Anda di halaman 1dari 3

METODE PEWARNAAN MIKROBE Pewarnaan persiapan microbe: pembuatan preparat olesa terlebih dahulu preparat oles (preparat ulas)

. preparat oles yang baik dan disiapkan sebagaimana mestinya merupakan prasarat berhasilnya berbagai macam teknik pewarnaan . olesan yang dibuat harus tidak terlalu tebal atau terlalu tipis,dan bila difiksasi dengan panas akan tahan pencucian satu kali atau lebih selama berlangsungnya proses pewarnaan sehingga mikroorganismenya tidak hilang tercuci, namun sel-selnya tidak menjadi salah bentuk atau terjadi penyusutan. Kaca obyek yang dipakai tidak boleh tergores dan harus bersih betul. Hal ini disebabkan ukuran sel bakteri amat kecil , maka goresan atau partikel debu pada kaca obyek dapat dikelirukan sebagai microbe. Di samping itu, olesan pada kaca obyek yang berlemak atau berdebu akan cenderung mengumpul dan tidak dapat menyebar dengan baik. Hal penting lainnya dalam membuat preparat oles adalah kemampuan menaruh jumlah mikroorganisme yang tepat pada kaca obyek, sehingga olesan yang dihasilkan tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu tipis. Hal ini memerlukan ketrampilan meleui pengalaman . pada olesan yang tebal, sel-sel bakteri akn bertumpuk-tumpuk sehingga sulit untuk menentukan bentuk sel secara individu.dengan sendirinya jumlah cahaya yang lewat melalui spesimenpun menjadi berkurang sehinggamenyulitkan pengamatan, hal ini cenderung muncul lebih mudah pada olesan-olesan yang dibuat dari biakan yang bersal dari medium padat (agar miring atau cawan) . olesan juga tidak boleh terlalu tipis, kareana dapat menyulitkan pengamatan secara mikroskopis; hal ini cenderung mudah didapatkan dari olesan yang dibuat dari biakan dalam medium cair. Prosedeur tentang cara penyiapan olesan dapat dilihat pada gambar berikut. Langkah pertama dalam penyiapan tersebut berbeda menurut macam mediumtempat ditaruhnya microbe yan g bersangkutan. Bila medimnya berupa cairan (kaldu, air seni,susu dll) maka penyiapan olesan dimulai dengan menaruh satu atau dua ose penuh biakn cair langsung pada kaca obyek.

GAMBARRRRRRRRRRR Pembuatan preparat oles dengan medim padat (agar miring, agar cawan,atau bagian-bagian tubuh) ,maka langkah pertama perlu ditaruh satu atau dua ose penuh air steril atau air suling pada kaca obyek, lalu kedalamnya ditaruh sejumlah kecil biakan mikroorganisme bersangkutan. Sel bakterri pada medium padat cenderung saling melekat sesamanya sehingga harus disebarkan dengan merata sehingga tidak menyulitkan pewarnaan atau pengamatan.

