Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN IDA JEAN ORLANDO

Makalah ini disusun guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Basic Skill of Nursing

Disusun Oleh:
1. Uji Triyadi 2. Umi Latifah 3. Utami Agus Nugrahenti 4. Veber Ali Sabana 5. Warih Puryanti 6. Wiji Mulyani 7. Windarti 8. Wisnu Nugroho 9. Yeni Indri Astuti 10. Yudha Rahmawan ( A11200841 ) ( A11200842 ) ( A11200843 ) ( A11200844 ) ( A11200845 ) ( A11200846 ) ( A11200847 ) ( A11200848 ) ( A11200849 ) ( A11200850 )

STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG PRODI S1 KEPERAWATAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan nikmat kesehatan yang diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang diberikan oleh Bu.Isma Yuniar, tentang Teori Keperawatan Ida Jean Orlando. Tak lupa juga shalawat dan salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Kami sadar bahwa makalah ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami mohon saran dan kritik yang membangun dari para pembaca agar makalah ini dapat lebih baik dari sebelumnya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat membawa manfaat bagi kita semua.

Gombong, 17 April 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG


Ilmu keperawatan didasarkan pada suatu teori yang sangat luas. Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik keperawatan. Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan suatu bentuk layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan. Keperawatan sebagaibagian integral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Ilmu keperawatan adalah suatu ilmu yang mempelajari pemenuhan kebutuhan dasar manusia mulai dari biologis, psikologis, social, dan spiritual. Pemenuhan kebutuhan tersebut diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan dalam praltik keperawatan professional. Untuk tercapainya suatu keperawatan professional diperlukan suatu pendekatan, yang disebut Proses Keperawatan dan Dokumentasi Keperawatan sebagai data tertulis yang menjelaskan tentang penyampaian informasi ( komunikasi ), penerapan sesuai standart praktik, dan pelaksanaan proses leperawatan. Untuk menjalankan tugas keperawatan, banyak teori keperawatan yang digunakan seperti yang akan dibahas pada makalah ini yaitu teori dari teori Ida Jean Orlando.

BAB II PEMBAHASAN

A. Teori Keperawatan Ida Jean Orlando

1. Riwayat Ida Jean Orlando


Ida Jean Orlando dilahirkan pada 12 Agustus 1926, lulusan Diploma pada Medical College New York tahun 1947, memperoleh Gelar B.S pada Perawatan Kesehatan Publik, di Universitas St. John;s Brooklyn tahun 1951, dan kemudian memperoleh gelas M.A bidang konseling kesehatan mental pada Universitas Columbia New York tahun 1954. Setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya, Orlando kemudian bekerja di Sekoilah Keperawatan New Haven Conneticut, selama 8 tahuan, pada tahun 1958, ia menjadi asosiasi peneliti dan investigator untuk proyek negara mengenai Konsep kesehatan Mental pada Kurikulum Dasar. Proyek ini memfokuskan pada mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi integritas prinsip kesehatan mental untuk kurikulum dasar pendidikan keperawatan. Setelah 3 tahun ia melakukan pencatatan hasil penelitian dan ia menghabiskan waktu selama 4 tahun untuk menganalisa data yang diperolehnya pada penelitian tersebut, kemudian ia melaporkan penemuannya tersebut pada buku pertamanya yang diluncurkan pada tahun 1958 berjudul The Dynamic nurse-patient relationship: Function, process and principle of Professional Nursing Practice. Namun buku ini baru dipublikasikan pada tahun 1961. buku inilah yang memformulasikan Teori Dasar Keperawatan Orlando., dan dicetak kedalam lima bahasa yaitu : Bahasa Jepang, Hebrew, Prancis, Portugis dan Belanda. Pada tahun 1962 sampai dengan tahun 1972 Orlando bekerja sebagai Konsultan bidang Keprawatan Klinik di Rumah sakit Mc Lean Belmont. Dan ia memberikan laporan hasil kerjanya selama 10 tahun dirumah sakit tersebut melalui buku keduanya yang berjudul : The Discipline anda Teaching of Nursing Process : An Evaluative Study. Orlando memberikan beberapa kontribusi penting dalam teori dan [raktek keperawatan. Konsep mengenai proses keperawatan yang ia berikan meliputi beberapa kriteria antara lain:

1. Memberikan konsep hubungan yang digambarkan secara sistematik mengenai fenomena bidang keperawatan. 2. Mengspesifikasi hubungan antar konsep keperawatan 3. Menjelaskan apa yang terjadi selama proses keperawatan dan mengapa hal itu terjadi. 4. Mengdeskipsikan bagaimana fenomena keperawatan dapat dikontrol. 5. Menjelaskan bagaimana mengontrol guna memprediksikan hasil dari proses keperawatan.

