Anda di halaman 1dari 31

BIOMATERIAL 2.

1 Sejarah Umum Biomaterial Definisi biomaterial secara umum adalah suatu material tak-hidup yang digunakan sebagai perangkat medis dan mampu berinteraksi dengan sistem biologis. Adanya interaksi ini mengharuskan setiap biomaterial memiliki sifat biokompatibilitas, yaitu kemampuan suatu material untuk bekerja selaras dengan tubuh tanpa menimbulkan efek lain yang berbahaya. Ide untuk menggantikan organ manusia yang rusak dengan material tak-hidup telah ada sejak lebih dari dua ribu tahun yang lalu dimulai oleh Bangsa Romawi, Chinadan Aztec yang memiliki peradaban kuno tercatat menggunakan emas untuk perawatan gigi. Pada masa itu perkembangan biomaterial diuji coba secara trial and error terhadap tubuh manusia ataupun binatang namun tingkat kesuksesannya tidak maksimal. 2.2 Biomaterial Dalam Kedokteran Gigi Biomaterial adalah bidang yang menggunakan ilmu dari berbagai disiplin ilmu yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman mendasar dari sifat-sifa tmaterial pada umumnya, dan interaksi dari material dengan lingkungan biologis. Bidang biomaterial didesain untuk memberikan pemahaman dan pengajaran dibidang fisika, kimia dan biologi dari material, dan juga dengan berbagai bidang dari teknik secara umum seperti matematika, kemasyarakatan, dan ilmu sosial. Sebagai tambahan, mahasiswa yang berurusan dengan bidang ini harus mencapai pemahaman yang mendalam dan berusaha untuk memperoleh pengalaman pada penelitian biomaterial. Ketika pemahaman mahasiswa mengenai prinsip dasar dariilmu material teraplikasikan, pemahaman penuh dari biomaterial dan aplikasinya dengan lingkungan biologis juga membutuhkan derajat yang lebih tinggi dari spesialisasi ilmu yang ada. Bidang biomaterial mengarah pada ilmu material dan bidang ilmu biologi serta kimia. Material buatan manusia meningkat sesuai dengan penggunaan aplikasinya seperti pada drug-delivery dan terapi gen (gene therapy), perancah untuk rekayasa jaringan (tissue engineering), penggantian bagian tubuh (bodyreplacement), serta alat biomedis

dan bedah. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan tingkat kehidupan yang lebih baik. Biomaterial berkenaan dengan aspek bidang material dari peralatan medis. Seorang ilmuwan biomaterial berurusan dengan sifat kimia dan fisika dari material dan kecocokannya untuk perangkat khusus. Hal tersebut berkaitan dengan bagaimana sifat ini berubah dengan lingkungan biologis dan bagaimana material mempengaruhi tubuh. Pembelajaran mengenai keterkaitan tersebut sangat penting untuk dipelajari dan sangat berkembang pesat saat ini. Biomaterial memperbaiki kualitas hidup sekaligus menyelamatkan nyawa banyak orang tiap tahunnya. Area aplikasi dari biomaterial ini sangat luas dan meliputi beberapa bagian seperti joint dan limb replacement, arteri dan kulit buatan, lensa kontak dan gigi buatan. Permintaan akan material ini meningkat dari para manula dengan harapan kualitas hidup yang tinggi. Komunitas biomaterial menghasilkan dan meningkatkan material implantasi dan tekniknya untuk memenuhi permintaan ini, tetapi juga dapat membantu perlakuan dari pasien muda dimana sifat yang ini diperlukan dan sangat banyak diminati. Akibat dari kemajuan teknologi ini adalah meningkatnya tingkat peraturan dan ancaman dari perkara hukum mengenai keterkaitannya terhadap material implantasi pada tubuh manusia dan diatur dalam perundang-undangan. Untuk menindaklanjuti hal ini maka sangat sesuai dilakukan investigasi metoda yang dapat dipercaya dari karakterisasi material dan interaksinya. Defenisi dari biomaterial adalah semua material sintetik yang digunakan untuk menggantikan atau memperbaiki fungsi jaringan tubuh secara berkelanjutan atau sekedar sekedar bersentuhan dengan cairan tubuh. Definisi inikadang terbatas karena tidak melibatkan material yang digunakan untuk alat seperti instrumen bedah dan alat dental. Walaupun alat ini digunakan pada cairan tubuh instrumen ini tidak akan menggantikan atau memperbaiki fungsi dari jaringan tubuh manusia. Harus diperhatikan pula bahwa terdapat beberapa material yang digunakan pada instrumen bedah, yaitu beberapa tipe baja tahan karat. Hampir sama dengan sebelumnya, Baja tahan karat dan paduan ingat bentuk (shape memory alloys) yang digunakan untuk instrumen dental atau endodontic juga tidak dilibatkan dari definisi yang tersebut diatas sebagai material yang digunakan untuk eksternal prostheses, seperti lengan buatan atau alat seperti alat bantu pendengaran.

Perkembangan biomaterial di bidang kedokteran gigi saat ini terbagi dalam biomaterial sintetis dan biomaterial rekayasa jaringan. Keduanya terkait material seperti logam, keramik, polimer, dan komposit. Sedangkan biomaterial rekayasa jaringan meliputi pengembangan scaffolds, sel, dan sinyal dalam pembuatan jaringan pengganti gigi. Hal pertama dan yang terpenting adalah biomaterial tersebut harus cocok biomaterial ini harus tidak memperlihatkan respon yang merugikan dari tubuh, atau kebalikannya, harus tidak beracun dan non-carcinogenic. Persyaratan ini mengeliminasi banyak material teknik yang dapat digunakan. Selain itu,biomaterial harus memiliki sifat fisik dan mekanik yang memadai untuk berfungsi sebagai pengganti atau pengganda dari jaringan tubuh. Untuk penggunaan secara praktis, biomaterial tersebut harus dapat dengan mudah dibentuk atau dilakukan proses pemesinan kedalam beberapa bentuk, mempunyai harga yang relatif murah dan bahan bakunya banyak tersedia di pasaran. Material yang ideal atau kombinasi material tersebut harus menunjukkan sifatsifat seperti berikut : Komposisi kimia yang cocok untuk menghindari reaksi merugikan yang terjadipada jaringan tubuh; Ketahanan yang baik terhadap degradasi (contoh : ketahanan korosi untuk logam atau ketahanan dari degradasi biologis pada polimer) ; Ketahanan yang baik untuk mempertahankan siklus daya tahan pembebanan dengan tulang sendi ; Modulus yang rendah untuk meminimalisasi bone resorption ; Ketahanan pemakaian yang tinggi untuk meminimalisasi wear-debris generation

