Anda di halaman 1dari 7

Fatimah Maulida 230210110036

Hidrolisis Enzimatis ABSTRAK Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H 2O) menjadi kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH) melalui suatu proses kimia. Percobaan ini menggunakan berbagai jenis tepung sebagai pati, seperti tepung terigu, tepung tapioka, tepung sagu, dan tepung beras. Saat pemanasan, larutan pati menjadi sedikit agak bening, di mana sebelmunya larutan tersebut keruh. Larutan pati (tepung sagu) akan membentuk endapan ssat penambahan 3 tetes HCL 1N. Serta larutan akan berwana coklat pada penambahan 3 tetes enzim amilase dan akan larutan tercampur saat divortex. Hasil praktikum menunjukkan bahwa absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi glukosa. Semakin tinggi konsentrasi larutan pati (tepung), maka absorbansi akan meningkat. Dengan kata lain, peningkatan absorbansi dan konsentrasi menunjukkan bahwa proses hidrolisis pati menjadi glukosa dengan bantuan enzim -amilase berjalan secara sangat efisien. Jadi nilai absorbansi yang didapat adalah sebesar 0,078; 0,083; dan 0,084 dengan nilai konsentrasi larutan standar glukosa sebesar 0,02; 0,04; 0,06; dan 0,08. Kata kunci: hidrolisis enzimatis, pati, enzim -amilase, glukosa PENDAHULUAN Di Indonesia, karbohidrat merupakan sumber energi utama untuk tubuh. Meskipun terdapat berbagai macam sumber pati di dunia, namun saat ini ketergantungan pada beberapa sumber, yaitu gandum, beras, dan jagung. Padahal saat ini, hanya sekitar 30% pati yang ada digunakan dalam bentuk asli, lebih dari separuh dalam bentuk hidrolisis pati dan sisanya dalam bentuk pati termodifikasi. Dalam proses hidrolisis pati secara enzimatis, terdapat beberapa enzim penghidrolisis pati yang bekerja spesifik yaitu ikatan glikosida yang diputus, pola pemutusan, aktivitasnya dan spesifitas substrat serta produk

Fatimah Maulida 230210110036

yang dihasilkan. Tingginya keragaman jenis pati, maka produk yang dibentuk akan mempunyai komposisi karbohidrat yang beragam. Polisakarida adalah senyawa yang terdiri dari banyak satuan monosakarida yang disatukan oleh ikatan glikosida. Polisakarida akan berubah menjadi monosakarida bila dihidrolisis lengkap. Pati merupakan polimer dari 1,4--D-glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin. Amilosa akan berubah menjadi warna biru bila diwarnai dengan reagen iodin. Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH) melalui suatu proses kimia. Proses ini biasanya digunakan untuk memecah yang polimer dibuat tertentu, melalui Hidrolisis dua terutama growth molekul

lengkap akan menghasilkan glukosa sebagai produk akhir. Enzim ini dapat diperoleh dari hewan, tumbuhan, dan mikroba. Enzim -amilase adalah salah satu enzim yang berperan dalam proses degradasi pati, sejenis makromolekul karobohidrat. Struktur molekul dari enzim enzim dalam ini adalah Bersama pati kelas -1,4dengan lain, 13 glukanohidrolase.

pendegradasi golongan enzim

pululanase, -amilase, termasuk ke glikosil hidrolase (E.C.3.2.1.1). amilase ini memiliki beberapa sisi aktif yang dapat mengikat 4 hingga 10 molekul substrat sekaligus. Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah sumber salah tenaga satu bagi karbohidrat hewan dan terpenting yang digunakan sebagai tumbuhan. Glukosa merupakan salahs atu hasil utama fotosintesis dan awa bagi respirasi. Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk

polimerisasi tumbuh bertahap (steppolimerization). terpecah tidak berbeda hidrasi. Pada hidrasi, menjadi senyawa baru. Hidrolisis pati oleh enzim -amilase akan menghasilkan dekstrin sebagai produk utama, di mana hidrolisis

Fatimah Maulida 230210110036

menyimpan

kelebihan

glukosa

Tepung sagu ditimbang sebanyak 0,2 gram. Setelah itu, dimasukkan kedalam gelas kimia serta ditambahkan aquades sebanyak 100 mL dan dilarutkan. Kemudian larutan pati tersebut dipanaskan perlahanlahan dan didinginkan di suhu

(sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Pati tersusun dari dua macam berbeda. Praktikum ini dilakukan dengan tujuan menjadi untuk menghidrolisis dengan pati glukosa bantuan karbohidrat, amilosa, dan amilopektin, dalam komposisi yang

ruangan. Untuk penyiapan larutan glukosa dilakukan dengan cara, glukosa sebanyak 0,01 gram ditimbang dalam aluminium foil. Kemudian, dituangkan ke dalam labu ukur dan larutan dilarutkan.Setelah larut, ditambahkan aquades sampai volume mencapai 100 mL. Setelah ke dua larutan tersebut siap, selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas enzim amilase. Pengujian aktivitas enzim amylase dilakukan dengan cara mengukur glukosa. Larutan pati (tepung sagu) sebanyak

enzim dan mencari aktivitas enzim amilase dengan mengukur konsentrasi glukosa yang terbentuk. METODOLOGI Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah aluminium foil, gelas ukur, inkubator, labu ukur, dan spektrofotometri. Bahan-bahan yang digunakan adalah aquades, enzim amilase, glukosa, KI, I2, pati, dan reagen iodin. Prosedur Kerja Menghidrolisis pati (tepung sagu) menjadi glukosa dengan bantuan enzim dilakukan dengan 2 tahap. Pertama penyiapan larutan pati (tepung sagu) dan penyiapan larutan standar glukosa.