2. Konsep Utama dan Definisi Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu fungsi perawat profesional, mengenal perilaku pasien, respon internal atau kesegeraan, disiplin proses keperawatan serta kemajuan a. Tanggung jawab perawat Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut (misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika dalam mendapatkan pengobatan atau dalam pemantauan. Perawat harus mengetahui kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya. Perawat harus mengetahui benar peran profesionalnya, aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu pasien. Ada beberapa aktivitas spontan dan rutin yang bukan aktivitas profesional perawat yang dapat dilakukan oleh perawat, sebaiknya hal ini dikurangi agar perawat lebih terfokus pada aktivitas-aktivitas yang benar-benar menjadi kewenangannya. b. Mengenal perilaku pasien Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien maupun perilaku nonverbal yang ditunjukan pasien. c. Reaksi segera Reaksi segera meliputi persepsi, ide dan perasaan perawat dan pasien.Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu pasien , berfikir dan merasakan. d. Disiplin proses keperawatan Menurut George (1995 hlm 162) mengartikan disiplin proses keperawatan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan

pasien dalam hubungan tertentu, perilaku pasien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tidakan yang tepat. e. Kemajuan / peningkatan Peningkatan berari tumbuh lebih, pasien menjadi lebih berguna dan produktif. Tanggungjawab dari seorang perawat meliputi bagaimana menolong seorang pasien dengan memenuhi kebutuhannya (misal; kenyamanan fisik dan mental yang harus diupayakan sedapat mungkin selama proses keperawatan berlangsung). Hal ini merupakan tanggungjawab seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan psien baik melalui usahanya sendiri maupun menggunakan bantuan tenaga lain. Kebutuhan Kebutuhan merupakan keadaan dimana seorang pasien membutuhkan, nutrisi, menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit, dan menumbuhkan perasaan yang adekuat untuk sembuh. Tingkah Laku yang Timbul dari Pasien Tingkah laku yang timbul ini berupa tingkah laku verbal maupun nonverbal yang dapat dilihat oleh seorang perawat. Reaksi Langsung Reaksi spontan termasuk didalamnya persepsi dari keduanya yaitu perawat dan pasien, pemikiran dan perasaan dari keduanya. Disiplin Proses Keperawatan Disiplin Proses Keperawatan termasuk di dalamnya komunikasi antara perawat dan pasien. Disiplin Proses Keperawatan atau disebut juga Delebrasi Proses Keperawatan inilah yang digambarkan pada buku pertama Orlando. Improvisasi Improvisasi di sini berarti bagaimana berkembang lebih baik, untuk memberikan hasil, atau untuk menggunakan beberapa manfaat dari suatu hal. Manfaat dari Perawat Kegunaan dari seorang perawt adalah untuk memberikan bantuan apa saja dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien untuk sembuh. Tindakan Spontan Perawat Tindakan spontan dari seorang perawat adalah segala tindakan perawat yang dilakukan berdasarkan suatu alasan untuk memenuhi kebutuhan segera dari seorang pasien. Tindakan Deleberatif Perawat Tindakan dleberatif adalah segala sesuatu yang diputuskan setelah mengetahui kebutuhan yang diperlukan dan kemudian berupaya untuk memenuhinya.

3.

Asumsi Pokok Teori Orlando


Hampir keseluruhan dari teori Orlando digambarkan secara implicit. Schmieding (1993) memberikan beberapa asumsi dari hasil tulisan Orlando mengenai empat bidang dan elebotasi mengenai pandangan Orlando mengenai:

a.

Asusmsi mengenai Keperawatan 1. Keperawatan merupakan profesi yang berbeda dengan disiplin ilmu lain. 2. Keperawatan professional mempunyai fungsi dan dan menghasilkan produk yang berbeda (hasil). 3. Terdapat perbedaan antara sekadar membaringkan dengan tindakan keperawatan yang professional.

b. Asumsi mengenai Pasien 1. Kebutuhan pasien akan pertolongan merupakan suatu hal yang unik. 2. Pasien memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kebutuhannya akan pertolongan 3. Ketika pasien tidak memperoleh kebutuhannya maka ia akan mengalami kemunduran. 4. Tingkah laku dari seorang pasien merupakan suatu hal yang memberikan makna. 5. Pasien mampu dan bersedia berkomunikasi secara verbal (atau tidak verbal) c. Asumsi mengenai Perawat 1. Reaksi seorang perawat terhadap pasiennya merupakan suatu hal yang unik. 2. Perawat seharusnya tidak menambah tekanan pada seorang pasien 3. Pemikiran dari seorang perawat merupakan alat utama dalam menolong seorang pasien. 4. Perawat menggunakan respon yang spontan dalam menjalankan tanggungjawab keperawatannya 5. Praktek keperawatan seorang perawat dikembangkan berdasarkan gambaran dari diri mereka masing-masing. d. Asumsi mengenai situasi yang terjadi antara Pasien dan Perawat 1. Situasi hubungan antar perawat dan pasien merupakan suatu hal yang dinamis 2. Hal-hal yang terjadi dalam interaksi antara asien dan perawat merupakan bahan utama dalam mengembangkan pengetahuan seorang perawat.
4.

