Anda di halaman 1dari 4

NAMA : HARIS SYUKRA PRATAMA NRP : 2310100150 QUIZ 1 KPK-C

1-15. shows that the accident was the fault of the dead employee, who manually charged the wrong ingredient to a reactor vessel. What is the appropriate response from the following groups? a. The other employees who work in the process area affected. b. The other employees elsewhere in the plant site. c. Middle management. d. Upper management. e. The president of the company. f. The union.

Jawaban a. The other employees who work in the process area affected ( Pekerja lain yang bekerja pada area proses yang terkena dampaknya ) Memberikan terapi psikologis terhadap para pekerja tersebut serta kronologis kecelakaan dan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh pekerja yang meninggal sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi pekerja lain agar lebih sadar dan mengutamakan keselamatan dalam hal apapun dalam bekerja serta memotivasi teman-teman pekerja lain untuk mengemban tanggung jawab dalam menjaga perilakunya yang menjunjung asas keselamatan. Selain itu, kedepannya dapat dirancang berbagai usaha preventif untuk mencegah hal yang sama terulang kembali.

b. The other employees elsewhere in the plant site ( Pekerja lain yang berada dimanapun pada area pabrik ) Memberikan pengawasan dan pengarahan yang lebih aktif lagi serta pembelajaran dari kecelakaan yang telah terjadi sehingga dapat menjadi bahan untuk mawas diri sehingga harus lebih waspada terhadap keselamatan diri sendiri dan pekerja lain dalam lingkungan kerja di pabrik. Dan mulai melestarikan dan menjaga budaya keselamatan kerja baik untuk diri sendiri maupun untuk kelompok kerja serta mengingatkan pekerja lain di dalam satu pabrik.

QUIZ 1 KPK-C Haris Syukra Pratama (2310100150)

c. Middle Management Memberikan pengarahan serta melakukan inspeksi dan audit untuk menemukan sumber masalah dalam penerapan budaya safety seperti misalnya adanya pekerjaan yang dilakukan tanpa perlindungan keselamatan kerja. Berusaha untuk menjadikan kondisi pabrik berada dalam tingkatan keselamatan kerja yang tinggi, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan kerja. Setiap kecelakaan atau masalah perlu diarsipkan untuk ditindaklanjuti dan dipelajari, agar dapat dilakukan usaha preventif agar tidak terjadi kecelakaan serupa di masa yang akan datang. Setelah itu, mengingatkan tim kerja agar tercapai management keselamatan pabrik yang baik di perusuhaan.

d. Upper Management Menanggapi, mengidentifikasi masalah, dan mencari solusi atas kecelakaan yang terjadi. Melakukan pertemuan secara berkala dikalangan upper management untuk membahas masalah mengenai keselamatan kerja yang kemudian dituangkan dalam suatu kebijakan perusahaan, pemberian penghargaan bagi setiap karyawan yang selalu peduli dalam menginformasikan adanya potensi bahaya, serta program audit. Dan apabila ada peraturan kerja pabrik yang perlu direvisi demi keselamatan kerja maka dapat dilakukan pertemuan dengan pihak terkait. Setelah itu, melakukan komitmen pada pekerja pabrik dalam hal keselamatan kerja.

e. The president of the company (Presiden Perusahaan) Mengevaluasi dan mengotrol kembali kinerja dari divisi khusus yang menangani bidang safety, karena divisi bidang safety adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kecelakaan di perusahaan dan memaksimalkan sistem keselamatan di sebuah perusahaan. Kemudian, melakukan revisi kebijakan dan peraturan dengan menyesuaikan kondisi/kebutuhan perusahaan yang memudahkan dan memotivasi semua komponen perusahaan untuk turut serta peduli dengan keselamatan perusahaan dan keselamatan mereka pribadi. Melakukan audit dan inspeksi akan keselamatan dalam bekerja di lapangan, menguji apakah budaya safety sudah diterapkan pekerja atau belum.

QUIZ 1 KPK-C Haris Syukra Pratama (2310100150)

f. The Union (Serikat Kerja) Segera melakukan investigasi terhadap pabrik tersebut, baik dari sistem keselamatan dan evaluasi terhadap divisi yang menangangi bidang safety. Selain itu, mencoba untuk melakukan evaluasi terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sehingga mengetahui apakah peraturan tersebut telah cukup untuk memaksa perusahaan meningkatkan manajemen keselamatan di pabriknya. Dan mewajibkan untuk kebijakan-kebijakan perusahaan harus mengutamakan asas keselamatan di atas kepentingan lainnya.

1-16. You have just begun work at a chemical plant. After several weeks on the job you determine that the plant manager runs the plant with an iron fist. He is a few years away from retirement after working his way up from the very bottom. Also, a number of unsafe practices are performed at the plant, including some that could lead to catastrophic results. You bring up these problems to your immediate supervisor, but he decides to do nothing for fear that the plant manager will be upset. After all, he says, "We've operated this plant for 40 years without an accident. " What would you do in this situation?

Jawaban Melakukan audit serta analisa bahaya proses dan analisa bahaya alat kerja. Dari analisa tersebut maka dapat diketahui berbagai potensi kecelakaan yang akan terjadi apabila kondisi tersebut dibiarkan. Lalu, analisa tersebut diteruskan kepada pihak-pihak yang terkait terutama divisi keselamatan kerja agar dapat ditindak lanjuti. Setelah itu, menjelaskan kepada plant manager serta immediate supervisor tersebut mengenai analisa bahaya proses dan analisa bahaya alat kerja tersebut. Meskipun untuk membeli alat perlindungan diri, membeli perangkat keselamatan kerja, membayar pelatihan keselamatan kerja untuk karyawan, melakukan maintenance peralatan dan lingkungan kerja untuk senantiasa aman bagi karyawan, tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun hal ini penting dan membawa banyak keuntungan bagi perusahaan. Bila dari pihak manajemen tidak menanggapi analisa dan laporan yang telah dipaparkan, maka lebih baik melapor ke kementrian tenaga kerja dan serikat pekerja karena perusahaan tersebut telah melanggar peraturan perundangan yang terkait dengan keselamatan dan

QUIZ 1 KPK-C Haris Syukra Pratama (2310100150)

kesehatan kerja (K3). Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada karyawan lainya yang menjadi korban kecelakaan pada saat mendatang serta sebagai bahan peringatan bagi pabrik tersebut agar mengayomi dan memperhatikan keselamatan pekerjanya.

1-18. A large storage tank is filled manually by an operator. The operator first opens a valve on a supply line and carefully watches the level on a level indicator until the tank is filled(a long time later). Once the filling is complete, the operator closes the valve to stop the filling. Once a year the operator is distracted and the tank is overfilled. To prevent this, alarm was installed on the level gauge to alert the operator to a high-level condition. With the installation of the alarm, the tank now overfills twice per year. Can you explain?

Jawaban Dalam membuka valve tanki harus berhati-hati karena apabila kurang hati-hati dalam membuka maupun menutup valve dapat mengakibatkan terjadinya tekanan berlebih. Tekanan berlebih tersebut dapat menyebabkan overfilled pada tanki. Selain itu, dapat disebabkan oleh pemasangan alarm yang tidak tepat sehingga menimbulkan overfilled hingga dua kali setahun. Kesalahan serta kekurang hati-hatian pekerja juga dapat menjadi penyebab hal tersebut.