2.3 Jenis Biomaterial 2.3.1 Biomaterial Sintetik Kebanyakan biomaterial sintetik yang digunakan untuk implantasi adalah material umum yang sudah lazim digunakan oleh para insiyur dan ahli material. Pada umumnya, material ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu : logam, keramik, polimer dan komposit. 2.3.1.1 Logam Sebagai bagian dari material, logam merupakan material yang sangat banyak digunakan untuk implantasi load-bearing. Misalnya, beberapa dari kebanyakan pembedahan ortopedi pada umumnya melibatkan implantasi dari material logam. Mulai dari hal sederhana seperti kawat dan sekrup untuk pelat yang bebas dari patah sampai pada total joint prostheses (tulang sendi buatan) untuk pangkal paha, lutut, bahu, pergelangan kaki dan banyak lagi. Dalam ortopedi, implantasi bahan logam digunakan pada pembedahan maxillofacial, cardiovascular, dan sebagai material dental. Walaupun banyak logam dan paduannya digunakan untuk aplikasi peralatan medis, tetapi yang paling sering digunakan adalah baja tahan karat, titanium murni dan titanium paduan, serta paduan cobalt-base. 2.3.1.2 Polimer Berbagai jenis polimer banyak digunakan untuk terapi sebagai. Aplikasinya mulai dari wajah/muka buatan sampai pada pipa tenggorokan, dari ginjal dan bagian hati sampai pada komponen-komponen dari jantung, serta material untuk gigi buatan sampai pada material untuk pangkal paha dan tulang sendi lutut. Material polimer untuk biomaterial ini juga digunakan untuk bahan perekat medis dan penutup, serta pelapis yang digunakan untuk berbagai tujuan. 2.3.1.3 Keramik Keramik juga telah banyak digunakan sebagai material pengganti dalam ilmu kedokteran gigi. Hal ini meliputi material untuk mahkota gigi, tambalan dan gigi tiruan. Tetapi, kegunaannya dalam bidang lain dari pengobatan medis tidak

terlihat begitu banyak bila dibandingkan dengan logam dan polimer. Hal ini dikarenakan ketangguhan retak yang buruk dari keramik yang akan sangat membatasi penggunaannya untuk aplikasi pembebanan. Material keramik sedikit digunakan untuk pengganti tulang sendi (joint replacement), perbaikan tulang (bone repair) dan penambahan tulang(augmentation). 2.3.1.4 Komposit Biomaterial komposit yang sangat cocok dan baik digunakan di bidang kedokteran gigi adalah sebagai material pengganti atau tambalan gigi. Walaupun masih terdapat material komposit lain seperti komposit karbon-karbon dan komposit polimer berpenguat karbon yang dapat digunakan pada perbaikan tulang dan penggantian tulang sendi karena memiliki nilai modulus elastis yang rendah, tetapi material ini tidak menampakkan adanya kombinasi dari sifat mekanik dan biologis yang sesuai untuk aplikasinya.Tetapi juga, material komposit sangat banyak digunakan untuk prosthetic limbs (tungkai buatan), dimana terdapat kombinasi dari densitas/berat yang rendah dan kekuatan yang tinggi sehingga membuat material ini cocok untuk aplikasinya.

2.3.2 Biomaterial Alam Beberapa material yang diperoleh dari binatang atau tumbuhan ada pula yang penggunaannya sebagai biomaterial yang layak digunakan secara luas. Keuntungan pada penggunaan material alam untuk implantasi adalah material ini hampir sama dengan material yang ada pada tubuh. Menyikapi hal ini, maka terdapat bidang lain yang cukup berkembang dan baik untuk dipahami yaitu bidang biomimetics. Material alam biasanya tidak memberikan adanya bahaya racun yang sering dijumpai pada material sintetik. Dan juga, material ini dapat membawa protein spesifik yang terikat didalamnya dan sinyal biokimia lainnya yang mungkin dapat membantu proses penyembuhan, pemulihan dan integrasi dari jaringan(tissue). Selain itu, material alam dapat juga digunakan untuk mengatasi masalah immunogenicity. Masalah lain yang berkaitan dengan material

ini adalah kecenderungannya untuk berubah sifat atau terdekomposisi pada temperatur dibawah titik lelehnya. Hal ini tentu akan membatasi proses fabrikasinya menjadi material implantasi menjadi beragam bentuk dan ukuran. Contoh dari material alam adalah kolagen, yang hanya terdapat dalam bentuk serat, mempunyai struktur triplehelix, dan merupakan protein yang sangat banyak terdapat pada binatang diseluruh dunia. Sebagai contoh, hampir 50 % protein pada kulit sapi adalah kolagen. Hal tersebut membentuk komponen yang signifikan dari jaringan penghubung seperti tulang, tendon, ligament dan kulit. Terdapat kurang lebih sepuluh jenis berbeda dari kolagen dalam tubuh, yaitu : Tipe I ditemukan terutama pada kulit, tulang dan tendon Tipe II ditemukan pada tulang rawan arteri pada tulang sendi dan Tipe III merupakan unsur utama dari pembuluh darah. Kolagen sudah banyak dipelajari untuk digunakan sebagai biomaterial. Material implantasi ini biasanya dalam bentuk sponge yang tidak memiliki kekuatan mekanik atau kekakuan yang signifikan. Material ini sangat menjanjikan sebagai perancah untuk pertumbuhan jaringan-baru (neotissue growth) dan tersedia juga sebagai produk untuk penyembuh luka. Injectable collagen (kolagen yang disuntikkan atau dimasukkan ke dalam tubuh) sangat banyak digunakan untuk proses augmentasi (penambah) atau pembangun dari jaringan dermal (dermaltissue) untuk bahan kosmetik. Material alam lain yang ditinjau masih dalam tahap pertimbangan, termasuk karang, chitin (dari serangga dan binatang berkulit keras seperti udang, kepiting dan lain-lain), keratin (dari rambut), dan selulosa (dari tumbuhan).

2.4 Sifat-Sifat Umum Biomaterial Beberapa sifat bahan harus dipertimbangkan ketika bahan kedokteran gigi dipilih untuk digunakan secara klinis. Pertimbangan ini termasuk: (1)biokompatibilitas (2)sifat fisik-kimia (3)Karakteristik penanganan (4)estetika dan (5)ekonomis (Philips Ilmu bahan kedokteran gigi edisi 10) Untuk memahami bahan kedokteran gigi kita memerlukan pengetahuan dasar mengenai unsur,khususnya bahan padat,dan sifatnya selama penanganan dan penggunaanya dalam lingkungan mulut karena factor lingkungan amat berpengaruh bagi keberhasilan klinis.Dapat disimpulkan bahwa kinerja dari semua bahan kedokteran gigi baik keramik,plastic,ataupun logam,didasari oleh struktur atomnya.Reaksi keseluruhan dari atom,baik secara fisik atau kimia,mementukan sifat bahan itu sendiri. 2.4.1.Sifat Kimia Gaya yang membuat atom berikatan satu sama lain disebut dengan gaya kohesi. Kekuatan ikatan ini serta kemampuannya untuk berubah bentuk setelah ikatan tersebut terputus menetukan sifat fisik suatu bahan Ikatan atom primer dibedakan 3 macam (1)Ionik (2)kovalen (3)metalik Ikatan Ionik Ikatan primer ini adalah jenis ikatan kimia sederhana ,akibat daya tarik menarik antar muatan positif dan negatif.Contoh klasiknya adalah Natrium klorida (Na+Cl-).Karena atom natrium mengandung elektron bervalensi 1 dibagian luarnya,dan atom klor memiliki 7 elektron dibagian luarnya,perpindahan elektron valensi natrium ke klorida menghasilkan senyawa stabil Na+Cl- .Ikatan ionik menghasilkan kristal yang memiliki konfigurasi atomik berdasarkan pada keseimbangan muatan dan ukuran.Dalam kedokteran gigi ,ikatan ionik ada dalam fase kristalin tertentu seperti gipsum dan semen fosfat.

