P. 1
Komposisi penduduk yaitu pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria.docx

Komposisi penduduk yaitu pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria.docx

2.0

|Views: 8,342|Likes:
Dipublikasikan oleh Fuad Lapareppa Lukman

More info:

Published by: Fuad Lapareppa Lukman on Apr 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Batasan Masalah
  • 2.1. Pengertian Demografi
  • 2.2. Analisa kependudukan bertujuan menerangkan :
  • 2.3. Sumber Data Demografi
  • 2.4. Teori Kependudukan
  • 2.5. Dinamika Penduduk
  • 2.6. Mobilitas Penduduk
  • 2.7. Struktur dan Kependudukan
  • 3.1. Kesimpulan
  • 3.2. Saran
  • 4. Demografi dalam status sosial

Komposisi penduduk

Komposisi penduduk yaitu pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria (ukuran)
tertentu dan untuk tujuan tertentu pula. Mengetahui komposisi penduduk diperlukan untuk
merencanakan kegiatan pada masa mendatang. Dasar untuk menyusun komposisi penduduk yang
umum digunakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal.
Pengelompokkan penduduk dapat digunakan untuk dasar dalam pengambilan kebijakan dan
pembuatan program dalam mengatasi masalah-masalah di bidang kependudukan.
Komposisi penduduk merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang
membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk dalam arti demografi:

ü Komposisi penduduk menurut umur

Struktur komposisi penduduk dipengaruhi oleh 3 variabel demografi antara lain: variabel
kelahiran, kematian dan migrasi. Ketiga variabel tersebut akan saling mempengaruhi. Bila salah
satu variabel berubah, maka akan mengakibatkan berubah pula variabel yang lain. Misalnya bila
terjadi angka kelahiran yang tinggi maka struktur penduduk akan bergeser ke penduduk usia
muda. Demikian juga faktor sosial ekonomi akan mempengaruhi struktur umum penduduk
melalui 3 variabel demografi di atas.
Struktur umur penduduk muda terjadi bila kelompok penduduk yang berumur kurang dari 15
tahun jumlahnya lebih dari 40%, sedangkan jumlah penduduk umur 65 tahun jumlahnya kurang
dari 10%. sebaliknya suatu daerah dikatakan mempunyai struktur umur penduduk tua apabila
presentasenya berkebalikan dengan daerah struktur umur penduduk muda.
ü Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin
Rasio jenis kelamin pada umumnya dinyatakan sebagai perbandingan jumlah laki-laki per
100 perempuan. Angka rasio jenis kelamin dapat dihitung menurut golongan–golongan umur di
samping bagi penduduk total. Angka – angka rasio jenis kelamin menurut golongan umur ini
disebut sebagai “age spesific sex rations”. Selain faktor rasio jenis kelamin pada saat lahir, tinggi
rendahnya angka – angka rasio jenis kelamin secara total maupun bagi golongan-golongan umur
di suatu masyarakat atau komunitas dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat kematian laki –
laki dan perempuan dan secara kolektif, dan oleh perbedaan – perbedaan tingkat migrasi netto
antar jenis kelamin.
a. Berdasarkan aspek biologis

Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Umur penduduk dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
§ Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
§ Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
§ Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia jompo
Sesuai dengan pengelompokkan umur di atas, maka struktur (susunan) penduduk negara-negara
di dunia dibagi 3 yaitu:
· Struktur penduduk muda : bila suatu negara atau wilayah sebagian besar penduduk usia muda.
· Struktur penduduk dewasa : bila suatu negara sebagian besar penduduk berusia dewasa.
· Struktur penduduk tua : bila suatu negara sebagian besar terdiri penduduk berusia tua.
b. Berdasarkan aspek social
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan tingkat pendidikan dan status perkawinan.
Komposisi penduduk menurut pendidikan
Berdasarkan tingkat atau jenjang pendidikan yang telah ditamatkan penduduk dapat
dikelompokkan dalam tingkat SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Pengelompokkan ini
dapat digunakan untuk menentukan besarnya tingkat pendidikan penduduk.
c. Berdasarkan aspek ekonomis
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
Komposisi penduduk menurut pekerjaan
Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan oleh tiap tiap orang.
Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, buruh, pedagang,
petani, pengusaha dan sopir.
d. Berdasarkan aspek geografis
Misalnya : penduduk di golongkan berdasarkan lokasi tempat tinggal.
Komposisi penduduk menurut tempat tinggal
Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal penduduk di
desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah sebagian besar penduduk
tinggal di desa.

