Anda di halaman 1dari 16

TEKNIK-TEKNIK KOMUNIKASI VISUAL

(Studi Kasus : )

Oleh : Kelompok 1/ Praktikum 2 Bhintary Fauzya Putri Helvira Kurniati Afrodita Indayana Beni Nuryanto (J3B110014) (J3B110045) (J3B110049) (J3B210074)

Dosen: Kania Sofiantina Rahayu, S.I.Kom, M.Par, MMHTRL

Asisten: Awaliyah Anjani, A.md Laridzae Ade Mulya, A.md

PROGRAM KEAHLIAN EKOWISATA PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012
I.
A. B. Latar Belakang Tujuan Praktik

PENDAHULUAN

Kegiatan praktikum teknik-teknik komunikasi verbal mempunyai beberapa tujuan guna memperoleh hasil yang diinginkan.Tujuan praktukum tersebut sebagai berikut. 1. Mengenali, mengetahui, memahami dan mengerti serta mampu menjelaskan teknik-teknik komunikasi visual. 2. Mahir dalam mempraktikkan teknik-teknik komunikasi visual.

II.
A. Teknik

TINJAUAN PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa teknik adalah pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil industri, cara (kepandaian, dsb) membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni, metode atau sistem mengerjakan sesuatu. B. Komunikasi Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti atau makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid). Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981). Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W) Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut seperti mempelajari atau mengajarkan sesuatu, mempengaruhi perilaku seseorang, mengungkapkan perasaan, menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain, merhubungan dengan orang lain, menyelesaian sebuah masalah, mencapai sebuah tujuan, menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik, enstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain. C. Komunikasi Visual Xxxxx xxxxx xxxxxx xxxxxxx xxxxx xxxx xxxx xxxxx xxxxx xxxxx. Xxxx xxxx xxxx xxxx xxxxx xxxxx. Xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx. Xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxx. Xxxx xxxxx xxxx xxxx xxxx xxxxx

III. METODE PRAKTEK


A. Waktu dan lokasi

Praktikum teknik-teknik komunikasi verbal dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Februari pukul 10.30 13.50 WIB.Lokasi praktikum di Kampus Diploma IPB, ruang kelas CB K04.Praktikum ini dilakukan dengan durasi waktu 1x200 menit. B. Alat dan bahan Kegiatan praktikum yang dilakukan dengan observasi langusng ke lokasi pengamatan yang telah ditentukan. Alat yang digunakan untuk membantu kelancaran dan kemudahan praktikum memiliki fungsi masing-masing sebagai berikut (Tabel 1). Tabel 1. Alat dan bahan yang digunakan
No. 1. 2. 3. 4. 5. Alat-alat Alat Tulis Tallysheet Note book Buku/internet Printer Fungsi Mencatat objek pengamatan Mempermudah dalam pencatatan hasil Membuat dan menyusun laporan Sumber Informasi Mencetak hasil laporan

C.

Langkah Pengerjaan

Praktikum teknik-teknik komunikasi verbal memiliki berbagai langkah-langkah pengerjaan.Langkah pengerjaan ini bertujuan agar praktikum dapat berjalan sesuai dengan hasil yang diinginkan.Langkah pengerjaan yang dilakukan sebagai berikut. 1. Menentukan konunikasi visual yang akan diamati oleh setiap kelompok sehingga sasaran yang dituju tidak sama antar kelompok satu sama dengan yang lainnya. 2. Mengamati teknik-teknik komunikasi visual yang dilakukan. 3. Mencatat teknik komunikasi visual yang diamati kedalam tallysheet yang telah disediakan. 4. Membuat laporan lengkap.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Praktik

Komunikasi visual dapat dilakukan dengan menggunakan teknik desain, bahasa dan performance. Teknik komunikasi visual secara lengkap sebagai berikut (Tabel 2). Tabel 2. Teknik Komunikasi Visual
No. Jenis Teknik Komunikasi Visual Desain Performance Bahasa Anima si Tidak baku Sifat Tujuan Maksud Kmn Desain Kmn Meng Univer ubah sal,Uni Informatif, opini k,eksp persuasif masy ersif araka t Metode Bidang Bentuk Kmn Kmn Kmn Perikla nan Komu nikasi bisnis

Baliho

survival

Bermedia

B.

