Anda di halaman 1dari 50

BAB 3

87
87

KEBUTUHAN DAN SOLUSI IMPLEMENTASI SISTEM

3.1 Gambaran Umum Perusahaan

3.1.1 Sejarah Perusahaan

Pertama kali pada tahun 1885, dua bersaudara dari Inggris yang bernama

William dan Lever mulai mengelola perusahaan dengan nama Lever Brothers.

Perusahaan

ini

memproduksi

sabun

cuci

Sunlight

yang

dipasarkan

dengan

kemasan dan iklan yang baik sehingga semakin lama semakin berkembang.

Kemudian mereka juga memproduksi sabun mandi Lux dan Lifebuoy.

Sementara di Belanda pada waktu yang bersamaan berdiri dua perusahaan

keluarga

yaitu

milik

keluarga

Anton

Jurgens

dan

Van

den

Bergh.

Kedua

perusahaan ini sama-sama memproduksi mentega. Tak lama setelah itu kedua

perusahaan ini pun bergabung dengan nama Margarine Unie yang memproduksi

sabun dan mentega. Lever Brothers dan Margarine Unie sama-sama melebarkan

usahanya di daratan Eropa dan saling bersaing untuk maju. Keduanya pun

memiliki kesamaan, yaitu sama-sama membuat produk untuk konsumen dalam

jumlah besar, jalur distribusinya luas, dan material bakunya sama. Akhirnya pada

tahun 1930, Lever Brothers dan Margarine Unie menjadi satu perusahaan dengan

nama Unilever, dengan ciri khas logo “U”. Unilever memiliki dua kantor, yaitu di

London, Inggris dan Roterrdam, Belanda. Sementara itu Unilever Indonesia

didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dengan nama Zeepfabrieken N.V. Lever.

Lalu pada tahun 1980 tepatnya pada tanggal 22 Juli, nama perusahaan diubah

87
87

88

menjadi PT. Unilever Indonesia dengan akta no.171 yang dibuat oleh seorang

notaris yang bernama Ny. Kartini Mulyadi. Sejak perusahaan ini berdiri hingga

tahun

1980,

manajemen

Unilever

di

Indonesia

telah

ditangani

oleh

empat

perusahaan yang berbeda, yaitu Lever’s Zeepfabrieken, Van den Bergh’s Fabrieken,

Colibri,

dan

Archa

Oil

Mill. Akan

tetapi

aset

seluruh

perusahaan

tersebut

dipindahkan ke perusahaan Lever’s Zeepfabrieken dan ketiga perusahaan yang lain

dilikuidasi. Kemudian pada tahun tersebut kantor pusat yang berada di London

mengumumkan bahwa mulai tanggal 1 September 1980, keempat perusahaan

tersebut direorganisasikan menjadi satu perusahaan dengan nama PT. Unilever

Indonesia.

3.1.2 Perkembangan Perusahaan

PT. Unilever Indonesia Tbk mulai go public tepatnya mulai tahun 1981.

Sekarang ini PT. Unilever Indonesia Tbk didukung oleh Product Development

Research Department di Rungkut dan

Lab.

Research Port Sunlight) di Inggris.

Port Sunlight

(Unilever Dental

PT. Unilever Indonesia Tbk juga didukung oleh sistem distribusi yang kuat

yang dinamakan dengan Supply Chain Department yang terdiri dari divisi buying,

factory,

planning,

material,

management,

distribution

operation,

central

warehouse,

brand

accountant,

information

technology

user,

distribution

controlles, logistic operation, dan sales forecasting / distribution palnning. Sistem

ini didukung juga dengan Team Supply Chain Project. Cara pendistribusiannya

dilakukan dengan cara: dari setiap pabrik Unilever masuk ke warehouse kemudian

disebarkan ke 16 depot yang dimiliki Unilever Indonesia yang tersebar di Jawa,

89

Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Kemudian dari depotdepot tersebut,

produk disalurkan ke distributor yang jumlahnya kurang lebih 250 distributor yang

tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah distributor yang banyak inilah yang menjadi

kunci keberhasilan Unilever selama ini. Lalu dari distributor produk dijual ke toko

baik

grosir

(wholesaler)

maupun

pengecer

(retail).

Produk-produk

yang

dikeluarkan oleh PT. Unilever Indonesia Tbk juga sudah dikenal oleh seluruh

masyarakat Indonesia dan bereputasi baik dengan berbagai penghargaan yang

diraih. Hal ini dikarenakan seluruh produk-produk tersebut diproduksi dengan

menggunakan peralatan modern berteknologi tinggi sebagai perwujudan dari

komitmen perusahaan yang menjamin standar mutu produk bertaraf internasional.

Karena hal ini jugalah maka pabrik-pabrik Unilever telah mendapatkan sertifikat

ISO14001, ISO 9001, dan Safety and Occupational Health serta Special Award in

Total Productive Maintenance.

Hingga kini PT. Unilever Indonesia Tbk telah berkembang menjadi sebuah

produsen consumer products dengan peranan yang penting di Indonesia. PT.

Unilever Indonesia Tbk merupakan pemilik merek terkenal yang tersebar di

seluruh dunia sebagaimana merek ini juga diketahui secara lokal dan regional. PT.

Unilever Indonesia Tbk mempunyai komitmen yang kuat untuk berkembang di

Indonesia dan telah memilih Indonesia sebagai pusat regional untuk berbagai

macam produk yang diekspor ke sejumlah negara regional. Sebagai upaya untuk

meningkatkan pendapatan bangsa, PT. Unilever Indonesia Tbk juga menyediakan

lebih

banyak

kesempatan

kerja.

Sekarang,

PT.

Unilever

Indonesia

Tbk

mempekerjakan lebih dari 3.000 orang di Indonesia, dan 20.000 orang juga

dipekerjakan oleh perusahaan kecil dan menengah yang bisnisnya berhubungan

90

langsung dengan PT. Unilever Indonesia Tbk. Kini setelah 75 tahun berdiri, PT.

Unilever Indonesia Tbk dapat dikatakan telah berkembang menjadi produsen

barang konsumen terbesar di Indonesia serta menjadi bagian yang tak terpisakan

dari masyarakat dan ekonomi Indonesia. Bahkan Unilever Indonesia mampu

mengalahkan

pesaingnya

yang

lain

yang

merupakan

sesama

perusahaan

multinasional, yaitu P&G. Menurut Hermawan Kartajaya (2002), di banyak negara

Unilever

hampir

selalu terlibat

persaingan sengit

dengan P&G

termasuk

di

Indonesia. Namun ternyata tampaknya Unilever Indonesia lebih unggul ketimbang

P&G karena keberadaan Unilever jauh lebih lama (1933) dibandingkan dengan

P&G yang baru muncul di Indonesia pada tahun 1975. Selain itu Unilever

Indonesia dapat terus mempertahankan keadaannya baik dalam kondisi ekonomi

sosial yang baik maupun buruk. Termasuk pada periode kedua seperti yang telah

disebutkan di atas, bahwa Unilever Indonesia pada akhirnya dapat tetap bertahan

sekalipun menghadapi ancaman nasionalisasi semasa pemerintahan Bung Karno.