KOMPOSISI PENDUDUK

oleh Elva Rismwari pada Januari 17, 2012

Pengertian komposisi penduduk
Komposisi penduduk adalah penggolongan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya :
penduduk desa dapat digolongkan berdasarkan tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, jenis
kelamin dsb. Komposisi penduduk dalam arti demografi adalah komposisi penduduk menurut
umur dan jenis kelamin. Kedua variabel ini sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk di
masa yang akan datang. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan yang
terpenting. Komposisi menurut umur dan jenis kelamin ini sangat penting bagi pemerintah
sebuah negara untuk menentukan kebijakan kependudukan mereka untuk beberapa tahun ke
depan. Komposisi penduduk dan jenis kelamin bagi suatu masyarakat penting baik dalam
kerangka biologis, ekonomi, maupun sosial. Misalnya penting dalam dalam kaitannya dengan
angka – angka kelahiran, kematian, rasio beban tanggungan, dan jumlah penduduk usia sekolah.
Contoh:
Dengan mengetahui jumlah penduduk usia 7 –12 tahun maka pemerintah dapat memperkirakan
berapa kebutuhan sekolah dasar yang harus disediakan mengingat usia tersebut adalah usia
sekolah dasar
Macam-macam komposisi penduduk
1. Berdasarkan aspek biologis
Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Umur penduduk dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
- Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
- Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
- Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia jompo
Sesuai dengan pengelompokkan umur di atas, maka struktur (susunan) penduduk negara-negara
di dunia dibagi 3 yaitu:
- Struktur penduduk muda : bila suatu negara atau wilayah sebagian besar penduduk usia muda.
- Struktur penduduk dewasa : bila suatu negara sebagian besar penduduk berusia dewasa.
- Struktur penduduk tua : bila suatu negara sebagian besar terdiri penduduk berusia tua.
2. Berdasarkan aspek sosial
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan tingkat pendidikan dan status perkawinan.
Komposisi penduduk menurut pendidikan
Berdasarkan tingkat atau jenjang pendidikan yang telah ditamatkan penduduk dapat
dikelompokkan dalam tingkat SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Pengelompokkan ini
dapat digunakan untuk menentukan besarnya tingkat pendidikan penduduk.
3. Berdasarkan aspek ekonomis
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
Komposisi penduduk menurut pekerjaan
Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan oleh tiap tiap orang.
Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, buruh, pedagang,
petani, pengusaha dan sopir.

4. Berdasarkan aspek geografis
Misalnya : penduduk di golongkan berdasarkan lokasi tempat tinggal.
Komposisi penduduk menurut tempat tinggal
Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal penduduk di
desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah sebagian besar penduduk
tinggal di desa.

Cara penyajian dan penghitungan komposisi penduduk

Cara penyajian komposisi penduduk

Penyajian data komposisi penduduk dapat disajikan dengan grafik yang berbentuk pyramid yang

disebut dengan “Piramida Penduduk”. Piramida Penduduk menurut umur dan jenis kelamin

merupakan grafik batang yang menggambarkan perbandingan banyaknya jumlah laki-laki dan
perempuan dalam tiap – tiap kelompok usia. Dengan piramida penduduk, data akan terbaca
dengan lebih jelas. Riwayat penduduk suatu negeri dapat dibaca dari piramida penduduk negri
yang bersangkutan.
Cara penggambaran piramida penduduk :
1. Sumbu vertikal untuk distribusi umur
2. Sumbu horisontal untuk jumlah penduduk dapat absolut maupun persentase.
3. Horisontal kiri untuk laki-laki dan horizontal kanan untuk perempuan.
4. Dasar piramida dimulai untuk umur muda (0 – 4) tahun semakin ke atas untuk umur yang
lebih tua

5. Puncak piramida untuk umur tua sering dibuat dengan sistem “open end interval” artinya,

misal untuk umur 75, 76, 77, 78 dan seterusnya cukup dituliskan 75+.
6. . Bagian sebelah kiri untuk penduduk laki – laki dan bagian sebelah kanan untuk pnduduk
perempuan
7. Besarnya balok diagram untuk masing – masing kelompok umur harus sama.
Piramida penduduk
Terdapat beberapa tipe piramida, dibedakan dalam 5 tipe piramida penduduk:
Model 1:

Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan „slope‟ tidak terlalu curam atau datar.

Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat
tinggi, sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Umur
median rendah, sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi.
Contoh: Piramida Penduduk India tahun 1951
Piramida Penduduk Indonesia tahun 1971
Model 2:
Dibandingkan dengan model 1, maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan „slope‟ lebih
curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak piramida. Bentuk ini terdapat pada
negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan
tingkat kematian bayi dan anak-anak tetapi belum ada penurunan tingakt fertilitas. Umur median
sangat rendah, sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi.
Contoh: Sri Lanka, Meksiko, dan Brazilia.
Model 3:
Bentuk piramida ini dikenal sebagai bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Terdapat

pada negara dengan tingkat kelahirandan tingkat kematian yang rendah. Karakteristik yang
dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi, dengan beban tanggungan sangat rendah,
terutama pada kelompok umur-umur tua.
Contoh: Pramida penduduk pada hamper seluruh negara-negara Eropa barat.
Model 4:
Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshapedpyramid). Bentuk ini dicapai
oleh Negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas
(kelahiran) dan kematian. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan
meninggi.
Contoh: Piramida penduduk Amerika Serikat.
Model 5:
Terdapat pada negara yang menjalani penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya
sangat rendah. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan
berkurangnya jumlah absolute dari pada penduduk.

