Anda di halaman 1dari 2

PENYAKIT TIPUS (SALMONELLOSIS)Etiologi : Salmonella typhi atau Salmonella enteritica serovar Typhi.

Lebih 2000 serotipe, strain demam typhoidmanusia / paratyphoid. Salmonellosis ditularkan melalui makanan ( foodborne disease ). Incidence rate: pada bayi dan anak anak. (60-80%) sporadik, dapat KLB kecil (RS, panti asuhan dll). Makanan atau sumber air minum yang terkontaminasi. Reservoir (unggas, babi kucing, anjing, tikus dll). Manusia dapat menjadi carrier kronis. 4-12 13. Gejala Klinis : demam, > 1 minggu disertai enterokolitis akut, sakit perut, sakit kepala, diare, kadang kadang muntah. terlokalisir septicdi jaringan tubuh tertentu arthritis, kolesistitis, meningitis, endokarditis, pneumonia. Kematian jarang, kecuali pada kelompok rentan seperti orang tua, berpenyakit kronis. Bisa asimtomatis. 4-13 14. Cara penularan Makanan tercemar organisme dari kotoran orang / binatang yang terinfeksi (telur, susu, unggas, daging, buah, sayuran yang diolah dengan baik. Rute fekal-oral dari orang ke orang sangat penting. Melalui tangan yang tidak bersih. KLB melalui makanan / air minum umum. Jika terjadi KLB di rumah sakit, dapat berlangsung lama karena organisme ini dapat bertahan lama di lingkungan rumah sakit. 4-14 15. Masa inkubasi sekitar 12-36 jamMasa penularan selama sumbernya sakit (beberapa hariminggu) Carrier : beberapa bulan - >1 tahun setelah sembuh 4-15 16. Pencegahan Cuci tangan. Memasak sempurna Desinfeksi : tinja diduga tercemarPengobatan Enterokolitis tanpa komplikasi tidak ada pengobatan spesifik. Antibiotika: kelompok rentan (bayi, orang tua, kelainan imunitas atau penderita dengan demam yang tinggi dan terus menerus. - Quinolon (ciprofloxacin) kecuali pada anak, - ampisilin/amoksilin, - TMPSMX - kloramfenicol 4-16

HEPATITIS A penyakit liver, disebabkan virus hepatotropik. Epidemiologi: seluruh dunia, sporadik, kadang- kadang KLB. Umumnya : anak usia sekolah & dewasa muda. Case fatality rate rendah (0,1- 0,3%) 4-23 24. EtiologiFamily Picornaviridae.Manusia: reservoir.Banyak asimtomatis, gejala sangat ringanCara PenularanFecal-oral.Virus pada tinja : 1-2 minggu sebelum gejala.Sumber penularan: air minum/makanan terkontaminasi atau tidak diolah sempurna 4-24 25. Masa inkubasi 15 sampai 50 hari, rata rata 28-30 hariMasa penularanAkhir masa inkubasi -- beberapa hari setelah timbul ikterus.Bayi & anak : virus pada tinja sampai 6 bulan setelah sembuh. 4-25 26. Gejala Klinis Ringan : sembuh sendiri dalam 1-2 minggu Berat : beberapa bulan. Gejala: demam, malaise, anoreksia, nausea dan gangguan abdominal, diikuti timbulnya ikterus setelah beberapa hari 4-26 27. Diagnosisantibodi IgM virus hepatitis A (IgM anti HAV) : stadium akut atau baru sembuh.PengobatanBelum ada yang efektifPencegahanSanitasi dan hygiene perorangan .Penting: mencuci tangan secara benar jamban saniter. 4-27 28. AMUBIASIS AMUBIASIS Dimana mana, sanitasi yang buruk. laki laki, jarang pada usia dibawah 5 tahun. Pada balita: shigella. Reservoir manusia : amubiasis kronis, pembawa kista yang asimtomatis. Infeksi : kista yang infektif atau tropozoit pathogen. bisa hidup komensal Gejala : saluran pencernaan atau organ ekstra intestinal seperti hati, paru atau otak 428 29. EtiologiProtozoa: Entamoeba histolityca . Dapat berbentuk kistaCara penularan Fecal-oral Mengkonsumsi makanan atau minuman terkontaminasi. penularan seksual terutama kontak oral-anal.Masa inkubasiBervariasi, beberapa hari - bulan, umumnya 2- mingguMasa penularanSelama ada E histolytica, kista dikeluarkan melalui tinja, dapat berlangsung bertahun tahun. 4-29 30. Gejala Klinis bervariasi : akut atau disenteri fulminan, demam, menggigil, diare berdarah atau diare mukoid (disenteri amuba) perasaan tidak enak di perut disertai diare berdarah atau berlendir dengan periode konstipasi atau remisi. mirip dengan berbagai penyakit saluran pencernaan infeksi lain atau non infeksi 4-30 31. Diagnosis tropozoit atau kista pada tinja segar. Tes serologis, terutama diagnosis amubiasis invasive ekstra intestinal.Pengobatan Pilihan: metronidasol. Tinidasol dan ornidasol dosis tunggal juga efektif untuk amubiasis saluran pencernaan atau jaringan. Obat lain: dehidroemetin, iodokuinol, paromomisin. 4-31 32. PENCEGAHAN Prinsip: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Kebersihan perorangan : cuci tangan, terutama setelah buang air besar dan sebelum makan atau mengolah makanan Mengolah makanan dengan benar membuang tinja dengan cara saniter melindungi sumber air dari kontaminasi tinja. 4-32