Pokok Utama Dari Teori Orlando


Teori Orlando menggambarkan mengenai fungsi dari keperawatan secara professional

sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pasien akan pertolongan. Fungsi ini akan terpenuhi ketika seorang perawat dapat mencari tahu dan menemukan apa saja kebutuhan yang diperlukan dari seorang pasien. Teori Orlando difokuskan pada bagaimana menciptakan kemajuan pada tindakan dari seorang pasien. Kemajuan dari seorang pasien dapat dilihat dari tingkah laku dan tindakan yang dapat diamati oleh seorang perawat. Persepsi seorang perawat

terhadap tingkah laku dari pasiennya dapat menghasilkan suatu pemikiran yang dapat mempengaruhi perawat untuk mengembangkan kjemampuannya. Orlando mengidentifikasi dan mendefiniskan beberapa elemen dari reaksi langsung seorang perawat sebagai berikut: a. Persepsi, simulasi fisik dari tiap orang berdasarkan hasil dari panca inderanya. b. Pemikiran spontan mengenai persepsi yang berasal dari pemikiran seorang individu c. Stimulasi perasaan dari hasil pemikiran dimana dapat mengerakkan seseorang dari hasil persepsi, pemikiran dan perasaanya.

5.

Penerapan Dalam Dunia Keperawatan


Praktek Kesehatan Teori Orlando telah berhasil digunakan di rumah sakit umum dan

rumah sakit jiwa. Seperti pengakuan yang gambarkan pada Pusat Kesehatan Mental dan bagian klinik psikiatrik di Rumah Sakit umum di beberapa negara. Teori Orlando juga diterapkan di praktek keperawatan milik pribadi Dunia Pendidikan Teori proses keperawatan Orlando merupakan kerangka konseptual yang dapat dikembangkan dan dipraktekkan secara langsung. Pelatihan dari penerapan teori Orlando sangat berguna bagi perawat untuk mengontrol proses keperawatanya dan meningkatkan perkembangan dari reaksi seorang pasien. Penelitian Teori Orlando secara terus menerus menjadi dasar dari beberapa penelitian dibidang keperawatan dan diaplikasikan pada beberapa pengaturan prtoses penelitian. Beberapa peneliti yang mengembang teori Orlando diantaranya : Dracup dan Breu (1978), Pienschke (1973), Thibau dabn Reidy (1977) Schmiedhing (1988), Sheafor (1991), Ronte Reid (1992) dan banyak lagi peneliti lain. G. Pengembang Teori Orlando Disiplin Ilmu Proses keperawatan membutuhkan bagian yang integral pada murid dari sekolah keperawatan sehingga dapat diimplementasikan pada beberapa keadaan kondisi pada saat praktek keperawatan. Banyak dari pengguna Teori Keperawatan Orlando mengembangkannya dengan beberapa riset diantaranya Beuer dan McBrides (2002) yang mengembangkanya pada proses perawatan dalam aspek penyakit bipolar.

6.

Proses keperawatan orlando


Proses keperawatan Orlando didasarkan pada "proses di mana setiap tindakan individu".

Tujuan dari proses ketika digunakan antara perawat dan pasien adalah memenuhi kebutuhan

pasien untuk membantu. Perbaikan dalam perilaku pasien yang idencates resulotion kebutuhan adalah hasil tujuannya adalah juga digunakan dengan orang lain yang bekerja dalam pengaturan ajob.. Ini Tujuannya di sini adalah untuk memahami bagaimana resposibilities profesional dan pekerjaan masing-masing mempengaruhi yang lain. ini memungkinkan perawat untuk secara efektif memenuhi setiap fuction profesionalnya untuk pasien dalam pengaturan origanizational.

Perilaku Pasien
proses keperawatan diatur dalam gerakan oleh perilaku pasien semua perilaku pasien, tidak peduli betapa tidak berartinya, harus dianggap sebagai ungkapan kebutuhan bantuan sampai maknanya kepada pasien tertentu dalam situasi yang mendesak dipahami.. Orlando menekankan hal ini pada prinsipnya pertama: "Perilaku menyajikan pasien, terlepas dari dari dalam yang muncul, mungkin merupakan suatu permohonan untuk membantu".

Ketika pasien mengalami suatu kebutuhan bahwa ia tidak bisa menyelesaikan, rasa tidak berdaya terjadi. Perilaku pasien mencerminkan tekanan ini. Dalam Hubungan Perawat-Pasien Dinamis, Orlando menjelaskan beberapa kategori distres pasien. Ini adalah "keterbatasan fisik, merugikan reaksi terhadap pengaturan dan.pengalaman yang mencegah pasien dari berkomunikasi kebutuhannya. Perasaan tidak berdaya karena keterbatasan fisik dapat mengakibatkan dari pembangunan tidak lengkap, cacat sementara atau permanen, atau pembatasan lingkungan, nyata atau dibayangkan. . Reaksi yang merugikan pada pengaturan, di sisi lain, biasanya hasil dari pemahaman yang salah atau tidak memadai tentang pengalaman di sana. Pasien mungkin menjadi tertekan dari reaksi negatif untuk setiap aspek pengaturan meskipun niat membantu atau terapi Sering kebutuhan untuk membantu juga mungkin timbul dari berkomunikasi ketidakmampuan pasien secara efektif. Hal ini mungkin disebabkan faktor-faktor seperti ambivalensi ketergantungan tentang yang dibawa oleh penyakit, malu berhubungan dengan kebutuhan, kurangnya kepercayaan pada perawat, dan ketidakmampuan untuk menyatakan kebutuhan tepat.

