Anda di halaman 1dari 32

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang
Persaingan dalam dunia usaha, merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh semua pihak, terutama dalam dunia industri yang tidak bisa lepas dari teknologi elektronika dan informasi. Perubahan serta perkembangan yang sudah dicapai seperti otomatisasi dan komputerisasi telah sedemikian cepatnya dan menurut kalangan industri serta par praktisi yang berkecimpung didalamya untuk lebih siap menghadapi kemajuan yang ada. Semementara itu di satu sisi masih terdapat kesenjangan antara dunia pendidikam kita, khususnya dari kalangan pergruan tinggi, dengan dunia kerja yang sebenarnya. Kenyataan yang kita temui saat ini adalah para sarjana lulusan perguruan tinggi hanya sebagai suber daya yang siap latih, bukan siap pakai. Penyebab utamanya adalah ketertnggalan perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang ada didunia luar. Untuk itu, sebagai salah satu upaya yang ditempuh perguruan tinggi untuk mengantisipasi permasalahan diatas adalah dengan mewajibkan setiap mahasiswa untuk mengikuti Program praktek Kerja Lapangan di suatu lembaga, instansi atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya. Dengan kerja praktek pada perusahaan-perusahaan atau instansi tertentu diharapkan mahasiswa dapat memiliki gambaran yang lebih mendalam tentang kondisi nyata didunia kerja, sekaligus dapat menambah pengalaman serta membawa cakrawala pandang yang lebih luas karena mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah.

1.2. Tujuan
Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan dan implementasi dari ilmu teori yang selama ini diperoleh di bangku kuliah dan membandingkanya dengan kondosi nyata yang ada di lapangan

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

2. Untuk memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman yang akan membuka cakrawal berpikir yang lebih luas mengenai disiplin ilmu yang ditekuni selama ini 3. Mahasiswa dapat mengetahui produktifitas perusahaan 4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja perusahaan dan terjun atau turut serta dalam proses

BAB II Tinjauan Umum Perusahaan


2.1.Gt secara umum PT Gajah Tunggal Tbk merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dengan produk ban untuk berbagai kendaraan dan kegunaan. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tanggal 24 Agustus1951diJakartadengannamaN.V.Hoek Hino

olehBapakSyamsulTeksongdanIbuItjih Nursalim. Pabrik dengan bangunan seluas725m2,luastanahseluas1,3hadankaryawansekitar100orangyangberlo kasi diJl.BandenganUtara73-75,JakartaUtara.

PadamulanyahasilproduksiPT.Gajah TunggalTbkhanyaberupabansepedadan becaktradisionaldimanakeduajenis kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama. Berikut sejarah perkembangan PT Gajah Tunggal:

1951 - PT Gajah Tunggal didirikan untuk memproduksi dan mendistribusikan ban luar dan ban dalam sepeda. 1973 - Persetujuan bantuan teknis ditandatangani dengan Inoue Rubber Company, Jepang untuk memproduksi ban sepeda motor. 1981 - Perusahaan mulai memproduksi ban bias untuk kendaraan penumpang dan niaga dengan bantuan teknis dari Yokohama Rubber Company, Jepang. 1990 - PT Gajah Tunggal Tbk terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. 1991 - PT Gajah Tunggal Tbk mengakuisisi GT Petrochem Industries, sebuah produsen kain ban (TC) dan benang nilon.

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

1993 - Perusahaan mulai memproduksi secara komersial ban radial untuk mobil penumpang dan truk ringan. 1994 - PT Gajah Tunggal Tbk menerima sertifikasi mutu, seperti E-mark dari Komunitas Eropa dan memenuhi syarat dan peraturan Departemen Transportasi yang diperlukan untuk pasar Amerika Serikat. 1995 - PT Gajah Tunggal Tbk mengakuisisi Langgeng Baja Pratama (LBP), produsen kawat baja. 1996 - PT Gajah Tunggal Tbk mengakuisisi Meshindo Alloy Wheel Corporation, produsen velg aluminium terbesar kedua di Indonesia. PT GT Petrochem Industries, anak perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk, memperluas lingkup operasinya dengan memperoduksi karet sintetis, atilena glikol, benang poliester dan serat poliester. 1997 - PT Gajah Tunggal Tbk membuat perjanjian off-take dengan Pirelli Tyre untuk memproduksi ban radial untuk mobil penumpang yang dirancang Pirelli untuk wilayah Amerika Utara dan Eropa, namun perjanjian ini dihentikan atas persetujuan kedua belah pihak pada tahun 2001. Pabrik ban radial PT Gajah Tunggal Tbk memperoleh sertifikasi ISO 9001 untuk sistem mutu disain, pengembangan dan instalasinya. 2001 - Perusahaan membuat perjanjian produksi dengan Nokian Tyres Group, sebuah perusahaan manufaktur ban terkemuka yang berbasis di Finlandia, untuk memproduksi beberapa jenis ban mobil penumpang, termasuk ban untuk musim dingin (salju), untuk pasar di luar Indonesia. 2002 - Perusahaan menerima sertifikasi mutu QS 9000, satu dari syaratsyarat yang dibutuhkan untuk mendistribusikan produk di Amerika Serikat. PT Gajah Tunggal Tbk menyelesaikan restrukturisasinya karena timbulnya krisis keuangan Asia, yang memungkinkan Perusahaan untuk menurunkan beban hutangnya lebih dari US$ 200 juta dan mengkonversi hutang ke FRN. 2004 - Selesainya restrukturisasi Perusahaan dengan terlaksananya dekonsolidasi laporan keuangan Perusahaan dengan PT GT Petrochem Industries dan pada saat bersamaan mengakuisisi aset TC dan SBR. Divestasi saham Langgeng Bajapratama yang merupakan produsen kawat baja. 2005 Perusahaan menerbitkan Obligasi Global senilai US$ 325 juta. Dana hasil dari obligasi tersebut digunakan untuk membeli kembali sejumlah wesel bayar dan untuk membiayai ekspansi perusahaan. Divestasi saham Meshindi Alloy Wheel yang merupakan produsen velg aluminium. 2006 - PT Gajah Tunggal Tbk menerima penghargaan Best managed Company in Indonesia dari Euromoney Magazine. 2007 - Tambahan dana sebesar US$ 95 juta berasal dari penawaran tambahan obligasi global untuk membiayai ekspansi yang sedang berjalan dan untuk pengeluaran modal guna membiayai riset dan pengembangan produk baru. Perusahaan juga kembali memasuki pasar modal dengan melakukan emisi saham dengan perbandingan 10:1 dengan nilai emisi sebesar Rp 158,4 milyar (sekitar US$ 17 juta) untuk memenuhi modal kerja.