Dapat dilihat di sini bahwa Unilever tidak hanya mempunyai kemampuan tinggi

untuk memahami pasar Indonesia tetapi juga memiliki jaringan pemasaran yang

sangat luas dan dalam hingga mampu mempertahankan eksistensinya hingga

menginjak usia 75 tahun.

3.1.3 Misi Perusahaan

Misi PT Unilever Indonesia, Tbk, antara lain :

Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi

kebutuhan dan aspirasi konsumen

Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.

91

Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.

Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang

tinggi.

Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan

dan memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang

saham.

Mendapatkan

kehormatan

karena

integritas

masyarakat dan lingkungan hidup.

3.1.4 Nilai Nilai Perusahaan

tinggi,

peduli

kepada

Perseroan mempunyai nilai-nilai dan bangga terhadap nilai-nilai tersebut

serta menjalankannya dalam aktivitas sehari-hari.

Fokus kepada pelanggan, konsumen & masyarakat

Kita memusatkan perhatian untuk memenangkan hati para pelanggan

(internal dan eksternal) dan membuat konsumen dan

masyarakat

merasa

senang

dengan

selalu

memahami

dan

mengantisipasi

kebutuhan mereka serta memberikan jawaban secara kewirausahaan.

Kerjasama

Kita mengakui adanya ketergantungan satu sama lain dan kita bekerja

bersama-sama guna mencapai tujuan yang sama, dengan semangat

untuk menang, dan saling percaya.

Integritas

92

Kita bersikap jujur, berpegang teguh pada prinsip, konsisten, dan

terpercaya dalam semua transaksi yang kita lakukan. Kita percaya diri

dalam mempertahankan keyakinan kita, bahkan dalam situasi sulit.

Kita melaksanakan apa yang kita katakan.

Membuat sesuatu terjadi

Kita

bersikap

positif

dalam

mengambil

keputusan

yang

cepat

berdasarkan fakta yang ada dan dalam membuat sesuatu terjadi. Kita

mengadopsi semangat perusahaan kecil sehingga dapat memberikan

fleksibilitas,

ketangkasan

dan

imajinasi

yang

ktia

perlukan

agar

berhasil.

Berbagi kegembiraan

Kita harus berhasil bersama-sama. Semangat kita yang melimpah

menandakan bahwa kita berbagi penghargaan atas hasil kerja keras

kita.

Kita

melaksanakan

tugas

dengan

gembira

sehingga

kita

mendapatkan energi dan membantu kita meraih sukses.

Excellence

Kita bersemangat untuk melampaui harapan pelanggan, konsumen dan

masyarakat

melalui

produk

dan

cara

kerja

kita.

Kita

memiliki

kebebasan untuk berkarya di dala suatu kerangka kerja.

3.1.5 Struktur Organisasi

Bentuk badan usaha PT. Unilever Indonesia adalah perseroan multi atau

transnasional (Multinational /Transnational Corporation), dimana operasinya telah

93

melampaui batas-batas dari negara, dan telah disesuaikan atau diadaptasi sesuai

dengan negara tempat ia beroperasi. PT Unilever Indonesia Tbk dipimpin oleh

seorang chairman dan memiliki sepuluh direktur (directors) sebagai berikut :

1. Chief Financial Officer

2. Home Care Director

3. Personal Care Director

4. Ice cream Director

5. Foods Director

6. Supply Chain Director

7. Development Director

8. Customer Care Director.

9. Human Resources Director

10. Corporate Relations Director

Bentuk organisasi PT Unilever Indonesia adalah organisasi garis/ lini,

dimana

terdapat

departemen-departemen

yang

secara

langsung

berhubungan

dengan produksi dan penjualan dari setiap produk. Secara umum bagan organisasi

PT Unilever Indonesia Tbk dapat digambarkan pada Lampiran 2.

3.1.6 Produk Perusahaan

Hingga

saat

ini,

PT.

Unilever

Indonesia,

Tbk.

telah

memproduksi

dan

memasarkan kurang lebih sebanyak 43 jenis produk. Dalam memasarkan

produkproduknya, perusahaan membagi dalam 3 divisi, dimana setiap divisi

bertanggung jawab untuk memasarkannya.

94

1. Divisi Produk Makanan (Food Products)

Dimulai sejak tahun 1937, perusahaan ini mulai memproduksi margarine

dengan merek Blue Band dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai

produk margarine nomor satu. Sejak itulah merek tersebut merupakan awal

dari usaha perusahaan ini memproduksi makanan.

2. Divisi Produk Perawatan Pribadi (Persona Care Products)

Usaha divisi personal dimulai dengan pengakuisisian pabrik Colibri di

Surabaya, saat itu perusahaan hanya memproduksi pasta gigi merek

Pepsodent

dan

tidak

berminat

untuk

memperluas

usahanya

dengan

memproduksi produk - produk toiletries. Selain karena perusahaan tidak

memiliki pengalaman yang cukup untuk usaha itu, hal ini juga karena

kualitas material baku dan konsumen saat itu lebih tertarik pada produk-

produk import dari Inggris. Sejak tahun 1977, kemampuan daya beli

masyarakat Indonesia meningkat dan perusahaan melihat bahwa produk

yang dianggap saat itu masih terjangkau oleh kemampuan masyarakat,

mulai saat itu perusahaan meluncurkan produk-produk Perawatan Pribadi

seperti minyak rambut, deodorant, shampoo, lotion, skin care, bedak, dan

pasta gigi.

3. Divisi Produk Perawatan Rumah Tangga (Household Products)

Hingga saat ini detergent merupakan produk terbesar perusahaan dan telah

membuktikan volume penjualan yang meyakinkan. Pada tahun 1970-an,

divisi detergent berhasil melipatgandakan penjualannya dan sampai saat

ini sabun pencuci pertama di Indonesia yang menggunakan material NSP

(Non Soap Detergent) yang berhasil menjadi nomor satu dipasaran adalah

Rinso. Divisi ini juga menghasilkan produk produk Dishwasher, Fabric

95

softeners, Household cleaner, Mosquito coil, Fabric wash.

