Anda di halaman 1dari 2

Definisi Toksikologi (Timbrell, Jhon Introduction to Toxicolocy Third Edition) Studi yang mempelajari tentang interaksi berbahaya antara

bahan-bahan kimia dan sistem biologis. (John H. Duffus Fundamental Toxicology) Sains fundamental mengenai racun, dimana racun merupakan bahan-bahan atau substansi yang menyebabkan terjadinya beberapa luka atau kematian sebagai hasil dari interaksi antara bahanbahan kimia dengan jaringan. (Frank A. Barile Clinical Toxicology Principle and mechanism) Ilmu yang mempelajari tentang xenobiotics, atau penjelasan mengenai racun, dan interaksi agent exogenous dengan kompartement fisiologi mamalia. (Made Agus Gelgel Wirasuta forensik dan interpretasi temuan analisis ejournal.unud.ac.id) Ilmu toksikologi adalah ilmu yang menelaah tentang kerja dan efek berbahaya zat kimia atau racun terhadap mekanisme biologis suatu organisme. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa toksikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara substansi-substansi atau bahan yang berpotensial toksik(racun) dan mekanisme biologis pada organisme, yang dapat memberikan efek berbahaya berupa luka ataupun kematian sebagai hasil dari interaksi tersebut.

Ruang Lingkup Pada dasarnya ruang lingkup toksikologi tterbagi atas tiga yakni toksikologi lingkungan, toksikologi ekonomi, dan toksikologi kehakiman. Toksikologi lingkungan berhubungan dengan dampak zat kimiayang berpotensi merugikan, yang muncul sebagai polutan lingkungan bagi organisme hidup. Istilah lingkungan mencakup udara, tanah, dan air. Polutan adalah suatu zat yang didapatkan dalam lingkungan, yang mempunyai efek merugikan bagi kehidupan organism, khususnya manusia; yang sebagian merupakan perbuatan manusia. Pada dasarnya efek yang merugikan ini timbul melalui empat proses yakni: pelepasan ke lingkungan, tansport oleh biota dengan atau tanpa transportasi bahan-bahan kimia, pengeksposan oleh organisme baik itu satu atau lebih dari satu terget, dan kemudian timbullah respon individu, populasi, ataupun komunitas. Jadi pada dasarnya enviromental toksikologi itu tidak lepas dari ekotoksikologi. Berikut ini komponen toksikologi lingkungan: (David A. Wright Enviromental Of toxicology) Toksikologi Kehakiman(Forensik) adalah menekunkan diri pada aplikasi atau pemanfaatan ilmu toksikologi untuk kepentingan peradilan. melakukan analisis kualitatif maupun kuantitatif dari racun dari bukti fisik dan menerjemahkan temuan analisisnya ke dalam ungkapan apakah ada atau tidaknya racun yang terlibat dalam tindak kriminal, yang dituduhkan, sebagai bukti dalam tindak kriminal (forensik) di pengadilan. Jadi toksikologi kehakiman ini lebih menekankan aspek medis dan

aspek hukum dari bahan-bahan berbahaya yang baik secara sengaja maupun tidak sengaja diekspose. (Frank A. Barile Clinical Toxicology Principle and mechanism dan (Made Agus Gelgel Wirasuta forensik dan interpretasi temuan analisis ejournal.unud.ac.id) Toksikologi ekonomi Adalah suatu pembahasan toksikologi yang menjurus pada efek-efek berbahaya dari substansi khusus yang berhubungan dengan kebutuhan manusia seperti bahan pengawet makanan dan pestisida. Suatu zat di katakana racun bila zat tersebut menyebabkan efek yang meugikan pada yang mnggunakannya. Namun dalam kehidupan sehari-hari yang dikatakan racun adalah zat dengan esiko kerusakan yang relative besar, dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa sola dosis facit venenum (Paracelsus) artinya kehadiran suatu zat yang potensial toksis di dalam organisme belum tentu menghasilkan juga keracunan. Dalam hampir setiap manusia dapat dinyatakan jumlah tertentu dari timbale, air raksa dan DDT, namun demikian zat ini tidak menimbulkan gejala keracunan selama jumlah yang diabsorbsi berada di bawah kosentrasi yang toksik, hanya pada dosis toksik suatu senyawa menjadi racun, sebaliknya bila diabsorbsi dalam jumlah yang besar ternyata beracun. Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa pembuktian racun pada kosentrasi yang subtoksik mempunyai arti penting karena dengan mengetahui adanya bahaya bahaya pada saat yang tepat, dapat di hindari eksposisi yang lebih lanjut dan karena itu karusakan karena karusakan dapat di hindari.