Anda di halaman 1dari 8

Plasmodium vivax - Eritrosit yang terinfeksi oleh parasit ini mengalami pembesaran dan pucat karena kekurangan hemoglobin.

- Tropozoit muda tampak sebagai cincin dengan inti pada satu sisi. - Tropozoit tua tampak sebagai cincin amuboid akibat penebalan sitoplasma yang tidak merata. - Dalam waktu 36 jam parasit akan mengisi lebih dari setengah sel eritrosit yang membesar. - Proses selanjutnya inti sel parasit akan mengalami pembelahan dan menjadi bentuk schizont yang berisi merozoit berjumlah antara 16 18 buah. - Gametosit mengisi hampir seluruh eritrosit. Mikrogametosit berinti besar dalam pewarnaan Giemsa akan berwarna merah muda sedangkan sitoplasma berwarna biru. Makrogametosit berinti padat berwarna merah letaknya biasanya di pinggir. - Terdapat bintik-bintik merah yang disebut titik Schuffner pada eritrosit yang terinfeksi parasit ini.

Diagnostic Points 1. Red cells containing parasites are usually enlarged. 2. Schuffners dots are frequently present in the red cells as shown above.

3. The mature ring forms tend to be large and coarse. 4. Developing forms are frequently present. Gambar-gambar Mikroskopis Parasit Malaria Plasmodium vivax stadium schizont. Apa itu scizont? schizont adalah stadium sel yang berinti banyak (multi-nukleat) pada fase reproduksi aseksual pada di siklus hidup sporozoon. [farlex] Plasmodium vivax schizont stage early form Plasmodium vivax schizont stage late form Plasmodium vivax schizont stage late form Plasmodium vivax schizont stage late form Plasmodium vivax schizont stage late form dan ring form semua gambar diambil langsung dari mikroskop menggunakan kamera digital. semua gambar schizont diperiksa pada sediaan apus darah tipis.

MATURE P. VIVAX TROPHOZOITE

Mature P. vivax trophozoite This thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoite

This thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoite with conspicuous pigment granules, Magnified 1125X. There are approximately 156 named species of Plasmodium which infect various species of vertebrates. Four species, P. falciparum, P. vivax, P. ovale, and P. malariae are known to infect humans . Plasmodium falciparum

Plasmodium vivax terutama menyerang retikulosit. Pada pemeriksaan darah tepi bik hapusan tipis maupun tebal biasanya dijumpai semua bentuk parasit aseksual dari bentuk ringan sampai skizon. Biasanya menyerang kurang dari 2% eritrosit. Tandatanda parasit malaria yang khas pada sediaan darah tipis, dijumpai sel darah merah membesar, terdapat titik Schuffner pada sel darah merah dan sitoplasma amuboid (terutama pada tropozoit yang sedang berkembang dan bayangan merah di sisi luar gametosit

. Berikut bentuk bentuk Plasmodium falciparum dan ciri-cirinya.

a. Tropozoit muda : 1. Bentuk cincin dengan inti yang kecil dan sitoplasma yang halus, 2. Seringkala cincin mempunyai 2 inti, 3. Banyak sekali cincin disertai tingkat parasit yang lebih tua b. Tropozoit Dewasa : 1. Vakuole cincin sering tidak ada atau hampir tidak ada, 2. Parasit sangat kecil dan kompak, 3. Sitoplasma biasanya pucat, oval, atau bulat tidak teratur. 4. Sebuah inti yang besar kumpulan pigmen yang berkabut atau kelompok yang sangat gelap kira kira sebesar inti. 5. Biasanya hanya dijumpai pada infeksi berat saja, dimana terlihat bentuk yang banyak jumlahnya. c. Skizon muda : 1. Tingkat ini jarang terlihat dan biasanya bersama sama dengan sejumlah besar tropozoit sedang berkembang. 2. Parasit sangat kecil dengan 2 inti atau lebih dan sedikit sekali sitoplasmanya sering berwarna pucat. 3. Pigmen terdiri dari satu kelompok kecil atau lebih, padat dan berwarna gelap sekali. d. Skizon dewasa : 1. Selalu bersamaan dengan banyak bentuk cincin 7 kali, 2. Biasanya mempunyai kira kira 20 atau lebih merozoit kecil yang berkumpul disekitar satu kelompok kecil, pigmen yang berwarna gelap sekali. e. Gametosit dewasa : 1. Bentuk pisang atau biji kacang kedele, 2. Pada bagian yang tebal dari sediaan, dapat berbentuk bulat, bujur telur atau kelihatan agak rusak, 3. Dapat bersama sama bentuk cincin atau tanpa cincin. Bentuk Stadium P. falciparum dalam sediaan darah tipis a. Tropozoit awal : 1. Ukuran 1/5 dari eritrosit, 2. Bentuk cincin sangat halus, 3. Kromatin titik halus sering kali dua, 4. Bentuk acole stadium ini tidak ada, 5. Pigmen pada stadium ini tidak ada. b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Jarang terlihat dalam darah perifer, 2. Mempunyai ukuran kecil, 3. Berbentuk padat, 4. Vakuole tidak dikenal, 5. Kromatin titik atau batang batang, 6. Berpigmen bentuk kasar. c. Skizon Imature ( muda ) : 1. Jarang terlihat dalam darah perifer, 2. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 3. Pigmen berkumpul ditengah, 4. Kromatin ini banyak berupa massa ireguler. d. Skizon matur ( tua ) : 1. Jarang terlihat dalam darah perifier, 2. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 3. Bentuk berpigmen, 4. Pigmen berkumpul ditengah. e. Makrogametosit : 1. Jumlah dalam darah banyak, 2. Ukuran lebih besar daripada eritrosit, 3. Bentuk bulan sabit ujung runang/ bulat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin granula padat dekat pusat, 6. Pigmen granula hitam dan inti padat/bulat. f. Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 7 12 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, 3. Ukuran lebih besar daripada eritrosit, 4. Bentuk seperti pisang, 5. Sitoplasma biru kemerahan, 6. Kromatin granula halus tersebar, 7. Pigmen granula gelap tersebar.

