Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PENGUMPULAN DATA 1) Pengumpulan Data Primer Data Primer : Data yang diusahakan atau didapat

oleh peneliti a. Observasi, berupa pengamatan langsung pada lokasi atau tapak perencanaan (survey lapangan) sebagai langkah untuk memperoleh data yang tidak diperoleh dari studi literatur. Survey lokasi Jalan Kubang Sepat, Krenceng, Cilegon

Survey lokasi yang didapat tidak sesuai dengan kriteria tapak rumah susun karena kontur tanah yang landai dan akses masuk lokasi tidak mudah dijangkau karena kondisi jalan dengan lebar yang sempit.

b. Wawancara, untuk mendapatkan informasi dari narasumber dan pihak yang terkait dengan perencanaan rumah susun. Metode ini ditempuh untuk mendapatkan data primer. Wawancara pada instansi terkait untuk mengumpulkan data terkait data lokasi rumah susun dan data pengguna rumah susun. Wawancara dengan Bapak Novan Ied Akbar, ST. MT. dari Dinas Tata Ruang Kota Cilegon. Data yang diperoleh mengenai penentuan lokasi tapak rumah susun dengan kriteria jangkauan lokasi menuju tempat kerja dapat ditempuh selama <30 menit atau masih berada di kawasan industri. Data lokasi yang diberikan dalam bentuk peta dan disertai dengan data mengenai topografi dan iklim setempat. (Data masih dalam proses). Wawancara dengan Data yang diperoleh mengenai jumlah karyawan non-organik PT.Krakatau Steel. Karyawan non organik adalah karyawan yang telah diangkat dalam jangka waktu tertentu, yang termasuk didalamnya adalah karyawan harian lepas, karyawan kontrak dan karyawan honorer. Nama serikat karyawan non-organik adalah Serikat Buruh PT. Krakatau Steel (SBKS) SBKS berada dibawah wewenang Perusahaan Outsourching PT. KS yaitu PT.ABN, PT.NBC, PT. DMM dan PT.BCJ Jumlah karyawan non-organik tahun 2012 sebanyak 4500 karyawan yang masing-masing bekerja di anak perusahaan PT.Krakatau Steel. Klasifikasi karyawan non-organik: (Data dalam Proses) Kriteria karyawan non-organik sebagai buruh industri yang akan menjadi pengguna/penghuni rumah susun adalah:

Merupakan tinggi.

masyarakat

dengan

golongan

ekonomi

menengah kebawah dengan tingkat pendidikan yang tidak Upah kerja yang didapat hanya sebesar UMK sehingga tidak mampu membeli rumah atau hanya dapat menyewa hunian dengan harga relatif rendah sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Tempat tinggal mereka rata-rata berada jauh dari tempat kerja dengan kondisi yang tidak layak huni.. Keterangan yang didapat mengenai karyawan non-organik berupa upah kerja dan jabatan, tidak disertai dengan keterangan jumlah keluarga. 2) Pengumpulan Data Sekunder

SISTEMATIKA PEMBAHASAN BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran dibangunnya rumah susun buruh pabrik di kawasan industri Krakatau Steel Cilegon beserta rumusan permasalahannya termasuk dampak industri terhadap lingkungan, selain itu pembahasan mengenai manfaat, ruang lingkup, metode pengumpulan data, sistematika penulisan dan alur pikir. BAB II TINJAUAN RUMAH SUSUN Pembahasan mengenai pembangunan rumah susun di Indonesia beserta teori-teori dasar meliputi pengertian, klasifikasi BAB III TINJAUAN KOTA CILEGON DAN KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU STEEL

BAB IV

PENDEKATAN EKOLOGIS

KONSEP

PERENCANAAN

DAN

PERANCANGAN RUMAH SUSUN DAN ARSITEKTUR BAB V PENUTUP KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN