Anda di halaman 1dari 13

TOTAL QUALITY MANAGEMENT

1. Perubahan berawal dari suatu ide. Idea adalah suatu kekuatan mental bukan kekuatan fisik. 2. TQM terdiri dari tiga ide pokok: Total, Quality dan Management. Yang kemudian diikuti oleh idea-idea lain: a. Tujuan, harapan dan kepuasan pelanggan; b. Kebersamaan, trust dan peningkatan yang berlangsung secara terus menerus; c. Sistem Teori, Reengineering, dan flowchart; d. Berfokus ke masa depan dan perubahan besar; e. Keterlibatan secara total, kerjasama, pemberdayaan dan organisasi horizontal; f. Sasaran, target, kreatif dan innovatif.

totalqualitymanagement

1.

Ide Total berkaitan peningkatan yang mencakup semua aspek sekolah. Termasuk antara lain: kualitas leadership, perencanaan, peningkatan kualitas SDM, kualitas proses dan hasil, dan kepuasan konsumen.

Ide Kualitas tidak dapat dilepaskan dari kompetisi. Kualitas arus dapat diukur ecara jelas. Pengukuran harus mencerminkan: a)dapat DIPERCAYA, b)berdampak terhadap MUTU sekolah, c)dapat DIAMATI, dan, d)melibatkan TANGGUNGJAWAB.
2.

totalqualitymanagement

Tujuan mendasar pendidikan adalah mengembangkan rasa gembira dalam belajar sehingga akan menciptakan life long education. Pembaharuan pendidikan selama ini hanya mengobati gejala bukan penyakit sesunggunya. Penyakit yang sesungguhnya adalah pada sistem pendidikan itu pembelajaran itu sendiri, yang tidak mungkin diobati secara tambal sulam. Pendekatan integrated dalam pengobatan penyakit pendidikan mutlak diperlukan. Kebijakan perlu diarahkan untuk memperbaiki organisasi pembelajaran. Quality of Learning Pola pembelajaran- authentic learning: menguasai materi dan memahami kondisi siswa.

totalqualitymanagement

Kambing hitam kegagalan pendidikan: 1. Input siswa: rendah mutunya, malas, motivasi rendah, dll. 2. Orang tua: brokenhome, sosial ekonomi rendah, tidak memperhatkkan anak 3. Guru: tidak menguasai bidang studi, banyak kerja sambilan, 4. Kurikulum terlalu padat dan waktu kurang. 5. Dan lain-lain.

totalqualitymanagement

Prinsip 1 Suasana secara keseluruhan harus diubah untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ditandai oleh adaya siswa yang memiliki keinginan kuat untuk belajar dan bertanggung jawab atas apa yang dipelajari. Perbaikan hanya bagian-bagian dari sistem tidak pernah berhasil meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, setiap perbaikan harus didasari pemahaman yang utuh dari apa yang ingin diperbaiki. Dalam hal ini, perbaikan kualitas sekolah harus melibatkan pemahaman berbagai problem yang berkaitan dengan kualitas learning tidak melaksanakan perbaikan dengan mengisolasi problem.

totalqualitymanagement

Prinsip 2 Dari pemaksanaan ke kebersamaan kerjasama (Cooperative learning). Sekolah harus menjadi learning organization. Untuk itu sekolah harus mengubah dari semula memfokuskan pada siswa mengerjakan sesuatu menjadi siswa mengerjakan dengan. Prinsip 3 Bergerak menuju sistem. Konsep Sistem-Berfikir holistik: Keutuh-an bukan sekumpulan bagianbagian atau serpihan-serpihan (the whole is more rather than and different from the sum of it parts). Sekolah bukan sistem mekanik, melainkan sistem organik (living system).

3.

totalqualitymanagement

Integrated approach. Siswa tidak memahami proses, yang diinginkan adalah segera mendapatkan hasil (Siapa menanam mengetam, buka anggur 100 tahun lagi, ) dengan segala cara (mentalitas jalan pintas). Guru juga hanya menikmati mengajar ilmu-nya, tidak lagi memahami bahwa ilmu yang diajarkan adalah dalam rangka mengebangkan siswa seutuhnya (guru lupa hiden curriculum).
4. 5.