0,25 mL ditambahkan dengan 0,25 mL enzim amilase. Kemudian diinkubasi pada suhu 55o selama 10 menit. Setelah itu, ditambahkan 0,25 mL HCl 1 N dan didinginkan. Kemudian ditambahkan 0,25 mL reagen iodin dan 4 mL aquades. Langkah terakhir adalah

Fatimah Maulida 230210110036

larutan tersebut diukur dengan alat

spektrofotometer gelombang 600 nm.

dengan

panjang

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Tabel Pengamatan Perubahan No 1 Sampel Perlakuan Tepungsagu Menimbang 0,2 gram, (0,2 gram) memasukkan ke dalam gelas kimia, melarutkan dengan 100 mL aquades, memanaskan perlahan-lahan di atas hot plate hingga menguap dan 2 Enzim amilase mendinginkan. Menambahkan 3 tetes larutan pati (tepung tapioka) dan 3 tetes enzim amilase, memvortex, Kemudian menginkubasi dengan suhu 55o selama 10 menit. Setelah itu, Menambahkan 3 tetes HCl, mendinginkan serta menambahkna 3 tetes dan 8 mL aquades. Yang terakhir, memvortex larutan dan dengan mengukur aktivitas enzim amilase dengan spektrofotometer dengan panjang gelombang 600 nm. Pengamatan Perubahan Pada saat pemanasan, larutan pati menjadi sedikit bening yang sebelumnya keruh. Terbentuk endapan, saat penambahn HCl. Saat penambahan enzim amilase, larutan tepung tapioka menjadi coklat dan saat divortex, larutan menjadi tercampur.

Fatimah Maulida 230210110036

Berdasarkan

pengamatan,

maka

dan absorbansi (y) yang didapatkan adalah sebagai berikut:

konsentrasi larutan standar glukosa (x)

Tabel 2. Tabel Perhitungan Nilai Standar Glukosa y = a + bx x 0,02 0,04 0,06 0,08 dengan nilai a = 0,0775 dan b = 0,0950 y 0,078 0,083 0,084 0,084

Grafik 1. Kurva Standar Glukosa


0,085 0,084 0,083 0,082 0,081 0,08 0,079 0,078 0,077 0,076 0,075 0,02 0,04 0,06 0,08

Berdasarkan

hasil

perhitungan,

maka didapatkan data sebagai berikut: Tabel 3. Tabel Pengamatan Aktivitas Enzim Kel Pati Absorbansi Aktivitas Enzim (konsentrasi

Fatimah Maulida 230210110036

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Tepung terigu Tepung tapioka Tepung sagu Tepung beras

1 0,278 0,261 0,326 0,293 0,281 0,271 0,280 0,419 0,282 0,358 0,238

2 0,317 0,251 0,222 0,271 0,184 0,223 0,284 0,290 0,276 0,227 0,268

glukosa hasil hidrolisis) 1 2 2,587097 2,521053 1,931579 1,826316 2,615789 1,521053 2,268421 2,036842 2,142105 1,121053 2,036842 1,531579 2,131579 2,173684 3,594737 2,236842 2,152632 2,089474 2,952632 1,573684 1,689474 2,005263 tersebut. Larutan glukosa yang

Pembahasan Grafik absorbansi lurus. Semakin korelasi dan tinggi positif antara konsentrasi konsentrasi kata lain, dan bahwa -amilase dari

dihasilkan merupakan larutan standar glukosa, di mana larutan tersebut merupakan larutan glukosa yang murni atau tanpa campuran bahan kimia apapun. KESIMPULAN Aktivitas enzim -amilase dapat diukur dengan mengukur konsentrasi glukosa dahulu. Nilai absorbansinya sebesar 0,078; 0,083; dan 0,084. Nilai aktivitas enzim pada glukosa yang tertinggi terdapat pada tepung beras, yaitu sebesar 2,952632; sedangkan untuk nilai glukosa yang terendah terdapat pada tepung terigu, yaitu sebesar 1,521053. yang terbentuk terlebih

menunjukkan hasil yang berbanding larutan pati, maka absorbansi akan meningkat. peningkatan konsentrasi dengan Pati Dengan absorbansi menunjukkan enzim

proses hidrolisis pati menjadi glukosa bantuan berjalan secara sangat efisien. merupakan polimer karbohidrat. Hidrolisis pati menjadi glukosa dibantu dengan enzim amilase. Enzim -amilase berguna untuk memecah ikatan -glikosida yang terkandung di dalam pati

Fatimah Maulida 230210110036

DAFTAR PUSTAKA Yunianta, dkk. Hidrolisis secara Sinergis Pati Garut (Marantha arundinaceae L.) oleh Enzim amilase, Glukoamilase, dan Pullulanase untuk Produksi Sirup Glukosa. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Anonim. Fak. Teknologi Pertanian - Univrsitas Brawijaya. 2011. www.google.com. Hidrolisis Enzimatis. (diakses 30 April 2012, 21:30 WIB)