil menggalang kekuatan-kekuatan baru yang ia wadahi dalam NEFO (New Emerging Forces).111. Indonesia –dan Bung Karno– sudah menjadi bangsa dan negara yang dihargai oleh para pemimpin negara besar. ‘Persetan dengan bantuanmu!’” (roso daras) Kruschev Meledek Pesawat Bung Karno Tahun 60-an. lebih perkasa. . tidak ada satu pun perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang mempunyai hubungan tetap dengan Moskow. Karena itu. dia menyuarakan kepada dunia sebagai negara nonblok. Sekalipun begitu. memenuhi undangan Kamerad Nikita Kruschev. terdiri atas negaranegara yang baru merdeka.karena sikap yang begitu itu. ketika Bung Karno hendak berkunjung ke Rusia. maka Sukarno tidak punya pilihan lain kecuali mengatakan. Sebab waktu itu. Nonblok yang aktif. ini cerita tentang pesawat terbang. saling berebut pengaruh terhadap Indonesia.

Kisah asmara Bung Karno dan Hartini. jenis Ilyushin seri L. lepas dari pendudukan Belanda dan Jepang. Ya… mengalah kepada Sukarno. tampak benar betapa kecilnya pesawat Amerika itu bila dibanding dengan pesawat jet raksasa buatan Rusia. Pemerintah Rusia pun mengalah. Dalam kunjungan . “Kamerad Kruschev. Akan tetapi. Bung Karno hanya tersenyum lebar dan menjawab.Sudah watak Bung Karno untuk tidak mau didikte oleh pemimpin negara mana pun. tampaknya Rusia tidak mau kehilangan muka sama sekali. Belum cukup dengan aksi “unjuk gigi” tadi. masih pula menambahkan. ia dengan senang hati akan membatalkan kunjungan ke Rusia. “Hai. atas usulan Rusia tadi. Bung Karno menolak. Karenanya. presiden dari sebuah negara yang belum lama berstatus sebagai negara merdeka.” (roso daras) “Cinta Lodeh” Bung Karno dan Hartini Hartini. Sungguh kisah yang unik dan dramatik. ketika “ditemukan” Bung Karno di Salatiga. patut diangkat. ketika pesawat PanAm jenis DC-8 mendarat di bandar udara Moskow. dengan mendaratnya sebuah pesawat Amerika –musuhnya– di tanah Moskow. tahun 1952. Bahkan jika kedatangannya menggunakan PanAm ditolak. Kruschev yang menjemput Bung Karno di lapangan terbang. Seketika. tepatnya 7 Juli 1954 di Bogor. Termasuk dalam urusan pesawat jenis apa yang hendak ia gunakan. memang benar pesawatmu kelihatan jauh lebih besar dan gagah. Bung Karno! Itukah pesawat kapitalis yang engkau senangi? Lihatlah. Hari itu.111. Bung Karno dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. adalah seorang janda beranak lima. demi memperingati hari pernikahan mereka 55 tahun yang lalu. Alhasil. petugas traffic bandara langsung mengarahkan pesawat yang ditumpangi Sukarno dan rombongan parkir tepat di antara dua pesawat terbang “raksasa” buatan Rusia. tetapi saya merasa lebih comfortable dalam pesawat PanAm yang lebih kecil itu. tidakkah pesawat-pesawatku lebih perkasa?” Mendengar ucapan itu.

Wanita yang di kemudian hari dikenal sebagai Hartini itu. lautan manusia diam seketika diam. Lahap sekali. setting berganti ke suasana kesibukan luar biasa di kediaman Walikota Salatiga. Bung Karno membuka pidato dengan lantunan tembang “Suwe Ora Jamu”…. Demi mendengar Bung Karno akan singgah. Singkat kalimat. ada yang ikut menyanyi. segera menikmati hidangan makan siang. Di lapangan itulah Bung Karno akan menyapa rakyat Salatiga dalam pidato yang selalu ditunggu-tunggu rakyat dengan antusias. Jadilah Bung Karno dan yang lain. Sang perut pun mengirim sinyal “lapar” kepada tuannya. rambut hitam sepinggang. menyambarnyambar hidung siapa saja di dekatnya. tersirep oleh suasana magis. Begitu yang tampak pada suasana selanjutnya. Ya. rombongan Presiden dijadwalkan singgah di Salatiga. hidangan telah lengkap tersaji. Sesampai di sana. dan… senyum manis tersungging di bibir yang merekah indah. kita pindah setting ke Lapangan Tamansari.tersebut. menyambut kedatangan Presiden Sukarno. ada yang bertepuk tangan. Sepasukan ibu-ibu sibuk menyiapkan ini dan itu. Lahap. Bung Karno? Dia langsung menyambar sayur lodeh di depannya. Ya… sayur lodeh masakan Hartini di dapur tadi. Aroma masakan olahan dapur dari para juru masak pilihan. Sejurus kemudian. Suwe ora jamu Jamu pisan jamu kapulogo Suwe ora ketemu Ketemu pisan nang Solotigo… Kontan saja. tampak sosok perempuan berwajah lembut. Dialah Siti Suhartini. karena di kediaman Walikota itulah Bung Karno akan rehat sejenak sekaligus makan siang. dan rakyat mengelu-elukan dengan semarak. Sejenak. Bung Karno sudah tiba. Rakyat siap *****ik “Merdeka!!!” sekuat-kuatnya jika nanti Bung Karno menguluk salam. rakyat bergemuruh. menuju kediaman Walikota Salatiga. ada yang *****ik Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!! Jelaslah… hati rakyat benar-benar terjerat oleh daya pikat Bung Karno. menikmat alunan tinggi dan rendah suara Singa Podium. yang tinggal sekitar 100 meter dari rumah Walikota Salatiga. mulai dari menyiapkan meja jamuan makan sampai ke urusan masak-memasak di dapur. ajudan dan pengawal. Ia sendiri merasa “pe-de” dengan masakah sayur lodehnya. usai berpidato Bung Karno diiringkan pejabat daerah. Ternyata. dan kebetulan pula. memasak sayur lodeh untuk melengkapi masakan-masakan yang lain. sejak pagi rakyat kota Salatiga dan sekitarnya berbondong-bondong menjejali Lapangan Tamansari. pagi tadi ia “dijawil” Walikota untuk ikut membantu di dapur. menanti Bung Karno mengucap kata. karena sayur lodeh memang . ketika Bung Karno berpidato dengan berapi-api. dan rakyat khidmat menyimak kata demi kata. berkulit bersih kuning langsat. suasana hening. Di antara kaum perempuan yang sedang sibuk di dapur. Ibarat cerita layar perak. perawakan semampai.

melihat. sampai-sampai seusai jamuan. Bahkan. Hartini ingat betul. bayang-bayang wajah ayu Hartini tetap meliuk-liuk indah menemani tatapan-tatapan kosong Sukarno. “Siapa yang masak sayur lodeh yang enak ini. Sambil tetap memegang tangan Hartini. Bung Karno menjabat tangan Hartini begitu hangat dan… lama! Bung Karno benar-benar terkesiap oleh kecantikan Hartini dengan segala kelebihannya sebagai sesosok perempuan. menjadi santapan lamunan Sukarno. menyisakan satu ruang kosong di ruang pikirnya. Artinya. Tien…” Inilah babak berikut. Begitu enaknya sayur lodeh di rumah Walikota Salatiga. jagoan pemasak sayur lodeh. Sri Hartini pun didorong-dorong oleh teman-temannya untuk maju… maju… menunjukkan diri. bahkan kalau boleh mendekap.” Anda bayangkan sendirilah suasana ketika itu. di situ ada antusiasme siapa pun untuk mendekat. Saya ingin mengucap terima kasih kepadanya. pasca pertemuan pandang yang pertama antara Presiden Sukarno dan Hartini di rumah Walikota Salatiga. sebutir pikir. gugup dan senang ketika maju dan mengulurkan tangan kepada Bung Karno. para perempuan yang bertugas di dapur menjadi gaduh. telah tertinggal di Salatiga. menemui Presiden. “Rumahnya di mana? Anaknya berapa? Suami?” Demi waktu. sesampai di Jakarta. Ia mengaku. di rumah Walikota Salatiga. Dalam buku Srihana-Srihani Biografi Hartini Sukarno. Benar. serta sorot mata lembut tapi menusuk. Bung Karno menyempatkan diri bertanya. ketika Bung Karno menanyakan si pemasak lodeh. Di mana ada Bung Karno. Maka. Bung Karno bertanya basi. . hari itu Sukarno jatuh cinta kepada Hartini pada pandangan pertama.merupakan menu kesukaan Bung Karno. terpapar pengakuan Hartini ihwal momen yang kemudian mengubah jalan hidupnya. menyisakan satu ruang yang hampa di ruang hatinya. sebongkah rasa. bersama kenangan mendebarkan saat jumpa Hartini. Itu pula yang dikatakan Sukarno di kemudian hari dalam surat-surat cintanya kepada Hartini. Acara-acara kepresidenan selanjutnya. Perjalanan dinas selanjutnya. Senyum manis dari bibir yang indah. bahkan mencium kakinya jika diizinkan. dan menerima ucapan terima kasihnya. (roso daras) “Tuhan Telah Mempertemukan Kita.

dengan segala konsekuensi yang telah dipikirkannya. tercatat dalam sejarah cinta Sukarno – Hartini. Sukarno langsung mengambil secarik kertas. Orangtua Hartini menjawab pertimbangan putrinya dengan mengatakan. Hartini? Ia makin gundah… makin gulana…. Akan tetapi. Adalah Bung Karno yang juga memberikan nama SRIHANI kepada Hartini. Bung Karno terus menebar jala cinta. Lokasinya? Di Candi Prambanan. “Ketika aku melihatmu untuk kali yang pertama.” Satu tahun berhubungan cinta melalui surat dan sedikit pertemuan. dalam bahasa yang begitu indah. serta diselang-seling sisipan mutiara kata dalam bahasa Belanda dan Inggris. Dalam kecamuk pikir dan gemuruh hati. Hartini tidak pernah menyangka bahwa pria yang dimaksud telah memiliki first lady. memungut sebuah pena. Belum selesai hatinya galau demi menerima surat cinta dari Presiden Republik Indonesia. Hartini hanya bisa berpaling kepada kedua orangtuanya. kaget bukan kepalang. dan aku mencintaimu. sangat mungkin masih mendamba kehadiran seorang pria. Bung Karno melamar lagi. Ihwal nama SRIHANA? Itu adalah nama samaran Bung Karno. SRIHANA. Untaian kata-kata cinta tadi. sudah datang lagi telegramtelegram. dan surat-surat bernada cinta selanjutnya. melalui ungkapan kata-kata puitis dalam surat-suratnya. memang telah tumbuh subuh di hati Hartini. Opo kowe kuat? Tanyakan hatimu. dengan paras yang begitu ayu mempesona. hatiku bergetar. sebagai nama samaran pula. jika pria yang dimaksud adalah seorang Presiden. bangkit dari lamunan.” Itulah goresan kata.Bangkit dari himpitan cinta. Si penerima surat yang dipanggil dengan panggilan kesayangan “Tien”. Apalagi. Janda dalam usia 28 tahun. “Dimadu itu abot (berat). dan menulis sebaris kata. Mungkin kau pun mempunyai perasaan yang sama. biarpun oleh raja atau presiden. Alhasil. Pak Osan Murawi dan Mbok Mairah. tercatat sebagai pertemuan kedua antara Bung Karno dan Hartini. Lagi. terlebih setelah bertubi-tubi menerima kiriman surat cinta. sebagai surat cinta pertama. Hartini tidak pernah menduga. Hartini begitu mengagumi Bung Karno. Hartini masih tetap belum bersedia. Apa pun keputusanmu kami memberi restu. ketika Bung Karno melamarnya untuk bersedia dijadikan istri kedua. Begitu salah satu surat cinta yang datang kemudian. Fatmawati. Bahkan. Ttd: …. akhirnya Hartini tak kuasa menolak pinangan Bung Karno. . Tahun 1953. surat-menyurat Bung Karno – Hartini selanjutnya terus mengalir menggunakan nama samaran SRIHANA – SRIHANI. Bung Karno mengulang lamarannya. Hartini tidak serta merta memberi jawab. Ini adalah takdir. yang kemudian dititipkan pada seseorang untuk segera disampaikan kepada Hartini nun di Salatiga sana. benih-benih cinta yang disemai Bung Karno. “Tuhan telah mempertemukan kita Tien. Hartini belum juga memutus kata. Selama itu pula.

“Ya… dalem bersedia menjadi istri Nandalem” (Ya. kayu yang dibuat sebagai tongkat pun bukan sembarang kayu. percaya betul bahwa tongkat komando Bung Karno bukanlah sembarang tongkat. itu artinya bukan pucang kalak. tidak sedikit yang menampakkan sosok Putra Sang Fajar itu memegang atau mengempit tongkat komando. yang berisi keris pusaka ampuh. Kapolri. tetapi dipercaya pucang kalak memiliki ciri khas. saya istri kedua. Panglima Kodam. melainkan kayu pucang kalak. Pucang biasa. di atas persemayaman itulah tumbuh pohon pucang. Nah. dan tidak bisa dinalar dengan pola pikir normal. tentu saja merupakan hal yang wajar jika ia sering terlihat memegang tokat komando. Pucang adalah jenis kayu. karena kami sama-sama wanita. kelompok ini. Tetapi jika yang tampak dalam bayangan air adalah bentuk kayu. yang banyak tumbuh di seantero negeri. tidak sedikit yang menghubungkan dengan besarnya pengaruh Sukarno. Kalangan yang percaya hal-hal ghaib. Misteri Tongkat Komando Bung Karno Dalam banyak dokumentasi foto Bung Karno. memegang tongkat komando. Sama seperti yang sering kita lihat. tapi dengan syarat. Salah satu cara untuk mengetes keaslian kayu pucang kalak. Dalam hierarki kemiliteran. ketika Panglima TNI. Alhasil. Saya tidak mau Ibu Fat diceraikan. Tidak sedikit yang menghubungkan dengan kemampuannya menyirap kawan maupun lawan. Tidak sedikit yang menghubungkan dengan “kesaktian” Sukarno. Begitulah sudut pandang mistis masyarakat spiritual terhadap tongkat komando Bung Karno. Di antara kalangan mereka. sedangkan Kalak adalah nama tempat di selatan Ponorogo. Jika bayangan di dalam air menyerupai seekor ular yang sedang berenang. sehingga lolos . Bahkan. maka berarti kayu pucang kalak itu asli. pegang tongkat tadi di atas permukaan air. Ibu Fat tetap first lady. Di pegunungan Kalak terdapat tempat persemayaman keramat. sejak dulu sampai sekarang. Tongkat komando Bung Karno adalah tongkat sakti. tidak begitu dari kacamata spiritual. saya bersedia menjadi istri tuan). begitu eksis di Indonesia. Ada begitu banyak jenis kayu pucang. Kalangan yang percaya adanya hal-hal metafisik yang tidak bisa dibahas dengan kalimat lugas. Nah. Kalangan yang percaya adanya kekuatan tertentu pada benda-benda keramat. atau utara Pacitan.Jawaban Hartini. posisinya sebagai Panglima Tertinggi. Akan tetapi.

Tak jarang. Cindy Adams. Kepada penulis biografinya. Termasuk foto ilustrasi di atas.” Media massa Barat membuat laporan-laporan yang mendiskreditkan Sukarno. Dikutuk seperti Bandit. Ketika . memaksa bertemu Presidennya sebelum ajal menjemput. aku bisa mampus. berjalan kaki 23 hari lamanya. tidak dapat diramalkan dan tidak dapat dikuasai. Apa kata Bung Karno? “Ah… itu semua karena lindungan Allah. yang menggambarkan begitu ia dipuja bagaikan Dewa. Dubes senior Inggris di tahun 60-an pernah berkirim surat ke alamat Downing Street 10 London (alamat Kantor Perdana Menteri). Ia menyatakan. Bung Karno mengibaratkan dirinya dikutuk seperti bandit. tidak ada manusia di abad ke-20 yang menimbulkan begitu banyak perasaan pro dan kontra seperti dia. Hal itu tentu menjadi kontradiktif dengan sisi yang lain. yang entah faktual entah fiktif. dan dipuja laksana Dewa. “Presiden Sukarno tidak dapat dikendalikan. dirinya sudah berjanji. Namun kalau pada waktu-waktu yang akan datang Tuhan tidak setuju dengan apa-apa yang aku kerjakan. karena Ia setuju dengan apa-apa yang aku kerjakan selama ini. Tulisnya. sebelum mati akan melihat wajah presidennya dan menunjukkan kecintaan serta kesetiaan kepadanya. Dipuja Laksana Dewa Begitulah Sukarno.dari beberapa kali usaha pembunuhan. niscaya dalam peristiwa (pembunuhan) itu. membawa seikat talas untuk dipersembahkan kepada presidennya. Sepertinya. Dia seperti tikus yang terdesak. seorang lelaki berjalan kaki dari kampungnya. seorang kakek-kakek datang ke Istana. untuk dapat bersujud mencium kaki Sukarno. meski sumbernya seorang abang becak. Ada pula kisah seorang nelayan uzur.” (roso daras) Bung Karno.

