Anda di halaman 1dari 15

PENERAPAN METODE MARKET BASKET ANALYSIS SWALAYAN MIROTA PASARAYA MELALUI ANALISIS PENAWARAN MEMBER CARD

Yuliana Rachmawaty (10522154), Sandiningtyas Prasanthi (10522166)


Pratikum Analisa Keputusan dan Data Mining Teknik Industri FTI UII ABSTRACT Business competition is getting tougher in Yogyakarta area in particular is expected that the company engaged in the one-stop shopping store business, such as Mirota Pasaraya Jakal Km 6.1 can perform a new innovation by doing some proper marketing communication strategies in conveying information through a variety of strategies to increase sales in the consumer interest. By using market basket analysis, research methods of data mining, it is known how the marketing communications strategy PT. Mirota Pasaraya Jakal Km 6.1 on the analysis of member card. With a member card, which offers many offered by the one-stop shopping store that would be beneficial to the owner of the card member. Member card as a promotional move into one of the factors necessary for successful marketing and communication strategies implemented a one-stop shopping store in developing and maintaining the business with a variety of other one-stop shopping stores are very widely spread in the Yogyakarta area. As a purpose from this research is for know consumer characteristic building on consumer behavior on buying habits. Keyword: Market basket Analysis, one-stop shopping store, member card

PENDAHULUAN Keistimewaan pasar swalayan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan belanja konsumen dalam satu tempat (one-stop shopping store), menyebabkan keberadaan pasar swalayan semakin dibutuhkan oleh masyarakat terutama di daerah perkotaan yang semakin lama semakin sibuk dan menginginkan waktu berbelanja yang singkat. Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, pasar swalayan (one-stop shopping store) merupakan salah satu bentuk usaha retail dalam bidang pengadaan produk yang dibutuhkan ataupun diinginkan konsumen. Melihat kondisi tersebut para pengusaha retail perlu melakukan upaya agar tetap bisa bertahan dan bersaing dengan pengusaha retail lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari pola perilaku konsumen. Pola tersebut dapat diketahui dengan memanfaatkan data transaksi yang kemudian diolah untuk mendapatkan pola dari barang yang sering dibeli secara bersamaan. Pada aspek perilaku konsumen yang kini menjadi fokus perhatian setiap pasar swayalan dapat menjadi pertimbangan penting yang potensial. Aspek tersebut berperan sebagai langkah awal dalam menyusun strategi perusahaan sehingga para pelaku bisnis dapat merencanakan dan melaksanakan dengan berbagai aspek lainnya dalam bersaing dengan pasar swayalan lainnya salah satunya yaitu dengan cara penawaran member card. Dengan memperhatikan pola perilaku konsumen yang heterogen pihak pelaku bisnis akan mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih baik, dengan demikian perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen, menentukan harga pada produk yang ditawarkan bagi setiap target pasar, dll. Sebagaimana yang kita ketahui, di Yogyakarta banyak sekali usaha retail (swalayan) yang dengan strategi perusahaannya masing masing untuk menarik minat konsumen. Dikarenakan banyaknya usaha retail tersebut, muncul permasalahan ketika swalayan tersebut letaknya berdekatan dengan swalayan lain. Salah satu contohnya yaitu Mirota Pasaraya dengan Superindo yang letaknya bersampingan yaitu di Jalan Kaliurang KM 6,1 yang dimana kedua swalayan tersebut merupakan swalayan besar yang masing-masing mempunyai pelanggan yang banyak juga. Dan kami memutuskan untuk melakukan penelitian pada swalayan Mirota Pasaraya. Permasalahan tersebut menjadi sangat penting bagi pihak Mirota