Perilaku pasien dapat verbal atau nonverbal inkonsistensi antara kedua jenis perilaku ini mungkin menjadi faktor yang memberitahu perawat bahwa kebutuhan pasien bantuan. Perilaku

verbal meliputi menggunakan semua pasien bahasa.. Mungkin mengambil dari dari "keluhan ... permintaan. pertanyaan penolakan Komentar atau pernyataan. Perilaku nonverbal meliputi manifestasi fisiologis seperti denyut jantung, keringat, edema, dan buang air kecil: dan aktivitas motorik seperti tersenyum, berjalan, dan menghindari aye kontak. Perilaku pasien nonverbal juga mungkin vokal. Ini termasuk tindakan seperti menangis, tertawa, berteriak, dan mendesah

Meskipun semua perilaku pasien mungkin menunjukkan kebutuhan untuk membantu, perilaku tidak mungkin efektif mengkomunikasikan kebutuhan itu. Ketika perilaku tidak berkomunikasi kebutuhan, masalah adalah hubungan perawat-pasien dapat timbul perilaku pasien yang tidak efektif "mencegah perawat dari melaksanakan. Nya kekhawatiran untuk perawatan pasien atau bentuk mempertahankan hubungan yang memuaskan kepada pasien. perilaku pasien yang tidak efektif juga dapat menunjukkan kesulitan dalam pembentukan awal dari hubungan perawat-pasien, identifikasi akurat dari reaksi pasien untuk tindakan keperawatan otomatis. Resolusi perilaku pasien yang tidak efektif yang tinggi prioritas sebagai perilaku biasanya menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu jika perlu bantuan itu mengungkapkan masih belum terselesaikan.

PERBANDINGAN PROSES ORIANDO DAN PROSES KEPERAWATAN


Proses keperawatan Orlando dapat dibandingkan dengan proses keperawatan yang dijelaskan dalam bab 2. Gambar l0-3 membantu untuk memandu perbandingan ini. keseluruhan karakteristik tertentu serupa pada kedua proses. Sebagai contoh, kedua. yang antarpribadi di alam dan membutuhkan interaksi antara pasien dan perawat. Pasien diminta untuk input seluruh proses.Kedua proses juga melihat pasien sebagai orang total. Dia bukan hanya sekedar penyakit proses atau bagian tubuh. Orlando tidak menggunakan istilah holistik, efektif menggambarkan pendekatan holistik.Kedua proses juga digunakan sebagai metode untuk memberikan asuhan keperawatan dan sebagai sarana untuk mengevaluasi perawatan.

Orlando membahas pengumpulan data dalam buku pertamanya, Hubungan Perawat Pasien Dinamis. Dia mendefinisikan observasi sebagai informasi apapun yang berkaitan pada pasien yang memperoleh perawat saat dia bertugas. Data langsung yang terdiri dari "setiap persepsi, pikiran, atau perasaan perawat memiliki dari pengalaman sendiri dari perilaku pasien pada setiap atau beberapa saat dalam waktu. Data tidak langsung berasal dari sumber-sumber lain dari pasien, seperti catatan, anggota tim kesehatan lainnya, atau orang lain yang signifikan pasien. kedua jenis data yang memerlukan eksplorasi dengan pasien untuk menentukan relevansi mereka dengan situasi tertentu. perilaku pasien baik secara verbal dan nonverbal yang penting. konsistensi atau inkonsistensi adalah sepotong data dalam dirinya sendiri. ini agak sesuai dengan data subyektif dan obyektif dalam proses keperawatan. Berbagi reaksi perawat dalam Proses Orlando memiliki komponen serupa dengan analisis pada proses keperawatan. Walaupun reaksi perawat adalah otomatis, kesadarannya itu dan bagaimana dia saham itu adalah kegiatan intelektual yang disengaja. Berbagi Orlando reaksi, bagaimanapun, adalah sebuah proses eksplorasi dengan pasien. Proses keperawatan, di sisi lain, membuat penggunaan dasar teoritis dan prinsip-prinsip keperawatan dari ilmu-ilmu fisik dan perilaku. Produk dari analisis dalam proses keperawatan adalah diagnosis keperawatan. Eksplorasi reaksi perawat dengan pasien dalam proses Orlando menyebabkan identifikasi kebutuhannya untuk bantuan. Pernyataan diagnosis keperawatan adalah suatu proses yang lebih formal daripada kebutuhan. Banyak diagnosis keperawatan mungkin dibuat. diberikan peringkat prioritas, dan diselesaikan dari waktu ke waktu. Sejak kesepakatan Orlando dengan segera perawat-pasien interaksi, hanya satu perlu ditangani dengan pada suatu waktu. Upaya saat ini untuk mengembangkan taksonomi dari diagnosis keperawatan tidak pantas dalam teori Orlando sejak setiap pertemuan pasien berbeda. Menggunakan teori Orlando, menyusui mungkin mengembangkan kategori bidang seperti menyebabkan kebutuhan pasien untuk membantu. Ini, tentu saja, harus diubah agar sesuai dengan situasi pasien tertentu. Fase perencanaan dari proses keperawatan melibatkan menulis tujuan dan sasaran dan memutuskan terhadap tindakan keperawatan yang sesuai. Hal ini sesuai dengan fase tindakan perawat proses Orlando.