Apalagi. Karenanya. Dewa Hujan dalam agama Hindu. senantiasa dimaknai sebagai turunnya hujan. Kalau tidak. Termasuk petani kelapa yang bersikeras meminta air kepada Bung Karno. dan menyambutnya dengan ramah. Suatu malam ia bermimpi. Sukarno paham betul. ketika Sukarno datang ke Bali. tepat setelah Bung Karno tiba. ketika Bung Karno terbang ke Bali dalam musim kering. ketika Bung Karno hadir dalam suatu acara. Di Pulau Bali. John F. biarlah saya memakan apa-apa yang telah dijamah sendiri oleh Presidenku. Dalam persoalan di atas. Tetapi yang jelas. saya tidak akan datang. bahwa ia harus pergi menemui Bung Karno untuk meminta air bagi kesembuhan anaknya. (roso daras) “Tuan Punya Bom Atom. “Jangan biarkan orang mengambil piring Presiden. tapi Saya Punya Seni” Adalah kebiasaan Presiden AS.” ujar perempuan itu bersemangat. Sambut saya di bawah. Mereka yakin. Tapi protokol itu tidak berlaku bagi Sukarno. Berikanlah kepada saya sisanya. Seperti yang dilakukan seorang petani kelapa yang sedang bersedih karena sudah berbulan-bulan anaknya sakit keras. Tidak sedikit kisah-kisah unik lain. ia pun langsung bersimpuh. Bung Karno sendiri memenuhi permintaan rakyat yang dicintainya. muncul pula cerita-cerita unik. Dan itu dinyatakan langsung kepada protokol Gedung Putih. Tidak jarang. Kennedy turun ke ke lantai bawah. banyak yang percaya kepada ilmu kebatinan. hujan turun bagaikan dicurahkan dari langit. masyarakat percaya bahwa Sukarno adalah penjelmaan Dewa Wishnu. Bahkan pernah terjadi. bersujud dan mencium kaki Sukarno. utamanya orang Jawa. di musim kemarau pun. “Kennedy mesti turun. Seminggu kemudian. Kennedy menerima tamu-tamu negara di lantai atas Gedung Putih. Presiden Republik Indonesia. Diambilkannya air ledeng biasa dan diserahkannya kepada petani kelapa tadi. kedatangannya membawa restu. ketika Bung Karno datang ke Gedung Putih. Saya sedang mengandung dan saya ingin anak laki-laki. Saya mengidamkan seorang anak seperti Bapak. sebagian masyarakat kita.” Entah bagaimana si petugas protokol itu menyampaikannya ke Kennedy. Jadi tolonglah. Seorang perempuan desa mendatangi pelayan Bung Karno dan membisikkan. ia mendengar anak petani kelapa tadi telah sembuh. Setelah ritual pertemuan dua kepala negara .berjumpa. Bung Karno sama sekali tidak bisa bersoal-jawab dengan mereka. Ia ingat ketika menghadiri suatu acara di pedalaman Jawa Tengah.