Ikatan Kovalen Pada banyak senyawa kimia,elektron bervalensi 2 dibagi dengan atom didekatnya.molekul hidrogen,H2 adalah contoh ikatan kovalen.Elektron bervalensi tunggal dari masing masing atom hidrogen saling berbagi dengan atom lain dan selubung valensi menjadi stabil. Ikatan Metalik Ikatan metalik dapat dipelajari dengan baik dengan mempelajari kristal metalik seperti emas murni.Seperti semua logam lainnya atom atom emas dapat dengan mudah menyumbangkan elektron dari kulit luarnya dan membentuk suatu elektron bebas gas. Ion logam positif dikelilingi oleh elektron gas.Struktur ini yang bertanggung jawab terhadap konduksi elektrik dan termal yang baik dan juga kemampuannya untuk berubah bentuk menyerupai plastik. Ikatan Antar-Atom Sekunder Ikatan sekunder tidak berbagi elektron,variasi muatan diantara molekul atau kelompok atom menyebabkan gaya polarisasi yang menarik molekul molekul. Ikatan Hidrogen Ikatan ini dapat dipahami dengan mempelajari molekul air.berlekatan dengan atom oksigen adalah 2 atom hidrogen.Ikatan ini adalah kovalen,karena atom oksigen dan hidrogen berbagi elektron.Sebagai akibatnya proton dari atom hidrogen mengarah pada atom oksigen yang tidak terlindungi dengan baik oleh elektron sehingga sisi proton dari molekul air menjadi bermuatan positif .pada sisi lawannya,molekul air,elektron yang mengisi orbit luar oksigen memberikan muatan positif sehingga terjadi 2 kutub permanen dengan molekul asimetri.Ikatan hidrogen yang disertai dengan muatan positif dari hidrogen akibat polarisasi adalah contoh yang penting dari jenis ikatan sekunder.

Struktur Kristal Sejauh ini umumnya kita hanya menganggap keberadaan 2 atom atau molekul.padahal jelas,bahan kedokteran gigi terdiri atas berjuta juta unit seperti itu.Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana unit struktur tersusun dalam benda padat dan bagaimanakah mereka disatukan.Atom atom sudah tentu terikat oleh ikatan primer sekunder tetapi atom atom tersebut membentuk konfigurasi berjarak teratur yang dikenal sebagai pola ruang geometris atau struktur kristal Pola ruang geometris dapat didefinisikan sebagai pengaturan atom atom dalam ruangan dimana setiap atom memiliki situasi serupa dengan atom lainnya. Struktur Bukan Kristal Sebagai contoh beberapa malam digunakan oleh seorang dokter gigi ,malam mungkin mengeras sebagai bahan amorf sedemikian rupa sehingga molekul molekul didistribusikan secara acak. Difusi Molekul atau atom juga berdifusi dalam wujud padat dalam usaha untuk mencapai keseimbangan .kecepatan difusi untuk substansi tertentu amat bergantung pada temperatur.Semakin tinggi temperatur semakin besar kecepatan difusi.Sifat konstan dari difusi,karakteristik unik dari elemen,senyawa,kristal dan lain lain dalam substrat(medium) dikenal dengan istilah koefisien difusi. Adhesi Fenomena adhesi bisa ditemukan pada banyak situasi kedokteran gigi.Misalnya kebocoran di dekat bahan restorasi gigi.perlekatan plak dan kalkulus juga bisa dijelaskan dengan mekanisme adhesi. Bila 2 zat berkontak erat satu sama lain,molekul molekul dari 1 zat berlekatan atau ditarik ke molekul dari zat lainnya.gaya ini disebut adhesi,bila molekul zat yang tidak sama saling bertarikan dan kohesi apabila molekul zat yang sama saling bertarikan(Philips Ilmu bahan kedokteran gigi edisi 10)

2.4.2.Sifat Fisik Abrasi Dan Ketahanan Abrasi Kekerasan sering kali digunakan sebagai petunjuk dari kemampuan suatu bahan menahan abrasi atau pengikisan. Namun, abrasi merupakan mekanisme kompleks pada lingkungan mulut yang mencakup interaksi antara sejumlah faktor. Untuk alasan ini, peran kekerasan sebagai suatu prediktor ketahanan abrasi adalah terbatas. Seringkali abrasi digunakan untuk membandingkan bahan-bahan dengan klasifikasi tertentu, seperti satu merek logam tuang dengan merek lain jenis logam tuang campuran yang sama. Tapi kekerasan kurang sahih bila digunakan untuk mengevaluasi kelas bahan yang berbeda, seperti bahan logam dengan resin sintetik. Keterandalan pengujian in vitro terhadap ketahanan abrasi adalah sesuatu yang dirangcang untuk mensimulasi sedekat mungkin jenis abrasi tertentu dimana bahan akan digunakan secara in vivo. Meskipun demikian, pengujian keausan secara in vitro tidak selalu memprediksi keausan in vivo secara akurat karena besarnya kerumitan di bidang klinis. Pengikisan email oleh keramik dan bahan restorasi lainnya tidak di ketahui. Namun, kekerasan suatu bahan hanyalah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi keausan permukaan email yang berkontak dengan bahan. Faktor utama lain termasuk tekanan gigitan, frekwensi pengunyahan, sifat abrasif makanan, komposisi cairan, perubahan temperatur, kekerasan tiap permukaan, sifat fisik bahan, dan ketidakteraturan permukaaan gigi seoerti adanya alur (groove), ceruk ( Pit) atau lingir (ridge) anatomis yang kecil. Pengikisan email gigi yang berlebihan oleh mahkota keramik lawannya cenderung terjadi pada pasien dengan tekanan gigit yang kuat dan permakaan keramik yang kasar. Meskipun klinisi tidak dapat mengendalikan tekanan gigit seorang pasien, mereka dapat memoles permukaan keramik yang aus untuk mengurangi tingkat keausan email yang destruktif. Kekentalan Diskusi mengenai sifat fisik bahan kedokteran gigi terutama dititik beratkan pada sifat bahan padat tersebut yang terpajan berbagai jenis tekanan

pada temperatur ruangan atau temperatur mulut. Namun, kebanyakan, logamlogam ini berwujud cair pada tahap-tahap tertentu dalam aplikasinya dalam bidang kedokteran gigi. Lebih jauh lagi, keberhasilan atau kegagalan dari suatu bahan tertentu bergantung pada sifatnya dalam wujud cair sama seperti sifatnya dalam wujud padat. Produk gipsum yang digunakan dalam pembentukan dent "die", serta logam tuang adalah bahan-bahan berbentuk cairan yang menjadi struktur yang padat diluar mulut. Bahan amorf seperti malam dan resin nampaknya padat tetapi sebenarnya cairan yang didinginkan dibawah titik normal yang mengallir seperti plastik an mudah di bentuk(ireversibel) atau bersifat elastik(reversible) dibawah tekanan rendah. Cara-cara dimana bahan-bahan ini berubah bentuk atau mengalir bila dipajankan pada tekanan adalah penting dalam penggunaannya dalam kedokteran gigi. Penelitian perihal karakteristik aliran merupakan dasar bagi ilmu reologi. Meskipun suatu cairan tidak dapat menahan tekanan geser (gaya geser per unit daerah geser), kebanyakan cairan, bila dibuat bergerak, menahan gaya beban yang membuatnya bergerak. Ketahanan untuk bergerak disebut viskositas atau kekentalan dan dikendalikan oleh gaya friksi internal didalam cairan. Kekentalan adalah ukuran konsistensi suatu cairan beserta ketidakmampuannya untuk mengalir. Cairan dengan kekentalan tinggi mengalir lambat karena viskositasnya yang tinggi. Bahan kedokteran gigi mempunyai kekentalan yang berbeda bila digunakan untuk penerapan klinis tertentu. Perbedaan kekentalan ini dikenal oleh asisten dokter gigi, dokter gig itu sendiri beserta siswa kedokteran gigi yang membandingkan sifat aliran semen ionomer-kaca, yang lebih kental dari semen seng fosfat, bila keduanya dicampur dengan tepat sebagai bahan perekat. Bila suatu cairan berada berada pada ruang diantara dua lempeng metal; maka lempeng bawah tidak dapat bergerak dan lempeng atas digerakkan dalam kecepatan (V) tertentu, maka suatu gaya (F) diperlukan untuk mengatasi tarikan yang dihasilkan oleh friksi( viskositas dari cairan). Tekanan adalah gaya per unit daerah yang terjadi dalam suatu struktur bila di aplikasikan gaya eksternal. Tekanan yang dihasilkan menyebabkan terjadinya suatu perubahan bentuk atau tegangan yang dikalkulasikan sebagai perubahan panjang dibagi dengan panjang