A. Latar Belakang

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang

dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra

Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri

dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping

Jawa yang dianggap pusat). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,

Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang

berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk

pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan

Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan

dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor

Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan

wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India

Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta, dan

diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta. 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau

Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta

berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat

juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia

bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari

kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya

Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas di antaranya adalah

etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke Nusantara melalui perdagangan

sejak abad ke 8 M dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4

juta populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930 dan 2000

pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam

suku bangsa dan keturunannya. Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2%

penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak

di dunia.[44]

Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%),

dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi

mengakui Konghucu (http://id.wikipedia.org/wiki/indonesia,2012).

Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan

Sulawesi. Ibu kotanya adalah Makassar, dahulu disebut Ujungpandang. Provinsi Sulawesi

Selatan terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas

wilayahnya 62.482,54 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi

Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut

Flores di selatan. Sampai dengan Mei 2010, jumlah penduduk di Sulawesi Selatan terdaftar

sebanyak 8.032.551 jiwa dengan pembagian 3.921.543 orang laki-laki dan 4.111.008 orang

perempuan (http://id.google.org/ keprndudukan-sulsel,2012).

Kabupaten Pangkep terdiri dari 4 kecamatan kepulauan dengan 112 pulau, 94

berpenghuni dengan jumlah penduduk 51.469 jiwa (34 %) serta 7 kecamatan wilayah pesisir.

Luas laut kab. Pangkep 11.464.44 km, luas pulau kecil 35.150 ha dan garis pantai 250 km dan

luas terumbu karang 36.000 ha sehingga sangat perlu mendapat perlindungan dan

pengawasan dalam mengendalikan secara berkesinambungan (http://id.wikipedia.org,2012).

Melihat kondisi begitu banyaknya masalah yang dihadapi oleh masyarakat yakni

mortalitas,fertilitas dan migrasi khususnya daerah pesisir Sulawesi selatan. Hal itulah yang

melatarbelakangi dilakukannya praktek lapang Demografi Wilayah Pesisir dan Kepulauan.

B.Tujuan dan Kegunaan

Adapun tujuan dilakukannya praktek lapang mata kuliah Demografi Wilayah Pesisir dan

Kepulauan adalah

1. Untuk mengetahui laju pertambahan penduduk di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan

Labakkang, Kabupaten Pangkep,Provinsi Sulawesi-Selatan.

2. Untuk mengetahui kualitas penduduk di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang,

Kabupaten Pangkep,Provinsi Sulawesi-Selatan.

3. Untuk mengetahui penyebaran penduduk di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang,

Kabupaten Pangkep,Provinsi Sulawesi-Selatan.

Kegunaan dilakukannya praktek lapang mata kuliah Demografi Wilayah Pesisir dan

Kepulauan adalah untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa tentang

pemanfaatan sumberdaya perikanan oleh masyarakat pesisir sekaligus untuk membandingkan

ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan

II . TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Demografi

Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan

manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana

jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan.

Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu

yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu

(http://id.google.org ,2012).

Demografi adalah salah satu disiplin ilmu. Bidang kajiannya adalah struktur (susunan)

populasi manusia atau kependudukan di lingkup wilayah tertentu dan dalam periode tertentu

pula. Studi demografi akan mengkaji sebab dan akibat perubahan struktur kependudukan

termasuk peningkatan atau pengurangan jumlah penduduk yang disebabkan tingkat kelahiran,

tingkat kematian, dan proses perpindahan (migrasi) penduduk.

Problematik demiografi dalam meningkatkan kesejahteraan sudah berada di wilayah

terapan ilmu demografi. Pertanyaan mendasarnya adalah upaya mencari keseimbangan

struktur penduduk di wilayah tertentu pada periode tertentu dan kesejahteraan optimal yang

dapat dicapai.

Contoh kasus, pemerintah RRC melarang pasangan suami isteri memiliki lebih dari satu

anak sejak akhir 1970-an (1978 atau 1979). Alasannya untuk mengurangi angka pertumbuhan

penduduk sehingga beban sosial ekonomi berkurang. Implikasi kebijakan ini sangat banyak,

antara lain budaya Cina yang menginginkan anak laki-laki tidak jarang memicu aborsi ketika

bayi dalam kandungan diketahui berkelamin perempuan.

B. Faktor yang Mempengaruhi Demografi

Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu wilayah

atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu, dinyatakan dalam persentase. Pertambahan

penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya yang

disebabkan oleh beberapa faktor-faktor dibawah ini (www.antaranews.com,2011) :

- Kematian

Kematian apabila kematian bertambah maka angka kependudukan pun akan berkurang

akan tetapi bila angka kematian menurun maka akan menambah juga kependudukan

dikarenakan angka kelahiran menlonjak drastis. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda

kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan

untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka

kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro

mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti moralitas)

- Kelahiran

Kelahiran apabila kelahiran bisa cepat dikarenakan tekhnologi kesehatan kelahiran bisa

cepat dikarenakan tekhnologi kesehatan maka otomatis kenaikan penduduk pun bisa melonjak

drastis karena bertumbuhnya angka kelahiran. Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk.

Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung

kelahiran (pro natalitas).

a. Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas)

Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu. Anak

dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua. Anggapan bahwa

banyak anak banyak rejeki. Anak menjadi kebangaan bagi orang tua.

b. Faktor-faktor penunjang kelahiran (anti natalitas)

Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak. Adanya

ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal

berusia 19 tahun. Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan

hidupnya. Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak

diberikan hanya sampai anak ke-2. Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan

memperoleh pekerjaan.

