Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM INTERPRETASI RUANG ( Deliniasi Citra Berdasarkan 8 Kunci Interpretasi) Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Interpretasi

Ruang (TKP 256)

Disusun oleh Muhammad Pradytio 21040112130105

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

1. Tujuan Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk melakukan interpretasi citra suatu kawasan dengan menggunakan unsur interpretasi citra, sehingga dapat mengidentifikasi objek pada sebuah citra. 2. Kajian Literatur 2.1 Penginderaan Jauh Penginderaan jauh adalah ilmu, teknik dan seni untuk mendapatkan informasi tentang objek, wilayah atau gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dari suatu alat tanpa berhubungan langsung dengan objek, wilayah atau gejala yang sedang dikaji (Lilesand and Keifer). 2.2 Interpretasi Citra

Interpretasi citra adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali objek pada citra, selanjutya menilai arti penting dari objek tersebut. Langkah-langkah umum yang dilakukan untuk memperoleh data penginderaan jauh agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang adalah : 1. Deteksi Pada tahap ini dilakukan kegiatan mendeteksi objek yang terekam pada foto udara maupun foto satelit. 2. Identifikasi Mengidentifikai objek berdasarkan ciri-ciri spektral, spasial dan temporal. 3. Pengenalan Pengenalan objek yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan objek yang tampak pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu. 4. Analisis Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. 5. Deduksi Merupakan kegiatan pemrosesan citra berdasarkan objek yang terdapat pada citra ke arah yang lebih khusus. 6. Klasifikasi Meliputi deskripsi dan pembatasan (deliniasi) dari objek yang terdapat pada citra.

7. Idealisasi Penyajian data hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai. 2.3 Unsur-Unsur Interpretasi Citra

Dalam melakukan kegiatan interpretasi citra, ada beberapa unsur yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan deteksi, identifikasi untuk mengenali sebuah objek. Interpretasi citra merupakan kegiatan menaksir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali objek pada citra, selanjutnya menilai arti penting dari objek tersebut. Dalam interpretasi citra terdapat dua kegiatan utama yaitu pengenalan objek dan pemanfaatan informasi. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan untuk memperoleh data pengindraan jauh adalah menditeksi dan menganalisis objek pada citra sehingga dapat bermanfaat bagi berbagai citra. Pengenalan objek merupakan bagian penting dalam interpretasi citra. Prinsip pengenalan objek pada citra didasarkan pada penyelidikan karakteristik objek yang terdapat pada citra. Berbagai karakteristik untuk mengenali objek pada citra disebut unsur interpretasi citra, sebagai berikut : a) Rona/Warna

Rona ialah tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan objek pada citra, sedangkan warna ialah wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak. Sebagai contoh, sungai mempunyai warna lebih gelap dari pada jalan dikarenakan air mempunyai sifat lebih banyak menerima tenaga dan sedikit memantulkan tenaga sedangkan jalan aspal lebih sedikit menyerap tenaga dan banyak memantulkan tenaga. b) Bentuk

Merupakan variabel kualitatif yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu objek, sehingga bisa mencirikan suatu penampakan yang ada pada citra, dapat diidentifikasi dan dapat dibedakan antar objek. Dari penampakan pada citra maupun foto udara dapat diidentifikasi bentuk massa bangunan, seperti mengenal adanya objek stadion olahraga pada suatu citra pada bentuk persegi panjang yang terdapat didalam peta / citra, maupun bentuk dasar fisik alam lainnya seperti gunung berapi ( dari bentuknya yang kerucut).

lahan untuk kawasan industry/pergudangan yang dicirikan dengan bentuk bangunan yang seragam persegi dan massa bangunan yang cukup.

