Anda di halaman 1dari 26

MEMFASILITASI GURU AGAR SUKSES SERTIFIKASI

Oleh: Djoko Saryono Kontak: 08123380461 Email: saryonodjoko@yahoo.co.id dsar@plasa.com Blog: www.untukdewasa.blog.com

Dewan Pendidikan/ Komite Sekolah


Advisor (advisry agency) Pengendali (controlling agency) Pendukung (supporting agency) Mediator (mediating agency)

Prioritas Sasaran DP/KS


(good) school governance pendidikan terjangkau pencapain mutu sekolah

Instrumen Pencapaian Mutu


akreditasi sekolah evaluasi dan asesmen sertifikasi guru

SERTIFIKASI GURU
UNTUK (TUJUAN) APA?

Peningkatan kompetensi guru Peningkatan kesejahteraan guru

DENGAN APA SERTIFIKASI GURU

DILAKSANAKAN?
UJI KOMPETENSI GURU
Berbentuk Penilaian Portofolio. Berbentuk Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru.

Prosedur Sertifikasi Guru Dalam-Jabatan


Lulus

SERTIFIKAT PENDIDIK

GURU DALAM JABATAN S1/D4

PENILAIAN PORTOFOLIO

Tidak Lulus

KEGIATAN MELENGKAPI PORTOFOLIO

DIKLAT PROFESI GURU


PELAKSANAAN DIKLAT

UJIAN

Lulus

Tidak Lulus Lulus

DINAS PENDIDIKAN

KAB/KOTA

Tidak Lulus

UJIAN ULANG (2X)

PENGELOMPOKAN KOMPONEN PORTOFOLIO DAN KETENTUANNYA A.Unsur Kualifikasi dan Tugas Pokok ( minimal 300 dan semua sub unsur tidak boleh kosong ) 1. 2. 3. Kualifikasi akademik Pengalaman mengajar Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Jumlah 525 160 160 845

B. Unsur Pengembangan Profesi (minimal 200 dan Guru yang ditugaskan pada daerah khusus minimuml 150) Pendidikan dan pelatihan Penilaian dari atasan dan pengawas Prestasi akademik Karya pengembangan profesi 200 50 160 85 495

1. 2. 3. 4.

Jumlah C. Unsur Pendukung Profesi (tidak boleh nol dan maksimal 100) 1. 2. 3. Keikutsertaan dalam forum ilmiah Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan Jumlah BATAS LULUS: 850 (57% dari perkiraan skor maksimum)

62 48 50 160

HASIL PENILAIAN 2006 DAN 2007

Jawa Timur Rata-rata Lulus

: 60%

GAMBAR KONDISI GURU PESERTA SERTIFIKASI

Mengapa Banyak Guru Tidak Lolos Penilaian Portofolio (Tak Lulus Sertifikasi)?

SKOR PORTOFOLIO TAK BISA MELAMPAUI AMBANG BATAS MINIMAL 850

Mengapa Skor Portofolio Tak Sampai 850?

Mengapa Skor Tak Sampai 850?

Dokumen Portofolio Kurang Mencukupi

Dokumen Portofolio Tidak Sah dan Sahih

Dokumen Portofolio Kurang Mencukupi


SEBAB-SEBAB DOKUMEN KURANG MENCUKUPI

Jumlah Dokumen Sedikit (Sekali)

Persebaran Dokumen Tidak Merata

Dokumen Salah Tempat

Dokumen Portofolio Kurang Mencukupi


Dokumen Sedikit Sekali = Jumlah dokumen yang diikutkan dalam portofolio tidak banyak atau kurang dari kebutuhan. Dokumen Tidak Merata = Persebaran dokumen ke dalam unsur/komponen portofolio tidak merata sehingga unsur/komponen tertentu kurang dari ketentuan skor minimal (misalya, komponen 3 kosong). Dokumen Salah Tempat = Penempatan dokumen yang diikutkan dalam portofolio dimasukkan ke dalam unsur yang salah (misalnya, piagram seminar dimasukkan ke dalam unsur Penghargaan.

BENTUK DOKUMEN TAK SAH DAN TAK SAHIH

Dokumen Tidak Ditandatangani Oleh Atasan

Dokumen Tak Logis, Jiplakan, Palsu, Dan Aneh

Identitas Peserta Tidak Cocok Dengan Dokumen Portofolio

BEBERAPA CONTOH KASUS


1. Kasus ijazah S1 dan S2 yang dikeluarkan oleh PTS yang belum resmi ditemukan dalam portofolio guru (misalnya, usulan pendirian tahun 2006, tetapi tahun 2007 telah meluluskan S1 dan S2). Ijazah yang dimaksud diterbitkan oleh STKIP Mandiri Malang (dan juga Universitas Tritunggal Sby?). 2. Dalam portofolio guru, banyak ditemukan piagam atau sertifikat yang terindikasi jiplakan atau piagam palsu. 3. Banyak karya pengembangan profesi (Laporan PTK, Modul) terindikasi merupakan jiplakan dari karya penelitian atau skripsi atau tulisan orang lain yang disalin dan diganti namanya. 4. Banyak guru tidak konsisten dengan pilihan bidang yang tertera pada nomor peserta, misalnya, guru yang mendaftar untuk kelompok Bidang Studi Geografi, tetapi data dukungnya (RPP) adalah Bimbingan Konseling.