Bukan hanya itu. Ini sangat jarang terjadi. barulah keduanya bersama-sama menaiki tangga ke atas. diiringi para staf kedua petinggi negara tadi. Ada banyak versi mengenai peristiwa ini. Dari Kudeta Sampai Kematiannya. cepat atau lambat akan terbabar.sekadarnya. kita semua bisa berkaca dari sejarah. Bahkan untuk sekadar bisa menghirup udara Jakarta (dari pengasingannya di Bogor). di akhir hayatnya sangat nista. Ia dinista oleh penguasa ketika itu. saya penggal mulai dari peristiwa tanggal 16 Juni 1970 ketika Bung Karno dibawa ke RSPAD (Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto). Di antaranya ada yang menyebutkan. Ia sakit. harinya Selasa. Bung Karno bahkan diberi kesempatan berpidato di Gabungan Kongres dan Senat Amerika Serikat. Sukarno dibawa paksa dengan tandu ke rumah sakit . saya sengaja menukil kisah sedih yang dipaparkan Reni Nuryanti dalam bukunya Tragedi Sukarno. Kepala Negara disambut di Amerika Serikat dengan Sidang Gabungan Kongres dan Senat.15. ia harus menulis surat dengan sangat memelas kepada Soeharto. Mengenang hari-hari terakhir Bung Karno. Harapannya. Hari-hari terakhir Bung Karno ini. Ia dibawa pukul 20. Detail kisah mengharu biru. Hari-hari Terakhir Bung Karno (1) Bung Karno. dari praktik-praktik biadab aparat militer ketika itu kepada Bung Karno selama hidup dalam “kerangkeng” Orde Baru di Wisma Yaso. dan tidak mendapat perawatan yang semestinya bagi seorang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tokoh pemersatu bangsa.

Hal itu ditegaskan oleh Dewi Sukarno yang mengkonfirmasi alasan militer. sehingga harus terus-menerus dijaga?” demikian hatinya berontak. kini tergolek lemas. dalam kondisi ayahandanya yang begitu parah. Tak ada keterangan ruang ICU atau darurat sebagaimana mestinya perlakuan terhadap pasien yang koma. Adalah Rachmawati. toh masih dijaga ketat seperti pelarian. Tampak jarum infus menempel di tangannya. dan tetap memaksanya masuk tandu dengan sangat kasar. tentara menariknya dengan kasar. bahwa Bung Karno dibawa ke RS karena koma. tampak Bung Karno tergolek lemah di sebuah ruang ujung becat kelabu. Sama kasarnya ketika tentara mendorong masuk tubuh Bung Karno yang sakit-sakitan ke dalam mobil berpengawal. salah satu putri Bung Karno yang paling intens mendampingi bapaknya di saat-saat akhir. Tiada lagi wajah gantengnya. Hati Rachma mengumpat. tanda bahwa racun telah menyebar kemana-mana. Waktu itu. serta kedok asam untuk membantu pernapasannya. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak. Bukan hanya bengkak. Untuk menggambarkan kondisi Sukarno ketika itu. Dalam suasana tegang. simak kutipan saksi mata Imam Brotoseno. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar menahan sakit. tentara datang membawa tandu dan memaksa Bung Karno masuk tandu. kini hanya terkatup rapat dan kering. (roso daras) Hari-hari Terakhir Bung Karno (2) . usai menghadiri pernikahan Guntur. “Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa –dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad. tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Betapa murka hati Rachma melihat tentara berjaga-jaga sangat ketat. Dewi mendapat keterangan yang bertolak belakang. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara. Demi mendengar bapaknya dibawa ke RSPAD. Tentara tidak menghiraukan penolakan Bung Karno. “Apakah bapak begitu berbahaya. sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Bahkan ketika tangannya hendak melambai ke khalayak. ia pun bergegas ke rumah sakit.

Hari kedua. “Alat itu sedang dipesan dari Inggris. tidak tahu. yakni Prof Mahar Mardjono. “Mengapa sakit komplikasi yang diderita bapak dibiarkan begitu saja. Bahkan. di kemudian hari dibenarkan anggota dokter lain. 17 Juni 1970. sehingga Rachma berkesimpulan. anggota tim dokter itu menambahkan. tim dokter telah mengusulkan agar alat itu dibeli. dalam hal ini ia bertanya kepada Ketua Tim Dokter yang merawat Bung Karno. “jangan-jangan memang sengaja tidak dibeli…. Mengapa tidak dilakukan cuci darah?” Mahar hanya menjawab sambil lalu. Dalam kacamata politik. Bahkan.” Dan akhirnya. para dokter tampak tak punya rasa iba sedikit pun. pengobatan dengan misi pembunuhan. Karenanya dalam suatu kesaksian terungkap. ia tidak mau makan. Hingga saat itu Rachma berani bertanya kepada tim dokter yang merawat. obat-obatan yang diberikan dokter pun enggan meminumnya. saat kondisi Bung Karno kritis. “Sebenarnya sudah lama. Sukarno tampak lebih baik dari hari sebelumnya. Kalaupun ada. Setiap kali dokter hendak memberi suntikan pun. Ada kekuatan besar yang bisa mengancam nyawa mereka seandainya mereka bekerja di luar kendali penguasa. Tapi alat itu tak kunjung datang meski pembeliannya kabarnya telah dijajaki di Singapura dan Inggris. kapan datangnya.” Keterangan Mahar ini. dokterdokter itu tidak benar-benar merawat Sang Proklamator Bangsa. situasi saat itu memang membuat tim dokter yang dipimpin Mahar Mardjono tak berdaya. Bung Karno mengetahui bahwa semua pengobatan selama ini hanya untuk memperlemah dirinya. Lebih sakit hati Rachma ketika dr Mahar mengatakan. Rachmawati menerka. Karenanya. kondisi Sukarno makin lemah dari hari ke hari. Bung Karno selalu menolak. Tapi. Prof dr Mahar Mardjono sempat menuliskan .” Dalam keterangan lain. dan belum tentu ada.