Pembahasan

Pengenalan suatu objek tentunya harus selalu melalui sebuah proses komunikasi. Proses komunikasi yang dapat digunakan juga variatif,jika dapat secara verbal atau non verbal,namun pada dasarnya dari kedua tipe komunikasi tersebut mempunyai tujuan yang sama. Komunikasi verbal merupakan sebuah proses komunikasi yang di utarakan secara langsung dari komunikator kepada komunikan,sehingga dalam implementasinya media yang digunkanan dalam komunikasi verbal lebih dikaitkan dengan komunikasi yang bersifat secara langsung,menggunakan media audio atau audio visual. Komunikasi non verbal lebih variatif dalam aplikasinya medianya dapat menggunakan media massa,baliho,spanduk,banner,atau jenis media iklan lainnya. Baliho merupakan sebuah media komunikasi bermedia dengan karakteristik material yang mempunyai daya tahan kuat terhadap cuaca biasanya besi,baja atau baner,kemudian ciri utama dari baliho ialah sebuah baliho selalu berukuran besar. 1. Komunikasi Visual yang dipilih ( , ) Baliho merupakan sebuah media komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu kepada objek,mengajak objek untuk melakukan suatu hal,atau menginformasikan dan mengajak suatu objek untuk melakukan suatu hal. Baliho merupakan salah satu media komunikasi bermedia dengan karakteristik material yang mempunyai daya tahan kuat terhadap cuaca biasanya besi,baja atau baner,kemudian ciri utama dari baliho ialah sebuah baliho selalu berukuran besar. 2. Teknik Komunikasi Visual Komunikasi bermedia tentunya membutuhkan tehnik agar tujuan dari komunikasi tersebut tercapai dan terjadi kesepakatan dari komunikator dengan komunikan. Tehnik dari komunikasi dalam bentuk terbagi dari pengklasifikasian jenis, desain yang dipilih, performance dari baliho, kemudian bahasa yang digunakan. a. Jenis (Helvira Kurniati, J3B110045) Jenis komunikasi bermedia yang dipilih ialah baliho iklan kartu seluler 3 (three). Baliho iklan kartu seluler 3 (three) merupakan salah satu media komunikasi bermedia dengan karakteristik material yang mempunyai daya tahan kuat terhadap cuaca biasanya besi,baja atau baner,kemudian ciri utama dari baliho ialah sebuah baliho selalu berukuran besar. Kelebihan dari baliho sendiri terletak pada daya 5

tahan, Desain serta ukuran yang di miliki oleh baliho ini sendiri. Baliho dengan ukuran paling kecil biasanya berukuran lebih dari 2m x 2m. Baliho sering dipakai untuk ajang kreatifitas antar pembuat iklan untuk menampilkan iklan yang menarik dan unik, sehingga membutuhkan tehnik pembuatan yang sangat matang. b. Desain (Afrodita Indayana, J3B110049) Baliho iklan kartu seluler 3 (three) yang terletak di depan salah satu restoran makanan cepat saji di lodaya ini mempunyai desain yang unik dan sederhana, dengan komposisi warna yang tidak terlalu banyak dan pemilihan warna yang lembut membuat baliho ini terlihat tidak mengganggu penglihatan. Gambar dari baliho ini juga hanya terlihat seekor anjing yang menggigit tulang mainannya dengan ukuran agak lebih besar,dengan di lengkapi tulisan extra 25%, Kemudian di bawahnya ada gambar kartu seluler yang membuat iklan tersebut. Desain tersebut merupakan analogi dari kepuasan seorang konsumen yang mendapatkan barang yang diinginkannya dalam jumlah lebih dengan biaya tetap, jika dikaitkan dengan kartu seluler tersebut, iklan tersebut berarti memberikan informasi bahwa kartu seluler tersebut memberikan extra 25 % kepada setiap konsumen yang membeli jasa seluler.

Gambar 1. Baliho iklan kartu seluler 3 (three)

c.

Performance (Bhintary Fauzya Putri, J3B110014)

Baliho dari iklan kartu seluler 3 (three) ini mempunyai performa yang cukup kuat dan memiliki daya tahan yang tinggi (survival). Material yang digunakan dalam pembuatan baliho ini terdiri dari dua jenis,yang pertama merupakan besi atau baja yang menopang baliho dan ruang untuk menempatkan iklan tersebut. Ukuran tinggi dari besi penopang 2,5m dan ukuran ruang untuk menempatkan iklan dengan tinggi 5m dan lebar 2m,dilengkapi dengan 4 buah lampu penerang untuk malam hari. Materi tersebut mempunyai keunggulan performa kekuatan dalam ketahanan angin dan cuaca. Jenis yang kedua merupakan materi dari iklan yang di pasang di baliho tersebut yang berasal dari banner yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran ruang penempatan iklan baliho. Jenis materi banner memiliki performa dalam ketahanan kualitas pencetakan desain iklan ketika terkena segala macam cuaca dalam kurun waktu yang agak lama. Ukuran baliho yang besar dan dengan komposisi materi yang memiliki performa yang cukup kuat dalam ketahanan cuaca, membuat baliho ini menjadi media komunikasi bermedia yang cukup efisien untuk disampaikan kepada komunikan.

Gambar 2. Jenis material banner memiliki kemampuan ketahanan kualitas dalam hal pencetakan iklan ketika dalam tekanan cuaca

Gambar 3. Jenis material besi yang menopang baliho memiliki performa yang kuat dalam tekanan segala cuaca

d.

