Anda di halaman 1dari 19

TATA UDARA KOMERSIAL DAN INDUSTRI

Sistem Tata Udara Sentral


All-air system All-water system Air-water system

All-air system

OA

EA
cooling coil heating coil

SA

RA
filter

LA 2 RA RA 4 6 8

exhasut air

two

twi
chiller

All-air system

All-air system
ALL-AIR SYSTEM

Single-duct
Constat volume (CV) Variable air Volume (VAV)

Dual-duct
Constat volume (CV) Variable air Volume (VAV)

All-water system

Air dingin dari chiller disirkulasikan hingga ke ruangan Pada ruangan dipasang fan-coil unit untuk mendinginkan ruangan Keunggulan:memerlukan sedikit ruang, sehingga cocok untuk digunakan pada pengkondisian udara suatu bangunan yang sebelumnya tidak direncanakan menggunakan pengkondisi udara.

All-water system

Kelemahan: perawatan alat umumnya harus dilakukan pada ruang yang dihuni Kelemahan: Sistem yang menggunakan temperatur rendah memerlukan penampung kondensat/embun Kelemahan: Sulit untuk mengontrol kelembaban ruangan Kelemahan: filter berukuran kecil, dan harus sering dibersihkan untuk menjaga laju aliran udara Kelemahan: Udara segar harus diperoleh dengan membuka pintu/jendela, sehingga ada beban tambahan

Fan-coil unit (FCU)


discharge air opening

Fan-coil unit dapat dipasang:

Wall-mounted
Ceiling-mounted Floor-mounted

coil

Fan return air opening

Filter

Air-water system

Primary-air system Induction unit

Primary-air system

Induction unit

Water chiller

Water chiller adalah mesin pendingin air yang akan disirkulasikan ke air handling unit (AHU). Jenis-jenisnya antara lain: centrifugal chiller, reciprocating chiller, absorption chiller. Air cooled atau water cooled
Mekanisme kerja: Evaporator (atau cooler) pada sistem refrigerasi kompresi uap atau absorbsi digunakan untuk mendinginkan air. Air dingin selanjutnya disirkulasikan ke AHU guna mendinginkan udara yang akan dikirimkan ke dalam ruangan yang dikondisikan.

Chiller

Chiller dengan Cooling tower

PUMP
WATER IN
FILTER DRIER

AIR OUT
SIGHT GLASS

WATER OUT MUFFLER

CONDENSER

FAN
DRIFT ELIMINATOR

TXV COMPRESSOR

SPRAY NOZZLES PACKING


AIR IN

LIQUID COOLER PUMP

COLD WATER BASIN

SUPPLY AIR ENTERING AIR SUPPLY FAN


AIR FILTER

TO CONDITIONED SPACE DUCT

COOLING COIL

Screw chiller

Screw compressor

Screw compressor

(a) suction

(b) compression

(c) discharge

Centrifugal chiller

Centrifugal chiller

Centrifugal chiller

10

Pemipaan/kelistrikan chiller

Pemipaan/kelistrikan chiller

11

Kompresor sentrifugal

Kompresor sentrifugal

12

Chiller vs Direct Expansion

Kontrol beban parsial Oil return

Pada sistem water chiller pengaturan beban cukup dilakukan dengan mengatur laju aliran air dingin yang melewati koil pendingin pada AHU. Jika suatu saat terjadi penurunan beban, laju aliran refrigeran akan turun. Timbul masalah oil return yang penanganannya lebih sulit. Pipa untuk distribusi air lebih murah dibandingkan dengan pipa tembaga untuk refrigeran.

Pemipaan refrigeran

WATER OUT

WATER IN FILTER DRIER SIGHT GLASS

PUMP

AIR OUT FAN DRIFT ELIMINATOR

CONDENSER MUFFLER

TXV

SPRAY NOZZLES

COMPRESSOR

PACKING

AIR IN

LIQUID COOLER PUMP

COLD WATER BASIN

SUPPLY AIR ENTERING AIR SUPPLY FAN AIR FILTER COOLING COIL DUCT

TO CONDITIONED SPACE

13

Chiller vs Direct Expansion

Drop tekanan pemipaan Deteksi kebocoran

Penurunan tekanan pada pemipaan refrigeran, terutama jika pipa yang digunakan cukup panjang, akan menurunkan kapasitas mesin secara signifikan. Kebocoran air lebih mudah dideteksi dibandingkan dengan kebocoran refrigeran

Sistem refrigerasi chiller


TXV

liquid cooler sight glass water in water out compressor

filter drier condenser water out water in

14

Kompresor

Berfungsi sebagai vapor pump.

Tidak dapat digunakan untuk mengkompresi cairan, sehingga refrigeran yang akan masuk ke kompresor harus dipastikan berfase
gas. Jenis-jenis: torak, sentrifugal, screw, atau rotary. Umumnya semi hermetik. Komponen utama kompresor: crankshaft, oil pump, rod, piston,

valve, head, shell. Dilengkapi dengan crankcase heater.


Motor didinginkan dengan suction gas dari cooler. Komponen bergerak dilumasi dengan oli. Diberi pengaman dari tekanan dan temperatur discharge yang terlalu tinggi

Liquid cooler

Digunakan untuk mendinginkan refrigeran sekunder (air/brine). Tabung-tabung refrigeran seringkali dilengkapi dengan sirip. Tabung-tabung dapat diganti.

Terdapat head/flange untuk keperluan inspeksi dan perbaikan.


Dilengkapi bafel untuk mengoptimumkan pertukaran kalor. Kecepatan air dalam cooler 1.5 s.d. 2.5 ft/s. Pada sistem multicircuit terdapat kontrol untuk mengatasi masalah oil return dengan cara deaktivasi sebagian sirkuit.

15

Liquid cooler
chilled water supply baffles

chilled water return

refrigerant vapor
liquid/vapor refrigerant tube bundle

Liquid cooler

16

Liquid cooler

Kondenser

propeller fan

outdoor air

condenser coil subcooler


Uap refrigeran panas
[35C]

95F

Air pendingin

[29C]

85F

Cairan refrigeran,

subcooler

subcooled

17

Kondenser

Biasanya berupa shell and tube.

Refrigeran akan berkondensasi dalam shell. Air bersirkulasi lewat susunan tabung.
Susunan tabung dapat dilengkapi dengan sirip. Susunan tabung dapat diganti atau dibersihkan. Sistem sirkulasi air: open circuit; mudah terbentuk kerak; perlu pembersihan secara periodik. Laju aliran air: 3 s.d. 12 ft/s.

Komponen lain/asesoris

TXV
digunakan untuk mengubah fasa refrigeran dari cairan ke fasa campuran sekaligus menurunkan tekanannya.

Sight glass
alat inspeksi refrigeran (fasa dan kebersihan) pada sisi tekanan tinggi.

Solenoid valve
mencegah aliran balik refrigeran pada saat sistem off.

Filter drier
penangkap partikel uap air.

Pengaman menjaga peralatan dari tekanan, temperatur atau tegangan


berlebih.

Kontrol

18

Part-load pada chiller


Sensor: termostat Mekanisme: Jika beban turun, maka temperatur air yang kembali dari AHU akan turun pula. Jika temperatur air di bawah temperatur batas yang ditetapkan, sensor akan memerintahkan alat kontrol untuk mematikan kompresor. Jika temperatur air naik di atas batas, sensor akan memerintahkan alat kontrol untuk menghidupkan kompresor. Makin kecil range temperatur seting, makin sering pula terjadi on-off.

Cylinder unloading

Siklus on-off yang terlalu sering karena akan mengakibatkan kompresor cepat aus dan umur komponennya akan lebih pendek. Untuk menghindarinya digunakan cylinder unloader yang akan menurunkan kapasitas kompresor tanpa mematikannya. Untuk chiller dengan satu kompresor dan enam silinder misalnya, maka sistem kontrol dapat saja mengatur kapasitas chiller untuk 100%, 67%, dan 33%.

Kompresor tidak dapat dioperasikan pada beban 0% karena kompresor hermetik/semihermetik memerlukan pendinginan oleh refrigeran keluaran dari cooler.

19