Anda di halaman 1dari 10

KESELATAN KERJA KELISTRIKAN

MAKALAH
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja semester gasal tahun 2012/2013

Oleh: Erwin Ferdian NIM 1231110064/ 1A-D3

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGRI MALANG MALANG 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang menjadi perhatian utama semua pihak. Kerberhasilan kita dalam melaksanakan pekerjaan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan tersebut. Banyak hal yang dijadikan sebagai parameter penilaian terhadap keberhasilan suatu pekerjaan. Pekerjaan dinilai berhasil apabila keamanan dan keselamatan semua sumber daya yang ada terjamin, dapat diselesaikan tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan, memberikan keuntungan bagi perusahaan, memberikan kepuasan kepada semua pihak (pimpinan, karyawan dan pemberi kerja). Masalah keamanan dan keselamatan kerja menjadi sangat penting, karena dengan terwujudnya keamanan dan keselamatan kerja bearti dapat menekan biaya operasional pekerjaan. Apabila dalam melaksanakan pekerjaan terjadi kecelakaaan, maka akan bertambah biaya pengeluaran, yang pada akhirnya mengurangi keuntungan perusahaan. Dalam kasus kecelakan yang berat, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut aspek financial (dana), tetapi bisa menyebabkan cacat pada pekerja bahkan mungkin meninggal dunia. Keselamatan kerja listrik adalah keselamatan kerja yang bertalian dengan alat, bahan, proses, tempat (lingkungan) dan cara-cara melakukan pekerjaan. Tujuan dari keselamatan kerja listrik adalah untuk melindungi tenaga kerja atau orang dalam melaksanakan tugas-tugas atau adanya tegangan listrik disekitarnya, baik dalam bentuk instalasi maupun jaringan. Pada dasarnya keselamatan kerja listrik adalah tugas dan kewajiban dari, oleh dan untuk setiap orang yang menyediakan, melayani dan menggunakan daya listrik. Undang undang no. 1 tahun 1970 adalah undang undang keselamatan kerja, yang di dalamnya telah diatur pasal-pasal tentang keselamatan kerja untuk pekerja-pekerja listrik. Latar belakang keselamatan kerja listrik tidak lepas dari tingkat kehidupan masyarakat baik pendidikan, sosial ekonominya dan kebiasaan akan merupakan faktor-faktor yang banyak kaitannya dengan keselamatan kerja. Kecepatan

perkembangan perlistrikan dengan luasnya jangkauan dan besarnya daya pembangkit melampaui kesiapan masyarakat yang masih terbatas pengetahuannya tentang seluk beluk perlistrikan. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) merupakan rambu-rambu utama dalam menanggulangi bahaya listrik yang diakibatkan oleh pelayanan, penyediaan dan penggunaan daya listrik.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, makalah ini disusun berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa saja bahaya-bahaya dari listrik statis? 2) Bagaimana cara mencegah bahaya listrik? 3) Apa saja K3 kelistrikan?

1.3 Rumusan Tujuan Berdasarkan rumusan masalah tersebut, makalah ini disusun berdasarkan rumusan tujuan sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui bahaya-bahaya dari listrik statis. 2) Untuk mengetahui cara mencegah bahaya listrik. 3) Untuk mengetahui K3 kelistrikan.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Bahaya-Bahaya Dari Listrik Statis Selain bermanfaat, listrik statis juga merugikan bagi kehidupan manusia. Bahaya listrik statis adalah: 1) Petir Petir disebabkan awan besar yang bermuatan listrik negative yang sangat kuat. Apabila awan yang kelebihan electron berada diatas atap sebuah gedung , maka gedung terinduksi menjadi bermuatan positif. Loncatan electron terjadi dari awan kea tap gedung karena adanya gaya tarik menarik antara keduanya. Peristiwa ini menyebabkan gedung disambar petir. Untuk menghindari sambaran petir , atap gedung dilengkapi dengan penangkal petir. Prinsip kerja penangkal petir memanfaatkan sifat-sifat muatan listrik yang dapat terkumpul pada bagian yang lancip. Penangkal petir biasanya berupa tonggak yang dipasang paku-paku runcing terbuat dari tembaga diletakkan pada bagian atap gedung dan salah satu ujungnya dihubungkan dengan lempeng logam yang ditanam didalam tanah. Penangkal petir melindungi gedung dari sambaran petir melalui dua cara berikut: 1. Loncatan electron dari awan mengalir melalui penangkal petir dan masuk ke dalam tanah. Ingat ! bumi dapat menampung electron dalam jumlah tak terbatas. 2. Jika molekul-molekul udara bermuatan listrik positif berkumpul di sekitar ujung runcing pada penangkal petir mengalir ke luar, maka muatan listrik induksi pada atap berkurang dan sebagian muatan negative pada awan menjadi netral sehingga kemungkinan sambaran kecil diperkecil.