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

2008 - Gajah Tunggal menerima penghargaan Primaniyarta dari Presiden Republik Indonesia. Micheline off-take mencapai 2,8 juta ban. 2009 - Gajah Tunggal berhasil menyelesaikan penawaran pertukaran terhadap obligasi yang belum dibayarkan. Perusahaan menerima penghargaan, sebagian besar penghargaan Anugerah Produk Asli Indonesia tahun 2009 dari Bisnis Indonesia. Perusahaan juga menerima sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemennya. 2010 - Peluncuran Champiro Eco, ban Indonesia pertama yang ramah lingkungan, oleh Menteri Perdagangan ibu Mari Elka Pangestu. Visi PT Gajah Tunggal : MenjadiGood Corporate Citizen dengan posisi keuangan yang kuat, pemimpin pasar di Indonesia, dan perusahaan dengan reputasi global sebagai produsen ban yang berkualitas. Misi Pt Gajah Tunggal : Menjadi produsen yang memimpin dan terpercaya sebuah portfolio produk ban yang optimal, dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang unggul di saat yang sama terus meningkatkan ekuitas merek produk kami, melaksanakan tanggung jawab sosial kami, dan memberikan profitabilitas/hasil investasi kepada para pemegang saham serta nilai tambah untuk semua stakeholder perusahaan.

2.2.Plant B Plant B dengan luas 18.9682, memproduksi ban sepeda motor (MC Bias Tire), ban dalam sepeda motor (MC Tube) dengan merk dagang IRC dan Flap Am Bias tire. Di Plant B terbagi atas 3 Plant lainya yaitu plant I , H, 2.3.Departemen engineering Departememn engineering Plant B merupakan tempat perbaikan bagi mesin dan komponen elektronik yang mengalami kerusakan. Di dalam Dept. Engineering terdapat 2 tempat yaitu tempat perbaikan mesin dan ruang elektrik. Enginering adalah suatu departemen pada sebuah perusahaan. Departemen ini memunyai tugas untuk menjaga/merawat alatalat, mesin-mesin yang ada pada perusahaan tersebut agar waktu hidupnya bisa lebih lama, selain itu enginering juga bertugas untuk memperbaiki alat-alat, mesin-mesin yang mengalami kerusakan pada perusahaan tersebut. Enginering merupakan departemen yang sangat vital pada perusahaan, karena departemen ini harus selalu menjaga seluruh peralatan penunjang

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

kegiatan pada suatu perusahaan agar kegiatan perusahaan tersebut berjalan lancar atau tidak mengalami delay dalam proses produksi yang bisa berdampak pada penghasilan perusahaan. Latar belakang kegiatan PKL ini dilakukan agar penulis dapat mengetahui dan melihat kenyataan dalam pekerjaan serta menerapkan ilmu yang didapat dalam kelas untuk diaplikasikan ke dalam sebuah pekerjaan. Selain itu juga agar menambah wawasan dan ilmu serta agar mahasiswa belajar menjalin hubungan kerja yang harmonis kepada karyawan supaya tercipta suasana kerja yang nyaman.

