Anda di halaman 1dari 3

Nama Nim

: Afrodita Indayana : J3B110049

Mata Kuliah : Wisata Budaya No 1 Indikator Meyakini Bahwa Berhubungan Dengan Dimensi Transendensi Ialah Menguntungkan ada Tidak ada deskripsi Masyarakat NAD meyakini bahwa berhubungan dengan dimensi transendensi merupakan hal yang menguntungkan,hal tersebut di buktikan dengan aplikasi budaya berupa tarian,nyayian , pada sejumlah upacara adat yang masih dilaksanakan di daerah pedesaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan harapan agar selalu mendapatkan berkah,barokah serta hidayah dari Allah SWT. Kehidupan masyarakat pedesaan NAD yang juga selalu melakukan segala rutinitas dan kegiatan tambahan berupa upacara adat dengan syariat islam,mencerminkan bahwa kapasitas transendensi sangat berpengaruh juga di kawasan pedesaan.

Kapasitas Transendensi

A.Aspek Budaya
D. Meyakini Bahwa Berhubungan Dengan Dimensi Transendensi Ialah Menguntungkan (Afrodita Indayana,J3B110049) Dimensi transendensi merupakan suatu dimensi dimana seorang manusia sedang menjalani suatu ritual atau kegiatan khusus mengenai kerohanian,keyakinan,dan hal gaib yang sukar dipahami pada situasi dan tujuan tertentu. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai keistimewaan tersendiri dalam pelaksanaan pemerintahaannya. Pemerintahan Nanggroe Aceh Darussalam telah memiliki sebuah sistem khusus dalam pelaksanaan hukumnya karena hukum yang berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam berbeda dengan Sistem hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menganut sistem hukum demokrasi. Nanggroe Aceh Darussalam menganut sistem hukum syariat islam seperti yang berlaku di Negara islam lainnya. Sistem hukum ini secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kelangsungan hidup keseharian masyarakat NAD di perkotaan maupun di pedesaan dalam segala aspek. Keseharian masyarakat pedesaan NAD selalu berpedoman pada syariat islam,selain untuk menaati tata hukum yang ada, masyarakat aceh menjalani hal tersebut karena mereka menyadari akan pentingnya hubungan transendental yang terjadi antara tuhan dengan makhluk ciptaanNYA, dengan banyaknya pelaksanaan acara upacara ritual adat setempat dengan orientasi penggabungan tradisi dan sistem realigi agama islam untuk mendapatkan barokah atau keberuntungan, acara tersebut antara lain acara Jolenan yang dilakukan warga Dusun Sijanur Rt/Rw 2/4 Desa Somongari , ritual Jolenan pada dasarnya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rezeki berlimpah, dengan memberikan panen pada tanaman yang hidup di desanya. Seraya memohon keselamatan dari mara bahaya, serta rezeki yang lebih di tahun mendatang. Upacara ritual yang menganggap berhubungan dengan dimensi transendensi adalah menguntungkan ialah Wirid Yasin yang biasa dilakukan dengan tujuan untuk keselamatan dari roh jahat yang mengganggu kelangsungan hidup masyarakat pedesaan, seperti yang dilakukan masyarakat Desa Cot Geulumpang, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur dan sekitarnya yang melakukan wirid yasin di Musahlla SMA Negeri

Peureulak. Kegiatan selanjutnya yang menjadi contoh kasus ialah kegiatan ceremonial sunatan

rasul di kecamatan pasieraja, masyarakat meyakini acara ceremonial tersebut akan membantu kesuksesan dan kelancaran acara sunatan rasul. Fakta tersebut membuktikan bahwa masyarakat pedesaan aceh mempercayai bahwa hubungan dimensi transendensi menguntungkan bagi kelangsungan hidup mereka dengan melakukan upacara ritual yang berfungsi untuk mendapatkan barokah, hidayah, serta keberuntungan dari Allah SWT, selain dengan aplikasi hukum syariat islam.

B. Elemen Budaya
A.Kapasitas Transendensi Transendensi yang berlaku pada provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan secara rutin didalam kehidupan bermasyarakat. Status Daerah Istimewa pada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan pemberlakuan sistem hukum syariat islam,merupakan suatu pencerminan bahwa kapasitas transendensi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sangat berpengaruh. Berlakunya hukum tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam pada perkotaan maupun pedesaan, Namun masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam tidak terlalu mempermasalahkan dengan pemberlakuan hukum syariat hukum tersebut, justru masyarakat mendukung dan dengan senang hati menjalankan peraturan yang ada. Fakta tersebut didukung dengan banyaknya pelaksanaan kegiatan upacara ritual budaya atau tradisi yang menghubungkan atau menggabungkan antara tradisi dengan sistem religi agama islam. Kegiatan aplikasi budaya pada setiap desa juga dipengaruhi oleh dimensi transendental yang selalu memasukan unsure agama pada setiap unsur kebudayaan berupa tarian, nyanyian atau yang lainnya. Masyarakat pedesaan di Aceh juga mempunyai sebutan khusus daerah mereka bagi para ulama dan ustadz yang dipercayai sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, sebutan tersebut ialah Teuku, sebutan ini juga sangat terkenal hingga keseluruh nusantara sebagai ciri khas atau karakter khas dari aceh, dimana jika ada masyarakat di luar aceh menemukan seorang bernama depan Teuku, maka masyarakat tersebut akan beropini jika orang tersebut merupakan masyarakat asli aceh, padahal sebutan tersebut merupakan sebutan bagi para ulama dan ustadz di Aceh. Pengaruh transendensi sangat besar di masyarakat pedesaan NAD dengan segala contoh kasus yang ditemukan, hal tersebut membuktikan bahwa kapasitas transendensi pada wilayah pedesaan di NAD sangat berpengaruh pada kehidupan sehari hari.