Anda di halaman 1dari 4

BS. T.M. 7.

1
CARA MENDIDIKAN TRISATYA DAN DASADARMA PADA PRAMUKA PENEGAK I. PENDAHULUAN 1. Trisatya merupakan janji Pramuka Penegak dan Dasadarma Pramuka merupakan pedoman dalam kehidupannya atau ketentuan moral bagi Pramuka Penegak dalam kehidupanya dan pergaulannya sehari-hari di masyarakat, secara lengkap berbunyi sebagai berikut : a. Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh : - menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. - menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri ikut serta membangun masyarakat - menempati Dasadarma b. Dasadarma Pramuka itu : 1) Tagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 3) Patriot yang sopan dan kesatria 4) Patuh dan suka bermusyawarah 5) Rela menolong dan tabah 6) Rajin, terampil dan gembira 7) Hemat, cermat dan bersahaja 8) Disiplin, berani dan setia 9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya 10) Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan. MATERI POKOK 1. Trisatya dan Dasadarma Pramuka a. Trisatya, merupakan janji seorang pramuka : 1) janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon Pramuka setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan. 2) tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji 3) titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelelektual, emosi, sosial dan spiritual b. Dasadarma merupakan ketentuan moral seorang pramuka, adalah : 1) alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. 2) upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong peserta didik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. 3) landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong

II.

pramuka menunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. 4) kode etik organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan ketentuan moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. 2. Satya dan Darma Pramuka merupakan Kode Kehormatan Pramuka, oleh karena itu bila seseorang pramuka mengingkari satyanya dan berperilaku menyimpang dari darmanya, dia tidak akan mempunyai kehormatan lagi di mata pramuka lainnya. Agar Pembina pramuka dapat melaksanakan tugas membina dengan baik seyogyanya memahami kebutuhan dan tugas perkembangan jiwa peserta didiknya, ialah sebagai berikut : a. Kebutuhan peserta didik Pada umumnya kebutuhan dan aspirasi peserta didik, antara lain : 1) adanya tempat dan kesempatan yang menyenangkan dan memperoleh kegiatan yang menyenangkan. 2) dorongan naluri untuk memperoleh kebebasan berfikir, berpendapat dan berprestasi 3) hak azazi untuk memperoleh pembinaan, bimbingan dan kasih sayang dari orang dewasa, orang tua dan masyarakat. 4) pengembangan bakat, minat, dan peningkatan kemampuan serta kecakapan. 5) peningkatan daya cipta 6) cipta, rasa, karsa dan karya 7) hasrat hidup, berjasa dan berbakti b. Tugas-tugas perkembangan jiwa anak seusia Pramuka Penegak : 1) menerima keadaan fisik 2) proses melepas diri dari ketergantungan secara emosional 3) kehidupan emosinya mulai terintegrasi dengan fungsi-fungsi psikis lainnya sehingga lebih stabil dan lebih terkendali. 4) mampu mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan sikap yang sesuai dengan lingkungannya 5) mulai mengembankan kemampuan mengadakan hubungan sosial 6) menemukan tokoh idola yang akan menjadi panutan pada perkembangan pribadinya 7) mengetahuai dan menerima kemampuan sediri 8) memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma 9) meninggalkan reaksi dan cara penyesuaian kekanak-kanakan Mendidikan Trisatya dan Dasadarma pada Pramuka Penegak tidak akan dilakukan dengan cara mendoktrinkan dan dengan cara memaksakan, melainkan dengan menggunakan tehnik dan metode yang bervariasi dengan memperhatikan kebutuhan, aspirasi dan tugas-tugas perkembangan jiwa anak, sehingga kegiatan selalu merupakan hal yang menarik, menantang dan menyenangkan. Media mendidikkan satya dan darma pada Pramuka Penegak, agar mereka terlatih untuk menemukan dan merasakan sendiri, diantaranya dengan kegiatan :

3.

4.

a.

Menjalankan ibadah/berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan jalan : 1) mengikuti acara-acara hari besar agama 2) mendengarkan ceramah-ceramah agama 3) menjalankan ibadah setiap saat sesuai dengan ajaran agama yang diperlukanya. b. Berpartisipasi pada kegiatan yang bersifat gotong royong di masyarakat, membantu dengan melaksanakan P3K pada korban bencana alam, dll. c. Pada setiap upacara mengucapkan darma dan pada saat pelantikanpelantikan yang bersangkutan diminta untuk mengulangi satyanya. d. Melakukan proses penghayatan dalam bentuk : 1. diskusi regu 2. pesan pembina setelah latihan mingguan 3. dialog antara peserta didik dengan pembinya. e. Mengaplikasi Dasadarma menjadi kata-kata Sandi Ambalan Penegak, disusun sesuai dengan romantika perkembangan jiwa Penegak, dengan pilihan kata yang puitis yang dapat menyentuh jiwa Penegak dengan lebih mendalam f. Renungan Penegak g. Setiap kegiatan/latihan-latihan diusahakan selalu diberikan tema tertentu sejalan dengan bunyi satya dan darmanya. Catatan : Setiap kegiatan tersebut di atas selesai dilaksanakan Pembina Pramuka Penegak hendaknya melemparkan masalah yang dikaitkan dengan satya dan darma pramuka sebagai bahan dialog untuk menggali temuan mereka dari kegiatan yang baru dilakukan. Sehingga pemahaman Satya dan Darma langsung didapat dari kegiatan yang mereka lakukan. III. PENUTUP 1. Mendidikan dengan cara kepramukaan dilakukan dengan melalui kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan dan meningkat dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta di laksanakan di alam terbuka. Pembina Pramuka Penegak yang didalam suatu kegiatan menempatkan posisinya sebagai mitra Pramuka Penggalang dan aktif memberikan motivasi, rangsangan serta ajakan untuk bergiat sesuai dengan kebutuhan, aspirasi dan tugas perkembangan jiwa peserta didiknya, akan dapat menciptakan kegiatan yang menarik, menantang dan menyenangkan dari kegiatan semacam itu peserta didik dengan fasilitator pembinanya akan menemukan dan merasakan sendiri hal-hal yang mencerminkan pengamalan tema kegiatan. KEPUSTAKAAN 1. AD & ART GERAKAN PRAMUKA, Kepres RI No. 34 Th 1999 dan Kep Ka. Kwarnas No. 107 Th 1999. Jakarta, 1999. 2. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 101 Tahuan 1984 tentang PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA GARUDA 3. Atmasulistya, Drs. H. Endy, PANDUAN PRAKTIS MEMBINA PRAMUKA, Jakarta, 2000. 4. PENDIDIKAN NILAI GERAKAN PRAMUKA, Kwarnas Gerakan Pramuka 1999. 2.