Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN HASIL EVALUASI TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI DAN STIMULASI PERSEPSI SESSI III PADA PASIEN ISOLASI

SOSIAL DI RUANG ENRDO TENOYO RSJD AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

1. INPUT Terapi aktivitas kelompok sosialisasi dan stimulasi persepsi merupakan sebagian dari terapi aktivitas kelompok yang bisa dilaksanakan dalam konteks keperawatan jiwa. Terapi ini diharapkan dapat memicu klien untuk dapat bersosialisasi dan dapat mengidentifikasi dan mengklarifikasi stimulus eksternal yang diberikan melalui pesan yang ada dalam perintah Terapi aktivitas kelompok ini diikuti oleh 8 peserta, yang telah diseleksi yaitu, klien yang sudah kooperatif dan dengan masalah keperawatan menarik diri. Klien yang mengikuti kegiatan terapi ini adalah Sdr P, Sdr S, Sdr A, Sdr M, Sdr S , Sdr B, Sdr D, dan Sdr A. Terapi dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 14 November 2012. Kegiatan pertama yang dilakukan berupa melatih peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Kegiatan kedua yang dilakukan berupa mencocokkan gambar dan berkenalan dengan peserta lain. Persiapan TAK telah dilakukan 1 hari sebelumnya, berupa penyusunan preplanning kegiatan, menyiapkan media dan kontrak dengan klien.

2. PROSES I. FASE ORIENTASI Pasa proses fase ini, setelah leader memberikan salam kepada semua peserta, selanjutnya leader memberikan kesempatan kepada salah satu pasien untuk memimpin doa agar apa yang dilakukannya hari ini memberikan manfaat dan berkah sebanyak-banyaknya. Setelah selesai doa, leader memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dan kontrak dengan pasien yang sebelumnya dievaluasi atau melakukan validasi dengan pasien yaitu dengan cara pasien diminta untuk memperkenalkan diri dan menyebutkan minimal tiga orang temannya (anggota kelompoknya) dan menyebutkan minimal dua orang perawat yang ada di dekatnya sampai semua peserta TAK mendapatkan giliran. Bagi pasien yang dapat menyebutkan dengan baik dan benar diberikan reinforcement yaitu dengan pujian atau tepuk tangan. Setelah semuanya mendapatkan giliran,

selanjutnya leader membacakan aturan main tentang hal-hal yang harus disepakati bersama selama kegiatan TAK berlangsung.

II. FASE KERJA Pada bagaian fase kerja ini, tujuan penggunaan terapi ini sebenarnya lebih mengkhususkan untuk pasien yang mengalami gangguan jiwa isolasi sosial : menarik diri, harga diri rendah, dan gangguan persepsi sensori : halusinasi. Peserta TAK terdiri dari 8 orang, tetapi di tengah kegiatan ada 1 pasien yang mengundurkan diri karena tidak mengikuti permainan. Pada mulanya, seluruh peserta duduk melingkar dengan seorang leader berada di tengah. Kemudian kelompok mahasiswa memperkenalkan diri kepada para peserta. Urutan ditunjuk oleh leader, dan dimulai dengan menyebutkan nama, kemudian leader menjelaskan tujuan dan peraturan kegiatan dalam kelompok. Bila peserta akan mengemukakan perasaannya, maka diminta untuk menunnjukkan tangannya. Selain itu, jika klien ingin keluar untuk minum, BAB/BAK harus minta ijin pada perawat. Sebagai langkah awal, leader memberikan lembaran kertas yang bergambar buah yang jumlahnya sepasang-sepasang, yaitu gambar nanas, gambar semangka, gambar pisang, yang masing-masing berjumlah 2. Kemudian kertas yang bergambar buah tersebut dilinting tertutup, dan dimassukkan dalam dimasukkan dalam sebuah wadah. Setelah itu, masing-masing pasien

dipersilahkan untuk mengambil sebuah lintingan dalam wadah tersebut. Selanjutnya setiap peserta diminta untuk membuka lintingan kertas yang bergambar buah tersebut, kemudian dianjurkan untuk mencari pasangan dari peserta lain yang gambarnya sama dengan gambar yang dipegang. Setelah semua peserta mendapatkan pasangan, maka setiap peserta diminta untuk berkenalan dengan pasangannya dan menanyakan identitas selengkapnya : nama, alamat, hobby, yang disukai tentang dirinya, serta keterampilan yang dimilikinya. Selanjutnya, masing-masing peserta menerangkan pada kelompok tentang identitas dirinya dan pasangannya selengkap-lengkapnya. Selama kegiatan berlangsung, observer mengamati jalannya acara.

