Anda di halaman 1dari 38

ANATOMI dan PEMERIKSAAN FISIK TELINGA

LOGO

www.themegallery.com

PENDAHULUAN
Telinga adalah indra yang sangat penting bagi

manusia Terdiri dari 2 organ:

Pendengaran (auditivus / auditus) untuk komunikasi Keseimbangan (status / vestibuler) untuk keseimbangan tubuh, orientasi tubuh terhadap sekitar
Company Logo

www.themegallery.com

ANATOMI dan FISIOLOGI PENDENGARAN

Company Logo

www.themegallery.com

AURIS EKSTERNA

AURIS MEDIA

AURIS INTERNA

-Aurikulum -Meatus akustikus eksternus -Membran timpani

-Kavum timpani -Tuba Eustachi us -Antrum & sel-sel mastoid

-Koklea (organ auditivus) -Labirin vestibuler (organ vestibuler)

Company Logo

www.themegallery.com

AURIKULUM
Bagian yang Helix bertulang rawan : heliks dan anti Crus Helix heliks; tragus dan anti tragus; konka, Anthelix Tragus sulkus retroaurikuler Concha Bagian yang tidak External Lobulus Helix Auditory bertulang rawan : Meatus lobulus Pada proses mendengar: Diliputi kulit yang Aurikulum berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang melekat pada bunyi dan menentukan arah sumber perikondrium bunyi (pada binatang aurikulum
AURICLE

dapat digerakkan)
Company Logo

www.themegallery.com

MEATUS AKUSTIKUS EKSTERNUS ( MAE )


Tabung bengkok, penampang 0,5 cm, panjang 2,5 3 cm 1/3 luar rangka tulang rawan (pars kartilago/ kartilagenus - merupakan lanjutan dari aurikulum - mempunyai rambut, kelenjar sebasea, kelenjar serumenalis - kulit melekat erat pada perikondrium 2/3 dalam rangka tulang (pars oseus) - merupkan bagian dari os temprale - tidak berambut - ada penyempitan, yaitu ismus MAE - tidak mobile terhadap sekitarnya
Pada proses mendengar: melanjutkan gelombang bunyi meresonansi ( 12-15 dB)
Company Logo

www.themegallery.com

MEMBRAN TIMPANI ( GENDANG TELINGA ) Posisi : - membentuk sudut 45dengan bidang horizontal dan sagital - tepi bawah terletak 6 mm lebih medial dari tepi atas Warna : putih mengkilap seperti mutiara Ukuran : tinggi 6-9 mm, lebar 8-9 mm Bentuk : oval yang condong ke anterior
Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

KAVUM TIMPANI
Terdiri dari 3 bagian:

Epitimpanum Mesotimpanum Hipotimpanum Merupakan kotak 6 dinding yang dibentuk oleh: Lateral :membran timpani Medial :promontorium labirin Superior :tegmen timpani fosa kranii media (lobus temporalis) Inferior :bulbus vena jugularis Anterior :muara tuba Eustachius, arteri karotis interna posterior Posterior :aditus ad antrum, antrum, sel-sel mastoid
Company Logo

www.themegallery.com

Isi kavum timpani

Osikula : maleus, inkus, stapes Muskulus : tensor timpani, stapedius Lain-lain : ligamen, saraf (korda timpani)
Pada proses mendengar membran timpani & osikulae memperkuat gelombang bunyi 25 30 kali (27 kali) m tensor timpani & mstapedius mengurangi gelombang bunyi yang terlalu keras

Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

TUBA EUSTACHIUS

Menghubungkan kavum timpani dengan

nasofaring Untuk: drainase ventilasi (pertahankan tekanan udara dan oksigenasi)

Company Logo

www.themegallery.com

ANTRUM dan SEL-SEL MASTOID

Berhubungan dengan kavum timpani

lewat aditus ad antrum Pneumatisasi (2 pengertian) : Proses pembentukan sel-sel mastoid Jenis tergantung jumlah sel mastoid : normal, hiper, hipopneumatik dan sklerotik

