PROPOSAL PENGAJUAN SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AUDIT DELAY (KAJIAN EMPIRIS DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2009-2011)

Disusun Oleh :

Nama NPM Kelas Fakultas / Jurusan

: : : : Ekonomi / Akuntansi

UNIVERSITAS GUNADARMA 2013

AK. MM. Imam Subaweh SE. Dr. Atas perhatian dan kebijaksanaan Ibu. saya ucapkan terima kasih. Sebagai bahan pertimbangan. Dengan ini saya : Nama NPM / NIRM Kelas Fakultas / Jurusan IPK : : : : Ekonomi / Akuntansi : bermaksud mengajukan proposal penulisan skripsi.. Hormat Saya. (Arianda Wahyu Nugroho) . Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma Di Tempat Dengan Hormat. saya lampirkan proposal penulisan skripsi yang berjudul “ FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AUDIT DELAY (KAJIAN EMPIRIS DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2009-2011)”. 27 Maret 2013 Hal : Pengajuan Proposal Skripsi Kepada Yth. Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan skripsi saya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal penulisan skripsi saya ini disetujui. Demikian surat pengajuan proposal skripsi ini saya buat.Depok.

LEMBAR PENGESAHAN Komisi Penelaah Ketua (Dr. Imam Subaweh.. Ak.. Dharma Tintri Ediraras. SE. SE... Ak. MMSI) Anggota (Prof.. Dr. MBA) .

ketepatan waktu informasi mengandung pengertian bahwa informasi tersedia sebelum kehilangan kemampuannya untuk mempengaruhi atau membuat perbedaan dalam keputusan. peraturan ini diganti dengan peraturan baru dengan Nomor X. Sebelum di publikasikan. Menurut Suwardjono (2007:170). Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan harus relevan.K. Meningkatnya minat ini berdampak pada permintaan laporan keuangan perusahaan. Keterlambatan publikasi dapat menghambat dan berdampak negatif pada kegiatan bisnis perusahaan. Selain itu kegiatan audit harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan pengumpulan alat-alat yang memadai (Yugo Trianto. Dalam hal ini auditor memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyampaikan hasil audit tepat waktu. Menurut Generally Accepted Auditing Standards (GAAS). hal ini tentu akan membuat auditor bekerja lebih profesional. karena laporan keuangan adalah cerminan situasi dan kondisi suatu perusahaan. Dengan demikian. Ketepatan waktu publikasi laporan keuangan merupakan salah satu elemen pokok laporan keuangan selain tingkat relevansi laporan keuangan dengan kebutuhan dalam mengabil keputusan. Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam pasar modal. Ketepatan waktu publikasi laporan keuangan ini mempengaruhi nilai laporan keuangan tersebut. Sejak 30 September 2003. Peraturan Bapepam tersebut diatur dalam Undang-Undang No. informasi yang memiliki prediksi tinggi dapat menjadi tidak relevan apabila tidak tersedia pada saat dibutuhkan.2 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan ke Bapepam menjadi 90 hari. Salah satu kriteria profesionalisme auditor adalah ketepatan waktu penyampaian laporan auditnya.8 tahun 1995 tentang publikasi laporan keuangan tahunan auditan yang bersifat wajib dengan batas waktu 120 hari dari akhir tahun fiskal sampai tanggal diserahkannya laporan keuangan yang telah diaudit ke BAPEPAM. laporan keuangan harus di audit terlebih dahulu.a) Latar Belakang Masalah Minat investasi di Indonesia saat ini sedang meningkat khususnya di pasar modal. 2006:2). Dalam laporan keuangan yang telah di publikasikan terdapat beberapa sinyal yang kuat bagi investor untuk mengambil keputusan. khususnya standar umum ketiga menyatakan bahwa kegiatan audit harus dilakukan dengan kecermatan dan ketelitian yang tinggi. reliabel dan tepat waktu. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan . Namun.