Adapun jenis dan kategori produk produk yang dihasilkan divisi-divisi

tersebut:

Tabel 3.1 Jenis - Jenis Produk Unilever

Jenis - Jenis Produk Unilever

Jenis - Jenis Produk Unilever

Produk-produk Perawatan Pribadi ( Personal Care Products )

Produk-produk Perawatan Pribadi (Personal Care Products)

Skin care

Deodorant

Toothpaste

Hair care

Tissues

Baby diapers

Feminine care

Personal wash.

(Dove, Citra, Vaseline, Pond’s, Binolia) ;

(Rexona, Axe) ;

(Close-up, Pepsodent, Signal 2) ;

(Sunsilk, Lifebuoy, Clear, Brisk) ;

(Kleenex, Trentis, Scott) ;

(Huggies) ;

(Kotex) ;

(Lux, Lifebuoy)

96

 

Produk-produk Perawatan Rumah Tangga (Household products)

Dishwash

(Sunlight) ;

Fabric softeners

(Molto) ;

Fabric wash

(Omo, Rinso, Surf, Superbusa) ;

Mosquito coil

(Domestos nomos) ;

Household cleaner

(Super pell, Vixal, Domestos Wipol).

 

Produk-produk Makanan (Foods Products)

Beverages

(Lipton, Sariwangi)

Food

(Tara Nasiku)

Jam

(Skippy, Knorr mayonaise )

Snack

(Taro) ;

Seasoning

(Royco, Bango) ;

Margarine

(Blue - band) ;

Ice cream

(Wall’s products)

3.1.7

Fasilitas Produksi

PT. Unilever Indonesia, Tbk yang berkantor pusat di Graha Unilever, Jl.

Jenderal Gatot Subroto Kav. 15, Jakarta Selatan, memiliki fasilitas fasilitas

produksi

(pabrik-pabrik)

salah

satunya

terletak

di

Rungkut,

Surabaya

yang

memproduksi material perawatan dan kosmetik. Serta di Cikarang, Bekasi. Antara

lain: Ice cream, Deterjen cair, Deterjen bubuk, dan Produk Makanan.

Seluruh produk Unilever diproduksi dengan menggunakan peralatan modern

berteknologi tinggi. Sebagai perwujudan dari komitmen perusahaan untuk menjamin

standard

mutu

produk

bertaraf

internasional,

pabrik-pabrik

Unilever

telah

mendapatkan sertifikat ISO

97

14001, ISO 9001, dan Safety and Occupational Health. Selain itu, Unilever

Indonesia

juga

Maintenance.

memperoleh

penghargaan

3.2 Pabrik Wall’s Ice Cream

Special

Award

in

Total

Productive

3.2.1 Perkembangan Pabrik Wall’s Ice Cream

3.2.1.1 Struktur Organisasi Wall’s Ice Cream Outbound

Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice

Coldstore Master

Coldstore Master
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice

Ice

Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Coldstore Master Ice
Wall’s Ice Cream Outbound Coldstore Master Ice Coldstore Supervisor (Operational) Reach Truck Driver /

Coldstore Supervisor

(Operational)

Reach Truck Driver / Coldstore Operator Forklift Technition 8(3-3-2) 1 Pallet Ridder Operator / Loader
Reach Truck Driver /
Coldstore
Operator Forklift
Technition
8(3-3-2)
1
Pallet Ridder
Operator / Loader
10(4-4-2)

Coldstore Supervisor

(Administration)

/ Loader 10(4-4-2) Coldstore Supervisor (Administration) Despatch Checker 3(1-2) Admin Clerk 1 Despatch
/ Loader 10(4-4-2) Coldstore Supervisor (Administration) Despatch Checker 3(1-2) Admin Clerk 1 Despatch

Despatch

Checker

3(1-2)

Admin Clerk

1

Despatch

Assembling

6(3-3)

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Wall’s Ice Cream Outbound

98

Setiap jabatan pada Coldstore, memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai

berikut:

1.

Coldstore Master

Coldstore Master memiliki beberapa tanggung jawab atas beberapa

kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

 

a. Bertanggung jawab untuk semua operational di Coldstore dan

NH3 Refrigerator Utility.

 

b. Mengatur

kebutuhan

manpower

/

manning

untuk

kebutuhan

operasional dan administrasi

 

c. Berkoordinasi dengan team lain ( Planner, Production, QC, Sales

dan

Marketing

)

untuk

mencapai

target-target

perusahaan

(

customer order fullfill )

 

d. Mengatur

kebutuhan

operasional

 

khususnya

untuk

MHE

/

Material Handling Equipment.

 

2.

Admin supervisor

Admin supervisor memiliki beberapa tanggung jawab atas beberapa

kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

a. Menarik data material/stock secara keseluruhan, dari sistem SAP

untuk

tiap-tiap

harinya.

(Namun

aktifitas

dilakukan diawal minggu)

ini,

lebih

terfokus

b. Memperbaiki data-data yang tidak akurat, seperti:

i. Status suatu stock di Coldstore yang seharusnya Block namun

terlewat oleh Bagian Quality (Quality Dept.), sehingga masih

99

Release. Dalam hal ini, Admin supervisor harus melepas stock

tersebut dari sistem, sehingga tidak terjadi kesalahan pada

Bagian Penjualan di MBAU yang menangani pemesanan

(Sales order) untuk GT dan MT, serta di Head Office (HO)

yang menangani pemesanan (Sales order) untuk export (RSE)

dalam memperkirakan material yang tersedia untuk membuat

ii.

Delivery plan.

Barcode/Pallet id pada stock yang berasal dari Palletizing

(Bagian Produksi) dan sudah berupa pallet di Despatch area,

tidak dapat di-scan oleh Radio frequency (RF), sehingga tidak

bisa dihasilkan alamat untuk meletakkan stock.

iii. Transaksi - transaksi seleksi produk, yang berasal dari Bagian

Quality dan Bagian Produksi. Bagian Quality dan Bagian

Produksi, akan membuat dan memberikan BON Permintaan

Seleksi kepada Admin supervisor, sehingga stock yang sudah

berada ataupun baru masuk di BOF, diminta dikeluarkan

kembali. Situasi tersebut, mengharuskan Admin supervisor

untuk mengurangi stock pada sistem.

c. Berdasarkan permintaan Bagian Quality, yang telah menyeleksi

stock-stock apa saja yang dapat digolongkan pada export (RSE)

ataupun local, maka terdapat kemungkinan untuk stock-stock

(berupa pallet-pallet yang telah ditentukan) dari local dipindahkan

ke Export. Otorisasi pemindahan tersebut dimiliki oleh Admin

supervisor.