2) Percikan Api Seringkali benda menjadi berbahaya ketika bermuatan listrik. Putaran ban pada saat mobil truk berjalan menghasilkan muatan negative yang diperoleh dari gesekan ban dengan jalan. Bagian badan logam mobil yang berdekatan dengan ban menjadi bermuatan positif dengan cara induksi. Hal ini dapat menimbulkan percikan api. Percikan api ini dapat membakar muatan mobil yang mudah terbakar seperti bensin. Untuk menghindari peristiwa tersebut, truk pengangkut bensin atau bahan yang mudah terbakar lainnya dilengkapi dengan sepotong logam di bagian belakang mobil yang menyentuh tanah. Logam ini menghantarkan electron dari tanah untuk menetralisir muatan positif yang ada di badan logam mobil sebelum terjadi percikan api. 3) Bahaya Listrik Statis di Pesawat Listrik statis pesawat dibuang ke semua ujung dari struktur badan pesawat yaitu di atap sayap dan ekor bentuknya seperti penangkal petir berbentuk logam mencuat dan memanjang instrument pesawat sudah diproteksi sedemikian rupa tetapi bisa juga terjadi walaupun hanya berupa visual. Visual ini terlihat jika pesawat berada di ketinggian 30000 feet ke atas dan altimeter set ke 29.92Hg, partikel bebas dan ion2 di udara akan terkena gesekan body pesawat dan radiasi elektromagnetik dari sinyal HP akan meningkatkan sekian persen radiasi didalam pesawat, dimana sinyal HP akan dianggap sebagai radiasi dan diserap oleh struktur body dan dibuang ke setiap ujung badan pesawat, hal ini bisa mengakibatkan ujung-ujung pembuangan elektrostatis berpendar dan menyala sepeti kilat kecil. Hal ini memang tidak berbahaya, namun jika frekuensi HP sama dengan pesawat hal ini dapat menyebabkan mesin pesawat mati. 4) Bahaya Listrik Statis di Rel Kereta Api Roda KA dari baja berjenis ferritic, mempunyai medan magnet yang sangat kuat. Medan magnet inilah yang dapat mengakibatkan mesin kendaraan mati di tengah rel kereta api. Biasanya kendaraan yang mudah mati adalah kendaraan berbahan bakar bensin karena endaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI. Jika terkena medan magnet, maka pengapiannya akan terpengaruh sehingga mesin bisa mati. Sedangkan solar berbeda. Selain accunya di atas 12 volt juga tidak menggunakan platina.

5) Bahaya Listrik Statis di SPBU Terjadi 29 kebakaran dimana kendaraan dimasuki kembali dan nozzle disentuh saat pengisian bahan bakar dari berbagai jenis merek dan model. Untuk menghindari hal ini jangan sekali-kali masuk kembali kedalam kendaraan anda saat pengisian bensin sedang berlangsung. Jika anda memang terpaksa harus masuk kembali kedalam kendaraan anda saat bensin dipompa, pastikan anda keluar, menutup pintu sambil menyentuh logam, sebelum anda menarik nozzle keluar. Dengan cara ini listrik statis dari tubuh anda akan dibuang sebelum anda menarik keluar nozzle.

2.2 Cara Mencegah Bahaya Listrik Menggunakan listrik banyak kelebihan seperti memberikan penerangan bagi kehidupan, memberi kemudahan dalam melakukan usaha serta kelebihankelibahan lainnya. Disamping banyaknya kelebihan dan kegunaanya, tidak sedikit yang bersifat merugikan, seperti kebakaran, menyebabkan hilangnya jiwa (tersetrum listrik) dll. Merugikan ini karena tidak bijaknya dalam menggunakan energi listrik ini, untuk itu kita sebagai pengguna utama kelistrikan saatnya kita tahu mengenai penggunaan listrik yang aman. Ada beberapa cara yang dapat di gunakan sebagai referensi dalam menanggulangi bahaya dari kelistrikan, yaitu: 1. Janganlah menumpuk stop kontak pada satu sambungan listrik. Hal ini menyebabkan sambungan listrik mengalami pemanasan yang berlebihan, sehingga jika bahan yang di gunakan tidak tahan terhadap panas tersebut, akan menyebabkan lelehan dan menjadi percikan api. 2. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung tanpa melebihi dan mengurangi. 3. Kabel yang terpasang dalam rumah atau gedung tertutup rapat dan jangan ada yang mengelupas, diantara sambungan kabel harus benar-benar tertutup. Selain itu juga berfungsi untuk melindungi dari sengatan listrik. 4. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti saklar, sambungan listrik, kabelkabel listrik. Gunakan standar pengamanan pemasangan sumber tersebut,