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

BAB III. PELAKSANAAN


Dalam melakukan kegiatan PKL ini, mahasiswa POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL diberikan beberapa kegiatan yang dimulai dari tanggal 04 Februari sampai 28 Februari 2013 dengan pembimbing masing-masing materi. Daftar Kegiatan PKL Poltek di Plant B(GRUP E) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ITEM PEKERJAAN Pengenalan Plant Maintenace AC Training PLC + Inverter Rakit Panel Gulung Motor Pasang Solenoid Valve Shaping ITC Pasang Preasure Switch PCI Training Oracle Training Kalibrasi Instrument Presentasi di Poltek Training & Presentasi Oil & Lubrication Ket : terbuat. PEMBIMBING MATERI Edy Sunardi Amar Kondi Mayangkoro Virgo Frandy Agus Nur Wachid Budi Hartoyo Ragil S Marjono Slamet Affandi Budi.A/Sakun HARI/TANGGAL Senin/04 feb Selasa/05 feb - 06 feb Kamis/07 feb - 08 feb Senin/11 feb 14 feb Jumat/15 feb 20 feb Kamis/21 feb Jumat/22 feb Senin/25 feb Selasa/26 feb Rabu/27 feb Kamis/28 feb

Pekerjaan yang belum selesai sampai penyelesaian makalah

Tabel 1. Daftar Kegiatan PKL

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

BAB IV PEMBAHASAN
4.1.Pengenalan Plant I Dalam proses pembuatan ada beberapa proses umum yang dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir yang diharapkan. Pebagian divisi dilakukan berdasarkan proses-proses yang ada di setiapdivisi . Prosesproses itu antara lain adalah mixing, calendaring, extruding, forming, bead finishing, building, curing, dan trimming. Mixing Peengerjaan pertama adlah dmulai dengan proses mixing. Proses mixing terdiri dari dua tahap yaitu: a. Proses BO, Proses pencampuran beberapa bahan baku antara lain karet dan bahan kimi lainyansehingga menghasilkan lembaran karet. b. Proses SO, merupakan proses pencampuran lembaran aeret hasil proses BO dengan bahan kimia tertentu yang mebghasilkan lembaran compound. Compound merupakan bahan baku yang berupa lembaran yang digunakan pada semua proses pembuatan ban . Open mill Fungsi dari mesin open mill ini alah untuk melunakan ccompound yang keras. Yaitu dengan cara menggunakan 2 buah tabung/ drum yang dengan arah berlawanan sehingga compound pun menjadi lunak. Extruding Proses extruding terjadi di mesin extruder, mesin ini adlah mesin pembuat crown atau tread yaitu bagian terluar dari permukaan ban yang dekat dengan jalan. Treatment Treatment adalah proses pelapisan nilon dengan compound sehingga nilon berada ditengah tengah compound. Bias cutting Bias cutting adalah proses pemotongan lembaran compound yang sudah dirajut dengan nilon dipotong menggunakan ultrasonic cutter yang sudut kemiringanya sudah diatur sehingga posisis pemotongannya miring setelah di potong jadilah lembaran lembaran Ply. Forming dan bead finishing. Proses forming adalah suatu proses pelapisan kawat baja ban oleh compound dan dibentuk lingkaran lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang di tentukan.Proses bead finishing merupakan sejumlah proses untuk

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

membuat beadsecara lengkap dengan cara penambahan wrapping tape, apex, dan flipper pada beadforming yang tergantung pada spesifikasi. 7. Building Building adalah proses perakitan ban, proses ini building ini terjadi di mesin TBM (Tire building machine) di proses building ini semua bahan yang audah dihasilkan dari proses sebelumnya disatukan. Yang pertama lapisan ply di lapisi dengatread lalu dipasangi bead atu kawat pada sisi kanan dan kiri ply tersebut lalu ketika sudah digabungkan jadilah ban GT (green tire) atau disebut ban setengah jadi. 8. Venting Proses venting adalah proses pelubangan ban GT (green tire) kegiatan pelubangan ini dilakukan untuk mengeluarkan udara yang terjebak di lapisan ban GT tersebut. 9. Curing Curing adalah proses pemasakan ban GT( Green Tire) sehingga terbentuklah ban utuh yang sudah jadi. 10. Trimming Trimming adalah proses penghilangan atau pembersihan bulu-bulu halus yang terdapat pada ban setelah di masak. 11. Final inspection Final inspection adalah proses pengecekan kualitas adri ban tersebut dalam proses ini terdapat 3 tahapan yaitu: menggunakan manual, menggunakan mesin, menggunakan komputer. Manual : Dilakukan oleh para pekerja menggunakan visual. Mesin : Dilakukan menggunakan mesin dengan cara di balancing. Komputer : Dilakukan dengan cara mengetahui titik tengah dan sudut dari suatu ban. 12. Packaging. Packaging atau pengepakan dilakukan secara manual. Proses Untuk Pembuatan Tube (Ban Dalam) Proses untuk pembuatan Tube (Ban dalam) terdiri dari beberapa tahap yaitu: 1. Mixing Peengerjaan pertama adlah dmulai dengan proses mixing. Proses mixing terdiri dari dua tahap yaitu: c. Proses BO, Proses pencampuran beberapa bahan baku antara lain karet dan bahan kimi lainyansehingga menghasilkan lembaran karet. d. Proses SO, merupakan proses pencampuran lembaran aeret hasil proses BO dengan bahan kimia tertentu yang mebghasilkan lembaran