Sumber : google.co.id Gambar 3.2.1 Peta Citra Suatu Kawasan Pada gambar diatas kita bisa mengidentifikasi adanya jalan yang lurus teratur dan bangunan perkantoran sekolah dan stadion yang bisa diidentifikasi melalui bentuk fisik dan penampakan dari citra. c) Ukuran

Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi lereng dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala, karena itu dalam memanfaatkan ukuran sebagai interpretasi citra, harus selalu diingat skalanya. Contoh: Lapangan olah raga sepakbola dicirikan oleh bentuk (segi empat) dan ukuran yang tetap, yakni sekitar (80 m - 100 m).

d)

Tekstur

Tekstur merupakan perubahan rona warna pada citra/foto udara atau penggulanggan rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. Tekstur ini bisa diklasifikasikan dari kasar sampai halus, dan belangbelang. Tekstur ini merupakan gabungan dari rona, ukuran, pola serta bentuk. Dengan melihat tekstur, kita dapat menggelompokkan penggunaan lahan dan fungsi dari suatu kawasan. Sebagai contoh, tekstur sawah yang halus akan berbeda dengan tekstur perkebunan tanaman atau yang pekarangan ada dekat dengan sehingga pemukiman, karena jenis berbeda,

memperlihatkan tekstur yang kasar.

Sumber : google.co.id Gambar 3.4.1 Peta Citra Tutupan Lahan e) Pola Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang dapat menandai pada banyaknya objek buatan manusia dan objek alamiah. Dalam menginterpretasi citra atau foto udara, pola merupakan salah satu yang sangat diperhatikan, guna membedakan antara objek-objek yang hampir sama karakteristiknya. Sebagai contoh, permukaan transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur, yaitu rumah yang ukuran dan jarak antar rumah yang seragam, dan mengarah ke jalan, kebun karet, kebun sawit dan sebagainya mudah dibedakan dengan polanya yang teratur serta jarak tanamnya.

Sumber : google.co.id Gambar 3.5.1 Citra Perkebunan Kelapa Sawit

f)

Situs

Situs adalah letak suatu objek terhadap objek yang lainnya pada hasil citra atau foto udara atau situs adalah letak objek terhadap bentang darat, seperti situs objek dirawa, di puncak bukit yang kering dan sebagainya. Situs dapat digunakan untuk menarik kesimpulan terhadap banyak tumbuhan yang secara karakteristik mengikat pada situs tersebut. Misalnya, hutan bakau yang ditandai dengan rona yang gelap dan lokasinya yang berada ditepi laut. Kebun kopi, yang dilihat dari jarak tanamannya dan lokasi tanamnya yang berada di tanah bergradien miring karena tanaman kopi menghendaki pengaturan air yang baik.

g)

Asosiasi

Asosiasi merupakan keterkaitan antar objek yang terdapat di dalam citra atau foto udara. Karena keterkaitan ini maka terlihatnya suatu objek ini sering merupakan petunjuk bagi objek lainnya. Sebagai contoh, disamping ditandai dengan bentuknya yang persegi panjang dan ukurannya yang sekitar 80m x 100m, lapangan sepak bola ditandai dengan adanya gawang . lapangan bola berasosiasi dengan gawang, kalau tidak ada gawang, mencirikan bahwa itu bukan lapangan bola. Contoh lain seperti, stasiun kereta api yang berasosiasi dengan jalur kereta api yang bercabang-cabang. Dengan melakukan interpretasi menggunakan 8 (delapan) kunci interpretasi, kita bisa dengan mudah mengidentifikasi objek objek yang terdapat didalam suatu citra, sehingga bisa digunakan dalam melakukan pengolahan citra lebih lanjut seperti pembuatan peta tata guna lahan dan sebagainya.

3. Alat dan Bahan 3.1 1. 2. 3. Alat dan Bahan Komputer atau laptop Software ArcGIS Peta Citra Google Earth

4. Langkah Kerja 4.1 Persiapan Salah satu kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah diberikannya pembekalan mengenai praktikum deliniasi citra, namun terlebih dahulu setiap mahasiswa dibagikan peta citra yang sama yang diambil dari google earth yaitu kawasan Undip, Tembalang. Pada kegiatan ini, mahasiswa dikenalkan dengan unsur interpretasi citra. 4.2 Pelaksanaan Berdasarkan pembekalan yang didapat maka, dilanjutkan dengan deliniasi citra. Langkah-langkah pada tahapan ini yaitu : Buka aplikasi mapping, arcGIS.