100

d. Menarik data-data Sales order, dari Bagian Penjualan (MBAU)

untuk tujuan export.

e. Yang menarik data-data yang diperlukan untuk aktivitas Stock

Take, sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan.

f. Menentukan jatah planning transporter, pada dokumen Delivery

plan

yang

telah

dibuat

sebelumnya

(MBAU) pada tiap-tiap minggu.

3. Operational Supervisor

oleh

Bagian

Penjualan

Operator Supervisor memiliki beberapa tanggung jawab atas beberapa

kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

a. Penanggung

Penerimaan

jawab,

kegiatan

Produksi

sampai

operasional

mulai

dari

aktifitas

Pengeluaran

Stock

untuk

siap

dikirim, dan juga apabila terdapat pengembalian (retur) pada

proses Modern trade (MT).

b. Penanggung jawab, pada beberapa aktifitas, pengecekkan stock

yang akan dikirim, diantaranya:

i.

Pallet id yang tidak dapat discan.

 

ii.

Pemindahan

barang

dari

High

Rack

ke

Pick

face

(curah/receh).

iii.

Memastikan

terpenuhinya

kebutuhan

Pick

face,

untuk

memudahkan team Assembling.

4. Despatch checker

101

Despatch checker bertanggung jawab atas kegiatan operasional yang

terkait dengan aplikasi SAP R/3 khususnya untuk aktifitas Picking

General

Trade

(GT)

mulai

dari

aktifitas

Order

Management

Processing, Delivery Order Processing, Shipment Processing, hingga

Transfer order Processing.

5. Admin clerk

Admin clerk bertanggung jawab atas kegiatan operasional yang terkait

dengan aplikasi SAP R/3 khususnya untuk aktifitas Picking General

Trade

(GT)

mulai

dari

aktifitas

Order

Management

Processing,

Delivery

Order

Processing,

order Processing.

Shipment

Processing,

hingga Transfer

6. Reach Truck Driver (Forklift Operator)

Reach Truck Driver memiliki beberapa tanggung jawab atas beberapa

kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

a. Menaikkan dan menurunkan stock (berupa pallet) dari Rack,

untuk proses Good Receipt dan Good Issue dengan menggunakan

RF.

b. Menarik data produksi di tiap akhir shift, untuk mengecek stock

hasil produksi dengan yang diterima di BOF sama.

7. Coldstore Technition

102

Coldstore Technition memiliki beberapa tanggung jawab atas beberapa

kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

a. Menangani kerusakkan yang sifatnya teknis dan urgent.

8. Pallet Ridder Operator (Loader)

Pallet

Ridder

Operator

memiliki

beberapa

tanggung

jawab

atas

beberapa kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

a. Menarik dan mendekatkkan stock untuk memudahkan Forklift

Operator menaikkan ke High Rack atau menurunkan dari High

Rack.

9. Despatch Assembling

Despatch Assembling memiliki dua tanggung jawab atas beberapa

kegiatan didalam Coldstore, diantaranya:

a. Menangani aktifitas pick face.

b. Pemuatan untuk proses Loading.

3.2.1.2 The Delivery Channels of Wall’s Ice cream Outbound

Secara struktural Pabrik Ice cream

terbagi menjadi dua, yaitu

Pabrik Ice cream Inbound (RMS) dan Pabrik Ice cream Outbound (BOF).

Keduanya berlokasi ditempat yang sama yaitu, Cikarang.

Pabrik Ice cream yang berlokasi di Cikarang ini mulai beroperasi

pada pertengahan tahun 1992.

Pada

Pabrik

Ice

cream

Inbound

(RMS)

terjadi

proses

penyimpanan raw material yang diterima dari Supplier untuk pembuatan

103

seluruh produk Wall’s Ice Cream. Yang termasuk dalam raw material

dalam hal ini baik untuk produk Ice cream, seperti susu, cokelat, kacang,

vanilla,

karamel,

brownies

maupun

packaging

material

(pengemasan)

seperti bungkusan perbuah, dan bungkusan per-pack.

Pada Pabrik Ice cream Outbound (BOF) dilakukan beberapa

aktifitas seperti: menerima finish good dari Palletizing (produksi) (Good

Receipt from Production) untuk setelahnya dilakukan penyimpanan ke

dalam gudang Ice cream (Coldstore) sesuai dengan alamat rack (storage

bin) yang diditunjukkan oleh sistem SAP R/3. Pabrik Ice cream Outbound

(BOF) juga menerima list Sales order dari MBAU untuk selanjutnya

dilakukan proses delivery order, invoicing, dan pengambilan produk sesuai

dengan

pemesanan,

pelanggan.

sampai

akhirnya

siap

untuk

dikirimkan

kepada

Secara umum, terdapat 2 Deliver Channel pada Pabrik Ice cream

Outbound (BOF) Cikarang, yaitu: National Chain dan Regional Sourcing

& Export (RSE). RSE merupakan Delivery Channel untuk tujuan export.

Sedangkan National chain merupakan Delivery Channel untuk tujuan

lokal. National chain terbagi-bagi lagi menjadi 2 bagian seperti yang

tunjukkan pada Gambar 3.3.

104

Cikarang Cold Store

Cikarang Cold Store - 4 countries - 65 kl / week - 310 stores - 31
Cikarang Cold Store - 4 countries - 65 kl / week - 310 stores - 31
Cikarang Cold Store - 4 countries - 65 kl / week - 310 stores - 31
Cikarang Cold Store - 4 countries - 65 kl / week - 310 stores - 31

- 4 countries

- 65 kl / week

- 310 stores

- 31 kl / week

- 60 store / day

65 kl / week - 310 stores - 31 kl / week - 60 store /

Modern trade ( Greater Jakarta )

- 41 concess

/

- 700 kl week

- 30 trip / day
- 30 trip / day

Distributor / Concessionaire

s / - 700 kl week - 30 trip / day Distributor / Concess ionaire National

National chain

Regional Sourcing chain

Delivery Channel

Gambar 3.2 Delivery Channel Ice cream Department

3.2.1.3 The Products of Wall’s (Stock)

105

Pabrik Ice cream Outbound (BOF) menghasilkan produk akhir dengan

beberapa brand seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Stock Keeping Unit of Wall’s Products In Home

 

Material

 

No

number

Material Description

   