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

compound. Compound merupakan bahan baku yang berupa lembaran yang digunakan pada semua proses pembuatan ban . Open mill Fungsi dari mesin open mill ini alah untuk melunakan compound yang keras. Yaitu dengan cara menggunakan 2 buah tabung/ drum yang dengan arah berlawanan sehingga compound pun menjadi lunak. Extruding. Proses extruding terjadi di mesin extruder yaitu pembuatan lapisan ban dalam dengan cara lapisan compound yang memanjang itiupkan dengan udara sehingga berbentuk tabung lalu diisi kapur. Pengiian kapur ini ditujukan untuk mencegah menempelnya lapisan antar ban dalam tersebut. Cutting Cutting/pemotongan adalh proses pemotongan ban dalam yang sudah berbentuk tabung tersebut sesuai dengan ukuran. Valve assembling Valveassembling / proses pmaangan valve pada ban dalam motor secara otomatis dengan menggunakan sensor. Splicing Splicing /penyambungan adalah proses penyambungan ban yang sudah di potng tadi sehingga membentuk lingkaran. Curing Curing adalah proses pemasakan ban sebelum masuk kedalam mesin curing ban terlebih dahulu diisi udara (shapping) lalu dimampatkan menggunakan lilin sehingga udara tidak keluar lagi. Final inspection Final inspection adalah proses pengecekan kualitas dari ban tersebut dalam proses ini menggunakan manual dengan cara melihat dan melakukan pengecekan dengan cara diisi udara unutk mendeteksi kebocoran.

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

4.2.Maintennce Ac

Teori Tentang Ac : Kompresor yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam kompresor dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser. Di bagian kondenser ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung di dalam refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser adalah jumlahan dari energi kompresor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil evaparator dari substansi yang akan didinginkan. Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipapipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator.Setelah refrigent lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka refrigent dilewatkan melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan ke evaporator, di dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair ke fase uap, perubahan fase ini disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator tekanannya menjadi sangat turun. Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih besar jika dibandingkan dengan diameter pipa yang ada pada kondenser.

10

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Dengan adanya perubahan kondisi refrigent dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase cair ke refrigent fase uap maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini energi yang dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan. Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan maka enthalpi[3] substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya enthalpi maka temperatur dari substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun. Proses ini akan berubah terus-menerus sampai terjadi pendinginan yang sesuai dengan keinginan. PELAKSANAAN. Kegiatan pada hari pertama maintenance AC: 1. Pengenalan komponen-komponen Ac. Komponen koponen Ac yaitu : Kompresor Kondensor Orifice tube Katup expansi Evaporator/pendingin

2. Mengetahui cara kerja dari Ac

11

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Kegiatan pada hari ke-dua. Cleaning Ac (pembersihan bagian-bagian dari mesin Ac) Kegiatan cleaning Ac ini bertujuan untuk membersihkan kotorankotoran yang melekat pada komponen komponen Ac. Pengisian gas freon. Pengisisan Gasfreon dilakukan dikarenakan Ac tidak dingin dengan ditambahkan gas freon tersebut maka ac akan menjadi dingin. Tekanan gas yang normal 65-75 Psi. Pemasangan Ac panel tire wobling Plant I Pemasangan

4.3.PLC PLC pertama kali dikembangkan pada tahun 1986 dimana sebelumnya digunakan sistem kontrol seperti relai pada proses industri. Sistem relai yang digunakan pada industri sangat besar dan hanya digunakan pada aplikasi-aplikasi khusus saja. Kelebihan-kelebihan PLC dibandingkan dengan sistem kontol biasa adalah : 1. Jumlah kabel yang dibutuhkan dapat dikurangi. 2. Konsumsi daya PLC lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol berbasis relay. 3. Fungsi diagnostik pada sistem kontrol PLC dapat mendeteksi kesalahan dengan lebih mudah dan cepat. 4. Bila diperlukan perubahan pada urutan operasional, proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan lebih mudah, hanya dengan melakukan penggantian program, baik dengan menggunakan handheld atau dengan komputer ( PC ). 5. Tidak membutuhkan suku cadang yang banyak. 6. Bila perlu menggunakan instrumen I/O yang cukup banyakdan fungsi operasional proses cukup kompleks. 7. Menggunnakan PLC lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan sistem konvensional. PLC dirancang untuk bisa dioperasikan oleh para operator/pengguna dengan sedikit pengetahuan mengenai komputer dan bahasa pemrograman. PLC didalamya telah dilengkapi dengan program awal, sehingga memungkinkan program-program kontrol dimasukan dengan menggunakan suat bahasa pemrograman yang sederhana dan mudah dioperasikan. PLC pada dasarnya sama

12

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

dengan komputer, yang membedakannya komputer dioptimalkan untuk tugastugas yang berhubungan dengan perhitungan dan penyajian data, sedangkan PLC dioptimalkan untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan pengontrolan dan pengoperasian didalam lingkungan industri. Sebuah PLC dirancang dengan memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. Kokoh dan dirancang untuk tahan terhadap getaran, suhu, kelembaban dan kebisingan. 2. Antarmuka untuk masukan dan keluaran built-in didalamya atau I/O. 3. Mudah diprogram dan menggunakan bahasa pemrograman yang mudah dipahami, yang sebagian besar berhubungan dengan operasi-operasi logika dan penyambungan. Semua PLC diharapkan mempunai respon yang cepat, hal itu dibutuhkan dalam kepresisian sistem kontrol dalam industri. Seperti apabila sensor menangkap benda yang berjalan dalam konveyor kemudian diteruskan ke PLC untuk merespon apa yang akan dilakukan pada benda tersebut. PLC merupakan suatu piranti basis kontrol yang dapat diprogram bersifat logik, yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relai yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan ( melalui sensor terkait ), kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan yang berupa menghidupkan atau mematikan keluaranya. Dengan kata lain PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrument keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. Fungsi PLC 1. Sekuensial control PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan ( sekuensial ), disini PLC mengontrol agar setiap langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat. 2. Arsitektur PLC