adalah bilangan 1440 menit. dr Kartono Mohammad. seperti dikisahkan Meutia Hatta dalam bukunya: Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan.resep khusus. Saksi yang juga seorang purnawirawan tinggi militer itu juga mengungkapkan. 86. perlakuan yang seragam terhadap Sukarno berasal dari sebuah instruksi. seperti diberi kekuatan untuk menyaksikan kedatangan Sang Hatta.400 detik. datang menjenguk sahabat seperjuangan. terjadilah pertemuan yang mengharu-biru. Satu hari berikutnya yang bernama tanggal 19 Juni 1970. Sementara. adalah fakta bahwa Sukarno ditelantarkan oleh Soeharto pada waktu sakit. (roso daras) Hari-hari Terakhir Bung Karno (3) Semua detik yang berdetak. Berkata lirih Sukarno kepada Hatta. semua angin yang berembus… adalah duka sepanjang hari. semua menit yang lewat. Sejarahlah yang berkuasa pada hari itu. Sedangkan tanggal 20 Juni. Satu hari bernama tanggal 18. mungkin hanya bermakna 24 jam. “Hatta… kau di sini…. Tapi semua itu adalah tusukan duri bagi Sukarno yang tengah tergolek lemah. Bung Hatta. “Yang memberi instruksi adalah Soeharto. Kesaksian datang dari saksi lain yang juga mantan pejabat di era Sukarno. Demi memompa semangat kepada sahabat. tercatat sebagai simbol dwitunggal yang terpatri abadi.? Seperti diiris-iris hati Hatta melihat sahabatnya tergolek tanpa daya. namun obat yang diresepkannya itu disimpan saja di laci oleh dokter yang berpangkat tinggi.” katanya. semua jam yang bergulir. wajah teduh Bung Hatta menampakkan raut yang direkayasa. . Bung Karno. Maka. Menurutnya. Mahar mengemukakan hal itu kepada rekannya.

Keduanya tetap berpegangan tangan. Hatta benar-benar tak kuasa menahan derasnya arus kesedihan demi mendengar sahabatnya menyapanya dalam bahasa Belanda. ternyata hanya diserahkan perawatannya secara penuh kepada dr Soeroyo.“Ya… bagaimana keadaanmu. sekaligus kekecewaan. Apalagi. Seketika. Mata keduanya bertatapan… mereka berbicara melalui bahasa mata. Diam. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya. Siapakah dokter Soeroyo? Dia bukanlah dokter spesialis. usai berkata-kata lemah. dengan panggilan akrab yang ia ucapkan di awal-awal perjuangan. melainkan dokter hewan!!! . guna mengantarnya ke swarga loka. No?” begitu Hatta membalas sapaan lemah Karno. demi mengetahui bahwa selama kurang lebih 1. Bahunya terguncang-guncang karena ledakan emosi yang menyesakkan dada. seolah pasrah menunggu datangnya malaikat penjemput. Bung Karno hanya diam. yang mengingatkannya pada masa-masa penuh nostalgi. Selanjutnya. tokoh pemersatu dan proklamator bangsa. saling berpegang tangan seolah takut terpisah. Bahkan. Kedua sahabat yang lama berpisah. agar dapat melihat sahabatnya lebih jelas. Hatta memegang lembut tangan Bung Karno. “Hoe at het met jou…” (Bagaimana keadaanmu?) Hatta benar-benar tak kuasa lagi merekayasa raut teduh. ada sejuta makna yang tertumpah pada sore hari yang bersejarah itu.5 tahun “dikerangkeng” di Wisma Yaso. (roso daras) Hari-hari Terakhir Bung Karno (4) Siapa yang tak murka. terbang bersama citacita yang kandas di tangan bangsanya sendiri. Bung Karno melanjutkan sapaan lemahnya. Selanjutnya. Bung Karno. sebelum akhirnya meledak tangis yang sungguh memilukan. sejurus kemudian Bung Karno minta dipasangkan kacamata. Sukarno menangis terisak-isak. Sungguh. Bung Karno hanya diam. mantan Presiden Republik Indonesia. yang mengalirkan air mata. Bibirnya bergetar menahan kesedihan. “No…. Hatta pun tak kuasa membendung air mata.” Hanya kata itu yang sanggup Hatta ucapkan. Keduanya bertangis-tangisan.

