P. 1
sudah fix edcfijweijiwejwicjcswdcsdc

sudah fix edcfijweijiwejwicjcswdcsdc

|Views: 2|Likes:
Dipublikasikan oleh Al Bar R. Mulki
jewnkcfjwkdjcksdjcksdkcskdcnskdncjsdncjsdncsndkckdcnskdncksndcksndcknsdkcnskdcnskdcnwidjchwiejciwjeciowjicjskdjc
jewnkcfjwkdjcksdjcksdkcskdcnskdncjsdncjsdncsndkckdcnskdncksndcksndcknsdkcnskdcnskdcnwidjchwiejciwjeciowjicjskdjc

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Al Bar R. Mulki on Apr 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2014

pdf

text

original

BAB II LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN

I.

PENGKAJIAN

Tanggal pengkajian : 25 september 2012 Waktu pengkajian Lokasi penkajian : 10.30 wib : ruang flamboyan

A. IDENTITAS Iedentitas klien Nama Umur Alamat Agama Jenis kelamin Status perkawinan Pekerjaan Pendidikan terakhir No register Diagnosa medis : Ny. R : 45 tahun : kwarakan, kaloran-temanggung : islam : perempuan : menikah : buruh : SD : 131377 : diabetes militus

Penanggung jawab Nama Umur Alamat Agama Jenis kelamin Pekerjaan Hub. dengan klien : Tn. S : 50 tahun : kwarakan, kaloran-temanggung : islam : laki-laki : buruh : suami

B. KELUHAN UTAMA Nyeri pada abdomen kiri bawah bagian punggung P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu

C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Klien mengeluh nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan ± 1 minggu yang lalu, dan lemas. Kemudian

pasien dibawa keluarga ke RSUD Temanggung tanggal 25 september 2012 pukul 04.43 wib. Pasien datang lewat IGD, di IGD pasien dipasang infus RL 20 tpm pada tangan kanan, dan diperiksa tanda vital : TD :90/60 mmHg

Suhu :36,80c Nadi RR :80X/menit :22X/menit

Kemudian pasien dianjurkan dokter jaga di IGD untuk diopname diruang Flamboyan dan diteruskan oleh dokter spesialis penyakit dalam.

D. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Klien mengatakan, 7 bulan yang lalu klien pernah dirawat di rumah sakit selama 2 minggu dan kemudian 5 bulan setelahnya juga kembali dirawat di rumah sakit dengan penyakit yang sama (DM ). Setelah 2 bulan yang lalu, klien bedrest. Klien mengatakan tidak memiliki penyakit yang lain sebelumnya. Klien belum pernah menjalani operasi.

E. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Klien mengatakan, dalam keluarganya tidak ada yang memiliki penyakit serupa maupun penyakit hereditas lainnya.

F. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR 1. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan

Kulit klien kering dan terdapat lesi squamosa pada tangan dan kaki. 2. 4. keramas 1x dalam 2-3 hari. Kebutuhan Istirahat Tidur Sebelum : klien mengatakan kesulitan untuk tidur dan sering terbangun tengah malam karena cemas. Sesudah : klien mandi minimal 1x sehari dengan cara dilap. turgor kulit tidak elastis. klien bedrest dan semua aktivitas dibantu oleh keluarga. 3. Klien tidak pernah menyisir rambut selama dirawat di Rumah Sakit. Sesudah : selama dirawat. Sesudah : klien mengatakan sudah bisa tidur dengan lebih nyaman dengan durasi yang lebih lama ( 8 jam). Kebutuhan Nutrisi dan Cairan • A (antopometri) BB biasanya : 52 kg. Terdapat lesi squamosa pada tangan dan kaki. Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit Sebelum : klien mengatakan mandi 2x sehari dengan cara dilap. Semua aktivitas klien (makan. BB sekarang 40 kg TB : 152 cm . jarang dilakukan oral hygiene karena sariawan. Klien biasanya tidur 4-6 jam/hari. oral hygiene minimal 1x/hari. mandi. dll) dibantu oleh keluarga.Sebelum : klien bedrest selama kurang lebih dua bulan. Klien dapat melakukan ROM aktif namun kekuatan otot lemah. namun terkadang masih sering susah tidur karena cemas.