-

Migrasi

Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain.

Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan

penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang

merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.

Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :

a. Persediaan sumber daya alam

b. Lingkungan social budaya

c. Potensi ekonomi

d. Alat masa depan

C. Kesehatan lingkungan

-Ada beberapa definisi dari kesehatan lingkungan :

1. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan

ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat

dari manusia.

2. Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan

adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis

antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang

sehat dan bahagia.

-Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan

lingkungan, yaitu :

1. Penyediaan Air Minum

2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran

3. Pembuangan Sampah Padat

4. Pengendalian Vektor

5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia

6. Higiene makanan, termasuk higiene susu

7. Pengendalian pencemaran udara

8. Pengendalian radiasi

9. Kesehatan kerja

—-Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU

No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :3

1. Penyehatan Air dan Udara

2. Pengamanan Limbah padat/sampah

3. Pengamanan Limbah cair

4. Pengamanan limbah gas

5. Pengamanan radiasi

6. Pengamanan kebisingan

7. Pengamanan vektor penyakit

8. Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana

-Menurut Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992, Sasaran dari pelaksanaan kesehatan

lingkungan adalah sebagai berikut :

1. Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis

2. Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis

3. Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis

4. Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum

5. Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm

keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar2an, reaktor/tempat yang

bersifat khusus.

—-

Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk

mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam

kesehatan lingkungan antara lain :

1. Air Bersih

— -Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya

memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah air

yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :

Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna

Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks 500

mg/l)

Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)

2. Pembuangan Kotoran/Tinja

-Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai

berikut :

Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi

Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau

sumur

Tidak boleh terkontaminasi air permukaan

Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain

Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan,

harus dibatasi seminimal mungkin

Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang

Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

3. Kesehatan Pemukiman

—-

Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak

yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu

Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat

antar anggota keluarga dan penghuni rumah

Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan

penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor

penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi,

terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan

penghawaan yang cukup

Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena

keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan,

konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung

membuat penghuninya jatuh tergelincir.

4. Pembuangan Sampah

-Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor

/unsur, berikut:

Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah

penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak

geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi

Penyimpanan sampah

Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali

Pengangkutan

Pembuangan

-Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui

hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan

masalah-masalah ini secara efisien.

III. METODOLOGI PRAKTIK

A. Waktu dan Tempat

Praktek lapang mata kuliah Demografi dilaksanakan pada hari Jumat–Minggu tanggal 6-

8 April 2012 yang bertempat di Desa Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten

Pangkep,Provinsi Sulawesi-Selatan.

B. Sumber Data

Sumber data pada Praktek lapang mata kuliah Demografi yaitu:

Data primer, merupakan data yang diperoleh secara langsung di lapangan melalui wawancara

dan observasi(menggunakan kuesioner).

Data sekunder, merupakan data pelengkap primer, yang diperoleh dari kelurahan setempat

yang erat hubungannya dengan data primer

C. Teknik Pengambilan Data

Teknik pengambilan data pada Praktek lapang mata kuliah Demografi yaitu:

Observasi, yaitu pengamatan langsung terhadap berbagai kegiatan dan keadaan di lokasi yang

terkait dengan tujuan praktek

Wawancara, yaitu mengumpulkan data dengan melakukan komunikasi secara langsung

kepada pihak terkait dan masyarakat yang berkaitan dengan praktek lapang (Soeparman dan

Suparmin. 2001).

DAFTAR PUSTAKA

Soeparman dan Suparmin. 2001. Kesehatan Lingkungan : Suatu Pengantar. Jakarta : EGC.

Winslow, 1920.kesehatan lingkungan hidup masyarakat,terjemahan. PT. Raja Grafindo Persada.
Jakarta.

http://monaliasakwati.blogspot.com/2011/02/definisi-demografi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/indonesia, Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 18:27 2012.

http://id.wikipedia.org, Diakses pada tanggal 4 April 2011 pukul 18:27.

http://id.google.org/ keprndudukan-sulsel, Diakses pada tanggal 4 April 2011 pukul 18:27.

http://id.google.org/ pengertian+demografi/kependudukan, Diakses pada tanggal 4 April 2011 pukul
18:27.

www.antaranews.com, Diakses pada tanggal 4 April 2011 pukul 18:27.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Keadaan Umum Lokasi

Secara geografi Kabupaten Pangkep terletak pada koordinat antara 110° sampai 113”

Lintang Selatan dan 4° 40’ sampai 8.00 ” Bujur Timur. Adapun Batas-batas Wilayah kabupaten

pangkep sebagai berikut

( http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_pangkep, 2012) :

- Sebelah Utara

: Kabupaten Barru

- Sebelah Selatan : Kabupaten Maros

- Sebelah Timur

: Kabupaten Bone.

- Sebelah Barat

: Pulau Kalimantan, Jawa, Madura Nusa Tenggara & Bali.

