Anda di halaman 1dari 40

Penilaian dari akut abdomen:

PERAN FOTO POLOS ABDOMEN PADA AKUT ABDOMEN

Pembimbing: dr. Maria ,Sp.Rad


Anggota: Pande Putu Bagus Premana Luluk Nurul Farihah Almira Fathin Nabila

Page 1

Abstrak
Abdomen akut merupakan salah satu alasan yang paling sering untuk masuk dalam kegawat daruratan.Foto polos abdomen dari dulu dianggap sebagai bagian mendasar dari penilaian awal abdomen akut. Namun, dengan meningkatnya ketersediaan computed tomography, USG, dan pencitraan resonansi magnetik, peran foto polos abdomen semakin dipertanyakan dan penggunaannya pun mulai berkurang.

Page 2

Pendahuluan

Tiba-tiba mengalami nyeri perut akut yang membutuhkan perawatan darurat, baik dikenal sebagai abdomen akut,adalah salah satu satu alasan yang paling sering untuk masuk ke unit gawat darurat

Page 3

28% memiliki apendisitis Dll 9% 9,7% kolesistitis

1,5% penyakit divertikular

4,1% obstruksi usus kecil

10.682 pasien dengan abdomen akut


1,5% kanker 4% gangguan ginekologi

2,5% penyakit ulkus peptikum 2,9% kolik ginjal

2,9% pankreatitis

Page 4

The Royal College of Radiologists(RCR) pedoman penggunaan foto polos abdomen


Indikasi foto polos abdomen Nyeri abdomen akut dengan dugaan perforasi/obstruksi Obstruksi akut usus halus Obstruksi akut usus besar eksaserbasi akut penyakit inflamasi usus Nyeri perut akut dengan indikasi akan dilakukan operasi Pankreatitis akut Pankreatitis kronis Gagal ginjal Hematuria Benda tajam/asing dalam tubuh Trauma tajam/tumpul abdomen Indikasi spesifik foto polos abdomen Teraba adanya massa Konstipasi Suspek kolik Benda asing di pharing/esofagus atas Benda asing kecil contohnya:koin logam

Page 5

The ACR Guidelines indikasi foto polos abdomen


Nyeri perut, atau nyeri panggul Muntah Distensi abdomen Evaluasi dan follow up ileus obstruksi dan non ilues obstruksi Konstipasi Diare Evaluasi necrotizing enterocolitis pada bayi prematur Massa abdomen atau pembesaran organ Evaluasi penyakit kongenital Follow up pada pasien post operasi Evaluasi pneumoperitoneum Follow up pemerikasaan dengan kontras pada GI tract atau urinary tract Hematuria Gangguan berkemih Evaluasi dan folllow up urinary kalkuli Trauma tusuk atau tumpul abdomen Mencari benda asing Penilaiaan sisa kontras dalam GI tract yang mungkin mengganggu pemeriksaan yang direncanakan Evaluasi perkiraan adanya klasifikasi yang ditemukan pada pemeriksaan radiologi lainnya Evaluasi posisi dari alat medis Page 6

Non spesifik 68%


Foto polos abdomen

Abnormal 10%
Spesitfitas 0%
Apendisitis pielonefritis Pankreatitis diverticulitis

Normal 23%
Sensitivitas 90 %

Benda asing intra abdomen Obstruksi usus Page 7

Foto polos abdomen tidak dapat diandalkan untuk mengetahui lokasi yang tepat atau penyebab SBO. sedangkan CT memiliki kemampuan untuk mendiagnosa penyebab obstruksi. Namun penelitian ini menganjurkan bahwa dokter harus terus untuk menggunakan foto polos abdomen sebagai pencitraan awal dalam evaluasi pasien dengan SBO.

Page 8

MacKersie membandingkan CT scan dgn foto polos abdomen 3 posisi pada 91 pasien dewasa yang diperiksa selama 7 bulan hasilnya :
CT SCAN FOTO POLOS ABDOMEN

Akurasi 95,6%

Sensitivitas 96%

Akurasi 56%

Sensitivitas 30%

Spesifisitas 95,1%

Spesifisitas 87,8%

Page 9

Benda asing di intraabdomen

Foto polos abdomen Sensitivitas 90% Spesitisitas 100%


Kesimpulan : foto polos abdomen masih layak digunakan pada kasus ini
Page 10

Batu ginjal

Foto polos abdomen

Sensitivitas 45%
Spesifisitas 77%
Kesimpulan : CT scan merupakan gold standart mendeteksi batu ureter,walau demikian foto polos abdomen dapat digunakan tapi tidak untuk membuat diagnosa utama

