Anda di halaman 1dari 31

firman Allah Taala : Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang

diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11).

BERANDA SK / KD

INDIKATOR

KESIMPULAN

MATERI

REFRENSI

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA


SINGGIH SETIAWAN 11320079 JAINAP SHINTA UTAMI 11320055 ATIEK NURMAWADAH 11320058

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan struktur dan fumgsi organ manusia dan hewan

tertentu, kelainan / penyakit yang mungkin terjadi serta


implikasinya pada saling temas Kompetensi dasar : 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses yang meliputi pembentukan sel kelamin, ovulasi, mestruasi, fertilisasi, kehamilan, dan

pembentukan ASI serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem
reproduksi manusia

INDIKATOR
Mengidentifikasi struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada organ reproduksi wanita Mendeskripsikan proses fertilisasi dan kehamilan Menghubungkan alat kontrasepsi dan proses pencegahan kehamilan pada keluarga berencana Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi manusia

REPRODUKSI
Berkembang biak (Reproduksi) merupakan salah satu ciri mahlik hidup, dengan melakukan reproduksi, mahluk hidup dapat menjaga kelangsungan hidup jenisnya dari kepunahan

REPRODUKSI MANUSIA
Sistem reproduksi manusia di bedakan menjadi dua (2) yaitu sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.

Organ reproduksi
Organ reproduksi pria terdiri dari organ Reproduksi Dalam dan Organ Repoduksi Luar
ORGAN REPRODUKSI DALAM
ORGAN REPRODUKSI DALAM TERDIRI ATAS TESTIS, SALURAN

PENGELUARAN, DAN KELENJAR


ASESORIS.

Organ Reproduksi Dalam : Testi (Gonad Jantan) Testi (Gonad Jantan) berbentuk avol dan terletak di kantung pelir (Skrotum). Testis berjumlah

sepasang (Testi = jamak).


Testis kiri dan dikanan di batasi dengan suatu

sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan Otot


polos.
FUNGSI : MERUPAKAN ALAT UNTUK MEREPRODUKSI SPERMA DAN HORMON KELAMIN

JANTAN YANG DI SEBUT TESTOSTERON

Organ Reproduksi Dalam : Saluran Pengeluaran

Saluran pengeluaran

Epidermis Vas Deferens Saluran Ejakulasi dan

Uretra

Sistem Reproduksi Pria

Efidermis merupakan saluran

berkelok-kelok dalam sekrotum


yang keluar dari testis
Fungsi : Sebagai Tempat Penyimpanan sementara sperma sampai menjadi matang dan bergerak menuju Vas deferens

Organ Reproduksi Dalam

Vas Deferens / saluran sperma (Duktus Deferens) : Saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari Epidermis

Vas Deferens tidak menempel pada testis dan salurannya terdapat di dalam kelenjar Prostat
Fungsi : Sebagai saluran tempat jalannya sperma efidermis menuju kantung semen atau kantung mani ( Vesikula Seminalis)

Organ Reproduksi Dalam


Saluran ejakulasi : Saluran peduk yang menghubungkan kantung semen dengan Uretra.

Fungsi : Untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam Uretra

Organ Reproduksi Dalam Pria


URETRA : Salarun akhir reproduksi yang terdapay dalam penis

Fungsi : Sebagai saluran kelamin yang bersal dari kantung semen dan saluran untuk membungan urin dari kantung kemih

Lanjutan.......
Kelenjar Asesoris Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi berbagai getah kelamin yang di hasilkan oleh kelenjar Asesoris

Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan


hidup dan pergerakan sperma Kelanjar Asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari Vesikula Seminalis Kelenjar Prostat

SISTEM REPRODUKSI WANITA

Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan

dan laktasi.

Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

ORGAN REPRODUKSI DALAM

Organ Reproduksi Dalam Organ Reproduksi dalam Wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).

OVARIUM
Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3

- 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang.


Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi :

ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon


estrogen dan progesteron.

Saluran Reproduksi

Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina. OVIDUK Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang

ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk


menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.

UTERUS

Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat

perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi

ORGAN REPRODUKSI DALAM

Vagina

Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian berserat. terdalam berupa jaringan ikat

ORGAN REPRODUSI LUAR

Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar

dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari


mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai

ditumbuhi oleh rambut.

OOGENESIS

Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam

ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia =


jamak) atau sel indung telur

Hormon pada Wanita Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan

oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih


kompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi

Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan

siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium.


Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari.

Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pascaovulasi.

Fase menstruasi Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron.

Fase pra-ovulasi Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH

Fase ovulasi

Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi
perubahan produksi hormon

Fase pasca-ovulasi Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum.

FERTILISASI

Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi

segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk.

Gestasi (Kehamilan) Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Dalam perjalannya ke uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa

sekelompok sel yang sama besarnya, dengan bentuk seperti


buah arbei yang disebut tahap morula
Persalinan Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan

LAKTASI

Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang

PLAY PRIA

PLAY WANITA

Kesimpulan

Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma,

kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia


pubertas Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan ovum. Kematangan sel telur atu ovum ditandai menarche pada usia antara 13-16 tahun. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin

REFRENSI

Kadaryanto et al. 2006.20. Biologi 2. Yudhistira, Jakarta Saktiyono. 2004. 86-93, 96, 98.Sains : Biologi SMP 3. Esis-Penerbit Erlangga, Jakarta.

Tim IPA SMP/MTs. 2007.14. Ilmu Pengetahuan Alam 3. 15-18. Galaxy Puspa Mega, Jakarta.

Tim Biologi SMU.1997. 320,339-344, 348,349, 354-359. Biologi 2. Galaxy


Puspa Mega. Jakarta.

SEKIAN TERIMAKASIH