Masukan

file

batas_wilayah.shp

dan

citra_kampus_tembalang.tif

dengan cara add data _batas wilayah.shp + citra_kampus_tembalang.tif add.

Maka akan muncul tampilan petanya seperti dibawah ini

Lalu, kita mulai melakukan deliniasi citra sesuai dengan objek-objek

yang ada seperti gedung, kebun, jalan, sungai, yaitu dengan memilih editor start editing.

Pada kolom task, pilih cut polygon feature. Sebelum mulai

mendeliniasi, pilih keselruhan gambar dengan edit tool

Edit Tool

Maka tampilannya akan menjadi seperti ini.

Lakukan deleniasi dengan menggunakan sketch tool. Deliniasi sesuai

dengan penutupan lahannya, seperti kebun, permukiman dan sebagainya. Jika telah selesai, klik 2 (dua) kali pada titik terakhirnya. Sketch Tool

Setelah akan

selesai tampilan seperti ini.

mendeliniasi, akhirnya

Setelah selesai melakukan deliniasi, dilanjutkan dengan pengisian table

berdasarkan 8 (delapan) kunci interpretasi citra, klik Kanan Batas_Wilayah Open Attribute Table (dalam kondisi stop editing).

Untuk menambah kolom rona/warna, ukuran, lereng dan sebagainya (8 kunci interpretasi), klik options add field.

Nama Kolom (8 kunci interpretasi) Isikan nama dan type kolom dengan sesuai. Maka attribute tabelnya

akan menjadi seperti dibawah ini. Lalu isikan table tersebut sesuai dengan 8 Type Isian Kolom, (pilih kunci interpretasi tersebut (dalam kondisi start editing), text) bagaimana rona/warna objek, ukurannya, teksturnya (kasar/halus), bentuknya, pola objek, bayangan (untuk memperjelas objek), situs, dan asosiasinya. Setelah selesai mengisikannya, klik lagi editor stop editing. (Untuk menampilkan label pada peta, klik kanan pada batas_wilayah, pilih label Feature. Maka label akan muncul secara otomatis).

5. FI D Shape I D

Hasil dan Analisis COUNT Rona/Warna Biru/Abuabu Biru/Abuabu Objek Bentuk Garis Berkelok Garis Berkelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Tekstur Situs Bersebelahan dengan jalan atau lahan Bersebelahan dengan jalan atau lahan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar Asosiasi Berasosiasi dengan lahan kosong dan jalan Berasosiasi dengan lahan kosong dan jalan Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat Pola Tidak Teratur Tidak Teratur Kode Ukuran Keterangan

