P. 1
Biografi Ir Sukarno

Biografi Ir Sukarno

|Views: 19|Likes:
Dipublikasikan oleh Nasrul Hudayah Bin Suyoni
Biografi Presiden pertama RI
Biografi Presiden pertama RI

More info:

Published by: Nasrul Hudayah Bin Suyoni on Apr 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

IR.

SOEKARNO
Presiden Pertama Republik Indonesia

Amanda Isabella XI/2

I.R Soekarno
Ir. Soekarno (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi Gerakan 30 September. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto. Biodata Panggilan: Bung Karno Kelamin: Laki-laki Agama: Islam Indonesia • Guntur • Megawati • Rachmawati Anak: • Sukmawati

Riwayat Hidup

Guruh

Latar belakang dan pendidikan
Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Sukemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya berasal dari Bali. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).

Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Masa pergerakan nasional
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Masa penjajahan Jepang
Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer. Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hookokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya. Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri. Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.

Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Singgih serta Chairul Saleh.antara lain dalam kasus romusha. karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI. Masa Perang Revolusi Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok . karena di Indonesia terjadi . Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni. Vietnam. Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Wikana. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut. Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat. Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI. ia diundang oleh Marsekal Terauchi. terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno. Pada bulan Agustus 1945.Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi). Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.Pada tahun 1943. Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang.

. Selama revolusi kemerdekaan. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.S Mallaby. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A. bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting. tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya. Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu.W.kevakuman kekuasaan. Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. Sir Phillip Christison. Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945. hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa IndonesiaBelanda.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200. dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis. Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Meski sistem pemerintahan berubah. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP. pada saat revolusi kemerdekaan. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan.

(Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet). Berkat jasanya itu. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet semumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai. akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan . Hatta. banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. masih belum merdeka. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat. Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia "bercerai" dengan Wakil Presiden Moh. yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. yang masih dikuasai negaranegara kuat atau adikuasa. Mohammad Ali Jinnah (Pakistan). Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat). Berkat jasa ini pula. maka pada tanggal 17 Agustus 1950. belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. menyebabkan presiden Soekarno. pada tahun 1956. Tak jarang. ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. U Nu. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara. Fidel Castro (Kuba). Soekarno. tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia). Mao Tse Tung (RRT). pada tahun 1955. banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia. mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika.Masa kemerdekaan Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan). Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional. Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpinpemimpin negara. Gamal Abdel Nasser (Mesir). Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika. bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Namun sayangnya. Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional. ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban.

Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar. Tentang nama Soekarno Nama lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat. dan kini menjadi ikon kota tersebut. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I. seseorang lalu menambahkan nama Ahmad di depan nama Soekarno. 6. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. pemberontakan G 30 S. setelah mengalami pengucilan oleh suksesornya yang "durhaka" Jenderal Suharto. 2.Indonesia. membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat "memenuhi" cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. 9. 7. sejumlah wartawan bertanya-tanya. 8. dan puncaknya. Sebutan akrab untuk Ir. Entah bagaimana. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno. 3. "Siapa nama kecil Soekarno?" karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. Soekarno adalah Bung Karno. Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia. Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso. karena sering sakit-sakitan.. oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno. karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. menurut kebiasaan orang Jawa. nama Soekarno kadang-kadang ditulis Ahmad Soekarno. ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Oetari Inggit Garnasih Fatmawati Hartini Ratna Sari Dewi (nama asli: Naoko Nemoto) Haryati Yurike Sanger Kartini Manoppo Heldy Djafar . Jakarta. Siapa Ahmad Soekarno? Di beberapa negara Barat. 4. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia. Mereka adalah: 1. Istri Soekarno Soekarno pernah mempunyai hubungan dengan beberapa wanita. Ketika masih kecil. 5. Jawa Timur.

lucu. Lain-lain Presiden Indonesia masa jabatan 2001-2004. adalah putri sulungnya. Mereka tetap saja menyebut “Presiden Bung Karno”. apalagi Paduka Yang Mulia sebagai sebutan formal. Mereka ada yang mengartikan.” teriak rakyat. dan menggelikan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Cindy Adams. “kan kita sudah merdeka?” Terhadap Bung Karno? Tak seorang pun memanggil Tuan Presiden. Bersama Marilyn Monroe Pengalaman Pertama Bung Karno Naik Kuda Tahun 1946.Beberapa di antaranya kemudian dinikahinya. merdeka adalah bebas naik kereta api. unik. gabungan dari jabatan resmi dan panggilan akrab sehari-hari. . Jad. manakala kondektur memungut ongkos. Megawati Soekarnoputri. Begitu Bung Karno menceritakan situasi awal-awal kemerdekaan kepada penulis biografinya. setahun setelah proklamasi. mereka tersinggung. masih banyak hal-hal aneh. rakyat belum mengerti benar arti merdeka. “Lho. Contoh.

“Ya. aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang yang pelagak… Aku akan belajar naik kuda!” Fatma belum hilang rasa cemasnya. Presiden Republik Indonesia Sukarno.” . bagaimana caranya. Demi mengetahui hal itu. istrinya. tak lebih dari sekadar menepuk-nepuk kuduknya. Fatmawati.Kejadian menarik juga menimpa Bung Karno ketika tanggal 5 Oktober 1946. “Jadi. “Pertama.” tanya Fatma. Bung Karno menjawab. aku akan belajar dalam satu hari. “Kan pawainya besok?” Lalu Bung Karno menjawab. Dalam salah satu tata cara upacara militer yang sudah direncanakan semegah-megahnya untuk ukuran negara berusia satu tahun. Angkatan Perang kita (sekarang TNI) hendak merayakan ulang tahun yang pertama. harus melakukan inspeksi pasukan… naik kuda! Persoalannya adalah… Bung Karno tidak pernah naik kuda. Pergaulan Bung Karno dengan seekor kuda pada masa-masa sebelumnya. ikut cemas.

Apa jadinya kalau dalam pawai inspeksi pasukan besok si kuda menjadi beringas dan tak terkendali? Bagaimana kalau ia kemudian terpental dari punggung kuda? Apa kata dunia? Dan… perwira kavaleri itu menjawab. begini penuturan Bung Karno. menguasai tunggangannya dengan baik. Maka. Karena aku ditakdirkan menjadi pemimpin. berilah saya kuda yang paling lunak. aku harus mengorbankan kesukuan Jawa-ku. aku ini tetap Presiden Indonesia. (roso daras) Cara Pandang Bung Karno tentang Pakaian “Sejak dulu sampai sekarang dan untuk seterusnya. yang aku harapkan menjadi ciri atau identitas bangsa Indonesia. tapi ketika ia melihat pasukan yang berbaris rapi yang sedang ia inspeksi… muncullah sifat pelagaknya… Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejaljejal di lapangan pawai menghidupkan semangat. Dan… kuda yang bagus itu tidak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri. pasukan berdiri tegap. Itu sebabnya aku selalu berpakaian rapi dan memakai peci hitam. genderang berderam-deram. paling tua. dan kuda yang terbaik dari seluruh kelompok. seluruh mata bangsa Indonesia akan melihat dan memperhatikanku. sebaiknya ada batas- . Baik resmi atau tidak resmi. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang. Bung Karno mengendalikan langkah kuda dengan begitu gagah. “Aku sama sekali tidak anti pakaian adat daerah. Terompet telah berbunyi. bahkan sebaliknya aku pengagum atau penganjur dilestarikannya pakaian adat itu. Bung Karno menyampaikan pesan dengan suara pelan… “Untuk pawai besok. dan muncul teori-teori berkuda yang telah diajarkan si perwira kavaleri kemarin. termasuk pakaian yang aku pakai. Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala. “Tidak Pak. dengan sigap Bung Karno segera memainkan pegelangan. Rasa cemas ia pendam dalam hati…. tibalah saat-saat yang dinanti. Bung Karno sebenarnya memendam rasa cemas dan khawatir. kepada si perwira kavaleri itu. hingga. tak berkutik dengan jawaban perwira kavaleri. Selama aku jadi Presiden. dan sekarang menjadi Presiden Indonesia. seorang perwira kavaleri tekun memberikan pelajaran berkuda kepada presidennya.” Tak bisa dimungkiri. Hanya bagi pejabat tinggi negara. Dan di akhir sesi latihan. paling jinak dan hampir mendekati kematiannya…. Bung Karno sedikit ciut. dan… Presiden menaiki kudanya.” Terhadap pakaian daerah. sehingga kuda berjalan dengan langkah tenang dan teratur seperti yang dikehendaki.Akhirnya. Suasana itu membuat Bung Karno tenang dan sadar… hilang rasa cemas. Binatang itu berjalan mengikuti irama musik… dan… menjadi liar. siang maupun malam. untuk membuktikan kesungguhan keindonesiaanku itu. Tidak pantas untuk Bapak.” Bung Karno yang pelagak. yang amat aku dambakan adalah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. bukan presidennya orang Jawa saja.