0-18.91 L15. Kurus [Ringan] 17. Gemuk[Berat] 27< • B (biochemical) Darah rutin Hemoglobin Leukosit Darah lengkap Hemoglobin Hematokrit Leukosit Eritrosit Trombosit MCH Limfosit Netrofil Ureum Kreatinin H86.9 L5.52)² =17.5-25.0 2. Gemuk[Ringan] 25.9 H11.7 H1.28 H523 L25.0 4.LILA : 19 cm IMT : BB (kg) / (TB (m))² = 40 / (1.0 5.3 (kurus) Keterangan : Kurus [Berat] < 17.4 L9.7 L2.9 H77.8 L19 H11.1-27.3 . Normal 18.4 3.

tidak terpasang kanul oksigen. BAB minimal 1x/hari dengan konsistensi padat. tidak cair. bentuk bulat-bulat kecil dan terasa sakit saat keluar. Sesudah : klien mengatakan bisa bernapas dengan baik. tetapi pasien masih bisa dan mau makan makanan yang disediakan rumah sakit. mudah keluar dan tidak sakit pada rektal. padat. Kebutuhan oksigenasi Sebelum : klien tidak mengalami gangguan pernapasan. konsistensi keras. 5. • F (factor) Pasien mengalami kesulitan saat menelan. 6. kulit kering • D (diet) Makan 2-3x sehari dengan porsi ½ .• C (clinical) Mukosa bibir kering. Kebutuhan Eliminasi Sebelum : klien mengatakan sering buang air kecil. • E (energy) Aktivitas pasien di rumah sakit terbatas karena pasien lemas dan butuh istirahat. Klien masih sering merasa mual dan kadang muntah. kebutuhan oksigenasi terpenuhi. BAB tidak rutin setiap hari. .1 (50-100 gram) bubur nasi. Sesudah : klien sering buang air kecil.

Kognitif 1) Persepsi : klien tidak mengalami perubahan fungsi indera 2) Sensori : klien mengatakan ada nyeri di abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung 3) Keluhan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu 4) Kognitif : klien mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menerima informasi yang diberikan oleh dokter atau perawat.7. Kebutuhan Termoregulasi Sebelum : klien mengatakan suhu tubuh kadang meningkat ketika nyeri terasa Sesudah : selama dirawat di Rumah Sakit. suhu tubuh klien dalam rentang normal. Kebutuhan Konsep Diri 1) Citra Tubuh Klien mengatakan dirinya sedang sakit dan tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri . Kebutuhan Persepsi. 9. 8. Sensori.

4) Peran Klien mengatakan kehilangan fungsi perannya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Kebutuhan Stres Koping Klien mengatakan bahwa stresor biasanya berasal dari rasa nyeri pada abdomen.2) Identitas diri Klien mengetahui dengan baik identitas dirinya maupun keluarga 3) Harga diri Klien mengatakan bahwa pada awalnya merasa malu dan minder karena penyakit yang dideritanya. Kebutuhan Rekreasi dan Spiritual Sebelum : klien biasanya berkumpul dengan keluarga di rumah untuk menonton televisi. 11. Klien biasanya menghilangkan stres dengan cara relaksasi (berdzikir dan tarik napas dalam). 5) Ideal diri Klien mengatakan ingin segera pulang ke rumah dan tetap berusaha untuk kesembuhan penyakitnya. seiring waktu klien sudah melakukan penerimaan dan tidak malu dirawat di rumah sakit. Namun. Klien ingin melakukan aktivitasnya secara mandiri. . Klien adalah seorang muslim. biasanya klien menjalankan ibadah di tempat tidur dengan ditemani oleh keluarga. 10.

lembut. MATA : mesocepal : simetris : kotor.80c Nadi :80X/menit RR 2. :22X/menit . Keadaan umum: Kesadaran: CM. mudah patah.Sesudah : saat sakit klien mengatakan masih menjalankan ibadah di tempat tidur namun terkadang meninggalkan ibadah ketika nyeri kembali datang. warna hitam. PEMERIKSAAN FISIK 1. KEPALA Inspeksi : • • • • Bentuk kepala Kesimetrisan Kulit kepala Rambut dan rontok Palpasi : tidak ada nyeri tekan. motorik Verbal :6 :5 Buka mata : 4 Vital sign: TD :90/60 mmHg Suhu :36. G. berketombe : lurus. tidak ada benjolan 3.

