Anda di halaman 1dari 7

SUKSES OSCE BLOK 6 Cuci tangan Memakai baju Menyiapkan alat-alat

Persiapan Awal Siapkan, masker dan penutup kepala Memakai masker dan penutup kepala

Prosedur cuci tangan bedah Cuci tangan pendahuluan Lepas segala asesoris yang melekat di tanagan, gulung lengan baju 2 inci diatas siku. Cuci kedua tangan tanpa mengguanakan sabun. Gosok dimulai dari tangan kanan kemudian ke tangan kiri. Posisi pangkal lengan dan siku selalu lebih atas daripda / sejajar pergelangan tangan Cuci tangan bedah Tangan dibagi menjadi 4 zona Zona 1 Bagian punggung dan telapak tanagan kanan Zona 2 Bagian punggung dan telapak tanagan kiri. Zona 3 Bagian lengan atas tangan kiri Zona 4 Bagian lengan atas tangan Kanan. Sikat dibagi menjadi 2 sisi,(sisi A=sisi lebut) dan (sisi B=sisi kasar) Gosok tangan (cuci tangan sebagaimana mestinya) dengan mengguanakan sabun antimicrobial pada ke empat zona secara berurutan: Zona 1 Bagian punggung dan telapak tanagan kanan Zona 2 Bagian punggung dan telapak tanagan kiri. Zona 3 Bagian lengan atas tangan kiri Zona 4 Bagian lengan atas tangan Kanan. Cuci tangan dengan air yang mengalir, dimulai dengan tangan kanan kemudian tangan kiri. Ambil sikat. Pegang sikat dengan tangan kiri, bagian sikat kasar gosokan pada telapak tangan zona 1. Masih di zona 1, gunakan sisi halus B untuk menggosok punggung zona 1 + sela2 jari

Pegang sikat dengan tangan kanan masih menggunakan sisi B halus, gosok telapak dan punggung + sela2 jari zona 2. Dan zona 3. Pegang sikat dengan tangan kiri, masih tetap menggunakan sisi B halus gosoklah zona 4. Cuci tangan dengan bersih. Tutup keran menggunakan siku. Keringkan tangan dengan lap. Jangan mengguanakan sisi yang sama. Buang handuk ke tempat sampah. Pemakaian dan Pelepasan Baju Bedah Pemakaian Baju Operasi. Ambilah jubah operasi diawali dengan mengambil bagian dalamnya. perinsipnya, bagian dalam dari jubah operasi tidaklah steril, bagian luar harus steril Minta bantuan circulating nurse untuk mengikatkan tali baju operasi Tangan operator tidak boleh keluar dari jubah operasi. Pakailah sarung tangan dengan menggunakan teknik tertutup, yaitu tangan operator masih di dalam lengan baju operasi. Atau dengan teknik terbuka sesuai perinsip steril. Pelepasan Jubah Operasi Melepas ikatan jubah dengan bantuan circulating nurse Melepas jubah opeasi dengan menarik bagian depannya, dan melipatnya dengan hati-hati. Melepaskan sarung tangan dengan perinsip steril Buanglah sarung tangan pada tempat sampah. Prosedur Pelaksanaan Skin Prick Test Alat dan Bahan Alergen yang akan diujikan Jarum /alat penusuk\ Jarum morrow brown Lancet Timer, kapas alcohol

Tisue, alat pengukur Emergency kit (spuit injeksi, adrenalin, dexamethason, Infus set, RL, oksigen, ambu bag). Persiapan Cuci tangan Lokasi SPT () Bagian Volar Lengan Bawah Pemeriksaan ada tidaknya kontraindikasi untuk dilakukan SPT. Desinfeksi Pelaksanaan SPT Pemberian Nomor sesuai jumlah allergen yang akan diujikan. Penetesan Alergen Saat menggunakan jarum morrow brown,allergen diteteskan pada bagian volar lengan bawah sesuai urutan dengan mengguanakan bagian tumpul dari jarum, kemudian diusuk dengan bagian runcing dengan arah tegak lurus.satu jarum untuk sat jenis allergen. Mengunakan Lanset. Penusukan Sisa allergen dikeringkan dengan kertas tissue, tissue tidak boleh digeser agar tidak terkontaminasi Pembacaan Hasil Dilakukan setelah 15 menit. Pembacaan bisa melakukan penggaris Pendokumentasian dengan mengguanakan record tape. IMUNISASI, UJI TUBERKULIN imunisasi dan injeksi tujuan pemberian injeksi : (kelabihan dan kekurangan) kelebihan mempermudah pemberian obat alternative lain dalam pemberian obat (jika oral tidak bias)/ kejang dll efek obat lebih cepat mencegah/ prevention lebih dini (imunisasi)

membentuk antibody

kekurangan alergi terhadap injeksi sterilisasi salah dosis

menyebutkan alat: jarum suntik / spuit kapas alcohol (selain untuk BCG dan intradermal) air hangat untuk BCG ampul/ vial untuk tempat obat sarung tangan

menentukan tempat penyuntikan (injeksi) BCG di lengan kanan cacr di lengan kiri intravena : V cepalica, V Basilica, V Mediana Cubiti, sub kutan : deltoideus kea rah lateral intra muscular : deltoidus, gluteus dorsal ventral, vasus lateralis intradermal : tidak berambut, hipopigmentasi, lengan bawah dan punggung.

