Anda di halaman 1dari 3

Nama NIM Jurusan Mata Kuliah

: Didi Saputra : 01101002023 : Ekonomi Pembangunan : Ekonomi Industri I

Penentuan Lokasi Pabrik dan Lokasi Fasilitas


Penentuan lokasi pabrik sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Pemilihan lokasi berarti menghindari sebanyak mungkin seluruh segi-segi negatif dan mendapatkan lokasi dengan paling banyak faktor-faktor positif. Penentuan lokasi yang tepat akan meminimumkan beban biaya (investasi dan operasional) jangka pendek ataupun jangka panjang, dan ini akan meningkatkan daya saing perusahaan. Letak geografis suatu pabrik mempunyai pengaruh terhadap sistem produksi yang ekonomis, karena banyak faktor-faktor yang memengaruhi letak fasilitas/mesin-mesin dalam pabrik, dan yang lebih penting lagi karena lokasi tersebut akan memengaruhi besarnya biaya operasi ataupun biaya kapital. Di dalam menentukan lokasi suatu pabrik, di mana pabrik itu akan didirikan dan di bagian mana dari daerah itu akan didirikan pabrik, pemilihan letak pabrik pada umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor: 1. Lingkungan masyarakat 2. Kedekatan dengan pasar 3. Tenaga kerja 4. Kedekatan dengan bahan mentah dan penyuplai 5. Fasilitas dan biaya transportasi 6. Sumber-sumber daya alam 7. Tanah untuk perluasan Sementara faktor-faktor lain yang dapat dipakai untuk mempertimbangkan dan memengaruhi pemilihan lokasi adalah harga tanah, dominasi masyarakat, peraturan tenaga kerja, kedekatan dengan pesaing, keamanan, cuaca, iklim, dan lain-lain. Penentuan Tempat Setelah lokasi pabrik ditentukan, maka perusahaan harus menentukan di bagian mana pabrik akan didirikan. Berbagai faktor yang perlu diperhatikan untuk pemilihan tempat, antara lain: 1. Tanah harus kering dan kuat untuk menyangga bangunan; 2. Mempunyai keamanan dan perlindungan kebakaran yang baik;

3. Bila pabrik mengeluarkan asap, maka harus cukup banyak angin yang membawa asap keluar daerah permukiman; 4. Dekat dengan transportasi masyarakat; 5. Cukup tersedia areal untuk bangunan sekarang, ekspansi dan parkir kendaraan karyawan; Metode Kualitatif Kuantitatif Untuk menilai secara kualitatif, baik buruk suatu daerah untuk tempat pembangunan pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat dalam daerah yang disurvei sehingga pengusaha paling tidak dapat memperbandingkan keadaan daerah yang disurvei satu dengan lainnya. Contoh: Penilaian kualitatif suatu daerah untuk tempat pabrik adalah sebagai berikut: FAKTOR A Masyarakat Faktor Produksi : Bahan baku Tenaga kerja K B K S B K S B B B B DAERAH X C S D K

FAKTOR A Transportasi Pasar Notasi: B = Baik S = Sedang K = Kurang S S B K K

DAERAH X C B S D B K

Jika dihitung dari tabel tersebut, maka akan didapat data sebagai berikut:

A = 4B, 2S, 1K B = 2B, 2S, 3K C = 3B, 3S, 1K D = 3B, 1S, 2K Kalau kita pergunakan kuantifikasi sederhana (angka ditimbang) di mana B bernilai 10, S bernilai 5 dan K bernilai 1, maka: A = 40 + 10 + 1 = 51 B = 20 + 10 + 3 = 33 C = 30 + 15 + 1 = 46 D = 30 + 5 + 2 = 37 Dengan menggunakan metode kualitatif, maka A dan C yang dipertimbangkan, dan secara kuantitatif A yang dipilih.