Setiap jenis tujuan melampaui situasi mendesak tidak mungkin dalam Proses Orlando. Tujuannya selalu lega kebutuhan pasien untuk membantu; tujuan berkaitan dengan peningkatan perilaku pasien. Mandat proses keperawatan tindakan lebih formal menulis dan memberikan prioritas kepada tujuan dan sasaran. Kedua proses ini membutuhkan. pasien partisipasi dalam menentukan tindakan yang tepat. Dalam proses keperawatan ini kebanyakan terjadi pada penetapan tujuan. Proses Orlando melihat pasien sebagai peserta aktif dalam menentukan tindakan perawat yang sebenarnya. Proses keperawatan, di sisi lain, reties lebih berat pada prinsip-prinsip ilmiah dan teori-teori keperawatan dalam menentukan bagaimana perawat akan bertindak. Pelaksanaan melibatkan seleksi akhir dan pelaksanaan dari tindakan yang direncanakan. Ini juga panci dari fase tindakan perawat proses Orlando. Kedua proses mandat bahwa tindakan yang sesuai untuk pasien sebagai individu yang unik. Proses keperawatan mengharapkan perawat untuk mempertimbangkan semua kemungkinan efek dari tindakan terhadap pasien. Proses Orlando hanya berkaitan dengan efektivitas tindakan dalam memecahkan kebutuhan yang mendesak untuk bantuan. Evaluasi melekat pada fase tindakan Orlando proses nya. Untuk tindakan yang deliberatif, perawat harus mengevaluasi efektivitas ketika selesai. Kegagalan untuk melakukan hal ini dapat menghasilkan serangkaian tindakan yang tidak efektif dengan kegagalan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan peningkatan biaya perawatan dan bahan. Evaluasi di kedua proses ini didasarkan pada kriteria objektif. Dalam proses keperawatan, evaluasi bertanya apakah tujuan perilaku dinyatakan terpenuhi. Dalam proses Orlando, perawat mengamati perilaku pasien untuk melihat apakah pasien telah dibantu. Dengan demikian, kedua proses mengevaluasi dalam hal hasil perawatan. Kedua proses keperawatan dan proses Orlando digambarkan sebagai serangkaian langkah berurutan. Langkah-langkah tidak benar-benar terjadi discretely dan dalam rangka dalam proses baik. Sebagai informasi baru telah tersedia, langkah-langkah awal dapat diulang. Dengan demikian, data penilaian baru dapat mengubah diagnosis keperawatan atau rencana. Proses Orlando hampir merupakan pertukaran yang terus menerus di mana perilaku pasien mengarah ke reaksi perawat, yang mengarah ke perilaku perawat, yang mengarah ke reaksi pasien (lihat Gbr. L0-2 dan l0-3). Jadi, kedua Proses yang dinamis dan responsif terhadap perubahan dalam situasi pasien.

Perawatan digunakan saat ini proses dan proses Orlando memiliki banyak kesamaan. Mereka melakukan. Namun, memiliki perbedaan penting. Proses keperawatan adalah jauh lebih dan memiliki fase lebih rinci dari Orlando. Hal ini membutuhkan perawat untuk membawa pengetahuan tentang prinsip-prinsip ilmiah dan teori keperawatan untuk memandu perilakunya. Orlando hanya menuntut bahwa perawat mengikuti prinsip-prinsip dia menetapkan untuk memandu perawatan. Perencanaan jangka panjang adalah bagian dari Proses keperawatan tetapi tidak relevan dengan proses Orlando. Meskipun kedua proses panggilan untuk keterlibatan pasien dalam proses perawatan, itu Orlando menuntut partisipasi ini lebih komprehensif. ORLANDO pekerjaan dan karakteristik dari teori Dapat bekerja Orlando disebut teori keperawatan seperti yang dijelaskan dalam Bab I. dalam arti sebuah "visi" dari apa keperawatan adalah, pekerjaannya tentu memenuhi syarat. apakah dia menggabungkan konsep-konsep untuk tujuan menurunkan hipotesis tentang praktek. eksplorasi untuk melihat apakah pekerjaan Orlando memenuhi semua karakteristik dasar teori membantu untuk menjawab pertanyaan ini.Sebelum ini dilakukan, komentar pada penggunaan Orlando prinsip istilah yang sesuai. Sebelum ini dilakukan, komentar pada penggunaan Orlando prinsip istilah yang tepat. Prinsipprinsip, seperti juga hukum, benar-benar diprediksi. Mereka yang paling berguna dalam ilmu murni. Manusia terlalu individualistis dapat diramalkan, terutama dalam kaitannya dengan perilaku mereka. Orlando prinsip memberi tahu perawat bagaimana harus bertindak. Mereka memperkirakan hanya dalam pengertian umum bahwa jika perawat menggunakan prinsipprinsip, perilaku pasien akan membaik. Dengan demikian, panduan untuk praktek akan menjadi istilah yang lebih tepat untuk mereka daripada prinsip-prinsip. l. Teori dapat saling konsep sedemikian rupa untuk menciptakan cara berbeda dalam memandang suatu fenomena tertentu. Keperawatan adalah fokus pekerjaan Orlando. Teorinya views keperawatan sebagai berinteraksi dengan individu dalam situasi yang mendesak untuk meredakan rasa tidak berdaya. Dia berhubungan konsep ke dalam suatu keseluruhan yang baru dan bermakna. 2. Teori harus logis di alam. Pekerjaan Orlando tidak memberikan proses yang wajar dan berurutan untuk menyusui. Perilaku pasien memulai reaksi perawat. Eksplorasi ini reaksi dengan pasien mengarah ke identifikasi kebutuhan dan tindakan untuk mengatasi kebutuhan itu. Perawat harus bereaksi secara hati-hati ditentukan untuk memastikan dia bertemu tujuannya membantu