III. FASE TERMINASI Pada fase terminasi ini, leader mengeksplor perasaan klien satu persatu setelah mengikuti kegiatan TAK tersebut. Rata-rata mereka menyatakan senang dan puas

denga kegiatan TAK tersebut. Hal ini dibuktikan dengan selama kegiatan berlangsung, pasien tetap antusias dan kooperatif bahkan sampai melewati kontrak yang ditentukan pun mereka tidak merasa bosan ataupun lelah. Setelah itu mereka dievaluasi secara obyektif yaitu diminta untuk menyebutkan kembali tujuan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan kemudian leader menjelaskan kembali tentang tujuan dan manfaat dari kegiatan kelompok ini sekaligus menutup kegiatan dengan kesimpulan bersama-sama. Kendala/ kekurangan selama sesi kegiatan TAK berlangsung: a. Adanya stimulus/ rangsang dari luar yang mempengaruhi jalannya terapi seperti terdapatnya pasien yang sedang aktif mengalami gangguan halusinasi disamping tempat terapi. b. Tempat terapi yang dekat dengan pintu masuk kamar sehingga membuat pasien kurang konsentrasi saat melakukan terapi terutama pada saat ada orang yang melewati kamar tesebut walaupun sebelumnya sudah berupaya untuk ditutup pintu kamar tersebut. c. Jadwal kontrak terapi yang tidak sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

3. HASIL Tabel Hasil Evaluasi Terapi Aktivitas Kelompok Pada klien dengan masalah isolasi sosial : menarik diri, harga diri rendah, gangguan persepsi sensori : halusinasi a. Sosialisasi N o 1 2 3 4 Aspek yang dinilai Menyebutkan nama lengkap Menyebutkan nama penggilan Menyebutkan alamat Tn. Tn. Tn. R S A 1 1 0 1 1 1 1 0 0 Nama peserta TAK Tn. Tn. Tn. Tn M S B D 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tn A 1 1 1

Menyebutkan hobi 0 1 0 1 1 1 1 1 Skore 3 4 0 4 4 4 4 4 75 100 100 100 100 100 100 100 Prosentase (%) Jika pasien menyebutkan, maka nilainya (1) Jika pasien tidak menyebutkan, maka nilainya (0)

87,5 % 87,5 % 87,5 % 75%

b. Stimulasi persepsi N o 1 Aspek yang dinilai Klien mampu memahami dan membaca perintah yang akan dikerjakan Berespon tehadap klien lain dengan mendengarkan klien lain yang sedang bebicara Memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan Menterjemahkan permainan sesuai dengan perintah Mengemukakan pendapat mengenai TAK yang digunakan Skore Prosentase (%) Tn. R 1 Tn. Tn. S A 1 1 Nama peserta TAK Tn. Tn. Tn. Tn M S B D 1 1 1 1 Tn A 1

100%

62,5%

75%

4 5

1 0

1 0

1 0

1 1

1 1

1 1

1 0

1 0

100% 37,5%

4
80

4
80

2
40

4
80

5
100

5
100

2
40

Jika pasien melakukannya, maka nilainya (1) Jika pasien tidak melakukannya, maka nilainya (0) 4. EVALUASI a. Evaluasi Struktur 1. Preplanning sudah disetujui pembimbing satu hari sebelumnya 2. Kontrak waktu dan tempat tidak berubah (sesuai dengan preplanning) 3. Alat dan media sudah dipersiapkan 1 hari sebelumnya 4. Jenis TAK sudah direncanakan 1 hari sebelumnya b. Evaluasi Proses 1. Klien mendengarkan penjelasan kegiatan dengan antusias 2. Klien mengikuti kegatan TAK sampai selesai 3. Media dapat dipergunakan sesuai fungsi 4. Leader, observer, fasilitator dapat melaksanakan tugasnya dengan baik c. Evaluasi Hasil 1. 83,35 % klien mengikuti kegiatan TAk sampai selesai 2. terdapat 87,5 % klien dapat menyebutkan nama lengkap 3. terdapat 87,5 % klien dapat menyebutkan nama panggilan 4. terdapat 87,5 % klien dapat menyebutkan alamat 5. terdapat 75 % klien dapat menyebutkan Hobi 6. Terdapat 100% Klien mampu memahami dan membaca perintah yang akan dikerjakan dapat mengidentifikasi dan mengklarifikasi stimulus eksternal yang diberikan melalui gambar atau suara 7. Terdapat 62,5 % klien dapat berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien lain yang sedang berbicara 8. Terdapat 75 % klien dapat memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan 9. Terdapat 100% klien dapat menterjemahkan permainan sesuai dengan perintah 10. Terdapat 37,5 % klien dapat mengemukakan pendapat mengenai TAK yang digunakan

Anda mungkin juga menyukai