Anda di halaman 1dari 2

Teknik Pemeliharaan Kucing

DALAM memelihara kucing, diperlukan sikap kasih sayang dan perhatian yang sungguh- sungguh. Faktor ini sangat menentukan, dalam perkembangan kucing selanjutnya. Kalau beternak kucing, hanya sekedar asal-asalan saja, maka jangan diharap akan berhasil. Selain itu, yang lebih penting lagi pemberian pakan yang harus dipilih-pilih. Sebab untuk kucing impor, kalau pakannya sembarangan, maka tidak menutup kemungkinan bulu- bulunya akan rontok, sehingga keindahan kucing tidak ada lagi. Drh. Ooy Komariah, dalam makalah tentang cara-cara memelihara kucing agar sehat, indah dan sejahtera memberikan beberapa petunjuk penting dalam memelihara kucing. Secara alami, ujar Komariah, kucing adalah hewan yang sangat hati-hati dalam memilih makanan. Kucing yang sehat, adalah kucing yang aktif dan selalu waspada. Ditandai dengan sinar mata yang terang, dan terlihat bulu-bulunya seolah-olah bersinar. Dalam pemberian makanan, terdapat pula aturan dasar yang harus diketahui oleh peternak kucing ialah:

1. berikan makanan, yang berasal dari perusahaan dengan reputasi baik

2. Jangan memberi makanan kucing, tertukar dengan makanan anjing atau sebaliknya

3. Mangkuk tempat makan dan minum, harus selalu dalam keadaan bersih

4. Jangan memberi makan dari makanan yang sudah rusak

5. Jangan sertakan tulang ikan dan ayam, pada makanan kucing

6. Berikan makanan pada suhu ruangan yang sejuk dan segar

7. Buanglah makanan yang tersisa, begitu kucing selesai makan

8. Perhatikan berat badannya, dan jangan biarkan makanan yang melebihi porsi

9. Jangan menyimpan makanan, yang telah dimasak ke dalam lemari es kembali

10. Konsultasikan dengan dokter hewan, apabila kucing tidak mau makan dalam 24 jam.

Perhatikan Makanannya Dalam beternak kucing, perhatikan makanan yang diberikan pada kucing, terutama makanan yang mengandung unsur-unsur sbb: protein terdapat dalam komersial cat food, daging, telur, susu, dan keju minimal 25%. Lemak terdapat dalam lemak hewan, dan sayur- sayuran minimal 9%. Karbohidrat terdapat dalam nasi, kentang, dan makanan kering maksimal 40%. Kemudian tambahkan mineral, vitamin dan air. Sedangkan untuk kandang, terutama diperlukan pada saat bepergian atau membawa hewan ke dokter hewan. Jangan sekali-kali pergi dengan kucing, tanpa membawa kandang karena akan berakibat fatal. Jangan lupa sediakan pasir dalam kotak, di kandang untuk memudahkan kucing urinasi dan defekasi. Dalam pemeliharaan kesehatan, hendaknya dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian vaksinasi minimal 1 kali dalam setahun dan pemberian obat cacing setiap 3 bulan sekali. Ketiganya sangat penting, sebab kalau tidak dilakukan itu, dikhawatirkan kesehatan kucing akan menurun. Ada beberapa tanda, yang menunjukkan bahwa kucing itu sehat ialah: bulunya bersinar dan terasa halus pada saat disentuh. Tidak terlihat tanda-tanda, bekas garukan pada kulit. Telinga bagian dalam, berwarna merah muda dan tidak boleh terlihat ada discharge keluar dari lubang telinga. Mata bersinar dan bersih. Hidung terasa lembut, pada saat disentuh dan lembab. Gigi bersih dan nafas tidak bau. Gusi berwarna merah muda, dan daerah sekitar anus di bawah ekor

selalu tampak bersih. Sedangkan dalam pembiakan, ada beberapa hal yang penting harus diperhatikan yaitu:

1. Jenis kucing yang akan dikembangbiakkan

2. Apabila ingin membiakkan kucing, harus yang mempunyai pedigree jelas. Untuk ini, kita harus mencari kucing jantan yang sesuai

3. Jangan lupa, memberikan vaksinasi kucing sebelum dikawinkan

4. Periksa ke dokter sebelum dikawinkan, apabila kucing dalam keadaan sehat

5. Berikan nutrisi yang seimbang, pada kucing yang sedang bunting, juga pada induk yang sedang menyusui

6. Persiapkanlah tempat/kotak yang hangat untuk kebutuhan si induk pada saat melahirkan

7. Apabila si induk mati atau tidak mau merawat anaknya, carikan induk angkat

8. Latihlah anak kucing, sejak usia dini, dimulai sejak usia 4 minggu

9. Berikan anak kucing makanan yang sesuai dengan usianya.

Perlu diingat, bahwa kucing betina akan mengalami masa ingin kawin (heat) dengan siklus setiap 2 minggu. Sedangkan lamanya masa birahi itu, adalah antara 2-4 hari setiap musim kawin. Sedangkan hewan jantan sepanjang tahun, setelah memasuki usia dewasa. Ada beberapa tanda kucing betina pada masa ingin kawin antara lain :

1. Mulai memanggil-manggil kucing jantan, dengan cara mengeluarkan suara mengeong.

2. Kucing akan berguling-guling, di hadapan si jantan dengan maksud untuk menarik perhatian si jantan

3. Pada saat pertama kali bertemu, betina akan berusaha menolak si jantan

4. Setelah jantan berhasil melakukan coitus, kucing betina akan berteriak.

Tanda-tanda kucing bunting al: Puting susu mulai membesar. Bulu di sekitar puting susu mulai menipis, hal ini untuk memudahkan si anak menyusu induknya. Perut membesar, dan berat kucing akan bertambah 1-2 kg selama masa kehamilan. Sedangkan tanda kucing betina akan beranak ialah: Pertama kali akan keluar lendir berwarna putih pada bagian vaginanya. Pada fase pertama, tanda-tanda akan melahirkan induknya mulai bernafas dengan berat dan terengah-engah, tapi tidak merasa kesakitan. Fase berikutnya, kucing mulai berbaring pada salahsatu sisi dan mengangkat salahsatu kaki belakang.-