Pasaraya karena pihak swalayan akan berusaha keras melakukan berbagai macam strategi pemasaran karena harus bersaing dengan swalayan Superindo yang perlu dipertimbangkan keberadannya agar dapat menarik minat konsumen dan meningkat penjualan guna mempertahankan usaha retail tersebut. Dalam studi kasus ini, kami melakukan analisis pada isi keranjang konsumen yang bermacam-macam. Pihak Mirota Pasaraya mempunyai fasilitas member card dengan ketentuan-ketentuan tertentu yang diberikan agar konsumen amendapat keuntungan yang dapat memberikan kepuasan terhadap konsumen sehingga konsumen tetap melakukan pembelian di Mirota Pasaraya guna untuk meningkatkan penjualan. Adanya member card tentu sangat memudahkan untuk mendata dan memantau aktifitas dan perilaku konsumen. Bagaimana frekuensi belanjanya, berapa nilai rupiahnya setiap kali belanja, berapa kuantitas dari setiap item yang dibelinya, barang jenis apa saja yang biasanya dibeli dalam jumlah banyak, kapan biasanya belanja dalam jumlah besar terjadi. Sebuah keranjang akan memberitahukan apa saja yang dibeli oleh seorang konsumen dalam satu waktu. Setiap konsumen membeli barang yang heterogen, dalam jumlah yang berbeda, dan dalam waktu yang berbeda. Dengan menggunakan metode Market Basket Analysis yang merupakan contoh penerapan Association Rule kita akan menganalisis melalui 110 struk pembelian yang telah kami peroleh dari konsumen secara langsung dengan mengidentifikasi data transaksi pembelian konsumen untuk mengetahui mengapa konsumen melakukan pembelian tersebut. Dengan Market Basket Analysis dapat diketahui produkproduk mana yang memungkinkan untuk dibeli secara bersamaan dan produk mana yang lebih disetujui untuk dipromosikan karena tingkat penjualannya yang tinggi, sehingga pada produk yang kurang mendapat perhatian konsumen dapat dibuang atau dikurangi stocknya sehingga siklus pergantian produk lebih cepat. Dalam Market Basket Analysis tidak hanya memahami kuantitas dari item yang dibeli dalam keranjang itu, tapi bagaimana item yang dibeli mempunyai hubungannya dengan item yang lain. Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di atas rumusan masalah dari penelitian ini yaitu untuk menemukan dan menginterpretasikan sejumlah rule yang terbentuk dari objek yang diteliti dengan metode MBA. TINJAUAN PUSTAKA Mirota Pasaraya adalah swalayan terkemuka di Yogyakarta, didirikan pada tanggal 14 Februari 2004. Seiring berjalannya waktu Mirota Pasaraya tumbuh dan berkembang dengan pesat dan pada tanggal 14 Februari 2011 Mirota Pasaraya hadir dengan konsep baru. Mirota Pasaraya terletak di Jalan Kaliurang, yang merupakan jalan yang sangat strategis di Yogyakarta. Mirota Pasaraya saat ini hadir lebih dekat di tengah para pelanggan setianya. Dekat dengan komplek perumahan, kampus, perkantoran dan hanya berjarak 200 meter dari jalan ring road Yogyakarta. Dengan gedung 4 lantai plus parkir basement, semakin menambah nilai lebih Mirota Pasaraya dari para kompetitornya. Visi dari Mirota Pasaraya sendiri yaitu sebagai pusat belanja keluarga dengan didukung misi-misi antara lain, kepuasan pelanggan, kepuasan perusahaan, dan kepuasan karyawan. Komitmen Mirota Pasaraya yaitu: a. Kemudahan dalam bertransaksi Untuk memudahkan pelanggan dalam bertransaksi, Mirota Pasaraya memberikan layanan transaksi dengan kartu debit maupun kredit tanpa dikenakan biaya tambahan. Selain itu, Mirota Pasaraya juga hadir dengan gallery ATM 8 bank. b. Kenyamanan Kepuasan untuk pelanggan, adalah motto utama Mirota Pasaraya. Untuk itu Mirota Pasaraya berusaha memberikan kepuasan, semaksimal mungkin dalam hal ini adalah kenyamanan pelanggan dalam berbelanja. Koridor antar rak yang cukup luas,

