Anda di halaman 1dari 7

Mekanisme Miksturisi

Mekanisme proses Miksi ( Mikturisi ) Miksi ( proses berkemih ) ialah prosesdi mana kandung kencing akan mengosongkan dirinya waktu sudah penuh dgnurine. Mikturisi ialah proses pengeluaran urine sebagai gerak refleks yangdapat dikendalikan (dirangsang/dihambat) oleh sistim persarafan dimanagerakannya dilakukan oleh kontraksi otot perut yg menambah tekanan intraabdominalis, dan organ organ lain yang menekan kandung kencing sehiggamembantu mengosongkan urine ( Virgiawan, 2008 ).Pada dasarnya, proses miksi/mikturisi merupakan suatu refleks spinal ygdikendalikan oleh suatu pusat di otak dan korteks cerebri. Proses miksturisidapat digambarkan dalam skema di bwah ini :Pertambahan vol urine tek intra vesicalis keregangan dinding vesicalis(m.detrusor) sinyal-sinyal miksi ke pusat saraf lebih tinggi (pusat kencing) untuk diteruskan kembali ke saraf saraf spinal timbul refleks spinal melalui n. Pelvicus timbul perasaan tegang pada vesica urinaria shgakibatnya menimbulkan permulaan perasaan ingin berkemih Daftar pustaka :

Sherwood, Lauralee. 2001.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Infeksi saluran kemih (ISK) Definisi


Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat terbentuknya koloni kuman di saluran kemih. Kuman mencapai saluran kemih melalui cara Hematogen dan Asending ISK merupakan gangguan pada saluran kemih yang disebabkan adanya sumbatan. Biasanya, yang menyumbat itu adalah batu berbentuk kristal yang menghambat keluarnya air seni melalui saluran kemih, sehingga jika sedang buang air kecil terasa sulit dan sakit. Tapi, bila saat buang air seni disertai dengan darah, itu petanda saluran kemih anda sudah terinfeksi. Penyebab timbulnya batu tersebut disebabkan oleh berbagai hal, antara lain terlalu lama menahan buang air kecil sehingga air seni menjadi pekat, dan kurang banyak meminum air putih. Bahkan, terlalu banyak mengkonsumsi soda, kopi manis, teh kental, vitamin C dosis tinggi dan susu, juga dikategorikan termasuk sebagai pemicu terjadinya batu ginjal. Selain itu, faktor lainnya yang turut memicu terbentuknya batu di dalam ginjal dan saluran kemih bila banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung asam urat seperti emping melinjo, jeroan, bayam, maka air kemihnya akan lebih banyak mengandung asam urat sehingga risiko terbentuknya batu asam urat dalamginjal dan saluran kemih pun meningkat.

KLASIFIKASI INFEKSI SALURAN KEMIH


1. Kandung kemih (Sistitis) Adalah istilah untuk Infeksi Kandung Kemih yang sering dialami kaum wanita 2. Uretra (Uretritis) Adalah infeksi pada saluran kemih yang sering terjadi pada Pria yang sering

melakukan aktifitas seksual tanpa memperhatikan Kesehatan 3. Ginjal (Pyelonefritis) Adalah infeksi pada pyelum GINJAL yang sangat berbahaya sehingga dapat terjadi gagal ginjal sehingga perlu CUCI DARAH dengan alat yang disebut HEMODIALISA.

Faktor resiko infeksi saluran kemih


Kurang banyak meminum air putih. Penyebab utama dari ISK adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, sehingga bakteri alat
kelamin, dubur atau dari pasangan (akibat hubungan intim) masuk ke dalam saluran kemih.

Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing. Cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik
kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.

Suka menahan kencing. Kebiasaan ini memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing.
Dibandingkan laki-laki, perempuan ternyata lebih rentan terkena penyakit ini. Karena, penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 centi meter).Berbeda dengan uretra laki-laki yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman sulit masuk.

Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Hal ini menyebabkan uretranya penuh. Jika
uretranya pendek, terkena gesekan saat berhubungan sex, bias menyebabkan kuman-kuman gampang terdorong masuk ke saluran kencing dan mengakibatkan infeksi yang di sebut sistitis.Biasanya hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis. Keluhannya seperti kencing sakit

Memiliki riwayat penyakit kelamin. Misalnya pada orang yang punya penyakit kencing nanah. Hal
ini akan menyebabkan infeksi pada uretra dan menghasilkan nanah.

Memiliki riwayat penyakit batu di daerah saluran kencing. Keberadaan batu di saluran kencing bias
menjadi focus infeksi dan menebabkan infeksi berulang. Misalnya : ada ifeksi berulang di saluran kencing, kemungkinan disebabkan adanya infeksi batu batu disaluran kencing. Batu tersebut terinfeksi dan bias menjadi sumber infeksi dan sumber kuman.

Etiologi
1.
Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain : Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : Penyebab ISK Complicated E. Coli : 90% : Penyebab ISK Uncomplicated (simple) Enterobacter, Stafilokokus Aureus, Streptokokus fecalis

2. Jamur dan Virus 3. Infeksi Ginjal 4. Prostat Hipertropi (sisa urin)


Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut, dibedakan menjadi: 1. ISK uncomplicated (simple) ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic maupun

fungsional normal. ISK ini pada usia lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih. 2. ISK complicated Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis dan shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagai berikut:

Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi, atoni kandung
kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis.

Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK.

Gangguan daya tahan tubuh Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease.

EPIDEMIOLOGI
Infeksi saluran kemih pada anak dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin. Angka rasio kejadian infeksi saluran kemih pada anak dilaporkan untuk rasio bayi laki laki dan perempuan pada awal kehidupan bayi adalah antara 3 : 1 dan 5 : 1. setelah masa bayi, anak perempuan lebih sering mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan laki laki yaitu dengan rasio L/P 1 : 4 untuk infeksi yang simtomatis dan 1 : 25 untuk infeksi yang asimtomatis. Prevalensi pada anak perempuan berkisar 3 5% sedangkan anak laki-laki 1% Angka kekambuhan cukup tinggi yaitu pada anak perempuan 30% pada tahun pertama dan 50% dalam 5 tahun kedepan. Sedangkan pada anak laki-laki angka kekambuhan sekitar 15- 20% pada tahun pertama dan setelah umur 1 tahun jarang ditemukan kekambuhan. ISK yang terjadi nosokomial di rumah sakit pernah dilaporkan sebanyak 14,2% per 1000 penderita anak, hal ini terjadi biasanya karena pemakaian kateter urin jangka panjang. Dewasa wanita rentan terhadapa ISK Karena, penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 centi meter). Berbeda dengan uretra laki-laki yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman sulit masuk.

Patofisiologi Infeksi saluran kemih


Secara normal, air kencing atau urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu kuman yang paling sering menyebabkan ISK adalah E.coli yang umum terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah. Pertama tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis. Mikroorganisme seperti klamidia dan mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK namun infeksi yang diakibatkan hanya terbatas pada urethra dan sistem reproduksi. Tidak seperti E. coli, kedua kuman ini menginfeksi orang melalui perantara hubungan seksual. Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang mengatur keseimbangan cairan tubuh dan

elektrolit dalam tubuh, dan sebagai pengatur volume dan komposisi kimia darah dengan mengeksresikan air yang dikeluarkan dalam bentuk urine apabila berlebih. Diteruskan dengan ureter yang menyalurkan urine ke kandung kemih. Sejauh ini diketahui bahwa saluran kemih atau urine bebas dari mikroorganisme atau steril. Infeksi saluran kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. Masuknya mikroorganisme kedalam saluran kemih dapat melalui :

Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat (ascending) yaitu : 1. Masuknya mikroorganisme ke dalam kandung kemih, antara lain : factor anatomi
dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor tekanan urine saat miksi, kontaminasi fekal, pemasangan alat kedalam traktus urinarius (pemasangan kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi

2. Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal


Kuman penyebab ISK pada umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus. Dan hidup secara komensal di dalam introitus vagina, prepusium penis, kulit perineum, dan di sekitar anus. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui uretra prostate vas deferens testis (pada pria) buli-buli ureter, dan sampai ke ginjal.

Hematogen
Sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen. Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu adanya : bendungan total urine yang dapat mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan parut.

Limfogen
Pielonefritis (infeksi traktus urinarius atas) merupakan infeksi bakteri piala ginjal, tobulus dan jaringan intertisial dari salah satu atau kedua ginjal. Bakteri mencapai kandung kmih melalui uretra dan naik ke ginjal meskipun ginjal 20 % sampai 25 % curah jantung; bakteri jarang mencapai ginjal melalui aliran darah ; kasus penyebaran secara hematogen kurang dari 3 %. Pielonefritis akut biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih asendens. Pielonefritis akut juga dapat terjadi melalui infeksi hematogen. Infeksi dapat terjadi di satu atau di kedua ginjal. Pielonefritis kronik dapat terjadi akibat infeksi berulang, dan biasanya dijumpai pada individu yang mengidap batu, obstruksi lain, atau refluks vesikoureter. Sistitis (inflamasi kandung kemih) yang paling sering disebabkan oleh menyebarnya infeksi dari uretra. Hal ini dapat disebabkan oleh aliran balik urine dari uretra ke dalam kandung kemih (refluks urtrovesikal), kontaminasi fekal, pemakaian kateter atau sistoskop. Uretritis suatu inflamasi biasanya adalah suatu infeksi yang menyebar naik yang digolongkan sebagai general atau mongonoreal. Uretritis gnoreal disebabkan oleh niesseria gonorhoeae dan ditularkan melalui kontak seksual. Uretritis nongonoreal ; uretritis yang tidak berhubungan dengan niesseria gonorhoeae biasanya disebabkan oleh klamidia frakomatik atau urea plasma urelytikum. Pada usia lanjut terjadinya ISK sering disebabkan karena adanya :

Sisa urin dalam kandug kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak

lengkap atau krang efektif. Sisa urin yang meningkat mengakibatkan distensi yang berlebihan sehingga ,emi,bulkan nyeri, keadaan ini mengakibtkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri

Mobilitas menurun Nutrisi yang kurang baik System Imunitas yang menurun Adanya hambatan pada saluran urin