awal. Bila lempeng-lempeng memiliki daerah A, tekanan geser () dapat dirumuskan sebagai = F/A. Besarnya tegangan geser atau besarnya perubahan bentuk adalah ( = V/d, dimana d adalah jarak kedua lempeng dan V adalah kecepatan cairan). Untuk masing-masing perbedaan nilai F, diperoleh nilai baru untuk V, dan suatu kurva dapat diperoleh untuk menggambarkan gaya versus kecepatan analog dengan beban beban versus kurva perpindahan yang berasal dari pengukuran statis pada benda padat. Suatu cairan "ideal" menunjukkan tekanan geser yang sebanding dengan besarnya tegangan, dan karena itu kurvanya adalah garis lurus. Sifat seperti ini disebut newtonian. Karena kekentalan () didefinisikan sebagai tekanan geser dibagi besarnya tegangan (/), suatu cairan newtonian memiliki kekentalan konstan dan menunjukkan kemiringan tekanan geser yang konstan. Viskositas atau kekentalan diukur dalam unit MPa per detik (centipoise[cP]) dan tentu saja semakin tinggi nilainya semakin besar kental bahan tersebut. Misalnya air murni pada suhu 20C memiliki kekentalan 1,0 cP, sementara kekentalan sirup manis kurang lebih 300.000cP dan kurang lebih sama dengan bahan cetak hidrokoloid bersifat agar (281.000 cP pada temperatur 45). Banyak bahan kedokteran gigi menunjukkan sifat pseudoplastik. Sifat ini menunjukkan kekentalan yang semakin berkurang dengan meningkatnya besar geseran sampai mencapai nilai yang hampir konstan. Sifat yang berlawanan dengan pseudoplastik adalah sifat dilatant. Cairan ini menjadi lebih kaku bila tingkat perubahan bentuk meningkat. Sedangkan sifat plastik adalah sifat dari bahan yang bersifat sampai benda padat sampai nilai minimal tekanan geser tercapai. Saus tomat adalah contoh yang umum. Pukulan yang keras pada botol biasanya diperlukan untuk menghasilkan aliran yang pertama.. Kekentalan dari kebanyakan cairan meningkat cepat dengan meningkatnya temperatur. Kekentalan bergantung pada perubahan wujud sebelumnya dari cairan. Suatu jenis cairan yang menjadi kurang kental dan lebih cair dibawah tekanan, disebut tiksotropik. Pasta profilaksisis gigi, plaster, semen resin, dan beberapa bahan cetak adalah tiksotropik. Sifat tiksotropik dari bahan-bahan ini menguntungkan karena membuat bahan tidak mengalir dari sendok cetak sampai

dapat diletakkan diatas jaringan mulut, sedang pasta profilaksis tidak mengalir dari mangkuk karet sampai mangkuk berputar terhadap gigi yang akan dibersihkan. Bila bahan-bahan diaduk cepat dan kekentalannya diukur, nilai yang lebih rendah diperoleh bila dibandingkan bahan tersebut tidak diapa-apakan. Kekentalan suatu bahan kedokteran gigi menentukan ketepatannya untuk aplikasi tertentu. Sifat kurva tekanan geser-tegangan dapat manjadi hal yang penting dalam menentukan cara terbaik untuk memanipulasi suatu bahan. Struktur Dan Relaksasi Tekanan Setelah suatu senyawa diubah bentuk secara permanen (deformasi plastik), akan ada tekanan internal yang terjebak. Sebagai contoh, dalam suatu senyawa kristal, atom-atom dalam pola ruang geometrik berubah tempat, dan sistem tersebut tidak dalam keseimbangan. Hal yang sama berlaku untuk struktur amorf, yaitu beberapa molekul menjadi terlalu berdekatan dan yang lain menjadi terlalu berjauhan setelah senyawa tersebut diubah bentuknya secara permanen. Diketahui bahwa ternyata situasi tersebut tidaklah stabil. Atom-atom yang berpindah tidak berada dalam posisi yang seimbang. Melalui proses difusi wujud padat yang diatur oleh energi termal, atom-atom tersebut perlaha-lahan kembali ke posisi seimbangnya. Hasilnya adalah perubahan dalam bentuk dan kontur benda padat sebagai manifestasi besar dari pengaturan kembali posisi atom atau molekul. Bahan tersebut melengkung atau distorsi. Dilepaskannya tekanan dikenal sebagai relaksasi. Kecepatan relaksasi meningkat dengan meningkatnya temperatur. Misalnya bila suatu kawat di tekuk, kawat tersebut cenderung menjadi lurus kembali bila dipanaskan sampai temperatur tinggi. Pada temperatur kamar, relaksasi atau difusi seperti itu mungkin diabaikan. Namun sebaliknya, ada bahan kedokteran gigi bukan kristal seperti malam, resin dan gel, yang ketika dimanipulasi dan didinginkan, kemudian dapat mengalami relaksasi atau distorsi pada temperatur yang meningkat.

Creep Dan Aliran Bila suatu logam dipanaskan mendekati titik leburnya dan dipajankan pada tekanan konstan, geseran yang dihasilkan akan meningkat sebanding dengan fungsi waktu. Creep didefinisikan sebagai geseran plastik yang bergantung pada waktu dari suatu bahan dibawah muatan statis atau muatan konstan. Fenomena yang berhubungan dengan kelengkungan adalah potensi perubahan bentuk dari struktur logam mahkota jembatan panjang pada temperatur pembakaran porselen di bawah pengaruh masa gigi tiruan. Untuk ketebalan tertentu, massa mahkota tiruan yang lebih tinggi biiasanya mengalami tekanan fleksural yang lebih besar, jadi lebih besar fleksural creepnya. Aliran logam biasanya terjadi begitu temperatur mendekati beberapa ratus derajat dari kisaran temperatur lebur. Logam yang digunakan dalam kedokteran gigi untuk restorasi tuang atau substrat untuk vinir porselen mempunyai titik lebur yang sedikit lebih tinggi dari temperatur mulut dan karenanya tidak rentan terhadap deformasi creep, kecuali bila dipanaskan hingga temperatur yang amat tinggi. Pengecualian yang amat penting adalah amalgam yang digunakan dalam kedokteran gigi, yang memiliki komponen dengan titik lebur yang hanya sedikit diatas temperatur ruangan. Karena kisaran leburnya rendah, amalgam kedokteran gigi dapat mengalir perlahan pada daerah yang di restorasi, di bawah tekanan periodik yang di pertahankan seperti yang akan terjadi pada pasien yang mempunyai kebiasaan clenching. Karena creep menyebabkan deformasi plastik terus-menerus, proses tersebut akan merusak bahan restorasi. Istilah lain yang hampir sinonim dengan creep adalah aliran. Perlu diingat kembali bahwa 'aliran' digunakan dalam pembahasan sifat reologi dari cairan dan sekarang diterapkan pada bahan amorf, yang tidak mengherankan bila sekarang kita mempertimbangkan strukturnya. Silly Putty adalah contoh yang baik untuk substansi tersebut. Bahan tersebut patah pada tingkat regangan yang cepat, namun bila ditempatkan sebagai suatu bulatan diatas suatu bidang datar dan dibiarkan beberaoa waktu, bahan tersebut akan menjadi gepeng karena beratnya sendiri. Untuk menggambarkan reologi dari bahan amorf seperti malam, umumnya istilah yang digunakan dalam kedokteran gigi adalah 'aliran', bukan 'creep'. Aliran