Pasmodium falciparum, dapat menyebabkan penyakit tertian maligna ( malaria tropica ), infeksi oleh spesies ini menyebabkan parasitemia yang meningkat jauh lebih cepat dibandingkan spesies lain dan merozoitnya menginfesi sel darah merah dari segala umur ( baik muda maupun tua ).

Plasmodium falciparum - Hanya ditemukan bentuk tropozoit dan gametosit pada darah tepi, kecuali pada kasus infeksi yang berat. - Schizogoni terjadi di dalam kapiler organ dalam termasuk jantung. - Sedikit schizont di darah tepi, terkait berat ringannya infeksi. - Schizont berisi merozoit berjumlah 16 20 buah. - Eritrosit yang terinfeksi tidak mengalami pembesaran. - Bisa terjadi multiple infeksi dalam eritrosit (ada lebih dari satu parasit dalam eritrosit), bentuk acolle (inti menempel dinding eritrosit) dan spliting (inti parasit terpecah dua). - Gametosit berbentuk pisang, makrogametosit inti kompak (mengumpul) biasanya di tengah sedangkan makrogametosit intinya menyebar. - Sitoplasma eritrosit terdapat terdapat bercak-bercak merah yang tidak teratur disebut titik Maurer.

Diagnostic Points 1. Red Cells are not enlarged. 2. Rings appear fine and delicate and there may be several in one cell. 3. Some rings may have two chromatin dots. 4. Presence of marginal or applique forms. 5. It is unusual to see developing forms in peripheral blood films. 6. Gametocytes have a characteristic crescent shape appearance. However, they do not usually appear in the blood for the first four weeks of infection. 7. Maurers dots may be present. Gambar mikroskopis parasit malaria Plasmodium falciparum. Sediaan darah yaitu tetes tebal dan apus tipis dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Gambar dari preparat di bawah dibuat menggunakan spesimen darah

yang telah disimpan di dalam freezer kulkas sehingga eritrosit mengkerut dan ukurannya terlihat lebih kecil. Pemeriksaan mikroskopis menggunakan perbesaran 1000x. Semua gambar diambil dengan menggunakan kamera digital langsung dari lensa okuler mikroskop. Sediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum Ring Stage Sediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum Ring Stage Parasit malaria terlihat memenuhi seluruh lapang pandang mikroskop pada sediaan tetes tebal.

Sediaan Apus Darah Tipis Plasmdium falciparum Ring Stage Parasit malaria terlihat lebih sedikit / lebih jarang ditemukan pada sediaan apus tipis.

Sediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum Ring Stage Zoom Bentuk / morfologi parasit malaria masih dapat diidentifikasi pada sediaan tetes tebal, namun memerlukan kejelian yang lebih.

Sediaan Apus Darah Tipis Plasmdium falciparum Ring Stage Zoom Bentuk / morfologi parasit malaria terlihat di dalam eritrosit masih dalam keadaan utuh. Parasit berbentuk cincin (ring form) dengan inti sel yang berwarna merah dan padat sedangkan sitoplasmanya berwarna biru-ungu samar. Pada gambar diatas terlihat adanya double dan triple infection terhadap satu sel eritrosit