tidak ada lesi :konjungtiva anemis :tidak ikterik :simetris. bersih.Inspeksi : • • • • • Kelopak mata Konjungtiva Sclera Pupil Pergerakan bola mata nistagmus • Kornea :warana hitam dan jernih :posisi simetris. MULUT DAN FARING • Bibir : -mukosa agak kering -sariawan . tidak ada benjolan 4. pergerakan tidak Palpasi : tidak ada nyeri tekan. HIDUNG Inspeksi : • • • • Bentuk hidung :indeformasi Tidak ada lesi dan pembengkakan Lubang hidung simetris Tidak ada sputum Palpasi : • Tidak ada nyeri tekan dihidung 5. isokor :tidak ada deviasi.

gigi karies. warna kuning. Palpasi :gerakan dinding kanan dan kiri sama.-bentuk simetris -warna merah • Gigi kuning • • • Bau mulut : klien mengalami bau mulut Mulut :sariawan -tidak ada bengkak :-gigi kotor. gerakan dinding dada kanan dan kiri sama. letak dada lebih tinggi dari perut sewaktu berbaring. LEHER • • Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Tidak ada nyeri tekan 8. terdapat retraksi intercosta. PARU-PARU DAN DADA Inspeksi :bentuk dada simetris. tidak ada nyeri tekan (focal fremitus seimbang) Perkusi :suara sonor . TELINGA • • • Telinga dalam Telinga luar Pendengaran : tidak ada radang (kemerahan) : tidak ada serumen : tidak ada gangguan pendengaran 7. warna Reflek menelan :kesulitan pada saat menelan makanan 6. tidak ada jaringan parut.

. JANTUNG Inspeksi Palpasi Perkusi • :ictus cordis tidak Nampak :tidak ada pembengkakan dan nyeri tekan : Letak jantung Batas kiri jantung : -atas : ICS II kiri dilinea parasternalis kiri -bawah : ICS V kiri agak media linea parasternalis kanan • Batas kanan jantung: -atas : ICS II kanan linea parasternalis kanan -bawah : ICS III dan IV kanan dilinea parasternalis kanan Auskultasi : S1 S2 S3 dan S4 10. ronchi. suara vesikuler 9. perut datar. tidak ada lesi. abdomen Inspeksi :lubb :dub :tidak terdengar : warna kulit coklat. Auskultasi : bising usus 8 x/menit Perkusi Palpasi : timpani : terdapat nyeri tekan pada kuadran kiri bawah. terdapat massa batas tegas pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung. dan crackles. terdapat jaringan parut.Auskultasi :tidak ada wheezing.

ekstremitas atas dan bawah • Pitting edema grade 4 • Udem pada ekstremitas bawah • Turgor kulit inelastis • Akral hangat . kulit dan kuku • • • • • • Turgor kulit : cukup Kulit agak kering CRT < 3 detik Tidak sianosis Kuku kotor Terdapat lesi skuamosa pada telapak tangan dan telapak kaki. kering mengelupas. 12.11.

0 4.3 g/dl 14.5-11.H.0-18. Pemeriksaan darah tunggal dan darah lengkap tanggal 25 september 2012 Hasil pemeriksaan : pemeriksaan Hasil Darah rutin Hemoglobin Leukosit Darah lengkap L9.9 H11.0 satuan Nilai rujukan . PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.

8 L19 H11.0-36.7 H1.0 0.50-6.0 0-15 7-20 m g/dl m g/dl 10.91 20.0 31.0-70.60-1.0 40-54 4.0-50.7 L2.Hemoglobin Hematokrit Leukosit Eritrosit Trombosit MCV MCH MCHC Hitung jenis Limfosit MxD Netrofil Laju endap darah LED 1 jam LED 2 jam Kimia klinik Ureum Kreatinin SGOT SGPT L5.2 H77.9 6.20 2.20 150-450 FL PG g/dl % % % 80. Pemeriksaan GDP dan GDS • GDP.9 g/dl % 14. Tanggal 25 september 2012 Hasil : 82 mg/dl • GDP.9 XX XX H86.0-37.28 H523 82 L25.4 7.0-18.0 50.0 26.0 4.0 L15.0-97.0-60.4 31. Tanggal 26 september 2012 Hasil : 74 mg/dl • Pemeriksaan GDS : .0 20.5-11.

Tanggal 28 september 2012 Dulcolax supp 0-0-1 Laxadin sirup 3x1 Ketorolac 3x1 Ranitidin 2x1 RL 20 tpm 3. Tanggal 27 september 2012 Dulcolax supp 0-0-1 Laxadin sirup 3x1 Ketorolac 3x1 Ranitidin 2x1 RL 20 tpm 2. PROGRAM TERAPI 1.Hasil : Tanggal 25 : 193 Tanggal 27 : 143 I. Tanggal 29 september 2012 Dulcolax supp 0-0-1 Laxadin sirup 3x1 .