Semakin lama keterlambatan publikasi laporan keuangan mengindikasikan banyaknya masalah yang terdapat dalam proses audit. Penelitian Imam Subekti dan Novi W (2004) rata-rata audit delay selama 99 hari. solvabilitas. solvabilitas. kondisi terlambatnya publikasi ini dikenal dengan istilah Audit Delay.menggambarkan proses audit suatu laporan keuangan perusahaan. jenis industri. maka peneliti dapat merumuskan masalah dalam penelitian ini: 1) Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay? 2) Bagaimana pengaruh jenis industri terhadap audit delay? 3) Bagaimana pengaruh profitabilitas terhadap audit delay? 4) Bagaimana pengaruh solvabilitas terhadap audit delay? 5) Bagaimana pengaruh ukuran KAP terhadap audit delay? 6) Bagaimana pengaruh opini KAP terhadap audit delay? 7) Bagaimana pengaruh lamanya perusahaan menjadi klien KAP terhadap audit delay? 8) Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan. Meninjau penelitian sebelumnya tentang audit delay di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. dan Lamanya Perusahaan menjadi klien sebuah KAP. Sedangkan dalam penelitian Halim (1997) rata-rata audit delay tahun 1995-1996 selama 84 hari dan penelitian Hanipah (1999) rata-rata audit delay 90 hari. Opini KAP. Penelitian yang dilakukan Ekowati (1996) rata-rata audit delay pada tahun 1993 selama 72 hari pada tahun 1994 selama 78 hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay adalah ukuran perusahaan. b) Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas. Ukuran KAP. Jenis Industri. profitabilitas. ukuran KAP. profitabilitas. opini KAP. lamanya perusahaan menjadi klien KAP terhadap audit delay? . Berdasarkan pentingnya informasi laporan keuangan yang telah di audit dan beberapa hal – hal diatas maka penulis tertarik untuk memilih topik penelitian mengenai “ FaktorFaktor Yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay (Kajian Empiris Di Bursa Efek Jakarta Tahun 2009-2011)”.

Adapun masalah yang penulis bahas dalam penelitian ini hanya terbatas mengenai masalah faktor-faktor yang diduga mempengaruhi Audit Delay. Kemudian data . Solvabilitas dan Profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 . Sampel dipilih secara cluster random sampling. fakor dominan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan regulasi audit delay di Indonesia.2011 d) Tujuan Penelitian 1) Bagi investor. cluster yang digunakan adalah sektor yaitu sektor keuangan dan sektr non keuangan. Jadi total keseluruhan data yang ada adalah 240 data. untuk memperoleh gambaran penyebab terjadinya audit delay yang berdampak pada keterlambatan publikasi laporan keuangan emiten. maka penulis akan memberikan batasan masalah dengan maksud agar tujuan dari pembahasan dapat lebih terarah pada sasarannya. e) Metode Penelitian Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta untuk periode 2009-2011. Ukuran Kantor Akuntan Publik. sebagai sarana menambah pengetahuan tentang audit delay yang terjadi di Indonesia. 3) Bagi peneliti. 2) Bagi badan regulator. Jumlah emiten yang terpilih adalah 80 emiten selama 3 tahun.c) Batasan Masalah Mengingat begitu luas dan kompleksnya permasalahan yang ada dalam Audit Delay. faktor-faktor tersebut antara lain: Ukuran Perusahaan. Opini Auditor. Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dala penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Jakarta tahun 2009-2011.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan penekanan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.di seleksi dengan beberapa ketentuan hingga ditemukan 80 emiten yang sesuai dan kriteria penelitian ini. Rasio . Alat Analisis Yang Digunakan Penelitian ini termasuk penelitian kausal komparatif yaitu penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab-akibat antara dua variabel atau lebih. 1999:27). Independen: Ukuran Perusahaan Total aktiva yang dimiliki emiten pada tahun pelaporan Skala nominal: Jenis Industri Jenis Industri Dibagi Dalam 2 perusahaan Keuangan Kelompok: industri keuangan dan = 1. yaitu tipe penelitian terhadap data yang dikumpulkan setelah terjadinya suatu fakta atau peristiwa (Indriantoro dan Supomo. Penelitian kausal komparatif merupakan penelitian ex post facto. Variabel dan pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel Dependen Audit Delay Pengukuran lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan audit. Non Keuangan = 0 non keuangan Rasio Rasio Skala Profitabilitas Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba..