dari malam adalah ukuran dari kemampuannya untuk berubah bentuk di bawah muatan status yang kecil, bahkan dihubungkan dengan massanya sendiri. Meskipun aliran atau creep dapat diukur dibawah berbagai jenis tekanan, namun kompresi lebih sering di gunakan dalam pengujian bahan kedokteran gigi. Sebuah silinder dengan ukuran tertentu dipajankan terhadap tekanan kompresif tertentu untuk waktu dan temperatur tertentu. Creep atau aliran diukur sebagai persentasi pemendekan yang terjadi dalam kondisi pengujian ini. Creep adalah pertimbangan penting bagi bahan kedokteran gigi apapun, yang harus dipertahankan pada temperatur yang mendekati titik leleh untuk periode yang diperpanjang. Warna Dan Persepsi Warna Tujuan lain dari perawatan gigi yang penting adalah merestorasi warna dan penampilan gigi asli. Cahaya adalah radiasi elektromagnetik yang dapat terdeteksi oleh mata manusia. Mata sensitif terhadap panjang gelombang lebih kurang 400 (violet) sampai 700nm (merah gelap). Intensitas cahaya yang dipantulkan dan kombinasi intensitas panjang gelombang yang ada pada pancaran cahaya menentukan sifat penampilan (corak, nilai, dan kroma). Aggar suatu obyek dapat dilihat, obyek harus dapat memantulkan atau meneruskan cahaya yang diterimanya dari sumber diluar. Cahaya yang ada biasanya polikromatik, yaitu beberapa campuran dari berbagai panjang gelombang. Cahaya yang ada dihamburkan atau diserap secara selektif stsu keduanya, pada panjang gelombang tertentu.. Distribusi spektrum dan cahaya yang dipantulkan atau diteruskan menyerupai cahaya yang terlihat, meskipun panjang gelombang tertentu menjadi berkurang besarnya. Fenomena penglihatan, dan istilah tertentu, dapat digambarkan dengan mempertimbangkan respon mata manusia terhadap cahaya yang datang dari suatu obyek. Cahaya dari suatu obtek yang diterima oleh mata difokuskan pada retina dan di ubah menjadi impuls syaraf yang diteruskan ke otak. Sel yang berbentuk konus pada retina mata, bertanggung jawab atas penglihatan warna. Sel-sel ini mempunyai intensitas yang diperlukan untuk melihat warna dan juga

menunjukkan suatu kurva respon yang berhubungan dengan panjang gelombang cahaya yang ada. Karena respon syaraf menyangkut penglihatan warna, maka stimulasi terus menerus dari satu warna bisa menyebabkan kelelahan warna dan penurunananrespon mata. Sinyal dari retina diproses oleh otak untuk menghasilkan persepsi warna psiko-fisiologis. Dalam pengertian ilmiah, seseorang mungkin menyamakan mata manusia dengan kolorimeter yang amat sensitif membedakan warna, yaitu suatu instrumen ilmiah yang mengukur intensitas dan panjang gelombang cahaya. Meskipun kolorometer lebih tajam dari mata manusia dalam mengukur sedikit perbedaan warna pada obyek berwarna, hal ini dapat menjadi tidak akurat bila digunakan pada permukaan kasar atau melengkung. Mata dapat membedakan antara warna yang terlihat berdampingan pada permukaan halus atau tidak teratur, baik melengkung maupun datar. Penggambaran verbal warna tidak cukup akurat untuk menggambarkan penampilan gigi. Untuk menggambarkan secara akurat persepsi kita terhadap cahaya yang dipantulkan dari permukaan gigi atau restorasi, ada 3 variabel yang harus di ukur,yaitu corak, nilai dan kroma. Corak, digambarkan sebagai warna dominan dari suatu obyek, misalnya merah, hijau atau biru. Ini mengacu pada panjang gelombang dominan yang ada di distribusi spektrum. Nilai, adalah terang atau gelap suatu warna yang dapat di ukur diluar corak. Corak meningkat semakin keatas lebih putih atau terang dan menurun ke bawah semakin gelap atau hitam. Sedangkan kroma, mewakili derajat kejenuhan suatu corak tertentu. Semakin tinggi kroma, warna semakin tajam. Kroma tidak berdiri sendiri, tetapi selalu dihubungkan dengan corak dan nilai. Dalam laboratorium gigi, penyesuaian warana dikerjakan dengan petunjuk warna (shade Guide) untuk memilih warna vinir keramik, inlai atau mahkota tiruan yang akan dibuat oleh teknisi laboratorium. Dengan menggunakan contohcontoh warna ini dokter gigi dapat menunjukkan warna yang dikehendakinya pada teknisi yang akan membuat warna tersebut dilaboratorium. Karena distribusi spektrum cahaya yang di pantulkan atau diteruskan melalui suatu obyek bergantung pada kandungan spektrum cahaya yang ada,

penampilan suatu obyek amat bergantung pada sifat cahaya dimana obyek tersebut dipandang. Obyek yang nampak berwarna sama dilihat dengan satu jenis cahaya, mungkin nampak berbeda dibawah sumber cahaya yang lain. Fenomena ini disebut metamerisme. Struktur gigi alami menyerap cahaya pada panjang gelombang yang terlalu pendek untuk dilihat dengan mata manusia. Panjang gelombang ini antar 300-400nm, disebut sebagai radiasi mendekati ultraviolet. Energi yang diserap oleh gigi diubah menjadi cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, sehingga sebenarnya gigi itu sendiri sudah menjadi sumber cahaya. Fenomeni ini disebut fluoresensi. Sifat Solubility dan Sorption Kelarutan dan penyerapan dilaporkan dengan 2 cara: 1.Presentasi berat material yang larut atau diserap 2.Berat material yang larut atau diserap per unit luas permukaan (mis:mg/cm2). Solubilitas = kelarutan, misalnya semen zinc phosphat lebih larut dalam saliva dari pada air suling. Absorpsi = penyerapan cairan oleh material padat. Misalnya: keseimbangan absorpsi air oleh akrilik sekitar 2 %. Adsorpsi = konsentrasi molekul pada permukaan material padat atau cair. Misalnya: Adsorpsi komponen saliva pada permukaan struktur gigi, adsorpsi detergen pada permukaan model malam. Wettability Perhitungan afinitas cairan terhadap benda padat diindikasikan penyebaran setetes cairan pada permukaan benda padat. Derajat pembasahan tergantung surface energi relatif dari benda padat,cairan dan daya tarik intermolecular,mis:pembasahan basis gigi tiruan plastik oleh saliva, pembasahan enamel gigi oleh material pit & fissure sealants

,pembasahan material cetak elastomer oleh campuran gips+air, pembasahan model malam oleh material tanam. Profil tetesan cairan pada benda padat: A. Sudut kontak kecil benda padat dengan mudah terbasahi cairan (cairan = air hydropilic) B.Sudut kontak lebih besar 900 pembasahan jelek (cairan = air hydrophobic) Sudut kontak bisa diturunkan dengan penambahan material pembasah. Misalnya penambahan detergen ke air menurunkan surface tension atau surface energi.

