Anda di halaman 1dari 5

Pengertian & Hakikat Aqidah

Aqidah ( ) dari segi bahasa (etimologis) berasal dari Bahasa Arab bermakna 'ikatan' atau 'sangkutan' atau menyimpulkan sesuatu. ) yang

Menurut istilah (terminologis) 'aqidah' bererti 'kepercayaan', 'keyakinan' atau 'keimanan' yang mantap dan tidak mudah terurai oleh pengaruh mana pun sama ada dari dalam atau dari luar diri seseorang. Pengertian aqidah dalam Al-Quran adalah keimanan kepada Allah SWT yakni mengakui kewujudan-Nya. Dari segi fungsinya Allah SWT sebagai Rabb ), Malik ), dan Ilah )seperti dapat dilihat dalam Surah Al-Fatihah ayat 1, 3, 4, Surah An-Nas ayat 1, 2, 3. Berdasarkan ayat di atas, Aqidah Islamiyah dapat disimpulkan dengan rumusan

Tauhid Rububiyah. Tauhid Mulkiyah. Tauhid Uluhiyah.

Ruang Lingkup Aqidah Islam


Menurut buku yang saya baca sistematika Hasan Al-Banna maka ruang lingkup Aqidah Islam meliputi : 1. Ilahiyat : yaitu pembahasan tentang segala susuatu yang berhubungan dengan Tuhan(Allah), seperti wujud Allah, sifat Allah dll 2. Nubuwat : yaitu pembahsan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul,pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah dll 3. Ruhaniyat : yaitu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti jin, iblis, setan, roh dll 4. Sam'iyyat : yaitu pembahsan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam'i, yakni dalil Naqli berupa Al-quran dan as-Sunnah tidak hanya diatas namun pembahsan Aqidah juga dapat mengikuti Arkanul iman yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Kepercayaan akan adanya Allah dan segala sifat-sifatNya Kepercayaan tentang alam ghaib Kepercayaan kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul Kepercayaan kepada hari akhir serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu Kepercayaan kepada takdir(qadha dan qadar) Allah

Nilai Aqidah Islam


Nilai-nilai aqidah yang tinggi akan membawa kehidupan manusia yang berkualitas, dengan memiliki ciri sebagai hamba Allah yang beriman dan dapat memberi manfaat bagi sesama manusia. Sehingga masyarakat yang memiliki spiritualisme Uluhiyah yang tinggi akan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (insaniyah) dan ilmu pengetahuan, akhlaq, moral serta dapat mengakui perbedaan pandangan dengan orang lain. Dalam konteks sejarah, paling tidak terdapat tiga cara penyebaran nilai-nilai aqidah, yaitu : 1. Orang menyeru / mengajak orang lain ke jalan Islam dengan hikmah, 2. Ia menyampaikan dengan tutur kata yang baik (mauidzatul hasanah) dan 3. Manakala harus terjadi argumentasi atau debat harus dengan cara yang baik pula. Penyebaran yang bersifat persuasif dan simpatik inilah yang menjadikan penyebaran dan pengembangan Islam sangat cepat dan luas dengan memelihara keharmonisan dengan situasi dan kondisi budaya setempat.

