Anda di halaman 1dari 23

Kromatografi Gas

KELOMPOK 3

Ichsan Charismawan ( 16-18 ) Fira Afrialty ( 2-4) Merlin Malimongan ( 5-8) Yuris Firdayanti (9-11 ) Nuraini Aulia ( 12-15) Rahmah Fauziyah (19-22)

Kromatografi gas merupakan metoda pemisahan yang digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa yang volatil dengan meneluskan arus gas melalui fase diam. Pada cara ini komponen-komponen campuran mengalami partisi antara fasa gerak dan fasa diam

Dasar kromatografi gas oleh H.M McNair & E.J. Bonelli

Fase gerak adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak Fase diam berupa cairan dan padatan

Sampel/campuran yang dipisahkan dapat berwujud cair atau gas. Sampel harus volatil (cepat menguap), namun stabil pada suhu termal (tidak mudah terurai).

Pembagian Kromatografi Gas

KROMATOGRAFI GAS PADAT


FASE DIAM padat berwujud

karbon, zeolit dan

silika gel.

Prinsip pemisahannya berdasarkan adsorpsi terhadap fasa diam.

KROMATOGRAFI GAS CAIR


FASE DIAM berwujud cair.

Cairan tersebut merupakan cairan yang tidak mudah menguap yang melekat pada padatan pendukung yang inert berupa butiran halus. Prinsip pemisahannya perbedaan partisi komponen komponen dari suatu sampel di antara fasa diam dan fasa gerak.

Kromatografi Gas Cair


Pada KGC, komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas pembawa melalui kolom. Campuran terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak-atsiri yang terdapat pada zat padat dengan ukuran partikel tertentu. Pelarut akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. Pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor.

KOMPONEN INSTRUMENTASI Kromatografi Gas pembawa Injektor Oven Kolom Detektor Data Sistem
Http//edrsimawan.com/Gas Liquidcromatography.html

Gambar Instrumen

Gas Pembawa
Adapun persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh gas pembawa adalah : Inert, agar tidak terjadi interaksi dengan pelarut. Murni, mudah didapat dan murah harganya. Gapat mengurangi difusi dari gas Cocok untuk detektor yang digunakan

Lanjutan gas pembawa


Gas yang biasa digunakan yaitu Hidrogen, helium, nitrogen, dan argon. Gas hidrogen dan helium digunakan pada detektor kinduktivitas termal sedangkan nitrogen digunakan pada detektor pengionan nyala

Injektor
Sebelum memasuki kolom maka sampel harus dirubah menjadi uap dan ini dilakukan pada tempat injeksi. Suhu pada tempat injeksi ini haruslah 50 oC diatas titik didih tertinggi yang ada dalam campuran cuplikan dan tidak boleh terlalu tinggi karena kemungkinan dapat mengurai senyawa yang akan dianalisa

Kolom
Ada 2 jenis kolom yang digunakan dalam kromatografi gas secara umum : kolom jejal (packed columns) kolom tubuler terbuka (open tubulas columns)

Lanjutan Kolom
Ukuran kolom bervariasi antara < 2 m 50 m atau lebih dan terbuat dari stainless steel, glass, silika atau teflon, ukuran diameter : 10 30 cm

Detektor
Detektor dapat menunjukan adanya sejumlah komponen didalam aliran gas pembawa serta sejumlah dari komponen-komponen tersebut. Detektor yang diinginkan adalah detektor yang mempunyai sensitifitas yang tinggi, noisenya rendah, responnya linear, dapat memberikan respon dengan setiap senyawa, tidak sensitif terhadap perubahan temperatur dan kecepatan aliran dan juga tidak mahal harganya.

Lanjutan Detektor
Detektor= mengubah sinyal analit menjadi sinyal listrik

Karakteristik detektor
Detektor Integral
Memberikan suatu pengukuran setiap saat dari jumlah total bahan yang dielusi

Detektor Diferensial
Menghasilkan kromatogram familiar yang terdiri dari puncak-puncak
.

Rekorder
Rekorder= menampilkan hasil pemisahan GC

Cara Penggunaan Kromatografi Gas


1.

2.

3.

4.

Sampel diinjeksikan detektor akan ke injektor yang menghasilkan sinyal suhunya telah diatur. listrik yang besarnya proporsional. Setelah sampel menjadi uap, akan 5. Sinyal listrik tersebut dibawa oleh aliran gas akan diperkuat oleh pembawa menuju amplifier. kolom. 6. Kromatogram akan Sehingga komponen dicatat oleh rekorder akan terabsorbsi oleh berupa puncak. fase diam sampai Http//edrsimawan.com/Gas Liquid-cromatography.html terjadi pemisahan. Komponen yang terpisah menuju

Kegunaan Kromatografi Gas


Analisis senyawa yang kurang stabil pada temperatur tinggi, seperti pada : Petroleum (bensin, solar, oli) Bahan Makanan (penyedap, gula, lemak dan asam amino)

Kelebihan menggunakan kromatogtafi gas


Analisis dapat dilakukan dengan cepat (biasanya 10 15 menit) Sensivitas tinggi

Dilengkapi sistem komputer untuk mengontrol bagianbagian kromatografi dan menyimpan data hasil

percobaan.

Memisahkan campuran-campuran yang mengandung


banyak komponen dengan perbedaan titik didih rendah Volume yang diperlukan sangat kecil ( 1 10 l ) Mudah dioperasikan dan tekniknya terpercaya.

Kekurangan kromatografi Gas


Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap

Fasa gerak mahal dan susah didapat


(harus inert). Pemilihan fasa diam terbatas.

TERIMA KASIH
SILAHKAN BERTANYA ^_^