serikat buruh. par. unqualified = 0 Lamanya Perusahaan Skala nominal: 2 tahun Lamanya emiten menggunakan jasa audit pada KAP yang sama atau lebih. (b) Laporan laba-rugi. . Non Big Four kelompok : The Big Four. Demikian juga pemerintah dalam memungut pajak bagi wajib pajaknya sangat didasarkan pada laporan keuangan mereka agar diperoleh penentuan pajak yang lebih objektif. dan (e) Catatan atas laporan keuangan.1 terdiri dari komponenkomponen. Skala nominal: The Big Ukuran KAP Ukuran KAP dibagi menjadi 2 Four = 1. 10) Di samping catatan atas laporan keuangan. calon pemberi kredit. Pihak-pihak lain seperti calon penanam modal. (c) Laporan perubahan ekuitas. laporan keuangan. lembaga-lembaga keuangan serta industri lainnya sangat memerlukan laporan keuangan. Non Big = 0 Four Skala nominal: selain Opini KAP Opini yang diberikan auditor pada unqualified = 1. Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan penyajian yang wajar walaupun pengungkapan tersebut tidak diharuskan oleh standar \ akuntansi (PSAK No.1. (d) Laporan arus kas. Laporan keuangan harus menerapkan PSAK secara benar disertai pengungkapan yang diharuskan PSAK dalam catatan atas laporan keuangan. kurang dari 2 tahun = 0 Menjadi Klien KAP f) Tinjauan Pustaka Pengertian Laporan Keuangan Pasar modal sangat memerlukan laporan keuangan bagi perusahaan yang melaksanakan emisi atau memasyarakatkan modalnya.Rasio Solvabilitas kemampuan memenuhi perusahaan semua untuk kewajiban- kewajibannya. Laporan keuangan yang lengkap menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. (a) Neraca.

par. (2) posisi keuangan perusahaan. Perbedaan ini dapat dimaklumi karena adanya peraturan dan kebijakan pasar modal yang berbeda antar negara. Willingham. “Audit delay is the length of time from a company’s fiscal year end to the date of the auditor’s report”. Audit Delay Lamanya waktu penyelesaian audit terhitung mulai dari tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan audit disebut audit report lag atau audit delay. Ahmad & Kamarudin (2001). Penelitian yang dilakukan Halim (2000) di semua hal yang .K. “Auditors’ report lag is the open interval of number of days from the year end to the date recorded as the opinion signature date in the auditors’ report”. Perusahaan yang sudah go public harus menyerahkan laporan keuangan tahunannya disertai dengan opini auditor kepada Bapepam. Menurut Dyer & McHugh (1975:206). Peraturan Bapepam tersebut diatur dalam Undang-Undang No.8 tahun 1995 tentang publikasi laporan keuangan tahunan auditan yang bersifat wajib dengan batas waktu 120 hari dari akhir tahun fiskal sampai tanggal diserahkannya laporan keuangan yang telah diaudit ke BAPEPAM. Untuk mendukung tercapainya kualitas laporan keuangan yang baik. Carslaw & Kaplan (1991). (3) kondisi ketidakpastian. (4) laporan mengenai lingkungan hidup.2 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan ke Bapepam menjadi 90 hari. maka diperlukan adanya aturan (regulasi) yang dibuat oleh profesi (dewan pembuat standar) dan pemerintah. 08 dan 09). Sejak 30 September 2003. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan rata-rata audit delay yang berbedabeda pada setiap negara. Namun. Informasi tambahan yang dianjurkan meliputi (1) telaahan keuangan yang menjelaskan karakteristik utama yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Kualitas komunikasi yang dicapai akan tergantung dengan kualitas laporan keuangan. Tujuan menyeluruh dari suatu audit laporan keuangan adalah menyatakan pendapat apakah laporan keuangan klien sudah menyajikan secara wajar dalam material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Menurut Ashton. & Elliott (1987). dan (5) laporan nilai tambah (PSAK No.1.perusahaan (manajemen) juga dianjurkan untuk memberikan “informasi tambahan”. Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan oleh manajemen kepada pihak luar perusahaan. peraturan ini diganti dengan peraturan baru dengan Nomor X.

45 hari.Indonesia menunjukkan rata-rata audit delay adalah 84. Owusu dan Ansah:2000) 2) Jenis Industri Ashto et al (1987) mengungkapkan bahwa perusahaan sektor financial mempunyai audit delay lebih pendek dibandingkan perusahaan di sektor lainnya. Menurut Boynton and Kell (1996:152) berendapat bahwa. Ini berkaitan dengan semakin banyaknya jumlah sampel yang harus di ambil dan semakin luasnya prosedur audit yang harus dilakukan. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap audit delay 1) Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang diukur dari besarnya total asset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan. Dimana menurut Mas’ud Machfoedz (1994:56) ukuran perusahaan dibagi menjadi tiga bagian. Hasil ini tergolong lebih panjang diban-dingkan hasil penelitian Ashton. Beberapa penelitian serupa di Indonesia menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pelaporan laporan keuangan (Schwartz dan Soo1996. Disamping itu. yaitu: 1) Perusahaan besar 2) Perusahaan Menengah 3) Perusahaan Kecil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemungkinan Ukuran Perusahaan dapat mempengaruhi waktu penyelesaian audit. aktiva yang dimiliki mempunyai nilai moneter sehingga mudah dalam pengukurannya dibandingkan dengan aktiva yang .Perusahaan berskala besar cenderung tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan. Sedangkan hasil penelitian Hossain dan Taylor (1998) di Pakistan menunjukkan rata-rata audit delay yang lebih panjang yaitu 143 hari. Hal ini disebabkan karena perusahaan financial tidak memiliki saldo persediaan yang cukup signifikan sehingga audit tidak membutuhkan waktu yang lama.53 hari. & Elliott (1987) yang hanya sebesar 62. ”audit delay akan semakin lama apabila ukuran perusahaan yang akan di audit semakin besar”. hal ini dikarenakan perusahaan besar memiliki pengendalian manajemen internal yang baik. Willingham. Ukuran Perusahaan merupakan fungsi dari kecepatan pelaporan keuangan karena semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan akan melaporkan hasil laporan keuangan yang telah diaudit semakin cepat karena perusahaan memiliki banyak sumber informasi dan memiliki sistem pengendalian internal perusahaan yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan yang memudahkan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan.