sehingga pelanggan dapat leluasa berbelanja tanpa harus merasa risih bersenggolan dengan pengunjung lainnya. Mirota Pasaraya juga dilengkapi dengan AC yang sejuk, sehingga pelanggan akan semakin merasa nyaman dalam bertransaksi. c. Keramahan Senyum khas Mirota Pasaraya senantiasa kami berikan untuk para pelanggan setia, seluruh pramuniaga dibekali dengan standar dalam memberikan pelayanan kepada anda. Pelanggan dapat dengan mudah menemui para pramuniaga kami dan dengan setulus hati kami akan memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan setia Mirota Pasaraya. Dalam studi kasus kami, yaitu pada Penerapan Metode Market Basket Analysis Swalayan Mirota Pasaraya Melalui Analisis Penawaran Member Card. Dengan mengidentifikasi isi keranjang dari konsumen Mirota pasaraya menggunakan Market Basket Analysis atau MBA, yang merupakan salah satu tipe analisis data yang paling sering digunakan dalam dunia pemasaran (Megaputer, 2007). Tujuan dari Market Basket Analysis adalah untuk menentukan produk-produk apa saja yang paling sering dibeli atau digunakan sekaligus oleh para konsumen. Proses Market Basket Analysis ini adalah dengan menganalisis buying habits konsumen dengan menemukan asosiasi antar produk-produk yang berbeda yang diletakkan konsumen dalam shopping basket. Dalam perkembangannya, konsumen ditempatkan sebagai pusat perhatian. Setidaknya ada dua alasan mengapa perilaku konsumen perlu dipelajari. Pertama, konsumen sebagai titik pusat perhatian pemasaran. Mempelajari apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen pada saat ini merupakan hal yang sangat penting. Untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen, maka aspek-aspek yang mempengaruhi konsumen secara individu seperti persepsi, cara memperoleh informasi, sikap, demografi, kepribadian dan gaya hidup konsumen perlu dianalisa. Selain itu juga perlu dianalisa aspek lingkungan seperti budaya, kelas sosial, kelompok rujukan, proses komunikasi, keluarga, dan lain-lain yang semuanya bisa mempengaruhi perilaku konsumen. Kedua, perkembangan perdagangan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk yang ditawarkan daripada permintaan. Kelebihan penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak terjual atau tidak dikonsumsi oleh konsumen. Kelebihan penawaran tersebut bisa disebabkan faktor seperti kualitas barang tidak layak, tidak memenuhi keinginan atau kebutuhan konnsumen, atau mungkin juga konsumen tidak mengetahui keberadaan produk tersebut (Rambu Kamba Ipu, 2011). Asociation dalam data mining adalah pekerjaan untuk menentukan mana atribut yang akan didapatkan bersamaan. Tugas dari asociation rule adalah mencari aturan yang tidak mengcover untuk mengukur hubungan antara dua atau lebih atribut. Association Rule adalah bentuk jika kejadian sebelumnya kemudian konsekuensinya. (IF antecedent, THEN consequent). Bersamaan dengan perhitungan aturan support dan confidence. Pola asosiasi menjadi salah satu fungsionalitas yang paling menarik dalam penggalian data (Kumar dan Wahidabanu, 2007). Association Rule adalah teknik data mining untuk menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item. Istilah Market Basket Analysis sendiri datang dari kejadian yang sudah sangat umum terjadi di dalam pasar swalayan, yakni ketika para konsumen memasukkan semua barang yang mereka beli ke dalam keranjang (basket) yang umumnya telah disediakan oleh pihak swalayan itu sendiri. Informasi mengenai produk-produk yang biasanya dibeli secara bersama-sama oleh para konsumen dapat memberikan wawasan tersendiri bagi para pelaku bisnis atau swalayan untuk menaikkan laba bisnisnya (Albion Research, 2007). Dalam Market Basket Analysis tidak hanya memahami kuantitas dari item yang dibeli dalam keranjang itu, tapi bagaimana item yang dibeli dalam hubungannya satu dengan yang lain. Informasi ini dapat digunakan antara lain, seperti: 1. Lebih menguntungkan periklanan dan promosi.

Penargetan yang lebih tepat dalam mengembalikan ROI (Return of Investment). Loyalitas kartu promosi dengan analisis longitudinal. Menentukan tata letak toko yang baru (new store layouts) Mengidentifikasi ketika persoalannya berpasangan/kupon (issue coupons). Market Basket Data adalah data transaksi yang menjelaskan tiga perbedaan entitas yang mendasar yaitu : 1. Customers 2. Orders/pembelian 3. Items (barang-barang) Pada pasar swalayan terdapat data transaksi penjualan konsumen. Tiap informasi pada transaksi memuat tanggal dan item apa saja yang dibeli. Data ini disebut sebagai basket data. Market Basket Analysis (MBA) merupakan studi mengenai analisis basket data. Salah satu metode yang banyak digunakan dalam MBA adalah association rule mining yang bertujuan menemukan aturan-aturan asosiasi di antara himpunan besar data item dalam basisdata transaksi. Apabila diimplementasikan dalam basis data transaksi, aturan-aturan asosiasi ini akan sangat berguna dalam menentukan strategi bisnis seperti mendesain katalog, menata layout, serta merancang kampanye pemasaran dan promosi. Konsumen setiap saat membuat mungkin untuk dikenali secara cepat, seperti frekuensi pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Tiga level dari market basket data yang penting yang secara cepat dapat memahami permintaan. Ada beberapa dasar pengukuran yaitu: 1. Berapa rata-rata pembelian barang yang dilakukan konsumen? 2. Berapa rata-rata barang yang khusus setiap pembelian? 3. Berapa rata-rata barang setiap pembelian? 4. Untuk barang tertentu, proporsi konsumen apa yang telah membeli barang tersebut? 5. Untuk barang tertentu, berapa rata-rata dari pembelian setiap konsumen yang termasuk dalam barang tersebut? 6. Untuk barang tertentu, berapa rata-rata jumlah pembelian dalam suatu pembelian ketika barang tersebut dibeli? Analisis asosiasi didefinisikan sebagai suatu proses untuk menemukan semua aturan assosiatif yang memenuhi syarat minimum untuk support (minimum support) dan syarat minimum untuk confidence (minimum confidence) dan lift ratio adalah parameter penting selain support dan confidence dalam association rule. a. Support Suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar tingkat dominasi suatu item/itemset dari keseluruhan transaksi. Ukuran ini menentukan apakah suatu item/ itemset layak untuk dicari confidence-nya (misal, dari keseluruhan transaksi yang ada, seberapa besar tingkat dominasi yang menunjukkan bahwa item A dan B dibeli bersamaan). Rumus dari support adalah:
( b. Confidence )

2. 3. 4. 5.

