Anda di halaman 1dari 26

I.

PENDAHULUAN

Manusia membutuhkan suplay oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut. Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas. Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru orang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m2 atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.1 Hemoglobin merupakan komponen penting dalam kaitannya dengan

pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme. Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk memecah zat-zat makanan menjadi bahan-bahan pembangun tubuh dan energi.1 Hemoglobin dapat mengikat 4 atom oksigen/tetramer. Atom oksigen terikat pada atom Fe2+, yang terdapat pada heme pada ikatan koordinasi kelima. Hemoglobin terikat pada oksigen disebut Hemoglobin teroksigenasi (HbO2), sedangkan hemoglobin yang telah melepas oksigen disebut Deoksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin dapat mengikat gas hasil pembakaran yang tidak sempurna disebut karbon monoksida (Co) dan disebut karbon monoksida hemoglobin (HbCo). Dalam keadaan lain muatan atom Fe yang terdapat pada pusat heme dapat berubah menjadi Fe3+. Hal ini terjadi karena oksidasi oleh senyawa-senyawa peroksidasi. Hemoglobinnya disebut Hemoglobin teroksidasi atau metHemoglobin (metHb) atau Hb (Fe3+). Beberapa derifat dari Hb misalnya oksiHb, Hb dan HbCo dapat dibedakan dengan melakukan pengenceran, pada pengenceran ini oksiHb terlihat berwarna merah kekuningan, Hb berwarna merah kecoklatan danHbCo berwarna merah terang.2

UJI OKSIHEMAGLOBIN DAN DEOKSIHEMAGLOBIN


II. TUJUAN

Membuktikan

hemoglobin

dapat

mengikat

oksigen

membentuk

oksihemoglobin (HbO2) dan dapat terurai kembali menjadi O2 dan deoksihemoglobin.

III.

DASAR TEORI

Hemoglobin adalah metalprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Hemoglobin merupakan protein yang kaya akan zat besi1. Memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan. Sebuah molekul hemoglobin memiliki empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin.2 Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida. Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi. Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin.1 Pada pusat molekul terdiri dari cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi, atom besi ini merupakan situs/lokal ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin, globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan banyak dipelajari.3 Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 submit protein), yang terdiri dari dari masing-masing dua sub unit alfa dan beta yang terikat secara non kovalen. Sub unitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama.
2

Tiap sub unit memiliki berat molekul kurang lebih 16.000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi 64.000 Dalton. Tiap sub unit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen.4 Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin berperan sebagai reservoir

oksigen yaitu menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot. Sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada di dalam. Oksihemoglobin dibentuk selama respirasi fisiologis ketika oksigen mengikat komponen protein hemoglobin dalam sel darah merah. Proses ini terjadi di dalam kapiler paru-paru. Oksigen kemudian berjalan melalui aliran darah untuk disalurkan ke dalam sel-sel di mana ia akandigunakan dalam proses glikolisis dan produksi ATP melalui proses fosforilasi oksidatif. Deoksihemoglobin adalah bentuk hemoglobin yang tidak lagi mengikat oksigen. Oksihemoglobin membuat warna darah lebih terang dari normal karena banyak mengandung oksigen.Hal ini dapat kita lihat di pembuluh nadi dimana warna darah terlihat lebih terang. Sebaliknya deoksihemoglobin itu dapat kita lihat pada pembuluh vena dimana darahnya terlihat lebih gelap karena melepaskan oksigen.3 Kadar normal hemoglobin5 Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasien : Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl

Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua. Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan. Kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti radang paru paru, tumor dan gangguan sumsum tulang juga bisa meningkatkan kadar hemoglobin.