yang tak lain adalah istri dokter Soeroyo. Perawatan yang sembrono juga sering terjadi.” Tak lama berselang. pukul 07. Syamsu Hadi suami dari Ratna Juami. sama sekali tidak pernah hadir ke Wisma Yaso. Sukarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur-angsur menurun. royal jeli. novalgin. Saya dan dokter Sukaman terus berada di sampingnya. Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya.00 WIB. anak angkat Bung Karno dan Inggit Ganarsih yang melihat jenazah Bung Karno melukiskan dengan baik. Mata tertutup baik. suntikan vitamin B1 dan B12. Seperti orang tidur saja nampaknya.50 pagi. “Pada hari Minggu. Selain itu. tentang “pembunuhan” terhadap Sukarno. Benar adanya. Keterangan yang ia kemukakan. Adalah dr Mahar Mardjono. Komunike itu ditandatangai Ketua Prof Dr Mahar Mardjono. pukul 04. dan sesaat kemudian Bung Karno menghembuskan nafas yang terakhir. dan Wakil Ketua Meyjan Dr (TNI-AD) Rubiono Kertopati. Tanggal 21 Juni 1970 jam 03. bahwa ada kecenderungan yang seolah tersusun rapi.Ia masuk-keluar Wisma Yaso dengan perawat-perawat yang tidak jelas didatangkan dari mana. Team dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Ir Sukarno hingga saat meninggalnya.00 pagi. Sementara itu.30 keadaan kesehatan Ir. dokter Soeroyo hanya memberinya vitamin. “Wajah almarhum begitu tenang. Bahkan obat-obatan yang dicekokkan ke Bung Karno pun sama sekali tidak tepat.00 pagi. Setiap itu pula. Ia hanya memberinya duvadilin (mencegah kontraksi ginjal). tanggal 21 Juni 1970. Itu semua terungkap dalam dokumen yang lebih 27 tahun tersimpan oleh Siti Khadijah. keluarlah komunike medis: 1. ketika Bung Karno terbangun tengah malam dan muntah darah. Bung Karno dalam keadaan koma. satu-satunya orang yang menyaksikan “kepergian” Putra Sang Fajar. Menjelang pukul 07. Ir Sukarno dalam keadaan tidak sadar dan kemudian pada jam 07. 3.” (roso daras) . sama seperti dulu. 2. Tidak banyak cerita. dokter Mahar Mardjono yang disebut-sebut sebagai ketua tim. Bung Karno berbaring setengah duduk. tentu saja membuat tidurnya tak lagi terkontrol. Akibatnya Sukarno mulai sering merasakan pusing. Tiap malam minum valium selama tahunan. Alis tebal tidak berubah.00 Ir Sukarno meninggal dunia. Pada hari Sabtu tangal 20 Juni 1970 jam 20. serta testoteron. Sukarno tiap malam juga minum valium. Benar pula. 21 Juni 1970. tiba-tiba beliau membuka mata sedikit. Sementara. metadone (penghilang rasa sakit). memegang tangan saya. perawat memberinya obat pengurang rasa sakit. Saya sendiri berada di ruang rawat bersama Bung Karno. dr Sukaman sebentar meninggalkan ruangan rawat. bahwa sejarah pada akhirnya akan mengalir menemukan jalan kebenarannya sendiri.