2.4.3. Sifat Termofisika Konduktivitas Termal Penyaluran panas melalui senyawa padat biasa terjadi dengan bantuan konduksi. Konduksi panas terjadi melalui interaksi getaran-getaran ruang geometri dan dengan gerakan elektron serta interaksinya dengan dengan atom. Konduktivitas termal () adalah pengukuran termofisika mengenai seberapa baik panas disalurkan melalui suatu bahan dengan aliran konduksi. Koefisien konduktivitas termal adalah besarnya aliran panas dalam kalori perdetik yang melewati suatu benda berketebalan 1 cm, memiliki luas daerah 1 cm dengan perbedaan temperatur antara permukaan tegak lurus benda dengan aliran panas adalah 1C. Menurut hukum kedua termodinamika, aliran panas dari titik bertemperatur lebih tinggi ke temperatur yang lebih rendah. Bahan-bahan yang mempunyai konduktivitas termal tinggi di sebut konduktor, sedang bahan-bahan yang memiliki konduktivitas termal rendah di sebut isolator. Unit sistem internasional yang biasa digunakan untuk konduktivitas termal adalah watt/meter/K (Wm K ). Dibandingkan dengan komposit berbasis resin yang memiliki konduktivitas termal yang rendah, bila air dingin berkontak dengan restorasi logam, panas disalurkan lebih cepat menjauhi gigi karena konduktivitas termalnya

lebih tinggi. Peningkatan konduktivitas logam dibandingkan dengan resin, menyebabkan sensitivitas pulpa lebih besar, yang mungkin dirasakan sebagai ketidaknyaman yang dapat diabaikan, sedang, ringan atau berat, tergantung pada trauma gigi sebelumnya serta respon sakit seorang pasien. Difusi Termal Nilai difusi termal suatu bahan mengendalikan besarnya waktu perubahan temperatur begitu suatu panas melewati suatu bahan. Besarnya dapat diukur pada saat suatu benda dengan temperatur yang tidak sama mencapai keadaan keseimbangan termal. Rumus matematika yang menghubungkan difusi termal (h) terhadap konduktivitas termal adalah: h=

dimana konduktivitas termal, C adalah temperatur yang bergantung pada kapasitas panas tertentu, dan adalah temperatur yang bergantung pada kepadatan. Beberapa nilai-nilai difusi tipikal yang sudah dikenal diantaranya ialah emas murni sebesar 119; amalgam sebesar 9,6; komposit 0,68; email 0,47; semen seng fosfat 0,29; dan dentin 0,18. Jadi bagi seorang pasien yang minum air es, reduksi panas spesifik dari amalgam dan tingginya konduktivitas termal menunjukkan bahwa difusi termal yang lebih tinggi mendukung situasi syok termal yang lebih besar daripada yang biasa terjadi jika hanya struktur gigi asli yang terkena cairan dingin. Konduktivitas email dan dentin yang rendah membantu mencegah syok termal dan sakit pulpa bila makanan dingin atau panas dimasukkan ke mulut. keberadaan bahan tambal dalam mulut akan mengubah situasi ini.

Koefisien Ekspansi Termal Koefisien ekspansi termal linier didefinisikan sebagai perubahan panjang per unit panjang asal dari suatu benda bila temperatur dinaikkan 1C. Restorasi gigi mungkin mengalami ekspansi atau kontraksi yang lebih besar daripada gigi asli selama ada perubahan temperatur. Hal ini memungkinkan restorasi menjadi bocor atau terlepas ikatannya dari gigi.

2.4.4. Sifat Mekanis Pengertian dan Ruang Lingkup Sifat mekanis adalah respon yang terukur, baik elastik ( reversibel/ dapat kembali ke bentuk semula bila tekanan dilepaskan) dan plastis (irreversibel/ tidak dapat kembali ke bentuk semula atau tidak elastik) dari bahan bila terkena gaya atau distribusi tekanan. Sifat mekanis dibatasi oleh hukum-hukum mekanika, yaitu ilmu fisika yang berhubungan dengan tekanan dan energi serta efeknya pada benda. Pembahasan lebih berkisar pada keadaan statik, bukan pada benda dinamis yang bergerak. Sifat mekanis utama yang akan dibahas dalam kajian berikut adalah: 1. Perubahan bentuk elastik atau reversibel, meliputi batas kesetimbangan, daya lenting (resilience) dan modulus elatisitas, 2. Perubahan bentuk plastis atau ireversibel, seperti persentase elongasi, 3. Gabungan perubahan elastik dan plastis, seperti kekakuan dan kekuatan luluh. Namun sebelum membahas sifat-sifat ini, perlu di pahami dulu konsep yang mendasarinya yaitu konsep tekanan dan regangan. Tekanan Dan Regangan Tekanan adalah gaya per unit daerah yang bekerja pada berjuta-juta atom atau molekul pada bidang tertentu suatu bahan.Kekuatan suatu bahan didefinisikan sebagai besar rata-rata tekanan dimana suatu bahan menunjukkan

deformasi plastis dalam jumlah tertentu atau terjadi fraktur dari beberapa contoh bahan pengujian dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bila suatu gaya eksternal bekerja pada benda padat, terjadi reaksi untuk melawan gaya tadi yang besarnya setara namun arahnya berlawanan dengan gaya eksternal. Gaya yang di aplikasikan di bagi dengan daerah dimana gaya tersebut bekerja pada benda itu adalah nilai tekanan yang dihasilkan pada struktur tersebut. Suatu gaya tarik menghasilkan tekanan tarik (tensille stress), Gaya kompresi menghasilkan tekanan kompresi, dan gaya geser menghasilkan kekuatan geser. Gaya membengkokkan suatu benda dapat menghasilkan ketiga macam tekanan pada struktur tersebut, namun pada kebanyakan kasus, fraktur terjadi karena komponen tarikan. Pada keadaan ini, tekanan tarik dam tekanan kompresi adalah tekanan utama, sedangkan tekanan geser adalah kombinasi komponen terikan dan kompresi. Kapanpun terjadi tekanan, akan menyebabkan deformasi atau regangan. Regangan dapat bersifat elastik atau plastik atau kombinasi keduanya. Regangan elastik dapat kembali ke bentuk semula. Regangan tersebut hilang bila gaya di bebaskan. Regangan plastis merupakan deformasi permanen suatu bahan yang tidak dapat kembali ke bentuk semula bila gaya di bebaskan. Berdasarkan arah aplikasi gaya, dapat di klasifikasikan 3 jenis tekanan. Tarikan, kompresi dan geser. Tekanan tarik disebabkan oleh suatu beban yang cenderung meregangkan atau memperpanjang suatu benda. Tekanan tarik selalu disertai dengan regangan tarik. Ada beberapa tekanan tarik murni pada kedokteran gigi dan komponenkomponen tekanan tarik dapat ditemukan bila struktur-struktur bersifat lentur meskipun beban kompresi di aplikasikan. Tekanan kompresi adalah ketahanan internal suatu benda terhadap beban bila suatu benda diletakkan dibawah beban yang cenderung menekan atau memendekkannya. Suatu tekanan kompresi biasanya disertai dengan regangan kompresi. Untuk menghitung tekanan tarik dan tekanan kompresi, gaya yang diaplikasikan di bagi dengan potongan melintang tegak lurus dengan arah gaya.