OUT HOME

1

20063620

PADDLE POP CHOCOLATE ANZ 32x70ml

2

20067270

MOO MINI MILK 60x35ml

3

20068566

PADDLE POP RAINBOW PEAK 48 X 60 ML

4

20068594

PADDLE POP FRUITY ZAP 36X75ml

5

20068657

PADDLE POP JELLY WAVE 48x57ml

6

20068659

PADDLE POP COLA FIRE 48x57ml

7

20068666

PADDLE POP WOLF & WHALE 36x70ml

8

20068732

PADDLE POP TWISTER CYCLONE 36X75ml

9

62027338

CONELLO ROYL STRWKISS 135ML/24

10

62027339

CONELLO ROYL BFORREST 135ML/24

11

62027341

CONELLO RYL SWTHRTBRW 135ML/24

12

62027617

MOO CONE 80ML / 24

13

62028025

PADDLE POP TRICO 60ML/48

14

62028219

POPULAIRE CHOCOLATE 90ML/40

15

62028220

POPULAIRE STRAWBERRY90ML/40

16

62027844

CORNETTO DISC CHOC 24x120ml

17

62027845

CORNETTO DISC VAN 24x120ml

18

62028301

CONELLO CLSSIC CHOVAN 110ML/24

19

62028302

CONNELO CLSSIC TRMISU 110ML/24

20

62028303

CONELLO HZLNTMOCHACNO 125ML/24

21

62029402

FEAST VANILLA 65ML/42

22

62029403

FEAST CHOCOLATE 65ML/42

23

62052216

MOO ACTIVE 70ML/36

24

 

IN HOME

25

62027784

MOO TUB 900ML / 6

26

62027785

MOO TUB 400ML / 12

27

20061351

VIENNETTA TRIPLE CHOCCRUNCH 6x600ml

28

62027798

VIENNETTA BLACK FOREST 600ML/6

29

62027825

WALLS VANILLA SOFTMIX 10000ML

106

30

62027826

STRAWBERRY SM 10000ML

31

#62027829

MINI CORNETTO CHO&VAN12X30ML/6

 

62027833

CHOCOLATE SM 10000ML

32

62027834

WALLS TRIPLECHOCOLATE 700ML/6

33

62027835

WALLS TRI CHOCO 350ML/12

34

62027836

WALLS VANCHOCCHIP&CHO350ML/12

35

62027837

WALLS TRIPLE TWIST 700ML/6

36

62027838

WALLS TRIPLE TWIST 350ML/12

37

62027839

WALLS TRIPLE FRUIT 700ML/6

38

62027840

WALLS TRIPLE FRUIT 350ML/12

39

62027841

WALLS NEOPOLITANA 700ML/6

40

62027842

WALLS NEOPOLITANA 350ML/12

41

62027843

WALLS VANCHOCCHIP&CHOC700ML/6

42

62052209

MINICORNETTO VANILLA 6X12X30ML

43

62052211

MINICORNETTO CHO&VAN 6X12X30ML

44

62052212

MINICORNETTO STRWBLU 6X12X30ML

Tabel 3.3 Stock Keeping Unit of Wall’s Products Out Home

 

Material

 

No

code

Material Description

   

OUT HOME

1

20068569

PADDLE POP CHOCOLATE 48x60ml

2

62027100

MAGNUM CLASSIC VANILLA 90ML/25

3

62027525

MP MAGNUM VANILLA 90MLX3X8

4

62027544

PADDLEPOP SHAKYSHAKE 150ML/24

5

62027550

PADDLE POP TWISTRSABER 75ML/36

6

62027554

PADDLE POP TWSTR FRUITY PWR 36x75ml

7

62027773

MOO STICK 70 ML / 36

8

62029000

MAGNUM ALMOND 90ML/25

9

 

IN HOME

10

20067720

CORNETTO MINI BSCOTCH&CCHOC 6X12X28ml

11

62027789

VIENNETTABROWNIETIRAMISU 600/6

12

62027790

VIENNETTABROWNIECHOCOLATE600/6

13

62029002

MAGNUM MP ALMOND 90MLX3/8

14

62052210

MINICORNETTO CC/BF 6X12X30ML

107

Pada Tabel 3.2, menunjukkan 44 brands yang merupakan item products

yang ditujukan untuk penjualan lokal. Dan 14 brands yang disajikan pada tabel

xxxx ditujukan untuk RSE ke berbagai negara: Malaysia, Singapura, Thailand, dan

Vietnam.

Material Out Home merupakan jenis produk dimana customer dalam

pengkonsumsian produk-produk tersebut dapat dibawa diluar rumah.

Sedangkan material In Home merupakan jenis produk yang pada umumnya

untuk dibawa pulang kerumah cara pengkonsumsiannya

Secara keseluruhan, Pabrik Ice cream Outbound (BOF)

SKU (Stock Keeping Unit). Pabrik Ice cream Outbound (BOF)

menghasilkan 55

memiliki sekitar

10.000 pegawai Unilever dan 300 pegawai dari pihak ketiga (contract labour).

Pabrik ini beroperasi selama 24 jam dalam sehari dengan pembagian 3 shift

sebagai berikut :

Morning Shift : 06.00 14.00

Afternoon Shift : 14.00 22.00

Night Shift : 22.00 06.00

Dalam operasinya, terdapat waktu istirahat selama 30 menit dalam setiap

shift-nya dan secara keseluruhan dalam satu tahun pabrik ini memiliki 296 hari

kerja.

108

3.3 Implementasi Sistem SAP R/3 Warehouse management pada Wall’s Ice cream

Outbound - Coldstore (CS) 3

Kebutuhan & Solusi Implementasi SAP

Warehouse Management Wall’s Ice

Cream Outbound - Coldstore 3

Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Kebutuhan Implementasi SAP Warehouse Management Wall’s
Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Kebutuhan Implementasi SAP Warehouse Management Wall’s
Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Kebutuhan Implementasi SAP Warehouse Management Wall’s

Kebutuhan Implementasi SAP

Warehouse Management Wall’s

Ice Cream Outbound

- Coldstore 3

Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Already Exist : Wall’s Ice Cream Outbound Coldstore

Already Exist : Wall’s Ice Cream

Outbound Coldstore 1 2 :

1. Coldstorage Layout (CS 1 - 2)

2. Existed Warehouse Management

Structure (Coldstore 1 2) :

- Organizational Unit

- Master Data

1 – 2) : - Organizational Unit - Master Data Proyek Pembangunan dan Konfigurasi Coldstore 3

Proyek Pembangunan dan

Konfigurasi Coldstore 3 :

Data Proyek Pembangunan dan Konfigurasi Coldstore 3 : 1. Latar Belakang Implementasi Proyek 2. Tujuan

