Anda di halaman 1dari 10

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR Tentang MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Disusun Oleh : Mustika Cahya Fitriani (M0212054) Rayhan Hanina (M0211064) Susanti (M0211072) Dody Kurniawan (M0209016)

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Pada hakekatnya manusia telah diberi anugrah oleh Allah SWT berupa akal dan nafsu, akal dan nafsu inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan sesuatu yang dapat mewujudkan cita-cita atau penghargaannya. Dalam mewujudkan cita-cita tersebut manusia telah menciptakan sains, teknologi dan seni sebagai salah satu sarana sehingga sejak saat itu kehidupan manusia mulai berubah. Selain itu sains, teknologi, dan seni juga telah mempengaruhi peradapan manusia dalam kehidupannya terutama dalam bidang budaya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan seni diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap bidang-bidang lain, khususnya budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pemanfaatan kemajuan teknologi, dan seni secara baik haruslah diterapkan, sehingga dapat menjaga kelestarian budaya bangsa. Manusia tidak dapat lepas dari kebudayaan, disebabkan kebudayaan merupakan cara beradaptasi manusia dengan lingkungannya yang merupakan warisan sosial. Dan kebudayaan itu sendiri bagi manusia berguna untuk mengatur hubungan antar manusia dan sebagai wadah masyarakat menuju taraf hidup tertentu yang lebih baik, manusiawi, dan berperi kemanusiaan. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana fungsi akal dan budi manusia? 2. Apa pengertian budaya dan kebudayaan? 3. Bagaimana manusia sebagai pencipta kebudayaan? 4. Bagaimana memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep: 1. Keadilan 2. Penderitaan 3. Cinta Kasih 4. Tanggung jawab

C.

Tujuan Penulisan 1. Mengetahui tentang fungsi akal dan budi manusia 2. Mengetahui tentang pengertian budaya dan kebudayaan 3. Mengetahui tentang manusia sebagai pencipta kebudayaan 4. Mengetahui memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep keadilan, penderitaaan, cinta kasih dan tanggung jawab.

D.

Manfaat Penulisan 1. Mampu menjelaskan pengertian fungsi dan akal manusia. 2. Mampu menjelaskan mengenai kebudayaan 3. Mampu menjelaskan manusia sebagai pencipta 4. Mampu menunjukkan sikap hormat dan menghargai sesama manusia.

BAB II PEMBAHASAN

A.

Fungsi Akal Dan Budi Manusia

Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. Budi diartikan sebagai batin manusia, panduan akal dan perasaan yang dapat

menimbang baik buruk segala sesuatu. Dengan akal budilah manusia dapat meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk tertinggi di bumi ini. Karena hanya manusiala makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai akal budi untuk berpikir dalam segala tindakan yang akan di lakukannya. Apabila manusia tidak menggunakan akal budinya dalam kehidupannya sehari-hari atau bahkan melanggar norma manusia tersebut dapat dikatakanan seperti hewan karena hewan tidak memiliki akal budi. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini.

B.

Pengertian Budaya dan Kebudayaan

Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta BUDDHAYAH yang merupakan bentuk jamak dari kata BUDDHI yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal -hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin colere yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu colere kemudian culture diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa

budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Menurut R. Linton kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu. Menurut Prof Dr. Koentjaraningrat: Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Menurut E.B. Taylor berpendapat bahwa budaya adalah Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Dari pendapat-pendapat diatas tampak jelas yang menghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan. Jadi budaya merupakan sesuatu yang setiap orang mengambil bagian, dengan kata lain manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Manusia menciptakan kebudayaan itu sesungguhnya mengubah kenyataan yang sudah ada, kenyataan tesebut adalah alam sekitar kita dimana manusia

menempatinya.

C.

Manusia Sebagai Pencipta Kebudayaan

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh Tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Manusia memiliki kemampuan daya : a. Akal, intelegensi dan intuisi Dengan akal manusia mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan kadar intelegensi yang dimiliki, manusia

memiliki kemampuan belajar sehingga menjadi cerdas, memiliki teknologi dan pengetahuan. Intuisi adalah bentuk pikiran yang samar, semacam bisikan hati. Intuisi sering setengah disadari, tanpa diikuti proses berpikir cermat sebelumnya, namun bisa menuntun pada suatu keyakinan.

b. Perasaan dan emosi perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang, baik yang berasal dari rangsangan dalam dirinya maupun berasal dari luar dirinya. Perasaan berhubungan dengan aspek kejiwaan atau hati manusia. Hati adalah tempat perasaan manusia itu timbul. emosi adalah gerak rasa. Emosi sering berbentuk perasaan yang kuat yang dapat menguasai seseorang tapi tidak berlangsung lama. c. Kemauan kemauan adalah keinginan atau kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu yang dikendalikan oleh akal budi. d. Fantasi fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. Kemampuan mencipta selalu ada hubungannya dengan kemampuan seseorang berfantasi. e. Perilaku perilaku adalah tabiat atau kepribadian. Perilaku adalah merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai faktor keturunan. Fator lingkungan lah yang kemudian mewarnai kepribadian seseorang. Dengan sumber sumber kemampuan daya manusia, nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. Ada hubungannya dialektika diantara manusia dan kebudayaan (peter L.Beger menyebutnya sebagai dialektika fundamental) :

Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap :


o o o

Tahap ekternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. Tahap Objetivasi adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realita objektif, yang berada diluar diri manusia. Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. Jadi ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

D.

Memanusiakan Manusia Melalui Pemahaman Terhadap Konsep:

Berbagai cara untuk memanusiakan manusia : 1. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia. 2. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Ini melengkapi ciri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia. 3. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kewajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN

Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmu-ilmu sosial. Secara umum, kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pembahasan diatas kami dapat simpulkan bahwa manusia berhubungan erat dengan kebudayaan yang ada pada lingkungan sekitarnya. Karena kebudayaan tersebut merupakan cara beradaptasi untuk mengatur hubungan antar manusia sebagai wadah masyarakat menuju taraf hidup tertentu. Kebudayaan berpengaruh dalam membentuk pribadi seseorang sehingga mengharuskan manusia untuk mengikuti norma-norma yang ada pada budaya tersebut. Dengan demikian, budaya patokan cara hidup manusia di tempat dia berada. Selain itu dalam kebudayaan mengajarkan tentang keimanan.

B.

DAFTAR PUSTAKA

A.A. Sitompul.1993. Manusia dan Budaya, Jakarta: Gunung Mulia. Anonim. 2011. Manusia Sebagai makhluk Budaya. http://tugasmrhanz25.blogspot.com/2011/02/manusia-sebagai-makhluk-budaya.html Ahlan. 2012. Ilmu Budaya Dasar Manusia. http://ahlanhadian.blogspot.com/2012/06/makalah-ilmu-budaya-dasarmanusia.html Dra. Elly M. Setiady, M.Si, Drs. H. Kama A. Hakam, M.Pd. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana I rfan. 2011. Fungsi Akal dan Budi Bagi manusia. http://irfanwineers.wordpress.com/2011/06/19/a-fungsi-akal-dan-budi-bagimanusia/. Taylor, E.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi, Religion, art and Custom, Gloucester, MA.