sehingga menunjukan sejumlah perusahaan mampu untuk menghasilkan laba dari sumber daya (asset) yang dimiliki. hasil penelitiannya menunjukkan bahwa profitabilitas tidak mempengaruhi audit delay. Penelitian yang dilakukan Yugo Trianto (2006) telah membuktikan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Penelitian ini melakukan perhitungan Profitabilitas dengan Return On Asset Rasio (ROA). maka ROA merupakan perbandingan antara jumlah laba yang dihasilkan terhadap asset yang digunakan. maka dalam penelitian ini yang menjadi tolak ukur tingkat profitabilitas yaitu Return On Asset Rasio (ROA) yang diproleh dengan persamaan berikut (Martono dan Agus Harjito. Dengan demikian kemungkinan Profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset dapat mempengaruhi waktu penyelesaian audit. 1998 : 717). Profitabilitas mempengaruhi perusahaan yang mengumumkan rugi atau profitabilitas yang rendah.berbentuk fisik. Berdasarkan definisi di atas. rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan tingkat asset tertentu. aktiva tetap dan aktiva berwujud (Anthony dan Govindarajan. 2005): Keterangan : Return on Asset (ROA) : Rasio Tingkat Profitabilitas EBIT : Jumlah laba bersih perusahaan setelah pajak Total Asset : Jumlah asset yang dimiliki perusahaan Berdasarkan persamaan diatas.Namun penelitian Supriyati Yuliasri Roslina (2007) mendapatkan hasil yang berbeda. 3) Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba pada periode tertentu. seperti persediaan. Ini berkaitan dengan akibat yang dapat ditimbulkan oleh pasar terhadap pengumuman rugi tersebut bagi perusahaan. 4) Solvabilitas .

dapat mengaudit dengan lebih efisien dan efektif. dan memiliki dorongan yang lebih kuat untuk menyelesaikan auditnya lebih cepat guna menjaga reputasinya. Hasil penelitian diatas berbeda dengan hasil penelitian yang diperoleh Carslaw dan Kaplan (1991). baik jangka panjang ataupun jangka pendek. yang bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik Sidharta dan Wijaya. b. Carlaw dan Kaplan (1991) dalam Yugo Trianto (2006:35) menemukan pengaruh yang signifikan antara solvabilitas yang diukur dari total debt to total asset ratio (TDTA) terhadap audit delay. Kantor Akuntan Publik KPMG (Klynfeld Peat Marwick Goedelar). Perhitungan solvabilitas dengan rasio total debt to total asset (TDTA) sendiri di hitung dengan rumus: 5) Ukuran KAP Hasil penelitian Ashtom. Auditor Empat Besar (The Big Four Auditors) adalah kelompok empat firma jasa profesional dan akuntansi internasional terbesar. Hal ini di asumsikan karena KAP besar memiliki karyawan yang banyak. Menurut Yuliana dan Aloysia (2004:115) Kantor Akuntan Publik di Indonesia dibagi menjadi KAP the big four dan Kantor Akuntan Publik non the big four. Namun penelitian Sistya Rachmawati (2008:8) pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2003-2005 menunjukkan bahwa rasio Solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Willingham dan Elliott (1987) dan Schwartz dan Soo (1996) menunjukkan bahwa audit delay akan lebih pendek lagi bagi perusahaan yang di audit oleh KAP besar. Kantor Akuntan Publik Price Water House Cooper.Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. . Kantor Akuntan Publik yang masuk kategori KAP the big four di Indonesia adalah: a. Hadi Susanto dan rekan. Proses pengauditan utang relatif membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pengauditan ekuitas. yang bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Drs. yang menangani mayoritas pekerjaan audit untuk perusahaan publik maupun perusahaan tertutup. memiliki jadwal yang fleksibel sehingga memungkinkannya untuk menyelesaikan audit tepat waktu. Hossain dan Taylor (1998) yaitu bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari ukuran KAP dengan audit delay.