1. Latar Belakang

Implementasi Proyek

2. Tujuan Implementasi Proyek

3. Sasaran Implementasi

Proyek

4. Ruang Lingkup

Implementasi Proyek

Proyek 4. Ruang Lingkup Implementasi Proyek Solusi Implementasi SAP Warehouse Management Wall’s

Solusi Implementasi SAP

Warehouse Management Wall’s

Ice Cream Outbound

- Coldstore 3

Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Warehouse Management Structure - Coldstore 3 Ice Cream

Warehouse Management

Structure - Coldstore 3 Ice

Cream Wall’s Outbound

(Based on ASAP Project

Implementation):

1. Project Preparation

- Tim Proyek Implementasi

- Tahapan Implementasi

- Jadwal Proyek

- Coldstore 3 Layout

2. Blueprint

- Konfigurasi Organizational

Unit & Master Data

- Standar Operating Procedure

(SOP) / Schematic Processes

- Putaway & Picking Strategy

Configuration

3. Realization

-Penerapan Putaway & Picking

Strategy

Gambar 3.3 Sub Gambaran Penelitian (Implementasi)

Kebutuhan dan Solusi Implementasi

 

109

3.3.1

Kebutuhan

dan

Solusi

Implementasi

Sistem

SAP R/3

Warehouse

management pada Wall’s Ice cream Outbound Coldstore (CS) 3

3.3.1.1 Kebutuhan Implementasi SAP Warehouse management Wall’s

Ice cream Outbound - Coldstore 3

Kebutuhan Implementasi SAP

Warehouse Management Wall’s

Ice Cream Outbound

- Coldstore 3

Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Already Exist : Wall’s Ice Cream Outbound Coldstore

Already Exist : Wall’s Ice Cream

Outbound Coldstore 1 2 :

1. Coldstorage Layout (CS 1 - 2)

2. Existed Warehouse Management

Structure (Coldstore 1 2) :

- Organizational Unit

- Master Data

1 – 2) : - Organizational Unit - Master Data Proyek Pembangunan dan Konfigurasi Coldstore 3

Proyek Pembangunan dan

Konfigurasi Coldstore 3 :

Data Proyek Pembangunan dan Konfigurasi Coldstore 3 : 1. Latar Belakang Implementasi Proyek 2. Tujuan

1. Latar Belakang

Implementasi Proyek

2. Tujuan Implementasi Proyek

3. Sasaran Implementasi

Proyek

4. Ruang Lingkup

Implementasi Proyek

Gambar 3.4 Sub Gambaran Penelitian (Implementasi)

Kebutuhan Implementasi

3.3.1.1.1 Already Exist : Wall’s Ice Cream Outbound Coldstore 1 2

3.3.1.1.1.1 Layout of Coldstore 1 - 2

LAYOUT COLDSTORAGE 1

Number 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Number
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Row
Level
Pallet Capacity
FRESH PRODUCT
20
5
100
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
16
5
80
G1
FRESH PRODUCT
16
5
80
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
16
5
80
G2
FRESH PRODUCT
16
5
80
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
16
5
80
G3
FRESH PRODUCT
16
5
80
1
2
3
4
5 6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
16
5
80
FRESH PRODUCT
16
5
80
G4
19
4
76
19
4
76
BLOCKED
FRESH PRODUCT
19
4
76
19
4
76
19
4
76
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
Total Rack
1,120
emergency door
in ltr
560,000.00

TOTAL CAPACITY COLDSTORAGE 1 - 2

3,813.00

pallet

1,906,500.00

in ltr

Gambar 3.5 Coldstore 1 Layout

111
111

LAYOUT COLDSTORAGE 2 (LOCAL PRODUCT AREA)

   

Number

   

Section

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

 

BR

14

13

12

11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

G1

BQ

 

CQ

   

BP

CP

 

BO

   
   
G4
G4
 

G2

BN

 

BM

BL

BK

BJ

BI

BH

BG

BF

mobile rak

BE

BD

 

BC

 

G3

BB

 

BA

   

CA

     

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

Gambar 3.6 Coldstore 2 Layout

111
111
 

112

3.3.1.1.1.2

Existed

Warehouse

management

Structure (Coldstore 1 2)

Gambar

3.1

berikut

merupakan

Organizational

Unit

dari

Warehouse

management

(Warehouse

management

Structure)

Ice

cream

Outbound

pada

Coldstore

yang

telah

ada

yaitu

Coldstore 1 dan 2.

 
 

Sementara

itu,

Tabel

4.3

akan

menampilkan keterangan Organizational Unit tersebut.

Nantinya struktur Warehouse management yang telah

ada ini akan menjadi acuan analisis untuk mereview

kembali kebutuhan yang akan digunakan oleh Tim

Implementasi untuk melakukan konfigurasi Warehouse

management Structure pada Coldstore 3 yang akan

dibangun.
dibangun.

113

Tabel 3.4 Keterangan Warehouse management Structure

for Existing Coldstore (Coldstore 1 - 2)

Warehouse management Structure for Existing Coldstore (Coldstore 1-2)

Structure

Details

Plant Local

9002, menunjukkan Plant Local untuk Ice cream.

Storage Location

9005, menunjukkan Storage Location untuk Ice cream BOF Local

Warehouse Number

922, menunjukkan Warehouse Number untuk Ice cream Finish Good

Storage type

301 (Back-to-back), 310 (Ground), 351 (Pick face) menunjukkan Storage type yang berhubungan langsung dengan Storage section pada Coldstore 1 dan 2.

Storage section

001 (CS1) dan 002 (CS2) merupakan Storage section untuk Coldstore 1 dan 2.

Storage bin

Menunjukkan 6 karakter numerik dan alfabet, alokasi akhir pada struktur Warehouse management. Lebih lanjut akan terlihat pada Layout Coldstore 1 dan 2, pada gambar xxx

114

3.3.1.1.2 Proyek Implementasi SAP Warehouse management

Pada Coldstore 3:

3.3.1.1.2.1 Latar Belakang Implementasi Proyek

Proyek

Konfigurasi

Sistem

SAP

R/3

Warehouse management pada Coldstore (CS) 3 secara

garis besar dilatar belakangi oleh beberapa hal, sebagai

berikut :

1. Ekspansi

kapasitas

muatan

penyimpanan

Stock dari Coldstore 1 dan 2 (pembangunan

warehouse/Coldstore baru yaitu Coldstore 3).

2. Pemaksimalan

Struktur

Warehouse,

untuk

mengoptimalkan pergerakan Stock yang telah

ada

khususnya

pada

Wall’s

Ice

Cream

Outbound (Finished Good Maintenance from

Production).