Fungsi dan Tujuan Aqidah


1. A. AQIDAH SEBAGAI DASAR AKHLAK

Aqidah adalah sesuatu yang dipercayai dan diyakini kebenarannya oleh hati atau qalbu manusia, sebagaimana yang terdapat di dalam rukun iman. Fungsi aqidah bagi siswa Madrasah Aliyah adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Allah swt. Yang telah di tanamkan sejak usia di bangku sekolah dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. 2. Memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam keyakinan, pemahaman, dan pengamalan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari. 3. Menangkal hal-hal negatif dari lingkungan atau dari budaya lain, yang dapat membahayakan diri siswa dan menghambat perkembangannya menuju manusia indonesia seutuhnya. Tujuan aqidah bagi siswa Madrasah Aliyah adalah sebagai berikut : Memberikan kemampuan dasar kepada siswa, tentang aqidah islam untuk mengembangkan kehidupan beragama, sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Serta berakhlaq mulia, sebagai pribadi, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai warga negara. 1. B. AKHLAK DAN PERILAKU SEBAGAI CERMIN AQIDAH YANG BENAR 1. Adab terhadap Allah SWT. 2. Adab bergaul dengan ibu, bapak dan keluarga. 3. Adab terhadap anak anak. 4. Adab terhadap diri sendiri. 5. Adab berpakaian dan memandang Fungsi pakaian terutama sebagai penutup aurat, sekaligus sebagai perhiasan, memperindah jasmani seseorang. Agama islam memerintahkan kepada setiap orang untuk berpakaian yang baik dan bagus. Baik berarti sesuai dengan fungsi pakaian itu sendiri, yaitu menutup aurat, dan bagus berarti cukup memadai serasi sebagai perhiasan tubuh yang sesuai dengan kemampuan si pemakai

untuk memilikinya.untuk keperluan ibadah, misalnya untuk shalat di masjid, kita dianjurkan memakai pakaian yang baik dan suci. Berpakaian bagi kaum wanita mukmin telah digariskan oleh Al Quran adalah menutup seluruh auratnya. Hal tersebut selain sebagai identitas mukminah, juga menghindari diri dari gangguan yang tidak diinginkan. Pada dasarnya pakaian muslim tidak menghalangi pemakainya untuk melakukan kegiatan sehari-hari dalam bermasyarakat, semuanya kembali kepada niat si pemakainya dalam melaksanakan ajaran Allah swt. 1. b. Adab berbicara

Alat komunikasi yang paling utama dalam pergaulan adalah berbicara. Dengan berbicara kita bisa menympaikan keinginan, kehendak hati dan kebutuhan kita atau orang lain. Agama islam mengajarkan kepada kita, agar selalu menjga lidah dan mulut kita dalam berbicara, agar pembicaraan kita tidak berakibat merugikan diri sendiri, juga orang lain. Pembicaraan harus di atur dan di piker terlebih dahulu sehingga dapat membawa manfaat. 1. c. Adab makan dan minum

Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia untuk dapat bertahan hidup secara wajar dan sehat. Banyak aneka makanan yng digemari orang dengan aneka menunya, baik yang langung diambil dari alam, di olah dengan ketrampilan seorang juru masak, dan juga yang dibuat oleh pabrik. Dari sekian jenis makanan dan minuman itu, kita dianjurkan oleh agama untuk memilih makanan dan minuman yang baik dan halal, dan benar-benar diperlukan untuk kesehatan tubuh kita, serta tidak boleh berlebih-lebihan. 1. 5. Adab pergaulan sesama muslim dan sesama manusia.

Orang muslim menyakini bahwa saudara seagamanya mempunyai hak-hak dan etika yang harus ia terapkan terhadapnya, kemudian ia melaksanakannya kepada saudara seagamanya, karena ia berkeyakinan bahwa itu adalah ibadah kapada Allah swt. Dan upaya pendekatan kepada-Nya. Diantara hak-hak dan etika-etika tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mengucapkan salam apabila bertemu saudaranya. 2. Jika bersin mengucapkan alhamdulillah, maka mendoakan dengan berkata yarhamukallahu (mudah-mudahan Allah merahmatimu), kemudian orang yang bersin berkata yaghfirullahu li wa laka (semoga Allah memberi ampunan kepadaku dan kepadamu, atau ia berkata yahdikumullah wa yushlihu baa lakum (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki hatimu). 3. Menjenguk apabila ada saudara yang sakit. 4. Menyaksikan jenazah saudaranya, jika meninggal dunia.

5. Membebaskan sumpah tetangganya, jika telah bersumpah terhadap sesuatu dan ia tidak di larang melakukannya, kemudian ia mengerjakan apa yang disumpahkan tetangganya itu untuknya, agar tetangganya tidak berdosa dalam sumpahnya. 6. Menasihatinya jika ia meminta nasihat kepadanya. 7. Mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya. 8. Menolong dan tidak menelantarkannya kapan saja ia membutuhkan pertolongan dan dukungan. 9. Tidak menimpakan keburukan kepadanya.