Fungsi hemoglobin antara lain : 1. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan-jaringan tubuh. 2. Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan-jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar 3. Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk di buang, untuk mengetahui apakah seseorang itu kekurangan darah atau tidak, dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Penurunan kadar hemoglobin dari normal berarti kekurangan darah yang disebut anemia2

Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah : 1. Kecukupan Besi dalam Tubuh Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin, sehingga anemia akan gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. Besi juga merupakan mikronutrien essensil dalam memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru kejaringan tubuh, untuk dieksresikan ke dalam udara pernafasan, sitokrom, dan komponen lain pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom oksidase, katalase, dan peroksidase. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. Kandungan 0,004 % berat tubuh (60-70%) terdapat dalam hemoglobin yang disimpan sebagai ferritin di dalam hati, hemosiderin di dalam limpa dan sumsum tulang.
4

Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan flavoprotein. Walaupun jumlahnya sangat kecil namun mempunyai peranan yang sangat penting. Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel-sel otot. Sitokrom, flavoprotein, dan senyawa-senyawa mitokondria yang mengandung besi lainnya, memegang peranan penting dalam proses oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja. Kecukupan besi yang direkomendasikan adalah jumlah minimum besi yang berasal dari makanan yang dapat menyediakan cukup besi untuk setiap individu yang sehat pada 95% populasi, sehingga dapat terhindar kemungkinan anemia .4

2.

Metabolisme Besi dalam Tubuh Besi yang terdapat di dalam tubuh orang dewasa sehat berjumlah lebih dari 4

gram. Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah atau hemoglobin (lebih dari 2,5 g), myoglobin (150 mg), phorphyrin cytochrome, hati, limpa sumsum tulang (> 200-1500 mg). Ada dua bagian besi dalam tubuh, yaitu bagian fungsional yang dipakai untuk keperluan metabolik dan bagian yang merupakan cadangan. Hemoglobin, mioglobin, sitokrom, serta enzim hem dan nonhem adalah bentuk besi fungsional dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat badan. Sedangkan besi cadangan apabila dibutuhkan untuk fungsi-fungsi fisiologis dan jumlahnya 5-25 mg/kg berat badan. Ferritin dan hemosiderin adalah bentuk besi cadangan yang biasanya terdapat dalam hati, limpa dan sumsum tulang. Metabolisme besi dalam tubuh terdiri dari proses absorpsi, pengangkutan, pemanfaatan, penyimpanan dan pengeluaran. O2 terikat lemah pada ion Ferro, dan mudah dilepas lagi. Misalnya dengan larutan Stokes yaitu suatu reduktor lemah dihasilkan Hb tereduksi. Bila Hb tereduksi diberikan O2 lagi oksiHb akan terbentuk lagi. Hb tereduksi, ungu muda; oksiHb berwarna kuning-merah. Pemeriksaan spektroskopis, Hb tereduksi pita serap yang lebar berpusat pada panjang gelombang 559 mu, oksiHb memperlihatkan dua pita serap yang sempit yaitu pita yang lebih sempit, berpusat pada panjang gelombang 579 mu dan satu pita lainnya yang agak lebar, berpusat pada panjang gelombang 542 mu. 1 Gm Hemoglobin mengikat 1,34 mL oksigen.1
5

Reaksi : Dalam keadaan tereduksi Fe dalam molekul Hb dapat mengikat dan melepaskan oksigen tergantung pada tekanan O2 atau CO2. Hb(Fe2)) deoksiHb + O2 Hb(Fe2+)O2 oksiHb

Untuk mereduksi oksiHb menjadi deoksiHb digunakan larutan pereduksi Stokes.

IV.

ALAT DAN BAHAN

ALAT 1. 2. 3. 4. 5. 3 Tabung Reaksi Rak tabung Pipet volumetric Gelas beker Mikropipet

BAHAN 1. Darah segar 2. Pereaksi Stokes 3. Larutan NH4OH

V.

CARA KERJA

A. OksiHb 1. Ke dalam sebuah tabung reaksi encerkan 2 ml darah dengan 6 ml air suling. Campur dengan baik dan perhatikan warna merah terang dari oksihemoglobin yang terbentuk. 2. Bagi 2 isi tabung tersebut sehingga masing-masing tabung berisi 4 ml. gunakan tabung 1 sebagai control. B. Pembentukan deoksiHb 1. Isi tabung ketiga dengan 2 ml pereaksi Stokes dan tambahkan 7 tetes NH4OH untuk melarutkan endapan yang segera terbentuk. Campuran ini merupakan larutan pereduksi yang kuat. 2. Masukkan beberapa tetes larutan stokes ke dalam tabung 2. Terlihat perubahan warna karena terbentuknya deoksiHb. Bandingkan dengan tabung 1.