Company Logo

ORGAN AUDITUS KOKLEA dan ORGAN STATUS ( VESTIBULER )

www.themegallery.com

ORGAN AUDITUS-KOKLEA Rumah siput 2 lingkaran, panjang 3.5 cm Tiga ruangan : -Skala Vestibuli -Skala Timpani -Skala Media ORGAN STATUS ( VESTIBULER ) Pada proses mendengar : Organ Corti merupakan reseptor pendengaran, rangsang bunyi (mekanis) menjadi listrik (cochlear microphonic)

Company Logo

www.themegallery.com

BAGAN PROSES MENDENGAR

Aurikulum

gelombang bunyi dikumpulkan dan ditentukan arah bunyi diteruskan,diresonansi

M.A.E

Konduksi M.Timpani
Maleus Inkus Stapes diperkuat 27 kali

Sensorineural
Company Logo

www.themegallery.com

BAGAN PROSES MENDENGAR

Konduksi
Perilimf M.Reisner dan (skala vestibuli M.Basilaris bergetar skala timpani)

Koklear

Endolimf (skala media)

Sensori neural

M.Tektoria bergetar Gesekan dengan sel rambut


Cochlear microphonic

Organ Corti

Retrokoklear

Company Logo

www.themegallery.com

BAGAN PROSES MENDENGAR (lanjutan)

Koklear

Sensori neural
Retrokoklear

N.Koklearis
N.Akustikus

Meneruskan Impuls listrik

Nuklei di Batang otak


Pusat Pendengran Korteks Serebri Lobus Temporalis (Wernicke)

Mendengar dengan sadar

Company Logo

www.themegallery.com

ANAMNESIS
Keluhan utama berupa : 1. Gangguan pendengaran/ pekak ( tuli ) 2. Suara berdenging/ berdengung ( tinitus ) 3. Rasa pusing yang berputar ( vertigo ) 4. Rasa nyeri di dalam telinga ( otalgia ) 5. Keluar cairan dari dalam telinga ( otore )

Company Logo

www.themegallery.com

CARA MEMERIKSA TELINGA ( OTOSKOPIA )


Tujuan : Memeriksa MAE dan MT dengan meneranginya memakai cahaya lampu Alat : - Lampu kepala Van Hasselt ( dng listrik ) - Otoskop dengan baterei - Spekulum telinga - Alat penghisap - Hak tajam - Pemilin kapas - Forsep telinga - Balon Politzer - Semprit telinga
Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

PELAKSANAAN Cara Memakai Lampu Kepala - pasang lampu kepala, sehingga tabung lampu berada di antara kedua mata - letakkan telapak tangan pada jarak 30 cm di depan mata kanan - mata kiri ditutup - proyeksi tabung harus tampak terletak medial dari proyeksi cahaya dan saling bersinggungan - diameter proyeksi cahaya kurang lebih 1 cm
Company Logo

www.themegallery.com

Cara Duduk - Penderita duduk di depan pemeriksa - Lutut kiri pemeriksa berdempetan dengan lutut kiri penderita - Kepala dipegang dengan ujung jari - Waktu memeriksa telinga yang kontra lateral, hanya posisi kepala penderita yang diubah - Kaki, lutut penderita dan pemeriksa tetap pada keadaan semula
Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

Cara Memeriksa Telinga - Kanan Aurikulum dipegang dengan jari pertama dan kedua, sedangkan jari ketiga, keempat dan kelima pada planum mastoid. Aurikulum ditarik ke posterosuperior untuk meluruskan MAE - Kiri Aurikulum dipegang dengan jari pertama dan kedua, sedangkan jari ketiga, keempat dan kelima di depan aurikulum. Aurikulum ditarik ke arah postero superior
Company Logo

www.themegallery.com

Cara Memegang Otoskop - Pilih spekulum telinga yang sesuai dengan besar lumen MAE - nyalakan lampu otoskop - masukkan spekulum telinga pada MAE

Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

Cara Memilin Kapas - Ambil kapas sedikit, letakkan pada pemilin kapas dengan ujung pemilin berada di dalam tepi kapas - Pilin perlahan-lahan searah dengan jarum jam - Untuk melepasnya, ambil sedikit kapas, putar berlawanan arah dengan jarum jam

Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

TES PENDENGARAN
Tes Bisik Syarat: - Tempat : Ruangan sunyi serta ada jarak sepanjang 6 meter - Penderita Mata ditutup/ dihalangi agar tidak membaca gerak bibir; telinga yang diperiksa dihadapkan ke arah pemeriksa; telinga yang tidak diperiksa ditutup; mengulang dengan keras dan jelas kata-kata yang dibisikkan - Pemeriksa Kata-kata yang dibisikkan terdiri dari 1 atau 2 suku kata yang dikenal penderita
Company Logo

www.themegallery.com

Hasil Tes Normal Tuli Ringan Tuli Sedang Tuli Berat Tuli Total

: : : : :

6m >4m-<6m >1m-<4m <1m Bila berteriak di depan telinga, penderita tetap tidak mendengar
Company Logo

www.themegallery.com

TES GARPU TALA


A. Rinne Test Membandingkan konduksi tulang dgn konduksi udara. Garputala dibunyikan dan pangkalnya ditekankan pd tulang mastoid px. Ia disuruh mendengarkan bunyinya. Bila tdk terdengar lagi, garputala segera didekatkan pd MAE. Normal, konduksi udara lbh baik drpd konduksi tulang. Didptkan juga pd tuli perseptif/ tuli saraf. Tuli konduktif, konduksi tulang lbh baik (getaran tdk terdengar lg). Jika msh terdengar bunyi, maka konduksi udara lbh baik drpd konduksi tulang, Rinne (+).
Company Logo

www.themegallery.com

B.Schwabach Test Membandingkan pendengaran px dengan pemeriksa yg dianggap normal. Garputala dibunyikan, kmdn ditempatkan di dekat telinga px. Stl px tdk mendengarkan bunyi lg, garputala ditempatkan di dekat telinga pemeriksa. Bila msh terdengar bunyi o/ pemeriksa, maka dikatakan bahwa schwabach lbh pendek (u/ konduksi udara), kmdn garputala dibunyikan lg & pangkalnya ditekankan pd tulang mastoid px. Disuruh ia mendengarkan bunyinya. Bila sudah tdk mendengar lg, maka garputala ditempatkan di tulang mastoid pemeriksa. Bila pemeriksa msh mendengarkan bunyinya maka dikatakan schwabach (u/ konduksi tulang) lbh pendek.
Company Logo

www.themegallery.com

C. Weber Test Garputala yg dibunyikan ditekankan pangkalnya pd dahi px, tepat dipertengahan, kmdn mintalah px u/ membandingkan getaran tsb (lbh terasa di kanan/ kiri). Normal, akan didengar/ dirasakan ditengah. Jk tdp pean pendengaran 1 sisi krn pykt telinga tengah/ tuli konduksi, maka akan dirasakan pd sisi yg terkena, sdkan pd tuli saraf getaran akan dirasakan di sisi telinga yg normal. Tes weber berlateralisasi ke kiri (atau ke kanan), bila bunyi lbh keras terdengar di telinga kiri (atau kanan)
Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

PEMERIKSAAN SARAF VESTIBULARIS


A. Kalori Test Berfungsi u/ mengetahui apakah keadaan labirin normal, hipoaktif/ tdk berfungsi. Kepala px diangkat ke belakang 60. Tabung suntik 20 cc diisi dgn air 30C, disemprotkan ke liang telinga, shg gendang telinga tersiram kira-kira 20 detik. Amati bola mata px, ada nistagmus atau tdk. Bila telinga kiri yg dipanaskan maka nistagmus ke kiri Telinga yg satu diberi 5 ml air es diinjeksikan ke telinga scr lambat. Amati ada nistagmus atau tdk. Jika tdk ulangi. Jk msh blm berarti labirin tdk berfungsi. Bila telinga kiri yg didinginkan maka nistagmus ke kanan, krn air yg disuntikkan lbh dingin dari suhu badan) Catatlah arah gerak nistagmus, frekuensi (biasanya 3-5x/ detik) & lamanya nistagmus berlsg (biasanya - 2 menit) tiap org beda.

TES KALORI

Company Logo

www.themegallery.com

B. Romberg Test Px berdiri dgn kaki yg satu di depan kaki yg lainnya. Tumit kaki yg satu berada di depan jari kaki yg lainnya, lengan dilipat pd dada & mata kmdn ditutup. Org yg normal mampu berdiri dlm sikap romberg yg dipertajam selama 30 detik/ lebih.

Romberg Test

Company Logo

Diana KS

LOGO