Suatu ukuran yang menunjukkan hubungan antar 2 item secara conditional (misal, seberapa sering item B dibeli jika orang membeli item A). Rumus dari confidence adalah:
( ) ( ( ) )

c. Lift/ Improvement Ratio Lift Ratio merupakan parameter penting selain support dan confidence dalam association rule. Lift Ratio mengukur seberapa penting rule yang telah terbentuk

berdasarkan nilai support dan confidence. Lift Ratio merupakan nilai yang menunjukkan kevalidan proses transaksi dan memberikan informasi apakah benar produk A dibeli bersamaan dengan produk B.
( ) ( ) ( )

Informasi tentang konsumen merupakan informasi yang sebaiknya (atau malah harus) tersedia supaya konsumen anda bisa diidentifikasi. Dengan melakukan tracking para konsumen terhadap apa saja yang mereka beli dari waktu ke waktu memungkinkan untuk menentukan sesuatu yang dapat membawa ke arah perbaikan. Pertanyaannya, bagaimana cara melakukan tracking konsumen? Salah satu cara yaitu dengan menggunakan Member Card. Dengan memberikan iming-iming doorprize, discount atau point, para konsumen rata-rata mau menjadi member dari sebuah produk tertentu. Sederhananya, setiap kartu memiliki nomor unik, nomor unik ini terkait dengan identitas konsumen ketika mereka melakukan registrasi jadi member, kemudian nomor unik ini akan tercatat pada sistem setiap kali para konsumen melakukan transaksi. METODOLOGI PENELITIAN Studi kasus penelitian kali ini, yaitu berupa penugasan lapangan metode AR-MBA dimana diharuskan memilih salah satu tempat penelitian usaha retail yang memiliki bukti struk penjualan dan menjual produk yang jenisnya heterogen. Kami memilih swalayan Mirota Pasaraya yang bertempat di Jalan Kaliurang Km 6,1 Sleman, Yogyakarta dengan syarat preprocessing data dalam mengumpulkan struk belanja pengunjung retail tersebut (minimal 100 struk belanja) sebagai berikut: a. Tidak menggunakan data transaksi yang gagal b. Tidak menggunakan data transaksi yang hanya terdapat satu item c. Tidak menggunakan data transaksi yang hanya terdapat departemen yang sama dalam satu transaksi Melalui metode Market Basket Analysis dapat dilihat bahwa terdapat assosiasi terhadap beberapa barang yang cukup signifikan. Dan aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melihat assosiasi barang pada analisis buying habits konsumen dengan menemukan asosiasi antar produk-produk yang berbeda yang diletakkan konsumen dalam shopping basket. Aturan asosiasi yang dapat dilihat dari hasil pengolahan data penjualan terdiri dari support, confidence, dan lift/ improvement ratio. Objek yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu struk pembelian, subjeknya yaitu pelanggan Mirota Pasaraya, dan untuk populasinya yaitu 110 orang yang berbelanja di Mirota Pasaraya. Kemudian setelah mengumpulkan 110 struk belanja tersebut yang dimulai dari hari Kamis 10 Mei 2012 sampai dengan Senin 14 Mei 2012, kami melakukan pengumpulan data (menggunakan 100 struk) sebelumnya data disortir sesuai dengan syaratsyarat yang telah ditentukan. Ada beberapa data transaksi yang gagal dikarenakan departemennya sama dan barang yang dibeli homogen. Langkah selanjutnya yaitu menentukan departemen dari data struk yang sudah ada dilanjutkan dengan melakukan perubahan data ke bilangan biner yaitu bilangan 0 dan 1. Dan langkah terakhir yaitu dengan menentukan minimum support yaitu 5 dan persentase minimum confidence sebesar 70 % yang penghitungannya menggunakan software XlMiner guna untuk mencari rule yang terbentuk dari nilai support dan confidence yang telah didapatkan sehingga bisa menarik kesimpulan yang menjadi rumusan masalah dari studi kasus ini.
Comment [c1]: Aturan di metode penelitian

HASIL 1. Kondisi awal retail Swalayan Mirota merupakan swalayan yang cukup banyak dikunjungi oleh konsumen yang ingin berbelanja berbagai macam kebutuhan. Untuk semakin menarik konsumen, salah satunya dilakukan dengan program penawaran member card bagi poelanggan setia Mirota Pasaraya. Dengan adanya member card ini, maka pelanggan setia Mirota Pasaraya akan mendapat keuntungan antara lain: a. Diskon Spesial Pemegang member card akan mendapatkan diskon harga untuk barang barang promo dari pihak Mirota Pasaraya. b. Harga Spesial Pemegang kartu member akan mendapatkan harga spesial jika membeli barang tertentu dengan syarat membeli suatu barang yang telah ditentukan oleh pihak Mirota Pasaraya. c. Point Reward Pemegang kartu member akan mendapatkan 1 point jika berbelanja diatas Rp 20.000 (berlaku kelipatan). Point yang didapat bisa ditukar dengan hadiah yang disediakan oleh pihak Mirota Pasaraya dalam batas masa waktu berlaku point yang ditentukan. Jika point tidak ditukarkan, maka point akan hangus. d. Info spesial Pemegang member card akan mendapatkan informasi-informasi spesial mengenai promo yang sedang berlaku di Mirota Pasaraya yang tentunya akan memberikan keuntungan lebih bagi konsumen. e. Program khusus member Pemegang member card juga bisa mengikuti program khusus member yang akan memberikan banyak keuntungan bagi member. Di bawah ini merupakan ketentuan dan cara menjadi member: a. Berbelanja senilai minimal Rp 100.000 b. Menunjukkan struk belanja di counter Costumer Service Mirota Pasaraya. c. Kemudian isi formulir yang tersedia. d. Membayar biaya pengganti kartu sebesar Rp 5.000

