Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS INDIVIDU STASE BEDAH

APENDISITIS AKUT PADA ANAK


Oleh :
Ega Astari
Dokter Pembimbing : dr. Barmadi Satrio, Sp.BA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN 2013

BAB 1

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
Diagnosis apendisitis akut sulit pada anak, tetapi dapat memberikan angka perforata 30-60%.

50% anak dengan apendisitis perforata diketahui oleh dokter sebelum didiagnosis.

Insidensi apendisitis pada laki-laki lebih besar 1,4 kali dari perempuan. Rasio laki-laki dan wanita sekitar 2:1.

Angka mortalitas akibat apendisitis adalah 21.000 jiwa (WHO,2002).

Sekitar 80.000 anak pernah menderita apendisitis di Amerika Serikat setiap tahun, di mana terjadi 4 per 1000 anak di bawah 14 tahun.

Kejadian apendisitis meningkat dengan bertambahnya umur, memuncak pada remaja, dan jarang terjadi pada anak kurang dari 1 tahun (Hartman, 2000).

Berikut ini dilaporkan kasus apendisitis akut pada An. N yang berusia 6 tahun yang datang ke IGD RSML pada tanggal 3 Februari 2013 pukul 9 malam.

BAB 2

LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama : An. Nazilla Nazwa Usia : 6 tahun Berat Badan : 24 kg Alamat : Batu Kidul RT 1 RW 4 Sumberrejo Sarirejo Lamongan Pendidikan : Sekolah Dasar Nama Ibu : Ny. Tuniah

Nama Bapak : Tn. Sudirman Pekerjaan Bapak : Petani Tanggal MRS : 3 Februari 2013 Tanggal KRS : 7 Februari 2013 No. ID : 639869 No. RM : 19.58.83

SUBJECTIVE
Nyeri perut kanan bawah

Nyeri perut kanan bawah sejak 3 hr SMRS, awalnya langsung nyeri perut kanan bawah. Nyeri seperti ditekan-tekan dan terus-menerus nyerinya. Nyeri bertambah ketika pasien menggerakkan badan Nyeri tidak berpindah ke tempat lain dan tdk dr tempat lain Badan panas sumer2 sejak 3 hr SMRS (<37,5C) Tidak mual, tidak muntah Nafsu makan dan minum pasien menurun sejak 2 hari SMRS. BAK dan BAB dalam batas normal, tidak diare maupun konstipasi

OBJECTIVE
Vital Sign Keadaan Umum : lemah Tekanan Darah : 106/70 mmHg Nadi : 80x/ment, isi cukup, kuat angkat, dan reguler Suhu : 37C Respiratory Rate : 24x/menit, spontan Status Generalis Head to Toe Examinations

Kepala : mesocephal,kelainan(-). Mata : konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), reflek kornea kesan normal, reflek cahaya normal, lensa jernih, pupil bulat isokor diameter 3mm/3mm. Telinga : sekret (-), kelainan (-) Hidung : deviasi septum (-), pernapasan cuping hidung (-), sekret (-). Mulut : sianosis (-), mukosa mulut basah, tonsil T1-T4 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis.

Leher : pembesaran kelenjar getah bening (-), deviasi trakea (-). Toraks : bentuk simetris, ruang interkostal tidak melebar, tidak adanya retraksi. Jantung : denyut jantung 80x/menit, teratur, bunyi jantung I dan II normal, tidak terdengar adanya bising. Paru paru : suara pernapasan bronkovesikuler, tidak ditemukan adanya ronki maupun wheezing.

Genitalia : perempuan, tidak dijumpai adanya kelainan, Ekstremitas : akral hangatkering-merah, Capillary Refill Time 2, kekuatan otot normal, refleks fisiologis normal, refleks patologis tidak ada, tidak dijumpai adanya edema.

STATUS LOKALIS Abdomen : I : bentuk datar, tanda2 radang - , massa A : BU + normal P : lunak, nyeri tekan di titik McBurney, Rovsing Test positif, Blumberg Test negatif. P : timpani/timpani

ASSESSMENT

Suspect Appendicitis Acute dd ISK

PLANNING

DIAGNOSA : Darah Lengkap, Ultrasonografi, Urine Lengkap

Terapi : 1. Infus KAEN 3B 1500cc/24jam 2. Injeksi Cefotaksim 3x1 g intravena 3. Konsultasi Spesialis Bedah untuk pro apendektomi

Tanggal 4/2/13

SUBJECTIVE Post apendektomi

OBJECTIVE -

ASSESSMENT Post apendektomi

PLANNING Tx : -Infus D5 NS 1000cc/24 jam - injeksi cefotaksim 3x300mg i.v - injeksi metronidazole 3x150mg - jika BU + boleh mss Dx : Tx : -Infus D5 NS 1000cc/24 jam - injeksi cefotaksim 3x300mg i.v - injeksi metronidazole 3x150mg - drip cernevit 1x1 - mobilisasi

5/2/13

Nyeri pada luka+ Belum bs kentut Mual-, muntah-

Abd : flat, supel, BU+N, nyeri tekanJahitan sudah kering.

Post apendektomi H-1

Tanggal 6/2/13

SUBJECTIVE Keluhan Kentut + BAB -

OBJECTIVE Abd : flat, supel, BU+N, nyeri tekanJahitan sudah kering.