Gejala klinik
Gejala Umumnya :

Sering ingin kencing namun kencing yang dikeluarkan sangatlah sedikit Kesakitan saat kencing Rasa sakit sampai terbakar pada kandung kemih Pada perempuan merasakan ketidaknyamanan pada tulang kemaluan Air kencingnya sendiri bisa berwarna putih, cokelat, kemerahan Rasa sakit pada punggung, mual, atau muntah Demam muncul bila ginjal sudah kena

Uretritis biasanya memperlihatkan gejala :

Mukosa memerah dan oedema Terdapat cairan eksudat yang purulent Ada ulserasi pada urethra Adanya rasa gatal yang menggelitik Adanya nanah awal miksi Nyeri pada saat miksi Kesulitan untuk memulai miksi

Nyeri pada abdomen bagian bawah.


Sistitis biasanya memperlihatkan gejala :

Disuria (nyeri waktu berkemih) Peningkatan frekuensi berkemih Perasaan ingin berkemih Adanya sel-sel darah putih dalam urin Nyeri punggung bawah atau suprapubic

Demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus yang parah.
Pielonefritis akut biasanya memperihatkan gejala :

Demam Menggigil

Nyeri pinggang Disuria Pielonefritis kronik mungkin memperlihatkan gambaran mirip dengan pielonefritis akut, tetapi dapat
juga menimbulkan hipertensi dan akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.

Pemeriksaan penunjang
1. Biakan air kemih :
Dikatakan infeksi positif apabila :

Air kemih tampung porsi tengah : biakan kuman positif dengan jumlah kuman 105/ml, 2 kali
berturut-turut.

Air kemih tampung dengan pungsi buli-buli suprapubik : setiap kuman patogen yang tumbuh pasti
infeksi. Pembiakan urin melalui pungsi suprapubik digunakan sebagai gold standar. Dugaan infeksi :

2.

Pemeriksaan air kemih : ada kuman, piuria, torak leukosit Uji kimia : TTC, katalase, glukosuria, lekosit esterase test, nitrit test. Urinalisis : Leukosituria atau Piuria ; Positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/LPB sediment air kemih Hematuria : Positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih Mikroskopis Biakan bakteri

3.Bakteriologis :

Tatalaksana
Suportif / Nonfarmakologis

Usahakan untuk buang air seni pada waktu bangun di pagi hari. Buang air seni dapat membantu
mengeluarkan bakteri dari kandung kemih yang akan keluar bersama urin.

Minum air putih minimal 8 gelas atau 2, 5 liter setiap hari merupakan suatu kewajiban. Sementara, buah-buahan, sari buah, juice sangat baik untuk dikonsumsi sebab dapat melancarkan
peredaran darah.

Sebaiknya menghindari berbagai jenis makanan seperti: Soto jerohan sapi, es krim, keju,milk shake,
kopi, cola dan lain-lain.

Menjaga dengan baik kebersihan sekitar organ intim dan saluran kencing. Setiap buang air seni, bersihkanlah dari depan ke belakang. Hal ini akan mengurangi kemungkinan
bakteri masuk ke saluran urin dari rektum

Membersihkan organ intim dengan sabun khusus yang memiliki pH balanced (seimbang) Buang air seni sesering mungkin (setiap 3 jam) Pilih toilet umum dengan toilet jongkok. Jangan cebok di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau
keran.

Ganti selalu pakaian dalam setiap hari, Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap

keringat agar tidak lembab. Medikamentosa / Farmakologis Pengobatan simtomatik terhadap keluhan sakit kencing dapat diberikan penazofiridin (piridium) 7-10 mg/kgbb/hari. Disamping ISK perlu juga mencari dan mengurangi atau menghilangkan factor predisposisi seperti obstipasi, alergi, investasi cacing dan memberikan kebersihan perineum meskipun usaha-usaha ini kadang-kadang tidak selalu berhasil.

KOMPLIKASI
Pielonefritis berulang dapat mengakibatkan hipertensi, parut ginjal, dan gagal ginjal kronik (Pielonefritis berulang timbul karena adanya faktor predisposisi).

PROGNOSIS
ISK tanpa kelainan anatomis menpunyai prognosis lebih baik bila dilakukan pengobatan pada fase akut yang andekuat dan disertai pengawasan terhadap kemungkinan infeksi berulang. Prognosis jangka panjang pada sebagian besar penderita dengan kelainan anatomis umumnya kurang memuaskan meskipun telah diberikan pengobatan yang andekuat dan dilakukan koreksi bedah , hal ini terjadi terutama pada penderita dengan nefropati refluks. Deteksi dini terhadap adanya kelainan anatomis, pengobatan yang segera pada fase akut, kerjasama yang baik antara dokter, ahli bedah urologi dan orang tua penderita sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya perburukan yang mengarah ke fase gagal ginjal kronis. Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksin Saluran Kemih. Jakarta: FKUI Ganong. W.F., editor Widjajakusumah D.H.M., 2001., Buku Ajar Fisiologi Kedokteran., edisi Bahasa Indonesia., Jakarta., EGC