Anda di halaman 1dari 4

OSILASI TEREDAM Pada umumnya setiap benda yang berosilasi akan berhenti berosilasi jika tidak digetarkansec ara

terus menerus. Benda yang p a d a m u l a n y a b e r g e t a r a t a u b e r o s i l a s i b i s a b e r h e n t i k a r e n a mengalami redaman . Redaman bisa terjadi akibat adanya gaya hambat atau gaya gesekan. Osilasi yang mengalami redaman biasa disebut sebagai osilasi teredam atau getaran teredam.. Dalam gerak harmonik sederhana, kita menganggap benda yang berosilasi tidak mengalami redaman. Ini hanya bentuk ideal saja, mirip sepertikita menganggap fluida sebagai fluida ideal atau setiap benda dianggap sebagai benda tegar. Tujuannya untuk mempermudah analisa saja. Dalam kenyataannya setiap benda yang berosilasi pasti mengalami redaman. Jika hambatan atau gesekan cukup kecil maka benda tersebut akan mengalami redaman. Adanyaredaman menyebabkan amplitudo berkurang perlahan-lahan hingga menjadi nol. Amplitudo berkaitandengan energi. Berkurangnya amplitudo osilasi menunjukkan bahwa energi benda yang berosilasiberkurang. Energi ini berubah menjadi kalor alias panas (kalor ditimbulkan oleh adanya gesekan).Perlu diketahui bahwa redaman yang dialami oleh benda cukup kecil sehingga untuk kasus seperti ini,osilasi benda menyerupai gerak harmonik sederhana. Apabila redaman cukup besar maka osilasi yang dialami benda tidak lagi menyerupai gerak harmonik sederhana. Dalam hal ini osilasi yang dialamibenda termasuk osilasi teredam. Terdapat tiga jenis redaman (damping ) yang dialami oleh benda yangberosilasi, antara lain redaman terlalu rendah (underdamped ),redaman kritis (Critical damping)dan redaman berlebihan (over damping ). 1. Underdamped Benda yang mengalami underdamped biasanya melakukan beberapa osilasi sebelum berhenti. Benda masih melakukan beberapa getaran sebelum berhenti karena redaman yang dialaminya tidak terlalubesar.

2. Critical damping Benda yang mengalami critical damping biasanya langsung berhenti berosilasi (benda langsungkembali ke posisi setimbangnya). Benda langsung berhenti berosilasi karena redaman yang dialaminya cukup besar. 3. Over damping Over damping mirip seperti critical damping. Bedanya pada critical damping benda tiba lebihc e p a t d i p o s i s i s e t i m b a n g n y a s e d a n g k a n p a d a o v e r d a m p i n g b e n d a l a m a s e k a l i t i b a d i p o s i s i setimbangnya. Hal ini disebabkan karena redaman yang dialami oleh benda sangat besar. Pada lembaran berikut ini adalah bentuk gelombang dari heavy damping atau over damping dengan persamaan x(t) = (A1 + A2t)exp(-pt). Dari gambar tersebut dapat dikatakan bahwa semakin lama waktu yang dibutuhkan suatu benda untuk berosilasi pada system gerak harmonic sangat teredam maka semakin cepat system tersebut menuju nol. Dan semakin besar redaman yang diberikan maka bentuk gelombangnya akan semakin bentuk garis lurus.

TUGAS GELOMBANG DAN OPTIK GERAK HARMONIK SEDERHANA DAN GERAK HARMONIK TEREDAM

OLEH : DINA CINANTYA. N 0910441008

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2011