Cinta rakyat yang tulus… sebagai balasan atas ketulusan Sukarno yang rela melepas segala atribut kedaerahan. ketika dr Soeharto meraba badan Bung Karno. Ungkapan dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai “kondisi badan yang pegal-linu karena gelaja demam. tokoh militer Jepang yang disebut-sebut menjanjikan bantuan bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. karena mereka adalah pemimpin seluruh Indonesia. rapat intensif di kediaman Laksamana Maeda. di ruang pendapa. dan diusapnya tangan Bung Karno… mata pun terbuka. Jakarta Pusat sudah ramai. Gubernur Aceh berpakaian adat Aceh atau Gubernur Bali berpakaian adat Bali. seyogianya tidak berpakaian daerah. sementara itu. setelah semalam padat aktivitas menjelang proklamasi kemerdekaan. Soeharto adalah. dari Sabang sampai Merauke. Contoh. barulah bebas dan boleh berpakaian apa saja yang ia senangi. Sedangkan untuk presiden atau menteri. Suasana di kediaman Bung Karno.batasnya. kalau Bung Karno begitu dicintai seluruh rakyat Indonesia. dokter pribadi Bung Karno. mereka itu memang kepala dari daerah yang dipimpinnya. hingga di halaman belakang. menyongsong detik-detik yang menentukan nasib bangsa ke depan. Jl Pegangsaan Tmur 56. Tidak heran. tanggal 17 Agustus 1945. ia baru masuk kamar menjelang shubuh. kepartaian. Menteng. Bung Karno sendiri masih lelap. “Pating greges”. Di antaranya. R. Kalimat pertama di pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 yang keluar dari mulut Bung Karno kepada dr. Soeharto. dan atas . itu baik sekali. langit di atas kota Jakarta biru cerah. menyelinap masuk ke kamar Bung Karno. dan kepentingan pribadinya untuk bangsa dan negara yang begitu dicintainya: INDONESIA. Jam dinding menunjuk angka 8 ketika dr R. pagi hari Jumat.” kata Bung Karno di Pagi 17 Agustus 1945 Tidak seperti hari-hari sebelumnya.” Apalagi.” Itulah pendapat Bung Karno tentang pakaian adat. Didekatinya tempat tidur Bung Karno. Maklum. Ia memandang Putra Sang Fajar masih pulas. Nanti bila ia tidak menjabat lagi. Sebagai dokter pribadinya. panas. Sorot kelelahan memancar dari kedua bola mata Bung Karno. dipadati para patriot dengan raut antusias. dia langsung melakukan pemeriksaan. Di halaman depan. (roso daras) “Pating Greges.

“Minta Hatta segera datang. “Saya sendiri sebetulnya juga capek sekali setelah kembali dari Rengasdengklok dan menyelesaikan pembuatan bendera yang akan dikibarkan hari ini. Setelah disuntik dan minum obat.” Detik demi detik bergulir…. dan berpapasan dengan Fatmawati. Bung Karno mempersiapkan diri demi momentum paling bersejarah bagi bangsa kita. Bung Karno berkata. waktu menunjuk pukul 09. dengan band pinggang di belakang. dan suara yang tenang: Saudara-saudara sekalian Saya telah minta Saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Panasnya sudah reda. tak lama kemudian Bung Karno tertidur lagi. penuh percaya diri. Lengannya panjang. Dr Soeharto keluar kamar. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan . dijelaskan ihwal sakitnya Bung Karno.persetujuan Bung Karno.” Selagi dr Soeharto meneruskan perintah Bung Karno kepada Latief Hendraningrat. tetapi pada hakikatnya. Bahkan telah beratus-ratus tahun. mengenakan busana serba putih: celana lena putih dan kemeja putih dengan potongan yang populer disebut “kemeja pimpinan”. tetap kita percaya kepada kekuatan sendir. Setelah itu. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya. Ia berpakaian rapi. Bung Karno memberi kata pengantar dengan intonasi yang begitu gamblang. Ia begitu gagah. Kepada Bu Fat. Bu Fat sempat berujar. bersaku empat. usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. tetap kita menyusun tenaga kita sendiri. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan Tanah Air kita. Sebelum membacakan teks proklamasi. Di dalam zaman Jepang ini. Ia segera beranjak dari tempat tidur demi mendengar kata-kata Soeharto. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib Tanah Air di dalam tangan kita sendiri. dr Soeharto memberinya suntikan chinine-urethan intramusculair. Juga di dalam zaman Jepang.30 ketika dr Soeharto melihat Bung Karno terbangun dengan kondisi badan yang lebih sehat. “sudah jam setengah sepuluh mas…”. tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. dan meminta Bung Karno meminum broom chinine.

tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia. bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita. beberapa saat sebelum detik-detik bersejarah. Italia bernama Carlos. Maka kami.sendiri. begitu pula sebaliknya. dari seluruh Indonesia. Saudara-saudara! Dengan ini kami nyatakan kebupatan tekad itu. Begitulah sekelumit kisah. Dengarlah proklamasi kami: Dan… Bung Karno pun membacakan teks proklamasi dengah khidmat. Seperti misalnya setiap kunjungan ke . Permusyawaratanitu seia sekata berpendapat. tak lain karena Bung Karno begitu perhatian kepada hal-hal kecil. Bung Karno memiliki sopir khusus seorang warga Roma. akan dapat berdiri dengan kuatnya. Bung Karno begitu menyayangi dia. berlangsungnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Cinta Carlos kepada Bung Karno Tahukah Anda. Ihwal kedekatan Bung Karno dengan para sopir atau bawahan lain pada umumnya.

kami menjadi lebih gembira lagi. Carlos pun bercerita: “Mungkin Paduka Yang Mulia sudah mendengar ceritanya. Bahkan istri saya mendesak agar kami cepat-cepat kembali ke Roma.” . “Mengapa sopirnya lain? Ke mana Carlos?” Ketika dicek ke perusahaan tempat Carlos bekerja. dan kesokan paginya. Perhatian khusus itu pula yang merebut hati bawahan. menghadap Bung Karno. diketahui Carlos sedang berlibur ke Swiss atas tanggungan perusahaan.” ujar Bung Karno suatu hari kepada ajudan Bambang Widjanarko. Dan. Bagaimana kabar istri dan anakanakmu?” Disapa begitu. memberi hormat ala militer dan berkata. dan si sopir bukanlah Carlos.daerah-daerah. Saya dipaksa cuti ke Swiss beserta keluarga. Memang senang bepergian ke luar negeri. Maka. “Panggil dia pulang. si sopir itu. Tak terkecuali seorang sopir berkebangsaan Italia. Harus tenang hatinya. dari satu tempat ke tempat lain. Carlos. inilah saya… siap melayani Paduka Yang Mulia. Carlos sudah muncul di hotel. Dan ketika pada suatu hari Bung Karno berkunjung ke Roma. Bung Karno akan selalu dan berkali-kali menanyakan “status kesejahteraan” sopir. “Your excellency. Bung Karno pun segera bertitah. serta-merta Bung Karno bertanya kepada Dubes.” Bung Karno menyambut gembira. adalah langganan Kedutaan RI setempat setiap kali Bung Karno berkunjung ke sana. apalagi dibiayai perusahaan. saya mau Carlos!” Perintah pun segara dilaksanakan. Tapi kemarin sore waktu kami mendapat berita dari perusahaan agar kami segera pulang karena saya harus melayani Paduka Yang Mulia. “Keselamatan kita di tangannya. I am at your service. where have you been? I missed you. Harus cukup istirahatnya. sehingga mereka benar-benar mencintai Bung Karno. “Well Carlos. Harus cukup makannya.

” Bung Karno tersenyum menahan haru. ketika Bung Karno keluar dari hotel hendak menuju mobil. Belakangan diketahui. kembali ke jamuan makan malam terakhir. Lalu. Nah. keesokan harinya. dalam bahasa Indonesia yang baik. lantas menyalami semua pengemudi satu per satu.Bung Karno bukanlah pribadi yang egois. ketika terbetik berita Bung Karno hendak berkunjung ke Roma. Pagi yang cerah. temanteman sekantor Carlos. Maka. bahwa kepergian Carlos berlibur ke luar negeri. sehingga sopir lain berkesempatan melayani Bung Karno. sebelum Bung Karno dan rombongan kembali ke Tanah Air. mulanya karena usulan teman-temannya yang “iri”. maka Bung Karno mengundang mereka makan bersama. dan mereka sangat menyenangi lagu tersebut. dan ingin juga melayani Bung Karno. terdengar aba-aba: One – two – three ! dan terdengarlah suara para pengemudi itu bernyanyi: “Bung Karno siapa yang punya” “Bung Karno siapa yang punya” “Bung Karno siapa yang punya” “Yang punya kita semua…. diaturlah agar Carlos pergi. Para pengemudi berkebangsaan Itali menyanyikan lagi yang amat populer ketika itu. Bung Karno mengucap terima kasih. dilihatnya para sopir berjejer di samping pintu sambil memegangi topi. Usai makan spaghetti dan minum anggur dalam suasana pesta kecil. Demi menjaga peraaan para sopir. bersiap dengan mobil masingmasing hendak mengantar rombongan Bung Karno ke bandara. para sopir sudah berada di hotel. Dari event itu diketahui. Carlos datang bersama 10 temannya. para sopir itu sudah belajar dari salah seorang staf kedutaan Indonesia. .