pasien. Dia harus mengevaluasi tindakannya untuk memastikan efektivitasnya. Jadi Orlando menyediakan logis daripada sebuah pendekatan intuitif untuk berlatih. 3. Teori harus relatif sederhana namun digeneralisasikan. Meskipun teori Orlando sederhana di alam itu tidak menggeneralisasi baik untuk semua praktik keperawatan. Teori ini tetap sederhana dengan berputar di sekitar interaksi perawat-pasien, unit dasar keperawatan. Hal ini juga membuat teori digeneralisasikan. Unit dasar ini berlaku terlepas dari setting perawatan atau jenis perawatan pasien menerima. 4. Teori dapat menjadi basis untuk hipotesis yang dapat diuji. Orlando tidak berasal dari teori hipotesa dan menguji mereka. Meskipun studi awal nya observasional, dia menguji ide-idenya dalam berbagai situasi keperawatan. Dalam studi kedua, dia mengembangkan kriteria untuk reaksi perawat yang cukup spesifik untuk pengembangan dan pengujian hipotesis statistik. 5. Teori berkontribusi dan membantu dalam meningkatkan tubuh secara umum pengetahuan dalam disiplin melalui penelitian dilaksanakan untuk memvalidasi mereka. Dalam pengujian teorinya Orlando ditambahkan ke tubuh secara umum pengetahuan keperawatan. Dia dapat menguji efektivitas disiplin Proses di kontak perawat dengan pasien, staf, dan pekerja ia mengawasi. Temuannya menunjukkan hubungan positif antara penggunaan disiplin proses dan hasil membantu kontak. Dia juga memberikan dukungan untuk gagasan bahwa proses dapat diajarkan dalam jangka waktu tertentu. Meskipun hipotesis-anaknya perlu tes ulang, mereka menyediakan dasar untuk perawat lain untuk mengembangkan teori-teori baru. Teori keperawatan lainnya, seperti Orem dan Rogers, menunjukkan konsistensi dengan, jika tidak pengaruh, aspek pekerjaan Orlando. 6. Teori dapat dimanfaatkan oleh praktisi untuk membimbing dan meningkatkan praktek mereka. Orlando telah cukup berhasil dalam mengembangkan sebuah teori berguna untuk praktek. Perawat dapat dengan mudah menggunakan prinsip-prinsip dan proses disiplin dalam interaksi mereka dengan pasien dan rekan sekerja. Menggunakan perawat teorinya yakin bahwa mereka tidak akan memberikan perawatan dengan cara yang tidak pantas bagi seorang individu pasien. Teori Orlando lebih mudah diterapkan pada praktek daripada beberapa teori keperawatan lain. Sebagai contoh, dua puluh satu masalah keperawatan Abdellah yang meminjamkan diri lebih mudah ke pendidikan daripada pengaturan praktek. Jika teori Orlando lebih sadar diterapkan oleh perawat pada semua tingkatan, kolegialitas dalam profesi ini akan berkembang pada kecepatan yang lebih cepat. Perbedaan profesional dan pendekatan alternatif dapat dibagi dan