C. Pembentukan kembali oksiHb dari deoksiHb 1. Kocok kuat-kuat tabung yang berisi deoksiHb, maka akan terjadi kembali oksigenisasi dari udara. Perhatikan dan catat warna HbO2 yang kembali terbentuk 2. Oksigenisasi dan deoksigenisasi kembali ini dapat dilakukan berulang-ulang.

VI.

HASIL DAN PEMBAHASAN VI.1. HASIL A. OKSIHEMOGLOBIN BAHAN Suspensi darah Air suling Hasil Merah terang Warna yang terbentuk Tabung 1 2 ml 6 ml

HASIL OKSIHEMOGLOBIN

B. DEOKSIHEMOGLOBIN TABUNG BAHAN Tabung 2 Hasil percobaan oksihemoglobin 4 ml 10 tetes campuran 2 ml Stokes pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH HASIL Warna Yang Terbentuk Merah Gelap Kocok kuat kuat Hasil Warna Yang Terbentuk Merah terang Hitam Tabung 3

2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH

TABUNG 2 10 tetes campuran 2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH Dan di kocok kuatkuat

TABUNG 3 2 ml pereaksi Stokes + 7 tetes NH4OH

VI.2. PEMBAHASAN Hemoglobin merupakan protein yang ditemukan dalam sel-sel darah merah, mengandung Fe (zat besi) dan berfungsi sebagai transporter utama molekul O2 dalam darah manusia maupun hewan lainnya. Hemoglobin mengambil O2 di paruparu dan transfer ke jaringan di mana ia digunakan oleh sel. Hemoglobin (Hb) mengangkut O2 dari paru ke jaringan, di mana ia melepaskan O2 dan kemudian kembali ke paru-paru untuk mengambil lebih banyak O2. Ketika hemoglobin membawa O2 itu disebut oksihemoglobindan bila tidak membawa O2 ini dikenal sebagai deoxyhemoglobin. Deoksi-dan oksihemoglobin memiliki warna yang berbeda. Sehingga hal tersebut dapat menjelaskan mengapa darah di arteri kita (oksihemoglobin) berwarna merah terang daripada darah dalam pembuluh darah kita. Oksigen berikatan dengan Fe kelompok heme karena memiliki pasangan elektron bebas yang dapat berkoordinasi untuk Fe. Ketika suspensi darah dilarutkan dengan aquades maka akan terbentuk warna merah terang. Yang menandakan bahwa terbentuknya oksihemoglobin. Dalam keadaan tereduksi, Fe yang berada di dalam Hb mengikat oksigen menjadi oksihemoglobin ( HbO2).

Ketika ditambahkan pereaksi stokes dan dikocok secara kuat-kuat. Maka oksigen pada Hb terlepas kembali dan membenti deoksihemoglobin. Pelepasan O2 ini menyebabkan berubahnya warna darah menjadi merah gelap. Reaksi hemoglobin dengan O2 terjadi sangat cepat (hanya 1 / 10 th detik). Setelah O mengikat satu molekul, bentuk hemoglobin berubah, sehingga memudahkan O berikutnya mengikat 2 molekul yang membuatnya lebih mudah bagi sisa molekul O2 untuk mengikat hemoglobin. Hemoglobin + O2 > O2Hb (oksihemoglobin)

VII.

KESIMPULAN

Stokes mengubah konformasi Hb menjadi deoksihemoglobin sehingga afinitas O2 turun, oleh karena itu terbentuklah warna merah gelap. Karena darah dioksigenasikan kembali, maka terbentuklah oksihemoglobin sehingga terbentuk kembali warna merah terang.