Ketorolac 3x1 Ranitidin 2x1 RL 20 tpm .

00 wib DO: 1. Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat di sentuh pada bagian nyeri. ANALISA DATA Data DS: klien mengatakan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu Masalah Nyeri akut Etiologi Agen cedera kimia fisik TTD Tgl/Jam 25 september 2012 11. 2. 1.II. No. Pasien berhati-hati saat bergerak .

tidak nafsu makan Do: • BB : 37 kg • TB : 152 cm • LILA : 18 cm IMT = BB (kg) : TB2 (m) = 40 : 2.00 wib Ds : klien mengatakan lemas. mual dan muntah.31 = 17. 25 september 2012 11.2.3 • Pasien tampak lemah • Turgor kulit inelastis • Mulosa bibir kering Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan penurunan intake oral .

III. . DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera mekanik (penekanan jaringan syaraf oleh tumor) DS: klien mengatakan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu DO: 1) Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat di sentuh pada bagian nyeri. 2) Pasien berhati-hati saat bergerak.

tidak nafsu nafsu makan Do:     BB : 40 kg TB : 152 cm LILA : 18 cm IMT = BB (kg) : TB2 (m) = 40 : 2. mual dan muntah.31 = 17. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan intake oral Ds : klien mengatakan lemas.2.    . Turgor kulit inelastis Mukosa bibir kering.3 Pasien tampak lemah.

Penderita dapat melakukan metode atau tindakan untuk mengatasi atau mengurangi nyeri non farmakologi. durasi. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian Intervensi TTD Tgl/Jam 25 september 2012 11.00 wib . ajarkan teknik distraksi dan relaksasi 3. kaji nyeri secara komprehensif (lokasi.d cedera agen mekanik Tujuan & Kriteria Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam. PERENCANAAN KEPERAWATAN Diagnosa Nyeri akut b.IV. 3. frekuensi. Atur posisi pasien senyaman mungkin sesuai keinginan pasien. 4. Kolaborasi 1.nyeri dapat teratasi dengan kriteria hasil : 1. karakteristik. 5. Penderita secara verbal mengatakan nyeri berkurang. 2. jelaskan pada pasien tentang sebab-sebab timbulnya nyeri. No.5 – 37. kualitas dan faktor presipitasi) 2. Monitor tanda-tanda vital. 1. Ttv dalam batas normal TD : 120/80 mmhg S : 36.5 C Mandiri 1.

 . RL.00 wib Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Setelah dilaksanakan tindakan keperawatan selama 3 x24 jam perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan dapat teratasi dengan kriteria hasil : 1. 2 25 september 2012 11. Tentukan program diet dan pola makan klien 3. Timbang BB setiap hari sesuai indikasi 2. memberikan terapi cairan yang sesuai (Nacl. Mendemonstrasikan berat badan stabil atau penambahan ke arah rentang biasanya/  Mandiri : 1. 3. Berikan makanan oral yang mengandung nutrient dan elektrolit sesuai indikasi 4. Albumin) 2. Menunjukkan tingkat energi biasanya. 2. Klien mencerna jumlah kalori/ nutrien yang tepat. Kolaborasi ahli diet untuk menentukan diet pasien. Monitor ttv 5.N : 80-120 x/menit RR : 12-24 x/menit analgesik. Observasi tanda – tanda hipoglikemi Kolaborasi : 1.

yang diinginkan dengan nilai laboratorium normal. karakteristik. frekuensi. S : pasien mengatakan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung TTD NO TGL/JAM 1 25 september 2012 11. kaji nyeri secara komprehensif (lokasi. kualitas dan faktor presipitasi) RESPON 1. durasi.10 wib . IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI Mandiri 1. V.

O : Pasien dapat melakukan teknik relaksasi. 3. 12.menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu O : . Pasien berhati-hati saat bergerak.80c Nadi :82X/menit .25 wib 11. Monitor tanda-tanda vital.00 wib 4. ajarkan teknik distraksi dan relaksasi 3.30 wib 2.Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat nyeri terasa. jelaskan pada pasien tentang sebab-sebab timbulnya nyeri. 2. O : TD :90/70 mmHg Suhu :36. 4. 11. S : pasien menerima penjelasan yang diberikan.