Soeharto. Pada dasarnya. dokter pribadi Bung Karno. Di kalangan para sahabatnya. Jika dikalkulasi. Tentu saja tidak terus menerus. telah merebut hati semua pengemudi di Roma…. jagung) ala Jawa yang terasa agak manis. (roso daras) Gaya Makan Bung Karno Tahukah Anda… Bung Karno punya style makan yang unik dan menarik…. sejak zaman pra kemerdekaan. .Bung Karno. Seperti disebut di atas. Bung Karno dikenal sebagai ‘fast eater”…. Tuduhan kepadanya umumnya subversi terhadap pemerintah Hindia Belanda. ayam bakar.” ujar Dr. Bung Karno menyukai banyak jenis makanan. Lauknya. Bung Karno mendekam di balik jeruji besi selama 12 tahun. Usut punya usut. kebiasaan makan cepat ternyata dimulai sejak dia “langganan” masukkeluar penjara. R. Nasinya harus pulen. “Beliau kalau makan cepat sekali selesai. ia masuk-keluar penjara. Tapi yang paling dia gemari adalah sayur bening (bayam.

Panglima Besar Angkatan Perang. hubungan persaudaraan Bung Karno dan kakaknya. sekaligus menggambarkan kepribadian Sukarno. Kemarahan yang pada waktu itu. manakala Fatmawati meninggalkan Istana. Rata-rata jatah makan tiga menit. di dalam penjara. bahwa pada galibnya.Nah. atau sering dipanggil Ibu Wardoyo. terlebih jika mendengar. (roso daras) Bung Karno Marah kepada Ibu Wardoyo Sedikitnya ada dua kejadian yang menggambarkan kemarahan Bung Karno kepada kakak kandungnya. harus dikemukakan terlebih dahulu di sini. untuk minum 1 menit. jika makannya harus dengan teor mengunyah 33 kali…. Bahkan. tiga menit harus selesai. Sukarmini Wardoyo. Rachma. frekuensi kunjungan Ibu Wardoyo ke Istana menjadi semakin intens. Karenanya. dan Guruh senang jika . Bahkan untuk penjaga yang ketat. Sekalipun begitu. Kebiasaan makan cepat itulah yang kemudian terbawa oleh Bung Karno. Sukma. Sebaliknya. melihat. sesuai karakternya yang memang meledak-ledak. Pemimpin Besar Revolusi. Mega. anak-anak Bung Karno juga sangat dekat dengan budenya. cukup beralasan. sangatlah dekat. Guntur. kemarahan Bung Karno bersifat spontan. Ibu Wardoyo. jatah waktu untuk makan (dan minum) tidak pernah lebih dari lima menit. Tak heran. meski ia sudah berstatus Presiden Republik Indonesia. dan merasakan sesuatu yang mengusik nuraninya. Sekalipun begitu. waktu habis baru dapat beberapa suap.

Baiklah. olahraga tenis lapangan memang hanya dimainkan kalangan orang-orang kaya. Ibu Wardoyo-lah alamat amarah Bung Karno. Kemudian. Menjawab pertanyaan. Lantas. “Lantas. Permainan tenis lapangan. Itu artinya. harus pula dipahami sebagai sebuah ekspresi kasih. Lagi-lagi. gambaran di atas cukup bagi kita untuk meyakini. sangatlah kuat. dalam rangka . kemarahan apa lagi? Kali ini. Kiranya. oleh Bung Karno disebut sebagai permainan mewah dan jauh dari suasana batin rakyat Indonesia. sekitar tahun 50-an. kemarahan besar. jika Bung Karno sampai marah kepada “mbakyu”-nya. Kiranya cukup penggambaran mengenai hubungan Bung Karno dan Ibu Wardoyo. apa yang membuat Bung Karno marah kepada kakaknya?” Kemarahan pertama ditunjukkan Bung Karno ketika ia mengetahui Ibu Wardoyo berlatih main tenis lapangan. Bung Karno tidak mau salah satu anggota keluarganya memainkan olahraga orang kaya itu. pada waktu itu. bahwa jalinan tali persaudaraan Bung Karno dengan kakaknya. dan kemudian menggemari tenis lapangan sebagai olahraga rutin.kedatangan budenya. sekali lagi harus dikemukakan di sini. Maklumlah. Kemarahan itu dipicu dari upaya seorang pengusaha Belanda untuk memasukkan proposal proyek kepada pemerintah Republik Indonesia.

Bambang Widjanarko terkait peristiwa di atas. secara umum. sedangkan yang lain –istri.” Bambang tahu. itu tugas berat dan rumit. Lebih baik kamu usahakan agar Mbakyu tidak datang ke Istana ini. Celakanya. bahwa yang menjadi Presiden adalah Sukarno. dan sang ajudan mengatakan bahwa proposal itu merupakan titipan Ibu Wardoyo. Satu hal. Dari Pak Hardjo pula. bersambung ke penuturan ajudan Bung Karno. kakaknya. Bung Karno meremas proposal itu dan membantingnya ke lantai. Ibu Wardoyo menyanggupi permintaan pengusaha Belanda itu. saudara– adalah rakyat biasa. Kepala Rumah Tangga Istana. Bambang mendapatkan cerita seperti terpapar di atas. anak. ia mengetahui betul kedekatan Bung Karno dengan Ibu Wardoyo. anak-anak. saya tidak mau bertemu Mbakyu Wardoyo dalam satu bulan. Dengan geram. adiknya. justru dari sebuah suratkabar Belanda. ia sangat marah ketika menerima proposal itu dari ajudan. membawa proposal tadi kepada Sukarno. Sukarno dalam kapasitas sebagai Presiden Republik Indonesia. Sebab di sisi lain. adalah Presiden bagi bangsa dan negaranya. Kemudian. dan keluarga. baik semasa hidup maupun setelah jazadnya menyatu dengan bumi. adalah sosok seorang Presiden yang begitu kuat dan mandiri. serta kedekatan Ibu Wardoyo dengan putraputri Bung Karno. diserahkanlah proposal itu kepada ajudan. Sedikit yang membedakan. Penuturan tadi. untuk diteruskan kepada Sukarno. Bambang bercerita. Ibu Wardoyo lupa. Karenanya. toh Bambang harus menjawab. bahwa Bung Karno tahu ada pengusaha Belanda “memakai” Ibu Wardoyo untuk mengegolkan proyek ke Presiden Sukarno. anak-anak dan anggota keluarga. baik lisan maupun melalui sikap yang tegas. menyadari dan memahami sepenuhnya. “Siap. Nah. Tapi. Dalam banyak kesempatan.mengegolkan proposal tersebut. versi Pak Hardjo adalah. segera menghubungi Pak Hardjowardoyo. Para istri. bukan presiden untuk saudaranya. Karenanya. Bung Karno Melamar Rahmi Tengah Malam . “Bambang. saya sedang marah kepadanya. pengusaha Belanda itu melakukan pendekatan khusus kepada Ibu Wardoyo. sekaligus membenarkan bahwa peristiwa itu bukan isapan jempol.” Bambang yang tidak tahu duduk persoalan sebenarnya. bahwa suatu hari ia dipanggil Bung Karno masuk kamarnya di Istana Merdeka. yang tampak pada diri Sukarno. Bung Karno selalu menanamkan kepada istri-istri. Pak.

Pajajaran No. Persahabatan lama yang telah terjalin sejak Bung Karno kuliah . bahkan melamarkan gadis yang ditaksirnya. 43 tahun. Hatta menjawab. “Seorang gadis yang kita jumpai waktu kita berkunjung ke Institut Pasteur Bandung. Keduanya sama-sama ber-"Nazar” atau berikrar tidak akan menikah sebelum negaranya merdeka. dalam suatu kesempatan yang rileks pasca kemerdekaan. Ketika Bung Karno bertanya kepada Hatta ihwal gadis mana yang memikat hatinya. Dia begini. ketika kira-kira sebulan setelah proklamasi Bung Karno berunjung ke Bandung.Di Palestina ada Yasser Arafat. karena ia kenal baik dengan keluarga Rahim.00. Karenanya. gadis Parahyangan yang ditaksir Hatta adalah putri keluarga Rahim (Haji Abdul Rahim). Maka.” Usut punya usut. Indonesia sudah merdeka. tidak menjadi soal. Ia berdalih. tapi saya belum tahu namanya. Terlebih. ia sempatkan mampir ke rumah keluarga Rahim di Burgermeester Koops Weg. Setidaknya karena dua alasan. jam 23. Bung Karno pun menyatakan siap menjadi mak comblang. 11. Hatta tidak menampik topik melepas masa lajang. usia Hatta tidak muda lagi. begitu…. di Indonesia ada Mohamad Hatta. Bung Karno. atau yang sekarang dikenal sebagai Jl. Pertama. Kedua. tapi Bung Karno tetap keukeuh bertamu malam itu juga. Bung Karno bertamu hampir tengah malam. foto: Meutia Hatta dan Halida Hatta Meski sempat diingatkan ihwal jam yang menunjuk tengah malam. selidik punya selidik. menanyakan tentang calon pasangan hidup.