2. Hasil Rekapitulasi Struk Belanja Tabel 1. Data Rekapitulasi

Tabel 2. Data Integrasi NO. Departemen Produk sosro teh celup, bendera yes, yakult, kapal api, teh kotak, minute maid , frisian flag, 2 tang, indomilk, cimory, vegeta, clevo, teh rio, indocafe coffeemix, buavita, aguaria, vit, sprite, nestle, coca cola, nescafe, coolant, good day, real good, asia sekoteng, teh poci celup, tong tji, nu green tea, you c 1000, wong coco, bendera, larutan badak, teh kepala djenggot, aje big milo, milkuat, aqua, susu enaak, tropicana slim, mizone, ultra, energen, teh sarimurni, selasih, nutrisari, ultra kacang hijau, torabika prenagen, anlene, sustagen, SGM 3 mayasi, kokola cookies, chiki ball, keong hung kue, kraft, koko krunch, elang kacangmerah, garuda, ubm cocoa, biskuat, malkist, DK sukro, nissin, bim bim, tic tac, momogi, gery, roma, nabati, chupa chup, lay's, stikko, delfi, lucky, choki choki, selamat, walls, oreo, push pop, astra, soyjoy, hatari, nyam nyam, inaco, kita marning, trenz, fandy gadung, taro, afis kedelai, nano nano, alpenliebe, regal, piattos, twistko, egg drop, sobamie, snax, welco, beng beng, good time, casino, cha cha, frozz, karunia lanting, jago yangko, iluva, mentos, fresh & grape, chitato, kopiko, go potato, keripik tahu, keripik tempe, kacang atom, mac candy, happy tos, turbo jagung, cheetos, tango, oops, sea crunch, fruittella, mintz, kino bear, go fress minamas sarden, sarimi, abc pedas, pop mie, simba oatmeal gaga, PQ sarden, sedaap, indomie, supermi, puding santan, migelas champ, so good, vida so nice

1.

minuman

2.

susu bubuk

3.

makanan ringan

4. 5.

makanan instant makanan beku

NO. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Departemen perlengkapan mandi perlengkapan pribadi perlengkapan mencuci softex & diaper pengharum ruangan bumbu

12.

perlengkapan rumah tangga

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

kosmetik buah dan sayur pembunuh serangga obat obatan bahan mentah perlengkapan bayi rokok

Produk lifebuoy, pepsodent, shinzui ponds, pantene, sensodyne, biore, lux, dove, listerine, formula, resik-v, dettol, totalcare, alfa body wash, zinc, claudia, neril, clear, C&C facial wash, zwitsal, H&S refresh menhtol, topi mandi Avail, apache ultra, lavenda, chrisrian CD kispray, bayclin, attack, rinso soklin, rapika, sunlight, ekonomi, wipol softex, laurier kotex, peemo diaper stella, bagus serap, gajah kulkas miwon, masako, kemiri, merica, refina, gulaku, bawang merah, garam, tropical, bango, hemart, blue band, ceres, morin, safari, kunci mas, kecap sedaap, indofood sambal, saos abc, welco mangkok cellina, banteng lilin, taplak meja, rak sepatu, piring, HD HYP sedotan, sabut stenlis, sendok nasi, garpu doll, sarung tangan dapur, sahara bantal, kintakun sprei, gelas, korek senter, cangkir, SNT spon mandi, keranjang, avanza synthetic, alfa sabut cuci, plastik, sendok es, cobek, pisau, tas kresek, lackban, double tape, gunting my baby powder, citra, vaseline, pucelle, spalding, viva, marina, sasha, mitu, paseo, multi, tessa, nice, gilette, ideal, rexona, regazza, bellagio, selection, gatsby, axe apel fuji, semangka, buah mix hit, baygon, kiriko, perangkap tikus madurasa, antangin, xonce, tolak angin, caladine, decolsin, decolgen, komix, promag, minyak kayu putih lang, cerevita telur ayam huki, popok safa Marlboro

3. Cuplikan output rule XLMiner XLMiner : Association Rules


Data Input Data Data Format Minimum Support Minimum Confidence % # Rules Overall Time (secs) Sheet3!$B$1:$U$101 Binary Matrix 5 70 21 1 Support(a U c)

Rule # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 20 10 14 16 13 17 21 15 19 18 12