10

VIII. DAFTAR PUSTAKA

1. Bagian Biokimia FKUI. Biokimia Eksperimen Laboratorium. Jakarta : Widya Medika.2010 2. Hardjasasmita, Pantjita. 2006. Ikhtisar Biokimia Dasar A. Jakarta : Balai Penerbit FKUI 3. Ganong, William F. 1985. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran. 4. Girindra, A. 1986. Biokimia I. Gramedia, Jakarta. 5. Lehninger, A. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Terjemahan Maggy

Thenawidjaya. Erlangga, Jakarta

11

UJI UNTUK METHEMAGLOBIN


II. TUJUAN

Memperlihatkan bila besi dalam molekul hemoglobin dioksidasi menjadi Fe3+, maka terbentuk metHb yang tidak lagi bisa mengikat oksigen.

III.

DASAR TEORI

Hemoglobin adalah protein pengangkut oksigen yang terdapt pada eritrosit. Struktur hemoglobin terdiri dari satu globin yang tersusun atas empat rantai polipeptida. Masing-masing rantai polipeptida terikat dengan satu gugus heme. Setiap gugus heme mengandung besi fero (Fe2+). Setian ferro dapt mengikat satu atom oksigen. Dengan demikian, satu hemoglobin dapat mengikat empat atom oksigen. 1 Hemoglobin adalah suatu senyawa protein dengan Fe yang dinamakan conjugated protein. Sebagai intinya Fe dan dengan rangka protoperphyrin dan globin (tetra phirin) menyebabkan warna darah merah karena Fe ini. Eritrosit Hb berikatan dengan karbondioksida menjadi karboxy hemoglobin dan warnanya merah tua. Darah arteri mengandung oksigen dan darah vena mengandung karbondioksida.2 Kadar hemoglobin ialah ukuran pigmen respiratorik dalam butiran-butiran darah merah. Jumlah hemoglobin dalam darah normal adalah kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah ini biasanya disebut 100 persen. Batas normal nilai hemoglobin untuk seseorang sukar ditentukan karena kadar hemoglobin bervariasi diantara setiap suku bangsa. Namun WHO telah menetapkan batas kadar hemoglobin normal berdasarkan umur dan jenis kelamin.2 Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin berperan sebagai reservoir oksigen : menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot. Sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada di dalam hemoglobin.3

12

Menurut Depkes RI adapun guna hemoglobin antara lain : 2 1. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan-jaringan tubuh. 2. Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringanjaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar. 3. Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil

metabolisme ke paru-paru untuk di buang, untuk mengetahui apakah seseorang itu kekurangan darah atau tidak, dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Penurunan kadar hemoglobin dari normal berarti kekurangan darah yang disebut anemia. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah : 4 1. Kecukupan Besi dalam Tubuh Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin, sehingga anemia gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. Kandungan 0,004 % berat tubuh (60-70%) terdapat dalam hemoglobin yang disimpan sebagai ferritin di dalam hati, hemosiderin di dalam limpa dan sumsum tulang. Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan flavoprotein. Walaupun jumlahnya sangat kecil namun mempunyai peranan yang sangat penting. Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel-sel otot. Sitokrom, flavoprotein, dan senyawa-senyawa mitokondria yang mengandung besi lainnya, memegang peranan penting dalam proses oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja.

2. Metabolisme Besi dalam Tubuh Menurut Wirakusumah, Besi yang terdapat di dalam tubuh orang dewasa sehat berjumlah lebih dari 4 gram. Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah atau hemoglobin (lebih dari 2,5 g), myoglobin (150 mg), phorphyrin cytochrome, hati, limpa sumsum tulang (> 200-1500 mg). Ada dua bagian besi dalam tubuh, yaitu bagian fungsional yang dipakai untuk keperluan metabolik dan bagian yang
13

merupakan cadangan. Hemoglobin, mioglobin, sitokrom, serta enzim hem dan nonhem adalah bentuk besi fungsional dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat badan. Sedangkan besi cadangan apabila dibutuhkan untuk fungsi-fungsi