13

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

PLC terdiri atas CPU (Central Processing Unit ), memori, modul interface input dan output program kendali disimpan dalam memori program. Program mengendalikan PLC sehingga saat sinyal input dari peralatan input ON, timbul respon yang sesuai. Respon ini umumnya meng-ON-kan sinyal output pada peralatan output. CPU adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. Ia mengeksekusi program, memproses sinyal input/ output, dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar. Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. Sistem operasi sesungguhnya software sistem yang mengkordinasikan PLC. Program kendali disimpan dalammemori pemakai. Ada dua jenis memori yaitu: ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen, maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. Ada sejenis ROM, yaitu EPROM (Erasable ProgrammableRead Only Memory) yang isinya dapat dihapus dengan cara menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer. Interface adalah modul rangkaian yang digunakan untuk menyesuaikan sinyal pada peralatan luar. Interface input menyesuaikan sinyal dari peralatan input dengan sinyal yangdibutuhkan untuk operasi sistem. Interface output menyesuaikansinyal dari PLC dengan sinyal untuk mengendalikan peralatanoutput. 2. Peralatan Input Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untukmengendalikan peralatan output. Peralatan input itu antara lain: a. Berbagai jenis saklar, misalnya tombol, saklar togel, saklarbatas, saklar level, saklar tekan, saklar proximity. b. Berbagai jenis sensor, misalnya sensor cahaya, sensor suhu,sensor level.Rotary encoder

14

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

3. Peralatan Output Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatanoutput yang dikendalikan. Peralatan output itu misalnya: a. Kontaktor b. Motor listrik c. Lampu d. Buzer 4. Peralatan Penunjang Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakandalam sistem kendali PLC, tetapi bukan merupakan bagian darisistem secara nyata. Maksudnya, peralatan ini digunakan untukkeperluan tertentu yang tidak berkait dengan aktifitaspegendalian. Peralatan penunjang itu, antara lain : a. berbagai jenis alat pemrogram, yaitu komputer, softwareladder, konsol pemprogram, programmable terminal, dansebagainya. b. Berbagai software ladder, yaitu: SSS, LSS, Syswin, dan CXProgrammer. c. Berbagai jenis memori luar, yaitu: disket, CD , flash disk. d. Berbagai alat pencetak dalam sistem komputer, misalnyaprinter, plotter. 5. Catu Daya ( power suplly ) PLC adalah sebuah peralatan digital dan setiapperalatan digital membutuhkan catu daya DC. Catu daya inidapat dicatu dari luar, atau dari dalam PLC itu sendiri. PLC tipe modular membutuhkan catu daya dari luar

PLC tipe FX

15

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

PLC tipe Q Perbedaan antara PLC tipe FX dan tipe Q yaitu pada konstruksinya, pada tipe FX konstruksinya yaitu semua menyatu dari CPU sampai outputnya. Sedangkan untuk tipe Q bagian dari PLC semuanya terpisah dan terdapat base plan sebagai tempat dudukan komponen PLC. Pada PLC tipe FX apabila terjadi kerusakan pada salah satu komponenya semua sistem ikut terganggu dan membutuhkan waktu lama dalam perbaikan, sedangkan untuk tipe Q apabila terjadi kerusakan misal pada bagian input, kita cukup mengganti input yang rusak. Inverter Inverter merupakan alat/komponen untuk mengatur kecepatan motormotor listrik/servo. Atau bisa disebut converter, drive. Cuma kalau untuk servo lebih dikenal dengan istilah servo drive. Dengan menggunakan inverter motor listrik menjadi variable speed. Kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan kebutuhan. Didunia otomatisasi industri, inverter sangat banyak digunakan. Aplikasi ini biasanya terpasang untuk proses linear (parameter yang bisa diubah-ubah). Linear ya seperti grafik sinus. atau untuk sistem axis (servo) yang membutuhkan putaran/aplikasi yang presisi.

16

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Mungkin kita kenal dari semua vendor automasi industri pasti membuat inverter juga. Contohnya saja Allen Bradley, Siemens, Hitachi, Panasonic, Omron, Mitsubishi, Danfoss dan masih banyak lagi merek-merek lain. Dari masing-m

Contoh inverter mitsubishi

Pelaksanaan Kegiatan pada hari pertama tanggal 07 feb : 1. Pengenalan PLC 2. Membuat rangakaian Self Holding

17

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Kegiatan hari kedua tanggal 08 feb : 1. Pengenalan inverter 2. Membongkar inverter 3. Memprogram inverter atau menyetting inverter

18

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

4.4.