dengan alasan. sempat mempengaruhi Rahmi supaya menolak lamaran Bung Karno. Berkat “rayuan” Bung Karno pula akhirnya Rahmi menerima pinangan tadi. Hatta jauh lebih tua dari Rahmi. “Melamar siapa? Untuk siapa?” Bung Karno langsung menjawab. Bung Karno meminta Rahmi melihat Fatmawati yang juga berbeda usia cukup jauh dengan Bung Karno. Rahim bertanya serempak. Setelah itu. Dari pernikahan itu. mengingat Bung Karno datang bertamu tidak kenal waktu. Sedangkan Farida diambil dari nama permaisuri Raja Farouk dari Mesir yang cantik jelita. “Saya datang untuk melamar. tetapi toh mereka bahagia. dipeluklah Ny. adik Rahmi. “Melamar Rahmi untuk Hatta. Gemala. setiba di rumah keluarga Rahim. Alkisah.” Tuan dan Ny. Rahim dan diutarakanlah niatnya. Rahim. (roso daras) Cicak dan Siul Perkutut di Penjara Banceuy . lahirlah putri pertama mereka. Apa lacur. Meutia Farida yang lahir di Yogyakarta 21 Maret 1947. yang bernama Titi. hanya disaksikan keluarga besar Rahim. Hatta dan Rahmi resmi menikah di Megamendung pada tanggal 18 November 1945. keluarga besar Bung Karno dan Fatmawati. disusul kelahiran putri keduanya.di THS (sekarang ITB) Bandung. dan putri ketiga Halida Nuriah. ia disambut dampratan dari Ny. Nama Meutia datang dari neneknya yang asli Aceh. Untuk mereda dampratan tadi.” Dalam kisah lain diceritakan. Sebuah dampratan antarteman.

Penjara Banceuy adalah satu kisah tersendiri dalam perjalanan hidup pahlawan proklamator kita. yang separuhnya sudah terpakai untuk tidur. memejamkan mata. hukum Hindia Belanda tentunya! Ia dituding –atau tepatnya diskenariokan– sebagai provokator yang sedia melakukan pemberontakan. Awal tahun 1930 ia diringkus dan dijebloskan ke Penjara Banceuy. berpintu besi. Sukarno sendiri tak pernah bisa memecahkannya. kondisinya kotor. Gatot di sel 7. Ketika makanan diantar. dan tua. dan melemaskan suasana “kuburan” Banceuy. . Teman seperjuangan. bobrok. Di dalamnya terdapat dua bagian sel. Sel itu tak berjendela. dan tahanan pepetek. ia akan berbagi nasi dengan cicak-cicak itu. Bangunan penjara yang didirikan abad ke-19 itu. Sebuah sebutan untuk rakyat jelata. Lebar sel yang ditempati Sukarno hanyalah 1. Maskun di sel nomor 9. dengan lubang kecil yang hanya bisa dipakai mengintip lurus ke depan. Sukarno sebagai tahanan politik. masing-masing untuk tahanan politik. Teman Sukarno selama di Banceuy hanya cicak-cicak di dinding. “Teman” yang lain? Adalah bayangan-bayangan ghaib yang hingga ajalnya.5 meter persegi. Sukarno merasakan betapa lembab. hanya bisa diduga sebagai satu perlambang akan besarnya kekuasaan yang ada pada tangan Sukarno di kelak kemudian hari. dan tangan kanannya membesar… besar… besar… bahkan serasa lebih besar dari ruang sel itu sendiri. dan membekuk Sukarno dan kawan-kawan seperjuangan. Kemudian secara perlayan berangsur mengecil hingga ke ukuran normal. Aktivitas politiknya bersama wadah PNI telah menyeretnya ke jerat hukum. Yang pertama adalah bayangan ketika ia merebahkan diri. dan Supriadinata 11. menempati Blok F kamar nomor 5. pekat.Masuk-keluar penjara bagi Sukarno adalah konsekuensi perjuangan. Dalih itu pula yang dijadikan pembenar bagi Belanda untuk menyergap. pengap. menggerebek. Entahlah. Membesarnya tangan kanan.

Namun ketika malam telah larut. Berkat pembelaannya yang dikenal sebagai “Indonesia Menggugat”. begitu jelas hingga seolah ia rasakan ada di pangkuannya. suasana sunyi senyap. Sebelum ia menghirup udara bebas. Banyak ahli hukum negeri Kincir Angin itu memprotes dan mengkritik hukuman atas BK. mengingat penjara Banceuy terletak di pusat kota Bandung. ia dibebaskan. dan menjawab. meski persidangan tahun 1930 itu. adalah sahabat Sukarno melewati hari-hari yang berat di Penjara Banceuy. Anehnya. tidak ada burung hidup di sekitar penjara. Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengubah masa hukuman BK menjadi dua tahun. Cicak-cicak di dinding serta suara burung perkutut di ujung malam. Sukarno mendengar suara burung perkutut. Atas berbagai protes itulah. menyanyi.Bayangan yang lain adalah suara burung perkutut. Alhasil. Gemblengan Sukamiskin Dua tahun lamanya BK mendekam di Penjara Sukamiskin. 31 Desember 1931. bersiul. dapatkah tuan menerima kebenaran kata-kata ini? Apakah tuan betul-betul akan memulai kehidupan baru?” BK segera memegang tiang pintu kebebasan dengan tangan kanannya. “Seorang pemimpin tidak berubah karena . Ini tentu ganjil. Sukarno. majelis hakim mengganjarnya dengan hukuman 4 tahun penjara. yang notabene tidak berdasar. kasus yang menikam BK tersebar hingga ke Belanda. Semua tuduhan tak pernah bisa dibuktikan dalam persidangan. kecuali Sukarno. “Ir. telah tersebar sebuah tulisan dengan judul “Saya Memulai Kehidupan Baru”. tak seorang pun pernah mendengarnya. Sipir penjara yang melepas BK hingga ke pintu gerbang Penjara Sukamiskin pun bertanya.

terus terpupuk. Suatu ketika. Kata dirangkai menjadi kalimat. Saya masuk penjara untuk memperjuangkan kemerdekan. akan ia rangkai menjadi kata. setelah sekian lama dibenamkan dalam sel yang dingin.” Begitulah. Sampai-sampai. Inggit Garnasih. ia segera menuju pelataran dan berbaring telentang di atas tanah. pekat dan lembab. yang terutama adalah pengasingan dirinya di sebuah sel yang begitu lembab. Menurutnya. jika ia diberi waktu untuk keluar sel di siang hari. BK segera mengingat tanggal Quran itu dikirim. Berjemur ala Sukarno. artinya terjadi penyergapan besarbesaran. itulah satu-satunya cara untuk mengeringkan tubuh dan tulang-tulangnya yang paling dalam. Kalimat yang . “Go To Hell With Your Aid” Puncak kekesalan Bung Karno kepada Amerika Serikat. Jika dua titik lubang jarum. Kisah heroik selama dalam penjara. tangannya akan meraba di bagian bawah halaman yang dimaksud. Jika ia mendapati satu lubang jarum.hukuman. ia telah melewati siksaan dahsyat. Jika tiga titik. senantiasa terjalin. Sandi juga dikirim lewat berbagai cara. artinya ada pejuang yang tertangkap. Setiap butir telor yang dikirim istrinya. sehingga tersusunlah informasi. Maka pada abjad yang dititik menggunakan jarum jahit. Inggit mengirimkan kitab Alquran. (roso daras) Amerika. “Amerika… go to hell with your aid“. Sandi-sandi komunikasi antara dirinya dengan elemen pejuang di luar penjara. artinya keadaan lancar. diteriakkan dalam kalimat yang sangat terkenal hingga hari ini. selalu diraba BK sebelum dikupas untuk dimakan. sekalipun selama dua tahun. dan saya meninggalkan penjara dengan pikiran yang sama. Begitulah sekelumit kisah Sukarno di balik penjara Sukamiskin. Nah. seorang Sukarno memegang teguh prinsipnya. kemudian membuka pada surah di halaman yang sesuai tanggal dikirimnya Alquran tadi.