Ide Management menyangkut tiga proses management: a. Kualitas perencanaan; b. Kualitas kontrol; c. Kualitas peningkatan

totalqualitymanagement

10.

Muncul: Assessment Plan Do Check & Reflection Re-Plan.


9.

Idea Stakeholders: Kepala sekolah, guru, staf administrasi, orang tua siswa, siswa, yayasana, penerbit, masyarakat, dunia usaha. Identifikasi konsumer, kebutuhan, harapan dan akuntabilitas 1. siswa 2. guru 3. orang tua 4. pembayar pajak 5. masyarakat

totalqualitymanagement

Keyakinan bersama guru, kepala sekolah, pegawai administrasi, siswa, orang tua siswa: 1. Hubungan tali persaudaraan adalah fondasi dari segala upaya peningkatan mutu. 2. Semua element sekolah dapat disempurnakan. 3. Menghilangkan problem secara otomatis akan meningkatkan mutu. 4. Seseorang yang melakukan tugas adalah orang yang paling tahu tentang tugas itu. 5. Semua warga ingin terlibat dan akan melaksankan tugas sebaik-baiknya. 6. Masing-masing warga ingin memberikan kontribusi yang berharga. 7. Segala sesuatu akan lebih berhasil apabila dilaksanakan dengan bekerjasam dibandingkan dengan kerja individu. 8. Proses pemecahan masalah lebih baik diujudkan kedalam flowchart atau
totalqualitymanagement 9

grafik statistik, sehingga dapat diketahui dimana dan seberapa jauh telah dijalani dan berapa lama lagi tujuan akan dicapai. 9. Hubungan saling menggurui akan menjadi counterproductive dan sudah usang 10. Setiap organisasi memilik gems yang belum terungkap dan menunggu untuk dikembangkan. 11. Penyingkiran hambatan untuk mengembangkan kebanggan kerja dan penghalang munculnya kesenangan belajar adalah merupakan indikasi mendekati puncak ketercapaian tujuan. 12. Berlatih sambil bekerja, belajar, dan eksperimen adalah merupakan prioritas dalam proses peningkatan mutu yang berkesinambungan

totalqualitymanagement

10

TQM mendasarkan pada nilai yakni interaksi didasarkan pada percaya dan trust satu sama lain. Muncul ide: semua komponen memiliki kedudukan yang sejajar, masing-masing sebagai enterpreneur, pekerja memiliki otonomi lebih besar Teori Y: Hampir semua warga sekolah, khususnya Guru dan staf administrasi menginginkan tanggung jawab, menginginkan kerjasama dengan yang lain, dan juga menginginkan melaksanakan tindakan inistiaf dan kreatif. Teori X: Komponen sekolah khususnya guru dan staf adalah orang-orang yang pada dasarnya pemalas, tidak bertanggung jawab, bodoh, kurang inisiatif, dan tidak kreatif serta tidak innovatif.

totalqualitymanagement

11

TQM adalah berpusat dan tergantung pada warga sekolah. Knwledge is power. Learning dan pemberdayaan erat berkaitan dengan knowoledge. Untuk diperlukan Learning organization, Action Learning (Fisrt I act, then I find out Napoleon) dan Team Learning, Teams work (Parallel Organization). Three dimension: Manager, Leader and Entrepreneur. Hyperchange meibatkan perubahan teknologi, masyarakat, budaya, politik bahkan mental. Empat ciri Hyperchange adalah: a)lambat dan evolutif, b)bersifat eksponential, c)bergejolakm dan, d)perubahan tidak dapat diramalkan.

totalqualitymanagement

12

11.

Sekolah, untuk itu, harus bersifat: a. Senantiasa memandang keluar(Macro cosmic oriented). b. Merubah tanggung jawab (untuk bertahan hidup dan menghilangkan ancaman dengan melakukan perubahan, mengambil keuntungan dari kesempatan-kesempatan yang ada yang dihasilkan oleh perubahan, dan, mencipatakan perubahan yang berkaitan dengan sekolah dengan kreatif dan innovatif). c. Memusatkan pada masa depan (To day quickly become yesterday) d. Berpusat pada keterlibatan seluruh partisipan sekolah. e. Digerakan oleh ide (berkaitan erat dengan Visi). f. ersifat innovatif dan kreatif.

totalqualitymanagement

13

Anda mungkin juga menyukai