Tekanan geser adalah gaya yang cenderung menahan pergeseran dari satu bagian suatu benda ke yang lain. Tekanan geser dapat juga dihasilkan dengan gerak memutar atau memilin suatu bahan. Misalnya bila suatu gaya diaplikasikan sepanjang permukaan email gigi oleh suatu instrumen berujung tajam, sejajar terhadap pertemuan antara email dan braket ortodonsi, braket tersebut bisa terlepas karena kegagalan tekanan geser dari bahan perekat resin. Tekanan geser di hitung dengan membagi gaya dengan daerah sejajar terhadap arah gaya.

2.4.4.1 Sifat Mekanis Berdasarkan Perubahan Elastis Modulus Elastik (modulus young/modulus elastisitas) Istilah modulus elastik menggambarkan kekerasan atau kekakuan relatif dari suatu bahan yang di ukur dengan lereng miring deareh elastik dari diagram tekanan-regangan. Modulus elastik suatu bahan adalah konstan dan tidak terpengaruh oleh besarnya tekanan elastik atau plastis yang mengenai suatu bahan. Karenanya nilai tersebut tidak bergantung pada dapat dibengkokkannya suatu bahan, dan bukan ukuran kekuatan. Karena modulus elastik mewakili rasio tekanan elastik terhadap regangan elastik, sebanarnya semakin rendah regangan untuk tekanan tertentu, semakin besar nilai modulus. Modulus elastisitas dinyatakan dalam satuan gaya per unit daerah, umumnya giga newton/m(GN/M) atau Gigapascal ( GPa). Sifat ini secara tidak langsung berkaitan dengan sifat mekanis lainnya. Modulus elastis dapat diperhitungkan melalui perumusan berikut: E = tekanan regangan E = Modulus elastik P = gaya atau beban yang diaplikasikan A = Penampang melintang bahan di bawah tekanan 1= Pertambahan panjang = = P /A 1/1o

1o= Panjang awal Modulus Young Dinamis Modulus young dapat diukur dengan metode dinamis serta tehnik statis seperti telah dibahas diatas. Hal ini didasarkan karena alasan kecepatan suara melalui benda padat dapat di ukur dengan gelombang transduser ultrasonik longitudinal dan transversal dengan penerima yang tepat. Metode penentuan modulus young dinamis tidak begitu rumit di bandingkan dengan uji kompresi dan uji tarik konvensional. Tetapi nilai tersebut seringkali lebih tinggi dibandingkan nilai yang diperoleh dari pengukuran statis. Bila diinduksikan tekanan geser, bukan tekanan kompresi atau tarikan satu sumbu, regangan geser yang dihasilkan dapat digunakan untuk menjelaskan modulus geser suatu bahan. Fleksibilitas Untuk restorasi dan piranti kedokteran gigi, nilai yang tinggi untuk batasan elastik (batas tekanan yang dapat diterima suatu bahan dimana bila tekanan di tambahkan bahan tersebut tidak akan kembali ke bentuk semula ketika gaya di bebaskan) merupakan persyaratan penting bagi bahan-bahan pembuatnya, karena struktur diharapkan kembali ke bentuknya semula setalah tertekan. Biasanya modulus elastisitas yang cukup tinggi juga diharapkan karena hanya suatu deformasi kecil akan terjadi dibawah tekanan tertentu, seperti pada inlai. Meskipun demikian, ada keadaan yang membutuhkan regangan atau deformasi yang lebih besar pada tekanan sedang atau kecil. Sebagai contoh, pada piranti ortodonsi, sebuah pegas seringkali di bengkokkan cukup jauh dibawah pengaruh tekanan kecil. Pada keadaan tersebut, struktur di anggap fleksibel dan mempunyai sifat fleksibilatas. Fleksibilitas maksimal di definisikan sebagai regangan yang terjadi ketika bahan di tekan sampai batas kesetimbangannya.

Resilien Begitu jarak antar atom meningkat, maka energi internal juga akan meningkat. Sejauh tekanan tidak melebihi batas kesetimbangannya, energi ini di sebut resilien. Atau dapat dikatakan, resilien adalah besarnya energi yang diserap oleh suatu struktur bila ditekan sampai batas kesetimbangannya. Bila suatu restorasi gigi berubah bentuknya, bahan tersebut akan menyerap energi. Bila tekanan yang diinduksikan tidak lebih besar dibandingkan batas kesetimbangannya, dan struktur dalam mulut tidak berubah bentuk secara permanen, hanya terjadi penyerapan energi yang berhubungan dengan deformasi elastik. Bila restorasi kedokteran gigi berubah bentuk selama pengunyahan, gaya kunyah bekerja pada struktur gigi, restorasi, atau keduanya dan besarnya deformasi struktur ditentukan oleh tekanan yang diinduksikan. Rasio Poison Bila suatu gaya tarik diaplikasikan pada suatu benda, benda tersebut menjadi lebih panjang dan lebih tipis. Sebaliknya gaya kompresi dapat membuat benda lebih pendek tetapi lebih tebal. Bila suatu tekanan tarik aksial, Sz, pada arah z (sumbu panjang vertikal) dari suatu sistem koordinasi tegak lurus xyz menghasilkan suatu regangan tarik elastik, dan menyertai kontraksi elastik pada arah x dan y (x dan y), rasio dari x/z atau y/z adalah sifat teknis suatu bahan yang disebut rasio poison (n). Sifat Kekuatan Kekuatan adalah tekanan yang dapat menyebabkan fraktur atau sejumlah deformasi plastis tertentu. Bila kita menggambarkan kekuatan suatu benda atau suatu bahan, kita seringkali mengacu pada tekanan puncak yang dibutuhkan supaya terjadi fraktur. Kedua jenis sifat deformasi dapat dijelaskan melalui sifat kekuatan, tetapi kita harus menggunakan istilah kekuatan yang tepat untuk membedakan antara tekanan maksimal yang menyebabkan deformasi permanen dengan tekanan maksimal yang dibutuhkan untuk menyebabkan fraktur.

Kekuatan suatu bahan dapat dijelaskan dengan satu atau lebih sifat berikut: 1. Batas kesetimbangan, yaitu tekanan yang bila melebihi nilai tersebut tidak lagi seimbang dengan regangan. 2. Batas elastik, tekanan maksimal yang dapat ditahan suatu bahan sebelum bahan tersebut mengalami deformasi plastis. 3. Kekuatan luluh atau tahan tekanan, tekanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu regangan plastis tertentu. 4. Kekuatan tarik puncak, kekuatan geser, kekuatan kompresi dan tekanan fleksural, masing-masing adalah ukuran tekanan yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan.

2.4.4.2 Sifat Mekanik Yang Lain 1. Kekerasan Kekerasan di definisikan sebagai banyaknya energi deformasi elastik atau plastis yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan dan merupakan ukuran dari ketahanan terhadap fraktur. 2. Fraktur Kekerasan Fraktur kekerasan adalah suatu sifat mekanik yang menggambarkan ketahanan suatu bahan rapuh terhadap penyebaran goresan dibawah tekanan yang diaplikasikan. 3. Kerapuhan Kerapuhan adalah ketidakmampuan relatif dari suatu bahan untuk menahan deformasi plastik sebelum bahan tersebut menjadi patah. 4. Kelenturan dan kemampuan tempa Kelenturan menunjukkan kemampuan suatu bahan untuk menahan deformasi permanen yang cukup besar dibawah beban tarik tanpa menjadi pecah. Kemampuan tempa adalah kemampuan bahan untuk menahan deformasi permanen tanpa pecah dibawah beban kompresi, seperti pada menumbuk atau menggiling menjadi lembaran.