Ada guru yang menjabat sebagai kepala sekolah mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan dengan mengumpulkan data dukung portofolio yang dilegalisasi sendiri. Ada guru GTT di sekolah negeri dengan masa kerja yang relatif masih sedikit diikutsertakan dalam sertifikasi guru tahap II (2007) dengan menggunakan jatah alokasi guru non-PNS (swasta). Kuota guru non-PNS tidak digunakan secara maksimal oleh Diknas kota/kabupaten dalam pengikutsertaan para guru sekolah swasta dalam sertifikasi guru sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Banyak surat keterangan yang dibuat oleh kepala sekolah meragukan keobjektifannya. Banyak guru yang salah menempatkan data dukung untuk komponen tertentu dalam portofolio. Misalnya: data dukung untuk komponen forum ilmiah ditempatkan pada data dukung untuk komponen pelatihan.

BEBERAPA CONTOH KASUS:

Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru


Diikuti oleh guru-guru yang tak lolos (lulus) penilaian portofolio. Dilaksanakan selama 90 jam @ 50 menit (memerlukan 9 hari). Kegiatan meliputi sajian materi teori, praktik oleh peserta, ujian materi teoretis, dan tugas.

BEBERAPA TEMUAN/KASUS:
Tidak semua guru yang tak lulus penilaian portofolio hadir dalam diklat. Tidak semua guru yang hadir dalam diklat berada dalam kondisi kesehatan (lahir dan batin) yang baik. Tidak semua guru yang menjadi peserta diklat memiliki daya tahan fisik dan mental yang baik untuk mengikuti seluruh rangkaian diklat. Tidak semua guru peserta diklat memiliki kesiapan pengetahuan yang baik untuk mengerjakan ujian-ujian dan tugas-tugas.

Apa yang Bisa Dipetik dari Pelaksanaan Sertifikasi (Portofolio dan Diklat)? (1)
Penilaian portofolio dalam format yang sekarang ini memiliki banyak kelemahan karena tidak dapat mengukur dan menjaring indikator kompetensi dan profesionalitas guru. Program sertifikasi guru melalui proses penilaian portofolio banyak merugikan negara baik dari segi materiil maupun moril. Kerugian secara materiil berupa peningkatan pengeluaran belanja negara dan peningkatan beban finansial para guru, sedangkan kerugian secara moril adalah menjatuhkan wibawa dan martabat guru karena sebagian besar guru dapat berlaku tidak jujur, yakni menjahitkan, mengopi, dan memanipulasi karya atau piagam yang bukan haknya.

Apa yang Bisa Dipetik dari Pelaksanaan Sertifikasi (Portofolio dan Diklat)? (2)
Sertifikasi guru model penilaian portofolio menguntungkan para pialang yang tidak bertanggung jawab yang hanya berpikir untuk kepentingannya sendiri dan mengabaikan etika akademik dan profesi. Program sertifikasi guru dalam jabatan yang tengah diselenggarakan saat ini lebih banyak berdampak negatif terhadap dunia pendidikan daripada dampak positifnya. Diklat Profesi Guru menyerap banyak biaya dan menyita tugas-tugas pembelajaran guru. Diklat Profesi Guru memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada guru secara signifikan (berarti).

Perbaikan Sertifikasi?
Diperlukan format (model) baru sertifikasi yang lebih valid, visible, aplicable, valuable. Penilaian kompetensi dan kinerja yang mencerminkan profesionalitas guru dapat dilaksanakan secara langsung di kelas atau sekolah. Penilaian profesionalitas guru dapat dilaksanakan setelah memperoleh diklat atau lokakarya yang diakhiri dengan uji kompetensi guru.

Jika sertifikasi guru tetap menggunakan format dan mekanisme seperti sekarang, bagaimana kiat kita memfasilitasi guru agar sukses menempuh sertifikasi?

Apa Prinsip dan Program Fasilitasi?

Apa Prinsip Fasilitasi Guru agar Sukses Menempuh Sertifikasi? (1)


Pilihlah guru yang memang memenuhi persyaratan baik fisikal, mental, dan intelektual. Berilah pembekalan dan pendampingan penyusunan portofolio atau diklat profesi guru. Periksalah kelengkapan dan kebenaran dokumen portofolio guru secara cermat dan tepat.

Apa Prinsip Fasilitasi Guru agar Sukses Menempuh Sertifikasi? (2)


Jangan perbolehkan guru memalsu, menjiplak, memanipulasi, dan menjahitkan dokumendokumen portofolio. Berilah guru peluang-peluang mengikuti berbagai aktivitas yang memperkaya pengalaman sekaligus membanyak dokumen-dokumen portofolio. Kembangkan program peningkatan mutu phaendidikan sesuai kebutuhan guru menempuh sertifikasi. Benahilah manajemen sekolah khususnya kegiatan dan persuratan sehingga keterlibatan guru terdokumentasi dan teradministrasi dengan baik.