diselesaikan secara konstruktif. Beberapa institusi yang berusaha untuk mengubah sistem keperawatan mereka pengiriman ke model yang lebih profesional, yaitu, sistem manajemen kasus. Ketika seperti sistem pengiriman yang digunakan, ada kurang perlu untuk memanggil otoritas hirarkhis untuk menyelesaikan perbedaan dan menegakkan kepatuhan terhadap kebijakan kelembagaan dan praktek. Saat ini, dalam perawatan kesehatan, banyak energi, waktu, dan sumber daya keuangan yang dihabiskan pada personil rumah sakit pendidikan, termasuk perawat, untuk berkomunikasi dengan pasien, pengunjung, dan satu sama lain. Tujuan dari banyak dari program ini adalah untuk mengajarkan orang untuk mendengarkan kebutuhan diungkapkan dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Programprogram ini mencakup esensi dari teori Orlando. Namun, teori Orlando tidak membimbing semua aspek praktik keperawatan. Daerah untuk studi lebih lanjut mencakup perencanaan jangka panjang, berurusan dengan keluarga dan komunitas, dan merawat pasien yang tidak menyadari bahwa kesehatan mereka terancam. 7. Teori harus konsisten dengan teori divalidasi lainnya, hukum, dan prinsip-prinsip tetapi akan meninggalkan pertanyaan tak terjawab terbuka yang perlu diselidiki. Teori Orlando tidak bertentangan dengan teori-teori divalidasi lain jika dipandang dalam arti agak terbatas dari interaksi perawat-pasien. itu adalah yang paling konsisten dengan teori interaksi, namun berhubungan dengan teori sistem dengan kesulitan. Orlando tidak membahas sistem praktek keperawatan. Ini mencakup baik interaksi perawat-pasien dan hubungan perawat di antara mereka sendiri dan dengan orang lain dalam lingkungan kerja yang terorganisir. Dia tidak melihat namun pasien dalam kaitannya dengan subsistem dan suprasistem. Untuk alasan ini, teori Orlando tidak berhubungan baik dengan teori keluarga. Keluarga hanya disebutkan sebagai sumber data langsung. Dengan demikian, pekerjaan Orlando mengandung banyak karakteristik dari sebuah teori. Meskipun niatnya, bagaimanapun, tidak provld9 sebuah teori komprehensif untuk memandu praktik keperawatan. Meskipun demikian, defisit ini tidak meniadakan kegunaannya dalam membimbing perawat-pasien interaksi. Juga tidak menyangkal nilai sebagai stimulus-untuk perawat lain untuk membawa pengembangan teori lebih lanjut.

KELEBIHAN DAN PEMBATASAN Teori Orlando telah banyak untuk menawarkan kepada keperawatan. Kekuatan utama dari karyanya adalah kegunaannya dalam praktik keperawatan. Ini panduan perawat melalui interaksi mereka dengan pasien. Penggunaan teorinya hampir menjamin bahwa pasien akan diperlakukan sebagai individu dan bahwa mereka akan memiliki masukan aktif dan konstan ke perawatan mereka sendiri. Fokus perawat harus tetap pada pasien bukan pada tuntutan lingkungan kerja. Perawat dapat menjaga Orlando dalam pikiran sambil menerapkan proses keperawatan saat ini. Penggunaan teorinya mencegah di-akurat diagnosis atau rencana tidak efektif. karena perawat harus terus mengeksplorasi reaksinya dengan pasien. Tidak perawat, berikut prinsip-prinsip Orlando, bisa gagal untuk mengevaluasi perawatan yang telah diberikan. Lain kekuatan Orlando adalah pernyataannya kemerdekaan keperawatan sebagai profesi dan keyakinannya bahwa kemerdekaan ini harus didasarkan pada kerangka teoritis suara Dia mendasarkan keyakinan ini pada definisi nya fungsi keperawatan. Dia percaya bahwa fungsi ini jelas akan membantu perawat dalam membangun kemandirian dan dalam penataan lingkungan kerja sehingga perawat efektif dapat memenuhi kebutuhan pasien mereka untuk membantu. Fungsi dari "mencari tahu dan memenuhi kebutuhan mendesak pasien untuk membantu" cukup luas untuk mencakup perawat yang berpraktik di semua pengaturan dan di semua daerah khusus Hal ini memungkinkan perawat untuk berevolusi dari waktu ke waktu dengan menghindari kaku daftar kegiatan keperawatan. Orlando panduan perawat untuk mengevaluasi perawatan nya dalam hal obyektif diamati hasil pasien. Ini bukan struktur pengaturan atau jumlah perawat yang bertugas yang menentukan perawatan yang efektif. Orlando telah menemukan hubungan positif antara penggunaan proses dan hasil yang menguntungkan dari perilaku pasien. Dalam merencanakan untuk menerapkan standar untuk praktik keperawatan, Asosiasi Perawat Amerika 'telah menggambarkan hasil pasien sebagai "indikator utama kualitas perawatan pasien. Sifat langsung dan interaktifnya proses, bagaimanapun, melakukan evaluasi proses memakan waktu. Seperti disinggung sebelumnya, input profesi keperawatan ke dalam standar akreditasi bagi organisasi perawatan kesehatan telah menempatkan penekanan besar pada evaluasi intervensi dalam hal hasil pasien. Penggunaan konsisten dari teori Orlando oleh perawat bisa membuat evaluasi fungsi kurang memakan waktu dan lebih disengaja, yang hasilnya akan didokumentasikan dalam grafik pasien. Dokumentasi seperti kebutuhan pasien, intervensi yang direncanakan, dan evaluasi