ASSESSMENT Post apendektomi H-2

PLANNING Tx : -Aff DK -Diet bubur halus -Rawat luka -Infus D5 NS 1000cc/24 jam - injeksi cefotaksim 3x300mg i.v - injeksi metronidazole 3x150mg - drip cernevit 1x1 -Mobilisasi duduk jalan - Rencana KRS

BAB 3

TINJAUAN PUSTAKA

APPENDISITIS AKUT

ANATOMI
Bentuk tabung, panjang 3-15 cm, berpangkal di sekum Lumen bagian proksimal sempit dan melebar di bagian distal Pertemuan 3 taenia coli Letak bervariasi Persarafan: Parasimpatis : N.vagus Simpatis : N. thoracalis X Vaskularisasi: A. Appendicularis Terdapat jaringan limfoid

Inflamasi akut dari apendiks vermivormis yg umumnya disebabkan oleh sumbatan.

Faktor sumbatan (obstruksi) Faktor Bakteri Kecenderungan familiar Faktor ras dan diet

ETIOLOGI
60%

Hiperplasia kelenjar getah bening 35% Fekalit feses yang menjadi keras 4% Benda asing 1% Striktur lumen oleh karsinoma

PATOFISIOLOGI
Obstruksi pd apendiks

1. 2. 3. 4. 5.

Hiperplasia jar. Limfe Fekalit Neoplasma Cacing ascaris Corpus alienum

Pe sekresi normal dr apendiks yg distensi Bendungan dr akumulasi sekret apendiks

Elastisitas din. apendiks terbatas


Pe tekanan intralumen Apendiks hipoksia Hambat al. limfe Ulserasi mukosa & invasi bakteri Apendisitis Akut Fokal Pertumbuha n kuman me Reaksi inflamasi Edema Apendiks Apendiks iskemik

Sekresi mukus >>> Tekanan terus me Obstruksi vena, edema>>, bakteri menembus dinding Peradangan meluas pd peritoneum setempat Nyeri perut kanan bawah

Arteri terganggu

Infark din. Apendiks diikuti gangren Apendisitis gangrenosa Perforas i

Peritonitis

Omentum&usus menyelimuti apendiks Infiltrat apendikularis

Apendisitis supuratif akut

Pada anak-anak, karena omentum lebih pendek dan apendiks lebih panjang, dinding apendiks lebih tipis. Keadaan tersebut ditambah dengan daya tahan tubuh yang masih kurang memudahkan terjadinya perforasi. Sedangkan pada orang tua perforasi mudah terjadi karena telah ada gangguan pembuluh darah.

GEJALA KLINIS

Nyeri Abdominal

Nausea & Vomit

Anoreksia

Obstipasi & Diare

Fever

PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi Palpasi

Kembung bila sudah perforasi Penonjolan perut kanan bawah bila ada massa/abses apendikular
Nyeri tekan dan nyeri lepas di titik McBurney Defans muskular lokal Nyeri pinggang (retroperitoneal) Rovsing sign +, blumberg test +, rebound phenomen, psoas & obturator sign, nyeri kanan bawah jika nafas dalam, berjalan, batuk, mengedan

Auskultasi

Bunyi peristaltik usus normal

PSOAS SIGN

The psoas sign. Pain on passive extensi on of the right thigh. Patient lies on left side. Examiner extends patient's right thigh while applying counter resistance to the right hip (asterisk).

Anatomic basis for the psoas sign: inflamed appendix is in a retroperitoneal location in contact with the psoas muscle, which is stretched by this maneuver.

OBTURATOR SIGN

The obturator sign. Pain on passive internal rotation of the flexed thigh. Examiner moves lower leg laterally while applying resistance to the lateral side of the knee (asterisk) resulting in internal rotation of the femur.

Anatomic basis for the obturator sign: inflamed appendix in the pelvis is in contact with the obturator internus muscle, which is stretched by this maneuver.

SKOR ALVARADO
Gejala dan Tanda Jumlah Skor

Nyeri berpindah
Anoreksia Mual - muntah Nyeri fossa iliaka kanan Nyeri lepas Peningkatan suhu > 37,3C Jumlah leukosit > 10x103/L

1 2 1 2

Jumlah neutrofil > 75%


TOTAL SKOR

Keterangan Alavarado score : Dinyatakan appendicitis akut bila > 7 point Modified Alvarado score (Kalan et al) tanpa observasi of Hematogram: 1 4 dipertimbangkan appendicitis akut 5 6 possible appendicitis tidak perlu operasi 7 9 appendicitis akut perlu pembedahan Penanganan berdasarkan skor Alvarado : 1 4 : observasi 5 6 : antibiotik 7 10 : operasi dini

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan lab : Darah Lengkap, Urine Lengkap 2. Abdominal X-Ray 3. USG 4. Barium Enema 5. CT-Scan 6. Laparoskopi

PENTALAKSANAAN

Rehidrasi dan koreksi cairan dan elektrolit Antibiotik spektrum luas Apendektomi

APPENDEKTOMI

HASIL OPERASI APENDEKTOMI pada Tgl 4 Februari 2013


Apendisitis Jaringan omentum + mass

KOMPLIKASI

Perforasi abses lokal dan peritonitis generalisata

PROGNOSIS

Dengan diagnosis yang akurat serta pembedahan tingkat mortalitas dan morbiditas penyakit ini sangat kecil.

KESIMPULAN
Apendisitis akut merupakan keadaan yang sering terjadi dan membutuhkan operasi kegawatan perut pada anak Penegakan diagnosis dari apendisitis ini berdasarkan gambaran klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, juga dibuat skor alvarado. Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat adalah apendektomi dan merupakan satusatunya pilihan yang terbaik.

HASIL LABORATURIUM

Diffcount Hematokrit Hemoglobin mg/dl LED Lekosit Trombosit HbsAg

1/0/63/29/7 36,0 % 11,9 98/102 12500 533000 Negatif

SGOT SGPT Kalium serum Natrium serum GDA BT CT

16 U/L 13 U/L 3,8 m mol/l 137 m mol/l 108 20 70