65

Polygon

Sungai

Halus

1187.762

Sungai

67

Polygon

Sungai

Halus

5716.528

Sungai Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang

Polygon

Hijau

RTH

Agak Kasar

Tidak Teratur

66963.23

Polygon

Hijau

RTH

Agak Kasar

Tidak Teratur

48553.6

Polygon

Hijau

RTH

Agak Kasar

Tidak Teratur

4364.542

8 9

Polygon Polygon

0 0

2 2

Hijau Hijau

RTH RTH

Agak Kasar Agak

Tidak Teratur Tidak

R R

853.8287 18614.95

17

Polygon

Hijau

RTH

18

Polygon

Hijau

RTH

19

Polygon

Hijau

RTH

24

Polygon

Hijau

RTH

26 28

Polygon Polygon

0 0

2 2

Hijau Hijau

RTH RTH

Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan Berkelok-

Kasar

pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan

pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain

Teratur

Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau

Agak Kasar

Tidak Teratur

1255.613

Agak Kasar

Tidak Teratur

27472.93

Agak Kasar

Tidak Teratur

34486.78

Agak Kasar

Tidak Teratur

5476.351

Agak Kasar Agak Kasar

Tidak Teratur Tidak Teratur

R R

35282.84 17499.15

33

Polygon

Hijau

RTH

34

Polygon

Hijau

RTH

35

Polygon

Hijau

RTH

37

Polygon

Hijau

RTH

39

Polygon

Hijau

RTH

40 43

Polygon Polygon

0 0

2 2

Hijau Hijau

RTH RTH

Kelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan

Agak Kasar

Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman

Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan

Tidak Teratur

13394.54

Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka

Agak Kasar

Tidak Teratur

3692.934

Agak Kasar

Tidak Teratur

50128.25

Agak Kasar

Tidak Teratur

13868.92

Agak Kasar

Tidak Teratur

14523.91

Agak Kasar Agak Kasar

Tidak Teratur Tidak Teratur

R R

1159.664 10054.28

47

Polygon

Hijau

RTH

49

Polygon

Hijau

RTH

51

Polygon

Hijau

RTH

62

Polygon

Hijau

RTH

63

Polygon

Hijau

RTH

64

Polygon

Hijau

RTH

dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok

dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan

penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain

Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau

Agak Kasar

Tidak Teratur

1675.464

Agak Kasar

Tidak Teratur

6616.197

Agak Kasar

Tidak Teratur

2524.49

Agak Kasar

Tidak Teratur

7867.614

Agak Kasar

Tidak Teratur

269.9561

Agak Kasar

Tidak Teratur

4677.259

66

Polygon

Hijau

RTH

68 5 11 30 31 16 29 69 1

Polygon Polygon Polygon Polygon Polygon Polygon Polygon Polygon Polygon

0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 2 2 2 2 2 2 2 2

Hijau Coklat Muda Coklat Muda Coklat Muda Coklat Muda Hijau Hijau Hijau Coklat

RTH Rumah Rumah Rumah Rumah Lapangan Lapangan Lapangan GedungGedung

Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Tidak Beraturan dan BerkelokKelok Persegi Persegi Persegi Persegi Persegi Persegi Persegi Persegi

Agak Kasar

Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar jalan dan terdapat pekarangan Sekitar jalan dan terdapat pekarangan Sekitar jalan dan terdapat pekarangan Sekitar jalan dan terdapat pekarangan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Sekitar pemukiman dan jalan Area padat penduduk

Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Terdapat pepohonan dan penghijauan lain Antar objek membentuk kelompok Antar objek membentuk kelompok Antar objek membentuk kelompok Antar objek membentuk kelompok Berasosiasi dengan jalan maupun RTH Berasosiasi dengan jalan maupun RTH Berasosiasi dengan jalan maupun RTH Antar objek membentuk

Tidak Teratur

46630.64

Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau Pemukiman Pemukiman Pemukiman Pemukiman Lapangan Lapangan Lapangan Kawasan Pendidikan

Agak Kasar Kasar Kasar Kasar Kasar Agak Kasar Agak Kasar Agak Kasar Kasar

Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Teratur Teratur Teratur Tidak Teratur

R P P P P L L L K

48.94515 15987.2 50176.52 50882.31 5931.063 3774.319 1531.773 4561.689 22822.31

10

Polygon

Coklat

GedungGedung GedungGedung GedungGedung GedungGedung GedungGedung GedungGedung GedungGedung GedungGedung

Persegi

Kasar

Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk

12

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

21

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

22

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

23

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

25

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

32 36

Polygon Polygon

0 0

2 2

Coklat Coklat

Persegi Persegi

Kasar Kasar

pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan

Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur

87321.02

Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan

54576.72

21393.38

26430.98

28159.68

37348.67

K K

55015.94 120626.6

38

Polygon

Coklat

GedungGedung GedungGedung GedungGedung GedungGedung

Persegi

Kasar

Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk

42

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

45

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

46

Polygon

Coklat

Persegi

Kasar

terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir Antar objek membentuk pavin dan terdapat parkir

Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur Tidak Teratur

12154.25

Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan Kawasan Pendidikan

28669.56

3333.906

7191.799

50

Polygon

Coklat

GedungGedung

Persegi Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus

Kasar

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

6 7

Polygon Polygon

0 0

2 2

Abu-abu Abu-abu

Jalan Jalan

Halus Halus

Area padat penduduk Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah

Tidak Teratur

18551.7

Kawasan Pendidikan

Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan Teratur berbagai

705.795

Jalan

J J

12233.83 125.3136

Jalan Jalan

13

Polygon

Abu-abu

Jalan

Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus

Halus

14

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

20

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota

kawasan Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur

87414.6

Jalan

5821.821

Jalan

1713.662

Jalan

52

Polygon

Abu-abu

Jalan

Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus

Halus

53

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

54 55

Polygon Polygon

0 0

2 2

Abu-abu Abu-abu

Jalan Jalan

Halus Halus

Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir

Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan Teratur berbagai kawasan

5969.095

Jalan

2076.536

Jalan

J J

1089.925 800.1131

Jalan Jalan

56

Polygon

Abu-abu

Jalan

Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus Garis Lurus

Halus

57

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

58

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

59

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

60

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

61

Polygon

Abu-abu

Jalan

Halus

kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Berlokasi di tengah kota/pinggir kota Area padat penduduk Area padat penduduk

Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Menghubungkan berbagai kawasan Teratur Berasosiasi dengan jalan utama dan lapangan Teratur Berasosiasi dengan jalan utama dan lapangan Teratur

994.4906

Jalan

1159.216

Jalan

254.7536

Jalan

677.0784

Jalan

1398.639

Jalan

150.1205

Jalan

15

Polygon

Coklat-Putih

Gedung

Persegi

Kasar

7314.664

Gedung

27

Polygon

Coklat-Putih

Gedung

Persegi

Kasar

7463.052

Gedung

41

Polygon

Coklat-Putih

Gedung

Persegi

Kasar

Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk Area padat penduduk

44

Polygon

Coklat-Putih

Gedung

Persegi

Kasar

48

Polygon

Coklat-Putih

Gedung

Persegi

Kasar

70

Polygon

Coklat-Putih

Gedung

Persegi

Kasar

Berasosiasi dengan jalan utama dan lapangan Berasosiasi dengan jalan utama dan lapangan Berasosiasi dengan jalan utama dan lapangan Berasosiasi dengan jalan utama dan lapangan

Teratur

20137.36

Gedung

Teratur

9718.16

Gedung

Teratur

2642.574

Gedung

Teratur

1753.277

Gedung

Hasil dari pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi adalah pengelompokkan atau pembedaan antar daerah yang ada dan dijelaskan menurut interpretasi citra yang ada. Dalam pengolahan data yang dilakukan, citra dibagi menjadi 7 wilayah: 1. G = Gedung Gedung memiliki warna putih, jingga dan abu-abu. Ukuran gedung diperkirakan +/- 1500 m2, dengan tekstur kasar, dengan tekstur kasar akan mempengaruhi terang gelap rona gedung tersebut. Bentuk gedung dilambangkan persegi panjang, dengan pola tidak teratur dan tinggi diperkirakan 4-40m. Situs gedung di sekitar jalan dengan berasosiasi memiliki tempat parkir dan pos satpam. 2. P = Permukiman Pemukiman adalah kumpulan dari rumah-rumah (gedung). Pemukiman memiliki rona terang, dan gelap sedang dengan memiliki warna putih, jingga, dan abu-abu. Pemukiman memiliki tekstur yang kasar, sedangkan pola yang dimiliki adalah pola tidak teratur, tinggi kurang lebih 4-20m dengan ukuran 200 m2 , memiliki bayangan, situsnya yaitu terdapat pada sekitar jalanan, asosiainya membentuk kelompok. 3. R = Ruang Terbuka Hijau Ronanya gelap sedang menuju gelap, berwarna hiijau, memiliki tinggi 4m , berbentuk pepohonan dan semak belukar, tidak terdapat batasan ukuran, polanya tidak teratur, memiliki bayangan, terdapat di lahan kosong, dan memiliki tekstur yang kasar.
2

4.