Ada tiga metode umum untuk mengukur kelenturan: 1. Persentase pemanjangan setelah patah 2. Penurunan daerah pada ujung regio fraktur 3. Uji tekuk dingin 5. Sifat Elektris Calvanism adalah adanya arus elektrik yang dapat dirasakan penderita.Penderita merasa ngilu atau terasa logam disebabkan karena ada logam jenis berbeda dalam mulut dan saliva berfungsi sebagai elektrolit (mengandung ion). Misalnya mahkota sementara aluminium dalam saliva memiliki potensial elektroda +1,33 volts. Mahkota emas potensial elektroda -1,36 volts .Ketika kedua restorasi bersentuhan,aliran arus listrik yang disebabkan perbedaan potensial 2,69 menyebabkan penderita merasa ngilu atau terasa logam. Korosi adalah pelarutan logam dan mulut Adanya aksi gulvanism karena ada restorasi logam jenis berbeda dalam mulut menyebabkan material logam larut dalam saliva,restorasi jadi kasar dan berlubang Carnis adalah korosi, dimana reaksi permukaan logam dalam mulut disebabkan komponen saliva atau makanan, misalnya tumpatan amalgam bereaksi dengan sulfid dan klorid dalam mulut. Amalgam yang sudah diproses sejalan dengan waktu menjadi buram dan berubah warna.

2.4.5. Sifat Biokompatibilitas Istilah biokompatibilitas didefinisikan sebagai selaras dengan kehidupan dan tidak memiliki efek toksik atau efek merugikan pada fungsi biologis. Secara umum biokompatibilitas diukur berdasarkan sitoksisitas setempat ( seperti respon pulpa dan mukosa), respon sistemik, kemampuan menimbulkan alergi dan karsinogen. Berdasarkan kriteria ini, persyaratan untuk sifat biokompatibilitas bahanbahan kedokteran gigi mencakup hal berikut: 1. Bahan tersebut tidak boleh membahayakan pulpa dan jaringan lunak. 2. Bahan tersebut tidak boleh mengandung substansi toksik yang larut dalam air yang dapat dilepaskan dan diserap ke dalam sistem sirkulasi sehingga menyebabkan respon toksik sistemik 3. Bahan tersebut harus bebas dari bahan berpotensi menimbulkan sensitifitas yang dapt menyebabkan suatu respon alergi. 4. Bahan tersebut harus tidak mempunyai potensi karsinogen.

2.4.6 Sifat Estetis Selain pertimbangan terhadap sifat-sifat yang telah di bahas sebelumnya, dalam pemilihan bahan-bahan kedokteran gigi juga penting untuk mempertimbangkan sisi estetis suatu bahan. Hal ini disebabkan karena peran dokter gigi sebagai tenaga kesehatan saat ini berubah secara perlahan seiring dengan perubahan zaman. Dokter gigi tidak hanya dituntut untuk mengobati, akan tetapi juga melayani kebutuhan klien untuk dapat tampil dengan keadaan gigi yang lebih indah. Sampai saat ini bahan kedokteran gigi estetik terus disempurnakan untuk memenuhi kriteria sewarna dengan gigi asli, kuat, tidak mudah berubah warna dan mudah dalam pemakaiannya.

2.5 Etika Pemilihan Biomaterial 2.5.1 Pertimbangan Etis Seiring meningkatnya kesadaran publik akan ketersediaan estetika dental yang baik, operator bisa ditempatkan dalam situasi dimana keuntungankeuntungan prosedur estetik harus ditekankan terhadap kerugian potensialnya dan kegagalan potensial atau berkurangnya daya tahan. Misalnya, karakteristik pemakaian sebab bahan yang diletakkan pada permukaan yang menahan beban pada gigi posterior harus dinilai secara hati-hati. Banyak prosedur estetika menggunakan teknik-teknik yang tidak menjalani percobaan klinis jangka panjang, dan para pasien harus sadar akan persoalan ini. Kegagalan untuk memberitahu pasien bisa menimbulkan dampak hokum yang merugikan. Disamping itu, Operator harus sadar akan kemungkinan kerusakan iatrogenik pada pergigian. 2.5.2 Pertimbangan Ekonomis Menurut dental profesional, need adalah penetapan kuantitas perawatan secara professional yang wajib diterima atau pemeliharaan kesehatan secara optimal pada pasien tertentu. Merasa need (ingin) adalah perasaan bahwa seseorang membutuhkan kuantitas perawatan menurut persepsi dirinya sendiri, dokter gigi ataupun dental profesional. Need dapat dibagi menjadi perceived need dan evaluated need. Perceived need diartikan sebagai kebutuhan terhadap kuantitas perawatan menurut persepsi individu. Evaluated need adalah kebutuhan terhadap kuantitas perawatan yang ditentukan melalui pemeriksaan dokter gigi. Need dalam perawatan dental dapat diukur dan ditandai dengan beberapa cara dan need dalam dental service banyak disalahartikan dengan demand untuk perawatan. Seseorang dapat menyadari need tetapi tidak memiliki demand untuk perawatan, atau seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan dental service untuk memenuhi need. Demand adalah kerelaan atau kemampuan diri untuk mencari, menggunakan dan melakukan pembayaran untuk mendapatkan pelayanan, terkadang demand dibagi lagi menjadi potencial demand. Potencial demand

diartikan sebagai keinginan pasien terhadap perawatan maloklusi dan memiliki biaya untuk memenuhi keinginan tersebut. Dengan pertimbangan ini,seorang dokter gigi harus mampu mengambil pilihan tengah yang paling bijaksana untuk menentukan jenis material yang akan diaplikasikan kepada pasien sesuai dengan kekuatan ekonominya tanpa mengabaikan tujuan uatama perawatan. 2.6 Pemilihan Bahan / Biomaterial Kedokteran Gigi URUTAN PEMILIHAN MATERIAL

Dalam memilih material kedokteran gigi, harus dipertimbangkan syaratsyarat sebagai berikut: 1. Efek Material Terhadap Lingkungan Misalnya apabila amalgam menguap, uap yang dikeluarkan adalah uap merkuri yang beracun. Contoh yang lain adalah debu alginat yang mengandung Pb (Timbal).

2. Sifat Permukaan Yang Berhadapan Antara Material Sintetis Dan Jaringan Mulut. Misalnya sifat enamel dan dentin untuk perlekatan restorasi gigi.

3. Efek Lingkungan Mulut Terhadap Material Sifat Kimia: tidak larut dalam saliva, tidak tarmis dan korosi. Sifat Mekanik: strength, rigidity, hardnes, dan abrasion resistance yang cukup.

4. Pertimbangan Estetik Efek estetik baik translusen (menyebar sinar) Warna material ditentukan pabrik pilih dengan shade guide gigi palsu, porselen, tumpatan anterior Material transluen tampak (menyerap/absorbsi sinar) lebih muda daripada opaque

5. Sifat Fisik Lain Termasuk density dan termal serta sifat-sifat fisik yang telah dijelaskan diatas.

6. Material Mudah Digunakan Dan Sesuai

Tergantung rheological dan sifat flow material yang tersedia, setelah pencampuran, selama proses pengerasan dan setelah keras.