PANEL

Panel listrik dibedakan menjadi dua, yaitu panel daya dan panel distribusi listrik. Panel distribusi listrik berguna untuk mengalirkan energi listrik dari pusat atau gardu induk step down. Panel daya adalah tempat yntuk menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik dari gardu induk step down kepanel-panel distribusinya. Sedangkan yang dimaksud panel distribusi daya adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik dari panel daya kebeban panel (konsumen) baik untuk istalasi tenaga maupun untuk instalasi penerangan. Panel daya dan distribusi listrik digunakan untuk memudahkan pembagian energi listik secara merata,pengamanan instalasi dan pemakaian,dan pemeriksaan dan perawatan panel listrik.

Sumber : modul pemeliharaan panel listrik Dalam pembuatan panel kita harus memperhatikan hal-halnpenting, seperti panel harus mudah dilayani,dipasang pada tempat yang mudah dipakai,didepan panel ruanganya harus bebas,panel tidak boleh ditempatkan pada tempat yang lembab. Panel berfungsi untuk membagi daya instalasi dan daya tenaga. Di industri pada umumnya perlengkapan PHB dibagi atas panel untuk penerangan dan untuk tenaga. Pada panel tenaga biasa dipasang pengaman tegangan nol. Panel tenaga dan panel penerangan dipisahkan untuk mengantisipasi terjadi gangguan dari salah satu panel tenaga maupun panel penerangan supaya tidak mempengaruhi keduanya.Panel harus dihubung tanahkan atau diberi grounding untuk memperkecil tegangan sentuh listrik apabila terjadi kebocoran isolasi.Besar penampang harus sesuai dengan PUIL berguna untuk mengetahui besar tegangan antar fasa, arus,dll. Panel dilengkapi dengan alat ukur volt meter, amper meter, dan lampu indikator. Panel juga memiliki bermacam-macam alat kontrol, seperti sakelar, tombol tekan , lampu indikator, sakelar magnet, kawat penghubung. Kemampuan alat kontrol harus sesuai dengan penggunaan dan harus memiliki tanda atau kode warna yang sesuai, seperti tombol merah untuk memutuskan tegangan dan tombol hijau untuk menghubungkan tegangan sehingga mempermudah pelayanan

19

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Setiap pemasangan instalasi motor listrik harus ditentukan, antara lain jenis kabel yang sesuai, kemampuan hantar arus dan nilai nominal penghantar beban. Selain itu dalam menentukan kabel listrik hal yang harus diperhatikan antara lain, dari segi kelistrikan harus sesuai peraturan yang berlaku ( PUIL ), dari segi keandalan tahan terhadap gangguan mekanis, panas, lembab dan dari segi rugi teganganya tidak melebihi 2 % untuk penerangan dan 5 % untuk instalasi tenaga. Jenis penghantar yang sering digunakan No Tipe penghantar Keterangan 1 NYA, NYAF Kabel dengan isolasi plastik tahan panas 2 NSYA, NSAF Kabel tahan lembab 3 NYM, NYBUY, NYMHY, MYMT Kabel fleksibel untuk perlengkapan portabel 4 Si A, Si AF, Si AFUL, Si NH Kabel tipe sinotherm yaitu kabel dengan isolasi tahan panas 5 NYY Kabel protodur tanpa sarung logam 6 NYCY Kabel saluran timbel urat karet dengan bahan baja 7 ORL Kabel saluran urat karet beranyam

Pengenalan Komponen pada Panel

1. MCB (Mini Circuit Breaker) Singkatan MCB adalah Mini Circuit Breaker yang memiliki fungsi sebagai alat pengaman arus lebih. MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan yang disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika digunakan electromagnet. MCB yang digunakan dalam perakitan panel menggunakan MCB 1 phase, 2 phase dan 3 phase.

2. NFB (No Fuse Breaker) NFB digunakan sebagai pemutus tanpa sikring, berfungsi untuk menghubungkan dan memutus tegangan/arus utama dengan sirkuit atau beban, selain itu berfungsi jugauntuk memutuskan/melindungi beban dari arus yang

20

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

berlebihan ataupun jika terjadi hubung singkat. Cara kerja NFB yaitu ketika arus yang mengalir melaluinya melebihi dari nilai yang tertera pada NFB maka secara otomatis NFB akan memutuskan arusnya.

3. Power Supply Power Supply dalam panel berfungsi untuk menyuplai tegangan AC menjadi DC. Power Supply yang digunakan Merk Omron Type S8VS 12024.
Input 50 / 60 Hz DC 24 v, 5A (Output ) 100 240 V ( Input ) -v Output +v

Sebelum menggunakan Power Supply Omron, Panel Mesin Building menggunakan Power Supply HENDE Type HD 110 220 v. 4. Inverter Inverter berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC kemudian mengubahnya kembali menjadi AC. AC DC AC

Inverter yang digunakan dalam panel menggunakan MErk Yaskawa Type V1000 1,5 kW/0,75kW dan 5,5kW/3,7kW. 5. Relay Saklar elektromagnetik yang dapat membuka dan menutup rangkaian, dan sebagai penghubung dan pemutus arus listrik. Relay yang digunakan dalam perakitan panel sebanyak 30 buah Merk Omron Type G2R - 2 SN (s).