Page 11

Apendisitis akut
Foto polos abdomen tidak spesifik dan kurang mempunyai nilai diagnostik
Namun 50-70% pasien suspek apendisitis tetap menjalankan foto polos USG dan CT SCAN lebih mempunyai nilai diagnostik
Page 12

Diverticulitis akut, pankreatitis, dan kolesistitis

Diverticulitis akut
Tidak memiliki gambaran radiologi spesifik pd foto polos abdomen

Pankreatitis
Tidak memiliki gambaran radiologi spesifik pada foto polos abdomen

kolesistitis
Tidak memiliki gambaran radiologi spesisik pada foto polos abdomen

Kesimpulan penggunaan USG lebih berperan dibandingkan penggunaan foto polos abdomen

Page 13

Perforasi Viskus

Foto polos abdomen


Tidak ada bukti yang mendukung sebagai alat diagnosis pada kasus perforasi viskus

Page 14

Contoh 1

Pria 32 tahun dengan gejala muntah, nyeri perut dan post operasi apendektomi

Foto polos abdomen menunjukkan dilatasi soliter dari usus halus pada sisi kiri abdomen dan tidak terlihat jelas adanya tanda-tanda obstruksi

Page 15

Pria 32 tahun dengan gejala muntah, nyeri perut dan post operasi apendektomi

Potongan koronal pada pemeriksaan CT scan berikut diperoleh setelah menggunakan media kontras IV yang memperlihatkan dilatasi loop multipel dari usus halus yang berisi cairan

Page 16

Pria 32 tahun dengan gejala muntah, nyeri perut dan post operasi apendektomi

Potongan sagital pada pemeriksaan CT scan, memperlihatkan obstruksi loop tertutup, titik transisi ditunjukan dengan panah putih

Page 17

Pria 32 tahun dengan gejala muntah, nyeri perut dan post operasi apendektomi

Potongan axial CT scan, memperlihatkan loop yang tertutup (panah putih)

Page 18

Contoh 2

Pria 51 tahun dengan gejala nyeri perut dan muntah selama 4 hari post transplantasi liver dan post operasi hernia inguinal dextra

Foto polos abdomen menunjukkan loop menonjol dari usus halus di tengah perut. Tidak ada tanda yang pasti untuk menunjukkan obstruksi.

Page 19

Pria 51 tahun dengan gejala nyeri perut dan muntah selama 4 hari post tranplatasi liver dan post operasi hernia inguinal dextra

Potongan sagital dari pemeriksaan CT setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan SBO bermutu tinggi. Titik transisi dalam hernia paraumbilikalis (panah putih). ada cairan bebas berdekatan dan gas bebas (panah abu-abu) menunjukkan Page 20 perforasi.

Contoh 3

Wanita 74 tahun dengan gejala nyeri perut, muntah, diare, dan penurunan berat badan

Foto polos abdomen menunjukkan dilatasi loop dari usus halus di perut kanan bagian atas (panah hitam). Ada juga sebagian opacity kalsifikasi di panggul bagian kiri (panah putih)
Page 21

Wanita 74 tahun dengan gejala nyeri perut, muntah, diare, dan penurunan berat badan

Potongan sagital dari pemeriksaan CT diperoleh setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan SBO disebabkan oleh sebagian kalsifikasi benda asing tertelan (panah putih).
Page 22

Wanita 74 tahun dengan gejala nyeri perut, muntah, diare, dan penurunan berat badan

Potongan sagital dari pemeriksaan CT diperoleh setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan SBO disebabkan oleh sebagian kalsifikasi benda asing tertelan (panah putih).
Page 23

Contoh 4

Pria 85 tahun dengan gejala konstipasi selama 2 minggu, distensi abdomen, dan nyeri

Foto polos abdomen menunjukkan LBO. Titik obstruksi tampaknya ada pada colon desending

Page 24

Pria 85 tahun dengan gejala konstipasi selama 2 minggu, distensi abdomen, dan nyeri

Gambar potongan aksial CT diperoleh setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan obstruksi tumor dengan gambaran seperti inti apel (panah putih) di kolon sigmoid.
Page 25