3. Pemaksimalam Warehouse Movements untuk

produk-produk

akhir

(Stock)

Wall’s

Ice

Cream,

khususnya

dengan

kehadiran

Coldstore 3.

3.3.1.1.2.2 Tujuan Implementasi Proyek

Secara garis besar proyek bertujuan untuk:

1. Menghasilkan Konfigurasi SAP R/3 Warehouse

management untuk Coldstore 3, sebagai bentuk

pengembangan sistem.

115

2. Mengintegrasikan pergerakan stock dalam sistem

untuk

Coldstore

1,

2

dan

3,

melalui

teknik

lanjutan Putaway and Picking Strategies.

3. Menghasilkan Replenishment Strategy, sehingga

pergerakan stock non full pallet dapat terintegrasi

dengan baik.

3.3.1.1.2.3 Sasaran Implementasi Proyek

Modul

Warehouse

management

merupakan cakupan dari modul Material management

pada

SAP

R/3,

yang

diimplementasikan

oleh

PT

Unilever Indonesia, Tbk. khususnya pada Ice cream

Outbound yang secara keseluruhan digunakan untuk

menangani

proses

pengadaan

produk-produk

akhir

(Finished

Goods/Stock)

dari

bagian

Produksi,

dan

mengelola pergerakkkan masuk (Good Receipt) dan

keluar (Good Issue) Stock dalam warehouse.

 

Tujuan

dari

implementasi

SAP

R/3

Modul

Warehouse

management

pada

Ice

cream

Outbound, PT Unilever Indonesia, Tbk. antara lain :

Menentukan dan mengatur struktur gudang yang

kompleks.

116

Mengoptimalkan pergerakkan stock melalui teknik

Putaway dan Picking Strategies.

Menyelesaikan

proses

penerimaan

barang,

pengeluaran barang, dan transfer stock secara cepat

dan mudah.

Mengaktivasi transfer fisik dan perumaterial status

Stock

(seperti:

Quality).

setelah

Inspection

oleh

bagian

Pemilihan dan Pengiriman Stock untuk penjualan.

Menghasilkan fitur pengisian ulang otomatis dari

Rack atau penyimpanan cadangan ketika kuantitas

stock mencapai ambang batas tertentu.

Memastikan

bahwa

Stock

pada

Inventory

Management sama dengan Stock di gudang untuk

waktu

kapan

pun.

(Proses

Stock

Take/Stock

Opname menjadi lebih mudah)

 

Fitur

Printing

(slip

untuk

pallet,

permintaan

perpindahan

barang,

slip

inventori

dan

lain-lain)

transaksi yang relevan

pengiriman,

dokumen

tersedia

untuk

semua

Meski semua dokumen untuk tiap transaksi pada

gudang bisa dicetak, WM mendukung fitur alur

kerja gudang yang pada dasarnya paperless (tidak

memerlukan kertas)

117

Memberikan solusi perangkat entri data mobile

Radio frequency (RF) terintegrasi untuk semua

pergerakan Stock.

Pada

Modul

Warehouse

management

yang

diimplementasikan oleh Wall’s Ice cream Outbound, PT Unilever

Indonesia, Tbk. melibatkan enam aktifitas penting dan berperan

penting

dalam

perpindahan

Stock

pada

Modul

Warehouse

management, yaitu :

 

1. Goods receipt (Penerimaan barang)

 

Good

Receipt

yang

diterapkan

pada

Wall’s

Ice

cream

Outbound, PT Unilever Indonesia, Tbk.

digunakan untuk

memposting Stock yang merupakan hasil produksi sendiri.

(Good Receipt with reference to a production order).

2. Goods issue (Pengeluaran barang)

Good Issue yang diterapkan pada Wall’s Ice cream Outbound,

PT Unilever Indonesia, Tbk. digunakan untuk memposting

pengambilan Stock untuk dikirim kepada pelanggan. (Good

Issue with reference to a delivery order).

 

118

3. Stock transfer

 

Stock

transfer

yang

diterapkan

pada

Wall’s

Ice

cream

Outbound, PT Unilever Indonesia, Tbk.

digunakan untuk

mem-posting perpindahan fisik Stock dari suatu Storage type

ke Storage type lainnya, dari suatu Storage section ke Storage

section lainnya, dan dari suatu Storage bin ke Storage bin

lainnya.

4. Posting change

Posting

change

yang

diterapkan

pada

Wall’s

Ice

cream

Outbound, PT Unilever Indonesia, Tbk. digunakan untuk

melakukan suatu perubahan material informasi terhadap Stock

tertentu, yaitu:

melepaskan

Stock

dari

proses

menjadi available Stock.

pemeriksaan

sehingga

Merubah status Stock dari Blocked Stock (stock yang tidak

bisa diakses) menjadi Inspection Stock,

Merubah material number

Membagi suatu avalaible material menjadi dua batch atau

lebih,

Merubah special stock, seperti consignment stock atau

returned stock, menjadi stock milik perusahaan

5. Transfer requirement

119

Transfer requirement yang diterapkan pada Wall’s Ice cream

Outbound, PT Unilever Indonesia, Tbk. digunakan sebagai

dasar pembuatan Transfer order, sesuai kondisi dibuat secara

otomatis, maupun manual, dengan atau tanpa referensi.

6. Transfer order

Transfer

order

yang

diterapkan

pada

Wall’s

Ice

cream

Outbound, PT Unilever Indonesia, Tbk.

digunakan untuk

melakukan,

Penempatan

barang

(Putaway),

Pengambilan

barang (Pick) dengan tujuan outbound delivery, dan Posting

changes.

Sesuai

kondisi

dapat

dilakukan

dengan

menggunakan fitur multiple processing atau secara manual.

3.3.1.1.2.4 Ruang Lingkup Proyek

3.3.1.1.2.4.1

Ruang Lingkup Fungsional

Secara

fungsional

Proyek

Konfigurasi

Sistem

SAP

R/3

Warehouse

management,

memiliki

keterkaitan

dengan

interface aplikasi SAP lainnya.

Inventory

management)

Aktivitas

yang

Management

terjadi

pada

(IM-Material

WM

biasanya

dimulai pada IM. Misalnya, penerimaan barang

 

120

dan

pengeluaran

barang

dimulai

di

IM

dan

selanjutnya diproses di WM.

Delivery Processing (Logistic Execution-Sales

and distribution/Shipping)

Pengaksesan Warehouse management juga dapat

dilakukan melalui Sales and distribution (SD)

melalui

modul

Shipping

untuk

memproses

dokumen pengiriman untuk aplikasi Warehouse

management terintegrasi.