Kabupaten Pangkep terdiri dari 4 kecamatan kepulauan dengan 112 pulau, 94

berpenghuni dengan jumlah penduduk 51.469 jiwa (34 %) serta 7 kecamatan wilayah pesisir.

Luas laut kab. Pangkep 11.464.44 km, luas pulau kecil 35.150 ha dan garis pantai 250 km dan

luas terumbu karang 36.000 ha sehingga sangat perlu mendapat perlindungan dan

pengawasan dalam mengendalikan secara berkesinambungan (http://id.wikipedia.org, 2012).

Jumlah penduduk Kab.Pangkep pada Tahun 2010 sebanyak 367.371 jiwa dengan

penyebaran penduduk sebagai berikut :

Nama Kecamatan

Jumlah KK

Jumlah Penduduk

Kecamatan Lk.Tangaya

4.495

17.301 jiwa

Kecamatan Lk.Kalukuang Masalima (Kalmas)

3.255

13.280 jiwa

Kecamatan Pangkajene

12.864

52.551 jiwa

Kecamatan Balocci

4.658

17.972 jiwa

Kecamatan Bungoro

12.078

46.103 jiwa

Kecamatan Labakkang

14.829

56.654 jiwa

Kecamatan Ma’rang

9.320

36.356 jiwa

Kecamatan Segeri

6.506

27.206 jiwa

Kecamatan Minasatene

9.050

36.872 jiwa

Kecamatan Mandalle

4.391

16.863 jiwa

Kecamatan Tondong Tallasa

3.011

10.700 jiwa

Kecamatan Lk.Tupabiring

4.656

19.825 jiwa

Kecamatan Lk. Tupabiring Utara

3.780

15.688 jiwa

Total penduduk

92.893

367.371 jiwa

Kepadatan penduduk Kab.Pangkep rata-rata sebesar 247 jiwa/Km²

B. Sarana Dan Prasarana

Adapun sarana dan prasarana di desa Siddo dapat dilihat daam tabel 1 dibawah ini :

Tabel 1 : Sarana dan Prasarana

No

Sarana Dan Prasarana

Jumlah

1

Mesjid

1

2

Sekolah

2

3

Pustu

1

4

Koperasi

1

5

TPI

1

6

Pelabuhan

1

Sumber :Data Skunder Desa Pundata Baji, 2012

Dari tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa desa Pundata Baji memiliki sarana dan

prasarana yang masih kurang dan perlu dibenahi, seperti sekolah, desa ini hanya memiliki 1

sekolah dasar, 1 SMP dan tidak memiliki SMA, hanya memiliki 1 mesjid, satu pustu

(Puskesmas Pembantu), satu TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan memiliki Pelabuhan Macini

Baji yang menjadi sarana yang diandalkan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat berlabuhnya

kapal yang menyeberangkan masyarakat ke pulau-pulau terdekat.Dan ada lembaga-lembaga

formal lainnya seperti koperasi namun tidak berjalan atau dimanfaatkan.

C. Deskripsi Responden

Adapun keadaan Umum Responden dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini, yaitu:

Tabel 2 : Umur Responden

Nama

Umur

Bahar

32 Tahun

Bakri

30 Tahun

Ishak

30 Tahun

Nanni

41 Tahun

Sumber : Data primer, diolah 2012.

Dari tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa umur responden pada umumnya berada antara

30 samapi 41 tahun. Usia tersebut merupakan usia yang produktif untuk bekerja.

Tabel 3 : Pekerjaan Responden

Nama

Pekerjaan

Bahar

Petani rumput laut

Bakri

Petani rumput laut

Ishak

Petani rumput laut

Nanni

Petani rumput laut

Sumber : Data primer, diolah 2012.

Dari tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa pekerjaan responden pada umumnya adalah

petani rumput laut.

Tabel 4 : Jumlah Tanggungan Responden

Nama

Jumlah
Tanggungan

Bahar

4 orang

Bakri

6 orang

Ishak

3 orang

Nanni

6 orang

Sumber : Data primer, diolah 2012.

Dari tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa jumlah tanggungan responden pada umumnya

berbeda-beda, ada yang 3 orang, 4 orang, 6 orang.

D. Analisis Data

a. Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Pangkep per tahun selama sepuluh tahun

terakhir yakni dari tahun 2000-2010 sebesar 1,15 persen. Laju pertumbuhan penduduk

Kecamatan Bungoro adalah yang tertinggi dibandingkan Kecamatan lain di Kabupaten Pangkep

yakni sebesar 2,01 persen, sedangkan yang terendah di Kecamatan Tupabbiring Utara yakni

sebesar 0,15 persen. Kecamatan Labakkang walaupun menempati urutan pertama dari jumlah

penduduk di Kabupaten Pangkep namun dari sisi laju pertumbuhan penduduk menempati

urutan ke 7 dari 13 Kecamatan di Kabupaten Pangkep yakni hanya sebesar 1,10 persen.

Jumlah penduduk di Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labbakkang Kabupaten

Pangkep Sulawesi Selatan tahun 2008-2012.