Conf. % 71,43 83,33 83,33 71,43 71,43 83,33 83,33 83,33 100 71,43 71,43 100 75 75 77,78 72,73 71,43 75 72,22 72,73 79,25

Antecedent (a) dept1, dept14, dept8=> dept2=> dept1, dept4, dept8=> dept14, dept4, dept8=> dept4, dept6, dept8=> dept2=> dept14, dept3, dept8=> dept2, dept3=> dept1, dept2=> dept14, dept4, dept8=> dept1, dept14, dept8=> dept2=> dept16=> dept1, dept14, dept4=> dept1, dept11=> dept1, dept8=> dept14, dept4=> dept1, dept4=> dept1, dept6=> dept4=> dept1=>

Consequent (c) dept4 dept1, dept3 dept14 dept6 dept14 dept1 dept1 dept1 dept3 dept1 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3 dept3

Support(a) 7 6 6 7 7 6 6 6 5 7 7 6 8 8 9 11 14 16 18 33 53

Support(c) 33 42 43 42 43 53 53 53 70 53 70 70 70 70 70 70 70 70 70 70 70

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 6 6 6 7 8 10 12 13 24 42

Lift Ratio 2,164502 1,984127 1,937984 1,70068 1,66113 1,572327 1,572327 1,572327 1,428571 1,347709 1,020408 1,428571 1,071429 1,071429 1,111111 1,038961 1,020408 1,071429 1,031746 1,038961 1,132075

Gambar 1. Hasil XLMiner PEMBAHASAN Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari 100 buah struk belanja Swalayan Mirota Pasaraya Jl. Kaliurang km 6,1 (seperti pada tabel 1) dilakukan penelitian untuk megetahui hubungan asosiasi antar barang yang berhubungan dengan perilaku konsumsi masyarakat. Barang-barang yang dibeli konsumen merupakan barang heterogen yang dikelompokkan menjadi beberapa departemen seperti yang terlihat dalam tabel 2. Setelah melakukan pengolahan data terdapat 20 departemen dalam penelitian kali ini antara lain departemen minuman, susu bubuk, makanan ringan, makanan instant, makanan beku, perlengkapan mandi, perlengkapan pribadi, perlengkapan mencuci, softex dan diaper, pengharum ruangan, bumbu, perlengkapan rumah tangga, accessories, kosmetik, buah dan sayur, pembunuh serangga, bahan mentah, perlengkapan bayi, dan rokok. Berdasarkan hasil penghitungan dengan software XLMiner, maka didapatkan hasil seperti pada gambar 1, dengan nilai support minimal 5 dan persentase confidence minimal 70%, rule yang terbentuk sebanyak 21 rules. Nilai support tertinggi ada pada rule ke-12 yaitu sebesar 42, dimana dari seluruh transaksi pembelian produk pada departemen minuman, 79,25% nya membeli bersamaan dengan barang pada departemen makanan ringan dan persentasenya dari total keseluruhan transaksi yang terjadi adalah 42%. Tertinggi kedua adalah pada rule ke-18 yaitu sebesar 24, dimana dari seluruh transaksi pembelian barang pada