pada hakikatnya. “Lebih baik pergi ke neraka tanpa Amerika. daripada pergi ke surga bersama-sama dengan dia.” Dan. lebih dari itu. mereka takut Indonesia menjadi komunis. Amerika Serikat tidak memberikan hadiah cuma-cuma kepada Indonesia. bukan hadiah dari seorang paman yang kaya raya kepada keponakanya yang melarat. “(Jika ingin mencabut bantuan) Mengapa tidak mencabutnya diam-diam? Mengapa harus berteriak-teriak mengumumkan kepada dunia? Janganlah perlakukan Sukarno di muka umum. Bung Karno menyesalkan. “Kami tidak akan berikan lagi. Mereka tidak saja menampar muka Sukarno di muka umum. manakala para senator berpidato di muka umum tentang pencabutan bantuan kepada Indonesia. Quezon pernah mengatakan. Kami sudah mengemisngemis selama hidup. yang dimaksud bantuan adalah bukan cuma-cuma. dan kami takkan melakukannya lagi. seperti seorang anak yang tak berguna dengan menolak memberinya gula-gula lagi. sejatinya tidak menginginkan bantuan cuma-cuma. kemudian mereka berkata. sikap Presiden Filipina Manuel Quezon sama dengan Bung Karno. tetapi juga merendahkan Indonesia sebagai bangsa.” Bung Karno menegaskan. Bantuan mereka. karena Indonesia merupakan pasar yang baik untuk barangbarang mereka. “Bantuan” itu adalah suatu pinjaman dan harus dibayar kembali. dengan semena-mena lantas mengancam. Karenanya. “Kami sama sekali tidak meminta Amerika supaya memberi uang secara cuma-cuma. “Ambillah… ambillah saudara kami yang malang dan melarat… ambillah uang ini. Karenanya. Indonesia yang ingin berdiri di atas kaki sendiri. ia memerlukan sedikitnya empat paragraf untuk menjelaskan sikap kerasnya kepada Amerika Serikat. kecuali jika engkau berkelakuan baik!” Tentang ini. Ia ingatkan sekali lagi. Pemerintah Amerika mengumumkan di koran-koran di seluruh dunia tentang pencabutan bantuan kepada Indonesia… ketika itu pula Bung Karno merasa Amerika Serikat bukanlah sahabat. Sementara Amerika mengira seolah-olah Indonesia adalah ibarat orang melarat. dalam biografi yang dituturkan melalui Cindy Adams.diucapkan dengan menggelegar karena meregang amarah. sebagai negara baru. Pertama-tama ia jelaskan arti kata “bantuan”. Kedua. Bukan saja karena Amerika adalah negeri super power dan Indonesia adalah negeri yang baru merdeka. karena dua alasan. Manakala negara yang dibantu tidak “berkelakuan baik” sesuai kehendak mereka. Oleh . “Anggapan yang munafik!” pekik Bung Karno. tentu saja mengagetkan banyak pihak. sampai dia menjadi anak yang manis. Indonesia sejatinya masih membutuhkan bantuan negara lain. Bahkan. pada hakikatnya adalah utang yang harus dibayar kembali berikut segala bunganya. Indonesia sangat berterima kasih atas semua bantuan yang telah Amerika ulurkan kepada bangsa Indonesia. Ada pertolongan lain yang dapat mereka berikan. Pertama. yakni persahabatan. Sementara. Amerika menaruh perhatian kepada negara terbelakang seperti Indonesia ketika itu.” Sungguh suatu anggapan yang tidak betul.

saling berebut pengaruh terhadap Indonesia. Sebab waktu itu. atau sedang berkembang. pihak pemerintah Rusia mengajukan usul.111. maka Sukarno tidak punya pilihan lain kecuali mengatakan. utamanya penguasa Blok Kapitalis (Amerika Serikat) dan Blok Komunis (Rusia atau Uni Sovyet). Karena itu pula. dia menyuarakan kepada dunia sebagai negara nonblok. Nonblok yang aktif. Rusia terang-terangan keberatan bila Bung Karno datang menggunakan PanAm dan mendarat di Moskow. Ilyushin L. ini cerita tentang pesawat terbang. Bung Karno berhasil menggalang kekuatan-kekuatan baru yang ia wadahi dalam NEFO (New Emerging Forces). Nah. pemerintah Indonesia menyewa pesawat komersil Pan America (PanAm). Kedua negara adidaya yang terlibat perang dingin karena beda ideologi tadi. Sekalipun begitu. ‘Persetan dengan bantuanmu!’” (roso daras) Kruschev Meledek Pesawat Bung Karno Tahun 60-an. Sikap Bung Karno? Sangat jelas. tidak ada satu pun perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang mempunyai hubungan tetap dengan Moskow. Indonesia –dan Bung Karno– sudah menjadi bangsa dan negara yang dihargai oleh para pemimpin negara besar. bukan berarti Indonesia adalah negara yang istilah Bung Karno hanya “duduk thenguk-thenguk” tanpa berbuat apa-apa bagi peradaban dunia. Karena itu. memenuhi undangan Kamerad Nikita Kruschev. ketika Bung Karno hendak berkunjung ke Rusia.karena sikap yang begitu itu. Dalam berbagai lawatan ke luar negeri. . terdiri atas negaranegara yang baru merdeka. saat usia kemerdekaan kita masih berbilang belasan tahun. sebuah kekuatan baru. akan menjemput Bung Karno di Jakarta menggunakan pesawat Rusia yang lebih besar. lengkap beserta kru untuk rombongan Presiden Sukarno. lebih perkasa. Ini sempat jadi masalah diplomatik.

masih pula menambahkan. Karenanya. tampak benar betapa kecilnya pesawat Amerika itu bila dibanding dengan pesawat jet raksasa buatan Rusia. Bung Karno hanya tersenyum lebar dan menjawab. tahun 1952.111. Alhasil. atas usulan Rusia tadi. jenis Ilyushin seri L. Akan tetapi. Kruschev yang menjemput Bung Karno di lapangan terbang. Kisah asmara Bung Karno dan Hartini. Belum cukup dengan aksi “unjuk gigi” tadi. adalah seorang janda beranak lima. Pemerintah Rusia pun mengalah. dengan mendaratnya sebuah pesawat Amerika –musuhnya– di tanah Moskow. ketika “ditemukan” Bung Karno di Salatiga. Bung Karno dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seketika. Sungguh kisah yang unik dan dramatik. Dalam kunjungan . petugas traffic bandara langsung mengarahkan pesawat yang ditumpangi Sukarno dan rombongan parkir tepat di antara dua pesawat terbang “raksasa” buatan Rusia. tepatnya 7 Juli 1954 di Bogor. lepas dari pendudukan Belanda dan Jepang. tidakkah pesawat-pesawatku lebih perkasa?” Mendengar ucapan itu. Hari itu.Sudah watak Bung Karno untuk tidak mau didikte oleh pemimpin negara mana pun. Termasuk dalam urusan pesawat jenis apa yang hendak ia gunakan. ketika pesawat PanAm jenis DC-8 mendarat di bandar udara Moskow. patut diangkat.” (roso daras) “Cinta Lodeh” Bung Karno dan Hartini Hartini. Ya… mengalah kepada Sukarno. tampaknya Rusia tidak mau kehilangan muka sama sekali. Bung Karno! Itukah pesawat kapitalis yang engkau senangi? Lihatlah. ia dengan senang hati akan membatalkan kunjungan ke Rusia. “Hai. Bahkan jika kedatangannya menggunakan PanAm ditolak. tetapi saya merasa lebih comfortable dalam pesawat PanAm yang lebih kecil itu. demi memperingati hari pernikahan mereka 55 tahun yang lalu. presiden dari sebuah negara yang belum lama berstatus sebagai negara merdeka. memang benar pesawatmu kelihatan jauh lebih besar dan gagah. Bung Karno menolak. “Kamerad Kruschev.

menikmat alunan tinggi dan rendah suara Singa Podium. menyambut kedatangan Presiden Sukarno. memasak sayur lodeh untuk melengkapi masakan-masakan yang lain. Sejurus kemudian. Ibarat cerita layar perak. Sejenak. dan kebetulan pula. mulai dari menyiapkan meja jamuan makan sampai ke urusan masak-memasak di dapur. dan rakyat mengelu-elukan dengan semarak. ada yang *****ik Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!! Jelaslah… hati rakyat benar-benar terjerat oleh daya pikat Bung Karno. ajudan dan pengawal. setting berganti ke suasana kesibukan luar biasa di kediaman Walikota Salatiga. Wanita yang di kemudian hari dikenal sebagai Hartini itu. menuju kediaman Walikota Salatiga. hidangan telah lengkap tersaji. ada yang ikut menyanyi. Demi mendengar Bung Karno akan singgah. lautan manusia diam seketika diam. rakyat bergemuruh. Ya. ada yang bertepuk tangan. menyambarnyambar hidung siapa saja di dekatnya. Sepasukan ibu-ibu sibuk menyiapkan ini dan itu. Singkat kalimat. Aroma masakan olahan dapur dari para juru masak pilihan. tersirep oleh suasana magis. tampak sosok perempuan berwajah lembut. Sesampai di sana. sejak pagi rakyat kota Salatiga dan sekitarnya berbondong-bondong menjejali Lapangan Tamansari. rambut hitam sepinggang. Dialah Siti Suhartini. Begitu yang tampak pada suasana selanjutnya. Bung Karno membuka pidato dengan lantunan tembang “Suwe Ora Jamu”…. Bung Karno sudah tiba. Ternyata. Di antara kaum perempuan yang sedang sibuk di dapur. dan… senyum manis tersungging di bibir yang merekah indah. Ya… sayur lodeh masakan Hartini di dapur tadi. segera menikmati hidangan makan siang. Rakyat siap *****ik “Merdeka!!!” sekuat-kuatnya jika nanti Bung Karno menguluk salam. suasana hening. ketika Bung Karno berpidato dengan berapi-api. karena di kediaman Walikota itulah Bung Karno akan rehat sejenak sekaligus makan siang. Suwe ora jamu Jamu pisan jamu kapulogo Suwe ora ketemu Ketemu pisan nang Solotigo… Kontan saja. Sang perut pun mengirim sinyal “lapar” kepada tuannya. usai berpidato Bung Karno diiringkan pejabat daerah. pagi tadi ia “dijawil” Walikota untuk ikut membantu di dapur. berkulit bersih kuning langsat. Ia sendiri merasa “pe-de” dengan masakah sayur lodehnya. Lahap sekali. kita pindah setting ke Lapangan Tamansari. Di lapangan itulah Bung Karno akan menyapa rakyat Salatiga dalam pidato yang selalu ditunggu-tunggu rakyat dengan antusias. perawakan semampai. yang tinggal sekitar 100 meter dari rumah Walikota Salatiga. menanti Bung Karno mengucap kata. karena sayur lodeh memang . Bung Karno? Dia langsung menyambar sayur lodeh di depannya. rombongan Presiden dijadwalkan singgah di Salatiga. Lahap.tersebut. dan rakyat khidmat menyimak kata demi kata. Jadilah Bung Karno dan yang lain.