Tabel 5. Jumlah Penduduk

Tahun

L

P

Jumlah

2008

809

264

1073

2009

903

237

1140

2010

901

293

1194

2011

811

281

1092

2012

820

282

1102

Sumber : data sekunder. 2012

Kepadatan penduduk

KP= jumlah penduduk suatu wilayah/luas wilayah X 1000

Tabel 6 kepadatan penduduk

Tahun

L

P

Jumlah

KP

2008

809

264

1073

964.9281

2009

903

237

1140

1025.18

2010

901

293

1194

1073.741

2011

811

281

1092

982.0144

2012

820

282

1102

991.0072

Sumber : data sekunder. 2012

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kepadatan penduduk pada tahun 2008 adalah

964.9281 orang per km 2

,tahun 2009 meningkat menjadi 1025.18 orang per km 2

, tahun 2010

meningkat lagi menjadi 1073.741 orang per km 2

, tahun 2011 mengalami penurunan sebesar

982.0144 orang per km 2

, dan tahun 2012 sampai bulan April mengalami kenaikan sebesar

991.0072 orang per km 2 .

Tingkat kelahiran (Natalitas) di Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labbakkang

Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan tahun 2008-2012.

Tabel 7. Natalitas

Tahun

L

P

Jumlah

2008

11

8

19

2009

17

28

45

2010

33

30

63

2011

37

34

71

2012

7

19

26

Sumber : data sekunder. 2012

1. Rasio jenis Kelamin Kelahiran

SRB = Bm/Bf X K

Tabel 8. Rasio jenis Kelamin Kelahiran

Tahun

L

P

Jumlah

JUMLAH PENDUDUK

SRB

2008

11

8

19

1073

137.5

2009

17

28

45

1140

60.71429

2010

33

30

63

1194

110

2011

37

34

71

1092

108.8235

2012

7

19

26

1102

36.84211

Sumber : data sekunder. 2012

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rasio jenis kelamin kelahiran dari tahun 2008

berjumlah 137 bayi, tahun 2009 berjumlah 60 bayi, tahun 2010 berjumlah 110 bayi, tahun 2011

berjumlah 108 bayi, dan tahun 2012 berjumlah 36 bayi.

2. Tingkat kelahiran Kasar

CBR = Jumlah kelahiran / jumlah Penduduk X 1000

Tabel 9. Tingkat kelahiran Kasar

Tahun

L

P

Jumlah

JUMLAH PENDUDUK

CBR

2008

11

8

19

1073

17.70736

2009

17

28

45

1140

39.47368

2010

33

30

63

1194

52.76382

2011

37

34

71

1092

65.01832

2012

7

19

26

1102

23.59347

Sumber : data sekunder. 2012

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kelahiran kasar selama 5 tahun makin

meningkat, yaitu pada tahun 2008 tingkat kelahiran kasar sebesar 17 berarti bahwa tiap 1000

penduduk terdapat 17 kelahiran bayi. Tahun 2009 sebesar 39 kelahiran bayi. Tahun 2010

sebesar 52 kelahiran bayi. Tahun 2011 sebesar 65 kelahiran bayi. Tahun 2012 sampai bulan

April 23 kelahiran bayi.

Tingkat Kematian (Mortalitas) di Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labbakkang

Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan tahun 2008-2012.

Tabel 10. Mortalitas

Tahun

L

P

Jumlah

2008

19

26

45

2009

13

22

35

2010

15

17

32

2011

12

14

26

2012

3

1

4

Sumber : data sekunder. 2012

a. Tingkat kematian kasar

CDR= D / Pm X 1000

Tabel 11. Tingkat kematian kasar

Sumber : data sekunder. 2012

Laju pertumbuhan penduduk giometriks Di Kelurahan Pundata Baji Kecamatan

Labbakkang Kabupaten Sulawesi Selatan dapat diketahui melalui rumus sebagai berikut:

Pt = Po (1 + r)t

Pt : banyak penduduk pada tahun akhir

Po : banyaknya penduduk pada tahun awal

r: angka pertumbuhan penduduk

t

: jangka waktu (dalam banyak tahun)

Tabel 12. Laju pertumbuhan penduduk giometriks

Tahun

L

P

Jumlah

2008

809

264

1073

2009

903

237

1140

2010

901

293

1194

2011

811

281

1092

2012

820

282

1102

Sumber : data sekunder. 2012

Tahun

L

P

Jumlah

jumlah penduduk

CDR

2008

19

26

45

1073

41.93849

2009

13

22

35

1140

30.70175

2010

15

17

32

1194

26.80067

2011

12

14

26

1092

23.80952

2012

3

1

4

1102

3.629764

Pt = Po (1 + r)t

1102 = 1073 (1 + r)5

(1 + r)5

= 1102 / 1073

= 1.0270

5 log (1 + r) = log 1.0270

= antilog (0.01157)

(1+ r) =0.01157

r= 1- 0.01157

r= 0.0116 atau 1,16%

Jadi, laju pertumbuhan penduduk di Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labbakkang

Kabupaten Pangkep Sulawesi selatan sebesar 1,16% pada periode tahun 2008 – 2012.

b. Penyebaran masyarakat

Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu

wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan

ppenduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata ppenduduk pada setiap Km2

pada

suatu

wilayah

negara.