departemen makanan instant, 72,73% nya membeli bersamaan dengan barang pada departemen makanan ringan, persentase dari total keseluruhan transaksi yang terjadi adalah 24%. Yang ketiga adalah pada rule ke-19 dengan nilai support 13, dimana dari keseluruhan pembelian barang pada departemen minuman dan departemen perlengkapan mandi, 72,22% juga membeli barang pada departemen makanan ringan. Total persentase 13% dari keseluruhan transaksi yang terjadi. Yang keempat, pada rule ke-15 dengan nilai support 12, dimana dari keseluruhan pembelian barang pada departemen minuman dan departemen makanan instant, sebesar 75% juga membeli barang pada departemen makanan ringan, total persentase 12% dari keseluruhan transaksi yang terjadi. Yang kelima, pada rule ke-21 dengan nilai support 10, dimana dari keseluruhan pembelian barang pada departemen kosmetik dan departemen makanan instant, sebesar 71,43% juga membeli barang pada departemen makanan ringan, total persentase 10% dari keseluruhan transaksi yang terjadi. Yang keenam, pada rule ke-17 dengan nilai support 8, dimana dari keseluruhan pembelian barang pada departemen minuman dan departemen perlengkapan mencuci, sebesar 72,73% juga membeli barang pada departemen makanan ringan, total persentase 8% dari keseluruhan transaksi yang terjadi. Yang ketujuh, pada rule ke-13 dengan nilai support 7, dimana dari keseluruhan pembelian barang pada departemen minuman dan departemen perlengkapan rumah tangga, sebesar 77,78% juga membeli barang pada departemen makanan ringan, total persentase 7% dari keseluruhan transaksi yang terjadi. Urutan kedelapan sampai kesepuluh adalah rule ke10, 14, dan 16, ketiganya memiliki nilai support 6, untuk urutan kedelapan dari keseluruhan pembelian barang pada departemen susu bubuk, 100% juga membeli barang pada departemen makanan ringan. Untuk urutan kesembilan, dari keseluruhan pembelian barang pada departemen pembunuh serangga, 75% juga membeli barang pada departemen makanan ringan. Untuk urutan kesepuluh, dari keseluruhan pembelian barang pada departemen minuman, kosmetik, dan makanan instant, 75% juga membeli barang pada departemen makanan ringan. Untuk rule kedelapan sampai kesepuluh, masing-masing memiliki persentase 6% dari total keseluruhan transaksi. untuk urutan ke-11 sampai ke-21 memiliki nilai support yang sama yaitu 5 yang membedakan adalah nilai lift ratio nya, dimana urutan ke-11 adalah rule 1 dengan lift ratio tertinggi yaitu 2,164502 dan persentase 71,43% pembelian barang pada departemen minuman, kosmetik, dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pemebelian barang pada departemen makanan instant. Urutan ke-12 adalah rule 2 dengan lift ratio 1,984127 dan persentase 83,33% pembelian barang pada departemen susu bubuk, disertai dengan pemebelian barang pada departemen minuman dan makanan ringan. Urutan ke-13 adalah rule 3 dengan lift ratio 1,937984 dan persentase 83,33% pembelian barang pada departemen minuman, makanan instant, dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pemebelian barang pada departemen kosmetik. Urutan ke-14 adalah rule 4 dengan lift ratio 1,70068 dan persentase 71,43% pembelian barang pada departemen kosmetik, makanan instant, dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pemebelian barang pada departemen perlengkapan mandi. Urutan ke-15 adalah rule 5 dengan lift ratio 1,66113 dan persentase 71,43% pembelian barang pada departemen makanan instant, perlengkapan mandi, dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pembelian barang pada departemen kosmetik. Urutan ke-16 adalah rule 6 dengan lift ratio 1,572327 dan persentase 83,33% pembelian barang pada departemen susu bubuk, disertai dengan pembelian barang pada departemen minuman. Urutan ke-17 adalah rule 7 dengan lift ratio 1,572327 dan persentase 83,33% pembelian barang pada departemen kosmetik, makanan ringan, dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pemebelian barang pada departemen minuman. Urutan ke-18 adalah rule 8 dengan lift ratio 1,572327 dan persentase 83,33% pembelian barang pada departemen susu bubuk dan makanan ringan, disertai dengan pembelian barang pada departemen minuman. Urutan ke-19 adalah rule 9 dengan lift ratio 1,428571 dan presentasenya 100% pembelian barang pada departemen minuman dan susu bubuk, disertai dengan pembelian barang pada departemen

makanan ringan. Urutan ke-20 adalah rule 11 kosmetik, makanan instant, dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pembelian barang pada departemen minuman. Urutan terakhir adalah rule 20 dengan lift ratio 1,572327 dan persentase 71,43% pembelian barang pada departemen minuman, kosmetik dan perlengkapan mencuci, disertai dengan pembelian barang pada departemen makanan. Untuk urutan ke-11 terakhir ini memiliki masing-masing memiliki persentase 5% dari total keseluruhan transaksi yang terjadi. Implementasi perbaikan yang dapat dilakukan yang terkait dengan penawaran member card, misalnya dengan memiliki 3 jenis member card, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Platinum Card Jika pelanggan melakukan pembelajaan di Mirota Pasaraya seharga Rp 150.000 maka pelanggan gratis untuk mendaftar menjadi member Mirota Pasaraya dengan mendapatkan platinum card. Keuntungan yang didapatkan jika mempunyai platinum card setiap melakukan pembelanjaan Rp 150.000 pelanggan akan mendapatkan 3 kupon undian berhadiah yang diundikan selama 4 bulan sekali, diskon dari barang (produk) tertentu, dan mendapatkan harga spesial dari promo yang diadakan setiap bulannya oleh pihak Mirota Pasaraya dengan syarat ketentuan pembelian yang ada pada setiap promo setiap bulannya. b. Golden Card Jika pelanggan melakukan pembelajaan di Mirota Pasaraya seharga Rp 100.000 maka pelanggan gratis untuk mendaftar menjadi member Mirota Pasaraya dengan mendapatkan golden card. Keuntungan yang didapatkan jika mempunyai golden card setiap melakukan pembelanjaan Rp 100.000 pelanggan akan mendapatkan 2 kupon undian berhadiah yang diundikan selama 4 bulan sekali, diskon dari barang (produk) tertentu, dan mendapatkan harga spesial dari promo yang diadakan setiap bulannya oleh pihak Mirota Pasaraya dengan syarat ketentuan pembelian yang ada pada promo setiap bulannya. c. Silver Card Jika pelanggan melakukan pembelajaan di Mirota Pasaraya seharga Rp 50.000 maka pelanggan gratis untuk mendaftar menjadi member Mirota Pasaraya dengan mendapatkan silver card. Keuntungan yang didapatkan jika mempunyai silver card setiap melakukan pembelanjaan Rp 50.000 pelanggan akan mendapatkan 3 kupon undian berhadiah yang diundikan selama 4 bulan sekali, diskon dari barang (produk) tertentu, dan mendapatkan harga spesial dari promo yang diadakan setiap bulannya oleh pihak Mirota Pasaraya dengan syarat ketentuan pembelian yang ada pada promo setiap bulannya. Untuk harga spesial, pada penelitian ini salah satu contoh implementasinya adalah memberikan harga spesial terhadap salah satu barang yang memiliki hubungan asosiasi sangat kuat dengan barang lainnya. Misalnya pada departemen makanan dan departemen minuman yang memiliki hubungan asosiasi paling tinggi. Bagi pemegang kartu member yang membeli teh kotak bisa membeli chiki ball dengan harga lebih murah. Departemen makanan ringan dan minuman memiliki hubungan asosiasi yang sangat tinggi yang artinya pelanggan sangat sering membeli kedua barang pada departemen ini, sehingga jika dilakukan promosi semacam ini, pelanggan akan merasa mendapatkan keuntungan sehingga tertarik untuk belanja di Swalayan Mirota. Hal ini tentunya dapat diterapkan pada dua barang yang memiliki hubungan asosiasi yang tinggi lainnya. Implementasi lainnya juga bisa dilakukan dengan penawaran bagi pemegang kartu member mendapatkan harga spesial untuk barang yang jarang dibeli pelanggan jika membeli barang yang sangat sering dibeli pelanggan, misalnya pada departemen minuman dan peralatan rumah tangga, dimana pelanggan yang memiliki kartu member dan membeli energen, maka pelanggan akan mendapatkan harga spesial jika membeli gelas. Promosi semacam ini juga akan membuat pelanggan merasa cukup tertarik untuk membeli suatu barang yag jarang dibeli tetapi memiliki harga yang lebih