Methemoglobin merupakan bentuk hemoglobin yang teroksidasi, dimana ferro yang sangat rentan teroksidasi oleh zat-zat oksidator akan berubah menjadi ferri (Fe2+). Besi dalam bentuk ferri tidak dapat berikatan dengan oksigen sehingga methemogglobin tidak mampu untuk melaksanakan fungsi utama hemoglobin yaitu mengangkut oksigen dari paru ke jaringan. Kadar methemoglobin dalam darah sangat sedikit. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem NADH-sitokrom b5 methemoglobin reduktase yang dapat mengembalikan ferri yang sudak terbentuk menjadi ferro sehingga methemoglobin akan berubah kembali menjadi hemoglobin yang fungsional. 4 Methemoglobin terbentuk ketika besi dalam hemoglobin teroksidasi dari bentuk bentuk ferro (Fe2+) mnjadi bentuk ferri (Fe3+). Ketika ferro hemoglobin teroksidasi menjadi Fe3+, hemoglobin tersebut kehilangan kemampuannya untuk membawa oksigen. Reaksi oksidasi besi dalam molekul hemoglobin: Hb(Fe2+) Hb + K3Fe(CN)6 oksidator Hb(Fe3+) MetHb + K4Fe(CN)6

Pereaksi Stokes Stokes sering digunakan sebagai reduktor. Merupakan campuran 20 g fero sulfat dan 30 g asam tartrat dalam aquades, lalu diencerkam hingga 1000 ml. 5 ml larutan tadi ditambahkan dengan ammonium hidroksida sampai endapan yang terbentuk larut kembali.

Pereaksi K3Fe(CN)6 K3Fe(CN)6 sering digunakan sebagai oksidator K3Fe(CN)6 33% terbuat dari larutan 165 g K3Fe(CN)6 dalam 500 ml akuades.5

14

IV.

ALAT DAN BAHAN Alat Bahan 1. 2. 3. Darah segar Pereaksi stokes Pereaksi K3Fe(CN)6

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Tabung reaksi Water bath Rak tabung Disposible syringe Aluminium foil Alkohol swab Pencepit tabung

V. 1. 2.

CARA KERJA Encerkan 1 ml darah dengan 4 ml air dalam tabung reaksi Ke dalam tabung itu tambahkan beberapa tetes K3Fe(CN)6 33%. Perhatikan dan catat perubahan warna yang terjadi. Kemudian tambahkan pereaksi Stokes ke dalam tabung itu dan kocok kuat-kuat. Perubahan apakah yang terlihat?

3.

Encerkan 3 ml darah dengan 3 ml air dan panaskan sebentar, lalu tambahkan 6 ml K3Fe(CN)6. Campur dengan membalik-balikkan. Perhatikan gelembung-gelembung oksigen yang terbentuk.

VI.

HASIL DAN PEMBAHASAN

VI.1 HASIL 1 ml darah dengan 4 ml air dalam tabung reaksi + beberapa tetes K3Fe(CN)6 33% Tabung 1 + K3Fe(CN)6 Pengocokan kuat + Stokes Pengocokan kuat Warna tabung 1 Hitam Hitam Hitam kehijauan Hijau metalik
15

SETELAH DI KOCOK KUAT KUAT

3 ml darah dengan 3 ml air dan panaskan sebentar + 6 ml K3Fe(CN)6. Tabung 2 + K3Fe(CN)6 Gelembung udara Warna tabung 2 Merah kecoklatan Ada gelembung

HASIL MetHB YANG DIPANASKAN

16

VI.2. PEMBAHASAN

TABUNG 1 Praktikum pemeriksaan methemoglobin diawali dengan pengambilan pengamilan darah sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan 4 ml air suling. Air suling berfungsi untuk melisis sel darah. Lalu campuran tersebut di tambahkan dengan beberapa tetes K3Fe(CN)6 33% adalah larut dalam air dan solusinya menunjukkan beberapa flouresensi hijau-kuning, dan lihat pada perubahan warna dan gelembung, untuk menentukan apakah ada perubuhan Fe2+ menjadi Fe3+ . kemudian tambahkan peraksi stokes ke dalam tabung dan kocok lihat pewarnaam yang terjadi adalah hijau metakik dan gelembung tetap ada berarti artinya stokes yang sebagai reduktor tidak cukup kuat untuk mengubah Fe3+ menjadi Fe2+.