Tien…” Inilah babak berikut. sesampai di Jakarta. dan menerima ucapan terima kasihnya. sebongkah rasa. terpapar pengakuan Hartini ihwal momen yang kemudian mengubah jalan hidupnya. Bahkan. serta sorot mata lembut tapi menusuk. Artinya. Sri Hartini pun didorong-dorong oleh teman-temannya untuk maju… maju… menunjukkan diri. bahkan kalau boleh mendekap. Benar. Bung Karno menjabat tangan Hartini begitu hangat dan… lama! Bung Karno benar-benar terkesiap oleh kecantikan Hartini dengan segala kelebihannya sebagai sesosok perempuan.merupakan menu kesukaan Bung Karno. Sambil tetap memegang tangan Hartini. “Rumahnya di mana? Anaknya berapa? Suami?” Demi waktu. . ketika Bung Karno menanyakan si pemasak lodeh. para perempuan yang bertugas di dapur menjadi gaduh. bahkan mencium kakinya jika diizinkan. Itu pula yang dikatakan Sukarno di kemudian hari dalam surat-surat cintanya kepada Hartini. menemui Presiden. di rumah Walikota Salatiga. menyisakan satu ruang kosong di ruang pikirnya. bayang-bayang wajah ayu Hartini tetap meliuk-liuk indah menemani tatapan-tatapan kosong Sukarno. melihat. menyisakan satu ruang yang hampa di ruang hatinya. Ia mengaku. (roso daras) “Tuhan Telah Mempertemukan Kita. Maka.” Anda bayangkan sendirilah suasana ketika itu. Bung Karno menyempatkan diri bertanya. Saya ingin mengucap terima kasih kepadanya. Bung Karno bertanya basi. gugup dan senang ketika maju dan mengulurkan tangan kepada Bung Karno. menjadi santapan lamunan Sukarno. sebutir pikir. Di mana ada Bung Karno. bersama kenangan mendebarkan saat jumpa Hartini. hari itu Sukarno jatuh cinta kepada Hartini pada pandangan pertama. Hartini ingat betul. Begitu enaknya sayur lodeh di rumah Walikota Salatiga. Acara-acara kepresidenan selanjutnya. Perjalanan dinas selanjutnya. pasca pertemuan pandang yang pertama antara Presiden Sukarno dan Hartini di rumah Walikota Salatiga. Dalam buku Srihana-Srihani Biografi Hartini Sukarno. jagoan pemasak sayur lodeh. Senyum manis dari bibir yang indah. di situ ada antusiasme siapa pun untuk mendekat. sampai-sampai seusai jamuan. telah tertinggal di Salatiga. “Siapa yang masak sayur lodeh yang enak ini.

Ttd: …. sebagai surat cinta pertama. Hartini belum juga memutus kata. Hartini tidak serta merta memberi jawab. kaget bukan kepalang. Selama itu pula. serta diselang-seling sisipan mutiara kata dalam bahasa Belanda dan Inggris. dan aku mencintaimu. SRIHANA. Tahun 1953.” Itulah goresan kata. Alhasil. sangat mungkin masih mendamba kehadiran seorang pria. Apalagi. Opo kowe kuat? Tanyakan hatimu. melalui ungkapan kata-kata puitis dalam surat-suratnya. Hartini tidak pernah menyangka bahwa pria yang dimaksud telah memiliki first lady. Orangtua Hartini menjawab pertimbangan putrinya dengan mengatakan. Ini adalah takdir. jika pria yang dimaksud adalah seorang Presiden. Sukarno langsung mengambil secarik kertas. “Ketika aku melihatmu untuk kali yang pertama. dengan paras yang begitu ayu mempesona. benih-benih cinta yang disemai Bung Karno. Lagi. Fatmawati. Begitu salah satu surat cinta yang datang kemudian. dan menulis sebaris kata. biarpun oleh raja atau presiden. sudah datang lagi telegramtelegram. Belum selesai hatinya galau demi menerima surat cinta dari Presiden Republik Indonesia. memungut sebuah pena. Bahkan. Pak Osan Murawi dan Mbok Mairah. memang telah tumbuh subuh di hati Hartini. Hartini masih tetap belum bersedia. dan surat-surat bernada cinta selanjutnya.” Satu tahun berhubungan cinta melalui surat dan sedikit pertemuan. “Tuhan telah mempertemukan kita Tien. Lokasinya? Di Candi Prambanan. Dalam kecamuk pikir dan gemuruh hati. “Dimadu itu abot (berat). Untaian kata-kata cinta tadi. tercatat sebagai pertemuan kedua antara Bung Karno dan Hartini. Si penerima surat yang dipanggil dengan panggilan kesayangan “Tien”. Ihwal nama SRIHANA? Itu adalah nama samaran Bung Karno. Hartini? Ia makin gundah… makin gulana…. Bung Karno terus menebar jala cinta. tercatat dalam sejarah cinta Sukarno – Hartini. Bung Karno mengulang lamarannya. Akan tetapi. Janda dalam usia 28 tahun. bangkit dari lamunan. dengan segala konsekuensi yang telah dipikirkannya. akhirnya Hartini tak kuasa menolak pinangan Bung Karno. sebagai nama samaran pula. Hartini begitu mengagumi Bung Karno. dalam bahasa yang begitu indah. Hartini hanya bisa berpaling kepada kedua orangtuanya. ketika Bung Karno melamarnya untuk bersedia dijadikan istri kedua. hatiku bergetar. Apa pun keputusanmu kami memberi restu. terlebih setelah bertubi-tubi menerima kiriman surat cinta.Bangkit dari himpitan cinta. Bung Karno melamar lagi. Adalah Bung Karno yang juga memberikan nama SRIHANI kepada Hartini. Mungkin kau pun mempunyai perasaan yang sama. . yang kemudian dititipkan pada seseorang untuk segera disampaikan kepada Hartini nun di Salatiga sana. Hartini tidak pernah menduga. surat-menyurat Bung Karno – Hartini selanjutnya terus mengalir menggunakan nama samaran SRIHANA – SRIHANI.

tetapi dipercaya pucang kalak memiliki ciri khas. Sama seperti yang sering kita lihat. Tidak sedikit yang menghubungkan dengan kemampuannya menyirap kawan maupun lawan. sejak dulu sampai sekarang. Akan tetapi. sedangkan Kalak adalah nama tempat di selatan Ponorogo. Nah. Jika bayangan di dalam air menyerupai seekor ular yang sedang berenang. itu artinya bukan pucang kalak. “Ya… dalem bersedia menjadi istri Nandalem” (Ya. tapi dengan syarat. Di antara kalangan mereka. memegang tongkat komando. ketika Panglima TNI. percaya betul bahwa tongkat komando Bung Karno bukanlah sembarang tongkat. Tidak sedikit yang menghubungkan dengan “kesaktian” Sukarno. kelompok ini. saya istri kedua. Misteri Tongkat Komando Bung Karno Dalam banyak dokumentasi foto Bung Karno. Tongkat komando Bung Karno adalah tongkat sakti. Tetapi jika yang tampak dalam bayangan air adalah bentuk kayu. kayu yang dibuat sebagai tongkat pun bukan sembarang kayu. Pucang biasa. melainkan kayu pucang kalak. Kalangan yang percaya adanya kekuatan tertentu pada benda-benda keramat. Pucang adalah jenis kayu. yang banyak tumbuh di seantero negeri. tidak begitu dari kacamata spiritual. begitu eksis di Indonesia. dan tidak bisa dinalar dengan pola pikir normal. maka berarti kayu pucang kalak itu asli. Nah. Ada begitu banyak jenis kayu pucang. tidak sedikit yang menghubungkan dengan besarnya pengaruh Sukarno. Bahkan. tidak sedikit yang menampakkan sosok Putra Sang Fajar itu memegang atau mengempit tongkat komando. posisinya sebagai Panglima Tertinggi. Di pegunungan Kalak terdapat tempat persemayaman keramat. Panglima Kodam. Kapolri.Jawaban Hartini. yang berisi keris pusaka ampuh. saya bersedia menjadi istri tuan). Saya tidak mau Ibu Fat diceraikan. di atas persemayaman itulah tumbuh pohon pucang. Kalangan yang percaya adanya hal-hal metafisik yang tidak bisa dibahas dengan kalimat lugas. sehingga lolos . tentu saja merupakan hal yang wajar jika ia sering terlihat memegang tokat komando. Ibu Fat tetap first lady. Alhasil. Begitulah sudut pandang mistis masyarakat spiritual terhadap tongkat komando Bung Karno. Dalam hierarki kemiliteran. atau utara Pacitan. pegang tongkat tadi di atas permukaan air. Kalangan yang percaya hal-hal ghaib. Salah satu cara untuk mengetes keaslian kayu pucang kalak. karena kami sama-sama wanita.