melakukan asepsis spiral, sekali oles

melakukan penyuntikan intadermal : sudut 15 subkutan : dicubit dengan sudut 45, jarum sampai pol, efek sistemik, lebih lambat daripada Intra muscular, untuk susuk KB, intra muscular : di ventro gluteal, dorsagluteral, vastus lateralis, intra vena : V Cepalica, V basuilica, segera, sistemik, emergensi

penjadwalan imunisasi : PPI .: BCG awal lahir sampai bulan ke 2 hep B awal lahir, 1 bulan, (3-6 bulan) polio keluar dari RS, 2 bulan,, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, 5 tahun DPT 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, 5 thun. campak 9 bulan, 6 tahun

non PPI.: Hib 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, (15-18 bulan) MMR 15 bulan, 6 tahun typoid setahun sekali tiap 3 tahun Hep a 2 kali interval 6-12 bulan

BCG (bacile calmet Guerin) mycobacterium bovis yang dilemahkan untuk tuberculosis awal lahir sd bulan ke2 diimunissi tes dengan ui mantouks intradermal tanpa asepsis 0,10 ml untuk anak dan 0,05 untuk bayi KIPI : ulkus lokal bila dosis berlebih, jaringa parut bila terlalu dalam kontra indikasi ; anak gisi buruk, demam tinggi, infeksi kulit luas,imunokompromise cara suntik : 15( intradermal), deltoid kanan

DPT (diphteri Pertusis Tetanus) dipteri (kuman Corienbacterium Diphteriae), pertusis ( bacteri Bordetella Pertusis), Tetanus ( clostridium tetanii) intramuscular bulan ke 2,4,6,18 dan tahun ke 5 (DT, TT) KIPI : reaksi lokal kemerahan, gelish , menangis, ada reaksi anafilaktik kontra indikasi : riwayat anafilaksi, enchelopati cara suntik : intra muscular sudut 45-60 otot vastus lateral

Campak melalui saluran pernapasan, getah bening 0,5 ml vaksin hidup subkutan dan intra muscular kontra indikasi : demam tinggi, hamil, gisi buruk, imunocompromise KIPI : demam, kemerhan, gangguan fungsi saraf, enchepalitis

HEp B virus HEp B menular lewat kontak parental, seksual awal lahir, 1 bulan, (3-6 bulan) pemberian 0,5 ml pada bayi 12 jam setelah lahir secara intramuscular dalam di anterol;ateral pada bayi, dan di deltoid untuk dewasa KIPI : menimbulkan demam tidak ada kontraindikasi

POLIO group retrovirus menyebar lewat jalur orofecal, dan oraloral virus polio intra muscular KIPI : pusing diare Kontra indikasi : demam IPV ( inactive poliomyelitis vaccine) berisi vaksin polio in aktif (dosis 0,5 subkutan, 3 kali berturut turut selam 3 bulan, memberikan imunitas humoral dan selular OPV ( oral poliomyelitis vaksin) berisi polio hidup tapi sudah dilemahkandengan dosis 2 ttes memacu imunitas pada epithelium usus

TUBERKULIN mikrobakterium : imunitas seluler dapat diibuktikan dengan tuberculin, dan imunitas humoral dapat dibuktikan dengan serologi untuk mengetahui imunitas dibktikan tuberculin. 5 unit sama dengan. Maantouk tes adalah metode uji tuberculin dengan injeksi 1/3 lengan bawah menggunakan asepsis air dan detergen kemudian liat indurasi pada kulit setelah 4- 48 jam indurasi < 5mm adalah negative indurasi 5-9 mm adalah suspect diulang indurasi 10 adalah saat BCG danTBC dari panwaslu tujuan tes mantouks : untuk mengetahui seseorang terinfeksi tubercolosis bovis alat yang digunakan : spuit jarum no 26 10 ml menentukan tempat pemeriksaan : 1/3 lengan bawah ventral (intradermal) aksi sepsis : detergen dan water, 1 kali oles pemilihan spuit atau jarum : ( spuit jarum no 26,10 ml injeksi tuberculin : 15 intradermal indurasi

indurasi C5 indurasi 5- 9 suspect ulang indurasi >12 +BCG/ TBC ANTIBIOTIK membuat skin prict tes dulu skin tes 100% keakuratan untuk mengidentifikasi penisilin sebelum skin pritsh test tidak bolleh menggunakan anti histamine sebelum 48 jam dan tidak boleh meminum anti biotic selam a2 minggu kontra indikasi : steven Johnson syndrome, dermatitis

prosedur di bagian lenganbawah / punggung, dan bersihkan dengan alcohol, tunggu sampai kering, gambar denga bolpoint, teteskan ke kulit dengan jarak 3,5 cm, control positif n control negative, tetesin tusuk, larutan sisa diserap pake tissue tanpa diusar usarkan, muncul eritem dan undulasi, diukur setelah 20 menit, ,4mm negative, .4mm adalah positif. tujuan : sensitive atau tidak terhadap anti biotic alergi atau tidak terhadap antibiotic persiapan lanset, alcohol, kapas , reagen indikasi tidak boleh menggunakan anti histamine sebelum 48 jam tidak boleh meminum anti body 2 minggu sebelu test kontraindikasi : steven Johnson syndrome, dermatitis control negative (Nacl 0,9%), control positive (histamine fosfat) 0,1%

SKIN PRICK TEST tujuan : mengetahui adanya sensitisasi terhadap alaergen tersebut indikasi : asma, rhinitis, konjungtivitis alergi, dermatitis, urtikaria. kontra indikasi : asma, pasien minum obat anti histmain dan steroid alat dan bahan : ekstrak laergen, jarum , spuit G-26x0,5 kapas tempat pnyuntikan di volar lengna bawah aseptic : seoles / dioles mulai menusk lergen pembacaan, : dibuletin, kaca pembesar, penggaris, didokumentasikan. menginterpretensikan

negative tidak ada reaksi positive indurasi 1-2 mm ++ indurasi 3-5m +++indurasi 6-9 mm ++++ indurasi >9