Kesalahn yang sering didapatkan dalam membuat preparat oles adalah terlalu banyak mengambil biakan pada jarum inokulasi.hal ini disebabkan ingindapat melihat supaya yakin benar ada biakan yang terbawa. Padahal pada saat kita melihat adanya cukup biakan menempel pada jarum ose sesungguhny a jumlah sudah terlalu banyak . untuk membantu mengatasinya disarankan menggunakan jarum inokulasi lurus. Preparat oles bakteri harus betul-betul kering udara sebelum difiksasi dengan panas. Fiksasi dilakukan pada olesan yang belum kering benar akan menyebabkan sel mikroorganisme bentuknya tidak karuan.fiksasi dengan panas dilakukan secukupnya saja untuk menghidari terjadinya salah bentuk dan atau penyusutan sel. Meskipun kaca obyek yang digunakan tidak steril,tetapi hendaknya menggunakan teknik aseptik. Inipenting untuk menghindarkan terkontaminasinya preparat yang dibuat dan melindungi diri sendiri dari kontaminasi oleh mikroorganisme yang sedang ditangani. Judul praktikum : cara pembuatan preparat oles Bahan dan alat: Kaca obyek Isopropyl alcohol 95% Sabun pembersih Air hangat Lap kertas yang tidak meninggalkan serat Lup inokulasi Jarum inokulasi lurus Pembakar Bunsen Pinsil Biakan streptococcus epidermis dalam medium NA ( nutrient agar) miring Biakan bacillus megaterium dalam medium NB (nutrient broth) Cara kerja: 1. Membersihkan kaca obyek baik-baik sehingga bebas kotoran dengan cara: a. Pembersihan dilakukan ditempat cuci; yang dilengkapi dengan sabun pembersih, air hangat , dan alcohol dalam botol pijit. b. Kaca obyek dibersihkan dengan tangan yang telah dibasahi dengan sabun pembersih c. Bilas kaca obyek dengan air hangat sampai tidak ada lagi sisa sabun tertinggal d. Teteskan beberapa tetes isopropyl alcohol 95% pada kedua permukaan kaca obyek e. Tiriskan kaca obyek tersebut untuk membuang kelebihan alcohol lalu seka dengan lap kertas yang tidak meninggalkan serat pada kaca obyek

f. 2. 3.

4.

5. 6.

7.

8. 9.

Setelah bersih pegang kaca obyek pada pinggirnya saja ;jangan menyentuh permukaannya supaya tidak mengotorinya. Tuliskan pada kaca obyek sisi yang tidak akan terkenai zat warna kea rah lebar kaca obyek dengan pinsil lilin singkatan nama microbe yang akan dibuat preparat. Buatlah lingkaran sebesar mata uang logam ditengah-tengah permukaan kaca obyek dengan pinsil lilin atau spidol. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita meletakkan olesan mikroorganisme . tetapi bila sudah berpengalaman maka langkah ini dapat ditinggalkan. Gunakan teknik aseptic dalam pembuatan preparat oles. Diameter lup inokulasi yang baik untuk melakukan ini adalah 4mm. a. Preparat oles dari medium cair Bila yang dipindahkan berasal dari medim cair, maka kita tinggal memindahkan 1-2 lup penuh biakan; setelah terlebih dahulu mengocoknya dengan baik tanpa membasahi sumbat tabu ng reaksi. Diusahakan agar tetesan biakan cair tidak terlampau besar sehingga memperpanjang waktu pengeringan. b. Preparat oles dari medium padat Bila yang dipindahkan dalam biakan berasal dari medim padat, mak kita sediakan 1-2 lup penuh air steril pada kaca obyek. Kemudian dengan jarum pindah yang lurus pindahkan sedikit saja biakan yang dimaksud. Dengan berpedoman pada lingkaran yang telah dibuat pada permukaan bawah kaca obyek, sebarkan microbe tersebut hingga merata Biarkan olesan tersebut kering karena udara. Bila olesan tersebut berasaldari biakan cair(misalnya medium kaldu) , biarkan mongering sampai 30 menit setelah olesan itu tampak kering. Olesan yang dibuat dari mikroorganisme yang berasal dari biakan padat biasanya lebih cepat kering dan akan tampak seperti lapisan tipis berwarna putih. Setelah olesan betul-betul kering, lakukan kaca obyek tersebut beberapa kali diatas api sampai kaca obyek terasa agak panas bila ditempelkan punggung tangan. Proses inilah yang dinamakan fiksasi panas . mungkin saja terjadi setelah proses fiksasi panas tidak mematikan semua mikroorganisme yang ada pada kaca obyek. Oleh karena itu semua kaca benda bekas olesan microbe , terutama microbe patogen hendaknya disterilkan terlebih dahulu sebelum dicuci. Untuk masing-masing microbe siapkan 2 olesan pada 2 kaca benda yang berbeda Gunakan olesan microbe ini untuk pewarnaan pada kegiatan berikutnya.