TABUNG 2 Larutan dipanaskan untuk melonggarkan ikatan protein (Hb) dengan O2 agar mudah terlepas ketika ditambahkan pereaksi K3Fe(CN)6. Ketika ditambahkan pereaksi K3Fe(CN)6, terjadi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ sehingga Hb berubah menjadi metHb yang tidak lagi bisa mengikat O2. O2 tersebut terlepas dari ikatan Hb dan terlihat sebagai gelembung pada dinding tabung reaksi. Pada Methemoglobin, besi heme adalah ferri dan bukan fero. Jadi, methemoglobin tidak dapat mengangkut/mengikat oksigen. Secara normal, enzim methemoglobin reduktase mereduksi Fe3+ methemoglobin menjadi Fe2+. Methemoglobin dapat terbentuk oleh oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ sebagai efek samping obat, seperti sulfanamid dari HbM herediter, atau berkurangnya aktivitas enzim methemoglobin reduktase.

17

VII. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan pada hari Rabu, 13 Februari 2013, hasil yang di peroleh adalah timbulnya gelembung-gelembung setelah pemberian stokes yang menunjukan bahwa reduktor tidak cukup kuat untuk mengubah Fe3+ kembali menjadi Fe2+ dan metHb tidak dapat mengikat O2.

18

VIII. DAFTAR PUSTAKA

1. Murray R.K, Granner D.K, Mayers V.M, Rodwell. Biokimia Harper. Ed.25. Jakarta: EGC. 2003. p.972 2. Sherwood L. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Ed.2. Jakarta: EGC. 2001. p.346 3. Bayard, M., J. Farrow, and F. Tudiver. 2004. Acute Methemoglobinemia after Endoscopy. The Journal of the American Board of Family Practice.17 : 227-229. 4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Buku Penuntun Praktikum modul Respirasi. 2013. Hal 3-4

19

PENETAPAN KADAR HB DENGAN METODE SIANMETHEMOGLOBIN


II. TUJUAN

Menentukan kadar Hb dalam darah secara kuantitatif dengan metode sianmethemoglobin

III. DASAR TEORI

Kadar hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain metode Sahli, oksihemoglobin atau sianmethhemoglobin.1,2 Kadar hemoglobin dapat ditentukan dengan cara kolorimeterik visual cara Sahli dan Fotoelektrik cara sianmethemoglobin atau hemoglobinsianida. Metode Sahli tidak dianjurkan karena memiliki kesalahan yang besar, alatnya tidak dapat distandardisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat diukur, seperti sulfhemoglobin, methemoglobin dan karboksihemoglobin. Dua metode yang lain (oksihemoglobin dan sianmethemoglobin) dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. Namun, dari dua metode tersebut, metode sianmethemoglobin adalah metode yang dianjurkan oleh International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua hemoglobin dapat terukur, kecuali sulfhemoglobin.2,4 Cara Sianmethemoglobin adalah cara yang dianjurkan untuk penetapan kadar hemoglobin di laboratorium oleh WHO. Karena larutan standar sianmethemoglobin sifatnya stabil, mudah diperoleh. Pada cara ini hampir semua hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. Pada cara ini ketelitian yang dapat dicapai 2%.4 Pada metoda ini semua bentuk hemoglobin diubah menjadi pigmen yang lebih stabil, yaitu sianmetHb setelah menambahan suatu pereaksi tunggal atau larutan Drabkin yang mengandung kalium sianida (KCN) dan kalium ferisianida (K3Fe[CN]6). Ferisianida mengubah besi pada hemoglobin dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN
20

membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Intensitas warna yang terbentuk diukur secara fotometri pada panjang gelombang 540 nm.4,5 Selain K3Fe[CN]6 dan KCN, larutan Drabkin juga mengandung kalium dihidrogen fosfat (KH2PO4) dan deterjen. Kalium dihidrogen fosfat berfungsi menstabilkan pH dimana rekasi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisis darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma.5 Pada metode ini semua bentuk hemoglobin diubah menjadi pigmen yang lebih stabil, yaitu sianmethemoglobin setelah penambahan suatu pereaksi tunggal yang mengandung kalium sianida dan kalium ferisianida. Ferisianida akan mengoksidasi Hb menjadi metHb yang kemudian direaksikan dengan ion sianida membentuk sianmetHb

IV. ALAT DAN BAHAN

1. Darah yang akan diperiksa 2. Pipet Sahli 0,2 mL 3. Pipet volumetric 5 mL 4. Pereaksi Drabkin ( 1,0 gram NaHCO3, 52 mg KCN beracun --, 198 mg K3Fe(CN)6 dalam 1 L air suling. Simpan dalam botol coklat ) 5. Sprektofotometer dan kuvet. 6. Standar Hb

V.