21

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

6. Kontaktor Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektromagnet. Pada Kontaktor ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit. Cara kerja kontaktor yaituapabila coil dihubungkan dengan sumber tegangan maka akan terjadilah induksi magnet yang akan menarik setiap kontak (platina) yang terdapat pada kontaktor itu sendiri baik itu NO (Normaliy Open) maupun NC (Normaly Closed). Artinya kontak NO yang pada posisi coil tidak diberi tegangan tidak terhubung/tertutup akan tertarik menjadi terhubung (jadi NC) begitu pula kontak NC adalah kebalikannya (jadi NO terbuka/terputus). 7. TOR (Thermal Overload Relay) TOR atau Bimetal adalah pengaman arus berlebih. TOR bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan benda bimetal. Apabila benda terkena arus yang tinggi, maka benda akan memuai sehingga akan melengkung dan memutuskan arus.

Ket :
keadaan 1 bimetal dingin . keadaan 2 bimetal melenting ketika panas.

Arus yang berlebihan akan menimbulkan panas, sehingga dapat membengkokkan benda bimetal.

TOR dihubungkan dengan kontaktor sebelum ke beban atau motor . TOR yang digunakan Merk Mitsubishi Type THN 12 380 v.

22

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Push Button Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau memisahkan bagian bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dan saklar tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open).

Prinsip kerja Push Button adalah apabila dalam keadaan normal tidak ditekan maka kontak tidak berubah, apabila ditekan maka kontak NC akan berfungsi sebagai stop dan kontak NO akan berfungsi sebagai start biasanya digunakan pada sistem pengontrolan motor motor induksi untuk menjalankan mematikan motor pada industri industri. Gambar panel yang akan di pasang

Keterangan : 1 Power supply S8VS 12024

5 NFB Mitsubishi NF63-CW

23

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

2 Inverter A Yaskawa V1000 0.75kw B Yaskawa V1000 3.7kw 3 TOR 4 PLC Q A Power Supply Melsec Q62P B CPU Unit Melsec Q02HCPU C Output Unit QY10 D Input Unit QX40

6 Kontaktor 6 Mitsubishi SN12 7 MCB A 3PH Schneider C10 B 2PH Schneider C6 C 1PH Schneider C6 D 1PH Schneider C2 8 Relay dan socket relay omron G2R-2-SN 9 Terminal blok dan 10 Kabel panel

4.5.GULUNG MOTOR

TEORI Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impellerpompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri. Prinsip kerja Motor 3 Phasa 1. Bila sumber tegangan tiga phasa dipasang pada kumparan stator, maka pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan kecepatan, ns = 120f/P , ns = kecepatan sinkron, f = frekuensi sumber, p = jumlah kutup 2. Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor, akibatnya pada kumparan rotor akan timbul tegangan induksi ( ggl ) sebesa E2s = 44,4fn . Keterangan : E = tegangan induksi ggl, f = frekkuensi, N = banyak lilitan, Q = fluks

24

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

3. Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup, maka tegangan induksi akan menghasilkan arus ( I ). 4. Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor. 5. Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya F pada rotor cukup besar untuk memikul torsi beban, maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator. 6. Untuk membangkitkan tegangan induksi E2s agar tetap ada, maka diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan putar rotor (nr). 7. Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan dengan Persamaan S = ns-nr/ns (100%) 8. Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan demikian tidak ada torsi yang dapat dihasilkan. Torsi suatu motor akan timbul apabila ns > nr. 9. Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak atau asinkron.

BAGIAN BAGIAN :

1. Rotor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:

25

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

1) Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan dalam petak-petakslotsparalel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada kedua ujungnya dengan alat cincin hubungan pendek. 2) Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan terdistribusi. Dibuat melingkar sebanyak kutub stator. Tiga fase digulungi kawat pada bagiandalamnya dan ujung yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as dengan sikat yang menempel padanya.

2.

Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampingsdengan slots untuk membawa gulungan tiga fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutubyang tertentu.

Gulungan diberi spasi geometrisebesar 120 derajat. ALAT-ALATNYA : 1. Pahat Tajam. 2. Palu. 3. Pahat Panjang. 4. Teflon. 5. Palu Teflon. 6. Penggaris. 7. Kertas Krempel. 8. Gunting. 9. Solder. 10. Pater Ban. 11. Sarung Kabel. PELAKSANAAN :

26

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

A . PENGBONGKARAN Pelepasan Kawat Email . Pembersihaan Slot pada Stator.

B. PERSIAPAN GULUNGAN Pembuatan Lilitan . Pembutan Kertas Krempel. Memasukan Kertas Krempel pada Slot

C. Pemasangan kawawt lilitan D. Mengikat kawat email dengan pater ban. E. Menyambungkan kawat email dengan cara menyolder F. Memasukan sarung kabel pada kawat email H.Memberi sirlak pada kumparan ditujukan untuk mengeraskan kumparan pada stator shingga kumparan pada stator tdk bergerak. KESIMPULAN: .Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara : 1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya 2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah `````lingkaran/loop,maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan. 1. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan.

