Anda di halaman 1dari 5

sebenarnya apa sih untuk apa kita hidup?? Bingung kan. .

dalam al Quran telah jelas disebutkan bahwa manusia itu diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah kepada ALLAH,, dalam hal ini salah satu wujud nyata dari beribadah kepada ALLAH adalah dengan menegakkan SHOLAT. Adapun fungsi sholat: 1. menurut surat At-Toha:14,, tegakkanlah sholat,, karena dengan sholat itu ingat kepada ALLAH. 2. QS Al-Ankabuut:45,, tegakkanlah sholat,, karena dengan sholat yang benar dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Nah,, sekarang bagaimana cara sholat yang benar?? Sholat yang benar adalah sholat yang dilakukan dengan khusyu Khusyu?? Ada beberapa terjemahan mengenai definisi khusyu: 1. melakukan gerakan dan bacaan yang seharusnya 2. tunduk taat pada ALLAH, mengikuti apa yang diperntah dan merasa taku pada siksa ALLAH 3. melakukan perasaan dan sikap merendahkan diri terhadap ALLAH disertai takut siksa dan tenangnya anggota tubuh Kalau sudah begitu,, ada juga ciri-ciri orang yang telah sholat secara khusyu. . ANDA-kah satu diantara mereka?? Berikut ciri-cirinya: 1. menundukkan kepala dan mengarahkan pandangan ke tempat sujud,, tidak boleh memejamkan mata 2. tenang dalam melakukan gerakan (tumaninah) 3. merendahkan suara dan penglihatan. jangan mengganggu orang lain,, termasuk ketika berdoa. Ingat,, ALLAH Maha Mendengar bukan,, Mmm,, Akan lebih bagus lagi jika kita bisa khusyu hati saat sholat,, dan khusyu hati ini hanya dapat diperoleh dengan mengosongkan hati. Semua kegiatan hati hanya tertuju untuk bacaan dan gerakan dan hindari berpikir diluar bacaan dan gerakan sholat. Oleh karenanya,, sebelum sholat alangkah lebih baiknya jika kita: 1. menyelesaikan kebutuhan,, biasanya untuk buang air dan buang gas 2. untuk sebagian orang,, jika sudah dihidangkan makanan akan lebih baik jika makan dulu tenang dalam melakukan gerakan atau tumaninah. Tumaninah adalah istilah untuk jeda waktu untuk melakukan gerakan selanjutnya. Maksudnya adalah jangan langsung masuk ke gerakan selanjutnya,, jadi ketika selesai membaca doa diselingi waktu satu atau dua detik sebelum melanjutkan ke gerakan selanjutnya. Nah,, untuk mencapai gerakan ini,, anda harus membaca doa harus dengan tartil. Tartil adalah membaca ayat per ayat dan tidak disambung,, kecuali untuk beberapa ayat yang secara hukum tajwid memang boleh disambung. Hwehehe. .^e^ Walaupun sholat khusyu bukan syarat untuk memenuhi kewajiban sholat,, namun berikut ini alasan mengapa kita harus sholat khusyu: 1. insya ALLAH akan memahami apa yang kita baca,, maksud dan tujuannya

2. untuk mengingat ALLAH dan takut pada siksa-NYA 3. sebenarnya,, sholat khusyu itu kita sedang bermunajab,, berdoa,, kepada ALLAH SHOLAT TETAPI TIDAK MEMAHAMI BACAAN = TIDAK SHOLAT

Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri di malam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu: 1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat 2. 3. 4. 5. 6. 7. maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya. Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya Rasulullah. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan

kejelekannya. Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya. Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada di dalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut ria. Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rasulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.

5 Ciri Sholat yang Khusuk


Para ulama menjelaskan bahwa yang namanya khusu itu ada beberapa ciri : 1. Tidak menghadirkan segala sesuatu yang diluar aktifitas shalat.

2. Teratur dan tenang dalam gerakan anggota badan di dalam shalat. Tidak banyak gerakan yang dilakukannya seperti bermain dengan jengotnya, membetulkan selendang atau kopiah dan lainnya.

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melihat seorang yang memainkan jenggotnya dalam shalatnya. Beliau bersabda,Bila hati khusyu, maka pastilah anggota tubuhnya ikut khusyu

Dari Abu Zarr ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,Bila kamu shalat, sesungguhnya rahmat itu sedang menuju kepadanya, maka janganlah memainkan kerikil.

3. Merasakan bahwa dirinya sedang berada dalam perhatian Allah SWT Yang Maha Mengetahui apa yang nampak dan yang tertutup.

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.Al-Mujadilah : 7)

4. Mentadabburkan / menghayati bacaan shalat yang diucapkannya dengan memahami maknanya secara umum. Baik surat Al-Fatihah, ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem ataupun bacaan tatkala ruku, sujud dan lainnya.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(QS.AnNisa : 82)

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quraan ataukah hati mereka terkunci?(QS.Muhammad : 24) Bagaimana mungkin seorang bisa dikatakan khusyu kalau dia tidak paham apa yang dibacanya. Maka memahami bacaan shalat adalah salah satu kunci khusyu itu sendiri.

5. Mengosongkan hati dari linasan pemikiran lainnya,

sebab bersihnya hati dan pikiran dari hal-hal di luar shalat merupakan inti dari kekhusyuan itu sendiri. Meski pun bukan berarti terlepas total dan tidak sadarkan diri dari apa yang terjadi di sekelilingnya