murah dari harga normal, sehingga pelanggan tertarik untuk berbelanja di Swalayan Mirota Pasaraya. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian kami yang membahas mengenai Penerapan Metode Market Basket Analysis Swalayan Mirota Pasaraya Melalui Analisis Penawaran Member Card setelah mengumpulkan 110 struk yang kemudian dilakukan pembersihan data-data transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan dari studi lapangan data mining AR-MBA, kemudian mendapatkan 100 struk yang datanya akan diolah. Data-data transaksi tersebut kemudian dikelompokkan menjadi 20 departemen diantaranya, minuman, susu bubuk, makanan ringan, makanan instant, makanan beku, perlengkapan mandi, perlengkapan pribadi, perlengkapan mencuci, softex & diaper, pengharum ruangan, bumbu, perlengkapan rumah tangga, kosmetik, buah dan sayur, pembunuh serangga, obat obatan, bahan mentah, perlengkapan bayi, dan rokok. Kemudian, melalui metode Market Basket Analysis dapat dilihat bahwa terdapat assosiasi terhadap beberapa barang yang cukup signifikan. Dan aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melihat assosiasi barang pada analisis buying habits konsumen dengan menemukan asosiasi antar produk-produk yang berbeda yang diletakkan konsumen dalam shopping basket. Aturan asosiasi yang dapat dilihat dari hasil pengolahan data penjualan terdiri dari support, confidence, dan lift/ improvement ratio. Dan kami menggunakan nilai support minimum 5 dan persentase confidence minimun sebesar 70 % yang setelah dilakukan penghitungan data menggunakan bilangan biner melalui software XLMiner membentuk 21 rule dimana nilai support tertinggi ada pada rule ke-12 yaitu sebesar 42, dimana dari seluruh transaksi pembelian produk pada departemen minuman 79,25% nya membeli bersamaan dengan barang pada departemen makanan ringan dan persentasenya dari total keseluruhan transaksi yang terjadi adalah 42%. Sebagai saran, bagian manajemen Mirota Pasaraya dapat meningkatkan strategi pemasaran terutama untuk promosi penjualan dan memberikan service yang memuaskan kepada pelanggan guna memberikan kesan baik Mirota Pasaraya di mata pelanggan setianya. Kemudian pada event program khusus member bagi konsumen yang menjadi member Mirota Pasaraya sebagai strategi pemasaran event tersebut dipertahankan tetapi lebih baik lagi jika ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya. DAFTAR PUSTAKA Miranti, Winda. 2010. Analisis Perilaku Pembelian dengan Menggunakan Market Basket Analysis Pada Usaha Ritel (Studi Kasus Karima Swalayan, Bogor). Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor. Padmono, Yazid Yud. 2006. Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen Membeli di Hero Pasar Swalayan Surabaya. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA). Surabaya. Rambu Kamba Ipu. 2011. Strategi Komunikasi Pemasaran PT. Mirota Nayan Babarsari Dalam Meningkatkan Penjualan. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Yogyakarta. 2012. Modul IV Association Rule-Market Basket Analysis. Jurusan Teknik Industri, Laboratorium Data Mining, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.