Anda di halaman 1dari 21

SISTEM EKONOMI ISLAM

Disusun Oleh : Kelompok 7 DENY SANJAYA (21030111110150) YANI PUTRI ARMELIA (21030111140169) DENETH AGTIRA DANUATMADJA (21030111140171)

"(Ingatlah) ketika Syu'aib berkata kepada mereka (penduduk Aikah): 'Mengapa kamu tidak bertaqwa?' Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang telah mendapatkan kepercayaan untukmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atilah aku. Aku sama sekali tidak menuntut upah darimu untuk ajakan ini, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan Penguasa seluruh alam. Tepatilah ketika kamu menakar dan jangan sampai kamu menjadi orangorang yang merugi. Timbanglah dengan timbangan yang tepat. Jangan kamu rugikan hak-hak orang (lain) dan janganlah berbuat jahat dan menimbulkan kerusakan di muka bumi." (Qs. Asy-Syuara :177183)

Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia dalam Sistem Ekonomi Islam

Sistem ekonomi islam

pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber daya material sehingga tercipta kepuasan manusia dan memungkinkan mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat.

Dasar Sistem Ekonomi Islam


Mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat. Hak milik relatif perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal. Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlantar. Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin. Pada batas tertentu, hak milik relatif tersebut dikenakan zakat. Perniagaan diperkenankan, akan tetapi riba dilarang. Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja.

Konsep sistem ekonomi Islam

Keberhasilan sistem ekonomi Islam tergantung kepada sejauh mana penyesuaian yang dapat dilakukan di antara keperluan kebendaan dan keperluan rohani / etika yang diperlukan manusia.

Landasan Nilai yang Menjadi Tegaknya Sistem Ekonomi Islam


1. Nilai dasar sistem ekonomi Islam 2. Nilai instrumental sistem ekonomi Islam 3. Nilai filosofis sistem ekonomi Islam 4. Nilai normatif sistem ekonomi Islam

Islam dalam Perkembangannya


Kebangkitan ekonomi umat Islam di Indonesia bersamaan dengan kebangkitan umat Islam secara global. Sedikit perbedaan antara perkembangan pemikiran ekonomi Islam di Indonesia dengan yang terjadi di berbagai belahan dunia Islam lainnya terutama di Timur Tengah. Para ulama dan tokoh masyarakat Islam di Indonesia lebih memikirkan bagaimana nasib ekonomi umat Islam yang dari dulu tidak pernah dibenahi dan selalu dipinggirkan oleh penjajah Belanda. Karena itu mereka kurang waktu untuk memikirkan dan menggali sistem ekonomi Islam tersendiri yang bisa diambil dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Perjalanan waktu menunjukkan, bahwa ekonomi islam bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah umat yang saat ini masih mengalami krisis ekonomi. Yang menjadi tantangan bagi para pelaku ekonomi islam untuk lebih meningkatkan pemahaman umat soal prinsip ekonomi islam, karena mereka akan menjadi pasar potensial bagi penerapan ekonomi islam yang bukan tidak mungkin akan menjadi batu loncatan bagi penerapan hukum islam di semua aspek kehidupan yang menjadi impian banyak umat Islam di negeri ini.

Mencari Rizki dalam Islam ? ? ?


Rezeki banyak melimpah tidak sama konsepnya denganrezeki yang halal dan berkah. Bisa jadi seseorang mempunyai rezeki yang banyak tetapi tidak terdapat keberkahan di dalamnya. Makna kata berkah sendiri berarti al-ziyadah yang artinya bertambah dan al-namaa yang artinya tumbuh berkembang. Maka di dalam Islamrezekiyang diinginkan adalah rezeki yang bertambah dan mengandung kebaikan di dalamnya. Sehingga bisa kita katakan, kalau seseorang mempunyai rezeki yang berkah, maka rezekinya bertambah-tambah di dalamnya dengan terdapat pula banyak kebaikan yang tiada berkurang.