CARA KERJA

1. Pipetkan dengan pipet volumetrik 5 mL pereaksi Drabkin ke dalam sebuah tabung reaksi 2. Tambahkan 0,02 mL darah yang akan diperiksa pada tabung yang berisi pereaksi Drabkin. 3. Diamkan 10 menit

21

4. Pindahkan campuran tersebut kedalam kuvet spektrofotometer dan tentukan serapan pada 540 nm. Sebagai blanko digunakan preaksi Drabkin. 5. Tentukan kadar Hb dalam g% dari standar Hb yang disediakan dengan rumus sebagai berikut.
Ru Rs x Konsentrasi standar (g%) = g%

Kadar Hb =

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

VI.1 HASIL

Tabung Pereaksi drabkin (mL) Darah segar Standar Hb (mL) Diamkan (menit) Bacalah serapan pada

Blanko 5 mL 10 menit 0,000

S (standar)1 5 mL 0,02 mL 10 menit 0,900

S (standar)2 5 mL 0,02 mL 10 menit 0,436

U (uji)1 5 mL 0,02 mL 10 menit 0,589

U (uji)2 5 mL 0,02 mL 10 menit 0,364

panjang gelombang 540 nm Hasil perhitungan: kadar (g %) -

22

Tabung blanko, 2 Tabung standar Hb, dan 2 Tabung Uji

VI.2. PEMBAHASAN Pada pengukuran menggunakan alat spektrofotometer, blanko di nol (0) kan terlebih dahulu. Karena pada pengukuran ini apabila blanko tidak di nol (0) kan, hasil pengukuran blanko negatif yang terbaca oleh alat spektrofotometer. Setelah dibaca menggunakan alat spektrofotometer, didapatkan hasil sebgai berikut:

Blanko= 0,000 S1= 0,900 S2= 0,436 U1= 0,589 U2= 0,364

23

Untuk mengetahui kadar Hb-nya, kita harus rata-ratakan terlebih dahulu baik standar (S) maupun uji (U).

=1,336/2 = 0,668

= 0,953/2 = 0,4765

Pada praktikum kali ini, kami tidak dapat meng-interpretasikan hasilnya. Kami hanya dapat menentukan kadar Hb dalam darah secara kuantitatif. Karena darah yang kami gunakan adalah darah sapi, bukan darah manusia. Jadi, kadar Hb yang didapatkan adalah sebagai berikut:

% = 9,98 g %

24

VII.

KESIMPULAN

1. Dengan uji sianmethemoglobin, kita dapat menentukan kadar Hemoglobin. 2. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan uji sianmetHb, yaitu dalam pencampuran larutan drabkin dan darah. 3. Kadar Hb normal untuk laki-laki = 13,5 18 g%, sedangkan perempuan 11,4 16,5 g%.

25

VIII. DAFTAR PUSTAKA

1. Juniaty E. Haemoglobin. [Online] Available From: http://www.scribd.com/doc/100931079/BAB-II-Haemoglobin 2. Riswanto. Penetapan Kadar Hemoglobin. [Online] Available From:

http://www.scribd.com/doc/70634173/Penetapan-Kadar-Hemoglobin 3. Wardah C. Komponen Darah dan Kadar Hb. [Online] Available From: http://www.scribd.com/doc/93336415/Anfis-Komponen-Darah-Dan-Kadar-Hb 4. Fatma C, Wijaya. Pemeriksaan Hematologi (Darah Perifer Lengkap/DPL). Pekanbaru: Universitas Riau. 2010 5. Tyr. Pemeriksaan Hb Metode Shali. [Online] Available From:

http://www.scribd.com/doc/65182641/Pemeriksaan-Hb-Metode-Sahli

26