Faktor-faktor yang memppengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap

daerah atau negara sebagai berikut:

1. Faktor Fisiografis

2. Faktor Biologis

3. Faktor Kebudayaan dan Teknologi

Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat

pada terjadinya tekanan- tekanan penduduk. Jadi, meskipun daya dukung lingkungannya

tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah tersebut dalam mendukung

kehidupan.

Tabel 13. Jumlah Migrasi

Tahun

P

L

Jumlah

Keterangan

2008

7

9

16

datang

2009

23

43

66

datang

2010

9

9

18

datang

2011

21

27

48

Pergi

2012

4

10

14

Pergi

Sumber : data sekunder. 2012

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa migrasi masuk dari tahun 2008, 2009, 2010

masing-masing berjumlah 16 orang, 66 orang, dan 18 orang. Sedangkan migrasi keluar dari

tahun 2011- 2012 masing-masing 48 orang dan 14 orang. Migrasi masuk terjadi akibat adanya

penduduk asing yang masuk ke Kelurahan Pundata Baji karena faktor untuk mencari bahan

baku. Sedangkan migrasi Keluar diakibatkan karena faktor pekerjaan serta mengikuti suami

yang ada di daerah lain seperti di daerah Malili serta Kalimantan.

c. Kualitas hidup penduduk

Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah kependudukan

dalam hal mutu kehidupan dan kemampuan sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah

kualitas penduduk yang terjadi, antara lain, dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat

pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, rendahnya taraf kesehatan sehingga

kesemuanya itu pada akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan perkapita

masyarakatnya.

(a). Masalah Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat

pendidikan yang dicapai, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Secara umum, tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih tergolong relatif rendah. Akan

tetapi, tingkat pendidikan masyarakat tersebut senantiasa diupayakan untuk selalu ditingkatkan

dari tahun ke tahun.

Hal-hal yang memengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di negara Indonesia, antara

lain meliputi hal-hal berikut ini.

1) Kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan, sehingga mereka tidak perlu

sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak perempuan).

2) Rendahnya penerimaan pendapatan perkapita, sehingga orang tua tidak mampu

menyekolahkan anaknya lebih lanjut atau bahkan tidak disekolahkan sama sekali.

3) Kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di pedesaan dan daerah-

daerah terpencil.

4) Keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program

pendidikan yang terjangkau masyarakat.

Rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan berdampak pada kemampuan penduduk

tersebut dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan

teknologi. Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi

dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga mereka akan lebih produktif dan inovatif.

Untuk menyikapi hal-hal tersebut, pemerintah telah mengambil beberapa upaya dalam

memperluas dan meratakan kesempatan memperoleh pendidikan, diantaranya dengan jalan

berikut ini.

Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun.

Mendorong kesadaran masyarakat yang mampu atau badan-badan usaha untuk menjadi orang

tua asuh bagi anak-anak kurang mampu.

Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang

mampu.

Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus keterampilan)

sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang.

Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok

daerah. Pengembangan sistem pendidikan nasional saat ini telah dipertegas dalam Undang-

Undang No 2 Tahun 1989, sehingga diharapkan mampu mempertegas arah pembangunan

yang dilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa.

b . Masalah Kesehatan

Tingkat kesehatan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu negara.

Dalam

hal

ini,

tingkat

kesehatan

dapat

diindikasikan

dari angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, ketercukupan gizi makanan, dan

usia harapan hidup.

1) Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi, meskipun terus menurun dari tahun ke

tahun. Pada tahun 1971, angka kematian bayi mencapai 218 tiap 1.000 kelahiran, akan tetapi

pada tahun 1990, angka kematian bayi telah menurun menjadi 8 tiap 1.000 kelahiran.

Menurunnya angka kematian bayi ini didukung oleh meningkatnya derajat kesehatan dan gizi

ibu. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung

menurun dari tahun ke tahun.

2) Tingkat ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat. Saat ini, pemerintah melalui

Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan gizi, yaitu 2.400 kalori/hari/kepala

keluarga. Artinya, suatu keluarga dikatakan sejahtera jika mampu memenuhi angka

ketercukupan kalori tersebut.

3) Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat dicapai penduduk suatu

negara. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, dari 45,73 tahun pada tahun

1971 menjadi 65,43 tahun pada tahun 2000. Akan tetapi, angka tersebut masih tergolong relatif

rendah, karena negaranegara lain dapat mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun.

Dari berbagai uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keadaan penduduk sangat

memengaruhi dinamika pembangunan dalam suatu negara. Hal ini dikarenakan penduduk

merupakan titik sentral dari seluruh kebijakan dan program pembangunan yang sedang dan

akan dilakukan oleh pemerintah. Dengan kata lain, dalam konsep pembangunan, penduduk

adalah subjek dan sekaligus objek pembangunan. Sebagai subjek pembangunan, manusia

bertindak sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan. Adapun sebagai objek pembangunan,

penduduk merupakan sasaran pembangunan. Permasalahan penduduk di Indonesia baik dari

jumlah penduduk (kuantitas) maupun mutu (kualitas) merupakan suatu masalah yang dilematis

dan kontradiktif. Di satu sisi jumlah penduduk yang besar merupakan modal dan potensi yang

dapat meningkatkan produksi nasional apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga

kerja yang efektif sehingga sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang.