Contoh 5

Wanita 23 tahun dengan riwayat psikiatri

Foto polos abdomen menunjukkan dua baterai tertelan dan baut tertelan

Page 26

Wanita 23 tahun dengan riwayat psikiatri

Follow up foto polos abdomen menunjukkan bahwa sebelumnya diperlihatkan benda asing telah tidak ada namun beberapa lainnya telah tertelan

Page 27

Contoh 6

Anak kecil pria umur 5 tahun

Foto polos abdomen dari seorang anak 5tahun yang telah menelan koin baterai. Baterai ini diproyeksikan di perut

Page 28

Contoh 7

Pria 60 tahun dengan riwayat leukemia limfositik kronis dengan nyeri pinggang kanan

Foto polos abdomen menunjukkan kalkulus kecil diproyeksikan lebih rendah dari ginjal kanan tapi tidak ada tanda pasti kalkuli ureter.

Page 29

Pria 60 tahun dengan riwayat leukemia limfositik kronis dengan nyeri pinggang kanan potongan sagital dari pemeriksaan CT menunjukkan kalkulus dalam ureter kanan (panah putih). Ada terlihat pelvicalyceal dan dilatasi ureter ringan. Limfadenopati retroperitoneal dan splenomegali juga terlihat
Page 30

Contoh 8

Wanita 12 tahun dengan gejala riwayat nyeri fossa iliaka kanan. Hasil Pemeriksaan USG tidak meyakinkan.
potongan sagital dari pemeriksaan CT dilakukan setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan pembesaran apendiks (panah putih) mengandung appendicolith. Ada cairan bebas berdekatan (panah hitam). temuan yang sesuai dengan apendisitis.
Page 31

Wanita 12 tahun dengan gejala riwayat nyeri fossa iliaka kanan. Hasil Pemeriksaan USG tidak meyakinkan
potongan axial dari pemeriksaan CT dilakukan setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan pembesaran apendiks (panah putih) mengandung appendicolith. Ada cairan bebas berdekatan (panah hitam). temuan yang sesuai dengan apendisitis.
Page 32

Contoh 9

Wanita 43 tahun dengan riwayat kanker ovarium disertai riwayat sakit perut dan muntah.

Tidak ada udara bebas di bawah diafragma ditunjukkan pada foto toraks

Page 33

Wanita 43 tahun dengan riwayat kanker ovarium disertai riwayat sakit perut dan muntah. Potongan axial CT menunjukkan multipel distensi loop dari obstruksi usus halus di perut bagian atas. Ada juga beberapa locules kecil gas bebas (panah putih) dan volume kecil cairan bebas berdekatan dengan hati yang menunjukkan perforasi
Page 34

Contoh 10

wanita 83 tahun dengan riwayat sakit perut dan muntah. Foto polos abdomen menunjukkan udara di bilier (panah putih), loop melebar dari usus kecil (panah abu-abu), dan kalsifikasi batu empedu diproyeksikan pada atas panggul (panah hitam). Temuan itu sesuai dengan ileus batu empedu.
Page 35

wanita 83 tahun dengan riwayat sakit perut dan muntah.

Potongan koronal dari pemeriksaan CT dilakukan setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan temuan yang sama, udara di empedu dan SBO disebabkan oleh batu empedu (panah putih).
Page 36

wanita 83 tahun dengan riwayat sakit perut dan muntah.

Potongan sagital dari pemeriksaan CT dilakukan setelah pemberian media kontras intravena menunjukkan temuan yang sama, udara di empedu dan SBO disebabkan oleh batu empedu (panah putih).
Page 37

Contoh 11

Pria 41 tahun dengan riwayat gejala dengan nyeri perut dan diare berdarah

Foto Polos abdomen menunjukkan kolon desendens berdinding tebal sesuai dengan kolitis.

Page 38

FOTO POLOS ABDOMEN PADA MASA YANG AKAN DATANG


Penelitian ini menyimpulkan bahwa walaupun CT adalah pencitraan yang paling sensitif untuk mendeteksi pasien nyeri abdomen akut tapi CT hanya digunakan setelah radiografi awal negatif atau USG yang sensitivitas keduanya tertinggi dan paparan radiasi minimal. Sampai pedoman baru diperkenalkan untuk sementara foto polos abdomen terus digunakan pertama untuk menilai nyeri abdomen akut, yang terpenting adalah ahli radiologi dan dokter mempertahankan keterampilan penafsiran mereka

Page 39

Page 40