30 wib Mandiri : 1. 12. karena untuk mengurangi rasa nyeri. Berikan makanan oral yang mengandung nutrient dan elektrolit sesuai indikasi 4. O :Pasien nyaman dengan posisi miring.12. O : Injeksi ketorolac dan ranitidin 1 amp masuk secara iv 2 25 september 2012  09.30 wib 1. Timbang BB setiap hari sesuai indikasi 2. Tentukan program diet dan pola makan klien 3. Atur posisi pasien senyaman mungkin pasien Kolaborasi sesuai keinginan RR :21X/menit 5. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. Monitor ttv .10 wib 5.

Kolaborasi ahli diet untuk menentukan diet pasien. b. Albumin) 2. memberikan terapi cairan yang sesuai (Nacl. komprehensif karakteristik. kualitas dan faktor . 1.00 wib september 1. kaji nyeri secara (lokasi. Observasi tanda – tanda hipoglikemi  Kolaborasi : 1. 2012 08. S : pasien mengatakan nyeri pada pinggang bagian kiri sampai kaki kiri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 frekuensi.5. presipitasi) 1. RL. durasi.

4. Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat nyeri terasa. Atur posisi pasien senyaman mungkin 11. O : Pasien dapat melakukan teknik relaksasi. Monitor tanda-tanda vital 4. karena untuk mengurangi rasa nyeri.00 wib Kolaborasi Nadi RR :82X/menit :20X/menit .minggu O: 08. 3.60c 12. Pasien berhati-hati saat bergerak.20 wib 08. O :Pasien nyaman dengan posisi miring. ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. sesuai keinginan 2.30 wib pasien. O : TD :100/60 mmHg Suhu :36.25 wib 2. 3.

2012 seeptember 1.1. c. kaji nyeri secara kualitas komprehensif durasi. frekuensi. faktor dan 08. S : pasien mengatakan nyeri pada pinggang bagian kiri sampai kaki kiri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (4) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu O: . 1. presipitasi) karakteristik. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik.00 wib (lokasi. 1. O : Injeksi ketorolac dan ranitidin 1 amp masuk secara iv 2.

Suhu :36. 08.50c Nadi RR :84X/menit :22X/menit 12. karena untuk mengurangi rasa nyeri. O : Injeksi ketorolac dan ranitidin 1 amp masuk secara iv . 4.30 wib posisi pasien senyaman 4. Pasien berhati-hati saat bergerak.- Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat nyeri terasa. Atur 11. ajarkan relaksasi. O : TD :110/70 mmHg mungkin sesuai keinginan pasien. O : Pasien dapat melakukan teknik relaksasi. O :Pasien nyaman dengan posisi miring. 3. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. 2. Monitor tanda-tanda vital teknik distraksi dan 3.20 wib 08.00 wib Kolaborasi 1.25 wib 2.

30 wib EVALUASI S : pasien mengatakan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) TTD . EVALUASI KEPERAWATAN NO HARI/TGL 1. 25 september 2012 13.2. VI.

Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat nyeri terasa.TTV : TD :90/70 mmHg . . . RR : 21X/meni A: masalah nyeri belum teratasi P : lanjutkan intervensi 1. TTD .T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu O : .5 dan kolaborasi 2.80c . .4.2. 26 september 2012 13.Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat nyeri terasa. S :36.Pasien berhati-hati saat bergerak. N :82X/menit. NO HARI/TGL 1.Pasien berhati-hati saat bergerak.30 wib EVALUASI S : pasien mengatakan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (6) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu O : .

4 dan kolaborasi 2.Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat nyeri terasa. RR : TTD . .60c.2. 26 september 2012 13. S :36.TTV : TD 20X/menit :100/60 mmHg. NO HARI/TGL 1. N :84X/menit.50c.30 wib EVALUASI S : pasien mengatakan nyeri P : bila disentuh nyeri bertambah Q: senut-senut R: nyeri pada abdomen kuadran kiri bawah bagian punggung menjalar ke depan S: sedang (5) T: nyeri hilang timbul ± sudah 1 minggu O : . RR : A: masalah nyeri belum teratasi P : lanjutkan intervensi 1.TTV : TD :110/70 mmHg. S :36.Pasien berhati-hati saat bergerak..3. N :82X/menit. .

2.22X/menit A: masalah nyeri belum teratasi P : lanjutkan intervensi 1.4 dan kolaborasi 2.3. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->