sehingga tidak membahayakan dan terhindar dari sengatan, terutama untuk anak-anak. 5. Gunakanlah material listrik, seperti kabel listrik, tusuk kontak listrik,saklar listrik yang terjamin kualitasnya sesuai dengan standar. Standar dari material listrik tersebut biasanya bertuliskan Standar Nasional Indonesia (SNI), Lembaga Masalah Kelistrikan atau SPLN (standar PLN). 6. Periksalah untuk mengetahui bahwa semua tempat menyimpan barang diberi etiket. Mereka harus dalam kondisi baik. Periksalah tutup-tutup, tabir-tabir, katup-katup, segel-segel dan tempat-tempat menyimpan barang untuk menghindari kebocoran. Ganti atau buanglah tempat-tempat penyimpanan barang dan bagian-bagiannya apabila rusak. 7. Hindari pemasangan alat-alat listrik yang membahayakan jaringan listrik, seperti pemasangan atnena listrik mendekati jaringan listrik. 8. Gunakan listrik secara jujur, dengan tanpa mencuri listrik (menyantol) , mengakali KWH meter, atau menggunakan listrik secara tidak sah . Pemasangan yang tidak sesuai standar sangat membahayakan pengguna. 9. Berhati-hati dan selalu memberikan pengarahan kepada yang tidak mengerti kelistrikan agar selalu waspada ketika berada di dekat jaringan listrik.

2.3 K3 kelistrikan Tujuan khusus K3 bidang kelistrikan antara lain adalah: 1. Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai penggunaannya. Dalam peraturan instalasi listrik dikenal 3 prisip dasar instalasi listrik yaitu handal, aman, dan ekonomis. Handal artinya sistem instalasi dirancang dengan baik, sehingga jarang terdapat gangguan; atau saat ada gangguan dari luar, sistem dapat mengatasinya dengan baik. Aman artinya tidak membahayakan bagi manusia, instalasi itu sendiri, dan lingkungan sekitar. Dengan menerapkan keamanan dan keselamatan kerja tanpa mengabaikan nilai ekonomis suatu instalasi listrik, maka ketiga prinsip tadi akan terpenuhi.

2. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik: Bahaya sentuhan langsung yang dimaksud sentuh langsung adalah pada bagian aktif perlengkapan adalah sentuh langsung pada bagian aktif instalasi listrik. Bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian produktif yang merupakan bagian dar sirkuit listriknya, yang dalam keadaan kerja normal umumnya bertegangan dan dialiri arus listrik. Bahaya sentuhan tidak langsung yaitu Adalah sentuh pada bagian produktif terbuka, perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan isolasi. Kegagalan isolasi disebabkan oleh beberapa sebab antara lain: 1. Pengaruh mekanik yang mengakibatkan rusaknya isolasi kabel dan terhubung dengan bagian konduktif peralatan sehingga bagian tesebut bertegangan yang seharusnya tidak bertegangan. 2. Menurunnya sifat isolasi dari kabel listrik pada bagian tertentu sehingga mengakibatkan timbulnya kebocoran arus yang mengenai bagian konduktif terbuka dari peralatan tersebut. Bahaya kebakaran biasanya terjadi akibat adanya percikan api dari hubung singkat. Namun dalam beberapa kasus, kebakaran juga timbul akibat efek thermal dari sebuah penghantar dengan tingkat resistansi tinggi yang dialiri arus dalam waktu yang cukup lama.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan 1) Listrik dapat membahayakan keselamatan kita jika tidak dikelola dengan baik .Seperti terkena sengatan listrik yang dapat menyebabkan gangguan ginjal ,gangguan penafasan, dan dapat menyebabkan kematian. Banyak penyebab bahaya listrikyang terjadi disekitar kita antara lain: isolasi kabel rusak, bagian penghantar terbuka, dan sambungan terminal yang tidak baik. Untuk itu diperlukan sistem pengaman agar hal yang membahayakan keselamatan kita akibat listik dapat dihindari,dengan memamfaatkan alat pengaman, dan memeriksa peralatan secara rutin serta meningkatkan kewaspadaan. 2) Dengan mempelajari dan mengetahui teknik kelistrikan diatas, diharapkan pembaca dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita terhindar dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada listrik, misalnya : tersengat listrik, kebakaran, dan lain sebagainya.

3.2 Saran 1) Diharapkan kepada pembaca ataupun konsumen agar dapat meningkatkan kewaspadaan sehingga dapat menghindari bahaya akibat listrik. Dalam menggunakan alat alat listrik ,lakukanlah sesuai prosedur. Dan juga diharapkan kepada konsumen agar memasang alat pengaman pada peralatan listik . 2) Sebaiknya pengguna maupun instalatur selalu berpedoman dan mentaati tata cara instalasi listrik dengan baik dan benar agar terhinadar dari bahaya yang ditimbulkan oleh listrik. Demikian uraian singkat tentang keselamatan dan kesehatan kerja bidang listrik, semoga bermanfaat bagi pembaca dan dapat digunakan pedoman atau bahan acuan bagi calon atau Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja bidang listrik dalam melaksanakan aktivitas yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

3.3 Daftar pustaka http://decky28.blogspot.com/2009/08/manfaat-dan-bahaya-listrik-statis.html http://lngbontang.wordpress.com/2009/03/21/listrik-bahaya-dan-pencegahannya/ http://kamuslistrik.blogspot.com/2010/02/cara-mencegah-bahaya-listrik.html http://esti-ndut.blogspot.com/2010/10/tujuan-khusus-k3-bidang-listrik-tugas.html