Cara Mencari Rizki yang Barokah dan Halal


1. Menjauhi pekerjaan yang haram. 2. Bekerja sungguh-sungguh. 3. Mengadukan masalah rezeki ini hanya kepada Allah SWT. 4. Banyak membaca istighfar. 5. Sabar dan banyak membaca la hawla wa la quwwata illa billah. 6. Tawwakal sepenuhnya kepada Allah SWT. 7. Bershadaqahlah dan Nafkahkanlah harta tersebut kepada yang berhak. 8. Tolonglah Agama Allah dengan menegakkan Syariat Islam.

Perdagangan atau jual beli dalam syariat islam


Pengertian Jual Beli Perdagangan atau jual beli menurut bahasa berarti al-bai,al-tijarah, dan al-mubadalah, jual beli adalah suatu perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak dengan cara suka rela sehingga keduanya dapat saling menguntungkan, maka akan terjadilah penukaran hak milik secara tetap dengan jalan yang dibenarkan oleh syara.

Rukun dan Syarat Jual Beli


Rukun jual beli Akad Penjual dan pembeli Makud alaih(objek akad)

Syarat Jual Beli


Syarat sah ijab Kabul Jangan ada yang memisahkan, jangan pembeli diam saja setelah penjual menyatakan ijab dan sebaliknya. Jangan diselangi kata-kata lain antara ijab dan kabul. Beragama islam.

Syarat Benda yang Menjadi Objek Akad


Suci Memberi manfaat menurut syara. Jangan dikaitkan atau digantungkan dengan hal-hal lain Tidak dibatasi waktunya. Dapat diserahkan dengan cepat ataupun lambat. Milik sendiri. Diketahui barang yang diperjual belikan tersebut

Jual Beli yang Dilarang dan Batal Hukumnya


1. Najis oleh agama 2. Jual beli sperma hewan 3. Jual beli anak binatang yang masih berada dalam perut induknya. 4. Jual beli dengan mukhadharah 5. Jual beli dengan munabadzah 6. Jual beli gharar 7. Larangan menjual makanan

Khiar dalam Jual Beli


1. Khiar Majlis 2. Khiar syarat 3. Khiar aib

Lelang (muzayadah)
Penjualan denga cara lelang seperti ini dibolehkan dalam agama islam karena dijelaskn dalam satu keterangan yang artinya : Dari Anas ra, Ia berkata Rasulullah SAW.menjual sebuah pelana dan sebuah mangkok air dengan berkata ; siapa yang ingin membeli pelana dan mangkok ini? Seorang laki-laki menyahut; aku bersedia membelinya seharga satu dirham.Lalu nabi berkata lagi, siapa yang berani menambahi? Maka diberi dua dirham oleh seorang laki-laki kepada beliau, lalu dijuallah kedua benda itu kepada laki-laki tadi.(HR. Tirmizi)

Kesimpulan
Islam sebagai agama yang Allah turunkan bukan saja untuk ummat Islam semata akan tetapi untuk seluruh ummat di dunia ini (rahmatan lil alamin) yang bersifat universal dan multikomplek, Islam dapat menjawab seluruh problematika dunia bukanlah hal utopis atau sesuatu yang ada dalam wacana saja, masalah ekonomi yang merupakan hajat hidup manusia juga tidak lepas dari ajaran Islam. Jauh sebelum bangsa-bangsa merumuskan ekonomi, Islam sudah lebih dahulu. Banyak sekali keterangan dari al-Quran yang menyinggung masalah ekonomi, baik secara eksplisit maupun implisit. Bagaimana jual-beli yang baik dan sah menurut Islam, pinjam meminjam dengan akad-akad yang sah sampai dengan pelarangan riba dalam perekonomian. Walaupun pada Al-Quran sebelumnya juga pernah disebutkan, dimana perbuatan riba itu dibenci Tuhan. Sedangkan pada tatanan teknisnya diperjelas dengan hadis serta teladan dari Rasulullah dan para alim ulama.

Sistem ekonomi Islam memberikan tuntunan pada manusia dalam perilakunya untuk memenuhi segala kebutuhannya dengan keterbatasan alat pemuas dengsn jalan yang baik dan alat pemuas yang tentunya halal, secara dzatnya maupun secara perolehannya.

Tanks You

Anda mungkin juga menyukai