Production Planning and Control (PP, PP-PI)

Pengaksesan Warehouse management dapat juga

dilakukan

pada

sistem

Production

Plannning

(PP) untuk membantu penyediaan barang pada

area supply di bagian produksi.

Quality Management (QM)

Pengaksesan Warehouse management dapat juga

digunakan

oleh

administrator

gudang

untuk

melacak dan mengatur barang yang disimpan di

gudang untuk diperiksa.

3.3.1.1.2.4.2

Ruang

Lingkup

Modul

Warehouse management

Ruang

lingkup

dalam

 

121

implementasi

SAP

Modul

Warehouse

management pada Wall’s Ice cream Outbound,

PT Unilever Indonesia, Tbk.

1. Master Data

a.Storage bin

2. Proses Pergerakan Stock:

a.Receiving

Processing)

Process

(Good

Receipt

b.Picking Process (Good Issue Processing)

3. Strategi

Terapan

Pengambilan Stock

a.Putaway Strategy

b.Picking Strategy

Penempatan

dan

122

3.3.1.2 Solusi Implementasi SAP Warehouse management Wall’s Ice

cream Outbound - Coldstore 3

Solusi Implementasi SAP

Warehouse Management Wall’s

Ice Cream Outbound

- Coldstore 3

Management Wall’s Ice Cream Outbound - Coldstore 3 Warehouse Management Structure - Coldstore 3 Ice Cream

Warehouse Management

Structure - Coldstore 3 Ice

Cream Wall’s Outbound

(Based on ASAP Project

Implementation):

1. Project Preparation

- Tim Proyek Implementasi

- Tahapan Implementasi

- Jadwal Proyek

- Coldstore 3 Layout

2. Blueprint

- Konfigurasi Organizational

Unit & Master Data

- Standar Operating Procedure

(SOP) / Schematic Processes

- Putaway & Picking Strategy

Configuration

3. Realization

-Penerapan Putaway & Picking

Strategy

Gambar 3.8 Sub Gambaran Penelitian (Implementasi)

Solusi Implementasi

123

3.3.1.2.1 Project Preparation

3.3.1.2.1.1

Warehouse Management Implementation

Team

Warehouse management Implementation

Team

dalam

Implementasi

SAP

Warehouse

management

pada

Wall’s

Ice

cream

Outbound

-

Coldstore 3 dapat terlihat melalui Gambar 3.x dibawah

ini.

Logistic Managers

Logistic Managers Unilever Indonesia Unilever Globe Warehouse Consultant Team Management SAP Leader & Members
Logistic Managers Unilever Indonesia Unilever Globe Warehouse Consultant Team Management SAP Leader & Members
Unilever Indonesia Unilever Globe Warehouse Consultant Team Management SAP Leader & Members System Analyst
Unilever Indonesia
Unilever Globe
Warehouse
Consultant Team
Management SAP
Leader & Members
System Analyst
Business Owner of
Warehouse
System Analyst
System Analyst
System Analyst
Management Ice
Member
Member
Member
Cream Outbound
Unilever Warehouse
Unilever Warehouse
Unilever Warehouse
End Users
Management SAP
Management SAP
Management SAP
Support
Support
Support

Gambar 3.9 Implementation Team

 

124

3.3.1.2.1.1.1

Peranan

Warehouse

Management

Implementation Team

1. Logistic Managers

Logistic Managers merupakan para manajer yang

memiliki

wewenang

penuh

di

bidang

logistic

perusahaan khususnya terkait kegiatan operasional

secara menyeluruh sejak mobilisasi Project Big bang

SAP hingga

Pre

dan

Post

Go

live

di

Unilever

Indonesia, Tbk. Logistic Managers terdiri dari para

Manajer

Material

management,

dan

Plant

maintenance.

 

Tanggung

jawab

yang

dimiliki

oleh

Logistic

Managers

secara

umum

dalam

Warehouse

management Implementation Team

, antara lain :

Mempertanggungjawabkan

penyelesaian

proyek

Implementasi SAP Warehouse management Wall’s

Ice cream Outbound - Coldstore 3.

Memonitor

progress

implementasi

serta

pengembangan

dan

dampak

yang

terjadi

di

perusahaan,

termasuk

sub

Modul

Warehouse

management.

Menentukan dan menyetujui prioritas dan lingkup

implementasi.

 

125

Pemberi

keputusan

akhir

tentang

hal-hal

yang

berkaitan dengan proyek implementasi, termasuk

mengenai

desain

proses

bisnis,

organisasi,

dan

sumber daya.

 

Mengendalikan

waktu,

biaya,

sumberdaya,

lingkup,

dan

kualitas,

sesuai rencana.

serta

deliverable

proyek

2. Unilever Globe Consultant Team

Unilever Globe Consultant merupakan konsultant

yang adalah tim internal yang dari PT Unilever

Global untuk melakukan konfigurasi pada SAP R/3

terhadap sub-sub modul yang ada diseluruh Unilever

di penjuru dunia. Tim konsultan ini berpusat di

Unilever negeri Belanda.

Tanggung jawab yang dimiliki oleh Unilever Globe

Consultant

secara

umum

Implementasi, antara lain :

dalam

Tim

Proyek

Mengembangkan perangkat lunak, baik interface,

maupun

enhancement

serta

tambahan

material

lainnya secara langsung pada SAP R/3 Sub Modul

Warehouse

management

telah

dikomunikasikan

analysts.

sesuai

kebutuhan

yang

oleh

tim

SAP

System

 

126

Memberikan

masukkan

kepada

SAP

System

analysts

sebagai

komunikator

kepada

Business

process Owner (BPO) agar jalannya implementasi

tetap sesuai dengan kebutuhan transformasi bisnis,

dan program transformasi perusahaan.

Menetapkan lingkup data yang akan dikonversikan

bersama

SAP

System

analysts

process Owner (BPO).

dan

Business

Melakukan validasi akhir terhadap data yang telah

diberikan oleh System analyst untuk dikonversikan

ke SAP R/3.

Melakukan upload data yang telah bersih ke R1Q

(SAP Simulator).

Menindaklanjuti

perumaterial

setelah

SIT

dan

UAT, untuk nantinya di upload pada R1P.

3. Warehouse management Business Owner of Wall’s

Ice Cream Outbound

Warehouse management Business Owner of Wall’s

Ice cream Outbound dalam hal ini merupakan Wall’s

Coldstore Master.

Tanggung jawab yang dimiliki oleh Business Owner

of

Warehouse

secara

umum

management

dalam

Tim

Ice

cream

Outbound

Proyek

Implementasi,

 

127

antara lain :

Mengkomunikasikan

perubahan

material