Bahasa (Beni Nuryanto, J3B210074)

Bahasa dalam baliho iklan kartu seluler 3 (three) memilih untuk menggunakan pemilihan bahasa yang non formal agar pesan dapat diterima oleh semua kalangan usia,dan semua jenis golongan masyarakat, meskipun dalam iklan tersebut hanya tertulis di bagian tengah atau utama dengan tulisan Extra 25% serta pada bagian bawah iklan yang tertulis tulisan Bonus Extra 25% di setiap isi ulang internet Three, tulisan tersebut sudah cukup memberikan infromasi bahwa pemilihan bahasa yang digunakan ialah jenis bahasa non formal atau tidak baku. e. Sifat Desain ( , ) Universal dan ekspresif merupakan sifat desain yang ada pada baliho iklan kartu seluler 3 (three) ini. Gambar yang sederhana dengan pemilihan kata yang sederhana membuat baliho ini mempunyai sifat universal yang berarti dapat dipahami oleh semua kalangan dan golongan masyarakat. Analogi yang dipilih dengan pelengkap keterangan yang tidak terlalu banyak membuat desain baliho tersebut mempunyai interpretasi bahwa pembuat iklan ini mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dan ekspresif, dengan hanya memanfaatkan minimnya kombinasi gambar dan tulisan pembuat iklan dapat menyampaikan pesan kepada komunikan atau konsumen dengan jelas.

Gambar 1. Baliho iklan kartu seluler yang sederhana, namun mampu dimengerti oleh semua kalangan konsumen atau komunikan

3.

Maksud Komunikasi ( , )

Komunikasi non verbal bermedia biasanya mempunyai pesan yang bersifat informatif dalam penyampaiannya, baliho iklan ini juga mempunyai maksud yang sama yaitu informatif, dimana pembuatan iklan membuat iklan ini mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang produknya kepada konsumen, selain itu iklan ini juga memiliki maksud lain yaitu maksud persuasif yang artinya mengajak

konsumen untuk membeli produknya karena dengan program promo yang sedang di informasikan melalui media tersebut. 4. Tujuan Komunikasi ( , ) Komunikasi non verbal yang di informasikan melalui media baliho tersebut mempunyai tujuan untuk mengubah opini masyarakat, dalam hal ini mengenai kartu seluler. Kartu seluler merupakan salah satu produk vital untuk membantu proses komunikasi dengan media telfon genggam, melalui iklan baliho tersebut pembuat iklan ingin mengubah opini masyarakat jika internet menggunakan kartu seluler itu mahal, namun dengan program promo yang sedang dijalankan, pembuat iklan menginformasikan bahwa jika konsumen menggunakan produknya maka konsumen akan mendapatkan kepuasan berlebih, karena dengan membayar harga yang sama bisa mendapatkan produk yang lebih. 5. Metode Komunikasi ( , ) Baliho merupakan media komunikasi non verbal yang menggunakan metode komunikasi periklanan, dengan cara penyebarluasan informasi mengenai suatu produk untuk mendapatkan timbal balik dari komunikan yang pada hal ini ialah konsumen. Periklanan merupakan suatu metode yang dapat diaplikasikan dengan berbagai media informasi yang bervariasi, namun baliho mempunyai keunggulan tersendiri mengenai pengiklanan ini, sehingga banyak sekali pembuat iklan membuat iklan dengan dengan media baliho ini.

KESIMPULAN
Pengklasifikasian mengenai suatu media komunikasi visual sangat perlu dilakukan agar komunikator dapat membuat sebuah media komuniaksi visual yang informasinya dapat di terima secara efektif oleh komunikan. Baliho merupakan salah satu pilihan media komunikasi visual yang tepat, didukung dengan material dari baliho yang kuat serta ukuran yang besar, sehingga informasi dapat diterima oleh semua golongan masyarakat, namun dalam aplikasinya, baliho harus didukung dengan tehnik komunikasi visual yang baik, sifat desain serta maksud dan tujuan komunikasi yang tepat agar sebuah informasi didalam baliho dapat efektif diterima.

DAFTAR PUSTAKA
Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Kuliah Dasar. Terjemahan oleh Agus Maulana. Jakarta; Professional Books. Jalaluddin Rakhmat, 2001. Psikologi Komunikasi. Remadja Karya. Bandung. Liliweri, A. 2003.Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sendjaja, S Djuarsa. 1999. Teori Komunikasi. Materi Pokok IKOM4230. Universitas Terbuka.

10

LAMPIRAN

DAFTAR ISI

11

DAFTAR ISI. ...i DAFTAR TABEL ..ii DAFTAR GAMBAR .iii DAFTAR LAMPIRAN. .iv I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ..1 B. Tujuan Praktik. ..1 II. TINJAUAN PUSTAKA.. ..2 III. METODE PRAKTEK A. Waktu dan Lokasi.. ..3 B. Alat dan Bahan ..3 C. Langkah Pengerjaan.. ..3 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Praktek ..4 B. Pembahasan ..4 KESIMPULAN.................................................................................. . 14 DAFTAR PUSTAKA..15

12

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Alat dan bahan yang digunakan...................................................4 Tabel 2. Teknik Komunikasi Visual.............................................................5

13

DAFTAR GAMBAR

14

DAFTAR LAMPIRAN

15

16