Sebaliknya penduduk dengan mutu dan kualitas yang rendah yang tidak mampu bersaing

karena minimnya kesempatan kerja yang tersedia, akan menjadi beban dan penghambat

pembangunan. Oleh karena itu, sebagai subjek pembangunan, penduduk harus terus dibina

dan dikembangkan sehingga mampu menjadi motor penggerak dan modal dasar

pembangunan. Selain itu, pembangunan juga harus dikembangkan dengan memperhitungkan

kondisi dan kemampuan penduduk sehingga penduduk dapat berpartisipasi aktif dalam

dinamika pembangunan.

PRESENTASE KUALITAS HIDUP BERDASARKAN PENDIDIKAN TERAKHIR

Dari diagram diatas dapat disimpulkan bahwa sekitar 60% penduduk di Kel. Pundata

Baji Kec. Labbakkang Kab. Pangkep Sulawesi Selatan dilihat dari pendidikan terakhir rata-rata

tingkat kualitas penduduknya masih sangat rendah yaitu kebanyakan hanya berpendidikan

Sekolah Dasar (SD),serta 40 % berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Artinya

kualitas hidup dilihat dari pendidikan terakhir agak rendah.

PRESENTASE KUALITAS HIDUP BERDASARKAN PEKERJAAN

Dari diagram diatas dapat disimpulkan bahwa sekitar 60% penduduk di Kel. Pundata Baji

Kec. Labbakkang Kab. Pangkep Sulawesi Selatan dilihat dari pekerjaan berpropesi sebagai

nelayan dan sekitar 40% berpropesi sebagai petani rumput laut. Artinya kualitas hidup dilihat

dari pekerjaannya masih rendah karena rata-rata tidak memiliki mata pencaharian alternatif.

PRESENTASE KUALITAS HIDUP BERDASARKAN PENGHASILAN

Dari diagram batang diatas dapat disimpulkan bahwa sekitar 40% penduduk di Kel.

Pundata Baji Kec. Labbakkang Kab. Pangkep Sulawesi Selatan dilihat dari penghasilannya

sekitar Rp. 2.400.000 dan 60% mulai dari Rp. 1.900.000 – Rp. 3.750.000/ 3 bulan. Artinya

kualitas hidup dilihat dari penghasilan cukup tinggi,dan cukup untuk memenuhi kebutuhan

rumah tangga masing-masing individu.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa:

1. Laju pertumbuhan penduduk di Kel. Pundata Baji Kec. Labbakkang Kab. Pangkep Sulawesi

Selatan sebesar 1,16% pada periode tahun 2008 – 2012.

2. Penyebaran penduduk penduduk di Kel. Pundata Baji Kec. Labbakkang Kab. Pangkep Sulawesi

Selatan yaitu pada tahun 2008-2010 terjadi migrasi masuk yaitu masing masing 16 orang, 66

orang, 18 orang. Sedangkan migrasi keluar terjadi pada tahun 2011 sampai tahun 2012

diakibatkan faktor mencari pekerjaan serta mengikuti suami dan keluarga.

3. Tingkat kualitas penduduk di Kel. Pundata Baji Kec. Labbakkang Kab. Pangkep Sulawesi

Selatan masih kurang berkualitas dilihat dati tingkat pendidikan terakhir, pekerjaan, dan

penghasilan masing-masing 60% SD, 40% SMP, 60% nelayan, 40% petani tambak, dan 40%

Rp. 2.400.000 dan 60% mulai dari Rp. 1.900.000 – Rp. 3.750.000/ 3 bulan.

B. Saran

Saran untuk praktek lapang kali ini sebaiknya kita melakukan praktek lapang pada hari

kerja agar kita dapat mendapatkan data sekunder tentang kependudukan di lokasi praktek.

Saran untuk Kab. Pangkep sebaiknya penduduk disana memperhatikan faktor-faktor

demografi yang akan terjadi.

Lampiran

Tabel 14. Data umum responden

NAMA

UMUR

PENDIDIKAN
TERAKHIR

PEKERJAAN

PENGHASILAN PER 4
BULAN

Bahar

32 Tahun

SD

Petani rumput laut

Rp. 2.400.000

Bakri

30 Tahun

SD

Nelayan

Rp. 2.400.000

Ishak

30 Tahun

SD

Petani rumput laut

Rp.1.900.000

Nanni

41 Tahun

SMP

Nelayan

Rp. 3.750.000

Sikki

38 Tahun

SMP

Nelayan

Rp. 3.250.000

Sumber: data Primer diolah. 2012

Layout lokasi

5

4

2

3

eterangan :

1.

9

Laut
2. Dermaga
3. TPI
4. Responden 1

Keterangan :
1. Laut
2. Dermaga
3. TPI
4. Responden 1
5. Responden 2
6. Responden 3
7. Responden 4
8. Responden 5
9. Posko induk

Posted 12th October 2012 by iqbal iqy

MAKALAH DEMOGRAFI KEPENDUDUKAN

MAKALAH DEMOGRAFI KEPENDUDUKAN

BAB I

PENDAHULUAN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->