membawa seikat talas untuk dipersembahkan kepada presidennya. karena Ia setuju dengan apa-apa yang aku kerjakan selama ini. “Presiden Sukarno tidak dapat dikendalikan. tidak dapat diramalkan dan tidak dapat dikuasai. Kepada penulis biografinya. memaksa bertemu Presidennya sebelum ajal menjemput. Dia seperti tikus yang terdesak. Sepertinya. seorang lelaki berjalan kaki dari kampungnya. tidak ada manusia di abad ke-20 yang menimbulkan begitu banyak perasaan pro dan kontra seperti dia.dari beberapa kali usaha pembunuhan. Dikutuk seperti Bandit. Termasuk foto ilustrasi di atas. Dipuja Laksana Dewa Begitulah Sukarno. yang menggambarkan begitu ia dipuja bagaikan Dewa. Tulisnya.” (roso daras) Bung Karno. Cindy Adams. Namun kalau pada waktu-waktu yang akan datang Tuhan tidak setuju dengan apa-apa yang aku kerjakan. Hal itu tentu menjadi kontradiktif dengan sisi yang lain. berjalan kaki 23 hari lamanya. dan dipuja laksana Dewa.” Media massa Barat membuat laporan-laporan yang mendiskreditkan Sukarno. aku bisa mampus. Ada pula kisah seorang nelayan uzur. niscaya dalam peristiwa (pembunuhan) itu. sebelum mati akan melihat wajah presidennya dan menunjukkan kecintaan serta kesetiaan kepadanya. seorang kakek-kakek datang ke Istana. Ia menyatakan. Apa kata Bung Karno? “Ah… itu semua karena lindungan Allah. Dubes senior Inggris di tahun 60-an pernah berkirim surat ke alamat Downing Street 10 London (alamat Kantor Perdana Menteri). untuk dapat bersujud mencium kaki Sukarno. Bung Karno mengibaratkan dirinya dikutuk seperti bandit. meski sumbernya seorang abang becak. Ketika . dirinya sudah berjanji. yang entah faktual entah fiktif. Tak jarang.

Tetapi yang jelas. di musim kemarau pun. Dan itu dinyatakan langsung kepada protokol Gedung Putih. biarlah saya memakan apa-apa yang telah dijamah sendiri oleh Presidenku. Tidak sedikit kisah-kisah unik lain. tepat setelah Bung Karno tiba. Di Pulau Bali. bersujud dan mencium kaki Sukarno. senantiasa dimaknai sebagai turunnya hujan. Termasuk petani kelapa yang bersikeras meminta air kepada Bung Karno. ia mendengar anak petani kelapa tadi telah sembuh. dan menyambutnya dengan ramah. Seorang perempuan desa mendatangi pelayan Bung Karno dan membisikkan. Bung Karno sendiri memenuhi permintaan rakyat yang dicintainya. Tapi protokol itu tidak berlaku bagi Sukarno. Berikanlah kepada saya sisanya. Presiden Republik Indonesia. “Kennedy mesti turun. hujan turun bagaikan dicurahkan dari langit. Saya sedang mengandung dan saya ingin anak laki-laki. masyarakat percaya bahwa Sukarno adalah penjelmaan Dewa Wishnu. ia pun langsung bersimpuh. Sambut saya di bawah. saya tidak akan datang. Sukarno paham betul. Tidak jarang. “Jangan biarkan orang mengambil piring Presiden.berjumpa. Dalam persoalan di atas. Seperti yang dilakukan seorang petani kelapa yang sedang bersedih karena sudah berbulan-bulan anaknya sakit keras. Karenanya. Kennedy menerima tamu-tamu negara di lantai atas Gedung Putih. Setelah ritual pertemuan dua kepala negara . Saya mengidamkan seorang anak seperti Bapak. Bahkan pernah terjadi. John F.” ujar perempuan itu bersemangat. Suatu malam ia bermimpi. Seminggu kemudian. Diambilkannya air ledeng biasa dan diserahkannya kepada petani kelapa tadi. muncul pula cerita-cerita unik.” Entah bagaimana si petugas protokol itu menyampaikannya ke Kennedy. utamanya orang Jawa. ketika Sukarno datang ke Bali. Bung Karno sama sekali tidak bisa bersoal-jawab dengan mereka. Jadi tolonglah. Dewa Hujan dalam agama Hindu. Ia ingat ketika menghadiri suatu acara di pedalaman Jawa Tengah. ketika Bung Karno datang ke Gedung Putih. ketika Bung Karno hadir dalam suatu acara. sebagian masyarakat kita. kedatangannya membawa restu. ketika Bung Karno terbang ke Bali dalam musim kering. Kalau tidak. Kennedy turun ke ke lantai bawah. bahwa ia harus pergi menemui Bung Karno untuk meminta air bagi kesembuhan anaknya. (roso daras) “Tuan Punya Bom Atom. banyak yang percaya kepada ilmu kebatinan. Apalagi. tapi Saya Punya Seni” Adalah kebiasaan Presiden AS. Mereka yakin.

ia harus menulis surat dengan sangat memelas kepada Soeharto. Hari-hari terakhir Bung Karno ini. Bung Karno bahkan diberi kesempatan berpidato di Gabungan Kongres dan Senat Amerika Serikat. Harapannya.sekadarnya. Sukarno dibawa paksa dengan tandu ke rumah sakit .15. harinya Selasa. Bukan hanya itu. diiringi para staf kedua petinggi negara tadi. Kepala Negara disambut di Amerika Serikat dengan Sidang Gabungan Kongres dan Senat. di akhir hayatnya sangat nista. saya sengaja menukil kisah sedih yang dipaparkan Reni Nuryanti dalam bukunya Tragedi Sukarno. Bahkan untuk sekadar bisa menghirup udara Jakarta (dari pengasingannya di Bogor). saya penggal mulai dari peristiwa tanggal 16 Juni 1970 ketika Bung Karno dibawa ke RSPAD (Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto). dari praktik-praktik biadab aparat militer ketika itu kepada Bung Karno selama hidup dalam “kerangkeng” Orde Baru di Wisma Yaso. Ini sangat jarang terjadi. Ada banyak versi mengenai peristiwa ini. kita semua bisa berkaca dari sejarah. Ia dibawa pukul 20. Di antaranya ada yang menyebutkan. Dari Kudeta Sampai Kematiannya. Detail kisah mengharu biru. Hari-hari Terakhir Bung Karno (1) Bung Karno. barulah keduanya bersama-sama menaiki tangga ke atas. Ia sakit. cepat atau lambat akan terbabar. dan tidak mendapat perawatan yang semestinya bagi seorang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tokoh pemersatu bangsa. Ia dinista oleh penguasa ketika itu. Mengenang hari-hari terakhir Bung Karno.

sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Hati Rachma mengumpat. Dalam suasana tegang. Bahkan ketika tangannya hendak melambai ke khalayak. Waktu itu. Bukan hanya bengkak. tentara menariknya dengan kasar. Demi mendengar bapaknya dibawa ke RSPAD. sehingga harus terus-menerus dijaga?” demikian hatinya berontak. dalam kondisi ayahandanya yang begitu parah. toh masih dijaga ketat seperti pelarian. (roso daras) Hari-hari Terakhir Bung Karno (2) . simak kutipan saksi mata Imam Brotoseno. Betapa murka hati Rachma melihat tentara berjaga-jaga sangat ketat. salah satu putri Bung Karno yang paling intens mendampingi bapaknya di saat-saat akhir. Tiada lagi wajah gantengnya. tentara datang membawa tandu dan memaksa Bung Karno masuk tandu.Hal itu ditegaskan oleh Dewi Sukarno yang mengkonfirmasi alasan militer. ia pun bergegas ke rumah sakit. bahwa Bung Karno dibawa ke RS karena koma. Tak ada keterangan ruang ICU atau darurat sebagaimana mestinya perlakuan terhadap pasien yang koma. Dewi mendapat keterangan yang bertolak belakang. “Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa –dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar menahan sakit. serta kedok asam untuk membantu pernapasannya. Untuk menggambarkan kondisi Sukarno ketika itu. Adalah Rachmawati. kini tergolek lemas. Tampak jarum infus menempel di tangannya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau. tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. dan tetap memaksanya masuk tandu dengan sangat kasar. Sama kasarnya ketika tentara mendorong masuk tubuh Bung Karno yang sakit-sakitan ke dalam mobil berpengawal. kini hanya terkatup rapat dan kering. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara. tampak Bung Karno tergolek lemah di sebuah ruang ujung becat kelabu. Tentara tidak menghiraukan penolakan Bung Karno. “Apakah bapak begitu berbahaya. usai menghadiri pernikahan Guntur. tanda bahwa racun telah menyebar kemana-mana.