27

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

2. Motor-motor

memiliki

beberapa

looppada

dinamonya

untuk

memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

4.6.Selenoid Valve Prinsip Kerja Solenoid Valve Solenoid valve adalah katup yang digerakan oleh energi listrik, mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC, solenoid valve atau katup (valve) solenoida mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang

exhaust, lubang masukan, berfungsi sebagai terminal / tempat cairan masuk atau supply, lalu lubang keluaran, berfungsi sebagai terminal atau tempat cairan keluar yang dihubungkan ke beban, sedangkan lubang exhaust, berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan cairan yang terjebak saat piston bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve bekerja. Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan piston pada bagian dalamnya ketika piston berpindah posisi maka pada lubang keluaran dari solenoid valve akan keluar cairan yang berasal dari supply, pada umumnya solenoid valve mempunyai tegangan kerja

100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.

28

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

Pelaksanaan. Pelaksanaan pada hari pertama : 1. Pemasangan selenoid valve a. Pengukuran dan penempatan selenoid valve. b. Pemotongan pipa sesuai denan letk selenoid valve c. Penyambungan pipa ke selenoid valve

4.7.Pressure Switch

Pressure sensor / Pressure Switch adalah alat pendeteksi tekanan, baik tekanan berupa udara, air, oli atau steam, tekanan udara dihasilkan oleh kompresor, tekanan air dihasilkan oleh pompa air, tekanan oli dihasilkan oleh pompa oli atau hidraulic unit, sedangkan tekanan steam dihasilkan dari boiler atau sisa pembakaran generator dll. Cara Kerja. Didalam sensor ini terdapat kontak listrik sebanyak dua buah yaitu A kontak dan B kontak [ NO,NC ], namun ada juga yang hanya mempunyai satu kontak saja yaitu B kontak, ketika sensor mendeteksi adanya tekanan dibagian input, maka kontak-kontaknya akan bekerja, ini berarti A kontak terhubung dan B kontak terlepas. Pada bagian dalam sensor terdapat baud "set" untuk mengatur besarnya tekanan yang akan dideteksi, pengaturan ini mempengaruhi cara kerja

29

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

sensor, contoh sensor di atur pada setting rendah, maka ketika ada press atau tekanan yang masuk beberapa Kg/cm saja, maka sensor sudah dapat bekerja, begitupun sebaliknya. Pelaksanaan pada tanggal 22 feb 1. Memasang presure switch di ITC 10 PI 22 dan ITC 1O PI 23

a. Mencopot presure gauge b. Memasang nepel pada dudukan preasure swich c. Memasang konektor kabel preasure switch d. Memprogram presure switch

Bab V Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan Setelah penyusun melaksanakan Praktik Kerja Lapangan ini, penyusun dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Dengan adanya Praktik Kerja Lapangan, penulis memperoleh bayak sekali pengalaman baru yaitu mengetahui keadaan nyata di lingkungan perusahaan. 2. Praktik Kerja Lapangan ini banyak memberi manfaat bagi penyusun yaitu dapat mengimplementasikan pengetahuan dari kampus Politeknik Gajah Tunggal. 3. Praktik Kerja Lapangan ini baik bagi mahasiswa dikarenakan akan terbiasa jika nantinya bekerja di perusahaan. 2. Saran Dalam hal inin penyusun akan memberikan saran dan masukan demi mengoptimalkan Praktik Kerja Lapangan kedepannya. Saran tersebut antara lain : 1. Adanya pembekalan teori pada mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan sehinnga materi yang akan di laksanakan pada Praktik Kerja Lapangan sesuai dan mudah dipahami.

30

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

2. Adanya sosialisasi yang jelas kepada mahasiswa tentang maksud, tujuan, dan sasaran yang tepat yang hendak dicapai dalam Praktik Kerja Lapangan ini. 3. Pihak kampus dan perusahaan haruslah ada koordinasi yang baik sehingga dalam penyusunan materi dan makalah menjadi baik.

BAB VI PENUTUP Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas segala rahmat yang telah diberikan oleh ALLAH SWT, bahwa penulis telah mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan laporan ini dengan baik tanpa mengalami hambatan berarti. Dengan dibuatnya laporan ini minimal diharapkan juga ada kesamaan Visi antara pihak Politeknik dengan dunia usaha sebagai industri pasangan. Saran serta kritik membangun demi perbaikan penulisan laporan ini dan penulis nantikan agar dalam penyusunan laporan selanjutnya dapat tersajikan dengan lebih baik dan lebih sempurna lagi. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan membimbing dalam menyelesaikan laporan ini, serta besar harapan penulis agar laporan yang telah penulis susun dapat bermanfaat bagi semua pihak, Amin.

31

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013

BAB VII DAFTAR PUSTAKA 1. Naim, khoirun : Teknik Instalasi Tenaga Listrik, 2009 2. www.gun4wan-putra-petir.blogspot.com Programable Logic Controller, 3. Buku panel listrik SMK, 2010 4. Buku motor listrik SMK, 2010 5. Buku maintenance AC SMK, 2O1O 6. Buku otomation,2008

32

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan| Politeknik Gajah Tunggal 2013