L = Lapangan Lapangan warnanya hijau.Memiliki bentuk bervariasi dengan tekstur halus agak kasar,dan berbentuk semak/ rumput. Pola dari lapangan adalah tidak teratur dan memiliki tinggi 1m2, tidak terdapat bayangan dan berasosiasi di daerah yang belum dibangun atau tidak terbangun.

5.

S = Sungai Sungai berasosiasi dengan jembatan jika melewati jalan,dan situs terdapat pada lembah atau cengkungan. Warna dari sungai adalah warna biru. Sungai tidak memiliki ketinggian dan bayangan dengan memiliki lebar 1-15m, tekstur halus dan bentuk tidak teratur dan berkelok-kelok.

6.

J = Jalan Memiliki ukuran 1-30 m, dengan bentuk memanjang dan lurus, berpola teratur tidak memiliki ketinggian, tidak memiliki bayangan, berlokasi di tengah atau dipinggiran kota, berasosiasi dengan bentuk pertigaan, perempatan dan lain-lain, dan memiliki tekstur yang halus.

7.

K = Kawasan Pendidikan Ronanya gelap sedang berwarna hijau, tidak memiliki batasan ukuran, dengan bentuk petak-petak, dan berpola teratur. Tidak terdapat ketinggian, tidak memiliki bayangan, terdapat di setiap wilayah, meiliki asosiasi saling mengelompok dan bertekstur kasar.

6.

Kesimpulan Menginterpretasikan suatu citra dengan menggunakan 8 (delapan)

kunci interpretasi citra (rona/warna, ukuran, bentuk, tekstur, pola, situs dan asosiasi)membantu kita untuk lebih memahami objek-objek yang ada di citra suatu kawasan, seperti peta citra kampus UNDIP Tembalang ini. Setelah dilakukannya interpretasi, bisa diambil suatu garis besar bahwa kampus UNDIP Tembalang dapat digolongkan kedalam kampus yang memiliki keseimbangan antara lahan terbangun dan lahan hijaunya. Lahan terbangun, seperti gedung kampus, permukiman, dan perdagangan/jasa dapat di lihat dari peta citra kampus UNDIP ini sendiri, yang dicirikan dengan rona gelap, dan warna orange, merah dan coklat. Selain itu, lahan hijau seperti Kebun/hutan, lapangan hijau/RTH juga tampak di citra, dengan ciri khasnya, yang berwarna hijau. Antara kebun dan lapangan hijau bisa dilahat perbedaannya dari vegetasi/pepohonan yang terdapat di objek yang di interpretasikan. Seperti Kebun yang didominasi dengan tekstur yang kasar, karena pepohonan yang tumbuh bebas, dan juga lapangan hijau, yang didominasi dengan tekstur yang halus.

Daftar Pustaka Hertanto, Hendrik Boby. 2012. Penginderaan Jauh dalam Blogspot. http://geoenviron.blogspot.com/2012/04/penginderaan-jauh.html. Diunduh 10 April 2013. http://www.docstoc.com . Tanpa Angka Tahun. Interpretasi Citra dan Foto Udara, dalam google.com. Diunduh 10 April 2013 http://belajar.kemendiknas.go.id . Diunduh 13 April 2013 http://www.organisasi.org . 2010 . Definisi/Pengertian Citra Penginderaan Jauh (Inderaja) Menurut Para Ahli, dalam google.com. Diunduh 13 April 2013