“Alat itu sedang dipesan dari Inggris. anggota tim dokter itu menambahkan. Mengapa tidak dilakukan cuci darah?” Mahar hanya menjawab sambil lalu. Bung Karno selalu menolak. Karenanya dalam suatu kesaksian terungkap. Bahkan. Dalam kacamata politik. situasi saat itu memang membuat tim dokter yang dipimpin Mahar Mardjono tak berdaya.” Dan akhirnya. Sukarno tampak lebih baik dari hari sebelumnya. Hingga saat itu Rachma berani bertanya kepada tim dokter yang merawat. kapan datangnya. Setiap kali dokter hendak memberi suntikan pun.” Dalam keterangan lain.” Keterangan Mahar ini. Bahkan. Ada kekuatan besar yang bisa mengancam nyawa mereka seandainya mereka bekerja di luar kendali penguasa. dalam hal ini ia bertanya kepada Ketua Tim Dokter yang merawat Bung Karno. Prof dr Mahar Mardjono sempat menuliskan . Lebih sakit hati Rachma ketika dr Mahar mengatakan. Kalaupun ada. di kemudian hari dibenarkan anggota dokter lain. pengobatan dengan misi pembunuhan. yakni Prof Mahar Mardjono. Rachmawati menerka. tim dokter telah mengusulkan agar alat itu dibeli. Bung Karno mengetahui bahwa semua pengobatan selama ini hanya untuk memperlemah dirinya. sehingga Rachma berkesimpulan. dokterdokter itu tidak benar-benar merawat Sang Proklamator Bangsa. ia tidak mau makan. “jangan-jangan memang sengaja tidak dibeli…. kondisi Sukarno makin lemah dari hari ke hari.Hari kedua. 17 Juni 1970. Karenanya. “Mengapa sakit komplikasi yang diderita bapak dibiarkan begitu saja. saat kondisi Bung Karno kritis. dan belum tentu ada. tidak tahu. Tapi alat itu tak kunjung datang meski pembeliannya kabarnya telah dijajaki di Singapura dan Inggris. obat-obatan yang diberikan dokter pun enggan meminumnya. “Sebenarnya sudah lama. Tapi. para dokter tampak tak punya rasa iba sedikit pun.

86. Sedangkan tanggal 20 Juni. perlakuan yang seragam terhadap Sukarno berasal dari sebuah instruksi. seperti diberi kekuatan untuk menyaksikan kedatangan Sang Hatta. adalah fakta bahwa Sukarno ditelantarkan oleh Soeharto pada waktu sakit. mungkin hanya bermakna 24 jam. Maka.400 detik. namun obat yang diresepkannya itu disimpan saja di laci oleh dokter yang berpangkat tinggi. Saksi yang juga seorang purnawirawan tinggi militer itu juga mengungkapkan.? Seperti diiris-iris hati Hatta melihat sahabatnya tergolek tanpa daya. Kesaksian datang dari saksi lain yang juga mantan pejabat di era Sukarno. Satu hari bernama tanggal 18. Satu hari berikutnya yang bernama tanggal 19 Juni 1970. tercatat sebagai simbol dwitunggal yang terpatri abadi.resep khusus. Demi memompa semangat kepada sahabat. semua jam yang bergulir. seperti dikisahkan Meutia Hatta dalam bukunya: Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan. Berkata lirih Sukarno kepada Hatta. Sejarahlah yang berkuasa pada hari itu. Bung Karno. (roso daras) Hari-hari Terakhir Bung Karno (3) Semua detik yang berdetak. Tapi semua itu adalah tusukan duri bagi Sukarno yang tengah tergolek lemah. dr Kartono Mohammad. adalah bilangan 1440 menit. “Hatta… kau di sini…. semua menit yang lewat. “Yang memberi instruksi adalah Soeharto. semua angin yang berembus… adalah duka sepanjang hari. terjadilah pertemuan yang mengharu-biru. Mahar mengemukakan hal itu kepada rekannya. Menurutnya. . wajah teduh Bung Hatta menampakkan raut yang direkayasa. datang menjenguk sahabat seperjuangan.” katanya. Sementara. Bung Hatta.

ternyata hanya diserahkan perawatannya secara penuh kepada dr Soeroyo. Diam. dengan panggilan akrab yang ia ucapkan di awal-awal perjuangan. ada sejuta makna yang tertumpah pada sore hari yang bersejarah itu. Hatta memegang lembut tangan Bung Karno. yang mengalirkan air mata. Sungguh. Apalagi. Keduanya bertangis-tangisan. sekaligus kekecewaan. usai berkata-kata lemah. Hatta benar-benar tak kuasa menahan derasnya arus kesedihan demi mendengar sahabatnya menyapanya dalam bahasa Belanda. Kedua sahabat yang lama berpisah. guna mengantarnya ke swarga loka. Siapakah dokter Soeroyo? Dia bukanlah dokter spesialis. No?” begitu Hatta membalas sapaan lemah Karno.” Hanya kata itu yang sanggup Hatta ucapkan. saling berpegang tangan seolah takut terpisah. terbang bersama citacita yang kandas di tangan bangsanya sendiri. Bibirnya bergetar menahan kesedihan. Bahkan. Hatta pun tak kuasa membendung air mata. tokoh pemersatu dan proklamator bangsa. Selanjutnya. “Hoe at het met jou…” (Bagaimana keadaanmu?) Hatta benar-benar tak kuasa lagi merekayasa raut teduh. melainkan dokter hewan!!! . sejurus kemudian Bung Karno minta dipasangkan kacamata. Selanjutnya. “No…. Bung Karno melanjutkan sapaan lemahnya. Keduanya tetap berpegangan tangan. Sukarno menangis terisak-isak. sebelum akhirnya meledak tangis yang sungguh memilukan.“Ya… bagaimana keadaanmu. demi mengetahui bahwa selama kurang lebih 1. Bung Karno hanya diam. Mata keduanya bertatapan… mereka berbicara melalui bahasa mata. (roso daras) Hari-hari Terakhir Bung Karno (4) Siapa yang tak murka. yang mengingatkannya pada masa-masa penuh nostalgi. Bung Karno. agar dapat melihat sahabatnya lebih jelas.5 tahun “dikerangkeng” di Wisma Yaso. Seketika. mantan Presiden Republik Indonesia. Bung Karno hanya diam. Bahunya terguncang-guncang karena ledakan emosi yang menyesakkan dada. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya. seolah pasrah menunggu datangnya malaikat penjemput.

30 keadaan kesehatan Ir. sama sekali tidak pernah hadir ke Wisma Yaso. tanggal 21 Juni 1970. “Pada hari Minggu. Saya dan dokter Sukaman terus berada di sampingnya. Mata tertutup baik. dokter Soeroyo hanya memberinya vitamin.” (roso daras) . tiba-tiba beliau membuka mata sedikit. Bahkan obat-obatan yang dicekokkan ke Bung Karno pun sama sekali tidak tepat. Itu semua terungkap dalam dokumen yang lebih 27 tahun tersimpan oleh Siti Khadijah. dan sesaat kemudian Bung Karno menghembuskan nafas yang terakhir. tentang “pembunuhan” terhadap Sukarno. Bung Karno dalam keadaan koma. yang tak lain adalah istri dokter Soeroyo. serta testoteron. perawat memberinya obat pengurang rasa sakit. Akibatnya Sukarno mulai sering merasakan pusing.” Tak lama berselang. satu-satunya orang yang menyaksikan “kepergian” Putra Sang Fajar.Ia masuk-keluar Wisma Yaso dengan perawat-perawat yang tidak jelas didatangkan dari mana. suntikan vitamin B1 dan B12. Sementara itu. Sukarno tiap malam juga minum valium.00 WIB. royal jeli. Tiap malam minum valium selama tahunan. bahwa sejarah pada akhirnya akan mengalir menemukan jalan kebenarannya sendiri. pukul 07. pukul 04. keluarlah komunike medis: 1. Sementara. memegang tangan saya. anak angkat Bung Karno dan Inggit Ganarsih yang melihat jenazah Bung Karno melukiskan dengan baik. Ia hanya memberinya duvadilin (mencegah kontraksi ginjal).00 Ir Sukarno meninggal dunia. Sukarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur-angsur menurun. ketika Bung Karno terbangun tengah malam dan muntah darah. Ir Sukarno dalam keadaan tidak sadar dan kemudian pada jam 07. novalgin. Setiap itu pula. Seperti orang tidur saja nampaknya. “Wajah almarhum begitu tenang. 2. Benar adanya. Perawatan yang sembrono juga sering terjadi. Adalah dr Mahar Mardjono. 3. Saya sendiri berada di ruang rawat bersama Bung Karno. 21 Juni 1970. tentu saja membuat tidurnya tak lagi terkontrol. dokter Mahar Mardjono yang disebut-sebut sebagai ketua tim. sama seperti dulu. Benar pula. dr Sukaman sebentar meninggalkan ruangan rawat.00 pagi. Bung Karno berbaring setengah duduk. Keterangan yang ia kemukakan. Selain itu. Pada hari Sabtu tangal 20 Juni 1970 jam 20.50 pagi. Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya. dan Wakil Ketua Meyjan Dr (TNI-AD) Rubiono Kertopati. Team dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Ir Sukarno hingga saat meninggalnya. Tidak banyak cerita. Komunike itu ditandatangai Ketua Prof Dr Mahar Mardjono.00 pagi. Alis tebal tidak berubah. Tanggal 21 Juni 1970 jam 03. metadone (penghilang rasa sakit). bahwa ada kecenderungan yang seolah tersusun rapi. Menjelang pukul 07. Syamsu Hadi suami dari Ratna Juami.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->