c. Menurut Supriyati Yuliastri Rolinda (2007:114) Kantor Akuntan Publik internasional atau yang di kenal dengan the Big Four dianggap dapat melaksanakan auditnya secara efisien dan memiliki jadwal waktu yang lebih tinggi untuk menyelesaikan audit tepat pada waktunya. Kantor Akuntan Publik yang besar memperoleh insentif yang tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya lebih cepat dibandingkan Kantor Akuntan Publik lainnya. Kantor Akuntan Publik Ernst dan Young. Sarwoko dan Sanjoyo. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion) b. Hans Tuanokata. Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer of Opinion) 7) Lamanya Perusahaan Menjadi Klien KAP Hasil penelitian Ashton (1987) menemukan bahwa semakin lama menjadi klien KAP. sistem pengendalian internal perusahaan. Waktu audit yang lebih cepat adalah cara bagi Kantor Akuntan Publik besar untuk mempertahankan reputasinya. karena jika tidak menyelesaikan audit dengan cepat maka untuk tahun yang akan datang mereka akan kehilangan kliennya. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan ( Unqualified Opinion report with Explanatory Language) c. yang bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Drs. Pendapat tidak wajar (adverse Opinion)\ e. yang bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Drs. semakin pendek audit delay. 6) Opini KAP Laporan audit adalah alat formal yang digunakan auditor dalam mengkomunikasikan kesimpulan tentang laporan keuangan yang diaudit kepada pihak-pihak yang berkepentingan. d. Kantor Akuntan Publik Delloite Tauche Thomatshu. 2002:20-22): a. Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion) d. Hasil ini . Pendapat auditor sangatlah penting bagi perusahaan ataupun pihak-pihak lain yang membutuhkan hasil dari laporan keuangan auditan. Hal ini dikarenakan KAP tidak perlu lagi memahami karakteristik perusahaan. dan sebagainya. Auditor dapat memilih tipe pendapat yang akan dinyatakan Ada lima tipe pendapat laporan audit yang diterbitkan oleh auditor (Mulyadi.

.N.A. Kaplan. Charles A.” Jurnal Bisnis dan Akuntansi.2005. 1994. . Govindarajan. The Timeliness of the Australian Annual Report. K.C.berbeda dengan yang ditemukan Halim (2000) yaitu semakin lama menjadi klien KAP maka semakin lama audit delay. Mas’ud Machfoedz. Accounting and Bussiness Research (22 : 85) Dyer. and K. John Wiley & Sons. Journal of Accounting Research. Inc. New York.Imam.A. and Steven E.1975. R. Modern Auditing. W. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Ghozali.D. Financial Ratio Characteristic Analysis and The Prediction of Earnings Changes in Indonesia.P. Manajement Cntrol System. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2002. Semarang Halim. Varianda.Jakarta : Penerbit Salemba Empat. and Walter G. Boynton. edisi 6. 1998.R. J. Carslaw. An Examination of Audit Delay: Further Evidence from New Zealand. Ikatan Akuntansi Indonesia. edisi 2. Audit Delay and The Timeliness of Corporate Reporting Malaysian Evidence Anthony. g) Daftar Pustaka Ahmad. 2001. 1991. Standar Akuntansi Keuangan.. Ninth Edition. and Arhur Mc. R. 1996. Hugh. Irwin. Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay: Studi Empiris pada Perusahaanperusahaan di Bursa Efek Jakarta.2000.N and V. USA. Kerangka Dasar Penyusunan Laporan Keuangan. hal ini kemungkinan disebabkan oleh skala perusahaan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun kecuali tahun 1997 (karena krisis moneter). Kamarudin.

Skripsi. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia). Edisi Ketiga. Siagian. Dergibson. Suwardjono. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. S dan Ansah. Timeliness of Corporate Financial Reporting in Emerging Capital Market: Empirical Evidence from The Zimbamwe Stock Exchange. 2006. (2005). Metode Statistika Untuk Bisnis Dan Ekonomi. Owusu. 2002. 241-254 . Edisi 4. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat. Auditing. 2002.Mulyadi. S. Yogyakarta :Liberty. dan Sugiarto. . Analisis Laporan Keuangan. Universitas Gajah Mada : penerbit Salemba Empat. Yugo Trianto. 2000. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Accounting and Business Research. Munawir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.