intervensi akan memberikan data untuk analisis yang akan berkontribusi pada tubuh secara umum pengetahuan dalam bidang keperawatan. Orlando pengujian teori di pengaturan praktik meminjamkan dukungan lebih lanjut untuk kegunaannya. Studi pertama, diterbitkan dalam Hubungan Perawat-Pasien Dinamis, memberikan dasar untuk pekerjaan di masa depan. Untuk studi kedua, dijelaskan dalam The Pengajaran Disiplin dan Proses Keperawatan, dia mengembangkan kriteria tertentu setuju untuk pengujian statistik. Perawatan dapat mengejar pekerjaan dengan pengujian ulang Orlando dan mengembangkan lebih lanjut pekerjaannya. Meskipun ide-ide Orlando mengandung banyak karakteristik dari sebuah teori, ada keterbatasan. Latar belakang kesehatan mentalnya mungkin bertanggung jawab atas sifat yang sangat interaktif teorinya. Meskipun ini sifat interaktif adalah salah satu kekuatan teori, itu juga menyediakan keterbatasan dalam gagasannya. Perawat kesepakatan luas dengan pemantauan dan mengendalikan proses fisiologis pasien untuk mencegah penyakit dan memulihkan kesehatan. Orlando jarang menyebutkan hal ini aspek peran perawat. Sifat yang sangat interaktif dari teori Orlando membuat sulit untuk mencakup perawatan yang sangat teknis dan fisik yang perawat berikan dalam pengaturan tertentu seperti unit perawatan intensif. Teorinya, bagaimanapun, mencegah perawat dari pasien melupakan itu usahanya untuk memenuhi aspek teknis dari pekerjaannya. Teori Orlando juga dibatasi oleh fokus pada interaksi dengan individu, sedangkan pasien harus dipandang sebagai anggota keluarga dan dalam masyarakat. Seringkali sangat penting untuk berurusan dengan keluarga secara keseluruhan untuk membantu pasien. Orlando tidak berurusan dengan daerah-daerah. Perawatan jangka panjang dan perencanaan tidak berlaku untuk fokus Orlando pada situasi mendesak. Dia hanya pandangan perencanaan jangka panjang yang terkait dengan staf yang memadai dalam sebuah institusi. Orlando sendiri mengakui masalah ini. Dalam Hubungan Perawat-Pasien Dinamis ia berspekulasi bahwa "pengalaman berulang telah membantu diragukan puncaknya selama periode waktu dalam derajat yang lebih besar perbaikan," Dia juga mengidentifikasi efek kumulatif dari keperawatan sebagai area untuk studi lebih lanjut. Dalam Pengajaran Disiplin dan Proses Keperawatan, Orlando mencoba untuk mendefinisikan sistem keperawatan keseluruhan. Dia menggambarkan ini sebagai "secara teratur, berinteraksi bagian dari pelayanan keperawatan." Upaya ini bagian dari teorinya untuk memasukkan hubungan perawat dengan perawat lain dan dengan anggota dari berbagai profesi dalam pengaturan pekerjaan. Teorinya perjuangan dengan otoritas yang berasal dari fungsi

profesi dan bahwa komitmen lembaga mempekerjakan kepada publik. Proses yang sama yang ditawarkan untuk berurusan dengan orang lain untuk bekerja dengan individu pasien. Ini bagian dari proses nya agak membingungkan. Hal ini tampaknya lebih dari sebuah deskripsi administrasi pelayanan keperawatan dari teori praktik keperawatan. Ketika seorang perawat-manajer berurusan dengan staf, teori Orlando menyediakan kerangka kerja untuk interaksi yang mengarah ke hasil positif. Sebagai eksekutif perawat mendengarkan kebutuhan staf, dia harus memutuskan apakah tindakan disengaja diperlukan; tindakan tersebut dapat mengambil dari kebijakan atau perubahan prosedur, variasi staf, atau perubahan kebijakan institusional. Eksekutif perawat mungkin perlu untuk mempengaruhi departemen lain, kelompok, atau tingkat dalam organisasi untuk efek intervensi positif dengan staf. Pada tingkat administrasi, teori Orlando digunakan, tetapi rentang waktu untuk menyelesaikan semua komponen bervariasi tergantung pada situasi. Sebuah organisasi yang secara konsisten dan metodis menggunakan teori Orlando positif dapat merespon semua masalah yang perlu dihadapi. Dalam lingkungan seperti itu, kebutuhan dapat dipenuhi dan penekanan ditempatkan pada saat ini bukan masa lalu atau cara itu selalu dilakukan. Dengan demikian, organisasi mampu mempertahankan keunggulan kompetitif. Orlando dapat dianggap sebagai teori keperawatan yang membuat kontribusi yang signifikan untuk kemajuan praktik keperawatan. Dia membantu perawat untuk fokus pada pasien bukan pada penyakit atau tuntutan institusional. Perawat tegas dipandang sebagai hamba pasien, bukan dokter. Perawat harus mendasarkan praktek mereka pada pemikiran logis bukan pada intuisi. Proses keperawatan Orlando terus menjadi berguna untuk perawat dalam interaksi mereka dengan pasien.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
Orlando berfokus pada : 1. Tanggung jawab perawat 2. Mengenal perilaku pasien 3. Reaksi segera 4. Disiplin proses keperawatan 5. Kemajuan / peningkatan

B. Saran
Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui model konsep teori keperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA